[BTS FF Freelance] Save Me! (Chapter 2)

cymera_20160511_204047

Title : Save Me! [Chapter 2]

Author : CGJin

Cast : Kim Seok Jin/Jin [BTS], You/Reader

Genre : Romance, AU

Rating : PG-15

Length : Chaptered

Disclaimer : FF ini murni dari pikiran author, Jin milik Tuhan yang mengirimkanya ke BTS, BigHit Ent dan orang tuanya.

Author’s words : Warn! Setiap chapter karakter berbeda, dan tidak ada hubungan dengan chapter yang lalu. Typo bertebaran!

Background song : Blanket Kick/Converse High

Happy reading~

.

.

.

.

“Yak! Katakan! Kau siapanya Seokjin, huh?!”

Aku kembali tersungkur ke lantai yang berlapis keramik putih ini. Kalian tahu? Aku ditindas. Karena apa? Ah, nanti kalian tahu sendiri.

“Apa kau kekasihnya? Menjijikan! Orang sepertimu tak pantas menjadi kekasih seorang Kim Seokjin! Memangnya siapa dirimu?!” pekik salah satu gadis lagi dan membuat telingaku gatal. Suaranya nyaring sekali. Gendang telingaku serasa ingin pecah.

Baiklah, karena kalian sudah melihatnya, maka kuberitahu. Belakangan ini aku dekat dengan seorang pria, yaitu Kim Seokjin. Dia pria yang tampan, baik, pintar dan popular di sekolah.  Dia disukai banyak gadis, dan para guru menunjuknya sebagai murid teladan di sekolah ini. Oh ya, para gadis ini tak terima jika aku dekat dengan Seokjin.

“Um, maaf. Aku bukan kekasih atau semacam itu. Kami hanya teman, ok? Hanya sebatas teman. Lagipula kalau kalian menindasku,  Seokjin tak akan jatuh cinta pada kalian. Untuk apa kalian begini?” ya ampun, aku mengeluarkan kata-kata kasarku pada mereka dan itu dapat memicu mereka semakin menindasku. Mulut bodoh!

“Huh? Jadi kau ingin mengatakan bahwa kau lebih pantas untuknya?” ujar gadis berambut panjang lurus sambil tersenyum sinis padaku.

“Orang rendahan sepertimu tak pantas untuk dirinya! Dasar murahan!” timpal satu lagi yang berkucir kuda.

“Dengan mendekatinya, apa kau bisa membuatnya mencintaimu, huh? Berapa kau dibayar untuk itu?!” pekik satu lagi yang berkepang. Ya Tuhan, mereka tak mau mengalah. Siapapun tolong aku dari gadis zombie ini!

“Hey, diamlah! Kalian tak melihat jika dia sudah gelisah begitu? Hahaha, wajahnya seperti kera! Hahaha…” tawa gadis yang rambutnya bergelombang.

Apa? Kera? Hahaha, mereka seperti hantu bercampur gorilla dengan bokongnya dimajukan. Sangat mirip dengan Sadako berparas jelek.

Hey, menurut tampang, aku bisa dibilang lebih cantik dari mereka. Mereka menggunakan make-up, makanya cantik. Aku tanpa make-up saja sudah terlihat cantik, hanya menambahkan bedak biasa dan lipgloss, perfect! Hidup natural beauty!

“Sudah selesai tertawanya?”

Suara itu sentak membuat keempat gadis ini menoleh kebelakang dan aku segera berdiri lalu menatap kedepan. Oh my God! Itu Seokjin!

Ia tersenyum sinis pada keempat gadis itu. Mereka rasanya malu sampai menundukkan kepalanya, bakan ada yang menutup wajahnya. Aku hanya menatapnya dengan mulut menganga lebar, tak percaya. Seokjin melihat daritadi? Aku tak menyadarinya! Ini memalukan!

Seokjin berjalan kearah kami dan menarikku dari kepungan para gadis itu dan merangkulku dibahu. Gadis-gadis itu tak percaya apa yang mereka lihat. Dan aku tak percaya apa yang dilakukan Seokjin padaku.

“Seokjin oppa… apa… apa gadis itu benar-benar kekasihmu?” Tanya yang kepang. Seokjin hanya mengangguk dan tentu saja aku terkejut dengan ini.

“MWO? JINJJA?! WAE?!” pekik yang berkucir kuda.

“Wae? Karena aku mencintainya, tentu saja. Itu pertanyaan bodoh!” Seokjin semakin mempererat rangkulannya padaku. Bahkan ia menyentakkan tubuhku ke tubuhnya.

“Gadis itu tak pantas untukmu, oppa!” pekik yang rambut gelombang.

“Kau lebih tak pantas untukku, gorilla.” Ujar Seokjin sinis dan menatapnya tajam. Gadis itu meneteskan air matanya dan berlari pergi. Seokjin, kau terlalu kejam.

“Aku tak tahu mengapa kalian bisa begini. Karena diriku? Please, aku tak perlu. Aku ingin dekat dengan siapapun, itu masalahku. Hubungan dengan kalian apa? Memangnya kalian ibuku? Keluargaku? Bahkan aku tak mengenal kalian. Jadi, berhentilah!” Seokjin kembali mengeluarkan kata-kata yang tergolong kasar. Aku baru pertama kali mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Seokjin langsung.

“Karena kami mencintaimu! Alasan itulah mengapa kami melakukan ini!” bantah yang rambut lurus. Seokjin terseyum sinis.

“Tapi aku tidak mencintai kalian. Toh, apa aku mau mencintai kalian yang seperti gorilla ini? Ya ampun, apa kalian pikir aku akan jatuh cinta pada kalian karena tampang? Hahaha, aku tidak mengandalkan tampang! Kalian cantik, tapi aku tak mungkin akan jatuh cinta pada boneka plastik seperti kalian! Menjijikan!” ucap Seokjin final dan menarikku pergi dari sini. Para gadis itu? Aku tak tahu karena Seokjin tak membiarkanku menoleh kebelakang.

Kami sampai di taman belakang sekolah. Aku melepaskan rangkulan Seokjin dibahuku. Aku menatapnya.

“Apa maksudmu itu? Kau membuat mereka patah hati! Apa kau tak punya perasaan? Mereka juga gadis lemah yang tak tahu apa-apa!” hadrikku padanya.

“Dan melihat gadis yang membuat diriku tak memiliki perasaan ini terluka? Aku tak menginginkan itu.” Tutur Seokjin. Aku mengenyitkan dahiku. Aku tak mengerti apa yang ia katakan.

“Apa maksudmu?”

“Aku mencintaimu.”

DEG!

Apa aku bermimpi? Rasanya tidak, karena aku ditindas sampai tersungkur tadi dan rasanya sangat sakit di punggung dan bokongku. Aku tak percaya ini. Seokjin mencintaiku?

“M-mwo?!” tanpa sadar aku memekik.

Well, aku juga bisa dibilang mencintainya, sih.

“Ne, aku mencintaimu! Maukah kau menjadi kekasihku?” Seokjin berlutut, dan ia mengeluarkan setangkai bunga mawar putih dari jas sekolahnya. Bunga itu… bunga kesukaanku!

“U-uh?? N-ne, Seokjin-ah.. a-aku menerimamu. Cepat berdiri!” aku menerima bunga dari Seokjin dan ia pun berdiri. Ia tersenyum, dan memelukku. Rasanya aku tahu kalau wajahku memerah.

“A-ah, Seokjin-ah.. a-anu…” suaraku terbata-bata. Aku gugup! Bagaimana ini? Jantungku berdetak kencang sekali!

Seokjin melepas pelukannya, dan ia meraih tanganku. “Sebenarnya sejak dulu aku menyukaimu. Aku mencari informasi tentangmu, menguntitmu, dan lain sebagainya. Pokoknya aku mencintaimu!”

“A-aku sebenarnya juga mencintaimu, Seokjin. Sejak kita sekelas di sekolah menengah pertama, aku menyukaimu. Tapi karena kau populer dan disukai banyak gadis, aku berusaha melupakanmu. Aku takut ditindas. A—“

“Lagipula sekarang kau bersamaku.  Kau takkan ditindas lagi, arra? Cukup berada didekatku dan kau akan aman.” Ujarnya yakin. Aku tersenyum.

“Gomawo, Seokjin-ah…”

“Ayo pulang! Aku akan menraktirmu! Kau suka ke café shop langgananmu, kan? Aku akan membawamu ke sana. Ah ya, kau suka Vanilla latte, kan? Let’s go!” Seokjin seketika menyeretku untuk pergi ke café yang biasanya kudatangi. Yah, dia benar-benar aneh dan mengejutkan, tapi  ia juga tampan dan menggemaskan. Cintaku tak bertepuk sebelah tangan, rupanya. Aku akan menghabiskan hari-hariku bersama Kim Seokjin, yang sekarang berstatus sebagai kekasihku.

.

.

.

.

A/N : Hallo, Hye kembali dengan FF lanjutan yang gaje menurut Hye(?). chapter lalu lupa dibilang kalau setiap chapter karakternya berbeda, dan tidak ada hubungannya dengan chapter sebelumnya kecuali kalau Hye yang kasih tahu *smirk*.

 Hye kasih bocoran, yaa…. Main castnya hanya JIN, JUNGKOOK, dan JIMIN. Wah, berarti chapter selanjutnya bakalan Jimin?? Entahlah Hye tak tahu heheheh.

Tinggalkan jejak, ya~! Thank you!

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF Freelance] Save Me! (Chapter 2)

  1. Author nim.. so sweet baangeet.. dtembak ma org populer cie ciee cintanya gk bertepuk sebelah tangan.. ditunggu next chapt nya yaa aku udh bca juga yg chapt 1 nya keren thor. Yg ke 3 lebih sweet lgi yaa fighting

    Like

    1. Gomawo, ne~ Chapter 3nya uda keluar, uda dibaca belum??
      Kalo ga baca ntar malam-malam author neror sama Jimin loh *ups
      Sweet yah?? Iya, Seokjin kan orangnya sweet gitu ciee hahaha~

      Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s