[BTS FESTA] Cheese In The Road

Cheese In The Road

Cheese In The Road

Presented by Tiarachikmamu
Starring by Kim Namjoon [BTS] and Park Yura [OC]
Ficlet ±700 words | Teen, Romance, Fluff | Teen, PG-13

.

“Jangan pernah keluar saat hujan turun.” – Miho-san

.

.

.

Kedai bibi akan tutup kurang dari tiga puluh menit lagi. Tapi bukan berarti aku ingin cepat-cepat pergi dari sini. Tidak. Bukan aku tidak betah berlama-lama duduk di hadapan gadis berambut bob sebahu ini. Hanya saja….

Aku menarik napas, lantas menghembuskannya sepelan mungkin. Entah kedai bibi yang terlalu sepi, aku yang salah memilih tempat, atau memang detak jarum jam sekarang jadi terdengar empat kali lipat lebih keras dari biasanya dan orang-orang saling berbisik saat berkomunikasi. Nah, rasanya aku sampai bisa mendengar bunyi kompor gas yang dinyalakan di dapur kedai bibi.

“Apa yang mau kau katakan, Kim Namjoon?”

Aku mendadak berhenti memandangi daftar menu dan mencuri pandang pada gadis di hadapanku. Sebuah hembusan napas kesal keluar dari mulutnya sebelum ia melempar pandang ke luar jendela. Dan ia menghembus napas lagi setelah melakukannya. Jendela bibi menghadap tembok tetangga dan belum dicat karena belum ada biaya. Jadi, pemandangannya sama sekali tidak menghibur.

Aku mengusap muka. Seriusan, kenapa semua jadi tidak sesuai rencana begini, sih? Suasana kedai bibi yang kukira romantis malah berakhir tragis. Yura nuna marah. Di hari yang cerah seperti ini. Di hari yang….

JDAR!

Pengunjung kedai sampai menghentikan aktivitas mereka hanya lantaran terkejut ada petir menyambar di sore yang terang benderang ini.

“Kalau memang kau mengajakku kemari hanya untuk duduk dan menungguimu melihat daftar menu, lebih baik aku pulang saja!”

JDAR!

Kali ini petirnya menyambar di dalam hati.

Yura nuna meraih tas selempangnya dan aku mulai panik. Di sisi lain aku ingin mencegah, sialnya sisi yang lain dari diriku merasa lega—jenis lega sementara karena tidak perlu susah payah mengumpulkan nyaliku yang terlanjur tercecer, yang hanya akan berujung penyesalan nantinya.

“Tunggu, Nuna!” Tanganku menangkap pergelangannya tepat sebelum langkah pertama berhasil dibuatnya. Semoga saja genggamanku tidak terlalu kuat.

Kulihat Yura nuna menoleh malas, menatapku dengan apalagi-Namjoon yang kalau tidak buru-buru kujawab, hanya akan membuatku tampak seperti bocah lima tahun yang merengek tidak mau pulang dari Timezone.

“Jangan pulang dulu,” ucapku mengganjal.

Aduh, ayolah, katakan saja.

Yura nuna masih menanti, sedang aku lekas-lekas membuang muka. Tatapannya itu, lho…. Duh, membuat lidahku mati rasa.

JDAR!

Petir kedua menyambar. Diiringi hujan deras yang mendadak tumpah.

“Jangan keluar saat turun hujan,” lanjutku cepat. Yura menatapku intens, seolah bertanya, kenapa?

“Jangan pernah keluar saat hujan turun.” Kali ini aku balas menatap Yura nuna serius. Sialnya tidak mempan.

“Aku dengar riset yang mengatakan kalau keluar saat hujan turun akan membuat suasana hati seseorang menjadi tiga hingga lima kali lipat lebih buruk dari sebelumnya.”

Sungguh, aku sangat ingin berbohong semacam itu agar terlihat cerdas, namun yang kukatakan malah,

“Aku dengar riset yang mengatakan kalau keluar saat hujan turun akan membuat kemungkinan basah meningkat tiga hingga—lima—kali—lipat….“

Aku menahan napas. Hancur sudah image-ku sebagai laki-laki idaman dengan IQ 148.

“Kau kenapa, sih, Kim-Nam-Joon?” tukas Yura nuna tepat sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menghempas genggamanku, berjalan kesal menuju pintu kedai. “Kalau kau sudah bosan denganku katakan saja sejak tadi!”

Aku terhenyak. Teringat sudah begitu banyak hal yang kami lalui bersama. Banyak kebahagiaan, meski terkadang harus diselingi duka dan luka. Yang meski sulit, kami tetap berdiri, saling menggenggam dan meyakinkan, bahwa badai ada untuk menunjukkan siapa yang lemah dan siapa yang kuat. Dan tentu saja, kami tidak boleh menjadi lemah. Karena kami…saling memiliki. Dan…semuanya, semua susah payah itu, kini harus usai—

“Yura nuna!”

Tentu saja semua itu tidak boleh berakhir di hari yang indah seperti ini!

Aku berlari menerjang hujan, mengejar Yura yang tanpa payung menyebrang jalan. Ia menoleh, menatapku kesal. Tapi aku tersenyum. Tersenyum sangat lebar. Karena saat ini, aku akan mengatakannya dengan mantap dan bahagia.

Maka aku meraih tangannya, menggenggamnya, memberi kehangatan, dan mengatakan kalimat yang sejak tadi tersangkut di kerongkongan,

Happy third anniversary, Nuna.”

Dan kubisikkan kalimat itu di antara rinai hujan. Agar tiap tetesnya tahu bahwa kami ada. Dan mereka mendengar, menyampaikan pada bumi, bahwa kami, akan terus saling mencintai.


[Bonus Scene]

Happy third anniversary, Nuna.”

Aku tersenyum lebar, mengeluarkan sekotak penuh keju cheddar dan mozarella. Kulihat Yura nuna yang tampak terkejut sesaat, lantas tertawa bodoh.

“Aku bahkan tidak mengingat ini adalah tahun ketiga.” Yura terkekeh pelan. “Kukira kau sengaja mengundangku untuk menungguimu melihat daftar menu di kedai bibi berjam-jam.”

“Terima kasih sudah bersamaku dalam suka dan duka, Nuna.” Ucapku malu-malu.

Aish, dasar bocah nakal.” Aku hanya tersenyum gemas saat tangannya mengucal rambutku. “Terima kasih banyak kejunya. Cokelat memang sudah ketinggalan zaman.”

TIN! TIN! TIN TIN!

YA! DASAR BOCAH ZAMAN SEKARANG! SEGERALAH MENYEBRANG ATAU KUTABRAK KALIAN BERDUA!”

“KALIAN PIKIR INI DRAMA KOREA, HAH?”

Aku dan Yura sontak tertawa malu, menyadari kami masih di tengah-tengah zebra cross.

“Ayo, Nuna!”

.

.

.

Author’s cuap :

Astagaa, maafkan aku mbak membuat prompt-mu menjadi fict absurd macam ini TT

Maafkan Tiara yang ngaret mulu budir:”

Maafkan Tiara kalo banyak salah habis ini lebaran

DAN HAPPY 3RD ANNIVERSARY BTS-KU SAYANG!! /peluk cium satu-satu/
SUKSES TERUS MZ-MZ EMESH! SEMOGA ALBUMNYA MAKIN KETJE DAN LAKU DAN AWET SAMA ARMY!!

Advertisements

10 thoughts on “[BTS FESTA] Cheese In The Road

  1. astagfirullah dikirain mau ngomong apa gitu ampe susah bgt ehh g taunya cuma blang third anniversary 😂
    wkwk suka bagian endingnya yg pas kaloan pikir ini drama korea apa?! 😄 😀

    Like

  2. Yaampun.. aq kira mau bialng apa sampai segitunya..
    Hehhheeehehe..
    Baca ff ini sambil ndengerin lagu Ikonn yg WYD enak juga..

    Like

  3. PLIS KAK TIARA.

    ITU KOK NGASIH KEJU NYA DI TENGAH JALAN SI JOON YAALLAH 😦 UNTUNG GA DI TABRAK BENERAN:( /INI KAPSLOK NYA KEINJEK SUMPAH/

    SUKAK KAKK!!!

    Like

  4. demi apa kau pengen keplakin namjoon!!! wakakakak XD bodoh kau kim !!! bodoh… ketimbang bilang gtu doang aja pake lamaaaa… ((plakplakplak)) hahaha

    mba tiara.. ngerti sih ya mau antimainstream nembak di tengah jalan plus ditengah ujan tapi mbok ya jangan lamalama… diomelin kan jadinya??? wakakakaka kocak banget wes… XD

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s