Ficlet – Starlight

Starlight - Namjoon x Jiyeonn.jpg

BTS Series Starlight | Cast Kim Namjoon x Yoon Heejoo / Jung Jiyeon | Story by Ririn My

.

.

.

You are my starlight —

 

——

Ada siswa baru dikelas Namjoon, pindahan dari Busan. Namanya Yoon Heejoo. Gadis yang sangat sederhana, tidak banyak berbicara. Rambutnya pendek sebahu, senyumnya sangat tipis namun membuat Namjoon kehilangan konsentrasi.

Sejak ia masuk ke dalam kelas dan duduk diseberang Namjoon, gadis itu tidak berhenti menyita perhatiannya. Entah apa yang membuat Namjoon tergila akannya. Padahal mereka belum pernah berbicara dan saling mengenal satu sama lain. Mungkin saja jika sudah mengenal lebih jauh, ada sifat Heejoo yang tidak disukai oleh Namjoon. Namun tampak pria itu tidak memikirkannya.

Heejoo dan Yoon Heejoo.

Nama itu terus memenuhi pikiran Namjoon. Setiap hari, matanya selalu mengikuti kemana kaki Heejoo melangkah. Semakin lama, tingkah Namjoon semakin aneh. Membuat Hoseok yang disebelahnya mulai menganggap otak Namjoon sudah error akibat terus – menerus belajar.

“Apa kau masih sadar?”

Hoseok menyikut lengan Namjoon.

“Ya.”

Jawaban yang membuat Hoseok menganggap Namjoon sudah terlalu over. Mungkin otaknya sudah game over dalam bermain pelajaran. Pandangan Hoseok mengikuti arah pandang Namjoon.

“Heejoo? Yoon Heejoo?”

“Ya.”

Hoseok seolah tak percaya jika Namjoon jatuh cinta pada gadis itu. Oh ayolah, gadis itu bahkan belum genap sejak kepindahannya. Bahkan bagi Hoseok, Heejoo tidaklah semenarik Seo Yerin ataupun Kim Seunghee.

Benar kata orang, kecantikan, daya tarik, itu semua relatif. Mungkin Heejoo tidak menarik bagi Hoseok namun ia sangat menarik bagi Namjoon.

“Apakah tidak ada jawaban selain kata ‘ya’?”

“Tidak.”

Kini Hoseok menyadari, bahkan orang pintar seperti Namjoon bisa buta karena seorang gadis. Atau lebih tepatnya buta akan cinta.

——

“Namjoon –ssi?”

Namjoon menoleh ketika seseorang menepuk pundaknya. Senyuman cantik menghiasi wajah gadis itu. Gadis yang tak pernah ia sangka akan menyapanya.

“K – Kau –Yoon Heejoo?”

Heejoo mengangguk. Namjoon tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya, sehingga ia tidak berhenti tersenyum sejak tadi.

“Aku pikir kau tidak mengingat namaku.”

Namamu sangat indah. Aku tidak akan melupakannya.’

Mata Namjoon tidak berhenti menatap wajah Heejoo membuat gadis itu sedikit risih.

“Kau—tidak apa –apa?”

Namjoon tersadar. “T – tentu saja.” Ia berusaha bersikap senormal mungkin. “Ada apa kau menemuiku?”

“Aku ingin mengajakmu ke pantai.”

Oh tidak, haruskah Namjoon menjerit sekarang?

“P – Pantai?”

Heejoo mengangguk. “Aku ingin melihat pantai disini. Kalau kau keberatan—“

“Tentu saja tidak!” sanggah Namjoon cepat. “Aku tidak keberatan.”

“Baiklah. Kita akan pergi besok. Sampai jumpa, Kim Namjoon.”

Heejoo tersenyum. Lalu melambaikan tangannya ke arah pria tersebut sebelum ia akhirnya menghilang. Sejak tadi, Namjoon tidak berhenti tersenyum. Bahkan ia sudah merasa pipinya sedikit sakit. Tapi itu tidaklah masalah jika ia tersenyum karena melihat Heejoo.

——

Disinilah Heejoo dan Namjoon kembali bertemu. Sebuah pantai yang tak jauh dari pusat kota Seoul. Beruntung, suasana masih pagi, belum terlalu panas untuk bermain dipantai. Namjoon hanya mengenakan kemeja polos berwarna coklat serta celana sependek lutut berwarna abu – abu. Sedangkan Heejoo mengenakan dress abu – abu dan cardigan cokelat. Bisa dikatakan mereka sedikit serasi, mungkin sangat serasi seperti pasangan yang ada di drama. Padahal mereka tidak berencana untuk memilih warna yang sama.

Namjoon dan Heejoo terus saja berjalan menyusuri bibir pantai. Sesekali ombak menghampiri mereka. Suasana hening tercipta sejak tadi. Tidak ada yang berbicara di antara mereka.

“Heejoo –ssi? Bolehkah aku bertanya?” Namjoon memulai percakapan diantara mereka.

“Tentu saja.” Sial senyuman itu.

“Mengapa kau mengajaku untuk ke pantai? Padahal kita belum mengenal satu sama lain.”

Bukannya menjawab, Heejoo malah tertawa pelan. Perlahan ia mulai melangkah jauh meninggalkan Namjoon.

“Heejoo –a.” Panggil Namjoon. Gadis itu berhenti sejenak. Kemudian menatap pria itu dengan penuh tanya.

“Aku—“ Heejoo menggantungkan kalimatnya. “Aku hanya ingin mengenalmu nantinya.”

Mengenalmu—nantinya?

“Maksudmu?”

Langkah Heejoo semakin menjauh. Entah mengapa, kaki Namjoon sangat berat untuk mengikuti gadis itu. Bahkan ia tidak dapat memanggil Heejoo. Hingga akhirnya bayangan Heejoo berubah menjadi sebuah cahaya yang sangat menyilaukan membuat Namjoon memejamkan matanya. Hingga pandangannya berubah gelap total.

——

Namjoon mendapati dirinya terbaring di tempat tidur. Sejak kapan ia tidur disini? Bukankah harusnya ia ada di pantai saat ini?

Belum sempat menjawab kebingungannya, deringan ponsel membuat Namjoon tersentak. Sebuah panggilan dari Hoseok.

“Halo?”

Ya! Kim Namjoon apa kau ingin di hukum oleh Mr. Han? Kau tidak lupa hari apa ini?

Namjoon melempar ponselnya sembarangan. Pukul 06:30 dan ia hampir terlambat sekarang!

——

Beruntung Mr. Han berhalangan hadir sehingga Namjoon tidak harus mendapatkan hukuman. Matanya sejak tadi mencari sesuatu yang hilang dikelasnya. Seperti ada yang kurang.

“Kau mencari apa?” tanya Hoseok yang melihat Namjoon seperti orang kehilangan barang.

“Heejoo.”

“Heejoo?”

Namjoon mengangguk.

“Siapa Heejoo?”

“Astaga Hoseok. Kau melupakan siswa yang baru saja pindah ke kelas kita?!”

“Siswa baru?”

Hoseok semakin bingung dengan kelakuan Namjoon. Ia berpikir sejenak, Heejoo? Siapa Heejoo itu? Siswa yang baru saja pindah? Tidak ada siswa baru di kelas ini.

“Kim Namjoon. Apa kau salah minum obat? Tidak ada siswa baru di kelas ini.” seru Hoseok.

“Tentu saja tidak. Dia duduk disebelah Sojung.”

“Tidak ada siswa baru disamping Sojung, Namjoon –a.”

Hoseok mulai berpikir jika otak Namjoon bergeser 45 derajat. Ia benar- benar pusing dengan tingkah teman sebelahnya.

“Ayolah Jung Hoseok. Masa kau lupa—“

“Selamat pagi.”

Kata – kata Namjoon terhenti begitu Mrs. Yoo memasuki kelas. Akan ada informasi baru jika wanita berusia 40 –an itu masuk ke kelas.

“Baiklah. Kali ini kalian kedatangan teman baru. Ia pindahan dari Busan.” Mrs. Yoo memanggil siswa tersebut. “Silahkan perkenalkan namamu.”

“Selamat pagi. Perkenalkan namaku Jung Jiyeon. Aku pindahan dari Busan. Salam kenal.”

Namjoon yang sejak tadi menunduk tiba – tiba mengangkat kepalanya begitu mendengar suara gadis itu.

A – apa? Jung Jiyeon.

“Jiyeon – a, kau bisa duduk tepat disebelah Sojung.”

Jiyeon mengangguk. Lalu segera menuju ke arah Sojung.

“Apa dia yang kau maksud siswa pindahan? Tapi namanya Jiyeon bukan Heejoo.” Celetuk Hoseok.

“Jung Hoseok.”

“Apa?”

“Dia—gadis yang aku temui tadi—–” Namjoon masih saja memandangi Jiyeon itu. “Di dalam mimpi. Sebagai Yoon Heejoo.”

 

End.

 

A/n

Inspired title by Taeyeon – Starlight ft. Dean

(terinspirasi judulnya doang kok bukan lagunya._.v)

Maapkeuun kalo rada aneh yak u,u

Thankyou for read it^^

Xoxo!

 

ririnmy

Advertisements

4 thoughts on “Ficlet – Starlight

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s