[BTS FF FREELANCE] Being a Nerd, Too? (Drabble)

BANT

Title : Being a Nerd, Too?

By : Kangharastory

Genre : Romance & School Life
Rating : PG – 16

Lenght : Drabble

Cast : Park Jimin ( BTS ), Kim Nayeon ( OC )

Note : Cerita berawal dari kegantengan, kecupuan dan keimutan (?) Jimin pada era Dope. Enjoy~

 

Preview: How To Date Nerdy Guys?

Ini adalah secuil dari kisah ke-kutubukuan Jimin yang di gila-gilai Nayeon, dan juga perjuangan Nayeon untuk mendapatkan Jimin sampai titik darah penghabisan.

‘Hhh’

Jimin menghela nafasnya tak habis pikir. Kedua iris matanya menatap gadis berkuncir kuda dengan bandana pita berwarna merah muda di kepala yang tengah duduk di hadapannya –membaca sebuah buku yang Jimin yakin sama sekali tak masuk ke dalam otaknya– tanpa berkedip. Sudah sangat ia ketahui bahwa gadis berkuncir kuda itu memang benar-benar bodoh dalam segala hal –sorry to say, tapi itu memang kenyataan. Dan, bagaimana bisa gadis itu terus menerus menempel padanya? Membuat risih saja.

Bahkan –

“being a nerd, too?”

Sampai hati sudah dia mengutuk gadis itu, bahkan bisa disadari dirinya semakin mempercepat helaan nafasnya hingga kedua bahunya terasa berguncang. Gadis itu memang pantang menyerah, semakin Jimin bilang tidak, maka semakin gigih dia mengejarnya. Mengenakan kacamata bulat juga sama sekali tidak menarik minat Jimin –sebenarnya, tapi gadis itu benar-benar sangat lincah dan punya banyak alasan, Jimin bahkan tidak tau harus bagaimana agar bisa menghadapinya –mungkin akan sangat melelahkan.

Cukup sudah. Jimin tidak tahan lagi di gelayuti gadis bodoh ini terus menerus.

“mau –kemana?”

Gadis itu membenarkan letak kacamata bulatnya yang melorot –akibat menunduk- dan menatap Jimin yang tengah sibuk merapikan buku-bukunya secepat mungkin.

“tidak denganmu.”

Gadis berkuncir kuda yang diketahui bernama Nayeon itu mengerutkan dahinya. Kemudian bibirnya mengerucut selagi kedua mata bulatnya mengikuti pergerakan Jimin yang masih sibuk –bahkan sangat sibuk, dihadapannya.

“bukankah kita sedang kencan?”

–datar, Jimin menatap Nayeon tanpa ekspresi. Bahunya ia turunkan –kentara sekali dia menahan kesabarannya. Ini, salah satu hal yang membuatnya tidak tahan. Dimanapun dia berada maka disana pula Nayeon berada. Dan hal itu benar-benar membuatnya risih. Dan, kencan? Hey! Apa gadis itu tidak tahu jika lelaki dihadapannya ini anti wanita –ekhm, cantik seperti dirinya? Lagipula mau cantik atau tidak, Jimin tetap tidak peduli, yang jelas jangan pernah mengganggunya.

BRUKK!

Buku tebal yang isinya mempelajari tentang beberapa ilmu kimia itu sengaja ia banting di tumpukkan paling atas –melampiaskan amarahnya yang sudah memuncak dan sedikit membuat Nayeon berjengit kaget.

“sudah cukup. Jangan ganggu aku lagi.”

Lagi. Jimin mengucapkan kalimat yang sama di hadapan gadis itu sejak beberapa hari ini. Dan dia berharap ini adalah yang terakhir kalinya dia bersama Kim Nayeon si gadis menyebalkan itu. Sedikit muak Jimin melihat tingkah Nayeon yang benar-benar diluar batas. Melirikpun rasanya Jimin tak sudi. Oh, biarlah jika dia di cap sebagai pria kutu buku paling sombong di dunia. Lagipula, hanya gadis ini yang benar-benar tak pernah menyerah terhadapnya.

“aku –tidak bisakah kau mengajariku beberapa pelajaran? Ibuku bilang aku akan di pindahkan ke asrama jika nilaiku tidak naik.”

Bahkan dia adalah gadis pertama yang melakukan skinship dengannya, membuat langkahnya terhenti sejak tangan mungil itu menahan lengannya. Ohh, rasanya bulu kuduknya meremang beberapa detik yang lalu. Apa karna baru pertama kali Jimin bersentuhan dengan wanita? Sungguh, wanita ini sangat lancang.

Dan sial. Sejak kapan juga mulutnya pandai berbohong? Jimin tahu betul gadis itu tidak pandai berbohong. Gadis itu sangat kekanak-kanakkan. Hanya dengan melihat matanya, Jimin tahu jika gadis itu tengah berbohong saat ini. Begitu inginkah dia mendapatkan Jimin?

Tak kunjung mendengar jawaban lelaki itu, Nayeon kembali berucap.

“setelah itu –“

Gadis itu memberi jeda, membuat Jimin menaikkan sebelah alisnya.

“setelah itu?”

Jimin memastikan, membuat gadis itu menelan ludahnya susah payah yang membuat Jimin agak tak tega melihatnya.

“setelah itu –aku tidak akan mengganggumu lagi. Janji.”

Kedua jarinya membentuk huruf V, sementara bibirnya melengkung memperlihatkan gigi kelincinya yang nampak imut. Tak dapat di pungkiri, siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona. Sudah sangat ia hafal gelagat dari gadis itu. Gadis itu bukanlah tipe yang akan menepati janjinya, tapi sialnya gadis itu mampu membuat semua orang percaya padanya. Kecuali Jimin. Tentu saja, Jimin memang tidak mudah.

“baik. Beberapa pelajaran.”

Jimin menarik paksa lengannya dan meninggalkan Nayeon tanpa bisa menahan lengkingan di sudut bibirnya. Oh ya, jadi, bagaimana jika gadis itu ternyata hanya mempermainkannya? Atau –bisakah  Jimin juga memberi sedikit pelajaran padanya?

FIN

 

Advertisements

9 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] Being a Nerd, Too? (Drabble)

  1. Enchim sok jual mahal deh-,-
    Bulu kuduk lueremang saat skinship sama nayeon? Lu pikir nayeon setan, njirr:v ada-ada aje enchim mah:vv

    Like

  2. Sombong kamu chim anjaay sini tawur aja sama nuna sini hmpph /dibegal jimin/
    Btw….ini kayaknya udah bukan drabble lagi yaa udah sepanjang jalan kenangan/salah/ kayaknya udah masuk ficlet deh ehe

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s