[BTS FF Freelance] Breathe – (Chapter 4)

PicsArt_03-16-09.02.09

Tittle         : Breathe (한숨 )

Author      : Yskalya

Main Cast :
– Kim Taehyung as Kim Taehyung ( BTS )
– Minatozaki Sana as Min Sana ( Twice )
Support Cast :
– Jang Donggun as Kim Minseok ( Taehyung Dad’s )
– Kim Seokhu as Min Seowoo ( Sana Dad’s )
– Kim Moonbin as Moon Bin ( Astro / He is a senior who loves Sana)
– Park Jimin as Park Jimin ( BTS / Taehyung Friend’s )
– Hirai Momo as Im Momo ( Twice / Sana Friend’s )

Genre        : Drama, Family, Romance, Sad, School Life, Friendship, AU

Rating        : T

Length       : Chaptered

Disclaimer : ff ini murni dari pikiran author, maaaf kalau ada kata kata yg kurang bagus, Sorry for typo, Don’t copas please, Hope u like it^^.

Oh iya FF juga aku publish diWattpad dan publish lebih cepet diWattpad jadi yang mau baca follow tenierl ya 😀


                                     한숨


         Lelaki yang tadi menyebut nama Sana berjalan menghampiri gadis yang sedang terdiam dengan tangannya yang masih memegang sapu.



  “ Ayo kita sarapan! Aku tau kau pasti belum sarapan “.  Ajak Moonbin seraya merampas sapu yang dipegang Sana lalu menarik tangan Sana dan berjalan keluar kelas.


Author Prov

Disisi lain…
Taehyung sedang menguping pembicaraan lelaki yang tidak dikenalnya bersama Sana.

  “ Dia siapa? “ Tanya Taehyung kepada Jimin.

  “ Entahlah, Pacar baru Sana mungkin “. Jawab Jimin singkat.

  “ Oh… “ Hanya itu yg keluar dari mulut Taehyung ketika mendengar jawaban dari Jimin.

Taehyung mengarahkan pandangannya kepada Sana. Ia memerhatikan kedua sejoli tersebut. Taehyung mengalihkan pandangannya dari Sana ketika melihat lelaki yang sedang bersama Sana memegang tangan Sana lalu membawa gadis itu keluar kelas. Taehyung menghela nafasnya.

  “ Kau kenapa? “ Tanya Jimin ketika mendengar Taehyung menghela nafasnya.

  “ Aku lemas “ Jawab Taehyung sembari menidurkan kepalanya dimeja.
Jimin hanya menatap aneh teman sebangkunya itu.


    Bel berbunyi petanda jam pulang sekolah. Taehyung mengehela nafasnya ketika melihat pengawal yang baru – baru saja ini menjadi orang yang selalu saja mengikutinya kemanapun Ia pergi.

  “ Tak bisakah kalian menunggu dimobil? Aku tak akan kabur ck! “ Oceh Taehyung lalu berjalan memasuki mobil.
Taehyung mendiamkan dirinya selama diperjalanan sambil melirik ke luar jendela mobil.
Taehyung menghela nafasnya lagi, ketika melihat Sana dan lelaki yang tadi menghampiri Sana ke kelasnya.
  “ Lupakan dia Taehyung. Mungkin Ayah benar “. Pikir Taehyung.


Sana Prov

    Aku memberhentikan langkah kakiku ketika tiba dihalte bus, begitu pula dengan Moonbin, Ia memberhentikan langkahnya ketika Aku memberhentikan langkahku.
Sedari tadi Moonbin terus saja mengikuti kemana pun Aku pergi.
Aku menoleh ke arah Moonbin.

  “ Cukup Sunbae! Berhenti mengikutiku! Jangan bersikap seolah kita itu teman dekat dan jangan pernah mengikutiku lagi “. Ocehku. Namun, orang yang diocehi malah mengeluarkan cengirannya.

  “ Kau sangat lucu ketika marah “. Goda Moonbin.

  “ Aku sedang serius! “. Aku menatap Moonbin dengan tatapanku yang serius

  “ Jangan pernah mengikutiku lagi “. Ucapku beriringan dengan bus  yang sudah siap untuk ditumpangi. Akumelangkahkan kakiku menaiki bus tersebut dan meninggalkan Moonbin.


Taehyung Prov

    Aku merebahkan tubuhku di ranjang kesayanganku.

  “ Kenapa harus aku yang repot? Memangnya Sana itu siapaku?  “. Gumamku.

    Aku melangkahkan kaki keluar dari perkarangan rumahku setelah makan malam selesai. Aku berjalan menuju mini market yang berada didepan komplek yang kutempati sekarang. Aku mengurung niatku ketika melihat taman yang sering ku datangi. Aku berjalan ke taman, seperti biasanya aku merebahkan tubuhku direrumputan lalu memejamkan mataku. Tiba – tiba aku merasakan ada seseorang disebelahku. Aku membuka mataku untuk memastikannya. Aku sedikit terkejut saat melihat Sana duduk disebelahku. Aku berusaha untuk bersikap biasa saja, mengingat kedekatan Sana dengan lelaki yang bahkan tak ku kenal membuat moodku hancur entah apa alasannya aku pun tidak tahu.

  “ Oh kau rupanya “. Ujarku singkat.

Ku lihat dia menyodorkan sekotak susu kepadaku. Aku menghela nafasku lalu mengambil kotak susu dari tangannya.

  “ Gomawo “. Ucapku dan langsung meminumnya.


Author Prov

Hening, hanya suara angin malam yang terdengar. Tidak ada yang berani membuat sebuah obrolan.
Sana memberanikan dirinya untuk berbicara setelah terdiam cukup lama.
  
  “ B – bagaimana keadaanmu? Ah.. aku lupa kau sudah membaik “. Ucap Sana canggung.

Sana membangukan dirinya dari duduk.

  “ Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih dan maaf karena telah melukaimu seperti itu “.

Merasa sudah selesai dengan ucapannya Sana berjalan meinggalkan Taehyung dan Taman.
Taehyung melihat kepergian Sana lalu menghembuskan nafasnya.

  “ Huh.. ada apa dengannya? “ Gumam Taehyung.

Taehyung berdiri dari duduknya lalu melanjutkan niatnya ke Mini Market.


Keesokan harinya..

  Sana berjalan memasuki perkarangan Sekolahnya. Tiba – tiba Sana merasakan ada sebuah tangan yang mendarat dibahunya, Sana melirik kea rah pemilik tangan tersebut.

  “ Morning “. Ucap Moonbin dengan senyumnya yang lebar namun Sana hanya membalasnya dengan memberikan tatapn malasnya dan menyingkirkan tangan Moonbin dari bahunya.
Melihat kelakuan Sana seperti itu Moonbin bertanya,

  “ Kau masih marah ya? “.

Diam. Sana tidak mempedulikan semua ucapan atau pertanyaan yang dilemparkan Moonbin.

Disisi lain…

Taehyung terus memperhatikan Sana dan Moonbin yang berdiri dihadapannya. Entah arus darimana tiba – tiba saja Taehyung mengepalkan tangannya. Helaan nafas keluar dari mulut Taehyung. Tak tahan melihat kedua sejoli yang terus saja diperhatikannya sedari tadi, Taehyung berjalan melewati mereka. Sana menatap punggung Taehyung yang berjalan melewatinya. Lama, Sana menatap punggung Taehyung sampai yang ditatapinya itu pun menghilang dari pandangannya. Sadar Sana melamun Moonbin mengibas – ngibaskan tangannya didepan wajah Sana.

  “ Hei.. Kau tidak mendengarkanku ya? Kau sedang melihat apa sih? “.

Sana memberhentikan langkahnya diikuti dengan Moonbin.

  “ Sunbae kau tidak perlu mengantarkanku ke kelas. Pergilah, bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu jangan pernah mengikutiku lagi. “. Ucap Sana lalu beranjak meninggalkan Moonbin.

  “ H – hei! Ck! Gadis itu “.


  Taehyung menjantuhkan bokongnya dikursinya lalu menidurkan kepalanya dimeja. Jimin yang merasa aneh dengan perlakuan Taehyung yang tidak seperti biasanya, menegur..

  “ Hei, kau ini kenapa sebenarnya? “.

  “ Sudahlah aku sedang tidak bersemangat “. Ucap Taehyung malas lalu memejamkan matanya.


                                        ∞ 한숨


  Sana memasang wajah malasnya sejak saat tadi Moonbin memaksanya untuk ikut ke Kantin. Sana menolak permintaan Moonbin dengan alasan Ia sedang tidak lapar. Namun nihil, Moonbin sangat pemaksa, Ia menyuruh Sana untuk menemaninya makan. Demi dewa memangnya Moonbin siapanya Sana.

  “ Kau ingin makan apa? Ayolah kau harus makan walaupun kau sedang tidak lapar “. Tanya Moonbin.

  “ Apa saja “. Balas Sana singkat.

  “ Baiklah kita cari kursi kosong dulu “.

Moonbin mengarahkan pandangannya keseluruh Kantin yang terlihat sangat ramai.

  “ Hari ini ramai sekali ya. Ah.. itu ada yang ksosong. Ayo “. Ujar Moonbin sembari menarik tangan Sana untuk mengikuti langkah Moonbin.

  “ Tunggu disini biar aku pesan makanannya dulu “. Ujar Moonbin lalu berlalu meninggalkan Sana.

Sana melebarkan bola matanya saat melihat Taehyung dihadapannya. Sejak kapan lelaki ini berada dihadapannya?. Taehyung sedang melahap makanannya sambil memainkan ponselnya. Wajar saja jika Lelaki itu tidak mengetahui keberadaan Sana. Perhatiannya sudah duluan tertuju pada ponselnya. Sana terus memerhatikan Taehyung. Sadar diperhatikan, Taehyung mengalihkan perhatiannya dari ponsel lalu menatap Gadis dihadapannya. Taehyung sedikit terkejut melihat Sana dihadapannya.

  “ Hei.. kau mengagetkanku “ Ucap Taehyung sambil terkekeh. Namun Sana hanya membalas dengan mengeluarkan senyuman tipisnya.

  “ Pesanan datang “ Moonbin berjalan menghampiri Sana dengan kedua nampan yang berisi makanan ditangannya lalu meletakkan nampan tersebut dimeja.

Taehyung memasang wajah malasnya saat melihat Moonbin.
“ Tidak bisakah orang ini menjauh? “. Batin Taehyung.

  “ Makan yang banyak hm “. Ucap Moonbin sembari mengelus rambut Sana. Namun yang dielus hanya mengeluarkan wajah datarnya.

Tidak tahan dengan kegiatan mereka berdua, Taehyung berdiri dari duduknya dan beranjak pergi tanpa sepatah kata pun. Sana menatap punggung Taehyung yang pergi tanpa mengatakan apapun. Moonbin mengikuti arah pandangan Sana lalu bersuara..

  “ Huh.. apa kau menyukainya? Aku lihat kau sering memerhatikannya “. Tanya Moonbin.

  “ Terima kasih atas makan siangnya “. Elak Sana lalu beranjak meninggalkan Moonbin.

  “ Aku tidak akan pernah memberikanmu kepada siapapun “. Gumam Moobin.



                                    • To Be Continue •

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] Breathe – (Chapter 4)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s