[FICLET-MIX] Unspoken Feelings

Unspoken Feelings

Unspoken Feelings

a ficlet-mix special for tiarachikmamu’s Birthday

darkshocobee & Miho-san

Min Yoongi, OC – Romance

G

#1

Lucy merengek, lagi.

Sudah puluhan kali Lucy merengek dan Yoongi hapal sebabnya. Kalau tidak karena alasan aneh yang membuat Yoongi bertanya-tanya apakah gadis itu masih waras–merengek karena isian putih Oreo-nya hilang tak bersisa dimakan kakaknya–pasti tidak jauh-jauh dari sang kakak tercinta itu sendiri, Kim Taehyung.

Yoongi menghela napas kasar.

Sejujurnya, ia bukanlah teman yang baik–walaupun secara teknis, Lucy bakal menjadi adiknya. Dia terlalu cuek buat orang lain, terlebih seseorang yang minta diberi solusi. Dia juga bukan tipe orang yang pandai menghibur. Yang ada bakal bertambah buruk perasaan orang yang dihiburnya.

Maka, yang dilakukannya hanyalah duduk di samping Lucy sembari mendengarkan ulang lagu buatannya di laptop.

Toh, Lucy yang akhirnya memutuskan untuk bersuara.

“Kak Taehyung melakukannya. Lagi,” gumam Lucy kesal. “Sudah berapa kali kubilang, aku tidak suka Oreo-ku dimakan setengah begitu! Itu sama saja seperti–apa, ya, istilahnya–seperti mengambil jiwa seseorang! Kepingan hitamnya itu jadi Cuma seonggok tubuh tanpa jiwa!”

Yoongi ingin menyela tentang perbandingan yang konyol itu, tetapi memutuskan untuk diam saja.

Lucy yang sedang meracau soal Oreo terlalu seram buat Yoongi sekalipun.

“Sudahlah, jangan dibahas lagi,” gerutu Lucy kesal. “Pokoknya, aku sebal dengan KakTaehyung.”

Yoongi hanya memutar bola mata, tak mengacuhkan gerutuan kesal sang gadis.

Gadis itu menghela napas kasar. Netranya menangkap penampakan laptop Yoongi dan headset yang menyumpal kedua telinganya.

“Lagu barul agi?” tanya Lucy penasaran.

Yoongi mengedikkan bahu. “Begitulah.”

“Kak Yoongi idamansekali, sih,” ujar Lucy blak-blakan. “Apa aku boleh mendengarkannya? Siapa yang menyanyi kali ini? Kak Jimin? Atau malah Kak Tae–ugh, menyebut namanya saja sudah membuatku kesal lagi.”

Ditanya seperti itu, Yoongi bingung harus menjawab apa.

Iya, sih, Lucy sudah dianggapnya sebagai teman. Namun, haruskah ia menceritakan hal penting di balik lagu barunya ini?

“Tidak ada yang menyanyi,” ujar Yoongi pada akhirnya.

Lucy mengernyitkan dahi. “Eh? Kalau tidak ada yang menyanyi, apa isi–jangan bilang Kak Yoongi nge-rap sepanjang lagu.”

Dan Yoongi membalasnya dengan gumaman mengiyakan.

Eh? Benarkah? Aku mau dengar!” seru Lucy antusias. “Pasti keren! Aku paling suka rap Kak Yoongi di Cypher!”

Yoongi meneguk ludah kasar. “Ng, kali ini bukan tipe laguku yang biasa.”

He? Lalu?”

Dan Lucy melihatnya. Nama file lagu yang tengah dikerjakan Yoongi saat ini.

Aint need nobody but you (10) edit neeew

Yoongi bukan tipe orang yang bakal menyimpan file lagu dengan quotes cheesy, kecuali untuk gadis itu.

Gadis itu, yang dapat merebut hati Yoongi tanpa usaha.

Lucy tertawa canggung. “Ah, special untuk ulang tahun si dia, ya, Kak?”

“Yah, begitulah.” Yoongi melirik jam yang melilit pergelangan tangannya, kemudian terkesiap kaget. “Sudah jam segini. Aku pergi dulu, Lu.”

“Hati-hati, Kak Yoon–”

Namun, Yoongi sudah menghilang dari pandangan.

Lucy menghela napas. Memang begini akhirnya. Untuk Yoongi, Lucy bukan apa-apa selain adik.

Padahal, Lucy menganggap Yoongi lebih.

Mendadak, perut Lucy terasa tidak enak. Rasanya seperti akan muntah. Apa ini karena ia belum makan apa-apa kecuali eskrim Oreo?

Lucy menutup mulutnya, mencoba menghentikan muntahnya. Namun, sia-sia. Tidak dapat ditahannya desakan dari perutnya.

Alih-alih cairan menjijikkan yang biasa ia lihat ketika muntah, Lucy mendapati dirinya memuntahkan sesuatu yang lain.

Sebuah kelopak bunga.

Bagus sekali nasibmu, Lucy.

 

#2

Teruntuk Lucy Kim tersayang,

Hai, Lu!

Jadi, aku akan langsung memulai ceritanya.

Hari ini aku bangun dengan senyum secerah mentari pagi. Melangkah ringan untuk menyentuh air yang terasa lebih segar dari biasanya. Berlebihan memang, tapi itu lah yang  aku rasakan. Suara tetesan air dari kran yang bocor menjadi latar musik untuk dramaku hari ini.

Min Yoongi tengah menyesap es americanonya tatkala tanganku melambai padanya. Laki – laki itu tersenyum lebar, meletakkan minumannya dan segera menghampiriku yang tengah berdiri di ambang pintu kafe.

“Kau tidak berubah, ya?”

Bukannya menanyakan kabarku atau sekadar memuji penampilanku. Min Yoongi malah mengatakan hal itu. kala itu aku menggerakkan tubuhku sedikit, melihat apakah ada yang aneh dengan penampilanku hari ini. Kaos putih, jeans pendek  dan converse bukan pilihan yang salah untuk hari ini, ‘kan?  

Karena tak berniat membalas kalimat Yoongi, aku memilih untuk memeluk lengannya seraya menariknya keluar dari kafe itu. Aku menanyakan padanya apa yang akan dia lakukan. Dan ia menjawab hanya akan menghabiskan waktu denganku di sekitar sini. Aku mengangguk setuju, toh aku pun tak memiliki daftar tepat yang bagus untuk disinggahi.

Jalanan tak begitu ramai, Lu. Hanya ada beberapa orang yang terkadang berpapasan dengan kami dan menatap kami dengan tatapan iri. Bagaimana tidak iri ketika kami nampak bahagia dengan tawa yang mengiringi langkah.

“Apa kau membawa banyak uang?” Tanyanya.

“Kenapa?”

Yoongi menghentikan langkahnya, menggerakkan dagunya pada sebuah mesin di emperan toko. Aku tertawa melihatya, mungkin lebih tepatnya mengejek. Seingatku laki – laki ini sangat payah dalam hal ini. Ugh, ayolah aku sudah mengenalnya lebih dari setengah umurku dan dia tak pernah sekalipun berhasil mengalahkan mesin itu.

“Kau yakin? Kau tak pernah berhasil, Min Yoongi.”

Yoongi menggerakkan telunjuknya ke kanan-kiri. Menolak kalimat yang terlontar dari mulutku.

“Jangan meremehkan aku.”

Dan akhirnya kami mendatangi mesin itu, Lu! Kau tau? Aku tak menyangka akan melihat adegan bersejarah dalam kehidupan seorang Min Yoongi. Kami menghabiskan waktu hampi satu jam hanya untuk mencoba mengambil boneka bebek yang menurutku sama sekali tak imut. Bebek itu seolah menjulurkan lidahnya hingga membuat Yoongi semakin ingin mengambilnya dari mesin itu.

Di saat itu, aku mulai lelah dan mengajaknya untuk menyerah dan pergi ke tempat lain. Namun, secara ajaib percobaan terakhir itu membuahkan hasil! Bebek kecil itu sekarang tengah menerima kepalan tangan Yoongi yang kesal melihat dirinya. Setelah merasa kekesalannya meluap, ia melemparkan bebek itu kepadaku. Mengatakan agar aku menjaga benda bersejarah itu untuknya. Dan tentu saja kuterima dengan senang hati.

Kau tau apa yang kusukai darinya?

Senyuman yang membuat kedua matanya menghilang, menjadi sebuah garis yang ikut melengkung bersamaan senyumnya.

Tapi masih ada lagi hal yang kusukai darinya.

Yoongi memiliki hobi menggerutu. Ia selalu saja mengeluhkan hal – hal yang menurutku tak patut dikeluhan. Seperti saat itu, setelah kami mendapatkan boneka bebek itu, kami pergi membeli es krim untuk mendinginan kepala dan tentunya membuatku berhenti menertawakan tingah Yoongi tadi.

Kami membeli es krim disebuah minimarket dimana laki – laki penjaga kasirnya sama sekali tak memberikan senyuman pada kami bahkan terkesan menyuruh kami untuk segera keuar. Dan Yoongi lagi – lagi mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh laki – laki itu. Belum lagi ia mulai mengeluhkan udara yang sangat panas dan berakhir menyalahkan tingkah manusia yang tak lagi menghargai alam.

Itulah Min Yoongi. Dan aku tetap menyukainya.

Omong-omong, bagaimana kabarmu, Lu? Apakah kau sudah merasa lebih baik? Apa kau sudah menyatakan perasaanmu pada sahabatmu itu? Dan, apa yang kau lakukan ketika hari ini kau melihat Min Yoongi akhirnya mendapatkan kekasih? Apakah kau akan tetap hidup dengan baik sepuluh tahun ini?

 

Dengan Penuh Cinta

 Lucy Kim

 

Selamat hari menetas mbatir!

Maafkan kami yang telah menistakan Lucy.

Advertisements

One thought on “[FICLET-MIX] Unspoken Feelings

  1. KYAAAAA INI YANG FICT PERTAMA TRUE FEELING TODAY OMG INI SIAPA YANG NULIS?? CENAYANG JANGAN JANGAN??!!

    TERUS FICT KE DUA NYA INI KENAPA KALIMAT TERAKHIRNYA MENOHOK SEKALI UHUUK. KASIHANI LUCY JOMBS SELAMANYA HIKS /CRY/

    DUHEH MAAPKAN TIARA BARU BISA BACA SEKARANG:”)) MAKASII MBAWIID MBAAYY FICTNYAA. LUCY SAYANG MAS YUNGI /EH/ SAYANG MBAWIID DAN MBAAY MAKSUDNYA😅😅😅

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s