[Ficlet] Kebelet

Processed with VSCO with c8 preset

Kebelet

story by ayshry

[BTS’s] Jung Hoseok – [OC’s] Jung Honan

AU!, Family, Fluff/Ficlet/G

Disclaimer : Cast belong to God and the plot is Mine!

***

Seharusnya, kini Hoseok sudah memosisikan bokongnya pada kursi nyaman nan empuk di hadapan layar super besar dan menikmati jalannya film action yang telah lama ia nanti perilisannya. Namun apa daya, tepat sebelum film dimulai, Honan—sang adik—segera memaksanya keluar dari ruangan tersebut dan menyeretnya menuju toilet.

Kebelet pipis adalah alasan Honan untuk menyeret Hoseok ikut bersamanya lantaran si gadis tak ingin kakaknya melihat adegan film dari awal sedangkan dia ketinggalan sendirian. Tak adil bukan, mengingat mereka sudah rela mengantri tiket lama-lama dan hanya Honan sendiri yang ketinggalan cerita. Jadi, mau tak mau Hoseok harus menuruti permintaan menyebalkan adiknya tersebut.

Oi, jangan lama-lama!” Setengah berteriak, Hoseok lantas menghentakkan kakinya kesal. Menunggu di depan toilet perempuan sebenarnya adalah hal memalukan, tapi demi si adik tersayang, apapun akan ia lakukan.

Sekon berikutnya, ponsel di kantung Hoseok berdering. Si pemuda mengeluarkannya lantas mengerutkan dahi ketika melihat nama yang tertera di sana: Jehon—si adik. Si pemuda sempat beerdecak kesal, namun kemudian segera menjawab sambungan telepon tersebut.

“Ada apa sih pakai acara telepon segala? Cepetan keluar keburu fi—”

Jehop! Darurat!

“Ada apa?”

“Eung, bagaimana ini? Sepertinya kau … kau harus membelikanku ….

“Apa? Kenapa bertele-tele sih? Katakan cepat, kau mau apa?”

Pembalut.”

“Ya, tunggu seben—APA?!”

Kekehan hambar menyaut teriakan Hoseok. “Tolong ya, Kak. Seharusnya menses-ku dua hari lagi tetapi entah kenapa mal—

“KAU MENYURUHKU MEMBELI PEMBALUT? YANG BENAR SAJA!”

Lagi-lagi Hoseok berteriak, memancing pandangan aneh dari orang-orang sekitarnya. Merasa menjadi pusat perhatian, Hoseok lantas berdehem; berjalan sedikit menjauh dan mengecilkan volume suranya.

Ya! Yang benar saja, bagaimana mungkin seorang laki-laki membeli barang wanita seperti itu! Hei, aku tahu aku ini tidak tahu malu, tapi, Hon, kau ingin membunuhku atau bagaimana?”

Tapi kau tak punya pilihan lain, Jehop! Kau tega membiarkanku terkurung di toilet? Atau kau ingin melihatku berjalan dengan celana yang ternodai darah?”

Aish! Jangan membicarakan hal menjijikkan seperti itu!”

Ya, makanya belikan, dong! Apa susahnya sih tinggal berlari ke minimarket lalu membelinya. Nanti titipkan saja pada mbak-mbak yang akan masuk ke sini, jangan kau yang masuk, Kak!

“Masalahnya, aku akan jadi bahan tontonan Jehon! Kau ini, harga diriku ma—“

Harga dirimua sudah tak ada, Kak, dan aku tahu itu. Jadi, daripada berdebat tak habis-habis seperti ini, lebih baik kau segera membelikannya, sebelum film-nya selesai, mengerti? Sudah ya, aku tutup, dan jangan lama-lama. Bye.”

Sambungan telepon terputus sepihak, membuat Hoseok hendak berteriak mengumpat namun tertahan karena sadar tengah berada di keramaian. Si pemuda kini terlihat bimbang. Pikirannya tengah bertempur mencoba menentukan pilihan; antara membiarkan sang adik terkurung di dalam sana dan melanjutkan acara menontonnya sendirian atau segera berlari menuju minimarket demi membelikan benda keramat yang bahkan memegangnya saja ia tak pernah.

Menimbang-nimbang untuk beberapa saat; pilihan pertama adalah yang paling menggiurkan. Namun nalurinya sebagai seorang kakak terang saja menolak mentah-mentah ide tersebut hingga tanpa di sadari, kedua tungkai jenjangnya telah membawa ia menuju minimarket di seberang jalan.

Sial, bagaimana bisa aku berakhir di sini? Hoseok membatin.

Mengepal tangannya kuat-kuat, Hoseok mencoba mengumpulkan keberanian sebelum akhirnya melangkah menuju kasir bersama sebuah bungkusan kebutuhan si adik—setelah sebelumnya bertarung dengan si tangan yang enggan meraih benda tersebut. Mengabaikan senyuman mengejek sang kasir, pun bisikan-bisikan halus dari segerombolan gadis di belakangnya, Hoseok memasang senyum sok tegar. Sepertinya ia benar-benar telah memutuskan urat malunya. Jung Hoseok yang malang.

Masa bodoh dengan orang lain; masa bodoh dengan cuitan tak penting; sebab Hoseok melakukannya demi si adik kesayangan: Jung Honan.

-Fin.

  1. ALHAMDULILLAH DEBUT KYA PAKE FIC RECEH KYA. HOLA, MBAAY 01L, MAKNAE SO KIYOWO ❤ Big thanks for budir echaminswag~ alias ipin dan staff BTSFF lainnya yang sudah memberikan kesempatan buat gabung sama kalian ehem, kalian luar bianasa~~ /dibalang
  2. DAN HAPPY DEBUT MBA JUNG HONAN KYA DDNYA KUDA GILA DEBUT KAK HAMDALAH /dibunuh/ Btw, Jung siblings ini punya panggilan kesayangan, yaitu; Jehop dan Jehon, jadi jangan bingung kalau kadang-kadang mereka eksisnya pake nama itu waks
  3. SALAM KENAL SEMUANYA ❤

-mbaay.

Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet] Kebelet

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s