[FICLET-MIX] Dulu, Kemarin, Sekarang

1465224579109

‘Dulu, Kemarin, Sekarang’

ficlet-mix by Rizuki, Cachalpannia, LittleRabit — Special for Joonisa’s Birthday

Friendship, Romance, Sad || G

Jung Hoseok – Yoon Navy

 

Dulu-

Lensa Navy masih patuh mengikuti pada tiap tapak kaki pemuda yang tengah menghampirinya selagi mengukir kekeh lebar-lebar. Selepas melambaikan tangan, pemuda tersebut lantas meneriakkan nama Navy keras-keras, seolah gendang telinga sang gadis tak dapat menerima gelombang suara lagi.

“Ya! Sudah lama menungguku, huh?”

Bergegas menepuk pundak gadis bersurai panjang tersebut, lelaki bersenyum boros itu masih memamerkan deretan gigi-gigi rapinya. Jemarinya seketika merampas sebuah kotak bekal berwarna ungu yang mulanya berada dalam genggaman Navy. Tanpa menunggu komando, pemuda bernama Jung Hoseok itu sudah mendudukkan pantatnya di sebelah Navy seraya lekas-lekas membuka kotak bekal tersebut.

“Woaah! Kau memasak untukku lagi, Nona? Bukannya kau bilang akan memasak sesuatu yang spesial untuk lelaki idamanmu?” Memasukkan sesendok nasi ke dalam mulutnya, Hoseok masih berceloteh setelahnya. Bahkan di tengah aksinya mengunyah makanan, lelaki itu turut menambahkan, “Kenapa kau memberikannya kepadaku? Apa lelakimu itu menolak masakan terlezat ini, huh?”

Lagi, Navy hanya bisa mengembuskan napas berat. Lensanya tetap menyorot sosok sang sahabat yang terlihat begitu menikmati makanannya. Lantas, ditepuknya keras-keras punggung Hoseok yang saat itu kembali bersiap menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.

“YA! JUNG HOSEOK, TAK BISAKAH KAU PEKA SEDIKIT SAJA, EH? AKU MEMASAKKAN MAKANAN UNTUK LELAKI KESAYANGANKU LANTAS AKU MEMBERIKANNYA KEPADAMUㅡapa kau belum paham juga apa maksudku, huh? Kau sungguh menyebalkan, Jung Hoseok!”

Manik membola pun mulut menganga, Hoseok bergeming beberapa jenak sebelum akhirnya Navy beranjak pergi dengan decakan di bibir kecilnya. Gadis itu mengabaikan teriakan Hoseok, pun sama sekali tak menoleh ke arah sang pemudaㅡNavy tidak ingin memperlihatkan airmatanya kepada Hoseok, jujur saja.

-end.

Kemarin-

“Navy,”

“Apa?”

“Aku sedang ingin serius. Perhatikan aku.”

Gadis pemilik nama Yoon Navy itu pun akhirnya mau beranjak dari komik yang tengah dibacanya ke wajah seorang Jung Hoseok. Walau awalnya ia sempat tidak rela membagi waktunya, tetapi karena lelaki itu terdengar benar-benar ingin serius, jadi mau tidak mau Navy menoleh. Hoseok tidak pernah serius, omong-omong. Itulah yang menyebabkan sang gadis sulit mengalihkan atensi padanya.

Kemudian, kedua obisdian mereka saling bersirobok. Ugh, wajah Hoseok yang seserius itu nyaris membuat Navy tersedak karena menahan tawa. Namun lama-kelamaan, ngeri juga rasanya. Jantung Navy tahu-tahu berdebar beberapa kali lebih kencang dari batas normal. Ia bahkan tidak lagi berani bertanya apa yang ingin orang itu bicarakan atau membentaknya agar cepat-cepat bicara seperti yang biasa ia lakukan.

“Nav, sudah berapa lama kita saling mengenal?”

Pertanyaan barusan membuat Navy—yang entah mengapa—begidik sambil memikirkan jawaban yang tepat. Menurutnya, aneh sekali Hoseok tiba-tiba bersikap seperti ini, “Eum… Tujuh tahun?”

Dengan cepat Hoseok mengangguk, menyetujui jawaban Navy. “Selama tujuh tahun juga aku salah menilaimu, Nav.”

“Maksudnya?” Bukan kuriositas tanpa arti, Navy sungguh-sungguh tidak mengerti apa yang sedang Hoseok bicarakan maupun akan dibawa kemana konversasi mereka setelah ini.

“Harusnya aku sadar lebih cepat, kalau kamu ini memang dikirim Tuhan untuk mendampingiku, Nav…” Sejemang lelaki itu menggantung kalimatnya, “Aku mencintaimu. Mau kah kau ja—”

“Aku juga mencintaimu, Jung Hoseok.”

-end.

Sekarang-

Dalam sepuluh tahun terakhir dalam hidupnya, Hoseok merasa apa pentingnya tiga orang wanita dalam hidupnya. Ibunya, adiknya, serta kekasih yang merangkap sahabat kecilnya.

Omong-omong tentang sahabat kecilnya yang berganti status menjadi kekasih tiga tahun lalu, Hoseok jadi ingat pertengkaran mereka kemarin.

Bukan pertengkaran besar seperti setahun lalu. Hanya saja, pertengkaran kali ini memicu adanya perang dingin antara keduanya.

Navy mengatakan jika Hoseok berubah, segalanya.

Dimulai dengan alasan terlambat kencan, sibuknya pekerjaan, hingga merembet pada luapan amarah.

Sepertinya baik Hoseok maupun Navy lelah dengan lingkungan masing-masing, hingga menumpahkan pada yang tercinta.

“Aku lelah, Hoseok,” ujar Navy malam kemarin. Berkata dengan sangat lirih, sesaat setelah mereka saling berkata dengan urat nadi yang tercetak.

Dahi Hoseok berkerut, “Maksudmu?”

Bahu terangkat menjadi jawabannya.

Hening menerpa dua insan yang tak mau memandang satu sama lain. Melemparkan tatapan masing-masing pada jalanan yang masih saja ramai.

Derit kursi menjadi pemecah lamunan Hoseok. Menemukan Navy yang sudah berdiri dengan mantel tebalnya.

“Aku membutuhkan waktuku, mengertilah.”

Hanya seuntai kata yang menjadi tanda perpisahan malam itu. Menimbulkan ambigu bagi hubungan keduanya.

“Astaga, Yoon Navy!” desah Hoseok seraya mengusap wajahnya kasar. “Kenapa seperti ini?!”

Setelah memaksa sang gadis untuk bertemu dan meminta kejelasan, rasanya Hoseok ingin mengulang waktunya. Ia tidak akan memaksa Navy dan menyusulnya, jika yang ia terima adalah sebuah hubungan baru.

Ucapkan halo pada mantan kekasih yang telah berjalan lebih dulu, Jung Hoseok.

-end.

Advertisements

One thought on “[FICLET-MIX] Dulu, Kemarin, Sekarang

  1. WAAAAAH TERIMA KASIH YA TEMAN-TEMAN BDAY FICNYA DUH SUKA SEKALI ❤ *CIUM ATU2*
    yg pertama, edisi hosoq nyebelin. Ngambil makanan tapi ga peka, rasanya pengen disumpel pake sepatu aja XD
    yg kedua, eiguuu…. bisa-bisanya hosoq jadi sweet, aku jd pusing membayangkannya *pfft* /plak/ tp ini so sweet kok beneran.
    yg ketiga……. jreng…. krak krak krak… hati langsung retak.. kok putus sih T_T berhasil nih ficnya bikin feeling roller coaster XD
    terima kasih sekali lagi buat kalian bertiga ya.. ficnya bagus sangat ❤

    Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s