[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire (Chapter 1)

b234

Tittle: The Academy of Vampire

Scriptwriter: carishstea274

Genre: Fantasy, school life, action, friendship, romance

Main cast: Go Aerin (OC), Kim Taehyung/V (BTS), Park Jimin (BTS), Min Yoongi/Suga (BTS), Jung Soojung/Krystal (f(x)).

Support cast: Choi Junhong/Zelo (BAP), Song Yunhyeong (iKON), Kim Jinhwan (iKON), Jung Eunji (APink), Jung Daehyun (BAP), Son Naeun (APink), Oh Sehun (Exo), Kim Jongin/Kai (Exo), Yook Sungjae (BTOB), Kim Namjoon/RapMonster (BTS), Joshua (Seventeen), Kim Jiyeon/Kei (Lovelyz), Lee Mijoo (Lovelyz), Yoo Youngjae (BAP), Park Jin Young/Junior(GOT7), Mark Tuan/Mark (GOT7), Bae Suzy (Miss A), and other (some will coming soon and maybe some will disappear).

Duration: Chapter

Rating: 15

Disclaimer: This story is pure mine. Jalan ceritanya asli dari otak author yang suka berimajinasi ini. Maaf kalau masih banyak salah. Hehe… But, don’t be plagiat, ne. Don’t bash. Dan yang paling penting jangan lupa tinggalin jejak yak :v. Mohon bantuannya :v. Okee, HAPPY READING!!!

***

Apa ada sesuatu yang membuat kalian takut?

Monster?

Bagaimana dengan sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari seorang monster. Sesuatu yang dianggap sangat-sangat berbahaya bagi siapapun.

Ya, aku seharusnya memang tak pernah ada.

***

“Aerin? Siapa Aerin?”

“Kau tak kenal dia? Go Aerin. Dia sekelas dengan kita omong-omong. Sepertinya kita juga pernah satu kelompok dengannya. Anak yang sangat pintar itu. Dari divisi es,” –

Tapi dia terlihat berbeda. Auranya bukan aura seorang vampire. Aneh.

.

.

.

 

Jimin POV-

Haii, namaku Jimin. Park Jimin lengkapnya. Umurku sekarang sekitar enam belas tahun. Aku sekolah di sekolah yang cukup elite di kalanganku. Setidaknya dengan sekolah di tempat itu masa depanku pasti terjamin. Ngomong-ngomong aku anak tunggal. Aku punya seorang ayah yang hebat, dan ibuku juga sangat cantik. Tentu saja, keluarga kami pastinya terlahir seperti itu semua. Dan…, oh! Aku lupa memperkenalkan yang satu ini. Ini penting. Kau harus ingat, bahwa aku bukan seorang manusia. Yaa, mereka memanggilku dengan sebutan vampire.

.

.

.

@Sekolah

Aku berjalan menyusuri koridor sekolahku. Memang minta ampun jauhnya. Dan yang lebih menyebalkannya, koridor ini tak ada setengahnya dari jalan yang harus kutempuh dari asrama ke kelas. Murid-murid dilarang untuk melakukan teleport saat di sekolah maupun di dunia manusia. Katanya itu masih terlalu berbahaya untuk kami. Hah! Sebenarnya mudah saja jika tak ada peraturan.

Dan kalian tahu kenapa aku tadi kembali ke asrama? Bukuku tertinggal di sana. Ya, aku tahu, aku memang anak yang ceroboh. Tapi percayalah, ini bukan sepenuhnya kesalahanku. Seseorang mengerjaiku tadi pagi, sehingga aku harus terburu-buru saat bersiap tadi. Yaa, ini salah satu inisiatnya untuk mengerjaiku seperti ini walau tak langsung.

O, benar. Kalian tak mengira sekolah yang kutempati belajar ini adalah sekolah elite biasa bukan? Di sini adalah sekolah khusus para vampire. Dan hanya vampire-vampire tertentu yang bisa memasuki sekolah ini. Bagi para vampire yang tak memenuhi syarat, mereka akan dikeluarkan dan dihapus dari daftar nama keluarga vampire. Yah, bagaimana aku menyebutkannya? Ini mungkin terlalu kejam. Tapi sejujurnya mereka yang tak memenuhi kecukupan untuk masuk sekolah ini akan dieksekusi mati oleh pengadilan vampire.

Mereka dianggap sama saja dengan mencemari nama baik bangsa vampire. Kejam memang. Beruntungnya aku bukan termasuk dari mereka. Sungguh melegakan. Walau harus kuakui aku tak memiliki otak yang begitu bagus, namun setidaknya sekolah ini masih mau menerimaku karena kemampuan medisku yang katanya luar biasa. Ya, kurasa memang hanya itu kelebihanku. Aku bisa menyembuhkan seseorang dengan baik dan cepat. Dan tentu saja aku menyukainya.

Oh, lihat di sana! Aku sudah sampai kelas dan di sana, teman-temanku sudah berkumpul …. tanpaku? Keterlaluan.

“Ya, Jimin! Kenapa lama sekali datangnya?” teriak salah satu dari mereka yang berambut pirang.

“Lupakan. Kai mengerjaiku,” balasku jujur.

“Lagi? Kau memang sesuatu, Jim. Makanya ia senang menjadikanmu mainannya,” ujar yang lain dengan diakhiri tawa oleh temanku yang lain. Kenapa mereka begitu menyebalkan, huh?

Oh benar, aku belum selesai menjelaskan. Di sini, di sekolah vampire, kami dibagi menjadi tujuh divisi. Itu ditentukan oleh kemampuan diri sendiri sejak lahir. Kata mudahnya itu memang bawaan keturunan.

Tujuh divisi itu, yang pertama adalah divisi air. Divisi yang dianggap paling tua entah mengapa. Ya, seperti namanya, mereka bisa dibilang pengendali air. Salah satu temanku yang termasuk dalam divisi ini ada di sana. Orang berambut pirang tadi, Kim Jinhwan.

Lalu selanjutnya ada divisi angin. Mereka juga bergulat dengan angin. Menggerakkan udara. Namun bila level mereka sudah tinggi, mereka bisa mengendalikan cuaca. Aku juga punya teman di sana. Namanya Song Yunhyeong. Ia teman sebangkuku.

Lalu di divisi api…, ya, kau tahu bagaimana divisi itu. Seperti yang kau dengar atau kau tonton waktu di bangku sekolah dasar. Si Kartun ‘Avatar The Legend of Ang’ itu. Ya, divisi api ini tak jauh berbeda dengan pengendali api dalam cerita itu. Dan.., sepertinya aku tak punya teman yang ada di sana. Tapi ada seseorang yang kukenal. Ya, hanya kenal. Kai. Dia bisa mengendalikan api. Dan itulah yang membuatnya lebih menyebalkan.

Yang keempat, ada divisi tanah. Mereka bisa membuat gempa atau semacamnya. Entahlah, aku tak terlalu paham. Divisi itu terlalu membosankan menurutku. Ada seseorang yang kukenal, bernama Yook Sungjae. Ya, sebenarnya dia juga kerabat ayahku. Tapi aku tak tahu bagaimana ia bisa masuk divisi tanah, bukannya divisi yang sama denganku. Di kelas kami juga tak terlalu dekat. Entahlah.

Divisi lainnya adalah divisi cahaya. Di sana ada seorang yang benar-benar kukagumi sejak masuk tahun pertama. Namanya Suzy. Dia cantik dan pintar. Dia juga baik. Apa lagi kira-kira? Pokoknya dia adalah perempuan yang paling sempurna menurutku. Temanku bernama Jung Daehyun juga ada dalam divisi itu. Sejujurnya kami adalah saingan. Saingan untuk mendapatkan Suzy. Di divisi itu, mereka mengendalikan sinar, menyatu dengan alam, membantu tumbuh-tumbuhan subur, menciptakan kilat atau petir, percikan cahaya lucu, dan yang paling menakjubkan adalah ketika mereka membuat kembang api. Benar-benar hebat.

Lalu ada juga divisi es. Ya, itu divisiku. Divisi yang paling keren.

“Apa? Divisi es keren? Bagaimana bisa dibilang keren? Kalian membekukan apa-apa yang kalian pegang! Apa itu yang disebut keren?” sela Daehyun.

“Bisakah kau hanya diam, Daehyun?”

Baiklah, mari kita lanjutkan. Di divisi ini ada aku dan sahabatku, Aerin. Beruntung kami bisa satu divisi. Kalian tahu? Dia seperti sudah pro nya di bidang ini. Dia yang mengajariku segala teknik pengendalian. Jadi aku tak perlu takut akan tes praktek lapangan. Aerin sudah mengajarkan semuanya padaku.

Kalian pernah menonton film ‘Frozen’? Aerin bagaikan Elza di film itu. Dia cantik namun pendiam. Eh? Pendiam? Eum, tapi kurasa dia juga cerewet.

“Dia adalah yang paling suka mengomel di dunia kami,” sela Yunhyeong.

“YA!”

Biarkan aku terkikik untuk yang satu ini. Eum, seperti yang kau dengar, dia itu pemarah. Yah, mungkin ia termasuk pendiam yang menakutkan menurutku.

Baiklah, selanjutnya, dan yang terakhir adalah divisi ilusi. Aku tak mengerti dengan orang-orang di divisi ini. Tapi kurasa merekalah yang terhebat. Mereka bisa menciptakan ilusi di pikiran orang lain. Pembaca pikiran dan bisa menggerakkan benda-benda dengan pikiran mereka. Jika level mereka sudah tinggi, mereka akan bisa mampu mengendalikan pikiran. Benar-benar menakutkan. Namun aku punya teman yang ada di sana. Dia Jung Eunji. Teman sebangku Aerin. Anehnya Eunji tak menakutkan sama sekali. Dia anak yang sangat ceria. Malah yang paling ceria di antara teman-temanku. Berbeda dengan anak divisi ilusi lainnya yang biasanya terlihat dingin dan misterius.

Selain divisi, di sini juga ada pembagian kelas. Ada tiga kelas utama. Pertama adalah kelas healer. Penyembuh. Di sanalah aku berada. Tentunya aku tak sendirian. Di kelas ini juga ada Eunji dan Jinhwan.

Kelas kedua adalah kelas petarung. Fighter. Mereka yang hebat dalam serangan. Daehyun, Yunhyeong, Kai, dan Suzy ada dalam kelas ini. Aku tak mengerti, kenapa Daehyun dan Suzy selalu ada dalam satu kelas? Ini menyebalkan.

Dan kelas yang terakhir adalah kelas yang membosankan menurutku. Kelas cendikiawan. Mereka yang berminat untuk mengurusi pemerintahan vampire. Mereka akan bekerja di pengadilan vampire kelaknya. Tentu saja kelas ini sangat sulit untuk dimasuki. Mereka yang ingin masuk harus melalui tes, dan bisa dipastikan IQ-mu pastilah sangat tinggi jika masuk kelas itu. Hanya ada dua belas orang di kelas itu. Nantinya mereka akan diseleksi lagi menjadi sepuluh orang jika sudah waktunya. Namun, ada satu temanku yang berhasil masuk kelas itu. Ya, dia adalah Aerin. Kuakui ia memang pintar. Namun sejujurnya menurutku ia sedikit aneh. Entahlah.

Selain pelajaran khusus untuk divisi dan kelas utama, kami semua menjadi satu kelas, dan mendapatkan pelajaran-pelajaran biasa. Di sini kami mendapat pelajaran-pelajaran pada umumnya. Dan disitulah kami berkumpul dengan teman sepermainan.

Seperti apa pelajaran di sini? Eum, ada pelajaran yang isinya apa-apa soal manusia. Itu agar kami bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan manusia nantinya. Dan itu juga memudahkan kami untuk mencari pekerjaan kelak.

Selain pelajaran-pelajaran itu, kami bisa memilih pelajaran-pelajaran khusus vampire, seperti ramuan, ilmu hitam, ramalan, dan lain-lain.

Oh, benar. Jangan kira pelajaran kami hanya mempelajari vampire dan hal hal itu. Kami juga tetap mempelajari pelajaran manusia seperti normalnya. Tentu saja tetap ada matematika, kimia, bahasa, ilmu umum, dan sebagainya. Itu untuk menunjang pengetahuan umum kami. Maka tak heran jika kaum vampire terkenal akan kepintaran mereka. Dan itulah yang membuat mereka membosankan. Selalu serius dan tak bisa diajak bercanda. Ya, seperti itulah bangsa vampire.

“Jimin kau sudah makan? Bagaimana jika kutraktir?” tawar Aerin tiba-tiba. Aneh. Jarang-jarang anak ini baik padaku.

“Kenapa kau tiba-tiba menjadi baik? Apa ini hari ulang tahunmu?” tanyaku asal.

“Sebenarnya ini memang hari ulang tahunnya. Kami sudah menghabiskan kuenya karena kau terlalu lama,” balas Yunhyeong. Apa?

“Ya! Bagaimana kalian bisa sekejam itu?!!” protesku tak terima.

“Salah sendiri kau tak segera datang. Sudahlah, kau kutraktir saja ya. Sulit sekali mencari kue darah yang enak di daerah ini,” ujar Aerin.

Aku pun meringis senang. Setidaknya yaa, ia masih perhatian padaku. Masih mau mentraktir itu lumayan untuk ukuran seorang Go Aerin. Tahu sendiri ia biasanya sangat pelit. Mungkinkah Eunji mengubah pikiran Aerin? Hahaha, tapi levelnya tentu belum setinggi itu.

Yup, akhirnya aku dan yang lain pergi ke kantin. Sekedar menemaniku. Pikir kalian mereka teman yang sangat perhatian, bukan? Oh, tidak juga. Mereka pasti juga akan meminta makanan gratis dari Aerin. Dan oh, tenggorokanku sungguh terasa kering. Bodoh sekali tadi aku tak sempat sarapan.

BRAK!!

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN!!!”

Suara riuh itu berasal dari salah satu sudut kantin. Seperti suara milik Naeun, tapi entahlah.

“M…maaf, aku tadi terlalu terburu-buru dan tidak melihat.”

“Apa kau tak lihat bagaimana baju Krystal basah?”

Oh, benar sudah tebakanku. Seorang siswa ceroboh berurusan dengan Krystal dan Naeun? Habis sudah hidupnya. Ditambah di sana juga ada Youngjae. Sukses sudah dirinya menghabisi diri sendiri. Dan tentu saja sekarang ia sedang menjadi pusat perhatian seluruh kantin.

“Sungguh aku minta maaf. Aku benar-benar tak sengaja menumpahkannya,” ujar siswa malang itu.

“APA KAU PIKIR MINTA MAAF SAJA CUKUP?” bentak Youngjae dengan nada sinis.

“Jimin, bagaimana jika nanti sepulang sekolah atau besok saja aku mentraktirmu. Aku malas ada di sini,” ucapan Aerin tadi menyadarkanku.

“Eo? Oh, baiklah, terserah kau saja,” ujarku menurut. Aku tahu Aerin paling tak suka saat-saat seperti ini. Melihat orang berkelahi, beradu argument, sangat membosankan baginya.

Terutama jika itu adalah Krystal Jung. Aku juga tak mengerti permasalahannya. Aerin bilang, Krystal selalu menatapnya dengan aneh, dan aku pun juga menyadarinya. Tatapannya memang selalu dingin pada siapapun. Tapi kalau untuk Aerin, bukan hanya tatapan dingin, tapi tatapan itu juga seperti tatapan mengusir. Mengerikan memang. Jadi Aerin selalu berusaha menghindar. Ia tak ingin mencari masalah.

Kami pun kembali menyusuri koridor sekolah. Di tengah jalan, inilah yang hebat. Kami melihat sekumpulan gadis sedang berbisik, dan tersenyum tak jelas, sambil menggerombol. Mengikuti suatu objek menakjubkan(?).

Tiga orang yang sangat terkenal. Mereka bagaikan artis di sekolah ini. Mereka tampan dan pintar. Sayangnya sikap mereka benar-benar seperti es. Ketiganya ada di divisi ilusi, dan mereka ada di kelas yang sama dengan Aerin, kelas cendikiawan. Melewati mereka saja rasanya sangat dingin. Apalagi bergaul.

“Jung Eunji! Kenapa kau tak menyapa mereka? Kalian bukankah satu divisi?” tanya Daehyun yang mulai cerewet.

“A…ani. Jangankan menyapa, berbicara pada mereka saja tidak pernah,” ujar Eunji pelan.

“Bagaimana denganmu Aerin? Bukankah kalian juga satu kelas?” kini giliran Jinhwan yang bertanya.

“Aku pernah berbicara pada mereka saat kami menjadi kelompok. Dan sejak itu, aku menghindar untuk sekelompok dengan mereka lagi. Entahlah, mereka misterius menurutku. Aku tak mau berurusan dengan mereka,” jelas Aerin.

“Tapi lihatlah fans-nya. Whoaa…,” kagumku.

“Mereka adalah murid terbaik. Master Nam selalu membesar-besarkan nama mereka di kelas. Sedikit saja membuat salah, ia pasti bilang, ‘Apa kalian tak bisa melakukannya dengan benar? Lihatlah Suga. blablabla…,’ ” ujar Daehyun menirukan suara Master Nam, dan diakhiri tawa renyahnya.

“Heish…, V dan Zelo juga sama saja,” tambah Eunji.

“Siapa? Aku tak kenal mereka semua,” ujar Aerin.

“Ck. Mereka teman sekelasmu, Rin. Bagaimana kau bisa tak kenal?” tanyaku jengah.

“Aku tak peduli. Tak ada urusannya denganku. Toh, mereka tak bisa diajak bergaul kecuali Zelo. Namun ia juga hanya suka bergosip. Bukankah lebih baik aku tak perlu mengenalnya?” ujar Aerin singkat dan kembali berjalan. Namun…,

“Go Aerin?”

.

.

.

Author POV-

“Suga! Mau makan?” tanya Zelo pada seorang di sampingnya.

“Ke kantin? Lupakan, aku tak lapar,” balas Suga.

“Ck. Bagaimana denganmu V? Setahuku kau daritadi belum makan,” tanya Zelo beralih pada V.

“Bukankah kau yang menghabiskan makan siangku?” tanya V balik.

Zelo pun balas menghela nafasnya,

“Sudahlah, kalian sama saja.”

“Oh, lihat! Bukankah yang di depan itu Aerin?” ujar Zelo tiba-tiba.

“Aerin? Siapa Aerin?” tanya V.

“Kau tak kenal dia? Dia Si gadis es yang kubicarakan beberapa saat yang lalu. Go Aerin. Dia sekelas dengan kita omong-omong. Sepertinya kita juga pernah satu kelompok dengannya. Anak yang sangat pintar itu,” jelas Zelo panjang lebar.

“Benar, itu Aerin,” tambah Suga.

Aneh. Ia tiba-tiba tersenyum aneh. Dan tepat setelah mereka melewati Aerin dan teman-temannya, Suga berbalik,

“Go Aerin?”

Nampak sekali bahwa Aerin sangat terkejut mendengarnya.

“Rin, dia memanggilmu,” bisik Eunji pada Aerin.

Aerin dan semua temannya pun berbalik, dan mendapati Suga yang sedang tersenyum pada mereka seraya melipat tangannya di dada. Sedang dua namja di belakangnya, yang satu terlihat terkejut dan bingung, dan yang satunya lagi sepertinya tak tertarik pada pembicaraan ini.

Apa urusan ketiga namja itu? Mereka yang biasanya sangat dingin terutama Suga, malah sekarang mengajak Aerin bicara? Ditambah dia tersenyum. Sepertinya ia tak pernah tersenyum. Kenapa sekarang tiba-tiba?

.

.

.

@Library / beberapa waktu sebelumnya / Author POV

Aerin kini sedang mencari sebuah buku untuk kelasnya nanti. Untung saja tadi Kei mengingatkannya. Kalau tidak, entah apa yang akan diterima Aerin sebagai hukuman dari Master Im.

Bukunya bertema hukuman bagi para vampire pengkhianat. Aerin juga tak mengerti maksud pengkhianat di sana.

Mata Aerin terus berputar, dan mencari salah satu buku yang berkaitan dengan tema yang dijelaskan oleh Master Yeom.

Akhrinya, setelah menghabiskan beberapa menit, akhirnya Aerin menemukan suatu buku. Judulnya ‘Kaum Pengkhianat di Tangan Pengadilan Vampire’. Tapi kenapa buku itu sangat tinggi?

Tentu saja selanjutnya Aerin mengambil tangga, dan berniat untuk mengambil buku itu sendiri tanpa ada inisiatif untuk minta bantuan. Ya, Aerin berhasil mencapainya. Ia mengambil buku itu, dan berniat untuk turun.

Tapi sayangnya entah mengapa tangganya menjadi sangat licin, dan membuat Aerin terpeleset dan jatuh. Aerin pun memejamkan matanya dengan erat. Ia takut. Tapi…,

Eh?

Kenapa tak terasa sakit sama sekali?

Tunggu! Sepertinya ada seseorang yang…

Perlahan, Aerin mulai membuka matanya. Dan detik itu pula nafasnya tercekat.

Bagaimana bisa?

“S…Suga?!!”

-back to now

Aerin menggigit bibirnya takut sambil memejamkan mata. Kenapa ia harus bertemu Suga lagi, eoh? Tapi akhirnya, Aerin memberanikan diri untuk berbalik. Sebagai alibi agar teman-temannya yang lain tak merasa aneh.

Apa ini? Kenapa ia tersenyum seperti itu?

“Go Aerin, bukan? Bisa berbicara denganmu?”

Kau ingin bicara apa Suga??

Oh, habis sudah kau Go Aerin.

.

.

.

“Go Aerin, bisa berbicara denganmu?”

“Oh, Suga. Tentu saja,” balas Aerin akhirnya. Berusaha bersikap biasa.

“Kau ingat tentang tugas yang diberikan Master kemarin?” tanya Suga langsung.

“Tugas yang-“ belum selesai Aerin mengucapkannya, Zelo sudah menyelanya,

“Oh, benar. Suga belum dapat pasangan. Bagaimana kalau kalian menjadi partner saja?” tawar Zelo.

“Tunggu. Seingatku kaulah yang tak dapat pasangan,” sela V.

“Oho! Kata siapa? Kau tak mau menjadi partnerku?!” protes Zelo dengan tatapan membunuh pada V.

“Tapi aku sudah mendapat-“ V menghentikan kalimatnya setelah melihat situasi sekarang, “Oh, lupakan,” ujar V akhirnya. Zelo pun akhirnya tersenyum senang.

“Jadi bagaimana? Kau mau? Deadline nya sudah dekat. Tak mau bekerja sama?” tawar Suga lagi.

“Tapi kenapa aku?” tanya Aerin.

“Apa?” Suga nampak terkejut dengan pernyataan Aerin tadi.

“Em, maksudku kurasa bukankah ada yang lebih baik? Banyak yang ingin bekerja denganmu. Tapi kenapa kau yang malah tiba-tiba memintaku?” ujar Aerin polos.

“Benarkah? Kurasa malah tak ada yang akan bekerja denganku,” ujar Suga seraya tertawa kecil.

“Begitu? Baiklah, lagipula aku juga belum mendapat partner. Namjoon bilang, mungkin ia akan bekerja dengan Kei, soalnya,” ujar Aerin dengan nada datar.

“Benarkah? Kalau begitu terima kasih,” balas Suga.

“Apa maksudmu? Harusnya akulah yang berterimakasih,” tanggap Aerin heran .

“Tak apa, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih,” ujar Suga dengan senyum manisnya dan kemudian pamit pergi, diikuti dua sahabatnya.

“Apa maksudnya? Aneh,” gumam Aerin.

“Apa ini! Kau bilang kalian tak dekat, dan kau tak ingin lagi sekelompok dengan mereka,” cibir Daehyun.

“Dia yang sedingin itu bahkan bisa tersenyum padamu,” tambah Eunji kagum.

“Kurasa kalian dekat. Dasar Aerin pembohong,” kini Jimin yang menambahi.

“Makanya kubilang juga aneh. Ini pertama kalinya ia mengajakku bicara,” ujar Aerin jujur

-Jimin POV again-

Ya, itu sedikit dari ceritaku hari ini. Kurasa mulai selanjutnya, semua akan menjadi sedikit lebih rumit. Hari ini kurasa perkenalan saja dulu. Terimakasih sudah mau mendengar ceritaku. Ingat! Ini bukan sekolah biasa……

Ini vampire academy…

(/LOL/)

TBC

Haii… hai hai

Gimana? Gaje kah? Baru mau nyoba-nyoba fantasy soalnya. Ini project lama yang aku berhenti nulis dan males buat ngepost sebenernya. Tapi entah kenapa pengen ngelanjutin nulis ini sekarang :v.

Okay, hope you enjoy it! See you in next chap. But, please leave your like or comment, ne!

THANKS FOR READING!! ^^

Advertisements

20 thoughts on “[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire (Chapter 1)

    1. Haii Dyah ^^
      Main cast nya banyak kok. V juga /*apa bedanya coba -_- /*plak.
      Syukur deh kalau kamu suka. Makasii banget looh. Komentarnya juga. Makasiii banyakkkk 😀 . Sampe dikatain kreatif pula. Padahal…ertstgdbh
      Pokoknya ditungguin aja terus yaa sampai akhir. Hihi 😛
      Semoga gabosenn :-))

      Like

  1. VemyaANP

    Wah..baru nemu ff ini hari ini.keren keren keren pokoknya.aku suka cara penyampaian ceritanya.cieee suga~ kayak nya naksir aerin deh hohoho #plaak di tampar author karena sok tau..hihihi

    Liked by 1 person

    1. Gapapa kok baru nemu. Kan uda baca wkwk /*author sesange /*ya emang 😛 /*plak
      Ditungguin terus yaa buat kelanjutannya~ 😀
      Semoga gabosen 😛 😛 😛
      Well, thanks for reading!! Thanks for your review ^^.

      Like

    1. Kaakkk Lisaaaa!!! 😛
      😀
      Iyaa, rasanya dah lama banget Kaak T.T Kakak kemana aja? /*eh? /*padahal keknya aku yang lama ngilang~ wkwk 😛
      Waaa dikatain kece coba. Makasii Kak, semoga gabosen baca cerita nan panjang ini sampai akhirrr. Hihi
      Silakan ditunggu kelanjutannya yaa Kaak.
      Makasii banget dah baca dan mer-eview :-)))

      Like

      1. Lisa Kim

        Iya, kamu yg ilang. Aku mah selalu disini, dihati Jin *ehh /SalahFokus/ kkkk~

        Gak kok, gak bosen. Ini malah lg nunggu kelanjutannya.kekeke..
        Next jgn lama2 yaa *Kedip2UnyuBrngJin* 😉

        Like

  2. Della

    Keren bangettttttttttttttttttt ^^ semangat ya thor !! Apa author bilang ? Ini ff pertama author ? Kok kayaknya malah author udah pengalaman kok 😉
    Fighting thor ^^

    Liked by 1 person

    1. Haii Della ^^.
      Makasiih yaa udah baca. Makasih banget komentarnya.. membangun banget 😀
      Btw ini bukan ff pertamaku kok. Ini genre fantasy yang pertama kali aku post. Dan… *eh? Author masih banyak belajar, belum pengalaman juga wkwk
      Btw ditungguin terus yaa buat kelanjutannya :-)))

      Like

  3. kirito

    Keren ceritanya.. masih bertanya” apakah V bakal jadi main cast wkwk suga modus sebel wkwk gpp yg penting bukan si alien aja /kecuptaetae/ awalnya aku bingung sama jimin POV aku kira dia yg bakal jadi maincast kekeke~ btw aerin lucu yah… kookie ga muncul(?) Mphi ketemu babeh disini kekeke~ semangat thor!!!

    Liked by 1 person

    1. Haii Kirito:-))
      Makasii komentarnya.
      Apa yang harus kukatakan… di atas main cast nya kutulis alien duluan. Duh x_x Ya, nanti diliat aja seberapa jauh imajinasiku ini berkelana /*eh?/
      Terus nanti kek nya bakalan ada Jungkuk, tapi di chap” akhir gitu :v
      Terus.., Jimin POV karena pengen aja yang nyeritain Jimin wkwk
      Main castnya ada 5 kok /lah banyak amat/
      Btw ditunggu terus yaa kelanjutannya.
      Thanks for reading!! ^^

      Like

  4. Ariefania

    Ini ff keren bgt! Ada divisi dan pembagian kelas juga, benar benar ff yang menarik! Suga kenapa itu 😂 Tiba tiba nanya aerin sekelompok Sm dia. Pasti ada udang dibalik batu nih 🤔 Next kakk

    Liked by 1 person

  5. juliahwang

    Hai! ^^
    Ini pertama kalinya aku komen di ffmu ini, panggil aja aku Juls dari garis 97l. Salam kenal yaa 😊

    Btw aku suka sama ide cerita ffmu. Astaga darimana sih km dapet ide begitu haha bawa” si aang lagi top banget 👍 penjelasan tentang vampirnya juga keren banget aku salut (y)
    Semua udah pas pada porsinya. Kamu bilang ini ff pertamamu kan? Oho keliatan sekali sih emang but no problem ini udah bagus kok cuma dibenerin aja pembenahan kata, tanda baca (ini udah bener cuma masih ada yg salah), EYD sama kata baku sih sisanya ya typo nyelip dikit gpp lah ya 😂 saranku sih itu aja ((bukan maksud menggurui lohh)) coba deh bawa ff mu ini ke tempat review, pasti nanti di kasih lebih lengkap maksudku. Ini eksekusinya udah bagus banget pokoknya tinggal di benerin dikit aja pasti perfect 👍 soalnya kan sayang ff bagus gini tapi tulisannya masih ada yg salah kan sayang :”))

    Mungkin segitu aja komenku~
    Aku nunggu chapter selanjutnya 🙂 Oh ya sama satu lagi, konfliknya kurang tegang dikit 😂 hehe
    Oh ya aku harap juga kamu gak tersinggung sama komenku, author yg baik pasti mau nerima kritik & saran dari pembacanya jadi semoga kamu mengerti~

    Good luck ya!

    Liked by 1 person

    1. Haii Kak Juls :-)) kenalin juga ini stea line 00.
      Iyaa kak EYD ku emang agak jelek (*eh? Agak? Banyak salahnya sii :v) Kadang nulisku ngebet, jadi malah banyak typo gitu. Nilai bahasaku juga gabagus bagus amat. Paling jelek malah T.T jadi banyak kata ama bahasa yang yah… gitu deh.
      Terus, itu konfliknya baru muncul di chap” selanjutnya. Kuusahin bikin yang segregetnya . Btw, gapapa kok Kaak, aku malah seneng ada yang benerin, jadi lebih tahu nantinya. Karena aku penulis pemula, mohon bantuannya yaa Kak :”))
      Makasih udah baca yaa Kak. Makasih banget loh reviewnya ^^. Buat kelanjutannya ditungguin yaa. Hehe…

      Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s