[BTS FF FREELANCE] SOULMATE – (LENGHT : ONESHOOT]

PicsArt_1464824710110

Tittle : Soulmate|| Author : Yunietananda (Wattpad, Twitter, IG) || Main Cast : Kim Taehyung / V, Kim Namjoon / RM (BTS), Bianca Han (OC) || Other Cast : – || Rating : T || Genre : Bromance, Romance, Friendzone || Lenght : Oneshoot || Theme : Sea / Beach.

 

Summary : Jika lautan lepas diibaratkan sebagai kehidupan yang harus kuarungi, maka pantai adalah tempat tujuan untuk aku berlabuh. Seperti angin dan ombak yang berpengaruh penting dalam sebuah pelayaran, sepenting itulah arti kehadiranmu bagiku. Karena kau adalah belahan jiwaku.

 

Disclaimer : BTS’s member mutlak milik diri mereka sendiri, keluarga, dan Bighit Ent. OC dan Alur Cerita hasil pemikiran Author. Jikapun terdapat kesamaan merupakan unsur ketidak sengajaan. Tidak ada unsur ingin menjatuhkan, merugikan atau menguntungkan pihak manapun. FF ini murni untuk hiburan semata. Please don’t be silent readers! Komentar, Kritik, Saran, Review dan Vote, Juseyo!

 

||

SOULMATE

 

(Kim Taehyung POV)

 

“Pagi, Tehyung-ah! Namjoon Oppa!” Suara itu melengking bersamaan dengan secercah cahaya yang menerobos masuk dari pintu kamar yang terbuka sangat lebar. Dan hal itu mengusik tidur nyeyakku.

 

Hya! Ireona! Kita ada jadwal penanaman trumbu karang 1 jam lagi!” Masih suara yang sama, yang kembali terdengar olehku.

 

“Kenapa kau berisik sekali, Bi? Aku masih mengantuk,” gerutuku menarik selimut bermaksud melanjutkan tidurku.

 

Hyaaaa! Kim Taehyung! Apa kau lupa tujuan utama kita datang ke mari? Kita ini kan ….”

 

Bbuuukkk ~ Dengan cepat aku sengaja melempar bantal ke arah yeoja cerewet itu agar berhenti mengomel dan sekilas aku mendapati wajah Bianca–nama gadis itu–sudah merah padam penuh emosi.

 

Hhhyyyaaaa!” teriaknya sangat lantang membuat Kim Namjoon yang sedari tadi bergeming di kasur sebelah kini terbangun karenanya.

 

Wae geurae, Chagi?” celetuk namja itu spontan.

 

Mollaseo! Aku tunggu kalian di restoran hotel ini 15 menit lagi, terlambat 1 detik, tamat riwayat kalian berdua!” sahut gadis itu kemudian beranjak dari kamar kami.

 

“Sebenarnya ada apa dengan Bianca?” tanya Namjoon kebingungan dan aku hanya mengangkat bahuku seolah tak bersalah.

 

.

 

Namaku Kim Taehyung, seorang hagsaeng di Cheongug International High School. Gadis berisik yang mengacaukan pagiku tadi adalah Bianca Han, teman sekolah, sekelas bahkan sebangkuku. Sedangkan Kim Namjoon, dia kakakku, kakak kandungku. Karena usia kami yang hanya berjarak cukup dekat terkadang membuatku lupa memanggilnya hyung bila sedang bergumam dalam hati. Hehehe.

 

Satu hal lagi yang perlu kukatakan tentang Bianca, dia adalah cinta pertamaku sejak kecil, tapi dia tak pernah tahu akan hal itu. Terlebih saat ini dia sedang menjalin hubungan dengan Namjoon. Sejujurnya aku sudah lama tahu bahwa Bianca menyukai kakakku itu, hanya saja aku lebih suka memilih diam seolah tak tahu apa-apa.

 

Saat ini kami berada di salah satu kota pesisir pantai untuk melakukan kegiatan sosial. Kami bertiga dinobatkan sebagai duta kelautan dari SMA Cheongug yang bertugas membantu para ilmuwan, relawan, serta pengamat lingkungan dalam menjaga kelestarian laut.

 

Dan di sinilah kami berada sekarang, di sebuah kapal milik nelayan, telah mengenakan perlengkapan dan peralatan selam. Ya, kami akan menyelam untuk menanam bibit trumbu karang.

 

“Tae! Apa kau sudah siap?” tegur Bianca mengacaukan lamunanku.

 

“Tentu saja, bagaimana denganmu?” sahutku.

 

“Sudah, gaja!” serunya lalu mencebur ke air. Setelah aku merasa benar-benar siap dan yakin dengan kondisi peralatanku, barulah aku mengikuti jejak Bianca dan Namjoon yang telah lebih dulu menyelam.

 

Setelah menyelesaikan tugas kami, tiba-tiba aku merasa ada yang aneh dengan Bianca. Anak itu dengan panik menarik-narik lengan Namjoon, tapi sayangnya namja bodoh itu tak peka sama sekali. Aku pun langsung menghampiri Bianca lalu bertanya dengan bahasa isyarat, dan ternyata dia sedang mengalami masalah dengan tabung udaranya. Seketika itu pula aku menariknya naik ke permukaan.

 

Huufftt … hhaaaapp … haaapp ….” Napas tersengal-sengal Bianca kala berhasil menghirup oxigen dengan benar–setelah naik ke atas kapal–kini terdengar menyedihkan.

 

Hya! Bagaimana bisa kau seceroboh itu, huh? Apa kau tidak mengecek ulang tabung oxigen-mu sebelum turun?” sungutku murka.

 

“Tadi Namjoon Oppa yang mengecekkannya untukku,” jawab Bianca.

 

Aish jinjja! Dasar bodoh!” rutukku kesal.

 

“Ada apa denganmu, Chagi? Maaf, tadi aku masih sibuk di bawah sana.” Tiba-tiba saja Namjoon muncul di antara kami. Hanya diam, baik aku atau pun Bianca tak ada yang menyahuti pertanyaannya. Dan … rasanya aku ingin sekali memukul wajah si ketua OSIS itu.

 

“Maafkan aku, Bi. Meski aku tak tahu apa yang terjadi, aku tetap meminta maaf padamu karena tidak bisa menjagamu dengan benar,” tutur Namjoon sembari memeluk Bianca. Baiklah, sepertinya aku mulai gerah dan harus pergi dari dek kapal ini.

 

.

.

.

 

Sejak insiden kemarin, Namjoon jadi lebih memperhatikan Bianca, aku bersyukur akan hal itu namun juga cemburu melihat kedekatan mereka. Rasanya aku kini seolah berada di persimpangan antara melupakan dan menghapus perasaan ini atau tetap menjadi orang bodoh yang memendam perasaannya? Arrgghh molla! Aku jadi kesal sendiri jika terus memikirkannya.

 

“Tae, sedang apa kau di sini?” tegur seorang yeoja yang tak lain adalah Bianca Han berjalan menghampiriku yang tengah berteduh di bawah pohon kelapa di tepi pantai berpasir putih ini.

 

“Hanya bersantai, kau sendiri?”

 

“Seperti yang kau lihat, aku sedang mengabadikan keindahan alam dengan kamera baruku,” ujar tukang pamer itu sembari menunjukkan kamera mahal yang menggantung di lehernya. “Bisa aku menitipkan ini padamu?” imbuhnya dengan tiba-tiba menyodorkan kameranya.

 

“Kau mau ke mana?”

 

“Aku ingin bermain pasir dan berkejaran dengan ombak,” serunya sembari berlari bak anak SD ke bibir pantai.

 

Jangan panggil aku Taehyung, jika tidak cermat dalam memanfaatkan suasana. Dengan kamera milik Bianca, akhirnya aku memotret sejuta ekspresi gadis aneh itu. Aku pun hanya tertawa kala mendapati senyuman serta tawa lepasnya, bagiku dia terlihat sangat manis. Rambut panjang kecokelatan yang tertiup angin hingga menutupi wajahnya sering kali membuatnya terlihat jengah, dan ekspresinya itu sangat menggemaskan. Tanpa kusadari aku terus saja menatapnya melalui lensa kamera dan mengambil gambar dirinya sebanyak mungkin. Aku begitu menikmati kebersamaan kami seperti ini.

 

“Tae, apa kau melihat Bianca?” celetuk seseorang yang membuyarkan mood-ku secara drastis. Tanpa berkata apa-apa, aku menunjuk ke arah Bianca yang sepertinya tengah asyik membuat istana pasir.

 

Gomawo,” lanjut Namjoon lalu menghampiri Bianca, namun sebelum itu aku menyerahkan kamera milik Bianca kepadanya. Sekali lagi, aku pun harus segera menyingkir sebelum hatiku semakin remuk lantaran melihat kemesraan mereka berdua.

 

.

 

Bulan merangkak naik ke permukaan menggantikan sang surya. Dan ketika aku tengah bersiap untuk berpatroli dengan rekan relawan lainnya dalam misi pencarian serta penyelamatan telur penyu, tiba-tiba Bianca masuk ke kamar lalu memelukku erat.

 

Wae geurae?” tanyaku heran.

 

Oppa … Namjoon Oppa ….” Isaknya sembari menyebut nama kakakku.

 

“Kenapa dengan Namjoon Hyung? Kalian bertengkar lagi?”

 

Ani.”

 

“Lantas?”

 

“Dia memutuskan hubungan kami, Tae.”

 

DEG ~ Napasku terasa bagai tercekat sejenak, ada perasaan lega begitu mendengar berita ini. Namun saat menyadari air mata Bianca yang mengalir deras, aku justru merasakan kepedihannya.

 

“Apa alasan dia memutuskan hubungan denganmu?”

 

“Entahlah, Tae. Namjoon Oppa tak memberitahuku alasannya, dia hanya berkata bahwa aku pantas mendapatkan namja yang lebih baik darinya. Bukankah itu membingungkan, Tae?”

 

Aiissshh, sebenarnya apa yang dipikirkan si bodoh itu?” rutukku. “Menangislah hingga kau puas, setelah itu beristirahatlah!” tuturku sembari mempererat pelukan kami, berharap Bianca segera tenang.

 

.

 

Hyung! Ada apa denganmu? Apa yang salah dengan hubungan kalian, huh? Kenapa kau selalu saja membuatnya menangis?” cercahku sebisa mungkin menahan amarah selepas kami melakukan patroli di pantai.

 

“Kenapa kau justru bertanya kepadaku, Tae? Kenapa tidak kau tanyakan sendiri pada dirimu, huh?” sungut Namjoon juga emosi.

 

Naega? Wae?” balasku semakin meninggi.

 

“Kau mencintainya, Tae! Kau kira aku tak tahu, huh? Bahkan sejak awal kau yang selalu menjaga, memperhatikan, mengkhawatirkan, serta membuatnya tertawa. Kau pikir aku terlalu bodoh hingga tak menyadari semua itu?”

 

“Tapi dia mencintaimu, Hyung!”

 

Ani! Dia hanya belum bisa membaca perasaannya, Tae. Bianca hanya mengagumiku, tapi namja yang sesungguhnya dia butuhkan hanyalah kau, Kim Taehyung.”

 

“I-it-itu tidak benar, Hyung!”

 

“Itu benar, Tae. Di antara kita berdua, hanya kau yang menatapnya sebagai seorang yeoja. Sedangkan aku, hanya menganggapnya sebagai adik perempuanku sejak awal, tidak lebih.”

 

Bllluukkk ~ suara sesuatu seperti ember terjatuh pun mengalihkan perhatian kami berdua.

 

“Jadi … Oppa meminta putus dariku karena Taehyung?” gumam sosok berambut panjang itu sudah berlinangan air mata. Kiranya dia salah menangkap maksud pembicaraanku dengan Namjoon.

 

“Bu-bu-kan begitu, Bi,” sahut Namjoon kebingungan.

 

“Kau salah paham, Bi. Hal yang terjadi tidak seperti yang kau bayangkan, dan aku akan menjelaskannya kepadamu,” bujukku.

 

Shirheo! Aku kecewa terhadap kalian berdua! Kalian dengan mudahnya mempermainkan perasaanku! Kalian anggap aku ini apa? Mainan kalian? Atau pembuktian di antara kalian, huh?” sungutnya kemudian beranjak dari tempatnya berdiri.

 

Oouuhhh shhiiittt!” geramku semakin frustasi.

 

“Tenaglah, Tae! Aku akan mengurusnya,” ujar Namjoon yang juga berlalu dari hadapanku, mengekori langkah gadis itu.

 

.

 

Semenjak kejadian di pantai malam itu, Bianca benar-benar menjauhi kami–aku dan Namjoon–secara langsung. Hal itu di mulai dengan kepindahannya ke regu relawan lain yang jadwal kegiatannya berbeda bahkan bersimpangan waktunya dengan kami. Dia juga check out dari hotel yang disediakan panitia dan berpindah ke villa milik keluarganya yang berjarak cukup jauh dari basecamp kegiatan. Bahkan dia berlagak tak mengenal kami di kegiatan menanam pohon mangrove sebagai acara pamungkas dari event di pantai ini.

 

Hingga kami kembali ke Seoul pun sikapnya tak berubah sama sekali. Dia terkesan menjaga jarak serta enggan berurusan denganku. Dan sepertinya pupus sudah harapanku tentangnya sekaligus berakhirlah penantian cintaku selama ini.

 

.

.

.

 

(Bianca Han POV)

 

8 tahun yang lalu, di pantai ini aku mengalami patah hati untuk pertama kalinya. Itu merupakan pengalaman pahit serta menyakitkan bagiku. Namun, setelah seluruh emosiku mereda, kinerja otakku kembali normal, bahkan hatiku terasa mulai pulih, aku baru menyadarinya. Menyadari bahwa malam itu tak hanya aku yang tersakiti, melainkan ada 2 hati yang tak kalah sedihnya.

 

Waktu yang gadis bodoh ini habiskan sangatlah lama untuk mengakui hal sepenting itu. Ya, karena gengsi, malu dan hal-hal konyol lainnya, aku selalu memungkiri kata hatiku sendiri selama 7 tahun kemarin. Dan itu benar-benar membuatku menyesal. Konyol dan terlalu bodoh memang, tapi setidaknya dengan begitu aku lebih bisa menghargai perasaan kami yang sekarang dengan setulus hati.

 

Jika bukan karena perjodohan, mungkin aku akan kehilangan dia beserta hatinya yang telah sekian lama kuabaikan.

 

Kupandangi lekat-lekat benda berkilau yang melingkari jari manisku, senyumku pun mengembang kala mengingat prosesi tadi pagi. Akhirnya, kedua hati kami dipersatukan dalam ikatan yang suci.

 

Hya! Sedang apa kau di sini? Semua orang sedang menunggumu di ballroom untuk acara potong kue pernikahan kalian,” sungut seseorang mengacaukan lamunanku tentang masa lalu.

 

Ne … ne … arayo, Tuan Kim yang berisik !” balasku sedikit meledek.

 

Hya! Apa kau tak sadar bahwa kau juga bermarga Kim sekarang?”

 

Omaya! Maafkan aku Tuhan! Maafkan aku Aboenim, Eommanim!” rengekku sedikit menggoda namja itu. Dan benar saja, saudara iparku itu berhasil kubuat tertawa terbahak-bahak.

 

“Astaga! Aku tidak bisa membayangkan jika kau bersama Taehyung mulai tinggal dan hidup seatap mulai besok. Rumah kalian pasti sangat bising sekali, ckckckckck. Semoga saja tetangga kalian tak ada yang komplain akan hal itu.” Namjoon Oppa kali ini justru menggerutu tak jelas membuatku merasa geli.

 

Namun keheningan menyelimuti kami sesaat.

 

Oppa, gomawo. Berkat Oppa aku menemukan tambatan hati yang tepat untuk melengkapi kekuranganku.”

 

“Sejujurnya itu karena usaha Taehyung sendiri untuk mendapatkan hatimu. Jika saja saat itu aku tidak melihatnya tengah menatapmu dari lensa kameramu, mungkin aku juga tak akan menyadari bahwa dia begitu menyukaimu,” ujar Namjoon Oppa membuatku terdiam sejenak dan me-recoil ingatan tentang foto-fotoku 8 tahun silam.

 

“Jadi … itu hasil bidikan Taehyung?” tanyaku ingin memastikan.

 

“Ya, dia yang memotretmu waktu itu. Kukira kau tahu akan hal ini.”

 

Aku hanya menggelengkan kepala sebagai tanggapan dari perkataan Namjoon Oppa. Ternyata hatiku kini tak salah memilih. Seseorang yang dapat melihat serta menerimaku dengan baik dan apa adanya, sejak dulu memang benar Kim Taehyung, suamiku.

 

Jika lautan lepas diibaratkan sebagai kehidupan yang harus kuarungi, maka pantai adalah tempat tujuan untuk aku berlabuh. Begitulah perjalanan hatiku yang pada akhirnya hanya kembali kepadanya. Seperti angin dan ombak yang berpengaruh penting dalam sebuah pelayaran, sepenting itulah arti kehadirannya bagiku.

 

Aku berjanji tak akan pernah mengabaikan serta meninggalkannya untuk yang kedua kali, karena dia adalah belahan jiwaku.

 

-FIN-

 

A/N : Eotte? Absurd? Gak jelas? Huft, maafkan. Aku seperti kehabisan kata untuk menulis FF ini. Sekali lagi maaf jika mengecewakan dan kurang masuk ke temanya. Btw, FF ini selain untuk Reguler menu di Flow de Mémoire, tapi juga untuk memenuhi permintaan temanku Bianca Efrisa. Well, jangan lupa meninggalkan jejak kalian ya Chingu! Thanks and see u at next story. 😘😘😘

 

By. Yunietananda

02.06.2016

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] SOULMATE – (LENGHT : ONESHOOT]

  1. Lisa Thouw

    Jodoh emng gak kmna yaa, ka.kekeke
    Bi jodohnya emng sama Tae, ydh berarti Namjoon sama aku *ehh /Maunya/ kkkk~

    Mian, br sempet baca, Kak Nand.

    Btw, aku kangen kalian. Kalian sibuk bgt skrng, aku jd gak ada temennya.huhuhuhu *NangisDipelukanYoongi*

    Like

  2. Pingback: [BTS FF FREELANCE] SOULMATE – (LENGHT : ONESHOOT] | yunietananda

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s