[BTS FF FREELANCE] The Criminal Case (Chapter 8)

PhotoGrid_1451043719221

 

Tittle : The Criminal Case (Chapter 8)
Author : Nagi

Main cast :

Jeon Jungkook (BTS)

Jeon Wonwoo (Seventeen)

Park Jimin (BTS)

Kwon Soon Young / Hoshi (Seventeen)

Park Jirin (oc)

Hansol Vernon Chwe / Vernon (Seventeen)

Boo Seungkwan (Seventeen)

Hakim Agung aka Yoon Jeonghan (Seventeen)

Support cast : All Member BTS, All Member Seventeen

Genre : Mystery, Horror, Romance, Family, Crime, Psycology, Supranatural, AU
Length : Chapter
Rating : 16-lanjut usia

Repeat :
Lelaki itu membuka pintu rumah mereka, dan nihil..
tidak ada siapapun disana

****

Hansol memaku ditempat, matanya menatap terbuka pada teras rumahnya,
tiba – tiba ponsel Hansol berbunyi, lelaki itu terkejut terlonjak kaget.
Buru – buru ia menerima telfon.

“Yeoboseo?” tanyanya

Tidak ada jawaban, yang Hansol dengar adalah suara gemeresak yang sulit untuk diartikan apa maksudnya.

“Hei, ini siapa. Tolong jangan main – main.”

“Uuh, uuh, tidak.. kumohon jangan.”

Hansol menyingkirkan sedikit ponsel dari tangannya lalu menempelkannya lagi,
ia masih saja mendengar suara gemeresak yang tidak masuk akal namun kali ini diiringi oleh suara deru napas

“Jimin Oppa, uljima..”

“Hua!”

Hansol terkejut, ia menjatuhkan ponselnya kelantai, kakinya perlahan mundur hingga menghantam dinding, menyadari siapa yang menelfonnya.

“Park Jirin ini pasti dirimu, tolong jangan seperti ini.. baiklah aku akan terus membantu kakakmu, baiklah aku akan turuti permintaanmu tapi tolong, tolong jangan ganggu aku!”

Tok

Tok

Hansol menoleh kearah pintu, dengan tangan takut dan gemetaran Hansol membuka pintu.
Didepan pintu tampak jelas sosok gadis berambut panjang dengan mata hitamnya.

Cantik, namun Hansol tau jika gadis itu sudah meninggal.

Hansol yang terdiam didepan pintu dengan mata tanpa berkedip dan bibirnya tidak sepenuhnya tertutup.

Bruk!

Sesadarnya Hansol menit – menit tersebut ia terbangun didalam kamarnya, tengah tidur dengan selimut menyelimuti tubuhnya.
Malam itu Hansol bermimpi – mimpi yang sangat aneh..

Ia bermimpi melihat Jirin berlari kearah dirinya yang sedang mengamuk, dan tiba – tiba saja batang pohon yang besar menimpa Jirin yang sedang mengamuk.

“Rupanya hanya mimpi..” gumam Hansol

****

Pagi harinya Hansol datang ke sel Wonwoo dan Jungkook.
Wonwoo yang sedang duduk diam menoleh kearah Hansol saat lelaki itu diizinkan masuk kedalam selnya.

“Ada apa dengan matamu?” tanya Wonwoo

“Kurasa aku sudah menyerah dengan kasusmu.”

Mereka berdua diam, bola matanya menatap Hansol menunggu lelaki itu untuk melanjutkan perkataannya.

“Baiklah.. baiklah jika itu maumu, tinggalkan kami sendirian disini.. aku memang sejak awal tidak memaksamu.” Tukas Jungkook

Hansol menarik napas

“Tapi Jirin tidak mau aku berhenti.”

Lagi – lagi Wonwoo dan Jungkook memandang Hansol, kali ini tersirat lain dari tatapan mereka berdua.

“Jirin datang padamu?”

“Kurasa ia tidak pernah mau kakaknya menangisinya seperti ini, dan aku tau perasaan seperti itu, sama seperti perasaan adikku yang melihatku menangis tadi malam.”

“Pagi ini ayahku bicara lagi padaku dan berkata jika ia memberiku satu kesempatan lagi untuk menolongmu karena Sarsya yang meminta.”

Mereka masih saja diam, mendengarkan cerita Hansol dengan seksama

“Kurasa yang Jirin lakukan sama seperti adikku, ia menemuiku dan menggangguku seolah – olah memintaku untuk tidak berhenti.”

Tatapan Jungkook berubah menjadi tatapan yang nanar.

“Kali ini aku ingin anda bersaksi, Jungkook.” ucap Hansol

****

“Kim Taehyung..”

Dua orang lelaki kini berdiri dibalik sebuah pintu, mengetuk pintunya dengan wajah bingung karena tidak ada jawaban dari siapapun.
Namun tak lama kemudian Taehyung muncul dari balik pintu bersama Namjoon.

“Oh, Hoseok hyung, Daehyun hyung, ada apa?” tanya Taehyung

Hoseok mengeluarkan sebuah foto yang merupakan copy-an dari foto aslinya,
ia menunjukkan foto itu pada Taehyung dan Namjoon.

“Foto apa tuh?” tanya Taehyung sambil menerima foto tersebut dari tangan Hoseok

“Katanya itu foto saat pemakaman Jirin.” Jawab Daehyun

Namjoon mendekat kearah Taehyung, ia jadi ikut penasaran dan ingin melihat foto yang ditangan Taehyung.
Foto yang agak blur itu menunjukkan peti mati milik Jirin serta sosok samar – samar bayangan hitam disamping peti.

“Para polisi mencurigai foto ini dan curiga jika foto tersebut adalah foto hantu, aku terkejut mendengar bahwa Jungkook dan kakaknya yang baru pulang dari Amerika akan ditahan di penjara.” Ujar Hoseok

Taehyung diam, mungkinkah ia pun tidak tau harus berkata apa, kendati ia tau jika Jirin memanglah diganggu oleh makhluk halus.

“Apa benar gadis itu diganggu oleh makhluk halus?” tanya Daehyun yang juga penasaran

“Aku tidak yakin karena aku tidak bisa mengerti hal yang diluar perkiraan setiap manusia.” Jawab Taehyung

Namjoon mengernyitkan matanya, ia masih saja memperhatikan foto ditangan Taehyung, lalu tangannya menunjuk seseorang dibalik pohon.

“Ini siapa?” tanyanya dengan bingung

Mereka berempat makin merapat, menatap foto tersebut dengan seksama serta melihat lelaki yang berdiri dibalik pohon.

“Oh.. aku kenal dia. Dia tetangga Jimin, namanya kalau tidak salah Kwon Soon Young.”

Namjoon menganggukkan kepalanya, bagaimanapun juga lelaki itu tampak misterius dan untuk apa ia sembunyi jika ingin menghadiri pemakaman Jirin.

****

@ Ruang Sidang

Hansol duduk dengan tenang namun dengan perasaan yang gundah, ia menatap sang ayah yang diduga ikut hadir dalam sidang dengan alasan ingin melihat anaknya beraksi secara langsung.

“Pengacara memanggil Tuan Kwon Soon Young untuk bersaksi.”

Soon Young berdiri dari bangkunya, ia berjalan dengan santai menuju kursi kesaksian.
Jungkook memandanginya dari kursi terdakwa disamping Hansol.

“Nama saya Kwon Soon Young, saya adalah tetangga dari Park Jimin dan Park Jirin, saya salah satu mahasiswa di Universitas kedokteran Haengkok.”

Hansol membawa berkasnya, berdiri tepat dihadapan Soon Young dengan helaan napas

“Baiklah Tuan Soon Young, dapatkah anda menceritakan pada kami apa yang anda ketahui soal ritual Jirin? Kudengar bahwa anda terlibat didalamnya.”

Soon Young mengangguk membenarkan

“Pada saat hari dimana ritual dimulai, saat itu saya mendengar sebuah teriakan dari hutan, karena perasaanku yang tidak enak akupun pergi ke hutan tersebut dan melihat Jirin tidak sadarkan diri sementara Jirin sedang melakukan sesuatu..”

“Hujan badai yang terjadi malam itu membuatku sulit untuk melihat, tapi saat kilatan – kilatan petir dilangit menyinari kami aku melihat Jirin menusukkan ranting pohon berkali – kali pada seorang lelaki yang tidak kukenal.”

Hansol tertegun, ia sempat menoleh kearah ayahnya yang tampak sangat kecewa

“Jadi.. apa maksud anda Jirin-lah yang membunuh para Exorcist tersebut?”

“Kurasa begitu.”

Mata Jimin dan Jungkook terbelalak, ia tidak tau jika Jirin yang melakukan hal itu pada Seok Jin, Yoongi dan Jungwon.

“Aku menyadarkan Jimin dan membantunya menghentikan amukan Jirin, tepat ketika hujan berhenti Jirin sudah berhenti berteriak – teriak.”

“Lalu kenapa Jirin bisa meninggal?” tanya Hansol

Flashback

Beberapa saat setelah Jimin tersadar, lelaki itu mendapati Soon Young yang membangunkannya.

Ia menoleh kearah Jirin yang masih mengamuk tidak karuan dan ketiga Exorcist tersebut sudah tergeletak tidak bernyawa lagi.
Jimin mulai panik, ia ingin berlari kearah Jirin namun Soon Young melarangnya.

“Jika kau mendekat kau akan dibunuh olehnya.”

Dengan keras Jimin mengibaskan tangan Soon Young
“Aku tidak mungkin membiarkan adikku seperti itu!”

“Saat ini Jirin bukanlah Jirin, para iblis itu membuang Jirin yang sebenarnya, dan yang ditubuh adikmu adalah para iblis.”

Jimin menggelengkan kepalanya, ia sadar jika ini bukan saatnya bicara, namun ia sendiri tidak tau apa yang harus ia lakukan untuk menolong Jirin.

“AAAGGGHHH!!”

Jimin dan Soon Young hanya dapat memegangi tangan dan Kakinya

Soon Young menoleh kearah arwah Jirin, dan terhembus nafas lelah sekaligus sedikit terhibur.
Jungkook dan Wonwoo yang sudah kembali ketubuhnya ingin mendekat.

Tetapi… sebuah batang pohon ukuran besar jatuh, Soon Young menarik Jimin untuk menjauh.

Brak!

Pohon itu menjatuhi tubuh Jirin yang di diami oleh iblis, sontak arwah Jirin berjalan mundur perlahan.
Ia menatap Jungkook, Wonwoo, Soon Young dan Jimin.

Jungkook berlari mendekat, mencoba meraih tangan arwah Jirin sebelum arwah tersebut menghilang.

“JIRIN-AH!!” Jungkook berteriak kencang

Flashback End

“Jadi Jirin bunuh diri..” ucap Hansol

Soon Young mengangguk

“Iblis yang mendiami tubuhnya seakan tidak mengizinkannya untuk kembali ketubuhnya.” Tukas Soon Young

“Kalau begitu kenapa.. kenapa tuhan membiarkan orang baik seperti Jirin kerasukan hingga merenggut nyawanya?”

“Keberatan yang mulia.” Seungkwan berdiri dari duduknya

“Kesaksian ini amat tidak masuk akal dengan pertanyaan kenapa alasan tuhan membiarkan Jirin meninggal seperti itu.”

Jeonghan menegakkan tubuhnya

“Keberatan ditolak.” Ucap Jeonghan

Seungkwan kembali duduk dikursinya, terdengar sebuah decakan kesal dari bibir Seungkwan.
Lelaki itu tampak sedikit kesal.

“Kuulangi Tuan Soon Young, kenapa.. tuhan membiarkan orang baik seperti Jirin kerasukan hingga merenggut nyawanya?” ulang Hansol

“Kurasa inilah pertanyaan yang mungkin tidak akan dapat dijawab oleh Jimin.. sebenarnya alasan kenapa hubungan antara aku dan Jimin menjadi tidak sebaik dulu karena aku mengetahui sebuah fakta terbesar dari keluarga mereka..”

“Yakni Jirin hanyalah adik tiri dari Jimin, kudengar setahun yang lalu Jirin dirasuki oleh arwah anak yang digugurkan oleh Ibunya..”

“Ibu kandung Jimin meninggal dunia karena melahirkannya, lalu Ayah Jimin menikah dengan Ibu Jirin tanpa mengetahui rahasia lain dari Ibu Jirin.”

Jimin menunduk dalam, jadi inilah alasan kenapa persahabatan Jimin dan Soon Young berakhir dengan buruk.

“Jirin anak yang baik, ia sangat penyabar apapun yang terjadi padanya ia selalu sabar.”

“Jadi?” Hansol mengangkat sebelah alisnya dengan tidak mengerti

“Orang yang sabar.. orang yang baik.. selalu mendapat cobaan dalam hidupnya, guna untuk mengetahui seberapa baiknya orang tersebut, dan jika ia dapat melaluinya itu artinya ia termasuk orang yang pantas berada di sisi yang maha kuasa.”

“Aku selesai.”

Hansol kembali ketempat duduknya, Soon Young kembali ketempat duduknya saat ia sudah selesai mengatakan apa yang ingin ia katakan karena Seungkwan tidak memiliki sesuatu yang ingin ditanyakan.

Hansol menatap seluruh orang yang datang, ia melihat ayahnya ada disana dengan tatapan dingin yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

“Pengacara memanggil Tuan Jeon Jungkook untuk bersaksi.”

Ayah Hansol berjalan pergi keluar dari ruang sidang dengan wajah kesal sementara Hansol hanya dapat menundukkan kepalanya.
Jungkook berjalan menuju kursi sidang.

Hansol tampak sangat sedih dan tidak bersemangat, namun ia masih tetap mencoba untuk tidak goyah akan situasinya saat ini.

“Namaku Jeon Jungkook, aku adalah adik Jeon Wonwoo dan aku juga anak dari Exorcist yang mengobati Jirin.”

Hansol mencoba mendengus, mencoba fokus dengan pertanyaannya

“Tuan Jeon Jungkook, sudah berapa lama anda mengenal Jirin?”

“Aku mengenal Jirin saat ia berumur 15 tahun, belum lama.. aku mengenalnya sejak ia bersekolah di sekolah yang sama denganku dan Jimin, dan juga aku mengenalnya karena dulu kami pernah melakukan upacara Exorcist padanya.”

Hansol mencoba membuka berkas – berkas ditangannya, matanya sudah memerah, rasa takutnya mungkin bisa saja membuatnya goyah kapan saja

“Berarti itu bukanlah ritual yang pertama kalinya terjadi pada Jirin?” tanya Hansol

“Bukan. Ini yang kedua kalinya, dan kami gagal.” Jawab Jungkook

Lelaki blasteran yakni Hansol menatap orang – orang yang datang, Jimin menatapnya dengan tatapan sangat percaya begitu pula dengan Wonwoo.

“Apa yang membuat anda untuk meminta Jirin menghentikan meminum obatnya?”

“Kukatakan padanya jika itu dapat membantu mengobatinya maka ia boleh meminumnya, namun jika itu tidak membantu maka untuk apa terus meminum obatnya dan masih memaksakan diri untuk berobat.”

“Akupun yakin jika ia tidak mengalami sakit jiwa.” Lanjut Jungkook

Hansol menganggukkan kepalanya, ia berjalan mendekat ke meja Jungkook dan menatapnya dengan sedikit sendu.

“Lalu pengobatan macam apa yang anda dan lainnya lakukan pada Jirin?”

“Tidak ada yang mencurigakan, kami hanya sering berdoa untuk meminta yang terbaik, kami tidak memaksa Jirin berhenti meminum obatnya..”

Jungkook bersandar pada kursinya, keluarga Jimin tampak menatapnya dengan sorot mata tajam dan tidak suka.
Lelaki itu membuang tatapannya dari keluarga Jimin, ia merasa seperti penjahat sungguhan jika menatap mereka.

“Jirin pernah berkata padaku bahwa ia bahagia walaupun ia tidak akan pernah bisa sembuh, Jirin benar – benar gadis yang baik, karena itu ketika kami gagal mengobatinya maka itu membuatku berfikir bahwa ini salahku.” Kata Jungkook

Hansol menurunkan tangannya yang sempat ia angkat untuk membawa berkas ditangannya lalu ia mulai ingin bertanya lagi

“Apa yang anda lakukan selama ritual Jirin?”

Jungkook mendengus pelan, ini adalah pertanyaan yang benar – benar ia nanti – nantikan.

“Aku dan Wonwoo hyung pergi kealam lain untuk mencari arwah Jirin yang menghilang dari tubuhnya.”

“Apakah itu berhasil?” tanya Hansol

Jungkook mengangguk

“Kami berhasil menemukan Jirin dan kami membawanya ke hutan, namun sesampainya kami di hutan kami melihat Jimin bersama Soon Young sedang memegangi Jirin,”

“Jirin berniat untuk kembali namun iblis itu tidak ingin ia kembali dan ia melakukan bunuh diri pada tubuh Jirin dan mengakibatkan gadis itu meninggal dengan sepenuhnya menjadi arwah.”

Kini Hansol jadi teringat akan kejadian tadi malam

“Keberatan yang mulai. Terdakwa mencerita sesuatu yang terjadi diluar nalar manusia dan-“

“Apapun itu bisa terjadi jika yang maha kuasa menginginkannya.” Ucap Jungkook

Kali ini para hadirin bergumam sendiri membicarakan keberanian Jungkook untuk membungkam Seungkwan.
Jeonghan hanya dapat mendehem keras sambil mempersilahkan Hansol untuk kembali bertanya

“Apakah anda memiliki bukti bahwa Jirin benar – benar meninggal karena iblis tidak ingin ia kembali.” Tukas Hansol dengan penekanan pada suaranya

Jungkook menggelengkan kepalanya
“Aku tidak keberatan Hansol-ssi..”

Wonwoo mendongakkan kepalanya, ia sudah tau apa yang akan Jungkook lakukan saat ini, begitu pula dengan Soon Young yang duduk dideretan kursi para hadirin yang datang ke persidangan.

Jimin pun hanya dapat menatap Jungkook dengan wajah yang tidak mengerti, tidak mengerti dengan apa yang lelaki itu ingin lakukan.

“Saya bisa memberi bukti besar bahwa kami tidaklah bersalah dan bukti bahwa kami tidak membunuh Jirin, akan aku buktikan jika memang kalian ingin.”

****

Hai semuanya.. karena chapter ini agak pendek
akhirnya Nagi sempet – sempetin buat curhat pendek atau panjang ke kalian..
Siap – siap bawa perisai wkwkwk.
Penjelasan tentang kematian Jirin :

Sebenernya Jirin meninggal karena setan yang ngerasukin dia sengaja jatuhin batang pohon untuk hancurin badan Jirin yang mereka rasukin.
Supaya Jirin gak bisa balik kedalam badannya lagi.

Pertanyaan tentang persaudaraan Jimin dan Jirin :

Sebenernya mereka bukan saudara kandung, Ibu Jimin sudah meninggal dan Ayahnya menikah dengan Ibu Jirin.
Tanpa tau jika Ibu Jirin adalah mantan wanita penghibur
tapi Jimin tetap sayang sama Jirin walaupun dia Cuma adik tiri (itulah namanya cinta keluarga.. hihihi)

Mengapa Soon Young sifatnya aneh :

Karena Soon Young sudah lama naksir Jirin, tapi Jimin tidak merestui
akhirnya Soon Young hanya bisa mengamati dari jauh
bahkan saat upacara kematian Jirin, ia tetap tidak mau dekat – dekat karena takut kena amukan Jimin yang membahana *plak

TBC

Berhubung ini tinggal satu chapter lagi jadi inilah perpisahan ff The Exorcist, The Exorcist 2 dan The Criminal Case.

ADAKAH YANG MAU REQUEST GENRE FF atau FF?
NAGI BINGUNG MAU NGIRIM FF APA DI SINI KARENA SANGKING BANYAKNYA FF

YANG BACA TOLONG KASIH SARAN TENTANG GENRE FF SELANJUTNYA YAH.. *PakeCapsSupayaDiBaca

PROMOT YA..
Untuk yang mau baca FF Nagi lebih banyak lagi bisa buka Wattpad.. ada Wattpad, kan?
itupun kalo mau baca wkwkwk
disitu juga ada FF yang mau Nagi Post di WP ini readers..

Kalo mau baca ya follow hihihoho

Jika mau harap hubungi
Wattpad : Murnia Nagi

Advertisements

4 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] The Criminal Case (Chapter 8)

  1. Waspadailah amukan dari Park Jimin :v
    aku saranin sih… Genre-nya yang Adventure terus ada yang nembak-nembaknya/? gitu, kayak lagi dalam misi gitu lah… pasti Seru!!! 😀

    Like

  2. 안녕,,,, aku new reader disini tapi aky udah ngikutin serial (?) Ini dari awal, Wah keren eonni, bikin sequelnya lagi dong,
    반갑다

    Like

  3. Aku jd yg pertama ya!!! Yeaaay! Jujur, ini keren kak! Aku gk bisa buat FF genrenya Semi Horror, Criminal. Otakku suka butek kata2nya -,,,- tp kakak bisa! Kak Nagi, karena aku suka yg horror2 atau Crime, aku pilih itu lagi deh^^ Ya, buatin, yaaa—-

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s