[BTS FF Freelance] Promise (Oneshot)

promise2

Title                     : Promise

Author                 : d_ofuturewife

Length                  : One Shot

Genre                    : Romance, Sad

Rating                   : G

Main Cast             : Park Jimin & Song Bora

Support Cast        : Taehyung

Hai! Disarankan untuk pegangan karna cerita ini bakalan ngebuttt!!!!! #garing

Sebelumnya aku menjelaskan kalau ff ini adalah ff yang udah aku remake dari ff aslinya. FF aslinya di perankan oleh Luhan dan Minah.

Aku juga udah upload ini di beberapa wp ff dan wp ku sendiri liviaaagracely.wordpress.com.

So, aku bukan nya plagiat ya…

Okeh! Happy reading guys!!

***

Musim gugur di Seoul; Angin berhembus menyebabkan banyak dedaunan dari pohon berjatuhan….. Dari lantai dua sebuah sekolah ternama di Busan, terlihat seorang namja yang menatap kosong kearah dedaunan yang jatuh itu..

Bibir tebalnya yang terus menerus kering ia basahkan kembali dengan lidahnya. Ia menyandarkan tubuh tegapnya ke pinggir jendela dan lagi lagi menghembuskan nafas beratnya.

Kemana dia?

Apa dia baik-baik saja?

Pertanyaan demi pertanyaan terus melintas di otak namja ini… Sekali lagi, ia menghela nafasnya berat.

Siapapun yang melihatnya pasti tau kalau ada kegundahan yang amat mendalam terpancar dari matanya.

Masalah cinta?

Ya.

Adik kelas yang sudah menjadi kekasihnya selama 9 bulan kebelakang tiba tiba saja menghilang seakan di sembunyikan oleh hantu…. Sudah puluhan kali ia mencoba menelpon pujaan hatinya itu tapi urung tidak diangkat .  Bahkan ratusan pesan yang namja ini kirimkan pun tidak ada yang dibalasnya…. Ini sudah minggu kedua semenjak kekasihnya itu tidak ada kabar.

Ini jelas amat sangat membuatnya khawatir. Ia mencoba untuk berpikir positive seperti ahh, mungkin dia sedang keluar kota dan disana tidak ada signal.

1 : 3

Ia hanya memikirkan satu alasan positive dan 3 pikiran negative. Dan tak jarang ia menyalahkan dirinya sendiri.

Apa ia bosan dengan ku?

Apa aku berbuat salah?

Apa ia sakit?

Angin berhembus mengibaskan rambut coklat namja ini… Ia menutup kedua matanya sambil berharap seluruh kekhawatirannya terbawa oleh angin yang berhembus.

Ahahaha

Sialnya, saat ia memejamkan matanya bayangan wajah kekasihya terus terbayang olehnya…

Oh betapa namja ini merindukan kekasihnya…

***

Bel pulang sekolah bordering dengan kencang.

Tak sedikit murid yang ricuh ingin keluar dari kelas.

Tapi tidak dengan Park Jimin.

Semua yang ia lakukan seakan di buat slow motion. Jika itu dulu sebelum kekasihnya menghilang tanpa alasan ia pasti akan berlari keluar kelas dengan cepat dan langsung menuju ke kelas kekasihnya.

Ia memasukkan buku terakhirnya kedalam tas dan menggendong tas tersebut ke punggungnya dan berjalan keluar kelas.

Ia memasukan kedua tangannya ke jaket merah kesayangannya…Ia menurunii tangga satu per satu dengan langkah gontai…

Setidaknya jika iya Bora-kekasih ku menjauhi ku karna kesalahan ku sendiri, biarkan aku tau alasanya. Tegas Jimin didalam hatinya.

Dddrttt

Tangannya merasakan getaran dari dalam kantung nya. Ponselnya bergetar. Ia mengeluarkan ponsel tersebut dengan pelan—seperti biasa-.

Bora

Kaget bukan main! Ia melihat nama kekasihnya itu di ponselnya!

“Oh akhirnya!“ Ujarnya gembira dengan cepat ia mengangkatnya .

“Yeobuseyo?” Ujarnya masih sambil berjalan kearah gerbang sekolah. Kali ini dengan langkah lebih semangat dari sebelumnya.

“Hai namja tampan!”  Jawab kekasih pujaan hatinya. Namja ini tersenyum amat sangat lebar sampai sampai kedua bola matanya tidak terlihat sesaat ia mendengar suara gadisnya . Suara yang rindu ia dengarkan selama 3 hari ini.

“ Aku merindukan mu, kau kemana saja ?” What a straight line! 

“ Mianhae Jimin-ah .. Aku harus pergi menemui dokter “

“Dokter?” Kedua bola matanya kembali terlihat. “Apa kau sakit?” Ujar namja ini dengan cepat. Khawatir? itu pasti .

“ … “

“Hey …”

“Ya?”

“Kau kenapa? Kau sakit? Kau ada di rumah sakit mana ? Aku akan kesana sekarang “

“Andwae!!” Jawab Bora cepat . Ia terdengar sangat panik .

“Wae?” Ujar Jimin .

“Anni.. Aku hanya demam biasa. Maksudku aku tidak sampai dirawat di rumah sakit.. Kau ini ahahaha Tenang saja aku pasti akan cepat sembuh… Kau kan tau kalau aku ini gadis yang kuat..”

“…” Ia masih sempat bercanda setelah membuat Jimin khawatir 2 minggu lamanya. Gadis ini benar-benar…

Tapi apa candaan ini bisa diartikan bahwa kekasihnya tidak meninggalkan nya?

“Buruk, tanpa mu ..”

“…”

“Hey , hobimu sekarang menghiraukan orang ya?”

“ Ahahahahahaha …”

Jimin tersenyum gembira mendengar suara tawa sesungguhnya dari gadis ini  … Rasanya seperti sudah berabad-abad ia tidak mendengar suara gadis nya ini .

“Jimin …”

“Bora …”

“Aih! Berhenti bercanda namja tampan! Aku punya pertanyaan untukmu “

“Ahahaha… Sebutkan pertanyaanmu tuan putri ..”

“ Apakah kau mencintai ku?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Hanya…. Ingin tahu …”

“Aku rela pergi kemana pun asal denganmu”

Jadi?”

“Bukankah itu sudah menjadi sebuah jawaban?”

Tak terasa Jimin sudah sampai dirumahnya.. Ia membuka pintu rumahnya dan mencoba melepaskan sepatu sekolah nya dengan satu tangan. Ia segera naik keatas dan memasuki kamarnya masih dengan ponsel menempel di telinganya.

Sesampainya Jimin di dalam kamar; ia memasang laodspeaker  pada ponselnya dan meletakkannya diaatas meja belajar disamping tempat tidurnya .

“Kalau begitu namja tampan ini pasti mencintaiku!”

“Sangat” Jawab Jimin sambil membuka satu per satu kancing seragam sekolahnya dan menggantinya dengan kaus oblong warna biru—warna kesukaan Bora .

Ia naik keatas tempat tidurnya dan berbaring … Ia mengambil ponsel yang ia letakan tadi dan menempelkan nya kembali ke telinganya ..

“Jimin?”

“Ya?”

“Euumm … Kau benar-benar kan mengikutiku kemana pun aku pergi?”

“Doakan saja ..”

“Aishh! Menyebalkan!!”

“Ahahahaha! Ya sayang, tentu aku akan terus bersama mu karna aku tidak bisa hidup tanpamu. Puas?”

“Kalau aku mati?”

“Jangan mengatakan hal aneh….”

“Ah! Mianhae! Euumm, Jimin aku harus pergi sekarang . Kita bertemu besok! Saranghae!”

“Na-do “

Akhirnya aku bisa tertidur pulas malam ini.. Pikir Jimin dalam hatinya..

***

Keesokan harinya di sekolah …

Jimin’ POV

“Oi!” Ujarku sambil menepuk pundak sahabat ku, Taehyung .

“Apa kau melihat Bora?” Tanya ku padanya… Kupikir kami akan bertemu saat istirahat pertama, tapi sampai sekarang aku tidak melihatnya .

“Bora? Ia tidak masuk lagi pabo” Aku mengernyit . Bora bilang ia akan masuk kan hari ini?

“Kenapa ? Kau bertengkar dengannya?” Tanya Taehyung .

“Anniya .. Tapi kemarin aku ada yang aneh darinya “ Jawabku .

“Maklumi saja bro! Wanita memang seperti itu .” Ujar Taehyung dnegan muka nya yang dibuat-buat bijak .

“Baiklah, aku pergi dulu “ Ujar ku lalu pergi meninggalkan Taehyung ..

Kemana dia? Bukannya kemarin ia bilang kami akan bertemu hari ini? Apa sakitnya parah?

At Night

Aku berbaring di tempat tidur ku dengan ponsel di genggamanku . Bibirku tak hentinya tersenyum melihat foto-foto Bora yang ada di galeri ponsel ku …

Fotonya saat makan ice cream,

Foto tangan kami yang bertautan dengan eratnya…

Fotonya di cafe maendorong, saat kami pertama kali berkencan ..

Aku rindu bertemu dengannya. Berbicara dengannya sambil menatap kedua matanya.

Aku bangkit dan segera mengambil jaket yang tergantung di samping pintu kamarku.

 Aku tidak tahan lagi , aku harus kerumahnya. Sekarang!

Aku mengeluarkan motor ku dari garasi , menyalakannya dan mulai mengendarainya ke rumah Bora.

Tak butuh waktu lama untukku menuju rumah Bora , 7 menit .

Saat aku sampai aku memakirkan motorku di depan gerbang rumahnya .. Ku tekan bel pintu rumahnya .

Sekali

Dua kali

Tiga kali.

Tak ada respond sama sekali .. Aku berjinjit untuk melihat keadaan depan rumahnya .

Sepi , dan sepertinya pintu rumahnya terkunci .. Kemana dia sebenarnya?

“Jimin?”

Aku menoleh kebelakang saat aku mendengar seseorang memamnggilku. Dan itu adalah Kedua orang tua Bora.

“Oh! eomonim! Aboji!” Ujarku dengan cepat dan menghampirinya yang berdiri di samping motorku. Dan langsung menunduk hormat pada mereka.

“Apa yang kau lakukan disini malam-malam nak? “ Tanya nya .. Aku sudah dekat sekali dengan ibunya , bahkan aku meamnggilnya eommonim kan?

“Aku ingin bertemu Bora “ Jawabku canggung .

Seketika raut wajah ibunya berubah , matanya meniratkan kesedihan yang dalam… Lain dengan ayah nya yang langsung masuk kedalam rumah menghiraukan aku.

 “Eomonim, gwenchnayo?” Tanyaku.

“Nan gwencana Jimin-ah .. Hajiman, eottohke? Bora sedang tidak dirumah.”

“Jinjjayo? Dimana ia sekarang eommonim?”

“Aku akan menyuruhnya mengaktifkan ponselnya jadi kau bisa berbicara dengannya…. Bagaimana?” Ujar nya sambil tersenyum.

Kenapa aku melihat kesedihan dalam mata nya?

Dan anehnya. Kenapa ia tidak langsung saja menjawab pertanyaanku?

“Oh, ne .. Kamsahamida eomonim.. Geureom, aku akan pulang sekarang ..”

“Ne , hati-hati dijalan Jimin-ah “

“Nee…”

Pasti ada sesuatu yang disembunyikan dariku …

***

Dddrtt

Aku segera membuka mataku saat ponselku bergetar . Aku melihat layarnya dan melihat nama Bora tercetak disana .. Aku melirik jam dinding di kamarku ..

Jam 3 pagi? Aku pasti tertidur saat menunggu telpon darinya. Tapi, kenapa ia belum tidur jam segini?

“Yeobuseyo?”

“Hai tampan , apa aku mengganggu tidur tampan mu?”

“Anni” Jawab ku cepat dan segera duduk bersandar diujung kasurku…

“Kata eomma kau kerumah ku tadi …”

“Yap. Bogoshippo …”

“ … “

“ Yeobuseyo ?”

“Nado Boggoshipo namja tampan …..” Suara nya berubah , seperti tertahan sesuatu .. Tunggu! Apa dia menangis ? Aku seperti mendengar isakan kecil .

“Bora-ya, Kau menangis? “ Tanyaku khawatir .

Setelah beberapa detik ia baru menjawab . “Mianhae, aku ada keperluan hari ini , jadi aku tidak bisa kesekolah lagi .. Padahal aku sudah bilang kita akan bertemu .. Mianhae .. Padahal ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu …”

“Hey , santai saja sayang , kita akan betemu nan—“

“Jimin, kita putus saja “

.

.

.

.

“A..Aku , aku menyukai pria lain .. Eum.. Jadi..Jadi kita putus saja”

Mataku dengan cepat memblak . Apa yang ia bicarakan?

“Apa maksudmu?”  Ujarku dengan suara berat . Apa aku dipermainkannya?

“Selamat tinggal Jimin. Aku harap kita tidak berhubungan lagi setelah ini.“

Ttutt .. Ttutt .. Ttutt ..

“Yeobuseyo? YEOBUSEYO?!” Ujar ku memarahi ponselku sendiri tak peduli ini sudah jam 3 pagi .  Aku membanting ponselku ke samping tempat tidurku dan mulai menjambak rambutku sendiri .. Ada apa dengannya? Namja baru?

Aku mulai menitihkan air mata . Berasa dipermainkan , benar tak menyangka bahwa Bora akan mempermainkan ku.

Maksudku apa apaan dia mendiami ku 2 minggu lamanya. Lalu tiba-tiba muncul menanyakan apa aku mencintainya, berjanji padaku akan bertemu.

Bertemu pun aku yakin kalau ia akan membahas hal ini!

Harga diri ku sebagai seorang namja benar-benar dipermainkan. Bora. Kau gadis sialan.

***

 “Hai! Kenapa kau murung terus akhir-akhir ini?” Ujar Taehyung .

“Aku murung? Jangan bercanda!”

“Hey , kau tanyalah seluruh murid kelas kita.. Kau itu berbeda . Mungkinkah karna berita Bora?”

“Berita apa?” Ujar ku bingung .

Sudah 3 minggu semenjak Bora mengaku bahwa ia selingkuh  . Dan aku berusaha mati-matian melupakannya!!! Aku menghapus seluruh fotonya dan tidak menghubunginya sama sekali! Itu keinginan nya kan?

Aku bahkan sempat pergi ke bar dan membeli minuman keras. Tapi aku tidak jadi meminumnya karna aku ngat Bora tidak suka bau alkhohol.

Setiap aku ingat kejadian itu perasaaan kuterasa terbakar dan aku marah . Bukan pada Bora, Tapi pada diriku sendiri .. Kenapa aku sussah sekali melupakannya?

“Kau… Tidak tau?” Jawaban Taehyung membuat aku naik darah .

“Langsung saja beritau padaku apa yang terjadi padanya?!”

Wow..Wow… Slow man

Aku sadar sepertinya aku terlalu berlebihan. “Mianhae”

“Kau datanglah ke Nyowon Hospital dan masuk ke kamar 754, jika kau ingin tau apa yang terjadi pada Bora .. Aku rasa aku kurang berhak menjelaskan semua ini padamu. Kukira kau yang tau pertama. “ Ujar Taehyung dan langsung pergi .

Apakah aku harus pergi? Menemuinya dan meminta penjelasannya? Tapi kenapa rumah sakit?

Puluhan kali aku berpikir apakah harus aku datang menemuinya?

Dan ya sekarang disinilah aku. Nyowon Hospital.

Aku melangkahkan kaki ku pelan ke arah kamar nomor 754 .

Tubuhku terasa beku saat  aku melihat tulisan di pintu depan tadi .

Khusus Penderita Kanker

Jantung ku tak henti-hentinya berdetak cepat. Kanker? Bora?

Apa….A..Apa ini sebenarnya?

Tangan ku yang sudah terlapisi sarung tangan karetpun meraih gagang pintu kamar nomor 754 . Oh Tuhan … Kuharap semua ini mimpi . Aku menutup mataku berdoa memohon kepada Tuhan . Aku percaya bahwa Bora tidak apa-aapa .

Pemandangan mengejutkan saat aku membuka pintu ini ..

Orang tua Bora berdiri di depan tempat tidur ruangan ini .. Ayahnya memeluk Ibu Bora di dadanya seolah menguatkan wanita ini. Air mata mengalir di wajah ayah Bora yang sudah mulai keriput . Ibu Bora tak berani melihat apa yang terjadi di hadapannya sekarang ini .

Minjung, adik perempuan Bora yang masih duduk disekolah dasar kelas 5 berdiri tegak disamping ayahnya  . Iya memegang tangan ayahnya erat “Eonnie akan baik-baik saja kan appa?” Tanyanya yang dijawab dengan anggukan oleh ayahnya “Ini yang terbaik untuknya …..”

Mataku tertuju pada seorang dokter dan beberapa suster yang sedang mengatur alat kedokteran yang terpasang di tubuh gadis lemah itu .

“Bora …” Ujar ku lirih .

Gadis itu—Bora , melirikkan mata lemahnya kearah ku. kantung oksigen yang ada di wajahnya tidak menghalangiku untuk melihat pipinya yang sekarang  tirus dan bibinya yang pucat . Matanya membalak dan dadanya naik turun .

Aku berjalan pelan kearah nya, menatap tubuhnya yang hanya tersissa kulit dan tulang ..

Ada apa dengan Bora ku?

“Hai…… sayang” Ujarku padanya dan menatap tangannya . Detik berikutnya aku menggenggam tangan itu .

Dokter melihat Bora dan mulai melepaskan kantung oksigennya .

Kenapa dilepas?

“3 menit adalah waktu yang paling lama …” Ujar dokter itu kepada kedua orang tua Bora lalau seegara keluar bersama suster yang membawa seluruh peralatan kedokteran diruangan ini .

Ibu Bora menangis sesenggukkan tepat saat dokter itu menutup pintu ruangan ini ..

Aku melihat Bora tersenyum dengan indahnya kearah Keluarganya ..

“Eomma , Appa , Minjung …… Kamsahamida “ Ujarnya lirih bersamaan dengan setetes air matanya yang mengalir .

Tangan dinginnya masih ada di genggaman tangan ku . Aku bingung .. Apa sebenarnya ini semua?

“Hei namja tampan .. Mau berjanji satu hal?” Ujarnya serak .. Mata kecilnya menatap kearah ku ..

“Berjanjilah untuk melupakanku dan—“ Ucapannya terhenti dan dadanya naik .. Ia sulit bernafas !

“Bora !”

“Eonni!”

Teriak ku bersamaan dengan Minjung .

Bora menarik hembuskan nafasnya berkali-kali …

“Bora! Gwenchana?” Tanyaku dan menggenggam tangannya dengan kedua tangan ku .. Entah mengapa air mataku keluar dengan deras melihat keadaan Bora seperti ini ..

Bora tersenyum lembut dan menutup kedua matanya sebentar ..

“Ber…Berjanjilah untuk tidak mengikutiku lagi …. Tetapla….Tetaplah ada di duni…Dunia”

Ujarnya dengan susah payah dengan dada naik dan turun ..

“Apa yang kau bicarakan sayang? Aku akan tetap berada di sisimu apapun keadaanmu .. Kumohon jangan seperti ini…”

“Stop! ……Ja..Jangan meng……Mengikutiku , ber—janjilah ……..” Ucapnya dengan mata tertutup .

Aku menatap kedua orang tua Bora yang menatapku juga .. Wajah mereka berdua basah oleh air mata mereka ..

Apa……Apakah Bora akan pergi? Meninggalkan dunia ini?

“Oppa! Berjanjilah pada Bora eonnie!” Ujar Minjung keras dengan air mata yang mengalir deras .

Mataku terbuka lebar dan seketika aku sadar apa yang terjadi disini .. Bora akan pergi! hari ini! Sekarang!

“Aku janji! Aku berjanji!” Ucap ku cepat .

Bora terlihat tersenyum dan membuka matanya ….. Dadanya tidak lagi naik dan turun ….

“Gomawo …”

Ia melirikku .. Orang tua nya dan juga Minjung berdiri disebelahnya sekarang … Mereka bertiga menggenggam pergelangan tangan Bora yang satunya lagi..

Ayahnya mengecup dahi Bora lama ..

“Kau bisa pergi sekarang nak ..” Ujar nya lembut di telinga Bora ..

Bora tersenyum lembut dan menatap kami satu persatu “Saranghae—“

Detik berikutnya aku merasakan tangannya lemas dan matanya tertutup sempurnya ..

Mata indah itu tidak akan terbuka lagi … Untuk selamanya ..

Air mata ku terus mengalir .

Betapa bodohnya aku menyia-nyiakan 3 minggu untuk melupakan Bora!!! Aku harus nya langsung mencari keberadaannya ! Aku Bodoh!

Jimin bodoh!!

Kanker paru paru .

Bora mengidap penyakit itu … Sudah sejak dulu katanya , dan masa tersulitnya adalah 4 minggu itu …..

Dia memintaku berjanji tidak akan mengikutinya akrena aku pernah bilang aku akan terus bersamanya kemana pun ia pergi .. Ia ingin aku tetap ada di duia ini menikmati apa yang Tuhan ciptakan nagi manusia …..

3 menit . 3 Menit adalah sisa waktu terlama untuknya hari itu setelah dokter angkat tangan menangani penyakitnya ..

Ia sudah tau bahwa waktu nya sebentar lagi maka itulah ia mencoba menyakiti hatiku dengan bilang kalau ia punya kekasih lain.. Agar aku sakit hati dan cepat melupakanny ..

Dan itu berhasil waktu itu … Bahkan aku menghapu seluruh fotonya . Jaadilah sekarang aku tidak memiliki kenangan bersamanya .

Bora …… Kau aka selalu ada lubuk hati ku

Na-do Saranghae …….

END

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s