[BTS FF Freelance] L Lawliet (Ficlet)

LLawliet

 

Title        : L Lawliet

Author        : Maru

Cast        : – Jeon Jung Kook

– Kim Tae Hyung

– Park Ji Min

– Jung Ho Seok

– Min Yoon Gi as Jeon Yoon Gi

Genre        : friendship, comedy

Leght        : ficlet

Rating        : G

Disclaimer    : Cerita milik ku …. Ini terinspirasi dari kejadian nyata. Terinspirasi, ya …. Bukan persis seperti ini kejadiannya. Di sini Jungkook, Taehyung sama Jimin masih kelas 3 SD.

 

~-~

 

Taehyung bilang dia mendapat teman baru.

 

~-~

“Siapa namanya?”

Jungkook dan Jimin mengerutkan keningnya sambil mengucapkan pertanyaan barusan. Pagi ini, Taehyung bercerita kalau kemarin ia mendapat teman baru. Pendiam dan galak, tapi sebenarnya teman barunya itu menggemaskan karena lebih kecil darinya. Hoseok -sepupunya- yang membawa teman barunya itu bermain ke rumahnya saat ia berkunjung ke rumah Taehyung.

Taehyung bilang, teman barunya itu bermata biru dan kulitnya putih. Ia baru saja menyebutkan namanya. Nama itu terdengar tidak asing di telinga Jungkook dan Jimin, tapi rasanya aneh jika orang Korea bernama seperti itu. Makanya Jungkook dan Jimin menanyakan lagi nama teman baru Taehyung itu, barang kali mereka salah dengar.

“L Lawliet.” kata Taehyung.

“L Lawliet? Death Note, maksud mu?” tanya Jimin.

Taehyung menggeleng. “Bukan. Lawliet yang ini lebih kecil dariku, tidak seperti L.”

Sekedar informasi, Taehyung sangat menyukai anime Death Note. Taehyung mengetahui anime itu dari kakaknya, Seokjin. Tapi karena anime itu tidak cocok untuk ditonton oleh anak seumuran Taehyung, Seokjin hanya memperbolehkan Taehyung melihat potongan-potongan gambarnya saja. Taehyung tidak pernah merajuk agar Seokjin mengijinkannya melihat anime itu karena kakaknya itu berjanji akan memperlihatkannya saat ia sudah berumur 12 tahun.

“Lawliet? Apa dia berasal dari luar negeri?” Giliran Jungkook yang bertanya.

Taehyung hanya mengangkat kedua bahunya. “Hoseok Hyung tidak bilang dia berasal dari mana.”

Jungkook membulatkan mulutnya tanda mengerti. “Kapan dia akan datang lagi? Aku ingin melihatnya!” pinta Jungkook.

“Aku juga!” sahut Jimin sambil mengacungkan tangannya seakan-akan ia hendak menjawab pertanyaan.

“Entahlah, aku tidak tahu. Nanti aku akan mengabari kalian kalau Hoseok Hyung datang.” kata Taehyung.

“Baiklah. Kami menunggu, lho.”

 

~-~

 

Hyung!” Jungkook berlari mendekati hyung-nya yang baru saja pulang dari sekolah. Yoongi, kakaknya yang sedang melepas sepatunya menoleh ke arah Jungkook dan tersenyum ke arahnya.

“Ada apa? Tumben menyambutku.” ujar Yoongi yang lebih tua lima tahun dari adiknya itu.

Hyung, L Lawliet itu … dari mana?”

“L Lawliet?” Yoongi mengerutkan keningnya. Rasanya ia tidak pernah mendengar itu sebelumnya. “Apa itu? Nama orang? Bahasa asing?”

Hyung tidak tahu?” Jungkook mengerucutkan bibirnya. “Hyung berteman dengan Seokjin Hyung, kan?”

“Seokjin? Oh, L itu. Hyung tidak tahu itu nama dari negara mana.”

Jungkook semakin mengerucutkan bibirnya. “Percuma aku bertanya pada hyung. Aku tanya Taehyung saja, besok.” Jungkook berbalik dan berjalan dengan angkuh ke kamarnya. Sementara Yoongi menatap punggung anak itu yang mulai menjauh.

“Kenapa dia?”

 

~-~

 

Pagi ini, Taehyung datang lebih akhir dari biasanya. Jungkook dan Jimin yang menunggunya di kelas langsung mengoceh tidak jelas saat Taehyung datang, dan Taehyung hanya menampakkan senyuman polosnya sambil meminta maaf.

“Tae, kau kenapa?” tanya Jimin ketika menyadari ada luka lebam di pipi Taehyung.

“Ini?” Taehyung menunjuk luka lebam itu tanpa menyentuhnya. “Kemarin, Hoseok Hyung bermain lagi ke rumahku dengan Lawliet. Hoseok Hyung bilang, mood Lawliet sedang jelek saat itu, jadi dia mudah marah apalagi dengan orang yang masih asing. Yah … ini gara-gara Lawliet.”

Jungkook dan Jimin tercengang. Taehyung bilang Lawliet lebih kecil darinya, tapi apa dia bisa membuat luka lebam seperti itu?

“Tae, Lawliet memukul mu? Memangnya dia sekuat apa?”

“Apa?” Taehyung terlihat bingung. “Bukan begitu. Lawliet mengejarku, jadi aku lari saja. Tapi aku tidak memperhatikan benda-benda di hadapanku, jadi aku menabrak meja.” terang Taehyung yang kemudian dilanjutkan dengan cengiran bodohnya.

“Kenapa kau tidak mengajak kami? Kami, kan, ingin melihat Lawliet!” protes Jungkook sambil mengerucutkan bibirnya.

“Kan, sudah kubilang, mood-nya sedang jelek. Kalau kalian nanti terluka seperti ku, siapa yang nanti disuruh bertanggung jawab? Aku dan Hoseok Hyung, kan?” kata Taehyung.

Jungkook dan Jimin terdiam. Benar juga, sih. Mereka pun tidak mempermasalahkan hal itu lagi dan mengajak Taehyung bermain di luar.

 

~-~

 

Siang ini, Jungkook tengah bermain PS di ruang tengah ditemani kacang kesukaannya. Jika sudah begini, rasanya seperti terdapat sebuah kaca kedap suara yang mengelilingi Jungkook. Seberapa keras seseorang memanggilnya atau berbicara padanya, ia tidak akan menanggapi sampai layar TV menampakkan tulisan ‘game over’.

“Jungkook!” Yoongi berteriak dari arah tangga sambil berjalan ke arah adiknya itu. “Ada SMS dari adiknya Seokjin. Dia menyuruhmu ke rumahnya, sekarang”

Yang diajak bicara tampak tidak peduli. Ia masih saja menatap layar TV dengan sangat serius. Yoongi pun merasa kesal. Ia berbalik dan berjalan kembali ke kamarnya di lantai dua.

“Aish, menyebalkan.” Jungkook menyudahi permainannya karena ia kalah. “Hyung! Hyung bilang apa?” tanya Jungkook sambil menolehkan kepalanya ke arah Yoongi yang masih berada di tangga.

Yoongi menghela napas kesal, kemudian ia berbalik. “Adiknya Seokjin mengirim SMS, dia menyuruhmu ke rumahnya, sekarang.”

“Oh? Taehyung?”

“Tentu saja. Memangnya Seokjin punya berapa adik?”

Jungkook langsung bangkit dan berlari keluar tanpa mematikan PS-nya. “Hyung, aku pergi dulu!” teriaknya sebelum benar-benar berada di luar rumah.

Yoongi yang melihatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. “Anak kecil.”

Jungkook mengambil sepedanya di garasi dan mengayuhnya sekencang mungkin menuju rumah Taehyung yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Kebetulan ia bertemu Jimin di jalan. Mereka akhirnya saling beradu kecepatan menuju rumah Taehyung.

Sampai di rumah Taehyung, mereka meletakkan sepeda mereka di halaman rumah Taehyung begitu saja kemudian mengetuk pintu rumah Taehyung yang berwarna coklat dengan keras.

“Taehyung! Kim Tae Hyung! Kami datang!” teriak mereka bersamaan.

“Ya, iya, tunggu sebentar!” balas seseorang di dalam. Bukannya berhenti, Jungkook dan Jimin malah mengetuk pintu rumah Taehyung lebih keras.

Pintu akhirnya terbuka dan menampakkan wajah imut Taehyung. “Hei, hei, kalian ingin merusak pintu rumahku?”

Jungkook dan Jimin tersenyum polos sambil meminta maaf. Mereka langsung masuk begitu saja ke rumah Taehyung tanpa meminta izin kenapa tuan rumah yang masih berdiri di depan pintu.

“Mana Lawliet?” tanya Jungkook.

“Belum datang. Mungkin sebentar lagi.” kata Taehyung sambil menutup pintu. “Kita menonton TV saja dulu.”

Taehyung mengajak kedua temannya itu ke ruang tengah untuk menonton TV. Mereka pun duduk di sofa sambil menonton salah satu kartun yang tengah diputar. Wadah kotak yang ada di meja di hadapan mereka kini berada dalam genggaman Jungkook. Tangannya sesekali ia masukkan ke dalam wadah itu untuk mengambil isinya -kacang kesukaannya dan memasukkannya ke mulutnya.

“Taehyung!” Terdengar suara teriakan yang tidak asing bagi Taehyung bersamaan dengan suara pintu terbuka.

“Hoseok Hyung!” Taehyung membalasnya dengan teriakan yang lebih keras sambil berlari ke pintu depan diikuti Jungkook dan Jimin.

Di ruang tamu sudah ada Hoseok yang tersenyum ke arah mereka. “Hai, menungguku?”

“Tentu saja. Hyung lama sekali.” tukas Taehyung.

“Maaf, maaf.” Hoseok tertawa renyah. “Jalannya macet tadi.”

“Tae, mana Lawliet?” tanya Jungkook karena ia tidak menemukan orang lain lagi selain mereka berempat di sini.

“Itu,” Taehyung menunjuk ke arah sesosok mahluk di hadapannya. Matanya biru, terlihat menggemaskan, putih dan lebih kecil dari Taehyung.

“Dia?” Jimin memastikan ucapan Taehyung tadi sambil menunjuk sosok yang dimaksud.

Taehyung mengangguk cepat. “Iya, itu L Lawliet yang ku ceritakan.”

Ingin rasanya Jungkook dan Jimin pulang sekarang karena L Lawliet yang mereka dapatkan tidak sesuai harapan.

“Tae,”

“Hm?”

“Kau tidak bilang kalau L Lawliet itu kucing!”

 

~-~

 

Maaf kalo garing. Ini sebenernya kucingnya author. Authornya yang suka sama L Lawliet, padahal kucing author betina. ^_^v

Ini ngebut bikinnya, soalnya kalo ditunda nanti lupa lagi. Gara-gara inget guru di sekolah main ke rumah terus nanya nama kucingnya author, jadilah ff gak jelas begini.

Advertisements

8 thoughts on “[BTS FF Freelance] L Lawliet (Ficlet)

  1. mifta

    njirr… Nyatanya kucing. :v gak kebayang si tae, kookie, ma chim chim jadi anak sd lagi. Duuuh imuttt. Apalagi pas adegan jungkook. Imutnya ngena banget thor. DAEBAK! keep writimg

    Liked by 1 person

  2. jihyeonjee98

    Ini caranya baca namanya gimana aku gapernah nonton anime itu masa ><
    Tapi wkwkw aku kira lawliet itu bukan manusia hanya sekedar imajinasi (ini akibat otakku kebayakan berimajinasi) eh ternyata dia kucing………wkwkwk
    Keep writing kak~~

    Liked by 1 person

    1. Rin Maru

      Aku juga gak ngerti cara bacanya. #lah?
      Di rumah sih kucingnya aku panggil biasa, eL Lawliet
      Tapi kan death note itu dari jepang, mereka bacanya eru roraito. Mungkin cara bacanya eL Lowliet?

      Terima kasih sudah membaca ^^

      Liked by 1 person

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s