[BTS FF Freelance] Crazy Psychopath – [Ficlet-mix]

crazypsychopath

Crazy Psychopath

A ficlet-mix by sweetpeach98 [3 Ficlet, ±500 words]

Genre AU, Psychology, Angst Rating PG17

Casts BTS’s Kim Taehyung, Park Jimin, Kim Namjoon and OC’s Arisa Kim

Only the plot and OC are mine.

 

.

Kim Taehyung. Pemuda yang akrab di sapa Taehyung ini memang tampan, dan juga putra dari seorang pengusaha kaya. Kendati demikian, hanya Jimin dan Arisa lah yang mengenal Taehyung dengan baik pun dengan sisi lainnya yang cukup gila.

 

.

.

 

[1st] Misperception

Di malam dingin dengan desiran angin yang merasuk hingga ke dalam tulang. Hujan bak sedang belomba yang membuat riuh seluruh atap rumah, Namjoon tengah tertidur gelisah dengan selimut tebal yang seakan membungkus tubunya. Jangan lupakan cairan keringat yang mengalir deras membasahi wajah tampannya, pun suhu tubuhnya yang kini mencapai 40o celcius. Sangat panas memang untuk suhu tubuh manusia normal.

Sekon kemudian, Taehyung datang dengan membawa baskom lengkap dengan air hangat dan handuk kecil. Sebagai seorang adik yang baik, tentu Taehyung harus merawat kakaknya setidaknya hingga suhu tubuh Namjoon sedikit merendah.

Taehyung meletakkan baskom—yang berisi air hangat— di atas nakas, sesekali telapak tangannya di letakkan di jidat sang kakak, “Kak, baik-baik saja, ‘kan?”

Well, Tidak ada manusia yang baik-baik saja dengan suhu tubuh setinggi itu.

“Ah, Taehyung-a,” Lirih Namjoon, bahkan hanya sekedar untuk membuka pelopak manik sangat sulit bagi Namjoon saat ini. “Rasanya seperti akan mati.” Namjoon tak henti-hentinya mengeluh di sela-sela Taehyung tengah meletakkan handuk hangat di jidatnya. Keluhan demi keluhan Namjoon barusan, sukses membuat Taehyung mengerjitkan alisnya terheran.

Mati?

 

-oOo-

 

Arisa tumbang. Gadis itu kehilangan keseimbangan kala melihat siluet nyata di depannya, seakan bimbang antara percaya atau tidak dengan apa yang ada di hadapannya saat ini. Cairan merah nan pekat seakan menjadi pewarna baru bagi selimut yang di kenakan Namjoon, belum lagi lengan Namjoon yang tergelantung dengan lemas serta tetesan darah yang sesekali terjatuh. Yang jelas Arisa kini tengah menatap kosong mayat kakak tertuanya.

Tak berselang lama, Taehyung kembali dengan baskom berisi air hangat yang baru. Irisnya membulat kala pemuda itu melihat si bungsu tengah tersimpuh lemas di sebelah ranjang Namjoon. Tanpa basa-basi, Taehyung meletakkan baskom tersebut di atas nakas dan segera mendekati Arisa.

“Adik, ada apa? Mengapa kau lemas seperti ini?” Taehyung menyandarkan telapak tangannya pada bahu Arisa. Gadis itu kini mengalihkan pandangannya pada si kakak kedua, Taehyung. Maniknya tampak sendu.

“Kak Namjoon… Kak Namjoon kenapa seperti itu?”

Alis Taehyung terpecut heran, “Kak Namjoon?”

Arisa berdeham seraya jemari telunjuknya menunjuk ke atas ranjang yang dimana terdapat mayat Namjoon disana. Taehyung kini mengalihkan atensi maniknya, menatap si sulung yang kini sudah tak bernyawa.

“Oh, Kak Namjoon..” Taehyung mengalihkan fokusnya, menatap Arisa dengan senyum yang mengulum di barengi dengan sumringah kecil disana,

.

.

.

“Dia bilang seperti ingin mati, ya, aku cuma membantunya saja, kok.”

.

 

[2nd] Red Converse

Dua bulan sudah semenjak kematian sia-sia sang kakak sulung, tak serta merta membuat Arisa harus terpuruk selamanya. Pun Arisa telah melupakan penyebab dirinya kehilangan kakak tertua, walau jujur, terkadang bulu kuduk Arisa bergidik ngeri saat sedang bersama dengan Taehyung. Takut-takut nanti Arisa yang jadi sasaran kegilaan sang kakak kedua.

Sekedar informasi, Namjoon dulunya adalah tulang punggung keluarga. Ya berterimakasih lah pada sosok berponi mangkok yang tengah menekan-nekan tombol remote di ruang tamu sana, berkat dirinya kini Arisa harus mencari lembar demi lembaran uang kertas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan Taehyung.

Bukan Taehyung tidak mau mencari pekerjaan, hanya saja dirinya berfikir dangkal bahkan lebih dangkal dari aquarium di atas nakas dekat dapur. Dengan harta yang melimpah warisan ayah tercinta belum lagi uang yang dengan susah payah di kumpulkan Namjoon di rekening keluarga, Taehyung berfikir akan mencari pekerjaan ketika sudah bosan menghamburkan seluruh hartanya.

“Jim, si Arisa gajian kemarin, pulang-pulang pamer converse merah aja. Padahal itu kesukaanku.” Taehyung mendengus sebal yang di balas oleh tawa cekikian oleh sahabat seperjuangannya—Park Jimin.

Lah, beli ‘kan bisa? Toh uang di credit card belum habis ‘kan?” Ejek jimin. Yah, yang di katakan oleh Jimin memang suatu kebenaran yang tidak bisa di sangkal.

Taehyung menyanggah, “Bukan begitu,” pemuda bersurai cokelat itu menjeda konversasinya sejenak seraya menegak segelas air meniral untuk membasahi kerongkongannya yang kering. “Itu special edition, beda dari converse merah biasa yang di jual di Gangnam.”

Jimin berdeham sejenak. Bisa di tarik benang merah disini bahwasanya Taehyung menginginkan converse merah—yang katanya special edition—itu. “Lantas, kenapa tidak pinjam? Dia ‘kan adikmu.”

“Hm..”

 

-oOo-

Sepekan sudah semenjak hari gajian Arisa, sepatu converse merah yang selalu di kenakannya bekerja, dan konversasi antara Park Jimin serta Kim Taehyung. Benar saja, Arisa harus mengingat sesuatu; kakak keduanya itu gila. Bodohnya dia melupakan fakta penting itu dan memamerkan sepatu converse yang sudah lama di taksir diam-diam oleh Taehyung. Terlebih lagi Arisa terlalu cepat melupakan sosok si sulung yang tewas sia-sia di tangan kakak keduanya itu.

“Dari tadi kek ngasih-nya.” Senyum sumringah terpancar dari raut wajah Taehyung. Dengan perasaan yang gembira bukan kepalang, Taehyung mengenakan converse merah milik Arisa, dan lebih hebatnya lagi ketika sepatu itu sangat pas dengan Taehyung.

Tak berselang lama, bunyi nyaring dari bel rumah berbunyi. Taehyung membuka pintu, di lihatnya sosok Jimin sedang mematung di balik daun pintu setelah pintu di buka. Lagaknya sok, Taehyung memamerkan converse merah yang baru saja di ‘pinjamnya’ dari sang adik.

“Beli? Atau pu—“

Buru-buru Taehyung menyerobot sembari menyengir gila, “Punya Arisa.”

“Baik juga ya adikmu, ngasih pinjam barang mahal.” Yah, kedua pemuda itu kini saling bertukar cengiran. Sayangnya, Jimin menyengir lucu tanpa tahu yang sebenarnya.

Nggak, awalnya dia nggak ngasih,” Taehyung menjeda, kendati cengirannya tidak terlepas dan fokus maniknya masih pada converse merah yang melekat pada kakinya.

Pernyataan Taehyung barusan sukses membuat kedua alis Jimin kini terpecut. “Lantas—“”

Taehyung menginterupsi, “Lantas ku potong saja kedua pergelangan kakinya.”

“HAH?!” Alih-alih terkejut, Taehyung malah makin menyengir hebat. Seperti apa yang di lakukannya kali ini bukanlah sebuah kesalahan, melainkan ‘hanya’ sekedar ingin meminjam sepatu.

“Arisa dimana?” Jimin curi-curi pandang ke dalam rumah. Jangan salahkan pendingin ruangan yang kini menyemburkan udara segar serta bau anyir yang menyengat.

Taehyung masih sibuk. Iya, sibuk dengan converse merah yang menjadi idamannya.

.

.

.

“Arisa? Hmm..

 

Sudah mati…….barangkali?”

.

 

[3rd] Gift

Bersyukurlah Arisa masih bisa menghirup oksigen bebas di tempat yang berbeda dengan kakak keduanya, Taehyung. Sejak kejadian sebulan yang lalu—dimana Taehyung memotong kedua pergelangan kakinya—Arisa enggan kembali kerumah. Berterimakasihlah pada sosok Jimin yang saat itu dengan sigap menggoyong Arisa menuju rumah sakit dan membiarkan gadis itu tinggal di flatnya. Well, walau Arisa kini hanya bisa duduk di atas kursi roda setidaknya dia masih hidup.

Kendati Arisa tidak menetap di rumahnya lagi, sang kakak Taehyung rutin mengunjunginya seminggu sekali. Taehyung berkunjung tanpa raut bersalah di wajahnya, pemikiran Taehyung itu bukanlah kesalahannya melainkan ‘hanya’ meminjam sepatu. Jujur saja, ada secuil trauma mendalam pada diri Arisa saat bertemu dengan Taehyung, seketika bulu kuduknya bergidik ngeri mendengar pekikan khas Taehyung menyapa dirinya.

Hari ini Taehyung mengunjungi Arisa dan Jimin lagi. Wajah Jimin tercengir hebat, atensi maniknya bukan pada sosok Taehyung yang kini datang dengan setelan serba hitam dan converse merah yang kini menjadi milik Taehyung seutuhnya, melainkan tas plastik yang sedang Taehyung genggam erat.

Tau aja lagi kekurangan makanan, makasih ya, by the way.” Jimin mengambil ganas tas plastik itu dan mengoyak isinya. Beberapa makanan ringan di letakkannya rapih di atas nakas sedangkan makanan berat di letakkannya di dalam pendingin.

“Hai, Arisa.” Sapa Taehyung masih dengan cengiran gila yang membuat trauma di batin Arisa. Gadis itu mendengar, serta menoleh menatap manik sang kakak, namun dirinya enggan menyapa kembali sang kakak. “Hei, nggak sopan di sapa tapi nggak perduli, mau aku potong lagi kakimu?”

Seketika bulu kuduk Arisa bergidik, lantas tanpa basa-basi gadis itu mulai berseru, “Hai, Ka—kak.”

Seseorang—yang tengah berkutat dengan pendingin—menginterupsi. “Ada apa dengan pakaianmu? Kenapa serba hitam?”

Taehyung—yang saat itu sedang mengacau pelan surai Arisa—membalikkan arah tubuhnya, “Hah?! Oh ini?” Taehyung menjeda seraya jemarinya mengamit kerah sweater hitamnya, “Iya sehabis bunuh orang.”

DENG!

Baik Jimin pun Arisa kini irisnya sama-sama membulat, dengan santainya Taehyung mengakui apa yang barusan dirinya lakukan. Ah, keduanya baru ingat Taehyung memang sedikit—atau mungkin sangat gila.

“Mem—membunuh? Siapa yang kau bunuh?!” Jemari Jimin bergetar dahsyat, di sisi lain kini Arisa berusaha untuk menenangkan dirinya, trauma itu bangun kembali.

Taehyung menyilangkan kaki nya santai, menekan tombol-tombol rimote televisi berulang kali, “Itu adiknya si Seokjin hyung. Dia kelewat sombong, sih.”

“Kenapa kakak bunuh Yoojin? Dia temanku—“

Buru-buru Taehyung menginterupsi, “Jangan berteman dengan orang sombong, tau. Aku kasih hadiah, eh kunyuk itu sombong banget, main lempar-lempar sembarangan. Mentang-mentang­ cantik, nggak seharusnya orang cantik kelakuannya seperti itu,”

Lucunya ketika Taehyung memberi wejangan gila pada Jimin pun Arisa. Ingin sekali Jimin membeli cermin besar dan menunjukkan pada Taehyung lantas berkata ‘mentang-mentang tampan, nggak seharusnya psikopat’.

“Oh iya, by the way,” Taehyung merogoh isi tasnya sebentar sebelum kotak yang ukurannya cukup besar dan entah apa isinya di angkatnya dengan senang. Lantas kotak yang ukurannya seperti kotak sepatu itu di berikan pada Arisa. Belum di buka, akan tetapi bau anyir sudah menyengat dari kotak itu.

“Apa ini, kak?” Tanya Arisa seraya memecut kedua alisnya yang langsung di balas cengiran gila oleh Taehyung,

.

.

.

“Kakinya si Yoojin, siapa tau bermanfaat buat kamu.”

.

.

.

.

 

fin

a.n;

Untuk ficlet ‘Misperception’ itu sebelumnya udah pernah di post di IFI [311215] (dengan judul awal ‘dead’, tentunya dengan cast yang beda, dan penname saat itu masih Baek Jihyeon) disini aku udah rombak sedemikian rupa kata-katanya tapi masih dengan point cerita yang sama.

Untuk filcet ‘Red Converse’ itu terinspirasi dari lagunya BTS yang Converse High di lirik lagu ‘i really really want yo, i really really like yo, i really really need yo’.

Untuk ficlet ‘Gift’ aku terinspirasi dari akun riddle story indonesia di ask.fm.

Leave your review after read this ficlet-mix,

Regard,

Seokjin’s mine.

Advertisements

35 thoughts on “[BTS FF Freelance] Crazy Psychopath – [Ficlet-mix]

  1. Kak jihyeon…
    Duheh ini apa, kak.. Ini bagus bgt.. Feel psychonya gila.. Keren abis..
    Ga habis pikir, Tae jadi psycho ga waras gt.. Ampun dah, jadi adiknya mending pindahin dia ke rumah sakit trus diiket biar ga kabur /plak
    Nice ff kak.. Jadi tambah inspirasi buat bikin ff zaiko ㅋㅋㅋㅋ

    Liked by 1 person

  2. Wah keren gue suka ceritanya…
    Good job thor..!!
    Tapi ngeliat taetae serem banget ternyata alien seperti dia juga psikopat ya..(merinding..)
    Sorry lama komen soalnya baru isi paket..
    Buat authornya semangat ya gk sabar nungguin kisah selanjutnya..
    Btw mau nanya nih hari update nya ditentuin atau gk??
    Kalo ditentuin setiap kapan (2×seminggu/brp??)

    Like

    1. Hai kak kisah selanjutnya sudah di update sama kakak-kakak admin disini ya ^v^

      Dan btw kak aku hanya freelancer disini bukan admin jadi untuk jadwal perilisan bisa ditanya ke kakak-kakak adminnya ><

      Thankyou sudah baca ^v^

      Like

  3. Omegat, Tae? Kamu ngapain potong2 kaki orang coba. Mending bantuin aku potong2 sayur niii. *eh?
    Fic nya kerenn Kaak. Aku sampe ganyangka dia bakalan kasi kado kaki kek gitu. Kelewat sayang ama adiknya. Tapi kelewat kejem pulaa T.T

    Keep writing yaa ^^
    Ditunggu fic lainnya~

    Like

    1. Tae itu kalau sayang ya sayang kalau kejam ya kejam, hati2 ya nanti bukan bantuin kakak potong sayur dianya (><)

      Wihihiii tengkyu ya kak udah baca dan ninggalin komentar ^v^)/

      Like

  4. Ya Ampun suamiku psiko..
    Jadi merinding kalo nanti Taehyung pulang terus bunuh istrinya tercinta ini XD
    Gak kuat kalo jadi jimin sama arisa.
    Mereka gak melambaikan tangan ke kamera gitu atau lapor ke polisi XD

    Like

  5. Emang ya, kalo gini yang cocok ya mphi kalo ga namjoon. Sudahlah, maapkan adekmu joon, udah gila dari sonony :v
    /digelinding mphi ke rawa/
    Btw aku suk loh, santai banget bcany

    Like

    1. Taehyung emang cocok kalau genre yang begini kak ><

      Waaah tengkyu kak udah suka bacanya, dan udah ninggalin komentar juga ^v^)/

      Like

  6. Mphiii…
    Ganteng2 saiko, duuh. Kalau gitu mampir sini doong ada umbi2an yg harus dibasmi/ga gitu Neeng/
    Ji,,, demiapa aku suka bgt ceritanya, ngerinya ngefeel sekalii.
    Sering2 aja nulis genre kyk giniii, cz sepertinya km menjiwai sekali di ranah ini, ajarin aku bikin cerita kyk gini dunks 😀
    keep writing Jii^^

    Like

    1. Wahahaha iya nih kak neng sepertinya aku emang lebih ngefeel kalau nulis genre kaya begini ><

      Tengkyu kak neng udah baca dan juga ninggalin komentar tengkyuu ^v^)/❤️

      Liked by 1 person

    1. Hai Ahra eonni ^v^)/

      Huhu terimakasih sudah dibilang keren dan terimakasih juga sudah baca dan ninggalin komentar eonni (>_<)

      Like

  7. Uda ditunggu akhirnya keluar. Woohh keren!! Sekalian deh Tae, boleh ikut?? Asalkan jangan Seokjin sama Jimin dibunuh, aku ikuttt!!! *gila kumat* #plakk
    Namjoon… Maafkan adek alienmu ini… Emangnya ga tau yah kalo mphi pikirannya lebih dangkal daripada anak kecil, meski aura membunuhnya besar banget kayak pscho. *dikejar mphi pake piso dapur*
    Anisa yang sabar yahhh hahaha… Pasangin aja kaki si Yoojin ke kamu, udah bisa jalan kan?? /seketika dibantai Anisa/
    Keren kak Ji… Keep writing!! Aku suka kegilaan(?) kakak! /gila tingkat tinggi/ (maklum pikiranku juga bunuh-bunuh semua #plakk)

    Liked by 1 person

    1. Waaaa tengkyu sudah nungguin fic aku kak >_<
      Btw nama adiknya taehyung itu Arisa ya, kalau Anisa itu yang di……(if you know what I mean)

      WUHUUUUU! Gila tingkat tinggi karena aku juga suka bunuh2an (eh) btw tengkyu ya kak sudah mau baca, sudah nungguin ficnya dan sudah mau kasi komentar. Tengkyuuu ❤

      Like

  8. kayaknya yang gila kamu ji, wkwkwkw xD
    baguss banget loh aku ampe deg degan gitu kan ya, feel like ‘duh. apa lagi kejutannya(?)’ asek.

    kalau kamu yang buat sih udah gak diraguin lagi laah wkwkwkwkwk xD i’m your fans ^^ (ambil kertas pena) keep writing ~~

    Like

    1. Hai nata v(^_^v)
      Kemungkinan besar kamu….benar. Aku rasa aku yang gila XD

      Aku mah apa atuh nata cuma newbie >_< btw tengkyu ya sudah baca dan meninggalkan review ^v^)/

      Like

  9. oh my gosh
    WHYYYYYY MPHI WHYYYY😭 suami saya bejad amat disini yak
    Eh tapi sumveh plot dr setiap ficlet..daebak uhuyyyy!!

    Namjoon kasian duh 😥 kalo w jadi arisa udah stress berat ini punya kk kyk mphi😹

    OH YA SEKETIKA SAYA NGESHIP JIMIN AMA ARISA gatau kenapa cocok aja gitu wqwq😹

    eh iya lupa kenalan, w reader baru hiwhiw *gatau cara kenalan, im awkward around everyone , so yea…

    Apalagi ya.. Pokoknya udah segitu aja, overall oke dah, 💞👍 cant wait kelanjutannya dipublish yeey

    Like

    1. Hai kak maaf ya aku bikin suami kakak jadi bejad disini ㅠㅠ

      Reader baru? Hai kak kenalin aku ji 🙂 dan tengkyu ya kak sudah mau baca walau agak….mengerikan(??) dan ninggalin komentar ^ ^)/

      Like

  10. Okay, pertama-tama, aku cuma mau bilang plot dari setiap ficlet sangat u…wow/? :’v

    Dan yang kedua, OEMJI, MPII SAIKO ASDFGHJKL :”” NAMJOON KYU DIBYUNUH YA AMPYUN :’ TEGA KAMU NAK :’

    Terus ketiga, Arisa sama Jimin gaada kepikiran buat ngelaporin mpii? ((x ga takut gitu, didatengin sama saiko seminggu sekali? ;A;

    Keempat, jujur aja, MPII KENAPA, KOK GANTENG GANTENG SAIKO XD ada kelainan? Stress? Hikseu, kamu OOC ya di sini, biasanya sableng/? Bareng akoeh /ggg.

    Terakhir, aku suka ficlet-mix nya, awsaam ❤ kapan kapan boleh lah ya dibuatin lanjutannya/? /wut?/ /ga/ haha, maapkan ripiu gaje ini :')) semangat ya kawan~ okay, bhayy ❤ ❤

    Liked by 1 person

    1. Hai kak untuk lanjutannya sudah masuk ke daftar update disini tapi aku lupa di publish kapan(?) judulnya A Reason, di tunggu ya, kak! XD

      Btw tengkyu sudah rela baca fic absurd level paling atas, tengkyu juga atas reviewnya kak ^v^)/ ❤

      Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s