[BTS FF Freelance] Best Mistake (Oneshoot)

COVER BM 1

 

Title        : BEST MISTAKE ‘Hello’s Spin Of’

Author    : Valleria Russel/Heni Kurniyasari

Cast        : Jisoo ‘Tahiti’ as Choi Hwi Ji

 

  • Jeon Jungkook as himself   

 

Genre        : Romance, Drama, Alternate Universe, Spin Of

Length    : Oneshoot

Rated        : Teens-13

Disclaimer    : Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. Jangan mengkopi apapun tanpa izin ya. Semua yang ada di cerita ini adalah milik saya kecuali tokohnya 🙂 kalo ada waktu luang boleh kunjungi blog saya www.valleriarussel.blogspot.com ada ff juga di sana. Terima kasih dan selamat membaca ya semua!!

 

―Bertemu dengan Jungkook adalah kesalahan terbaik yang pernah terjadi di hidupku.

“Kita hidup di dunia nyata, Hwi Ji. Aku pernah kehilangan seseorang yang sangat kusayangi. Rasanya ‘hidup bahagia selamanya’ itu tidak pernah ada di dunia ini.”

“Kau punya pandangan tentang itu dan aku juga punya pandangan sendiri tentang hal yang sama. Aku tidak pernah menyalahkan Tuhan atas apa yang telah terjadi di hidupku baik itu dulu ataupun sekarang. Sekalipun sudah banyak hal buruk, Kookie, tetap saja aku masih mempercayai tentang ‘hidup bahagia selamanya’.”

“Kau ini! Dasar keras kepala!”

Aku terkekeh mendengar responnya. “Kau lebih dari keras kepala, Kookie. Maksudnya hidup bahagia selamanya itu bukan berarti setiap waktu kehidupan kita akan selalu mulus tanpa masalah, bukan seperti itu. Tentu saja, akan ada masalah dan dari masalah-masalah yang akan datang kita harus menghadapinya bersama-sama karena itu akan membuat kita merasa bahagia dan hubungan kita akan semakin kuat,” jelasku.

Dia menganggukkan kepalanya. “Kau temanku, teman terbaikku. Aku tidak akan tahu apa jadinya hidupku jika aku tidak bertemu denganmu. Mungkin aku harus setuju dengan ibuku jika kita akan cocok menjadi partner,” ujarnya.

Aku tersenyum tipis padanya. Pria yang saat ini duduk dihadapanku adalah calon suamiku. Kami akan melangsungkan pernikahan minggu depan. Semua persiapan telah selesai termasuk undangan dan juga gaunku. Saat ini kami sedang menikmati makan malam di ballroom hotelnya sekaligus mengawasi persiapan dan juga dekorasi. Calon ibu mertuaku sedang ada perjalanan bisnis ke Paris, jadi dia tidak bisa ikut mengawasi selama empat hari kedepan.

“Kau juga teman baikku, Kookie. Sejak awal aku sudah tahu jika kita akan menjadi pasangan yang sangat hebat,” balasku dan dia terkekeh mendengarnya.

Dua tahun yang lalu, ibunya Jungkook datang ke butikku. Dia ingin membeli gaun untuk menghadiri acara amal perusahaannya. Aku mengenal wanita itu dari majalah-majalah bisnis yang sering kubaca saat aku mengunjungi perusahaan ayah. Wanita itu adalah pemilik Jeon Inc. setelah kematian suaminya. Dia adalah wanita yang luar biasa.

Aku tidak tahu jika pertemuan yang tidak disengaja itu akan menghasilkan hubungan baru antara keluarganya dan keluargaku. Ibunya Jungkook bilang kalau aku terlihat seperti malaikat dan akan sangat cocok bersanding dengan putra semata wayangnya. Aku hanya tertawa mendengar candaannya itu. Ketika itu dia tidak tahu jika aku adalah putri dari Choi Daehyun yang merupakan pesaingnya di dunia bisnis. Butik itu adalah milikku tidak berada dibawah naungan ayahku sama sekali. Jadi aku tidak memberikan label keluarga di sana. Brand yang kuproduksi hanya kuberikan namaku di sana ‘HJ’.

Butik itu adalah impianku, aku mendirikannya dengan jerih payahku sendiri. Setelah tiga tahun setengah menempuh pendidikan fashion di Paris, aku akhirnya bisa mendirikan dan membuktikan pada ayah jika fashion adalah lahan bisnis yang sangat menguntungkan. Brand ‘HJ’ milikku sudah tersebar ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapore, China, Paris, London, dan New York. Aku masih mengusahan untuk melebarkan sayapku kembali ke daratan Amerika lainnya yaitu Los Angeles.

Pertemuanku dengan ibunya Jungkook adalah awal dari hubungan kami. Tidak, aku dan Jungkook tidak dijodohkan. Kami memutuskan untuk menikah, itu adalah keputusan kami sendiri bukan keputusan ibunya. Aku dan Kookie sepakat untuk menikah tahun lalu dan mulai mempersiapkan semuanya. Sebenarnya calon ibu mertuaku itu hampir mengerjakan semuanya disela-sela kesibukan bisnisnya. Dia sangat bahagia waktu kami memberitahukan keputusan kami. Katanya itu sudah menjadi harapannya sejak pertama kali kami dipertemukan.

Pertemuan pertama dengan pria yang kini sedang menikmati cheesecake didepannya tidak cukup mengesan untukku. Ketika itu Jungkook sedang mengalami masa yang sulit. Seseorang yang dicintainya baru saja pergi meninggalkannya. Dia jadi sangat pendiam, kacau dan labil. Emosinya tidak stabil. Aku pikir, aku telah melakukan kesalahan karena menyetujui untuk bertemu dengan pria ini. Aku tidak pernah dalam mimpiku sekalipun berkeinginan untuk bisa memiliki seorang pacar yang emosinya tidak stabil. Aku takut untuk mendekatinya dan ibunya Jungkook menepuk pundakku, lalu aku mengalihkan tatapanku untuk memandangnya. Dia tersenyum sendu, terlihat sekali jika wanita ini tidak ingin putranya terus seperti itu.

Akhirnya aku memberanikan diriku untuk mendekatinya. Dia diam saja saat aku memperhatikannya. Pandangan matanya kosong. Sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya telah hilang, alasannya untuk hidup sudah tidak ada lagi. Aku adalah gadis berlatar pendidikan fashion bukan psikologi dan rasanya ini bukanlah bidangku sama sekali.

Hatiku bergetar ketika pria ini mengangkat wajahnya dan matanya langsung mengunciku. Ketika itu aku merasa ketakutan, wajar saja, jika tiba-tiba dia menyakitiku aku tidak akan sempat untuk melindungi diri. Dia masih diam dan aku berusaha untuk tersenyum padanya dan memperkenalkan diriku.

Pertemuan pertama kami berjalan dengan aku berbicara sedang dia hanya diam saja. Lalu ada pertemuan kedua, ketiga dan selanjutnya. Semuanya masih tetap sama sampai dua bulan terlewati. Aku sudah menyerah, satu-satunya hal yang kusadari adalah aku telah membuat kesalahan dengan menemui pria gila sepertinya. Harusnya aku tidak perlu menerima ajakan Mrs Jeon. Aku menyesali itu dan memutuskan untuk tidak pernah menemuinya lagi.

Seminggu pertama aku merasa ada yang salah, rasanya seperti ada sesuatu yang menggajal di hatiku sampai Mrs Jeon menemuiku di butik dan memohon padaku untuk bertemu dengan putranya lagi. Aku menolaknya dengan keras saat itu. Aku tidak ingin memiliki hubungan dengan seorang pria yang tidak normal, tapi wanita itu terus memohon padaku sampai akhirnya tidak ada yang bisa kulakukan selain mengiyakannya.

Aku terkejut saat melihat keadaan Jungkook waktu itu, dia berteriak dan meraung dengan suara yang menyakitkan. Aku memanggilnya untuk menenangkannya dan saat mendengar suaraku pria ini langsung diam, dia berhenti berteriak dan menatapku dengan tatapan bingung. Hari itu Jungkook memperkenalkan dirinya padaku dan dia bercerita tentang hidupnya tanpa kuminta. Ceritanya sangat panjang, dia bercerita sampai dia tertidur.

Hari itulah aku tahu kalau Jungkook baru saja kehilangan seorang kekasih. Gadis itu bernama Kang Eumji. Gadis yang dulunya bekerja di rumahnya sebagai pembantu dan diusir oleh Mrs Jeon gara-gara berani menjalin hubungan dengan putranya. Mereka akhirnya terpisah karena perbedaan kasta. Aku yakin sekali, gadis itu juga pasti sama hancurnya dengan Jungkook. Mereka berdua pasti saling mencintai.

Sejak saat itu kami mulai dekat dan menjadi semakin dekat di bulan-bulan berikutinya. Sampai dua tahun berlalu dan kami mengambil keputusan penting untuk kelanjutan hubungan ini. Menikah. Dia memintaku untuk menikahinya dengan cengiran bodoh yang selalu ia tunjukan saat dia sedang gugup.

Ketika itu aku akhirnya sadar lagi, jika aku menyayanginya. Aku mungkin sudah mencintainya. Hanya saja kalimat itu tidak pernah terucapkan. Entah itu darinya ataupun  dariku. Aku tidak akan mengatakan duluan tentang perasaanku padanya karena aku tidak ingin dia lari.

Terakhir dia mencintai seseorang, hidupnya hancur dan aku tidak ingin menghancurkan kebahagiaannya ini. Suatu saat nanti semuanya pasti akan terungkap dan aku akan melihat cara Tuhan menyelesaikan masalah ini.

“Kita pulang sekarang? Aku tidak ingin kau lelah dan tidak sehat menjelang hari bahagia kita. Kau harus menjadi gadis paling cantik nanti,” ujarnya membuatku tersadar dari lamunanku.

“Setiap haripun, aku ini adalah gadis yang paling cantik, Kookie. Semua orang tahu itu.”

“Kau terlalu percaya diri!”

“Tidak, aku tidak. Kau tidak boleh meragukanku,” kataku. Dia tertawa saja dan menggenggam tanganku dengan erat.

 

Ada banyak waktu yang telah kuhabiskan dengan pria yang sebentar lagi akan menjadi suamiku itu, ya tinggal beberapa jam saja dan setelah itu aku akan mendapatkan namanya bersama dengan namaku.

Hari ini mungkin aku akan bertemu dengan mantan kekasihnya, Kang Eumji. Gadis yang telah membawa pergi hati Jungkook. Aku tidak memberitahu siapapun tentang ini. Aku mengundangnya diam-diam dan aku sangat berharap jika gadis itu akan datang.

Aku ingin meyakinkan diriku sendiri. Keputusan untuk menikah dengannya, apakah sudah benar atau tidak. Aku ingin melihat apakah masih ada nama lain dihatinya. Aku ingin tahu apakah masih ada cinta yang tersisa untuk gadis itu. Aku tidak ingin menyesal akhirnya. Ketika aku dan dia telah menyebutkan janji pernikahan akan sangat mustahil bagiku untuk melepaskan diri darinya.

Mungkin aku belum mengakui perasaanku sama sekali, tapi aku mencintainya. Aku tidak mungkin menerima begitu saja ajakannya menikah jika tidak ada sesuatu yang kurasakan dihatiku tiap kali ada didekatnya. Aku bukanlah gadis bodoh yang akan mengorbankan perasaanku sendiri untuk tersakiti. Aku akan selalu mendahulukan kebahagiaanku. Karena seseorang tidak akan pernah bisa membahagiakan orang lain jika dirinya sendiri saja tidak bahagia.

“Hwi Ji, kau cantik sekali. Setelah ini aku yakin sekali akan ada banyak wanita yang ingin gaun pengantinnya dirancang olehmu. Ya Tuhan. Saham butik kita akan semakin meningkat. Aku yakin tahun ini kita bisa membuka cabang di Los Angeles seperti keinginanmu, Darling.”

Aku terkekeh kecil menatap Soojin. Dia adalah asistenku di butik. Ya gaun ini adalah gaun yang kurancang sendiri. Aku sangat bangga mengenakan ini ditubuhku. Hari ini semua mata akan tertuju padaku dan akan kupastikan tidak ada yang lebih menarik untuk dilihat selain aku dan Jungkook.

“Aku tidak pernah berpikir hari pernikahanku akan datang secepat ini, Soojin. Jika saja itu pernah melintas di kepalaku, aku pasti sudah merancang gaun-gaun pengantin sejak dulu,” balasku.

“Aku ikut senang untukmu, Hwi Ji. Dia pria yang luar biasa dan dia pasti akan membahagiakanmu,” ujarnya.

Pintu ruangan ini kembali terbuka dan ibuku muncul di sana bersama dengan ayahku juga. Mereka tersenyum dengan bahagia. Berjalan cepat menghampiriku dan mendadak aku merasa kesulitan untuk membendung air mataku sendiri.

“Tidak, jangan menangis, Nak! Jangan rusak riasanmu. Ini adalah hari bahagia untukmu. Ya Tuhan, aku tidak menyangka jika kami harus melepasmu secepat ini. Aku percaya keluarga Jeon akan menjaga putriku dengan baik.”

Aku memeluk ibu dengan erat. Setelah ini aku akan menjadi seorang istri dan akan mengemban tanggung jawab baru dalam hidupku. Aku harap aku dapat menjalaninya dan menjadi istri dan ibu yang baik sama seperti ibuku.

“Sudah waktunya, Hwi Ji. Ayo, jangan membuat Jungkook menunggu terlalu lama atau nanti dia akan segera pingsan dan melupakan janji pernikahannya,” kekeh ayahku.

Mau tidak mau aku ikut terkekeh lalu menerima uluran tangannya. Ayah membawaku menuju altar dan ibu sudah kembali mendudukki barisan paling depan.

Mataku mencari keberadaan seseorang. Semua orang memperhatikanku dan aku belum ingin melihat Jungkook yang berdiri di depan sana. Aku harus menemukannya. Jika dia sudah melupakan semua yang pernah terjadi dulu, maka dia pasti akan datang kepernikahan kami.

Setelah memperhatikan wajah-wajah tamu, akhirnya aku berhasil menemukan keberadaan Kang Eumji di sini bersama dengan suaminya. Aku menatapnya dan dia memberikan senyum kecil padaku. Aku melihatnya dengan baik. Dia telah berubah. Dari seorang pembantu menjadi seorang wanita sosialita yang terhormat.

Aku memang mengikuti perkembangan mantan kekasih Jungkook itu. Cukup banyak yang aku tahu jika dia juga baru saja menikah dua bulan yang lalu dengan seorang pria yang bernama Vernon Hawkins. Aku membalas senyumannya dengan senyuman kecilku juga lalu setelah itu barulah aku melihat Jungkook.

Dia tersenyum dengan lebar padaku dan aku yakin dia juga telah melihat siapa yang ada diruangan ini. Menghadiri acara pernikahannya dan menghapus semua keraguanku saat melihat mata priaku itu berbinar dan terlihat dengan jelas jika dia sedang merasa bahagia.

Ayahku menyerahkanku padanya dan aku tidak bisa menahan cengiran di wajahku. “Aku tahu ini adalah ulahmu, Ms Choi,” bisiknya padaku.

Aku terkikik kecil. “Aku ingin melihat bagaimana jadinya jika aku membawa kembali bagian dari masalalumu kehadapanmu, Kookie.”

“Sudah tidak ada tempat untuk masalaluku, Sugar. Sekarang hanya ada Jeon Hwi Ji. Tidak ada yang lain,” bisiknya lagi.

Kami mengucapkan janji pernikahan dan dalam beberapa menit, statusku sudah berubah menjadi istrinya. Kebahagiaan luar biasa menghampiriku dan aku bisa merasakan hal yang sama pada suamiku ini.

 

Malam harinya resepsi diadakan di hotel milik Jeon Inc. dan aku sudah siap dengan gaun rancanganku yang lainnya. Tamu undangan yang tidak sempat hadir di pemberkatan dipastikan akan datang malam ini. Malam ini akan menjadi malam yang sangat sibuk untuk kami.

“Bagaimana kau bisa terlihat sangat mengagumkan, Hwi Ji?”

Aku memandangnya dari cermin besar kamar ini. “Beruntunglah dirimu, Jeon Jungkook. Kau mendapatkan istri yang sangat mengagumkan dan sudah berhasil mematahkan hati para pria yang menjadi pengagumku,” kekehku.

“Nah kembalilah dia! Kau memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat kelewatan.”

Dia mengecup pipiku. “Ayo, kita harus menyelesaikan acara ini dan memulai acara kita,” bisiknya.

Aku tertawa mendengarnya. “Dasar kau ini!”

 

Kami menyapa tamu-tamu orangtua kami dan juga teman-temanku dari Paris lalu juga teman Jungkook. Ada begitu banyak orang dan aku merasa sangat kewalahan sekarang. Aku tidak tahu jika undangan yang dibuat oleh ibu mertua segini banyaknya.

Sampai akhirnya sepasang suami istri menghampiri kami. Jungkook menggenggam tanganku dengan erat seolah memberitahuku untuk tidak khawatir.

“Selamat untuk pernikahan kalian. Aku dan suamiku ikut senang,” ujarnya.

“Terima kasih, Eumji. Kenalkan dia istriku Hwi Ji.”

Aku tersenyum sopan padanya dan dia juga. Dari hasil pengamatanku, dua orang ini telah melewati masalalu mereka dan sudah mendapatkan hidup mereka lagi. Si gadis sudah menemukan seseorang dan si pria juga sudah menemukan seseorang.

Setelah ini aku akan mengabdikan hidupku menjadi istrinya. Rintangan terbesar dalam hubungan kami telah terlewati dengan sangat baik hari ini. Kami akan memulai hidup baru dan membangun keluarga kecil yang sempurna.

Awalnya aku memang berpikir jika menyetujui ajakan ibu mertuaku waktu itu adalah kesalahan yang sangat besar. Ternyata aku salah, itu adalah sebuah kesalahan terbaik yang pernah kubuat dalam hidupku. Melalui kesalahan itu Tuhan mempertemukanku dengan pasangan hidupku. Bertemu dengan Jungkook adalah kesalahan terbaik yang pernah terjadi di hidupku. Setelah hari ini, aku akan mulai menjalankan ‘hidup bahagia selamanya’ seperti yang selalu kupercayai.

“Sayang, kau mau mendengar sesuatu?”

“Apa?”

“Aku mencintaimu.”

“Aku tahu.”

“Maaf karena membuatmu menunggu telalu lama,” bisiknya.

“Tidak masalah, aku mengerti.”

“Jadi kau tidak membalas perkataanku?”

“Apakah itu harus? Apa kau tidak mengetahui jawabannya?”

“Aku sudah tahu hanya saja aku ingin mendengar langsung darimu, Nona.”

“Baiklah, aku juga mencintaimu, Suamiku. Kau senang?”

“Aku bahagia, Istriku. Terima kasih untuk semuanya.”

“Terima kasih kembali,” bisikku.

TAMAT~

Advertisements

22 thoughts on “[BTS FF Freelance] Best Mistake (Oneshoot)

  1. Haiiibaku hida, aku batu disini… Waaaa fanfiction nya sukses buat aku terharu sekaligus tersipu secara bersamaan…. Kereen lantur ya thor… Author jjang !!!!

    Like

    1. Iyaaa.. yg ‘HELLO’ nyeritain kehidupan masa lalu Jungkook sm si Eumji chingu kalo yg ini spin ofnya nyeritain khdupan masa sekrang Jungkook sama Hwi Ji.. maaciw yaa udah sempetin bacaaaa😘

      Like

    1. Haihai chingu.. gomawo udah baca yaaa btw udah baca yg ‘HELLO’ ? Itu cerita sebelum BEST MISTAKE ini heheheh😘😘

      Like

  2. ciattttt ini cerita versi jungkooknya kan?? Maksudnya, kelanjutan kisah kuki yang ditinggal eumji😂 dan ternyata dia nikah juga, gamau kalah ama eumji😂

    Duhduhduh kira-kira gimana lg ya kisah mereka berempat😐 masih ada kelanjutan ga kak???masih kan? harus! /ga

    Aku suka bgt plot nya, gaya bahasa, overall perfect menurut aing😊

    Apalagi ya? Sekian

    Like

    1. Haihaii chinguu😘😘 iya nih ini kelanjutan ff ‘HELLO’ versi Jungkook.. hehe gomawo udah nyempetin baca yaaaa😋 kayaknya kisah mereka off sampe sini deh hohoho..😅

      Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s