[BTS FF Freelance] Evening (chapter 3)

1462514846165

EVENING (chapter 3)

Author :  Dhifanur

Main Cast : Shin Hye Sun

                    Shin Hye Ri

 Jeon Jungkook

Genre : Romance, comedy

Rating : PG-12

Length : chaptered

   FF ini murni dibuat dari inspirasi author sendiri. Tidak ada unsur plagiat dari cerita manapun. Jika menemukan ff yang ceritanya hampir sama dengan ff author, itu hanya kebetulan.

 

Seperti janji yang ia buat dengan Jungkook, tepat di sore hari, Hye Sun sudah berada di taman, tempat dimana ia bertemu dengan Jungkook untuk pertama kalinya. Ia tak lupa, mengenggam sehelai sapu tangan, yang diberikan oleh Jungkook kemarin.  

“kemana dia?” Hye Sun mengedarkan pandangannya ke penjuru taman. Sudah cukup lama, ia menghabiskan waktunya untuk menunggu di taman ini. Akan tetapi, orang yang ia tunggu belum menampakkan batang hidungnya. Hye Sun menggoyang-goyangkan kaki pendeknya, sebagai penghilang rasa bosan akibat menunggu Jungkook terlalu lama.

Hye Sun sedikit melongok ke jam tangannya. Beberapa menit telah berlalu, namun batang hidung Jungkook  belum juga terlihat. Lelaki yang penuh percaya diri itu, belum menepati janjinya untuk bertemu dengan Hye Sun.

“Apa sebaiknya aku pulang saja? Kurasa ia lupa dengan janjinya.” Ujar Hye Sun sedikit putus asa. Ia bangkit dari bangku taman, dan memutuskan untuk melangkah pergi dari taman ini. Kecewa, itulah yang ia rasakan. Ia sia-sia membuang waktunya, hanya untuk bertemu lelaki itu. Hye Sun menggengam erat sapu tangan itu. Kalau bukan untuk mengembalikan sapu tangan itu, ia tidak sudi untuk menunggunya lama.

“Hei, gadis unik! Mau kemana kau?” Tiba-tiba, seorang lelaki berkulit putih pucat, menarik baju Hye Sun dari belakang. Otomatis, Hye Sun membalikan tubuhnya, karena bajunya ditarik oleh seseorang.

“Kau, kenapa kau lama sekali datangnya?” Tanya Hye Sun seraya tersenyum kecut. Bukannya minta maaf, Jungkook malah menyengir kuda.

“Itu karena aku ada urusan sebentar. Kau tahu kan, orang tampan sepertiku pasti sibuk.” Hye Sun memutar matanya jengah. Lelaki itu, tidak akan pernah berhenti memuji dirinya sendiri.

“Ini, aku kembalikan sapu tanganmu.” Seperti janjinya sebelumnya, Hye Sun mengembalikan sapu tangan Jungkook. Jungkook mengambil sapu tangan, yang disodorkan oleh Hye Sun.

“Kau sudah mencuci sapu tangannya, kan?” Tanya Jungkook

“Tentu saja aku sudah mencucinya! Aku ini bukan orang yang jorok,” Tukas Hye Sun kesal.

“Kau ini sangat sensitif! Tadi aku hanya bercanda,” Cibir Jungkook. Lelaki itu memang merasa ada yang kurang, kalau belum menggoda Shin Hye Sun.

tik, tik, tik

Hye Sun merasakan tetesan air yang terjatuh di kepalanya. Jungkook merasakan hal yang sama. Kepalanya merasakan tetesan-tetesan air yang semakin banyak berjatuhan di kepalanya. Lantas, mereka mendongak ke atas. Langit sudah berubah. Langit yang awalnya penuh dengan warna jingga, kini tergantikan oleh hitamnya awan. Pantas saja mereka merasakan tetesan air yang jatuh. Ternyata, hujan sedang bersiap-siap membentur tanah.

“Sebentar lagi akan hujan! Kita harus secepatnya mencari tempat untuk berteduh.” Ujar Hye Sun seraya menutupi kepalanya dengan tangannya. Jungkook  mengangguk setuju. Kalau mereka berlama-lama disini, bisa-bisa mereka akan basah kuyup. “Kau ke rumahku saja. Lagipula, jarak antara rumahku dengan taman ini tidak terlalu jauh.” Ajak Hye Sun seraya menarik tangan Jungkook. Jungkook hanya bisa pasrah. Tidak ada tempat berteduh lagi, selain rumah si gadis lugu nan polos itu.

 

“Aku pulang!” Seru seorang gadis berpostur mungil, saat memasuki sebuah rumah yang cukup kecil. Di belakangnya juga ada seorang lelaki berkulit putih pucat, yang ikut masuk ke dalam rumahnya.

“Hye Sun-ah, Aku baru saja ingin membawakanmu payung. Kupikir, kau akan kehujanan karna lupa membawa ini.” Ujar salah seorang wanita, yang wajahnya hampir mirip dengan Hye Sun. Tapi ada hal yang membedakannya dengan Hye Sun, penampilan wanita itu, sedikit urak-urakan.

“Hehehe aku tadi lupa membawanya, kak Hye Ri,” Hye Sun terkekeh. Pikun yang ia miliki, sudah melekat lengket di kepalanya.

“Tapi, siapa lelaki yang ada di belakangmu? aku belum pernah bertemu dengannya sebelumnya.” Tanya wanita itu bingung.

Anyeonghaseo, Jeon Jungkook imnida. Si lelaki tampan dari busan.” Jungkook membungkuk hormat kepada wanita itu. Hye Sun jengah melihatnya. dimana saja Jungkook berada, ia akan selalu mengaku bahwa dirinya sangat tampan.

“Kepercayaan dirimu sangat tinggi! Padahal wajahmu sama sekali tidak tampan.” Ujar wanita itu seraya tertawa. Hye Sun merasa geli di perutnya. Jika saja ia tidak berada di depan wanita itu, pasti ia akan tertawa keras saat ini.

Jungkook merasakan suasana yang tidak enak di rumah ini. kalau saja diluar sedang tidak hujan, pasti ia akan angkat kaki dari rumah ini karna rasa malunya. Baru kali ini, dirinya diakui tidak tampan oleh seorang wanita.

“Ayo, duduklah di meja makan! Kakak akan siapkan cokelat panas untuk kalian.” Wanita itu tak lain adalah kakak dari Shin Hye Sun. Wajahnya mereka memang mirip, tapi kalau urusan penampilan, mereka berbeda 180 derajat.

Jungkook ragu-ragu untuk menuju meja makan, pendengarannya belum siap dengan ocehan kakak Hye Sun, yang bisa saja menjatuhkan harga dirinya lagi.

“Kenapa kau diam saja? ayo kita ke meja makan.” Jungkook terpaksa ke berjalan ke meja makan itu. Ia tak enak hati menolaknya, karna Hye Sun sudah menarik tangannya terlebih dahulu.

“Ini cokelat panasnya! cepatlah minum selagi hangat.” Kakak Hye Sun menaruh dua gelas cokelat panas. Aroma manis dari cokelat, menyeruak di hidung mereka. Menggungah selera siapa saja yang menciumnya.

“Wahh, enak sekali cokelatnya! seperti rasa americano macchiato,” Ucap Jungkook memuji. Tiba-tiba, Hye Sun kembali merasa geli di perutnya. Ia bisa saja menyemburkan cokelat panas yang tengah ia minum.

americano macchiato? sejak kapan kopi americano berubah nama? apa kau seorang barista suci yang  sesuka hati bisa mengubah nama jenis kopi?” Cibir Kakak Hye Sun. Jungkook kembali merasa malu. Memangnya, apa yang salah dengan ucapannya?

“Dasar bodoh! Seharusnya itu caramel macchiato, bukan americano macchiato.” Harga diri Jungkook kali ini terjatuh lagi. Bukan kakak Hye Sun saja yang melakukannya, tapi si Hye Sun ikut membantu kakaknya. Sepertinya, menjatuhkan harga diri orang lain sudah mendarah daging di keluarga Shin.

“Sepertinya, hujan mulai mereda.”  Ucap Jungkook seraya melongok ke arah jendela. “Kurasa, aku tak perlu berlama-lama di rumahmu. Ada urusan penting yang ingin kuselesaikan sekarang,” Ujar Jungkook pada Hye Sun. Sebenarnya, ia hanya beralasan agar bisa pergi dari rumah Hye Sun. Semakin lama ia disini, bisa-bisa harga dirinya akan dihancurkan oleh kakak beradik itu.

“Lebih baik, kau selesaikan urusanmu itu. Hujan juga mulai mereda sekarang.” Ucap Hye Sun seraya membawa dua gelas, yang isinya sudah habis ditenggak oleh mereka. Hye Sun hendak membawanya ke dapur, ia melangkah tergesa-gesa, tanpa memperhatikan apa yang ada di hadapannya. Alhasil, sebelum ia masuk ke dapur, kakinya terlebih dahulu tersandung kaki meja, dan akhirnya…

“Awas!” Jungkook dengan tangkas menangkap tubuh Hye Sun. Membuat wajah mereka berjarak sangat dekat. Tatapan Hye Sun melekat, kepada sepasang iris hitam milik Jungkook.

“Mengapa aku baru sadar, kalau wajahmu sangat tampan,” Hye Sun bergumam. Tiba-tiba, ia merasakan debaran-debaran yang memukul hatinya. Debaran itu semakin lama semakin keras memukul hatinya. Ia tidak tahu, apa yang terjadi dengan hatinya saat ini.

“Apakah mungkin, ini yang namanya cinta?” Hye Sun bertanya pada hatinya.

                                               

                                                          TBC

 

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] Evening (chapter 3)

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s