[Ficlet] Sore Bersama Kakek

kuki

Sore Bersama Kakek

 

An absurd fiction by, a c u

 

[BTS] Jeon Jungkook – Kakek // Family – AU! – Slight of Comedy // Ficlet – G

 

I Just own the soryline

[Sebelum baca, aku mau minta maaf dulu. Maafkan delusiku dari ff ini! Semoga kalian tetep sayang aku /salah/ kuki]

… Bersahabatlah dengan Typo/bhay/….

 

Jeon Jungkook duduk manis di kursi goyang sang Kakek yang kala itu si Kakek sedang memberi makan burung kesayangannya. Bosan dengan siulan sang Kakek yang sudah tidak merdu lagi itu, membuat Jungkook yang semula sangat malas untuk bergerak, memaksakan diri menghampiri Kakeknya.

 

Untuk sesaat yang cukup lama, Jungkook memerhatikan si Kakek yang masih bersiul seraya menggoda si burung untuk memakan pisang yang ia sodorkan ke mulut si burung. Merasa tidak dianggap eksistensinya, Jungkook pun mencoba berdiri di hadapan si kakek, ikut bersiul menggoda si burung.

 

 

“Kenapa kauberdiri di situ? Jangan menggoda Beauty, Kakek sedang memberinya makan.” Kata si Kakek yang sudah berdiri di area Jungkook. Bocah berusia tiga belas tahun itupun sedikit tergeser dari posisinya.

 

 

“Astaga Kakek, aku hanya membantu Beauty agar selera makannya ada. Melihat Beauty yang malas membuka mulut barang sedikit saja, aku sudah tahu alasannya.”

 

 

“Anak kecil, kok, sok tahu. Tidak ada yang bisa memahami si Beauty kecuali Kakek, Kook.” Kata si kakek yang kemudian kembali bersiul.

 

 

Jungkook pun tertawa kecil. “Kakek, bagaimana bisa Beauty memiliki selera makan kalau diiringi siulan Kakek yang sudah tidak merdu lagi itu. Tsk,” mendecak pelan, Jungkook mendapat tatapan sinis dari si kakek yang memang di kenal sangat sensitif perasaannya. Terlalu dibawa perasaan.

 

 

Mengabaikan bocah tiga belas tahun, Kakek pun kembali bersiul.

 

 

Jungkook pun tak lagi berdiri di sisi sang Kakek. Bocah itu sudah duduk kembali di kursi goyang milik sang kakek.

 

 

“Kek, Jungkook ingin tahu tentang masa muda kakek, boleh?”

 

 

Masih fokus dengan burungnya, Kakek pun bergumam. “Masa muda Kakek tidak terlalu indah, Kook. Tidak ada cerita yang menarik.”

 

 

Jungkook tidak percaya. “Bohong! Mana mungkin kakek tidak punya cerita di masa muda? Ayolah, Kek, Jungkook ingin mendengar. Kita jarang-jarang, lho, bisa bersama di sore hari seperti ini.” Rayu Jungkook

 

 

Hhe,” Kakek meletakkan pisang yang ia pegang sedari tadi di dalam sangkar burung, dan kembali menutup sangkarnya. Berjalan menuju keran air, Kakek mencuci tangannya terlebih dahulu, sebelum mendekati Jungkook.

 

 

“Kau ini memang selalu ingin tahu. Singkat cerita saja, ya. Karena Kakek mau mandi, sebentar lagi mau Maghrib.”

 

 

Jungkook kembali duduk manis, bersiap mendengar cerita singkat tentang masa muda Sang Kakek.

 

 

“Sebenarnya, masa muda Kakek itu tidak jauh berbeda denganmu, Kook. Kakek juga lupa masa muda kakek itu seperti apa. Tapi yang kekal abadi di ingatan Kakek itu cuma ….”

 

 

Terlalu bersemangat, Jungkook memotong pembicaraan Kakek. “Apa? Pertemuan pertama Kakek dengan Nenek? Atau … atau kencan pertama bersama kekasih Kakek sebelum mengenal Nenek? Atau mungkin ….”

 

 

“Hahahahaha,” tawa khas seorang Kakek-kakek tua terdengar renyah di telinga Jungkook. Kakek pun menggeleng pelan, memberi jawaban pada tebakan Jungkook, kalau tebakannya itu salah. “Kalau dengan Nenekmu dulu, Kakek dijodohkan oleh Ayah Kakek. Hari ini bertemu, besok menikah. Hahaha ….”

 

 

“Waow, perkenalan yang singkat. “ Katanya takjub. “Lalu, apa?” lanjutnya kemudian.

 

 

Berdeham kecil, Kakek melirik jam dinding yang terpajang di atas pintu. Waktu sudah menunjukkan pukul 17:50, itu artinya waktu Kakek tidak banyak lagi. “Eum… jaman Kakek muda, Kakek tidak tua, Kook,”

 

 

Mendengar jawaban si Kakek, Jungkook mengempaskan tubuhnya dengan keras sehingga kursi goyang itu berjungkit ke belakang dengan rendah. “Astaga Kakek!” Ia pun beranjak dari kursi dan melewati sang Kakek dengan wajah sebal khas seorang bocah.

 

 

Si kakek hanya tertawa kecil mengikuti Jungkook yang berjalan di depannya. “Cucu Kakek mau ke mana?”

 

 

“Mau mandi, terus berangkat ke Masjid. Meminta ampun kepada Allah atas nama Kakek, supaya dikasih umur panjang,” sahutnya kesal sebelum masuk ke dalam kamar mandi.

 

*fin*

 

Tolong!! Dedek gak tau ini apa?? /.\
Sekali lagi maaf ya, aku Cuma gemes ama bayangan aku sendiri, aku bayangin kuki itu anak masjid yang Cuma pengen ngerusuh aja di masjid, yang kalo ikutan shalat, terus nyebut Amin dari baca Al-fatihah yang suaranya nyelekit bikin gatel telinga kakek-kakek, wakakakak, maafkan delusiku teman-teman.

Oh ya, salam kenal, staff baru di sini. Untuk mengakrabkan diri, panggil acu aja. Hehehe

Happy weekend gaes, ciiyyee yg baju lebarannya udah bnyak /apa sih cuu/ngacir/

Advertisements

9 thoughts on “[Ficlet] Sore Bersama Kakek

  1. Kok malah salpok sama burungnya kyaaaaa /ditampol/

    Tjiee yg udah debut ae tjiee, mbaay kapan? Mbuh lah 🙄

    Kakcu lanjutin kak, kukinya ke mesjid bikin ribut terus dijewer kakek kakek, nah kakeknya dateng ngebela kuki terus bawa ke polisi /krik/abaikan ae kak, mbaay masih mabok/

    Like

  2. Astaga kakek :v Ini yg jadi kakek nya siapa sih? Yoongi ya? :v Ucul amat >< Jungkook nya kiyeowo bgt walaupun udah 13 thn. Keren thor ceritanya :v

    Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s