[What is Your Color?] Why Blue?? – Oneshot

IMG_20160320_171947

Judul  : Why Blue??

Cast  :  Kim Namjoon, Kim Taehyung, Jeon Jungkook, Min Yoongi, Kang Nami (OC)

Rating    : 15+

Lenght   : Oneshot

Genre    : Romantic, friendship, random

Author   : LandV

 

Disclaimer : Cerita ini murni dari hasil pemikiran author sendiri. Please don’t copy or edit without permission.

 

“Jangan terlihat bodoh dihadapan orang. Karena hal itu akan menjadikan kelemahanmu bagi Si Pemanfaat Kesempatan”

 

Nami prov

“Eomma.. dimana baju seragam yang eomma beli kemaren itu?!?”

“Di lemari mu sayaaang..! Di bagian sebelah kiri paling bawah!”

“Eohh.. Ne eomma araseoo!”

 

Selesainya aku mandi, aku langsung menghampiri lemari tua beraroma mawar jika kalian membukanya.

 

‘Hmm, Daebak!! Hari pertama sekolah yang disambut harumnya bunga mawar. Ini pasti akan menarik.’

 

Aigoo.. bajunya manis sekali. Berwarna merah muda yang dipadupadankan dengan warna hitam.

 

‘Chakkaman!’

 

Aku tidak melihat ada rok ataupun celana disini. Apa benar ini baju seragamnya??

 

“Eommmaaaa!!? Mengapa hanya ada ba-“

 

Belum selesai aku berbicara ternyata eomma langsung masuk kekamarku dan sudah tau apa yang akan aku tanyakan.

 

“Mianhae Nami-ah.. Eomma belum bisa beli soalnya eomma tidak punya u-“

“Aigoo.. Ini rok siapa eomma. Sini aku coba”

 

‘Aku sedih ketika eomma mulai membicarakan hal “itu”.’

 

“Eomma? Eotte? Bagus bukan?”

“Yeppona~ uri adeul..”

“Ahh eomma.. Gomawo 😆”

 

Aku langsung mencium pipi ibuku. Walaupun rok yang ku kenakan ini sedikit kebesaran.

 

= = =

 

*disekolah*

 

Sekarang aku berdiri didepan gerbang sekolah yang sangat sederhana. Aku masih bersyukur bisa diterima di sekolah yang sangat sederhana ini. Terlebih karena masalah hal “itu”.

 

Berjalan dengan langkah yang pasti sambil menebar pesona bak seorang idol papan atas itulah gaya andalanku. Angin pun turut memperlihatkan rambut sebahuku yang berkibar layaknya bendera. Tak lupa pula sinar matahari yang memperindah kilaunya rambutku.

 

Setelah beberapa langkah aku berjalan. Aku berhenti

 

‘Wait.. Mengapa kaki ku terasa dingin sekali?’

 

Aku menunduk kebawah, melihat keadaan kaki ku.

 

‘OMO! ANDWAE! BAGAIMANA BISA…. BAGAIMANA BISA ROK KU JATUH KE LANTAI. MENGAPA ROK AKU LEPAS SEPERTI INI??? EOTTOKE? DUNIA MACAM APA INI??? AHH MICHIN!!’

 

Aku langsung menarik rokku yang jatuh dan berlari tanpa perlu mengancingkan bagian belakang.

 

‘Tidak! Aku tidak boleh menoleh kebelakang. Aku malu sekali. Mengapa rokku harus lepas, aku malu.. Aigoo eomma..’

 

Secepat kilat aku berjalan dan mencari jalan alternatif agar aku tidak bertemu seseorang.

 

‘Aduh bagaimana ini, aishh walaupun aku tidak menoleh kebelakang aku tau ada cowok yang melihatnya. Malu banget, mana cuma pakai hot pants ketat warna biru cerah lagi. Aishhhh!’

 

‘AHHHHHHHHHH MICHINNNN!!!

Rasanya aku ingin segera bangun dari mimpi burukku’

 

‘DUAR!!’

 

Langkahku terhenti! Aku melihat seorang cowok yang memberikan smirk ke arah ku. Aku melihat nametagnya yang bertuliskan Kim Namjoon.

 

***

 

*dikelas*

 

‘Membosankan sekali eoh belajar Matematika!! Dari dulu sampai sekarang masalahnya itu-itu aja gak pernah selesai-selesai!’

 

“Namjoon, silahkan kau kerjakan soal ini di papan tulis”

“Ne sansengnim”

 

‘Namjoon??! Yang tadi itu kan?!’

‘Dia sekelas denganku?’

 

‘AISHH JINJJAAAA!!!! MENGAPA DUNIA INI SEMPIT SEKALI!’

 

***

 

‘Mwo? Apa-apaan ini?? Jinjjayo? Daebak!’

 

Aku shock. Aku kaget. Waw perfect! dia hanya mengerjakan soal matematika dengan waktu satu menit. Omo! Aku terpesona~

 

‘Jika aku menikah dengannya pasti aku menjadi seorang yang kaya, punya anak yang pintar, tingal dirumah mewah, punya mobil bagus, belanja setiap hari Aah.. I WILL ALWAYS HAPPY’

 

Aku senyum-senyum sendiri membayangkan hal bodoh itu.

 

‘Ya!!! Dia kenapa sih?? Kenapa Namjoon smirk ke aku terus?? Sudah duduk didepan juga! Masih juga noleh kebelakang. Apa dia terpesona sama aku??? hahaha good. Dengan begitu aku langsung mendapatkannya.’

 

Setelah sadar dari lamunanku aku menoleh ke samping melihat Kim Taehyung yang tertidur lelap. Lihat saja bulu matanya.. Aigoo yeoppo na~

 

‘Tapi jika dipikir-pikir, jika aku menikah dengan sahabatku Taehyung sepertinya kehidupanku tidak seindah bersama Namjoon. Taehyung memanglah tampan tapi berbanding terbalik dengan Namjoon. Taehyung tidak pintar, tidak kaya, aneh dan juga jika aku menikah dengannya pasti anak kami akan bodoh dan aneh. Ahh!! aku tidak mau membayangkannya.’

 

Tapi…… Ahhhhhhhh paboya… Kim Namjoon itu kan yang tadi melihat rokku lepas. Ahh paboya.. Paboo!

 

***

 

*Kring kriiiingg.. Saatnya istirahat*

 

‘Akhirnya selesai juga’

 

“Chagiii.. Ireona.. Ini sudah istirahat”

 

Aku membangunkan Taehyung dengan mengusap pelan rambutnya. Sepertinya aku harus mengacak rambutnya biar dia cepat bangun.

 

“Ireonaaaa…. Eoh… Ya!!! Ireon-!!”

 

“Hmmm”

 

“……..”

 

Taehyung menjepit bibirku dengan tangan kirinya.

 

“Ya!!!akskdjfjflljfllfl”

 

Walaupun Taehyung sahabatku, kami telah sepakat memberikan nama panggilan kami berdua dengan sebutan Chagii. Kami tidak mempermasalahkan status kami dengan sebutan itu. Just make it happy!

 

***

 

*beberapa hari kemudian*

 

Namjoon prov

 

“Appa.. Aku sudah dapat targetnya”

“Good. Jangan ceroboh”

“Ne. Araseo”

 

Pip! *menutup telepon*

 

“Kookie ah apa kau sudah bisa menyelesaikan tugas matematika itu?”

“Sedikit lagi hyung. Hhmmmm taraaa sudah selesai. Eottae? Ini benarkan?”

“Coba ku lihat.. Mmm… Good job”

“Ahh jinjja.,? Gomawo hyung”

“Ne, but you must help me for something”

“Eoh araseo.. Aku sudah tau hyung. Jangan bicarakan lagi”

 

Author prov

 

Jeon Jungkook sepupu Kim Namjoon yang sekarang menginjak kelas 3 SMP di Montae Junior High School, sedangkan Kim Namjoon kelas 1 SMA di Montae High School.

 

Jeon Jungkook diamanahkan oleh orang tuanya untuk mengikuti jejak Kim Namjoon yang selalu mendapatkan Juara dibidang apapun.

 

***

 

*Cafe*

 

Nami prov

 

“Chagi kau pesan minum apa?”

“Blue Ocean”

“Blue Ocean 1 Green Tea 1 dan Jajangmyeon 2”

 

Setelah membayar aku dan Taehyung sibuk mencari bangku kosong. Karena jajangmyeon disini terkenal dengan kelezatannya.

 

“Chagi disudut sebelah sana” ucap Taehyung

“Eeoh aku juga melihatnya jjaaa~”

 

Kami berdua duduk disamping dua orang cowok yang sepertinya aku kenal.

 

“Namjoon? Kau Namjoon kan? Yang tadi disekolah itu?”

“Eoh? Ne. Nuguya?”

“Ahh Kang Nami imnida dan ini Kim Taehyung. Tapi ini siapa?”

 

‘Aku seperti belum pernah melihatnya.’

 

“Annyeong, nae ireumen Jungkook imnida. Aku adiknya Namjoon hyung”

“Ahh araseo, kalian terlihat berbeda sekali eoh. Hahaha lupakan aku hanya bercanda. Selamat makan..”

 

***

 

Author prov

 

Taehyung dan Nami makan Jajangmyeon bersama. Tapi ntah kenapa kali ini Taehyung menghabiskan dengan sangat lahap.

 

“Chagi.. Kau kenapa eoh?? Tidak seperti biasanya?” ucap Nami

“Aanajsjdkkdk”

 

Mulut Taehyung penuh sehingga ia susah mengucapkan kalimatnya dengan benar.

 

“Ya!!!! Habiskan makananmu dulu chagi”

“Hmm..~ ah.. Aigoo.. sudah seharian aku belum makan chagi”

“Omo! Mengapa kau tidak makan kerumahku saja eoh? Apa orangtuamu lupa mengirimnya lagi?”

“Sepertinya chagi, dan juga malam tadi aku sempat mau kerumahmu tapi aku ngantuk banget”

“Ahh gwenchana,. Kapan kau perlu sesuatu kerumah aku aja eoh”

“Ne… Tapi kenapa kamu lesu gitu makannya eum? Gak selera makan?”

“Hmm… Molla~”

 

Dengan segera Taehyung mengambil mangkuk Nami dan menyuapkan Jajangmyeon ke mulutnya tanpa ragu.

 

“Aaaaa….. Pesawat akan lewat…”

“Taehyung kau! (Blush) aaaa~mm”

“Eottae?”

“Hmmm mashita.. One more chagi.. Aa..”

“Jaa~ ini bibir Taehyung akan masuk aaaa~”

“Ya!!! Neo!!! Askskdjdhdfkl”

 

Ketika Taehyung menyuapkan jajangmyeon ke mulut Nami. Nami langsung menutup mulut Taehyung dengan tanggannya. Ia malu.. Ia takut jikalau Kim Namjoon mendengar ataupun melihat apa yang mereka berdua lakukan.

 

“Chagiya~ aku sudah kenyang. Bayi Nami sudah kenyang (Pout)”

“Eoh? Jinjja? Baiklah biar aku saja yang habiskan”

“Hmm habiskan saja”

“……….”

“Chagii makannya yang pelan saja. Nanti kau ter-“

“Uhuk uhuk uhuk…”

 

Belum selesai Nami bicara, sekarang Taehyung tersedak. Tapi dengan cepat Kim Namjoon memberikan Blue Ocean yang dipesan Taehyung.

 

“Minum ini Tae”

 

‘Mwo? Aku kalah cepat dengan Namjoon. Waw! Dia perhatian sekali.’

 

“Chagii gwenchana??”

“Ehm ehm… Gwenchana chagii. Namjoon.. Thank you”

“Eoh..”

 

***

 

Nami prov

 

“Taetae..?”

“Hm? Waeyo Chagii?”

“Gendonggg…. Aku capek jalan kaki baby”

“Aigoo… Dasar! Jalan aja sendiri”

“YA!!! aku serius! Plissss sarajuseyo~”

“NO!”

“Aishh! KIM TAEHYUNGG!!!!! AKU AKAN ME-“

 

“……..”

 

‘Ada apa ini? Apa aku salah?!’

 

“Kajja~ naik. Jangan diam seperti itu eoh. Pallii…!! Satu…dua…ti..”

 

‘Aku masih bingung. Mengapa dia menciumku?. Ah sudahlah yang penting sekarang dia mau menggendongku.’

 

Tanpa berkata-kata aku langsung naik kepunggung dan mengaitkan kedua tanganku di lehernya.

 

Hah.. Akhirnya~

 

***

 

Author prov

 

Disepanjang perjalanan Taehyung batuk berkali-kali. Tapi dia masih kuat menggendong Nami.

 

“Taetae? Gwenchana??”

“Nan Gwenchana…. Sebentar lagi kita juga sampai”

“Ania ania… Kita kedokter ne… Dari tadi kamu batuk terus. Ne?”

 

Tanpa perlu aba-aba Nami langsung turun dari punggung Taehyung.

 

“Chagiyaaa ini masalah serius.. Kajja kita kedokter”

“No! Mengapa kamu khawatir sekali eoh? Ini hanya batuk biasa. Paling besok pagi juga sembuh.”

“Aishh! Kalo kamu mati nanti gak ada yang mau gendong aku lagi. Ck! Paboya!!!”

 

***

 

Sekarang Nami dan Taehyung berada di klinik terdekat. Kalian tau sendirikan jika Nami dan Taehyung tidak memiliki cukup banyak uang untuk ke rumah sakit.

 

***

 

Nami prov

 

“Dokter bagaimana keadaannya?”

“Mari silahkan keruangan saya”

“N-ne..”

“Apa sebelumnya dia minum air bersoda?”

“Ng? N-ne.. Tadi sewaktu dia tersedak temanku langsung memberikan dia minuman Blue Ocean. Memangnya kenapa dokter?”

“Sebenarnya jikalau tersedak hindarilah memberikan air bersoda. Karena jika diberikan maka akan membuat tenggorokannya semakin terluka. Dan juga jikalau berlebihan akan keluar darah sedikit dari mulutnya”

“Eoh?”

“Tapi jangan khawatir, saya sudah memberikan antibiotik dan penghilang rasa sakit. Hanya jangan sampai telat ataupun lupa minum obatnya. Jikalau tidak, mungkin pendarahannya akan semakin parah”

“N-n-ne.. Gamsahamnida”

“Oiya satu lagi. Jangan menyepelekan hal sekecil ini ne?”

“Ahh ne.. Annyeong haseyo. Gomabseumnida..”

 

***

 

‘Jantungku berdenyut lemah. Taehyung… Aku minta maaf. Ini semua salahku. Andai saja tadi aku menghabiskan makananku… Taehyung ah~ mianhae.. Jeongmal mianhae..’

 

Aku ingin menangis… Aku tidak sanggup menceritakan ke Taehyung. Tapi dia harus minum obat itu.

 

‘Taehyung pasti akan sembuh’

 

***

 

Taehyung prov

 

“Chagi?? Eottae?”

“Kau hanya disuruh menghabiskan obat ini chagii.. Gwenchana”

“Ah… Kajja kita pulang~ aku sudah tidak betah disini”

 

Aku langsung menarik tangan Nami agar segera pergi dari klinik yang berbau menyebalkan.

 

“Aigoo chagii.. Belum juga satu jam ckckck”

 

***

 

Author prov

 

Sudah beberapa hari berlalu. Taehyung tetap saja tidak menggubris obatnya. Apalagi meminumnya. Taehyung sejak kecil memang tidak bisa minum obat. Jika disuruh minum obat oleh orang tuanya pasti setelah dimasukkan ke mulut dia langsung membuangnya diam-diam. Ya begitulah Taehyung.

 

“Uhuk uhuk… Darahh?! Ck! hanya sedikit”

 

Apa? Sedikit?? Apa segenggam itu sedikit??? Apa Taehyung mulai gila????

 

Taehyung berkumur-kumur dan mencuci mukanya di depan washtafell.

 

“Nami-ah.. Aku tau.. Aku mendengarkan apa yang kalian obrolkan. Ck! gara-gara Blue Ocean! Kim Namjoon too. Ahh tanpa obat-obat ini aku akan baik-baik saja~ gwenchana~~”

 

Plunggg!

 

Taehyung membuangobatnya kedalam tong sampah.

 

***

 

*di sekolah*

 

Namjoon prov

 

‘Kemana laki-laki bodoh itu? Apa dia sakit? Ck stupid boy!’

 

“Kim Namjoon kau bersama Kang Nami mengerjakan soal dihalaman 131 Latihan 12U dan dikumpulkan besok”

“Ne sansengnim..”

 

‘God! Thank you! Tanpa perlu bersusah payah aku harus menyusun rencana ini.’

 

Nami prov

 

Omo!! Aku tidak salah dengarkan??? Aku tidak sedang bermimpi kan? Ahh… Namjoon.. See.. Aku mendapatkanmu hanya dalam waktu satu detik.

 

Aku menoleh kembali ke kanan melihat bangku Taehyung yang kosong.

 

‘Kemana dia? Aku kesepian! Mengapa tidak mengabarkanku? Apa dia sakit? Apa dia tidak meminum obatnya?? Aishh! Baiklah nanti aku akan kerumahnya.’

 

O! Sepertinya Namjoon akan menghampiriku.

 

“Nami… Nanti kau ada dirumah jam berapa?”

“Sekarang jam 1 siang.. Hmm sepertinya jam 3 aku ada dirumah”

“Baiklah.. See you there”

“Eoh.. N-ne”

 

‘Oh my God! Cool boy! Aku bahkan kehabisan kata-kata! Butuh oksigen! Suara seraknya bikin aku meleleh!’

 

***

 

*didepan rumah Taehyung*

 

Setelah menutup pintu pagar, aku melihat secarik kertas tertempel di pintu utama rumah Taehyung.

 

‘Chagiiiyaaaaa… Kau ada dirumahku kan?? Hahah sudah kuduga. Siapalagi yang akan membaca surat ini selain kamu eoh??. Oiya mengenai aku tidak sekolah.. Aku pergi mengunjungi rumah orang tuaku di Hongkong. Don’t worry baby… Hanya seminggu. Jaga dirimu baik-baik. Nan gwaenchana~. Tertanda Kim Taehyung’

 

Aigoo!!! Chagiii!!!!!!! Kau membuatku khawatir!!! Cepat pulang ne… Aku kesepian disini.. Aku merindukanmu.’

 

“KIM TAEHYUNGGGG.. I MISS YOU SO BAD”

 

Dengan berteriak seperti ini sekarang aku lebih lega. Baiklah.. Surat ini aku simpan saja didalam dompet.

 

Author prov

 

Dibalik tirai jendela lantai atas, Taehyung hanya memasang seulas senyum kecil melihat Nami berteriak jika sangat merindukannya. Taehyung memang bukan lelaki baik. Dia telah berbohong kepada Nami jika orang tuanya masih hidup. Orang tuanya telah lama mati terbunuh. Dan juga selama ini ia tidak pernah mendapatkan kiriman uang, melainkan ia hanya memanfaatkan waktu untuk bekerja paruh waktu. Tapi dengan kondisi sekarang, ia tidak bisa bekerja paruh waktu lagi. Lihat saja sekarang di washtafell yang sudah dipenuhi oleh banyak darah. Because Blue Ocean!

 

***

 

*dirumah Nami*

 

Namjoon prov

 

“Nami… Eottae? Kau mengertikan soal ini??”

“Eoh.. Aku mengerti.. Tapi ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu”

“What?”

“Blue Ocean itu… Ahh ani ani.. Maksudku.. Ocean itu sama dengan ASEAN kan?”

“Ya! Neo.. Paboya… Itu berbeda!!”

“Hahaha…. Araseo abaikan saja. Ini hanya pemanasan. Kau terlihat kaku sekali Namjoon”

 

‘Cih! Kaku?? Apa aku seperti besi? Ck!’

 

Nami prov

 

Sebenarnya aku hanya ingin tau apa Namjoon mengerti mengenai efek Ocean Blue yang ia berikan ke Taehyung waktu itu?? Tapi… Ah sudahlah.. Taehyung juga sedang liburan bersama Orang tuanya di Hongkong.

 

***

 

“Aigoo…. Selesai juga akhirnya. Oiya, chankaman eoh? Aku mau mengambil minuman dulu”

“Ne…”

 

Namjoon prov

 

‘Sebentar lagi akan kita mulai!:

 

“Ini.. Teh hangatnya.. Silahkan diminum. Aku jamin setelah kau meminum ini rasa capekmu akan hilang”

“Jinjja?? Baiklah”

 

Sssruuupth

 

“Eottae?”

“Wuahhh Daebak! Rasanya aku ingin terbang”

“Aish.. Aku kira kau beneran seperti besi. Hahaha… Habiskan saja”

“Aigoo… Apa wajahku sehitam besi eoh? Oiya bye the way ini ada hadiah”

“Mwo? Hadiah?”

“Iya.. Kebetulan dulu ibuku membelikan jam pasir ini dari Hongkong”

“Woah… Gomawoyo Namjoon-ah… Aku rasa ibuku juga akan menyukainya. Karena pasir ini berwarna biru muda. Hmm warna itu membawa ketenangan seperti air”

“Syukurlah.. Kalo begitu aku taruh di meja depan jendela itu ya”

“Ne… Itu spot yang bagus”

 

‘Mission Complete’

 

***

 

*3 hari kemudian*

 

“Kookie-ah.. Eodi?”

“Aku sudah siap hyung”

“Baiklah. Hati-hati”

“Nne..”

 

Pip!

 

***

 

Author prov

 

Ditengah hujan yang sangat lebat.. Jeon Jungkook berteduh didepan rumah Nami sesuai yang diperintahkan Namjoon. Tapi kali ini ia berpura-pura tidak tahu jika ini rumah Nami.

 

“Ahh.. Aku beneran kedinginan disini.. Apa nenar nuna akan pulang ketika hujan begini???”

 

‘Eoh! Sepertinya itu dia.’

 

“Jeon jungkook? Kau jungkook kan? Adiknya Namjoon? Mengapa kau disini eoh??”

“N-ne.. Aku Jungkook. Apa ini rumahmu nuna? Aku kora ini rumah siapa tadi”

“Iya, ini rumahku. Ah paboya! Pasti kau kedinginan sudah menunggu disini. Kajja masuk kedalam, keringkan baju dan rambutmu dulu baru pulang”

“Gomawo nuna..”

 

Sekarang Jungkook berada di kamar mandi. Ia sudah membersihkan seluruh tubuhnya. Tak lupa pula.. Tugasnya!

 

“Jungkook-ah… Kalau sudah selesai kau bisa tunggu saja di ruang tv.. Aku akan ganti baju duluu!!”

“Ne nunaa! Araseo!!”

 

Secepat kilat Jungkook keluar dari kamar mandi dan melaksanakan tugasnya. Ia telah menaruh alat pengontrol dibawah jam pasir biru dan kipas kecil dibalik tirai jendela.

 

Beruntung sekali Jungkook memiliki wajah yang imut.

 

***

 

*2 hari kemudian*

 

Nami prov

 

Pringggg…

 

“Eoh? Suara apa itu? Apa eomma sudah pulang??. Eomma.. Apa kau sudah pulang dari rumah nenek eoh?”

 

Aku turun menuju lantai bawah, takut jika itu bukan eomma.

 

“Aigoo.. Eomma.. Gwenchana? Apa kau terluka??”

“Ahhh gwenchana.. Mianhae.. Barang kamu jadi pecah begini”

“Gapapa Eomma.. Biar aku bereskan saja. Sebentar ya aku ambil sapu dulu didapur”

 

‘Ahh baru juga dua hari.. Sudah pecah aja jam pasir Namjoon. Ya sudahlah..’

 

Aaaaaaaa!!!!

 

“EOMMAA???”

 

Author prov

 

Ketika Nami pergi mengambil sapu, ibunya langsung mengumpulkan butiran pasir biru yang jatuh bertebaran dilantai. Tapi na’as setelah ibunya memasukkan pasir ke tempatnya, angin dibalik jendela berhembus kencang sehingga masuk ke mata ibu Nami.

 

“Eomma.. Jangan buka matamu! Kita harus segera ke dokter sekarang. Eomma jangan gosok matamu juga!”

“T-tapi Nami-ah”

“Sudahlah Eomma! Dengarkan aku kali ini saja”

 

Tanpa perlu pikir panjang, Nami menggendong ibunya tanpa rasa lelah. Tapi mau bagaimanapun juga, ia tetap tidak mempunyai uang untuk ke rumah sakit. Jadi hanya ke klinik saja.

 

***

 

“Apa yang terjadi dengan ibuku?? Dokter tolong jangan katakan hal buruk mengenai ibuku. A-aku tidak ingin ibu buta. A-aku m-mohon”

 

Nami berjuang keras menahan isak tangisnya. Ia tidak rela jika ibunya akan mengalami kebutaan.

 

“Maaf… Kami telah berusaha semaksimal mungkin. Ibu anda harus segera dioperasi. Jika tidak.. Mungkin untuk sementara waktu ibu anda hanya bisa menggunakan mata sebelah kanan saja”

 

“Kau berbohong kan dokter?? Ini bercanda kan? Kau tidak lucu!!”

 

“Maaf.. Pasir biru itu sangat berbahaya. Karena mengandung pewarna tekstil. Sekali lagi Maaf..”

 

‘Eomma maafkan a-aku’

 

Akhirnya Nami menangis.. Ia terduduk lemas disudut pintu luar kamar ibunya.

 

***

 

*2 hari kemudian*

 

Author prov

 

“Kookie… Good job! I like it!”

 

Dua hari sudah berlalu, Tapi Nami masih belum menyadari jika hal ini adalah perbuatan dari Kim Namjoon.

 

***

 

*disekolah*

 

Namjoon prov

 

‘Sepertinya itu Nami…’

 

Aku menghampiri Nami yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu dibalik pohon sana.

 

“Nami??? Kau.. Mengapa disini? What happen? Just tell me what your problem”

“Eoh? Namjoon? Gwenchana… Tapi,. Aku mau minta maaf”

“For what??”

“Masalah jam pasir biru itu. Aku tidak sengaja memecahkannya… M-mianhae”

“No problem.. Aku masih punya banyak stok dirumah. Ibuku membeli banyak sewaktu di Hongkong”

“Jeongmal Mianhae..”

 

Nami prov

 

‘Apa sebaiknya aku tanyakan saja ya mengenai pasir biru itu??’

 

“Oiya.. Apa pasir biru itu ber– Ani maksud ku.. Aku ingin pergi ke pantai.. Bermain pasir.. Melihat awan biru.. Sudah lama aku tidak kesana. Semenjak Taehyung tidak disini.. Aku tidak punya teman selain kau. Eottae? Apa kau mau menemaniku Namjoon-ah?”

 

“Of course! Why not?? Ok setelah jam olah raga selesai. Kita langsung ke pantai. Araseo?”

 

“Jjinja??? Jeongmalyo?? Aigoo.. Gomawo Namjoon-ah”

 

Aku kehilangan kendali. Sampai lupa kalau aku langsung memeluk Namjoon dihadapan siswa yang lain.

 

“Eoh.. Mian (blush)”

 

‘Sepertinya pipiku sangat merah.. Toilet! Harus Ke Toilet.’

 

***

 

Taehyung prov

 

Aku bosan dirumah. Sudah lima hari aku berdiam diri disini. Batukku tak kunjung sembuh. Sepertinya air pun sudah menjadi merah semua. Aishh. Aku merindukanmu Nami-ah. Tapi… Bagaimana caranya???

 

“Yeoboseyo”

“Chagii?”

“Nami-ah…..”

“Ahhh chagiyaa… Bagaimana kabarmu? Aku pikir kau sudah lupa demganku”

“Aku baik-baik saa chagii.. Tapi aku sangat merindukanmu. Bagaimana ini??”

“Aigoo.. Apa kau belum puas melihat wanita cantik di Hongkong eoh?? Disana bahkan banyak yang lebih dariku”

“Ada.. Tapi tidak ada yang sebodoh dirimu”

“Ya!!! Taehyung!!!!”

“Yasudah.. Aku mau Take Off dulu ya chagii. Nanti jam 7 malam kita bertemu ditempat biasa”

“Mwoya?? Jangan bilang kau mau kesini? Woah.. Ne chagii.. Hati-hati eoh. Aku akan selalu menunggumu disini. See you soon”

 

Pip!

 

Aa! Aku harus segera menutup telpon, mulutku sudah dipenuhi banyak darah. Aku takut Nami khawatir dengan keadaanku yang semakin memburuk. Tapi aku rasa nanti malam akan menjadi hal paling indah. Karena aku akan bertemu Nami untuk yang terakhir kalinya.

 

Sebenarnya aku bemci mengatakan ‘yang terakhir’. Tapi.. Hal ini harus aku lakukan. Aku tidak ingin Nami melihat diriku lemah tak berdaya dan kemudian mati dihadapannya. Aku tidak ingin melihat Nami menangis.

 

***

 

*dipantai*

 

Author prov

 

Bermain pasir di tepi pantai memang sangat menyenangkan. Apalagi jika ditemani oleh orang yang disukai.

 

“Aigoo… Gomawo Namjoon. Aku senang sekali. Aku bisa merasakan kebebasan. Beban pikiranku hilang. Gomapta”

 

Namjoon hanya memberikan segaris senyuman khasnya. Dan kemudian menatap ombak lurus kedepan tanpa menghiraukan Nami yang sedang berteriak.

 

“KIM TAEHYUNG…. CEPATLAH PULANG!!! AKU MERINDUKANMU! SARANGHAEYO..”

 

Sepertinya nanti malam Nami akan mengutarakan isi hatinya ke Taehyung.

 

“Namjoon-ah?”

“Waeyo eum?”

“Bolehkah aku minta tolong?”

“Boleh.. Wae?”

“Apa bisa sebentar lagi kau mengantarku ke suatu tempat?”

“For?”

“Aku akan bertemu Taehyung. Aku rasa dia sudah sampai di Seoul”

“Baiklah”

 

Namjoon prov

 

Good Idea!.

 

“Kookie.. Siapkan peralatan utama” (send)

 

***

 

*dimobil*

 

Author prov

 

Tampaknya Nami sangat kelelahan hari ini. Sehabis olah raga, ia malah pergi kepantai bukannya beristirahat. Dan sekarang, malam ini dia juga akan menemui Taehyung di Seoul.

 

Baru 30 menit perjalaan, Kang Nami tertidur lelap disamping kursi Namjoon setelah ia menunjukkan sebuah alamat.

 

“Kookie.. Bersiaplah. Aku akan menjemputmu” perintah Namjoon

 

Pip!

 

God! Rencana apa lagi yang Namjoon lakukan?? Apa dia tidak puas atas rencana yang sebelum-belumnya??.

 

***

 

“Annyeong hyung”

“Kajja~ sebelum dia bangun”

“N-ne”

 

Jungkook masuk ke dalam mobil Namjoon dengan alat perlengkapannya.

 

“Aku sudah memberikan obat biusnya. Kau tinggal lakukan saja seperti yang sudah ku ajarkan” ucap Namjoon

“N-ne”

“Cepat!!! Jangan sampai salah!!”

“Ne hyung!”

 

Lihatlah.. Jungkook lihai sekali memainkan pisau di tangan kanan Nami. Melukis! Menggores! Membelah! Merobek sedikit kulit tangan Nami. Benar-benar dapat di andalkan.

 

Sekarang Jungkook sudah membelah bagian pergelangan tangan kanan Nami sebesar 3cm. Upps! Darahnya mulai banyak keluar. Seketika itu pula Jungkook memasukkan sebuah alat kecil kedalamnya. Sedangkan Namjoon, ia hanya fokus pada kemudinya.

 

Tuk!

 

Tangan kanan Nami sudah terjahit rapi. Tak lupa pula Jungkook menyelipkan sebuah pisau di saku kanan celana Nami.

 

“Hyung.. Sudah selesai”

“Eoh.. Kau kembalilah bersembunyi di kursi paling belakang”

“N-ne”. ‘Mianhae nuna~ jeongmal mianhae.’

 

***

 

Sepertinya Nami sudah mulai sadar.

 

“Aigoo… Mengapa aku mengantuk sekali tadi. Mianhae Namjoon”

“Gwenchana… Kajja.. Kita sudah sampai”

“Eoh.. N-ne”

“Chankaman! Apa kalian berdua memang hobi bertemu ditempat sepi seperti ini eoh?”

“(Blush)”

“Ya! Jawab pertanyaanku dulu!!”

 

Nami tidak menghiraukan pertanyaan Namjoon. Yang ia pikirkan hanyalah bertemu Taehyung! Ia ingin memeluk Taehyung dengan sangat erat. Dan mengungkapkan isi hati yang sebenarnya.

 

Ketika Nami keluar dari mobil Namjoon. Ia melihat begitu tampannya Taehyung dengan style serba biru. Disisi lain.. Namjoon mengeluarkan seperangkat alat komputernya. Dan sepertinya, ia akan menyelesaikan misi yang terakhir kalinya.

 

“Oppa….”

“Chagiiiyaaaaa….”

 

Nami dan Taehyung akan berpelukan sekarang. Tapi ada apa dengan Nami?

 

Nami prov

 

‘Aku ingin memeluk Taehyung. Tapi ada apa dengan tangan kananku?? Mengapa ia diluar kendali? Ada apa ini?’

 

Tangan kananku tidak bisa aku kontrol. Tanganku melesak masuk kedalam kantong celana olahraga sebelah kanan.

 

‘Ini apa??? Sebentar! Omo!’

 

Indera Perabaku masih aktif! Tapi mengapa tangan kananku tidak bisa aku kontrol??

 

‘Pi-Pisau?? Mengapa ada pisau disaku celanaku?? Apa?? Apa?? Jangannn… Andwaee. Jangan keluarkan pisau itu dari celanaku!!!!’

 

“OPPA!!! ANDWAE!!!! BERHENTI! STOPPP!!! JANGAN MENDEKATIKU!!!!!!!!!!”

 

Tskkk!

 

Kim Taehyung telah memelukku sangat erat. Aku terlambat!.

 

“O-opp-a”

“Akhirnya kau memanggilku Oppa setelah beberapa tahun lamanya. Chagiyaa… dengarkan baik-baij. Oppa bahagia bisa memelukmu untuk yang terakhir kalinya. Mianhae… Sebenarnya oppa tidak pergi ke Hongkong.. Orang tua oppa juga sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Dan masalah Blue Ocean itu.. Mianhae.. Oppa sangat tidak bisa minum obat. Neomu Saranghaeyo”

 

CHU~

 

Kim Taehyung masih memeluk Nami, sambil memberikan kecupan perpisahan untuk selamanya. Sedangkan Nami, tangan kanannya masih memegang pisau yang tertancap diperut Taehyung.

 

Setelah menerima kecupan itu, Kang Nami pergi menjauh meninggalkan Taehyung yang tak bernyawa diujung jalan sana.

 

***

 

*7 Tahun Kemudian*

 

“Chagiiiyaaaaa.. Pakailah kacamatamu”

 

Jeon Jungkook. Suami Kang Nami. Ntah kenapa bisa mereka mengikat janji suci setelah kejadian beberapa tahun yang lalu.

 

“N-ne Yeobo”

 

Kang Nami. Setelah kejadian 7 tahun yang lalu, ia mengidap penyakit Sianophobia. Takut akan semua yang berwarna biru. Semua ini berawal dari kejadian yang memalukan di hadapan Namjoon. “Hot Pants biru”

 

Mengenakan kacamata hitam adalah ide terbaik yang Jungkook berikan, setelah ia melihat Nnami menggores-goreskan silet ke tangannya setelah melihat warna biru.

 

Kang Nami masih bersyukur ia bisa melihat langit walaupun tak seperti dulu. Dan ia juga bersyukur jika masih ada orang baik seperti Jungkook. Walaupun Jungkook ikut serta dalam pembunuhan Kim Taehyung.

 

***

 

Jungkook dan Nami akhirnya pulang setelah berkunjung melihat kediaman Ibu Nami, Kim Taehyung dan Kim Namjoon yang ditembak mati oleh Polisi. Begitu pula Min Yoongi. Ayahnya Kim Namjoon. Min Yoongi ternyata mempunyai musuh bebuyutan yaitu orang tua Kim Taehyung.

 

“Eomma… Appaaa…. Palli… Jeoni lapar… Palliii Appa!!!”

“Ne adeul…”

 

End.

 

Terimakasih yang udah mau baca… Like Comment Juseyo~

 

*Hot Pants Biru*

*Blue Ocean*

*131.12U*

*Jam Pasir Biru*

*Style Serba Biru*

*Sianophobia*

 

Advertisements

5 thoughts on “[What is Your Color?] Why Blue?? – Oneshot

  1. wth… Kim taehyung jangan mati! omg. Jahat bener tuh si rapmon. Itu jung kook apaan coba, sesat kaya gitu. ceritanya bagus banget. Tapi rada gak iklas ma ending nya. Hiks.

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s