[FICLET-MIX] a propos de Hoseok

1466160358940

a propos de Hoseok

a birthday fic for ilariakay from ohpears and  feyrefly

[BTS’s] Jung Hoseok and [OC’s] Kim Taeeun

slight! [BTS’s] Kim Taehyung

General – Ficlet Mix – Childhood, comedy, school life, romance.

.

Hanya sekelumit cerita tentang Hoseok dan Taeeun.

.

.

[1st]

Rencana awal Hoseok hari ini adalah bermain video game bersama Taehyung, sahabat karibnya. Namun rencananya berhasil tergagalkan sebab panggilan penting dari Nyonya Kim, Ibu Taeeun yang menanyakan keberadaan anak gadisnya.

““Hoseok, kau tahu Taeeun di mana tidak? Tante terakhir melihatnya keluar bersama Taehyung, kakaknya.””

““Oh halo tante, coba Hoseok cari ya!””

Dan akhirnya Hoseok terlempar dalam misi penyelamatan Kim Taeeun.

Alhasil kondisi fisik Hoseok sekarang ini dalam keadaan parah. Bercak lumpur dan cipratan merah pekat menempel di sekujur tubuhnya. Badannya terlampau pegal tetapi misi utama belum tuntas, ia harus menyelamatkan si gadis jelita dari genggaman musuh.

Merunduk lalu merangkak menggunakan sikunya, Hoseok tengah bersiap melayangkan serangan bertubi. Seluruh tangannya penuh lecet sebab goresan tanaman liar yang secara leluasa menancapkan duri tajam pada Hoseok.

Napasnya tak beraturan tatkala melihat Kim Taeeun—si gadis tahanan terduduk diam dalam kepungan musuh. Pistol itu ditembakkan tepat pada pelipis Taeeun membuat amarah Hoseok memuncak dan meyakinkan diri akan membasmi musuh tanpa ampun.

Dasar Taehyung, jahat sekali membunuh adiknya sendiri. Mati kau nanti!

Mata jeli Hoseok terfokus pada target, memposisikan senapannya ke arah yang tepat sebelum akhirnya terjadi bunyi tembakan.

Musuh mati dalam sekali tembak, persis seperti apa yang Hoseok harapkan.

Terburu, Hoseok bangun dari posisi sebelumnya kemudian berlari ke arah Taeeun. Bulir bening segera turun deras membasi pipinya. Kedua tangannya terbuka lebar, bersiap memeluk si gadis dalam rengkuhannya.

“Bangun, Taeeun! Bangun!”” Hoseok merengkuh erat tubuh mungil di hadapannya. Badan Hoseok bergetar hebat, ia tak mau kehilangan Taeeun. Tidak selama ia masih hidup. “”Kau hanya berpura-pura kan? Kau belum mati kan, Taeeun? Hiks.”

“A-aku m-mencintaimu H-hosiki uhuk,”” bisik Taeeun yang kemungkinan besar menjadi kalimat terakhirnya.

Isak Hoseok mengeras, kedua tangannya mengepal kuat. Berteriak kencang, meluapkan semua emosinya. Seusai mereda, Hoseok melepaskan pelukannya. Ditatapnya wajah porselin Taeeun lamat-lamat, seukir senyum terlukis di sana. Setidaknya amarah Hoseok sedikit lega. Kemudian ia meletakkan tubuh Taeeun di hamparan rerumputan.

““Aku, Jung Hoseok, berjanji akan membuat Taeeun bahagia di alam sana.”” Hoseok berteriak lantang walau suaranya telah serak, sebelah tangannya menempel di dada.

Sebelum sempat mengucapkan salam terakhir pada Taeeun, tiba-tiba suara memekakkan telinga itu merusak suasana. Hoseok cemberut, ia tahu——

““Jung Hoseok! Cepat ajak Taeeun dan Taehyung ke rumah! Sudah mulai petang, ayo makan malam bersama!””

——itu pasti Ibunya yang menyuruhnya pulang dan menghentikan permainan perang kecil-kecilan ini. Dengan berat hati, Hoseok mengiyakan perintah Ibunya. Mencolek lengan Taeeun kemudian Taehyung yang terlentang tak jauh dari dirinya.

““Ayo kita pulang, Taeeun, Taehyung. Ibuku sudah memasak untuk kita.””

Taehyung, si musuh, yang tadi sempat berpura-pura mati tersenyum lebar, “”hei, Taeeun. Yang tadi kau bilang mencintai Hoseok pura-pura atau tidak sih?”

“E-eh? Apa sih, Kak? Itu kan cuma permainan.””

Hoseok yang sejak tadi sudah berdiri dan siap berlari ke rumah termenung. ““Jadi… Taeeun tidak mencintai Hosiki ya? Padahal Hosiki suka sekali sama Taeeun.”

“Aduh Hosiki, kamu ini umurnya lima tahun sudah cinta-cintaan. Bahkan aku dan Taehyung yang berumur tujuh tahun saja tidak sepertimu.””

““T-tapi Taeeun…”.”

““Sudahlah, dan katanya Ibumu sudah memasak? Nanti keburu dingin, ayo kita lomba lari sampai rumah Hoseok! Satu dua tiga!”

 

[2nd]

 

Fisika dan Kim Taeeun memang tidak pernah berteman baik. Sedari awal, Taeeun sudah lelah mengutuk dan menyumpah serapah pada deretan rumus di hadapannya. Menurutnya, fisika adalah mata pelajaran paling-tidak-berguna-di-dunia karena ia harus mengukur kecepatan seekor burung dapat terbang. Hell, mau cepat atau lambat toh sayap-sayap mereka, untuk apa manusia repot-repot menghitungnya? Lagi pula, esensi burung terbang dan ilmu pengetahuan itu apa Taeeun juga tak pernah menduga. Ah, sudahlah, lupakan saja. Pikiran gadis itu jadi melantur kemana-mana.

“Masih belum selesai? Astaga, yang susah apa sih?!”

Ini lagi, Taeeun mendengus.

Ia sudah cukup pusing dengan lima belas soal tentang rumus kecepatan dan segalam macam kroni-kroninya, haruskah ditambah dengan seonggok manusia siluman kuda bernama Hoseok? Bisa pecah kepala Taeeun lama-lama.

“Bisa diam tidak?!” gertak Taeeun pada akhirnya. Telunjuk gadis itu sibuk memijat-mijat pelipisnya saat Hoseok bergumam seraya mengunyah keripik tortila di mulutnya. Setelahnya Taeeun tak peduli dengan apa yang pemuda itu lakukan di sofa kamarnya. Dalam otaknya ia hanya memikirkan satu hal; bagaimana cara menyelesaikan soal-soal ini tanpa memikirkannya? Huh, Taeeun sudah mual.

“Taeeun, kau dengar aku?”

Suara sumbang Hoseok kembali mendobrak rungunya saat gadis itu masih fokus pada tugas. Kepalanya menoleh cepat, semua rumus di otaknya buyar seketika. “Apa sih, hah?!”

Tiba-tiba saja Hoseok sudah berjalan ke arahnya dan menghentikan langkah tepat di sisi tubuh Taeeun, membuat gadis itu membeku dalam posisi duduknya. Meskipun sudah berpacaran lama dengan Hoseok, ia tetap saja gugup kala harus berdekatan seperti ini.

Terlebih saat Hoseok mulai mencondongkan tubuhnya, mencoba membaca soal-soal di buku tulis Taeeun. Saking gugup dan pusingnya, Taeeun mulai menampakkan kebiasaan yang tak pernah ia sadari; menggigiti bibir.

Penjelasan yang Hoseok jabarkan atas pemecahan soal fisikanya hanya lewat selintas di pemikiran Taeeun, gadis itu lebih fokus pada rumpun jemari Hoseok yang bertengger di bahu dan desah napas Hoseok yang membelai belakang telinga. Tanpa sadar, ia semakin menggigiti bibirnya.

Hoseok mencoretkan sesuatu di buku tulis Taeeun, kelihatannya sih seperti jawaban. Namun Taeeun masih belum mampu mengumpulkan fokusnya, apalagi bulu romanya mulai menegak setelah Hoseok berbisik pelan tepat di depan lubang telinganya;

“Tugasmu sudah selesai. Now, stop bitting your lips and start bitting mine.”

 

—fin.

 

HAPPY BIRTHDAY KAK SHEILA!

 

Advertisements

8 thoughts on “[FICLET-MIX] a propos de Hoseok

  1. Fey bikin yg pertama terus Piya yang kedua, iya ga sih?
    Hehe…
    Seiya-iya udah tegang, eh ga taunya cuma mainan -_-
    trus itu kalimat terakhir Hoseok di ficlet kedua, ya ampuun…
    Sukaaa<3

    Like

  2. “Tugasmu sudah selesai. Now, stop bitting your lips and start bitting mine.”
    sumvahh haha itu kalimat…si hoseok yaampun

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s