[BTS FF Freelance] Cherry Blossom (Chapter 1)

ff cover

 

Tittle    :   Cherry Blossom (Chapter 1)

Author   :   Rihan Lee

Cast   :   Jungkook (BTS), Yuju (Gfriend)

Support Cast  :   Naeun (Apink), SinBi (Gfriend), Member BTS, etc

Genre  :   Romance, Sad, School Life, Fluff

Length   :   Chaptered

Rating   :   PG-15

Disclaimer   :  BTS dan cast lainnya milik Tuhan YME, orangtua, agensi. Cerita murni hasil pemikiraan author. Jika ada kesamaan plot, tokoh, judul, dll adalah ketidaksengajaan. Maaf atas typo yang bertebaran sana-sini.

~ Happy Reading ~ ^-^

Chapter 1 ~ “ First Love “

Yuju POV

Saat ulang tahunku yang ke-10,  Appa dan Eomma memberikanku hadiah sebuah buku cerita yang berjudul Cherry Blossoms. Yah . . . memang hanya sebuah buku cerita anak kecil namun entah kenapa, aku sampai sekarang percaya dengan isi buku cerita itu.

Buku cerita Cherry Blossom itu, bercerita tentang seorang putri yang kesepian dan ia membuat permohonan pada saat pohon Cherry Blossoms pertama kali bermekaran dan permintaannya terkabul.

Jadi, jika kita membuat permohonan pada saat pohon Cherry Bloosoms pertama kali bermekaran maka permohonan kita akan terkabul?

Apakah cerita itu benar-benar ada?

Aku selalu berharap kalau cerita itu benar-benar ada. . .

*~*~*~*~*

Author POV

Tap. . . tap . . .tap . . .

Yuju berjalan meninggalkan rumahnya sambil mengenakan headset di telinganya. Ya, ia harus berjalan atau naik bus jika mau ke sekolah pada saat rumah kosong seperti saat ini. Hanya ia seorang tanpa ada asisten Appa dan Eommanya yang sudah mengabdi hampir puluhan tahun yang siap mengantarnya kapan saja.

Ia sengaja menyuruh semua penghuni rumahnya untuk pergi liburan ke pulau Jeju. Ia berusaha meyakinkan semuanya kalau ia bisa mandiri di rumah yang kosong. Ya, Yuju memang bisa mandiri sejak Appa dan Eommanya  meninggal beberapa tahun yang lalu. Hanya meninggalkan ia seorang diri, dan yang ia syukuri adalah asisten dan pelayan rumahnya yang masih mengabdi dengan keluarganya walaupun orangtuanya sudah meninggal.

Sejujurnya, ia memang lebih suka pergi sendiri ke sekolah apalagi  pada saat  hari permulaan musim semi. Ya, musim semi adalah musim kesukaannya, dimana ia bisa melihat bunga-bunga bermekaran. Apalagi saat pohon Cherry Blossom kesukaannya bermekaran. Yap, Yuju sangat menyukai Cherry Blossom mulai dari arti, warna, dan segalanya mengenai Cherry Blossom.

Tapi saat ini, entah kenapa Yuju suka membuat permohonan di saat pohon Cherry Blossom pertama kali mulai bermekaran. Ia tahu bahwa cerita itu hanyalah cerita pengantar tidur untuk anak kecil belaka tapi tidak ada salahnya untuk mencobanya.

Yuju berjalan memasuki jalan yang tidak terlalu luas yang merupakan jalan menuju sekolahnya. Disetiap jalan di area ini sampai ke area sekolahnya, ditumbuhi beberapa jenis pohon-pohon termasuk pohon Cherry Blossom. Yah . . . bisa dikatakan salah satu alasan mengapa ia suka sekolah disini.

Saat Yuju sedang asyik melihat bunga-bunga pohon yang sedang bermekaran di area itu, tak sengaja ia melihat seorang namja berseragam sekolah yang sedang menatap ponselnyanya dan melirik ke arah jalan di depannya. Yuju sempat menahan nafas saat melihat  namja itu .

Astaga, namja itu tampan sekali, apalagi dengan seragam musim semi yang dipakainya menambah kesan cool dan terlihat lebih berkarisma.

Aneh, Yuju tidak pernah melihatnya sebelumnya. Ya benar, baru kali ini ia melihatnya, ia tidak pernah tahu ada siswa seperti itu di sekolahnya. Apalagi Yuju sudah tahun ketiga di sekolahnya, ia sama sekali tidak pernah melihat namja  itu yang terang-terangan memakai seragam yang sama dengan Yuju.

“Jeogiyo, kalau ingin mencari SH Senior High School kau hanya cukup mengikuti jalan ini saja dan kau bisa langsung sampai.”  Yuju berjalan mendekati namja itu dan sontak membuat namja itu menoleh

“ Ah iya, terimakasih sudah memberitahu.” sahut namja itu sambil menyunggingkan senyumannya

Sekejap pipi Yuju langsung memerah, bagaimana tidak namja itu tersenyum manis sekali. Yuju yakin setiap gadis akan meleleh saat melihatnya.

Tiba-tiba namja itu berjalan mendekati Yuju yang masih membeku dengan senyumannnya tadi.

“ Ini aneh, bukannya sekarang saatnya bunga bermekaran tapi kenapa ada kepingan bunga yang jatuh.” Namja itu mengambil sebuah kepingan bunga yang jatuh ke rambut Yuju dan memberikannya ke Yuju

Yuju hanya terdiam sambil menatap namja itu yang masih setia tersenyum manis kepadanya.

“ Kau juga sekolah di SH Senior High School, kan?  Bagaimana kalau kita pergi bersama?”

*~*~*~*~*

“ Kau kelas berapa?” Yuju menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah namja itu.

“ Kelas 3-A.”

“ Kalau begitu, kau tinggal lurus saja, nanti ada penanda kelas disana.” sahut Yuju menunjuk ke arah lorong sekolahnya

“ Terimakasih sudah mau mengantarkanku.”

“ Jungkook-ah!! Yeogi!!” terdengar suara teriakan siswa lain dari kejauhan dan sontak membuat namja itu menoleh ke arah sumber suara

Namja itupun tersenyum ke arah siswa yang tadi memanggil namanya dan langsung berpaling ke arah Yuju.

“ Seseorang memanggilku, terimakasih sekali lagi atas bantuannya. Oh ya, kalau boleh tahu siapa namamu?” tanya namja yang Yuju tahu bernama Jungkook tadi.

“ Yuju, Choi Yuju-imnida.” jawab Yuju sambil tersenyum manis

Jungkook pun membalas senyuman Yuju dan beranjak pergi meninggalkan Yuju yang masih menatapnya dari kejauhan.

“ Yuju-ah! Kau sedang menatap apa?” SinBi muncul sambil menenteng tas di pundaknya.

“ A-Ani! Tidak ada.” jawab Yuju sambil menatap ke arah SinBi yang menatap polos dirinya

“ Ya sudah, kajja!” SinBi menarik tangan Yuju ke arah tangga sekolah.

*~*~*~*~*

“ Kyaa!!! Lihat! Lihat! Itu Jeon Jungkook! Murid pindahan dari Manchester yang kita bicarakan waktu itu! Wahhh… dia tampan sekali! Kudengar dia juga pintar, jago olahraga, dan bertalenta di musik! Benar-benar tipe ideal!”

SinBi yang asyik memakan burger menoleh ke arah topik yang dibicarakan yeoja-yeoja yang duduk di sebelah mejanya dengan Yuju. Benar, Jungkook sedang memesan makanan di kantin sekolahnya bersama dengan teman-temannya dan sukses membuat yeoja-yeoja disekitarnya berteriak histeris.

“ Daebak, dia jadi popular disini. Yah. . . wajar saja dengan wajah seperti itu.” SinBi kembali menyantap makanannya.

Yuju masih terdiam sambil menatap Jungkook yang asyik bercanda dengan teman-temannya. Ia menatap Jungkook dengan tatapan yang sulit diartikan.

“ Wae? Kenapa kau menatapnya seperti itu? Kau menyukainya? Apa dia tipe idealmu?” SinBi menatap Yuju dengan wajah penasaran sambil menunjuk dengan memakai sumpit.

“ Eoh? Ani, bukan seperti itu.”  Yuju kembali menatap makanannya

“ Hmmm, lalu seperti apa?” tanya SinBi dengan nada menggoda.

Yuju langsung menatap SinBi yang tersenyum menggoda dengan tatapan malas. “ Ya! Jangan sampai aku memukulmu dengan sumpit ini.”

“ Gurae, gurae, aku tidak akan menanyakannya lagi.”

Setelah SinBi berhenti mengganggunya, Yuju kembali menatap Jungkook yang berjalan ke arah meja sebelahnya.

Jungkook yang tadinya masih bercanda dengan temannya tiba-tiba menoleh ke arah Yuju yang masih setia menatapnya. Sontak membuat Yuju terkejut dan kembali menyantap makanannya dengan salah tingkah. Jungkook yang melihat Yuju tiba-tiba salah tingkah, tersenyum sambil memainkan minumannya.

*~*~*~*~*

“ Jimin-ah!” Jungkook menyenggol tangan Jimin yang asyik bermain gadget di sebelahnya

“ Wae?”

“ Kau tahu Choi Yuju, kan?” tanya Jungkook hati-hati tanpa menatap Jimin terlalu asyik bermain games di gadget

“ Choi Yuju? Si ranking 1 itu? Tentu saja, diakan teman satu kelas kita.” Jimin menatap sekilas Jungkook

“ Ah iya, benar.” Jungkook menggaruk tengkuknya

“ Wae? Kenapa kau menanyakannya?”

“ Ah itu, bukankah lebih baik aku harus mengenal teman-temanku satu kelas?” Jungkook berbohong dengan maksud tujuannya menanyakan Yuju.

“ Benar juga, apa kau tahu rumah sakit ternama Choiyeon?” Jimin menoleh ke arah Jungkook dan mendapat anggukan dari Jungkook.

“ Rumah sakit itu milik keluarganya, masih banyak pengusaha dan pejabat yang pergi ke rumah sakit itu walaupun Appanya Yuju tidak lagi disana.” ujar Jimin sambil mengelus-ngelus dagunya

“ Appanya tak lagi disana? Apa maksudnya?’ Jungkook menatap Jimin dengan wajah penasarannya

Jimin langsung menoleh ke arah Jungkook. “ Kau belum tahu? Appa dan Eommanya kan sudah meninggal beberapa tahun yang lalu akibat kecelakaan, kudengar kecelakaannya terjadi saat kembali dari Tongyeong, itu berita hangat beberapa tahun yang lalu.”

“ Benarkah? Aku memang pernah mendengarnya, tapi aku tak tahu kalau itu orangtua Yuju. Bagaimana dengan Yuju? Apa ia punya saudara kandung?”

“ Tidak, Yuju itu anak tunggal, sekarang dia tinggal bersama dengan asisten Appa dan Eommanya yang masih mau mengabdi kepada keluarga Yuju walaupun orangtuanya sudah tidak ada lagi. Mungkin, mereka merasa kasihan dengan Yuju yang sekarang hanya sebatang kara.” Jimin menjelaskan panjang lebar sambil mengingat kembali detail tentang Yuju.

Jungkook terdiam sambil mengingat kembali Yuju. Ya, siapa saja pasti merasa kasihan terhadap Yuju yang sudah tidak punya kedua orang tua lagi dan bisa dikatakan, ia tak punya siap-siapa lagi.

“ Lalu, bagaimana dengan rumah sakitnya?” sahut Jungkook dan kembali menoleh ke arah Jimin

“ Kudengar, asisten Appanya yang mengambil alih sementara sampai Yuju lulus dari perguruan tinggi.” ujar Jimin

“ Tapi. . . menurutku, Yuju yang sekarang tidak sama lagi dengan ia yang dulu. Aku masih bisa mengingat Yuju seperti apa saat Appa dan Eommanya  belum meninggal, ia sangat ceria, suka melakukan lelucon yang aneh, yah. . . tidak seperti sekarang yang pendiam dan lebih suka menyendiri.”

Jungkook semakin diam mendengarnya. Ya, sejak awal sepertinya Jungkook sudah mengetahui bagaimana sifat Yuju saat ia dan Yuju pertama kali bertemu. Dingin dan  tidak ingin orang tahu tentang  dirinya.

*~*~*~*~*

Ctik . . .ctik . . .ctik

Yuju sama sekali tidak fokus dengan essai yang terpampang jelas di hadapannya. Dari 10 menit yang lalu, dia hanya sibuk memainkan penanya. Yah, mungkin saatnya untuk menghilangkan mood yang buruk dengan membaca novel kesukaannya. Yuju beranjak dari kursinya dan pergi ke arah rak novel yang sering ia kunjungi.

Yuju sibuk mencari favoritnya dan yang akhirnya ia temukan adalah novel baru yang terletak di rak atas.

‘ Yoon Saem tidak bilang ada novel baru disini.’  batin Yuju sambil melirik ke arah meja guru penjaga perpustakaan

Yuju kesulitan meraih novelnya, bagaimana tidak, novel itu terletak di rak paling atas. Tiba-tiba sebuah tangan terulur untuk mengambil novel itu.

“ Seharusnya kau bilang pada seseorang jika perlu bantuan.” Yuju menoleh ke arah suara dan ia menemukan Jungkook yang sedang tersenyum padanya

“ G-gomawo . . .” Yuju bergegas mengambil novel yang dipegang Jungkook dan berjalan pergi.

Jungkook tersenyum penuh arti melihat Yuju dan bergegas mengikuti Yuju. Yuju yang tadinya fokus membaca tiba-tiba berhenti saat ia merasakan ada orang yang duduk disampingnya.

“ Kau tidak keberatankan jika aku duduk disini?” tanya Jungkook sambil meletakkan bukunya di meja samping Yuju

“ Ya, tentu saja.”

“ Tentang tadi pagi, aku sangat terkejut saat kau tiba-tiba datang dan menyapaku.” ujar Jungkook sambil memainkan bukunya

“ Itu . . . aku melihatmu seperti kebingungan, aku merasa kau tidak tahu dimana sekolah ini.” sahut Yuju pelan

“ Hahaha . . .   Ya kau benar, aku memang tidak tahu dan sepertinya aku sudah berdiri disana selama setengah jam.” Jungkook tertawa kecil saat mengingat ia tadi dan ia melihat Yuju tersenyum kecil sambil menatap novelnya

“ Aku dengar kau ranking 1, apa itu benar?” Jungkook menoleh ke arah Yuju dan mendapat anggukan dari Yuju.

Tatapan Jungkook beralih ke arah buku Matematika yang terletak di depan Yuju dan menyentuhnya.
“ Yahh. .  . wajar saja dengan melihatmu seperti ini.”

“ Kurasa aku tertarik padamu . . .”

Kalimat singkat Jungkook sukses membuat Yuju menoleh ke arahnya. Kening Yuju berkerut saat melihat Jungkook fokus ke bukunya dan tak menatap Yuju seolah dia tak mengatakan hal apapun barusan. Yuju kembali mengambil penanya dan beranggapan kalau ia hanya salah dengar.

Jungkook tahu Yuju menatapnya barusan hanya tersenyum kecil sambil meliriknya.

~ Bulteorene, Fire . . . Fire . . .~

Jungkook langsung merogoh sakunya dan mengambil benda persegi empat itu. Ia langsung membaca pesan yang tertera di ponselnya.

“ Yuju-ah, aku pergi dulu.” ujar Jungkook dan langsung bergegas pergi dan menyisakan Yuju yang menatap kepergiannya dengan tatapan kosong.

*~*~*~*~*

“ Kookie-ah~”

Jungkook langsung menghentikan langkahnya saat ia mendengar seseorang memanggilnya. Ia langsung menatap seorang yeoja yang bername tag Son Naeun sedang tersenyum manis padanya.

Naeunpun berjalan ke arah Jungkook dan langsung memeluknya dengan erat. “ Kau tahu, aku sangat merindukanmu. Aku tak menyangka kalau kau kembali lagi.”

Jungkook hanya terdiam tanpa membalas pelukan yeoja itu. Ia  membiarkan yeoja itu memeluknya dengan erat.

Merasa ada yang aneh dengan Jungkook, Naeun langsung melepaskan pelukannya dan menatap Jungkook.

“ Ada apa denganmu, Kookie-ah? Ah! Kau masih ingat janjimu, kan?” ujar Naeun sambil tersenyum manja

“ Kookie-ah? Kau masih ingat janji kita waktu itu, kan? Aku selalu berharap kalau kau mengi- . . .”

“ Tentu saja aku ingat, bagaimana bisa aku melupakannya.” ujar Jungkook sambil tersenyum.

Naeunpun tersenyum senang dan kembali memeluk Jungkook yang diam memikirkan sesuatu.

.

.

.

TBC

 

Fuiiih . . . Chapter 1 akhirnya selesai juga (lap keringat ). Gimana? gaje? Entahlah, mudah-mudahan semua reader suka.

Terimakasih buat para reader, terimakasih kepada admin yang mau ngepost, dan terimakasih buat semua yang terlibat di ff  ini. Oke kalau begitu, sampai jumpa di chap selanjutnya!   Don’t be a silent reader! Just leave a comment! Annyeonggg! : )

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s