[BTS FF Freelance] Can You Trust me (Twoshoot #1)

Poster

 

Title : Can You Trust me (Twosooht 1/2)

Author : Yuki

Genre : Romance, Sad, Fun

Maincast : Kim Taehyung (BTS) || Song Ahri (OC)

Other Cast : Kim Yura (Lovelyz), Jin(BTS), Suga(BTS), JHope(BTS), Jimin(BTS), Jungkook(BTS), Rapmon(BTS)

Rating : PG-15

Length : (Twoshoot 1/2)

Desclaimer : FF ini murni dari pikiran author sendiri. Kim Taehyung hanya milik Tuhan,  agensi, dan keluarganya kecuali OC. Warning! Typo bertebaran dimana-mana.

Author Note : Ini ff pertamaku yang kubuat dengan hasil khayalanku sendiri. Semoga para reader-nim dapat terhibur setelah membaca ff ini dan semoga berkesan di hati kalian. Arigatao Gozaimasu ^_^

 

Happy Reading

“Taehyung oppa!!” teriak histeris kerumunan gadis yang mengejar Taehyung.

“Taehyung oppa! Tunggu kami! Kau mau kemana?”

“Bagaimana ini? Oh… apa yang tadi telah kulakukan” gumam Taehyung yang bingung pada dirinya sendiri.

Taehyung tetap berlari sekuat tenaga menghindari amukan gadis-gadis yang ingin menangkapnya. Taehyung berlari di pinggir jalan kota yang sangat ramai dengan pejalan kaki. Taehyung dikejar oleh kerumunan fans yang menyadari bahwa namja yang memiliki postur tinggi, memakai jaket, dan menutupi wajahnya dengan topi serta kacamata hitam yang dipakainya adalah Taehyung.

Seorang yeoja cantik bernama Ahri yang baru saja keluar dari kedai di pinggir jalan tersebut, terkejut karena tiba-tiba Taehyung langsung berlari dan lewat tepat di hadapannya. Ahri melihat kepergian Taehyung yang berlari kencang menuju perempatan lampu merah. Tiba-tiba Ahri melihat kerumunan gadis-gadis yang berlari juga kea rah yang sama yang dilewati Taehyung. Gadis-gadis itu mengejar Taehyung sambil berteriak-teriak memanggil nama ‘Taehyung Oppa’.

“Apa yang terjadi dengan namja itu?” Tanya Ahri pada dirinya sendiri.

“Ahri! Jangan ikut campur urusan orang lain. Urusi saja dirimu sendiri” ucap Ahri sambil mengangguk-angguk yang memotivasi dirinya sendiri agar tidak ikut campur dengan urusan orang lain.

Ahri berjalan kea rah yang berlawanan dari arah Taehyung tadi berlari. Ahri yang masih penasaran dengan namja tadi, tiba-tiba langsung menoleh ke belakang dan melihat Taehyung berlari yang ingin berbelok kea rah kiri dari perempatan lampu merah tersebut. Seketika Ahri memasuki gang yang bisa memotong jalan kea rah jalan yang Taehyung lewati saat berbelok.

“Aku tidak bisa diam begitu saja melihat orang lain kesusahan” ucap Ahri yang berlari di dalam gang tersebut.

Akhirnya Ahri pun sampai disisi lain gang tersebut. Ahri mengeluarkan sedikit kepalanya dari gang kecil tersebut. Dia memerhatikan keadaan luar gang di daerah kota tersebut. Di luar gang pinggiran kota, banyak pejalan kaki yang  berlalu lalang.

“Kemana dia? Apa namja itu sudah tertangkap?” Tanya Ahri pada dirinya sendiri.

Ahri memerhatikan kea rah jalan di sebelah kanan.

Tiba-tiba Ahri melihat seorang namja tadi berlari dari arah belokan yang tadi dilewatinya. Ahri menjinjit karena sosok namja itu tertutup oleh tubuh pejalan kaki. Ahri melihat juga kerumunan gadis-gadis itu yang masih mengejar Taehyung dengan samar.

Taehyung berhenti tepat di depan gang kecil tersebut sambil menoleh-noleh untuk mencari jalan.

“Hhh… bagaimana ini? Bang PD Nim pasti akan marah kepadaku. Aku harus berlari kemana lagi? Ini sudah semakin jauh dari gedung Big—Woaaa“ ucap Taehyung yang terpotong karena tangan Taehyung ditarik oleh Ahri ke dalam gang tersebut.

“Siapa kau?” Tanya Taehyung sambil mengikuti langkah lari Ahri.

“Kau tidak perlu tau siapa aku. Kita harus lolos dari sini”

“Lolos? Lolos dari apa?”

“Lolos dari gadis-gadis aneh yang masih mengejarmu di belakang”

“Mwo?” Taehyung langsung menoleh kea rah belakang dan melihat kerumunan gadis tadi yang masih mengejarnya.

“Aigoo… Mereka masih mengejarku? Kau akan membawaku kemana?”

“Sudahlah. Lebih baik kau diam saja” ucap Ahri yang masih menarik tangan kiri Taehyung dengan tangan kanannya.

Mereka pun akhirnya keluar dari gang tersebut dan berlari di pinggir jalan kota yang sangat ramai. Kerumunan gadis itu masih saja mengejar mereka berdua. Aksi kejar-kejaran mereka banyak menarik perhatian orang di sepanjang jalan. Orang-orang tersebut tidaklah tau bahwa itu adalah Taehyung karena Taehyung menutup wajahnya sedikit dengan topi dan ia juga memakai kacamata hitam yang menutupi bagian dari wajahnya agar tersamar jika orang lain melihatnya.

***

Setelah mereka berlari sangat jauh, akhirnya mereka sampai di taman yang sangat sepi. Taman itu bertuliskan ‘Taman Gwaecyeo’. Mereka berdua memutuskan untuk bersembunyi di balik pohon dan semak-semak di taman tersebut.

Seketika terdengar suara langkah kaki banyak yang mengarah ke taman tempat mereka berdua sembunyi.

“Taehyung op…pa?” kerumunan gadis tersebut berhenti di depan taman sambil berteriak-teriak mencari Taehyung.

“Taehyung oppa… dimana kau?”

“Sepertinya kita telah kehilangan dia. Ah… ini sia-sia. Padahal kita sudah berlari sejauh ini. Apalagi tadi dia ditarik oleh seorang gadis yang kita tidak tahu entah itu siapa” ucap salah satu dari kerumunan gadis tersebut.

Taehyung dan Ahri masih bisa mendengar percakapan mereka.

“Kalau begitu kita pulang saja. Percuma mencarinya disini. Mungkin saja dia sudah berlari menjauh dari sini”

“Ah… melelahkan” gerutu kerumunan gadis tersebut yang sekitar berjumlah 8 orang.

Lalu mereka segera pergi dari taman tersebut.

“Hhh… hampir saja” kata Ahri kelelahan yang langsung terduduk dan bersandar di pohon besar tersebut.

“Kenapa kau menolongku?” Tanya Taehyung yang masih berdiri sambil menoleh kea rah Ahri yang sedang bersandar di pohon.

“Hhh…aku…hhh…” ucap Ahri masih mengatur nafasnya.

Ahri menjulurkan tangannya, meminta Taehyung menunggu sementara ia berusaha mengatur nafas dan menelan ludahnya untuk membasahi tenggorokannya yang kering. Taehyung hanya tersenyum menanggapinya.

“Aku hanya ingin menolongmu. Apakah itu salah?”

“Ani. Kau tidak salah. Apakah kau seorang army?”

“Army? Tentara? Ani. Aku bukan tentara, aku hanya seorang penjual Tteokbokki”

Taehyung pun menepuk jidatnya.

“Ternyata kau memang bukan seorang army” ucap Taehyung pada dirinya sendiri.

“OMO!! Kan sudah kukatakan kalau aku bukanlah tentara. Apa penampilanku terlihat seperti tentara? Bagaimana sih kau ini?!” ucap Ahri yang mulai kesal dengan perkataan Taehyung.

Taehyung tertawa menanggapi perkataannya Ahri.

“Kenapa kau tertawa? Apa aku terlihat lucu?”

“Nde. Kau terlihat kyeopta”

Ahri hanya diam menanggapi perkataan Taehyung yang memujinya.

“Ah…. Aku tidak tega melihat mereka semua mengejarku seperti itu” ucap Taehyung yang langsung juga terduduk di rumput taman tersebut dan melepaskan kacamata hitamnya lalu menggantungnya di kantong saku celananya.

“Kau ini apa? Apakah kau seorang artis? Mengapa mereka mengejarmu sambil membawa poster bertuliskan Kim Taehyung? Apa namamu Kim Taehyung?”

“Wah…banyak sekali pertanyaanmu. Aku harus menjawab yang mana dulu? Sebentar. Apa kau benar-benar tidak tahu aku?” Tanya Taehyung menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk tangannya.

“Ani. Nuguya? Apa kau seorang artis?”

Taehyung memikirkan sejenak untuk memberitahukan atau tidak memberitahukan bahwa dia seorang anggota boyband.

“Ah…. Aniyo. Aku bukanlah seorang artis. Dan namaku bukanlah Kim Taehyung”

“Terus bagaimana bisa gadis-gadis itu seperti mengenalmu dan membawa poster bertuliskan namamu disitu?”

“Aku hanya seorang penulis lagu. Mungkin mereka tau aku karena aku seorang penulis lagu yang telah berhasil meliris satu buah lagu” ucap Taehyung bohong dengan menunjukkan angka satu pada telunjuk jari tangan kanannya sambil tersenyum meringis yang memperlihatkan gigi-giginya yang putih.

“Dan jangan lupa namaku adalah Shin Yonghee. Kau bisa memanggilku Yonghee. Nama  Kim Taehyung adalah nama terkenalku. Jadi nama asli sebenarku adalah Shin Yonghee” ucap Taehyung berbohong lagi.

“Geraeyo? Kalau begitu kau bisa pergi. Aku pergi dulu” ucap Ahri yang beranjak dari duduknya.

Ahri pun mengambil keranjang belanjaannya lalu berjalan keluar dari semak-semak dan pohon tersebut.

“Chakkaman!” ucap Taehyung yang menghentikan langkah Ahri.

Ahri pun menoleh ke belakang.

“Ada apa? Apa kau masih membutuhkan sesuatu? Gadis-gadis itu tidak mengejarmu lagi kan”

“Aniyo” Taehyung menghampiri Ahri.

“Sebenarnya aku sedang tersesat” sambung Taehyung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Mwo?! Kau tersesat? Bagaimana bisa?”

“Itu karena aku dikejar oleh mereka dan sudah berlari jauh dari tempat tinggalku”

“Sebenarnya aku mau pulang tapi apa kau yakin tidak tau arah jalan pulang dari sini?”

“Nde. Aku benar-benar tersesat. Tolonglah aku~” ucap Taehyung dengan berwajah memelas  sambil mengedip-ngedipkan matanya dan memohon dengan kedua tangannya di hadapan Ahri.

“Hmm… baiklah. Kau bisa ikut ke rumahku untuk sementara”

“Jinjja?” Tanya Taehyung yang langsung bersemangat.

Ahri mengangguk-angguk menandakan tanda ‘Ya’.

“Tapi jika kau berada di rumahku. Pelankanlah sedikit suaramu”

“Waeyo?”

“Nanti akan kujelaskan di rumah”

“Baiklah. Gomapta” ucap Taehyung dengan tersenyum.

“Ikuti aku. Emmm sebaiknya kita lewat sini saja”

“Nde” ucap Taehyung yang mengikutinya dari belakang.

Mereka berjalan beriringan. Hening. Mereka tidak berbicara sama sekali saat di perjalanan.

“Ah… aku lupa. Ireumi mwoyeyo?” ucap Taehyung yang memecahkan suasana hening.

“Song Ahri. Kau bisa memanggilku Ahri”

“Oh… baiklah”

Hari semakin sore. Suasana di sekitar tempat jalan pulang Ahri semakin sepi. Taehyung menoleh-noleh ke sekitar jalan tersebut. Karena suasana mulai sepi, Taehyung membalikkan topinya menjadi ke belakang. Taehyung tahu bahwa tidak ada orang yang akan tau jati dirinya jika ia membalikkan topinya. Karena jalan menuju rumah Ahri seperti sedikit perdesaan.

Setelah 15 menit berjalan, akhirnya mereka telah sampai di rumah Ahri.

“Kita telah sampai” ucap Ahri kepada Taehyung yang menoleh-noleh ke sekitar lingkungan di rumah Ahri tersebut.

“Apakah itu rumahmu?”

“Nde. masuklah”

“Nde, sebentar. Kau masuk saja duluan. Aku ada urusan sebentar dengan HP ku” ucap Taehyung yang mengeluarkan HPnya dari saku celananya.

“Jadi…jadi kau membawa HPmu daritadi?”

“Nde. Memangnya ada apa?”

Ahri langsung keluar dari rumahnya dan memukul kepala Taehyung di luar rumahnya.

“Aigoo…. Kenapa kau tak bilang daritadi? Kalau begitu kan aku tidak perlu repot-repot membawamu kesini”

“Aku baru ingat jika aku ternyata membawa HP. Memang aku tidak boleh jika berada disini?”

“Bukan begitu. Kau lihat lelaki tua yang duduk di kursi itu?” ucap Ahri setengah berbisik dan menunjuk appanya yang duduk di kursi dengan menghadap ke arah pintu.

“Hey. Kenapa kau jadi berbisik-bisik seperti i—“ ucapan Taehyung pun terputus karena Ahri tiba-tiba menutup mulut Taehyung dengan tangan kanannya.

“Kecilkan suaramu. Dia adalah Appa ku. Jika ia mendengar suara lelaki disini, maka ia tidak akan segan-segan membentak dan memukul lelaki itu dengan tongkatnya”

“Tapi jika begitu. Kenapa ayahmu tidak tahu kalau aku ada disini. Daritadi ayahmu memandang keluar berarti ia melihatku kan. Ia pasti juga mendengar suaraku daritadi. Tapi kenapa dia tidak membentak dan memukulku?”

“Itu karena Appa buta dan sedikit tuli” ucap Ahri dengan nada sedih sambil menunduk.

“Appa menjadi buta dan sedikit tuli karena kecelakaan 2 bulan yang lalu” Ahri pun mulai meneteskan air matanya.

Taehyung yang tidak merasa enak kepada Ahri langsung memeluk dan menenangkannya. Ahri masih belum bisa melupakan kejadian kecelakaan 2 bulan yang lalu yang menimpa ayahnya.

“Itulah sebabnya aku menjadi penjual Tteokbokki untuk membantu biaya pengobatan Appa”

“Ahri. Kau bersama dengan siapa?” ucap seorang perempuan tua yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah.

Ahri langsung melepaskan dirinya dari pelukan kecil Taehyung.

“Mianh” ucap Ahri salah tingkah dan tidak merasa enak kepada Taehyung.

“Gwaechanayo” ucap Taehyung yang merasa juga tidak enak kepada Ahri.

“Eomma. Perkenalkan. Ini Shin Yonghee. Dia tersesat dan tidak tahu arah jalan pulang. Jadi aku membantunya dan membawanya kesini”

Ibunya Ahri pun tersenyum kepada Taehyung.

“Annyeonghaseyo. Yonghee Imnida” ucap Taehyung lalu membukukkan tubuhnya di hadapan Ibu Ahri.

“Apa kau belum makan?” Tanya ibunya kepada Taehyung.

Taehyung mengingat-ingat terakhir dia makan. Terakhir ia makan saat pagi tadi di dorm. Taehyung menggeleng-gelengkan kepalanya sambil meringis karena malu.

“Kalau begitu masuklah. Aku sedang membuat makanan. Tapi hati-hati saat lewat di depan Appanya Ahri. Pasti kau sudah di kasih tau kan dengan Ahri”

“Nde. Gamsahamnida” ucap Taehyung yang membungkukkan lagi sedikit tubuhnya di depan ibunya Ahri.

Ibunya Ahri pun tersenyum.

“Ahri. Jangan lupa ajak dia masuk”

“Ne, eomma”

Ibunya Ahri pun langsung masuk kembali ke dalam rumah.

“Mianhe tadi aku memelukmu”

“Gwaechana. Tadi aku dulu yang memelukmu”

“Bagaimana apakah ada dari perusahaan yang menelponmu?”

“Nde. Ada 15 panggilan tak terjawab. Tidak masalah. Nanti aku akan memberitahu mereka”

“Baiklah. Kajja. Eomma pasti telah menunggu kita”

“Nde”

Mereka pun masuk bersama. Dan tidak lupa dengan hati-hati Taehyung melewati ayahnya Ahri dengan langkah yang pelan. Sampai di dapur, ibunya Ahri dengan 2 adik laki-laki Ahri duduk di meja makan.

“Duduklah disitu. Ahri tuntun Appamu kesini. Ajak appamu makan”

“Baiklah” Ahri pun berjalan menuju ruang tamu.

Taehyung pun duduk di kursi yang dimaksud ibunya Ahri.

“Apakah itu dua nam dongsaengnya Ahri?”

“Nde. Ini dua nam dongsaengnya Ahri. Ahri sangat menyanyangi mereka berdua” ucap ibunya Ahri sambil mengusap rambut kedua anaknya.

Taehyung tersenyum ke arah dua adik laki-laki Ahri tersebut.

“Appa…. Kajja. Kita akan makan bersama” ucap Ahri sedikit keras di telinga Appanya.

“Ahri…. Apa itu kau?”

Ahri pun mulai sedikit sedih.

“Ne, Appa. Ini Ahri. Ayo kita makan. Pasti Appa belum makan. Eomma sudah memasakkan untuk kita”

“Ah…. Baiklah” ayahnya Ahri pun bangkit dari tempat duduknya dan dibantu oleh Ahri.

Ahri  menuntun  ayahnya sampai di dapur. Taehyung merasa tidak enak dengan keluarga Ahri. Saat Taehyung menatap kea rah Ahri, seketika Ahri menyuruhnya untuk diam. Taehyung mengangguk mengerti. Keluarga Ahri pun makan bersama di dapur. Untung saja Ayah Ahri tidak menyadari keberadaan Taehyung.

Selesai makan, ayah Ahri langsung masuk ke dalam kamar yang dituntun oleh Ahri dan istrinya. Taehyung kembali mengambil HP dari saku celananya dan mencoba menghubungi manager Habeom. Seketika sambungannya berhasil. Taehyung pun langsung berbicara.

“Yeoboseyo?”

“Taehyung kau~~~~~~~~~~~” suara manager yang mulai tidak jelas dari seberang sana.

“Manager aku tidak mendengarmu. Kau bicara apa?”

“~~~~di~~~ma~~~~na~~~ kau~~~~” suara manager pun mulai terputus-putus.

“Manager Habeo— PIP” sambungan telepon Taehyung pun terputus dan ternyata baterai HP Taehyung habis.

“Sial… kenapa baterai ini habis?”

Taehyung langsung menatap 2 adik laki-laki Ahri yang memandang Taehyung daritadi. Taehyung pun tersenyum. Ia teringat adik laki-lakinya di rumahnya sana. Seketika Taehyung menyapanya.

“Annyeong… Nama kalian siapa?” Tanya Taehyung kepada 2 adik laki-laki Ahri. 2 adiknya menatap Taehyung dengan datar. Tiba-tiba adiknya mengatakan sesuatu yang membuat Taehyung sedikit memonyongkan bibirnya. Disamping itu Ahri keluar dari kamar ayah dan ibunya lalu tidak sengaja ia memerhatikan Taehyung dan 2 adik laki-lakinya yang sedang menatap Taehyung datar.

“JELEK” ucap Adik Ahri yang memakai baju bewarna merah dan langsung berlari ke kamarnya meninggalkan Taehyung sendiri di dapur.

Adik Ahri yang memakai baju biru pun juga berlari mengikuti saudaranya dan tak lupa sebelum lari ia juga mengatakan Taehyung ‘BAU’.

Taehyung langsung memegang wajahnya dan mencium kedua ketiaknya.

“Apakah aku memang jelek? Kurasa aku juga memang bau”

Tiba-tiba terdengar suara tawa pecah Ahri dan itu membuat Taehyung sedikit terkejut. Taehyung langsung menoleh kea rah sumber suara.

“Kenapa kau tertawa?”

“Kau sangat lucu. Hahaha… Jangan di ambil hati. Adikku memang seperti itu jika mereka bertemu pertama kali dengan orang yang tidak dikenalnya”

“Tapi menurutku mungkin adikmu benar. Aku tidak tampan dan juga bau”

“Tentu saja kau tampan. Mana mungkin jika kau tidak tampan ada banyak penggemar disana yang mengejarmu tadi”

Taehyung tersenyum mendengar pujian dari Ahri. Seketika Ahri langsung terkejut jika ia berkata seperti itu.

“Bagaimana? Apa kau bisa kembali ke perusahaan tempat pembuatan lagumu?” tanya Ahri yang langsung mengalihkan pembicaraan ke yang lain.

“Oh… itu. Aku tidak bisa”

“Mwo?”

“Seperti yang kau lihat. Baterai HPku habis. Apa kau ada charger?” ucap Taehyung yang menunjukkan HPnya.

“Ani. Charger HP saja tidak punya apalagi HP. HPku telah aku jual”

Taehyung yang mengerti maksud perkataan Ahri, tidak berani menanyakan lanjut tentang HP Ahri tersebut.

“Sepertinya aku harus mencari penginapan di daerah sini”

“Waeyo? Kau bisa tinggal disini untuk sementara waktu sampai kau menemukan tempat tinggalmu kembali”

“Jinjja? Gomawo” ucap Taehyung tersenyum lagi.

“Tapi kau hanya boleh tidur di ruang tamu saja. Apakah tidak papa?”

“Tentu. Kau tidurlah duluan. Jangan khawatirkan aku. Aku tidak apa-apa”

“Baiklah” Ahri pun berjalan menuju kamarnya.

Taehyung berjalan menuju ruang tamu dan ia langsung berbaring diatas sofa kecil. Tak lama Taehyung pun mulai mengantuk dan ia pun menutup wajahnya dengan topinya.

***

# Gedung Big Hit

Manager Haboem sedang berjalan mondar-mandir sambil memegang HPnya di depan para member BTS. Semua member berbaris dan berdiri sambil menunduk. Manager Haboem berhenti berjalan, lalu ia langsung menoleh ke semua member.

“Apa kalian benar-benar tidak tau dimana Kim Taehyung berada?”

“Ani. Kami tidak tau dimana dia” ucap semua member BTS bersamaan.

“Aku baru saja menghubunginya. Dan itu tersambung”

“Benarkah itu manager?” Tanya Rapmon.

“Nde. Saat aku menelponnya, suaranya tidak jelas dan terputus-putus. Tiba-tiba ia langsung mematikan sambungan teleponnya. Bagaimana ini? Jika dia tidak ada, kita bisa saja membatalkan acara fanmeet lusa besok”

“Mwo?! Tidak mungkin. Kita tidak mungkin mengecewakan army begitu saja, manager!”

“Ah… tapi apa yang kita lakukan tanpa dia? Apa aku harus membuat alasan jika ia tidak ada?”

Tiba-tiba manager mendapatkan sebuah telepon dari seseorang. Telepon tersebut dari PD Nim yang menelpon manager Haboem.

“PD Nim menelponku. Kalian carilah informasi untuk menemukannya” ucap manager lalu pergi keluar dari ruang latihan BTS. Semua member BTS langsung terduduk lemas karena semenjak tadi mereka tegang.

“Ah… dia adalah member yang merepotkan” ucap Rapmon yang sedikit kesal.

“Dimana dia? Apa dia tidak tahu jika kita ada jadwal fanmeet besok lusa?” ucap Suga yang juga terlihat kesal.

“Hyung?” ucap Jungkook yang memanggil hyung-hyungnya.

Semua hyungnya langsung menoleh kearahnya.

“Sebenarnya ada yang ingin kukatakan kepada kalian” sambung Jungkook.

“Kau ingin mengatakan apa Jungkookie?” tanya Jimin.

“Sebenarnya saat di dorm, V hyung pagi tadi pergi tanpa pamit kepadaku tetapi aku memergokinya. Saat kutanya V hyung mau kemana, V hyung menjawab seperti ini ‘Aku ingin membeli sesuatu dengan berjalan sendiri tanpa ada yang mengawasiku Jungkookie’ lalu aku melarangnya karena jika ia berjalan sendiri di tengah kota, bisa saja ia bertemu dengan banyak army. V hyung tetap saja ingin membeli sendiri dan berkata ‘Aku tidak apa-apa Jungkookie. Jangan khawatirkan aku. Aku pasti akan kembali” tetapi ternyata sampai sekarang ia belum kembali juga”

“Jungkook-ah, kenapa kau baru mengatakannya sekarang?” ucap Suga sedikit marah kepada Jungkook.

“Mianh hyung. Aku takut jika kalian marah kepadaku dan aku tidak mau V hyung dimarahi dengan manager” ucap Jungkook sambil menundukkan kepalanya.

‘Kenapa bisa aku tidak sadar jika V sudah bangun?’ ucap Jimin dalam hati.

“Sudahlah Jungkookie. Kami semua tidak mungkin marah kepadamu. Sepenuhnya ini semua bukan salahmu. Kita pasti akan menemukan V” ucap Jimin yang merangkul pundak Jungkook dan menenangkan Jungkook.

Jungkook pun menoleh ke Jimin dan langsung tersenyum mendengar perkataan Jimin.

“Tapi bagaimana cara kita menemukannya?” tanya J-Hope yang membuat semua member lain langsung berfikir.

“Bagaimana jika kita menyamar menjadi seorang keluarga dan mencarinya di kota?” saran Jin kepada semua member.

“Hyung apa kau gila? Bagaimana jika kita tertangkap basah oleh manager jika kita tidak ada di dorm?” ucap Rapmon.

“Bukankah tadi manger menyuruh kita untuk mencarinya? Hanya ini satu-satunya cara untuk menemukan V. Masalah itu, kurasa aku bisa mengurusnya. Ottokhae?” Tanya Jin yang menatap satu persatu nam dongsaengnya.

“Idemu sangat bagus Hyung, tapi aku tidak mengerti. Maksud kita menyamar menjadi keluarga?” tanya Suga.

“Begini. Biasanya keluarga kan selalu ada Eomma, Appa, Halmeoni, Harabeoji, Ahjumma, Ahjushi. Kita kan berenam. Dan itu pas untuk kita semua. Bagaimana jika Suga menjadi Eomma, Aku menjadi Appa, J-Hope menjadi Halmeoni, Jimin-ah menjadi Harabeoji, Jungkook-ah menjadi Ahjumma, dan Rapmon menjadi Ahjushi”

“Ah…. Bagaimana aku bisa menjadi Eomma?” ucap Suga yang tidak terima dengan perannya.

“Suga hyung, kau terlihat cantik jika menjadi seorang wanita. Apa kau tidak ingat saat kau memakai pakaian Maid? Kau sangat cantik sekali” tawa Rapmon diiringi oleh tawa member yang lain.

“Ah….  Aku tidak bisa menerima ini…” teriak Suga.

“Ya! Ini adalah satu-satunya cara untuk mencari V. Jika kalian tidak ingin ikut mencari V, biar aku saja yang akan mencarinya sendiri” ucap Jin yang sedikit kesal dengan Suga.

“Andwae Hyung! Kami semua akan membantumu” ucap member BTS bersamaan.

“Baiklah. Jadi besok kita….” Ucap Jin berbisik kepada semua member.

Mereka pun merencanakan sesuatu untuk besok pagi.

***

#Rumah Ahri

Taehyung mendengar suara langkah kaki seseorang. Suara langkah kaki tersebut berasal dari Ahri yang habis berbelanja bahan-bahan untuk membuat Tteobokki. Taehyung pun langsung terbangun karena suara langkah kaki tersebut. Taehyung mengerjap-ngerjapkan matanya dan mengatur fokus pandangannya karena adanya cahaya matahari yang mengenai wajahnya. Topi yang ia pakai untuk menutupi wajahnya tadi malam, terjatuh di atas dadanya. Ia bangkit dan melihat jam yang ada pada tangannya.

“Jam 07.00?” Tanya Taehyung pada dirinya sendiri.

Taehyung pun bangkit dan berjalan menuju kea rah dapur. Ia melihat Ahri yang sedang mengiris sesuatu di meja makan. Kehadiran Taehyung membuat Ahri menoleh kearahnya.

“Oh… kau sudah bangun?”

“Em… nde. Apa yang kau lakukan sepagi ini?”

“Aku sedang membuat Tteobokki untuk nanti kujual”

“Jeongmal? Apakah aku boleh membantumu?”

“Ani…. Aku bisa melakukannya sendiri”

“Tidak apa-apa. Dulu aku juga pernah membuat ini dengan keluargaku”

“Jinjja?”

“Nde. Tapi saat aku yang membuatnya, semua keluargaku memuntahkannya”  Ucap Taehyung sedikit cemberut.

“Hahahah. Itu berarti kau tidak bisa membuatnya dengan benar”

“Maka dari itu tolong ajari aku cara membuatnya”

“Baiklah. Tapi sebaiknya kau mengganti bajumu dulu. Baju kau pasti sangatlah bau. Kau belum menggantinya kan dari kemarin?”

“Belum” ucap Taehyung yang menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal sambil meringis.

“Sebaiknya kau ganti baju dulu”

“Tapi aku harus memakai baju siapa?”

“Tunggu disini” ucap Ahri yang berjalan kea rah kamarnya dan langsung masuk ke dalam kamarnya.

Taehyung pun menunggunya. Tak lama Ahri pun keluar dengan membawakan sebuah sweeter berwana abu-abu.

“Ini pakailah. Itu sweeter Appaku saat ia masih muda dulu. Apakah terlalu kecil untukmu?”

Taehyung pun mengepaskan sweeter tersebut ke tubuhnya.

“Ani. Menurutku ini cukup. Aku harus menggantinya dimana?”

“Kau bisa menggantinya di kamar mandi itu” tunjuk Ahri kea rah kamar mandi.

“Baiklah. Aku akan menggantinya dulu”

Ahri mengangguk dan melanjutkan irisan bawangnya di atas meja. Beberapa menit kemudian, Taehyung keluar dari kamar mandi. Mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, Ahri pun langsung mengucapkan sesuatu tanpa menoleh kea rah Taehyung yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Oh… Yonghee? Apakah kau bisa mengaduk rebusan macaroni itu di panci?”

Taehyung pun menaruh baju dan jaket yang bekas dipakainya di atas sebuah meja kecil lalu berjalan kea rah meja makan dimana Ahri yang masih mengiris-iris bawang tersebut.

“Apakah yang ada di panci itu?” tunjuk Taehyung.

“Ya! Apa kau ini tidak melihat…nya?” ucap Ahri yang perlahan mendongak ke atas melihat Taehyung yang ada di depannya.

“Tentu aku melihatnya. Bagaimana apakah sweeter ini cocok denganku?”

Ahri masih memandang Taehyung. Taehyung yang masih merasa diperhatikan dengan Ahri, mencoba melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Ahri.

“Ah…apa yang kau katakan?”

“Apakah sweeter ini cocok denganku?” Tanya Taehyung kedua kalinya.

“Oh. Itu sangat pas buatmu. Kau sangat cocok memakainya”

“Jinjja?”

“Nde. Oh, astaga macaroninya”

Ahri pun berlari kea rah panci dan mengambil lap untuk memegang pancinya. Saat ingin mematikan api, Ahri pun tidak sengaja menyenggol panci tersebut. Panci tersebut pun akhirnya tumpah kea rah Ahri namun seketika Taehyung menarik lengan Ahri.

“Gwechanayo?”

Ahri pun masih terdiam karena terkejut. Taehyung pun menepuk pelan pipi Ahri.

“Gwechanayo?” Tanya Taehyung untuk kedua kalinya.

Ahri pun menoleh kea rah Taehyung dengan ekspresi wajah yang masih terkejut.

“Gwaechana. Terima kasih sudah menolongku”

“Kau harus lebih berhati-hati”

“Iya lain kali aku akan berhati-hati. Sepertinya kita akan membuat lagi yang baru. Sebentar, Kau tunggu saja disini. Aku akan membeli macaroninya dulu”

“Tidak usah. Biar aku saja yang membelinya. Dimana aku harus membelinya?”

“Apa kau yakin?”

“Nde. Tenang saja. Aku bisa membelinya”

“Ada minimarket di daerah sini. Kau tinggal berjalan saja ke depan. Maka kau akan menemukan minimarket itu”

“Baiklah” Taehyung pun beranjak dari dapur namun Ahri memanggilnya lagi.

“Yonghee. Kau lupa membawa uangnya”

“Tidak usah. Pakai uangku saja”

“Oh… kalau begitu baiklah”

Taehyung pun mengenakan kacamata hitamnya lagi dan topinya. Taehyung pun keluar dari rumah Ahri dan berjalan sesuai petunjuk Ahri.

Di rumah, Ahri pun duduk di meja makan dan memerhatikan lengannya yang merah karena terkena panci tadi.

“Untung saja Yonghee tadi menolongku. Dia pria yang sangat baik”

Ahri pun segera membereskan macaroni yang tertumpah tadi di lantainya. Eommanya tidak mendengar apa yang dilakukan Ahri karena Eommanya mengurus nampyeonnya di dalam kamar.

Akhirnya Taehyung pun sampai di depan minimarket. Ia pun masuk ke dalam minimarket tersebut dan mencari macaroni yang dimaksud Ahri. Setelah menemukan macaroni tersebut, Taehyung pun menuju kea rah kasir. Dia pun menaruh barang belanjaannya di atas meja kasir tersebut.

Di saat bersamaan, seorang gadis juga sedang membayar belanjaannya di samping Taehyung. Taehyung pun bertanya harga macaroni tersebut.

“Olmaimnika?”

“3000 Won”

Taehyung mengeluarkan uang sebesar 5000 Won dan memberikan uang tersebut kepada pelayan kasir. Pelayan kasir itu memberikan angsulan kepada Taehyung.

“Gamsahamnida. Silahkan datang kembali”

Taehyung pun tersenyum kepada pelayan kasir itu lalu pergi keluar dari minimarket tersebut.

Gadis yang memerhatikan Taehyung tadi bergumam sesuatu.

“Sepertinya aku mengenali suara tersebut”

Gadis itu mengingat-ingat suara tersebut kemudian ia teringat siapa pemilik suara tersebut. Gadis itu langsung menyuruh pelayan kasir untuk cepat-cepat membungkus belanjaannya.

“Palli!”

Pelayan kasir itu terkejut dan langsung cepat-cepat mengemasi barang belanjaan gadis itu.

“Semuanya 15000 Won”

Gadis itu langsung mengeluarkan uang 20000 Won. Lalu pelayan itu memberikan angsulan 5000 Won kepada gadis cantik tersebut.

“Gamsahamnida. Silahkan datang kembali”

Gadis itu langsung berlari keluar minimarket tersebut tanpa menghiraukan perkataan pelayan kasir tersebut.

Saat minimarket sepi kembali, dua pelayan kasir itu membicarakan Taehyung.

“Apa kau tadi melihat senyum namja yang membeli macaroni tadi?”

“Ani. Memangnya kenapa?”

“Namja tadi seperti seorang model. Senyumnya sangat manis sekali”

“Oh… Ren…. Kau ini selalu saja seperti itu. Kau ini juga sudah tua”

“Apa kau bilang? Aku ini tidak juga terlalu tua tau”

“Terserah kau”

Gadis tadi pun mencari-cari Taehyung. Setelah mencari-carinya, akhirnya gadis itu pun menemukan Taehyung yang sedang berjalan. Gadis itu pun mengikuti Taehyung secara diam-diam di belakang Taehyung. Taehyung merasa seperti ada yang mengikutinya. Taehyung pun langsung menoleh ke belakang dan tidak mendapati siapa-siapa disana. Gadis yang mengikuti Taehyung bersembunyi di balik tong sampah besar. Gadis itu pun mengikutinya lagi.

Akhirnya Taehyung pun sampai di rumah Ahri. Ahri sedang menunggu Taehyung di luar.

“Kau lama sekali. Aku pikir kau tersesat”

“Tersesat? Tentu saja tidak. Ini aku sudah membelinya”

“Gomapta. Tapi kenapa kau harus memakai kacamata dan topimu?”

“Ah… tidak papa. Mataharinya sedang panas. Jadi aku ingin saja memakai topi dan kacamataku” ucap Taehyung yang langsung melepaskan topi dan kacamatanya.

“Aigoo…. Itu benar-benar Kim Taehyung. Tetapi kenapa dia bisa bersama Ahri?” ucap gadis itu yang sedang mengintai Ahri dan Taehyung di pohon depan rumah Ahri. Gadis itu melihat Taehyung dan Ahri berbicara sesuatu lalu mereka berdua pun langsung tertawa. Taehyung dan Ahri pun akhirnya masuk kembali ke dalam rumah.

“Sejak kapan Ahri bisa bersama Taehyung? Apakah Taehyung adalah saudaranya? Ah… kalau begitu kenapa dia tidak bilang itu kepadaku?” gadis itu pun langsung pergi dari pohon tersebut.

Ahri dan Taehyung pun mulai membuat Tteobokki kembali. Taehyung yang tidak tahu cara mengaduk Tteobokki dengan benar, langsung mendapat jitakan spesial dari Ahri. Ahri pun menyuruhnya untuk memperhatikannnya cara mengaduk Tteobokki tersebut. Taehyung  mengangguk mengerti dan meminta pengaduknya lagi kepada Ahri. Mereka pun tertawa-tawa saat mebuat Tteobokki. Mereka berdua menjadi semakin akrab. Setelah 10 menit membuatnya, akhirnya mereka telah selesai membuatnya.

“Ah… akhirnya selesai juga” ucap Ahri yang sedikit kelelahan.

“Ternyata membuat Tteobokki itu sangat sulit”

“Kau saja yang memang tidak bisa memasak”

“Haha… kau benar. Lalu kau mau lakukan apa dengan Tteobokki ini?”

“Tentu saja akan kujual. Apa kau ingin ikut denganku untuk menjualnya?”

“Tentu. Aku akan ikut bersamamu”

“Kita harus mengemasinya terlebih dahulu”

“Oh… baiklah. Apa kau berkeliling jika menjual Tteobokki ini?”

“Tentu tidak. Ini semua adalah pesanan untuk pemilik kedai”

“Wah… daebak! Pasti karena Tteobokki buatanmu itu sangat enak”

“Tidak juga. Pemilik kedai itu berteman dekat dengan ibuku”

“Ah… jadi begitu”

Akhirnya setelah banayk mengobrol mereka pun selesai mengemasinya.

“Kapan kita akan mengantar pesanan ini?”

“Kita akan mengantarnya sekitar pukul 10. Kau bisa saja menonton TV dulu. Aku ingin membersihkan diriku dulu”

“Baiklah”

Taehyung pun menuju ke ruang tamu dan menyalakan TV di ruang tamu tersebut.

“Ah… sudah lama sekali aku tidak membuka TV” ucap Taehyung yang langsung memencet tombol di remot tersebut dan menyalakannya.

Taehyung pun mengganti-ganti acara TV dan seketika Taehyung pun berhenti mengganti pada sebuah acara berita.

‘Baiklah kita akan mendengar penjelasan langsung dari manager Song Haboem  yang tepatnya manager dari boyband bernama BTS’  ucap pembawa acara tersebut.

Taehyung pun terkejut dan memilih mendengarkan berita tersebut.

“Kenapa kau mengundurkan waktu acara fanmeet atau tepatnya acara konser tersebut pada hari Sabtu dan menjadi hari Minggu?” Tanya sang Reporter.

“Aku mengundurkannya karena sebuah alasan. Anak didikku yang tepatnya bernama BTS, mereka kelelahan karena jadwal yang sangat padat. Jadi oleh karena itu mereka butuh istirahat dan perlu mengumpulkan energy mereka lagi agar mereka bisa tampil maksimal” ucap manager Haboem.

Taehyung yang melihat berita tersebut, menepuk jidatnya.

“Aya! Bagaimana bisa aku lupa kalau hari Sabtu adalah konser kita? Ah… aku ini bodoh sekali” ucap Taehyung yang memukul-mukul kepalanya sendiri.

“Apakah kami boleh bertanya secara langsung oleh para member BTS?”

“Tidak bisa. Saat ini mereka sedang beristirahat. Jadi kita tidak bisa mengganggunya dulu”

“Oh…jadi begitu. Baiklah sekian dari penjelasan dari manager BTS. Sekarang kita akan melihat tayangan wawancara dari BTS minggu lalu”

“Kau sedang menonton apa?”

Taehyung pun terkejut karena mendengar suara Ahri yang tiba-tiba berada di belakangnya. Dengan spontan Taehyung langsung mematikan TV tersebut dengan remotnya.

“Tidak ada” ucap Taehyung yang menoleh kea rah Ahri sambil tersenyum meringis.

“Kenapa kau mematikannya? Sini! Aku ingin melihatnya” ucap Ahri yang meyodorkan tangannya meminta remot yang di pegang Taehyung.

Taehyung pun menolaknya. Ahri pun mencoba mengambil remot TVnya dari tangan Taehyung, tetapi Taehyung selalu mengelak jika Ahri mengambilnya. Mereka pun jadi berkejar-kejaran di ruang tamu yang tidak terlalu luas tersebut.

“Yonghee… berikan remot itu kepadaku!”

“Tidak akan” ucap Taehyung yang berlari menghindari dari kejaran Ahri.

Taehyung pun naik ke atas sofa dan berdiri diatas sofa tersebut sambil mengangkat-angkat remot itu dan mengelaknya dari raihan tangan Ahri. Ahri pun melompat-lompat seperti seekor anjing yang diajak bermain oleh majikannya. Saat Ahri hampir berhasil mengambilnya, Ahri pun tersandung oleh kakinya sendiri dan terjatuh kea rah Taehyung. Taehyung pun juga terjatuh karena tertimpa tubuh Ahri di sofa tersebut. Ahri pun jatuh tepat di atas tubuh Taehyung.

“Ah… ini semua gara-gara ….”ucap Ahri yang bangkit dari posisinya lalu ia pun langsunng melihat wajah Taehyung di hadapannya. Seketika jantung Ahri pun berdetak kencang. Taehyung pun juga memandang Ahri dari dekat. Jantung Taehyung pun juga berdetak kencang. Mereka pun bertatapan hampir lama.

“Pabo!” pukul Ahri ke kepala Taehyung dan langsung mengambil remot dari tangan Taehyung.

“Aw… ah… hei jangan dinyalakan” ucap Taehyung.

Ahri pun tidak mendengarkan ucapan Taehyung dan langsung menyalakan TVnya. Terdapat iklan kartu internet Jessi Vs BTS. Taehyung pun menutup matanya dengan satu tangannya.

“Semoga ia tidak mengetahuiku disitu” gumam Taehyung.

“Ya! Kau ini kenapa? Lihat ini hanyalah iklan. Ah…. Kau ini membuatku penasaran saja” ucap Ahri yang melempar remotnya di sofa.

Taehyung pun membuka matanya.

“Hahaha… kau benar” ucap Taehyung lega karena Ahri tidak menyadari keberadaan Taehyung di iklan tersebut.

“Kajja. Kita harus mengantarkan Tteobokki itu sekarang”

Ahri pun bersiap-siap dan menuju kea rah dapur untuk mengambil Tteobokki yang telah ia buat bersama Taehyung. Taehyung menoleh kepergian Ahri.

“Apakah dia tidak sadar? Ah… untung saja. Ternyata aku tetaplah tampan di iklan itu” ucap Taehyung yang langsung mematikan TVnya.

Ternyata Ahri sudah berada di luar menunggu Taehyung.

“Tungu aku!” ucap Taehyung yang ia kira Ahri telah meninggalkannya dan langsung berlari keluar dari rumah Ahri.

“Ah… kau ini lama sekali”

“Mianh. Kajja”

Mereka pun berjalan dan menuju ke Kedai. Tidak lupa Taehyung memakai topi dan kacamatanya.

“Apa sinar matahari pagi ini akan membakar kulitmu lagi?”

“Ani. Kau lihat sendiri kan. Aku seorang penulis lagu. Jadi aku berjaga-jaga saja”

“Oh… jadi tadi pagi kau memakai topi dan kacamatamu karena itu”

Taehyung mengangguk sambil meringis. Ahri hanya menggeleng pelan melihat penampilan Taehyung. Ahri membawa dan memegang keranjangnya yang berisi Tteobokki untuk mengantarnya ke Kedai tersebut. Mereka pun berjalan bersama menuju kesana.

***

#Dorm BTS

“Apakah kalian semua sudah siap?” Tanya Jin kepada semua nam dongsaengnya.

“Tentu” teriak setuju member BTS yang tak terkecuali Suga.

“Ah… apakah aku harus memakai wig dan baju dress ini?”

“Sudahlah hyung… kau sangat cocok memakainya” ucap Rapmon.

“Kau terlihat cantik Suga hyung” ucap Jimin yang mencoba menahan tawanya.

“Akan kuhajar kau jika menertawakanku. Ah…. Aku tidak bisa memakai ini”

“Hyung? Coba kau lihat Jungkookie. Bukankah dia juga memakai pakaian wanita? Jungkookie kau terlihat manis sekali” Ucap JHope.

Jungkook yang menjadi pusat perhatian hyung-hyungnya pun hanya tersenyum.

“Ya! Jungkook-ah? Apa kau tidak risih jika memakai baju wanita?” Tanya Suga yang sedikit kesal.

“Ani hyung. Aku melakukan ini demi V hyung”

“Ah… Jungkookie manis sekali” ucap Jimin, Rapmon, dan JHope bersamaan.

“Lihat! Jin hyung sangatlah tampan walaupun ia menjadi peran seorang Appa. Masa aku tidak tampan dan memakai baju ini?” ucap Suga lagi.

Sepertinya Suga masih tidak terima jika ia memakai pakaian wanita. Member lain tidak menghiraukan perkataan Suga. Mereka pun keluar dari dorm mereka. Tak lupa Jin menaruh sepucuk surat di atas meja disamping TV. Jin pun keluar dan mengunci pintu dorm mereka. Mereka pun berjalan keluar dari dorm dengan diam-diam. Sampai di garasi, mereka pun langsung masuk ke dalam mobil mereka dan mengendarainya.

Di mobil mereka tertawa-tawa karena saling menertawakan satu sama lain.

“Hahaha kostum Halbeoji yang dipakai Jimin sangatlah cocok. Woa…. liat kostum yang dipakai Jhope juga sangat lucu. Dia sangat cocok sekali menjadi Halmeoni. Kalian berdua menjadi pasangan yang serasi” ucap Rapmon dan Suga yang diiringi tawa pecah dari Jungkook.

“Woa… Jungkookie kau berani sekali menertawakan hyungmu ini?” ucap Jimin dan JHope bersamaan.

“Mianh. Hyung berdua sangatlah lucu. Hahaha..”

“Liat. Jungkook saja tertawa sampai seperti ini. Berarti kalian sangat lucu. Hahah” ucap Rapmon.

Jimin dan JHope hanya mempoutkan bibirnya.

“Ah iya coba kalian lihat Jin Hyung. Jin hyung tidak terlalu banyak tertawa. Ia sedang fokus menyetir” ucap Jimin kemudian yang duduk di samping kemudi dengan Jin sambil menunjuk-nunjuknya.

Semuanya pun menatap kea rah Jin dari balik kaca mobil di antara kemudi.

“Mwo? Apa yang kalian lihat?” ucap Jin yang melirik sedikit nam dongsaengnya dari balik kaca tersebut kemudian pandangannya pun terfokus lagi ke depan.

“Lihat-lihat kumis yang dipakai Jin hyung lebat sekali. Jin hyung lebih mirip seperti seorang supir Taxi yang akan mengantar kami” ucap Rapmon.

“Hahahaha…” terdengar suara ledakan tawa dari para nam dongsaengnya.

“Ah… kalian ini. Berhentilah tertawa. Sekarang kita harus fokus mencari V berada dimana?”

“Ah… iya kau benar sekali hyung” ucap mereka.

Mobil yang mereka kendarai pun melaju dengan kencang menuju kea rah Kota.

***

Taehyung dan Ahri pun akhirnya telah sampai di Kedai tersebut.

“Sepertinya aku pernah melewati tempat ini” gumam Taehyung.

Mereka pun masuk ke dalam Kedai tersebut di pinggir kota. Di dalam kedai, tidak terlalu banyak pelanggan. Ahri pun berjalan menuju kasir yang diikuti oleh Taehyung.

“Ahjumma. Aku ingin mengantarkan pesanan ini lagi”

“Tumben kau datang sangat cepat. Siapa pria yang ada di sampingmu itu?”

“Oh…. Ini Yonghee. Dia temanku”

“Annyeong haseyo” ucap Taehyung kepada bibi pemilik kedai tersebut.

Bibi pemilik kedai tersebut tersenyum kepada Taehyung.

“Ah…. Iya. Ahri, di dalam ada Yura. Apa mau kupanggilkan?”

“Kebetulan sekali. Aku ingin bertemu dengannya”

“Baiklah tunggu sebentar”

Bibi pemilik kedai tersebut pun masuk ke dalam ruangan. Taehyung yang mendengar percakapan Ahri dengan bibi tersebut menyenggol lengan Ahri.

“Shuuuut.. siapa Yura itu?”

“Yura itu adalah anak dari bibi itu. Dia adalah sahabatku”

“Oh….”

Tak lama bibi pemilik kedai tersebut pun muncul dengan anaknya.

“Aku tinggal kebelakang dulu ya” ucap ibunya Yura.

“Nde…” ucap mereka bertiga serempak.

“Ahri? Sedang apa kau disini?” Tanya Yura.

“Seperti biasa. Mengantarkan Tteobokki ini ke kedaimu”

“Ah… arraseo. Tumben kau sangat cepat. Oh ya siapa pria disampingmu itu?”

“Oh…. Dia. Perkenalkan dia Shin Yonghee. Kau bisa memanggilnya Yonghee”

“Sebaiknya kita berbicara sambil duduk” ucap Yura yang mengajak Ahri dan Taehyung duduk di meja makan yang kosong.

“Jadi… Yonghee itu siapamu?”

“Ah… kami hanya bertem—“ ucapan Ahri pun terpotong karena Taehyung.

“Sahabat. Ya.. kami bersahabat” ucap Taehyung dengan santainya.

Seketika Ahri pun langsung menginjak kaki kiri Taehyung di bawah.

“Aww….” Taehyung pun mengaduh kesakitan.

“Ani…. Kami hanya berteman saja”

“Oh… begitu” ucap Yura yang terus memerhatikan Taehyung.

Ahri melihat ibunya Yura yang sedang kesusahan membawa makanan. Ahri pun langsung beranjak dari tempat duduknya.

“Kalian…. Akrablah. Aku ingin membantu ahjumma dulu”

Taehyung pun ingin memanggil Ahri karena merasa ditinggalkan tetapi ia tidak jadi memanggilnya karena Ahri pergi dengan cepat.

“Jadi… kau adalah teman dekat Ahri?” ucap Yura yang memulai pembicaraan.

“Nde”

“Oh…. Apa kau tau boyband yang sedang terkenal saat ini?”

“EXO?” tebak Taehyung.

“Aniyo. Bukan EXO tetapi BTS”

“Ah…. Begitu” Taehyung pun mulai sedikit khawatir dengan dirinya.

“Apa kau tau Kim Taehyung?”

“Em…. Aku tidak terlalu tahu kalau itu”

“Dia adalah member terkonyol di semua member” ucap Yura sambil tertawa-tawa.

“Ah…. Begitukah?” ucap Taehyung yang mulai salah tingkah di depan Yura.

‘Apa aku sekonyol itu ya?’ Tanya Taehyung dalam hati.

“Bukankah…. Orang yang berjalan tadi pagi ke supermarket memakai topi, kacamata hitam, dan memakai sweeter abu-abu yang sekarang ada di depanku adalah Kim Taehyung?”

Taehyung pun langsung membeku mendengar ucapan Yura.

“Ah… ternyata aku benar. Baiklah… aku cukup bilang soal ini kepada Ahri kalau—“ ucap Yura yang beranjak dari kursi namun tangan Yura pun di tahan oleh Taehyung.

“Tolong jangan kasih tahu ini ke Ahri tentang jati diriku”

“Baiklah. Aku tidak akan memberitahunya. Tetapi ada satu syarat jika rahasiamu ingin tetap aman” ucap Yura.

“Apa yang kau inginkan?”

“Temui aku pukul 03.00 sore ini di Taman Gwaecyeo”

“Untuk apa aku datang kesana?”

“Kau cukup datang saja dan jika kau datang, rahasiamu akan aman bersamaku. Ottokhae?”

Taehyung pun memikir-mikirkannya dengan matang.

“Baiklah. Aku akan datang” ucap Taehyung pasrah.

“Jangan lupa. Kau tidak usah membawa Ahri”

Taehyung pun mulai sedikit khawatir apa yang akan dilakukan gadis yang bernama Yura tersebut.

“Hei…. Sepertinya kalian sangat akrab. Apa yang kalian bicarakan disini?” ucap Ahri tiba-tiba yang berdiri di meja tempat Yura dan Taehyung duduk.

“Ah… Anni. Kami tidak membicarakan apa-apa” ucap Yura dengan santainya.

“Ah…. Kalian ini tidak seru sekali. Sepertinya aku harus pulang. Eomma pasti menunggguku” ucap ahri yang melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 12.00.

Ahri pun membawa keranjangnya yang telah kosong.

“Yura ucapkan salamku pada Eommamu, nde!”

Yura pun mengangguk tersenyum.

“Yonghee, kajja!”

Taehyung pun berjalan mengikuti Ahri. Saat ingin keluar dari kedai, Taehyung pun sempat menoleh kea rah meja  yang mereka duduki tadi. Ia melihat Yura melambaikan tangannya sambil tersenyum kea rah Taehyung. Taehyung tidak merespon lambaian dari Yura. Di perjalanan,  Taehyung hanya diam dan tidak banyak bicara. Ia masih memikirkan perkataan Yura.

‘Kau cukup datang saja dan jika kau datang, rahasiamu akan aman bersamaku. Ottokhae?’ perkataan Yura terus tergiang di kepala Taehyung.

“Yonghee? Kenapa kau melamun?” ucap Ahri yang mengejutkan Taehyung dari lamunannya.

“Ani. Aku tidak melamun”

“Oh…. Sepertinya dari tadi kuperhatikan, wajahmu terlihat cemas. Apakah ada sesuatu yang terjadi padamu?”

“Ani…. Apa kau daritadi sedang mencemaskanku?” ucap Taehyung menggoda.

“OMO!  Aku hanya bertanya saja padamu. Baiklah aku tidak akan bertanya-tanya lagi kepadamu” ucap Ahri sedikit kesal namun disertai senyum malu dari Ahri dan berjalan cepat meninggalkan Taehyung di belakang.

“Ah… tunggu aku!” ucap Taehyung yang berlari kecil kea rah Ahri.

Mereka pun berjalan melewati taman yang sebelumnya mereka datangi.

“Apakah aku harus datang ke taman ini?” gumam Taehyung yang bertanya pada dirinya sendiri.

Mereka pun berjalan lagi menuju jalan pulang rumah Ahri.

***

#Dorm BTS

Manager Haboem pun mendatangi dorm BTS lalu saat sampai di pintu dorm, manager Haboem pun mengetuknya.

“Kalian bangunlah. Aku sudah membuatkan alasan untuk kalian. Kalian sekarang berlatihlah”

Manager Haboem pun tidak mendengar jawaban dari para member.

“Ya! Apa kalian belum bangun?” teriak manager yang masih belum ada jawaban dari mereka semua.

Manager Haboem pun membuka-buka gagang pintu dorm BTS. Namun pintu dorm mereka pun terkunci. Manager Haboem pun terpaksa menggunakan password untuk membuka pintu kamar mereka.

Akhirnya pintu pun terbuka. Ia menuju kea rah kamar yang ditempati V, Jungkook, dan Jimin. Manager Haboem pun mencoba membuka pintu kamar mereka. Pintu pun terbuka. Ia melihat V, Jungkook, dan Jimin yang terbaring di kasur mereka dengan selimut yang seperti menutupi tubuh mereka.

“Ya! Apa kalian masih tidur seperti ini?” ucap manager yang mulai terlihat kesal.

Tidak ada jawaban dari mereka semua. Manager pun langsung berjalan menuju kasur Jimin dan membuka selimut tersebut. Manager pun terkejut melihat apa yang ada di hadapannya. Sebuah guling yang ditutupi oleh selimut. Manager berjalan lagi ke arah kasur V dan Jungkook lalu membukanya satu persatu. Manager yang masih bingung dengan tidak adanya V, Jungkook, dan Jimin, mencoba menuju kamar yang lain. Ia pun pergi kea rah kamar Jin dan Rapmon dan membuka pintu kamar tersebut. Manager melakukan hal yang sama seperti di kamar V, Jungkook, dan Jimin. Jin dan Rapmon pun juga tidak ada di kasurnya. Lalu manager  pergi ke kamar yang terakhir yaitu kamar Suga dan JHope. Manager pun juga melakukan hal yang sama di kamar Suga dan JHope dengan membuka selimut yang menutupi tubuh mereka. Nihil, Suga dan JHope juga tidak ada di kasurnya. Manager Haboem keluar dari kamar Suga dan JHope dan langsung menuju ke ruang utama dorm mereka yaitu ruang tamu.

“Ah…. Kemana mereka semua? Kenapa mereka pergi begitu saja tanpa ada seijinku?” keluh manager.

Manager Haboem pun duduk di sofa dan mencoba berfikir sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing.

“Kemana mereka perginya?”

Manager Haboem melihat ke sekeling ruang tamu tersebut lalu matanya beralih menatap kertas putih yang tergeletak di meja dekat TV tersebut. Manager Haboem pun berjalan kea rah TV dan mengambil kertas putih tersebut. Manager pun membuka kertas putih tersebut lalu membacanya.

‘Manager. Mianh. Kami keluar tanpa seijinmu. Kami ingin pergi mencari V. Kau tenang saja. Kita akan aman dengan mobil kami. Kami akan segera kembali. Saranghae ’^_^‘ isi pesan mereka.

“Ah mereka ini benar-benar” ucap manager yang langsung keluar dari dorm mereka, lalu mengetik password di samping pintu tersebut untuk menutup pintu dorm mereka kembali.

***

Pukul 13.00

Taehyung pun duduk di kursi depan rumah Ahri dan masih melamun. Tiba-tiba Ahri pun duduk di sampingnya dengan membawa Tteobokki yang mereka buat tadi. Taehyung pun langsung menoleh ke Ahri.

“Aku membawakan Tteobokki yang kita buat tadi. Apa kau mau mencobanya?”

Taehyung pun langsung mengambil piring dari tangan Ahri.

“Kau ini” ucap Ahri yang sedikit terkejut karena Taehyung tadi tiba-tiba merebutnya.

Taehyung melahap semua Tteobokki tersebut. Namun Tteobokki tersebut masih tersisa.

“Ini enak. Kau cobalah” ucap Taehyung yang menusuk Tteobokki tersebut dengan garpunya lalu mengarahkan kea rah mulut Ahri.

“Aaaakkk…” Taehyung menyuapi Ahri.

“Ah… apa yang kau lakukan?” namun pertanyaan Ahri tidak digubris oleh Taehyung dan Taehyung tetap memajukan garpunya kea rah mulut Ahri. Mau tidak mau Ahri pun membuka mulutnya dan melahap Tteobokki tersebut.

“Ottokhae? Apakah enak?”

“Aisssh…. Jinjja…. Kau ini tentu saja enak. Aku kan yang membuatnya” ucap Ahri yang memukul lengan Taehyung.

Di ujung bibir Ahri pun belepotan dengan bumbu merah Tteobokki.

“Lihat! Kau belepotan” ucap Taehyung yang tertawa terbahak-bahak.

“Mwo?” Ahri pun langsung mengelap bibirnya dengan tangannya. Tetapi bibir Ahri tetaplah belepotan dengan bumbu Tteobokki tersebut.

“Kau ini, mengelap saja tidak bisa” ucap Taehyung yang langsung mengusap di ujung bibir Ahri dengan ibu jarinya.

Seketika mereka pun berjarak sangat dekat. Jantung Ahri pun berdetak kencang melihat wajah Taehyung dari dekat. Taehyung yang telah selesai mengelap ujung bibir Ahri, langsung menoleh ke wajah Ahri. Jantung Taehyung pun juga langsung  berdetak kencang menatap wajah Ahri. Seketika mereka pun tersadar dari lamunan mereka. Mereka pun menjadi salah tingkah.

“Mianh. Aku hanya ingin mengelap kotoran di bibirmu saja”

“Ah…. Tidak apa-apa. Apa kau sudah selesai memakannya? Jika sudah selesai, aku akan membawanya ke dapur.”

“Nde”

Ahri pun langsung mengambil piring di samping Taehyung dan masuk ke dalam rumahnya dengan tergesa-gesa. Ahri langsung mencuci piring tesebut di wastafle.

“Ahri…. Ada apa denganmu? Kenapa kau sangat gugup? Kenapa setiap kau bertatapan dengan Yonghee kau selalu gugup?” ucap Ahri kepada dirinya sendiri.

Ahri pun melupakan hal tadi dan langsung melanjutkan cuci piringnya.

Di sisi lain, Taehyung  juga merasakan ada yang aneh pada dirinya.

“Ada apa denganku? Kenapa aku sangat gugup dengannya?” tanya Taehyung pada dirinya sendiri.

Taehyung pun melihat jam di tangannya. Pukul 14.30. Taehyung harus menepati janji untuk datang ke taman tersebut. Taehyung  ingin mengatakan sesuatu kepada Ahri dan berjalan masuk ke dalam rumah Ahri. Ahri pun juga ingin mengatakan sesuatu dan berjalan keluar. Mereka pun tepat bertemu di pintu masuk rumah Ahri.

“Ahri?”

“Yonghee?”

“Kau sedang apa?”

“Kau juga sedang apa?”

“Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Kau?”

“Ah… aku juga ingin mengatakan sesuatu juga kepadamu. Tapi sebaiknya kau dulu yang mengatakannya”

“Baiklah. Aku ingin pergi ke sesuatu tempat sekarang”

“Kau ingin pergi kemana?”

“Ada sesuatu yang harus kuurusi. Oh ya kau ingin mengatakan apa?”

“Tidak jadi” ucap Ahri yang menunda perkataannya.

Taehyung pun melihat jam di tangannya.

“Aku harus pergi. Annyeong” ucap Taehyung yang meninggalkan Ahri di ambang pintu.

“Dia mau kemana? Aku penasaran. Apa yang di lakukan sore-sore begini?” ucap Ahri yang langsung berlari mengikuti Taehyung dengan diam-diam.

Taehyung pun berjalan dengan tergesa-gesa lalu belok dan berjalan menuju arah taman.

“Dia mau pergi kemana? Kenapa dia terburu-buru seperti itu?” gumam Ahri yang juga berlari kecil mengikuti Taehyung di belakang.

Akhirnya Taehyung pun telah sampai di taman tersebut.

“Maaf aku terlambat” ucap Taehyung kepada seorang gadis dengan rambut terurai.

“Yura? Kenapa dia bisa bertemu dengan Taehyung disini?” ucap Ahri yang bersembunyi di balik tumpukkan batu besar di dekat taman tersebut. Ahri pun mendengar percakapan mereka kembali.

“Baiklah kita sesuai dengan perjanjian” ucap Yura tersenyum.

 

TBC

Advertisements

6 thoughts on “[BTS FF Freelance] Can You Trust me (Twoshoot #1)

  1. Yuki yuki

    Annyeong…. Intan *Lambai tangan*. Salam kenal ya ^^. Hehehe ngapain ya Yura? Hihi tebak-tebak aja dulu. Kalau author Yuki Hime apa bukan, kayaknya itu bukan aku. Hehehe aku author baru disini. Gomawo Intan sudah baca dan comment ff ini. Ditunggu aja ya kelanjutannya. 🙂 😀 :’)

    Like

  2. Intan Nuraeni

    ff’y kerenn thor cerita”y bner” menarik,, btw yura mau apa yaa?? mungkikah ia meminta kencan?? huaa andwee
    btw ini Author Yuki Hime apa bukan??

    Like

  3. Yuki yuki

    Annyeong…. Nadel *Lambai tangan*. Salam kenal ya ^^. Ah…. iya, aku lupa bagian itu. Mianhe jika banyak typo bertebaran. Maklum baru first buat ff ini. Gomawo nadel sudah baca dan comment ff ini. Ditunggu aja ya kelanjutannya. 🙂 😀 :’)

    Like

  4. Nadelia

    Daebakk:v ceritanya bagus, gak sabar deh nunggu selajutnya^^
    Btw yura sama taehyung ngapain ya di taman??
    Oiyaa… kayaknya ada yang salah ketik deh, bagian akhir. Ahri bilang itu Taehyung, seharusnyakan Yonghee?!
    @Yuki fightinggg…:v

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s