[BTS FF Freelance ] BangtanMart

seterika jin FIRE

Title: BangtanMart
Scriptwriter: Fuseliar
Main Cast: Semua member BTS
Support Cast: beberapa OC gak jelas
Genre: minimarket AU, komedi,
Duration: Drabbles

Disclaimer : ini hanya cerita fanfic doank…. mohon dimaklumi bahwa, member BTS punya yang Maha Kuasa. Dan ini fanfic punya saya…

Summary :

“Selamat datang di BangtanMart, Selamat berbelanja~” adalah sapaan khas kami kepada pelanggan. Kami akan melayani anada dengan segenap hati kami dengan peforma terbaik kami. “semoga belanja anda menyenangkan~”

Author’s Note:

Ohayou~ Fuse desu~…. jadi ini ff sebenernya aku bingung mau dikasih duration apa. Drabble collection tapi tralu pendek, ato pengetahuanku tentang per-FF-an masih dikit bgt. Ahahahaha (okay, aku jayus). Over all, ingi nyeritain tentang para pegawai BangtanMart. Hehehehe… mohon ampuni segenap jiwa dan pikiran saya yang telah membuat FF ini. (peace… ). Aku gak pandai bikin humor jadi maap kalo ini bakal nggantung gak jelas dan waspada dengan tipo yang bertebaran. Hehe… (Fuse muntah pelangi)

Enjoy~

.

.

.

Seok Jin menyusuri dinginnya pagi dan menuju ke sebuah minimarket kecil yang buka 24. ia melirik jam tangannya sebelum memasuki minimarket. Jam 05.30 pagi. Ia menghirup udara pagi dalam-dalam. Ia mulai memantapkan hatinya. Ini sudah waktunya ia bekerja.

Shift malam berakhir pukul 6.00 pagi. Tapi sudah menjadi kebiasaan Jin untuk datang lebih pagi. Begitu masuk ia disambut sebuah sambutan hangat khas minimarket tempatnya bekerja

“Selamat datang di BangtanMart, Selamat berbe-… eh Jin Hyung udah dateng” Jin menoleh ke arah kasir dan mendapati Jungkook sedang berdiri manis dibalik meja kasir. Seharusnya hari ini Jungkook ditemani Yoongi. kemana Yoongi?

“Jungkook, Yoongi kemana?” tanya Jin sambil mulai melepas mantelnya.

“oh, tadi dia ke rak makanan dia bilang mau menambah stok makanan kaleng di rak”  jawab Jungkook. Jin mengangguk dan berjalam menuju rak makanan. Ia ingin menyapa Yoongi. Rak makanan ada di dekat rak alat rumah tangga, jadi Jin mengambil jalan sedikit memutar. Dan munculah sebuah pemandangan indah dimana Yoongi tengah terlelap sambil memeluk kaleng permen fox bersama dengan kaleng sarden, manisan, sereal dan mie instan (mungkin dia belanja sambil tidur?). Jin mendekatinya dengan hati-hati hingga tapak kakinya tidak terdengar lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Yoongi

“BANGUN BODOH!!!!”

.

.

.

Akhir-akhir ini hasil penjualan di BangtanMart menurun. Sebagai manager dari BangtanMart SeokJin mulai mengkhawatirkan keadaan ini. Ia akhirnya memutuskan untuk membicarakannya kepada Namjoon.

“Namjoon, kamu tau akhir-akhir ini penjualan kita menurun. Kalo begini terus nanti bisa bangkrut BangtanMart.” Curhat Jin. Namjoon mengangguk-angguk mengerti.

“baiklah hyung, akan aku pikirkan bagaimana caranya untuk menaikkan angka penjualan BangtanMart agar kita tidak bangkrut” jawab Namjoon yang mulai mengusap dagunya dan berpikir.

Maka Namjoon memulai risetnya.

Pengunjung wanita menyukai pria tampan.

 

Seok Jin kembali mengecek angka penjualan BangtanMart minggu ini dan ia melihat ada peningkatan pengunjung yang signifikan minggu ini. ini membuat Jin menjadi penasaran. Ia memutuskan untuk ikut melayani pengunjung di kasir bersama Taehyung dan Jungkook.

Seok Jin mengamati banyak pengunjung wanita yang datang ke BangtanMart. Kemudian seorang wanita datang ke kasir dengan wajah malu-malu. Taehyung melayaninya dengan senyuman yang sedikit berbeda

“apa ada yang bisa saya bantu?” dengan suara yang membuat Jin jadi semeriwing.

“ah, iya aku mau beli pembalut gulung.” Kata wanita itu malu-malu. Kemudian Taehyung mengambil sebungkus pembalut gulung kemudian ia meletakkannya di atas meja kasir. Taehyung menatap wanita itu dengan pandangan yang membuat bulu tengkuknya bergetar hebat.

“oh cantik, maukah kau menjadi pembalut hatiku?”

Kemudian Jin muntah pelangi.

.

.

.

Jin masih penasaran dengan meningkatnya angka penjualan BangtanMart. Jadi ia ingin menanyai pengunjung BangtanMart. Dengan random ia mendatangi seorang wanita yang membawa belanjaan penuh di tangannya.

“permisi, saya Kim Seok Jin marketing supervisor di BangtanMart. Jika tidak keberatan saya ingin menanyakan beberapa hal.” Jin mulai memperkenalkan diri dengan nama samaran (sebenernya sih enggak). Wanita itu mengangguk mengiyakan.

“begini, menurut anda apa yang paling mengesankan ketika berbelanja di BangtanMart?” Jin mulai mengajukan pertanyaan.

“oh, yang paling berkesan itu pegawai-pegawainya BangtanMart, udah cakep-cakep kayak boyband-boyband di TV, tukang flirting lagi, kan saya jadi terbang hatinya. Saya jadi enggak nahan pengen dateng kesini lagi ngeliatin mas-mas yang cakep-cakep ini~ kalo boleh mas, jadi pacar saya aja gimana?”

Jin muntah pelangi lagi.

.

.

.

Ada banyak hal yang Jin alami selama ia membantu di kasir. Termasuk yang kali ini. Seorang wanita berkulit sawo matang datang ke kasir untuk membayar belanjaannya.

“Semuanya lima belas ribu rupiah.” Ucap Seok Jin sambil menyerahkan barang belanjaan sang pengunjung sambil tersenyum manis. Tapi wanita itu hanya diam dan matanya berkedip-kedip.

“maaf apa ada yang salah?” tanya Seok Jin yang mulai insecure dengan kelakuan pelanggannya.

“oh, enggak. Cobak masnya senyum yang lebar mas” kata sang pelanggan. Jin mengangguk dan tersenyum lebar.

“oh, masnya kalo senyum melek dong, masa senyum sambil merem?” (jin_terlalu_sipit_jadi_kalo_senyum_dia_merem_peace_ya!)

.

.

.

Shift malam biasa diisi oleh Yoongi. Yoongi jarang mengisi shift siang karena dia nocturnal. Karena dia nocturnal, ia memiliki kulit yang putih mulus bagai putri. Jin benar-benar mengakui keindahan kulit Yoongi. ia juga ingin memiliki kulit seindah Yoongi. Tak hanya Jin yang juga menginginkan kulit putih Yoongi, para pelanggan BangtanMart juga ingin memiliki kulit putihnya. Keindahan kulit Yoongi membuat Namjoon dan Hoseok penasaran. Karena mereka merasa Yoongi menggunakan krim perawatan khusus. Mereka sudah lama ingin bertanya tentang rahasia kulit putih Yoongi, namun mereka tidak sampai mengatakannya hingga satu hari dimana Yoongi bertugas di mesin kasir bersama Hoseok dan Namjoon yang berdiri di sebelah kanannya yang sedang sibuk memasukkan daftar harga terbaru.

“semuanya dua puluh tiga ribu lima ratus rupiah” Yoongi menyodorkan barang belanjaan pelanggan wanita di depannya sambil tersenyum seperti gula pasir. Wanita itu melirik Yoongi dari atas ke bawah dan melirik tangan putih Yoongi.

“mas perawatan pake krim apa kok putih banget? Mulus lagi? Saya jadi demen sama masnya. Masnya juga jarang nongol, biasanya sih yg nongol mas-mas supergaje disebelah mas itu…”

Namjoon dan Hoseok saling menoleh kekanan mencari siapa yang berada di sebelahnya Yoongi, dan Yoongi muntah pelangi.

.

.

.

Yoongi sudah lama menyadari tentang kelamahan dirinya. Ia berusaha berjuang keras untuk mengatasi kelamahan dirinya. Ia juga berusaha mencari tau penyebabnya namun tak kunjung menemukan. Setiap ia merasa kelemahannya ini membuatnya terganggu, ia memutuskan untuk mencurahkan perasaannya kepada Hoseok.

“hei, aku heran kenapa kelemahanku ini enggak jelas penyebabnya” keluh Yoongi sambil menghela nafasnya dan menata meja kasir. Hoseok mengangguk angguk mengerti.

“aku kayaknya tau deh penyebabnya.” Katanya. Yoongi mulai menatapnya dengan penasaran.

“apa?” tanyanya.

“kamu kalo siang ngapain?” tanya Hoseok.

“tidur” jawab Yoongi singkat

“kalo malem?”

“kerja”

“nah itu masalahnya!”

“apa?”

“kamu kekurangan sinar matahari makanya pendek dan enggak tinggi-tinggi.”

.

.

.

Banyak hal yang terjadi di minimarket. Mulai adegan yang menyayat hati hingga yang menggelitik perut. Salah satunya yang terjadi siang itu. Ya, siang itu terjadi sebuah drama. Seorang wanita masuk ke dalam minimarket dengan wajah memerah. Seperti biasa Hoseok yang saat itu bertugas dibalik meja kasir segera memberi salam hangat BangtanMart.

“Selamat datang di BangtanMart-….” belum selesai Hoseok memberi salam. Seorang pria masuk dan menarik lengan sang wanita.

“SAYANG! DENGERIN AKU DULU!” katanya dengan nada Tinggi. Sang wanita reflek melepaskan genggaman sang pria dan berbicara dengan nada tinggi pula.

“APANYA YANG HARUS DIDENGERIN?! AKU SUDAH MUAK SAMA KAMU! AKU MAU KITA PUTUS!”

“SAYANG! TOLONG DENGERIN AKU!” mereka berdua saling bentak di depan meja kasir. Taehyung yang baru selesai menempel label harga di rak berjalan menuju kearah mereka. Ia memegang pundak sang wanita dan sang pria lalu ia tersenyum lebar.

“mas, mbak, lagi syuting film ya? saya boleh ikutan casting gak?”

Hoseok langsung muntah pelangi

.

.

.

Hontouni arigato syudah baca~~

Monggo dibubuhkan jejaknya ika berkenan~

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance ] BangtanMart

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s