[BTS FF Freelance] Tour Guide – (Chapter 3)

poster

Tour Guide [Chapter 3]

 

Author    : Charikha

Cast : Candy (OC), Min Yoongi (BTS)

Support Cast : BTS member, you’ll find it

Genre : Daily life, Romance

Rating     : PG-16

Duration : Chapter

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan, milik BigHit, milik Army. Author hanya pinjam buat cerita ini tapi soal Alur cerita dari A sampai Z murni datang dari pemikiran author. Mian kalo cerita Geje, hii^_^ Gomawo.

 

…Happy reading…

 

Previously…

 

Candy mengatur format kamera dengan timer 10 detik. Seketika ia berlari ke arah 7 idol—saat ini Candy sudah mengganti 7 dwarf menjadi 7 idol. Perubahan ini terjadi hanya dengan mengenal mereka selama 1 hari. Candy mengakui setelah mengenal mereka lebih dekat ternyata sifat mereka begitu baik.

 

Dengan latar belakang laut beserta langit sunset,  mereka seperti sedang membuat foto siluet.

 

“—set”

 

Mereka kompak merangkul satu sama lain dengan penuh senyuman dan tak lupa mereka berkata’kimchi’. Terdengar bodoh memang karena foto siluet tak akan pernah terlihat ekspresi wajah, kendati demikian mereka tetap tertawa dan tersenyum.

 

‘Water Sport’

 

Candy POV

 

Ting-Tong..

 

“room service”

 

“yes.. wait a minute”

 

Aku berlari menuju pintu utama untuk membukakan petugas room service yang ku pesan semalam. Pagi ini aku sengaja menginginkan agar vila dibersihkan dan juga sekalian untuk menyiapkan sarapan pagi.

 

“waahh.. ini sih menu favoritku”

 

Aku mengintip sedikit ketika pelayan membuka tudung saji berwarna silver. Ahaa— sup bening dengan tambahan jagung dan wortel lalu ada juga menu daging sapi panggang lada hitam.

 

“Oh.. it’s definitely delicious. I think, I must forget my diet rules” aku menghirup dalam-dalam aroma yang keluar lalu secepat kilat mengambil peralatan tempur untuk makan

 

Ketujuh tudung saji telah ku buka satu per satu dan itu semua adalah makanan otentik khas Indonesia. Nasi goreng, steam ikan, salad, acar, mix fruit, semua masih panas dan beraroma menggoda.

 

Tanganku mulai menyendok 1 potong daging untuk berpindah tempat ke dalam piring tapi seperti ada yang janggal karena—

 

“astaga! Candy kau belum boleh memakannya”

 

Ketika waktu makan tiba aku terkadang sering lupa akan dream rules nomor 35 ‘guide tour dilarang keras makan sebelum tamu makan terlebih dahulu’.

 

Peralatan tempur pun kembali pada posisi semula dan aku memilih untuk berjalan ke dekat jendela untuk membuka tirai agar sinar matahari masuk. Paling tidak tubuhku ini sudah diisi oleh tenaga surya namun sayang matahari masih belum terlihat—ini karena aku saja yang bangun lebih awal dan mungkin mereka masih terlelap karena waktu masih menunjukan pukul 5.00.

 

Sebenarnya ada agenda yang harus aku tangani untuk trip hari ini. Tanganku mulai bergerilya, membuka ponsel untuk menghubungi salah satu pemilik wahana olahraga air yang begitu terkenal di Bali.

 

Aku menghubunginya untuk memastikan dan meminta tambahan permintaan. Sejak aku tau bahwa tamu yang aku bawa adalah artis maka aku mulai menambah permintaan privasi disetiap trip.

 

Hari ini pun begitu—pembicaraan kami langsung tertuju pada waktu jam buka wahana karena aku meminta untuk dapat masuk lebih awal sebab jika Bangtan masuk sesuai jadwal buka maka mungkin mereka bukan asik bermain tapi malah melakukan ajang fans meeting.

 

Aku masih terus bernegosiasi karena tentu saja mereka meminta bayaran lebih.

 

“baiklah deal! Kami akan datang 3 jam lebih awal”

..

Min Yoongi POV

 

Mataku masih berusaha ku pejamkan padahal aku baru bisa tidur pukul 3.00 dini hari dan baru saja mendapatkan 2 jam untuk mengistirahatkan mata tapi entahlah kedua iris mataku ini mungkin masih ingat tentang kejadian semalam.

 

Aku berbaring kesana-kemari memilih posisi yang enak untuk kembali tidur.

 

“Suga-ya” suara parau bercampur serak datang dari Jin hyung yang tidur tepat disampingku

 

“hm”

 

“kenapa kau begitu gelisah? Apa ada sesuatu”

 

Aku merasa Jin hyung kini telah 100% sadar dan duduk disampingku. Aku mengintipnya dari celah kelopak mata yang terbuka tipis. Aku pun akhirnya memilih untuk duduk dan menyandar pada sandaran tempat tidur dalam posisi mata yang masih terpejam.

 

“bangunlah.. tsk, kau seperti duplikat Jungkook”

 

Masih dengan menutup mata, aku sekilas mengingat kebiasaan maknae ketika ia bangun tidur hal pertama yang ia lakukan adalah menyandarkan punggungnya disandaran tenpat tidur lalu ia pun kembali menutup matanya untuk melanjutkan tidur.

 

“hyung 10 menit lagi” ucapku padanya

 

Aku membiarkan Jin hyung bangun dan melakukan aktifitas di pagi hari dengan memulainya dari kamar mandi namun aku masih enggan untuk bangun, rasanya mata ini selalu saja mengingatkan ingatan yang begitu tak enak.

 

“satang (permen) mianhae”

 

Flashback

Semalam suasana terasa hangat bersamaan dengan diadakannya makan malam di halaman belakang, si permen itu yang menamai poolbarque. Ia menyiapkan alat khusus untuk barbeque ditambah dengan api unggun buatan. Suasana malam itu begitu cair, aku pun merasa senang bermain dengan member. Jarang sekali moment ini terjadi pada kami yang setiap harinya selalu sibuk dengan berbagai jadwal. Aku dan member sengaja membawa kartu mafia dari dorm dan saat ini kami sudah asik bermain selama 1 jam.

 

Ketika lagi dipuncak keseruan—mengungkap siapa pemegang kartu mafia, terdengar suara teriakan dari kubu koki.

 

“Candy apa kau baik-baik saja?” suara asisten koki,V—lebih kencang daripada suara orang yang baru saja berteriak

 

Rapmon berhasil dengan kelicikannya, ia mengalihkan permainan pada suara yang sepertinya meminta pertolongan.

 

“mwondae?!”

 

Rapmon segera bangkit dari posisinya dan menghampiri Candy, diikuti oleh lainnya kecuali aku yang hanya berjalan santai.

 

Sesampainya di tempat kejadian perkara, aku melihat jemari si permen sudah berada di tangan Taehyung. Seolah-olah ia meniupnya seperti sedang memberikan obat mujarab.

 

“Ya! Taehyung-ah kau sedang apa?” Jimin kesal dengan V ketika melihat tangan Candy berada ditangan namja bersuara seksi itu

 

“tangannya—fuuh..“ ungkap V yang terus meniup jemari Candy

 

“Candy kau harus segera dilarikan kerumah sakit… cepat panggil ambulan” lanjut Jimin bertingkah layaknya sedang berperan seperti pada serial drama

 

Jungkook pun terprofokasi dan ikut memainkan perannya “ne—seonsaengnim! Palli-ppali”

 

Jungkook dan Jimin kompak memegang lengan gadis itu dan segera membawanya.

 

“ya! ya! ya! Apa yang kalian lakukan…tsk” Jin langsung menghalangi dongsaengnya yang sedang kumat gilanya

 

Saat itu mata ku fokus melihat luka yang menempel di jari telunjuk milik si permen. Lukanya tak fatal tapi dengan warna merah menyala seperti itu pasti rasanya sangat sakit.

 

“yedera.. kenapa kalian malah ribut seperti ini, bukankah itu hanya luka kecil, eoh?”

 

Saat itu suasana mendadak hening. Semua menatapku nanar, entah apa yang baru saja ku ucapkan. Bibir ini rasanya spontan mengeluarkan kata-kata yang tak sejalan dengan hatiku.

 

“hyung apa kau tidak lihat Candy seperti ini” ucap Jungkook

 

“kau ini kenapa sih hyung? ini bukan saat yang tepat jika kau ingin ketus padanya” ungkap J-hope

 

“yedera keuman! Ya.. Jungkook-ah, Jimin-ah dan Rapmon-ie—kau bawa masuk Candy dan obati di dalam, ada kotak P3k di ruang tengah. Taehyung-ah dan Hope-ah, kau yang menggantikan Candy memanggang daging—Suga-ya kajja”

 

Jin sebagai kakak tertua benar-benar menujukan jiwa leedershipnya. Ia merangkulku dan mengajak kembali ke gazebo. Ia tak bicara, hanya diam dalam rangkulannya yang erat di bahuku.

 

“astaga Yoongi.. apa yang baru saja kau katakan” Seperti ada suara didalam batinku yang menyadarkan seketika

Flashback End

 

“heish.. bodoh” Aku mengecam diriku sendiri, entah kenapa sulit sekali mengendalikan ucapanku yang selalu seperti ini

 

Bruk!

 

“Aaakh” spontan mataku terbuka saat bantal empuk ini tepat mengenai wajah

 

“capat bersiap, ini sudah siang dan kau jangan lupa untuk membangunkan Jungkook. Aku akan membuat ramyun untuk kalian”

 

Aku melihat Jin hyung begitu keren, ia sudah siap berkelana dengan Jeans biru dipadukan dengan kaos putih

 

“ne hyung”

 

Author POV

 

“selamat pagi”

 

Candy mengawali percakapan disertai senyuman saat pintu kamar milik salah satu idol terbuka. Jin pun langsung menyambutnya dengan sebuah senyuman khas namja tampan di pagi hari.

 

“selamat pagi Candy” ucap Jin langsung mengambil peran dalam dapur kecil di samping ruang tengah

 

Candy memperhatikan intens setiap gerak-gerik Jin—agak mengherankan memang— maka dari itu beberapa pertanyaan mulai menggelitik pikirannya. Candy beranjak dari sofa dan menghampiri Jin yang sedang meletakan sebuah panci berisi air diatas kompor induksi.

 

“kau memasak?”

 

Jin menoleh, ia sempat terkejut 1 detik “ah tidak, hanya membuat ramyun”

 

“Untuk apa repot-repot, dream tour sudah menyiapkan breakfast untuk kalian”

 

Jin tersenyum tipis, ia memandang mata Candy dengan tatapan menggoda “nan arro”

 

“hei! kau ini kenapa? Tsk…dasar idol!”

 

“ha..ha… habis kau lucu sekali. Melihat orang membuat ramyun saja seperti orang sedang nge’gep mantan”

 

“sial kau Jin” Candy memukul bahu Jin dengan kepalan tangannya walaupun pukulan itu tak terasa

 

Candy memilih kembali ke dunianya, duduk di sofa dan berkutat dengan ipad. Ia mengatur segala rencana tripnya hari ini dengan fokus.

 

“ini titipan Rapmon dan Taehyung, semalam ia memintaku untuk membuatkan ramyun esok hari”

 

Candy tak menjawab, ia malah melihat ke arah pintu kamar lain yang terbuka. Kali ini sang pe-request yang sudah terbangun dari tidur panjangnya. Rapmon,V dan Jimin terlihat bagaikan fashionista dengan kompak mengenakan jeans biru, kaos putih ditambah dengan kacamata hitam dan topi bundar.

 

“anyeonghaseyo uri satang” Jimin mulai menyapa terlebih dulu

 

Pagi-pagi begini Jimin mulai kumat, ia pun duduk disamping Candy dan memasang senyumnya bahkan deret giginya yang berwarna putih terlihat jelas.

 

“tada” Jin meletakan panci panas diatas meja ruang tengah

 

“oh..mashiketa” seru Rapmon

 

“padahal aku sudah menyiapkan menu sarapan spesial untuk kalian, kenapa malah memilih ramyun” Candy terlihat sedikit kecewa lalu menutup ipadnya dengan flip cover

 

“tenang saja—kami akan makan dengan baik”

 

“majja—aku dan V sangat rakus jadi tak perlu khawatir” Jimin menyenggol bahu Candy dan tetap berusaha membuat gadis itu tersenyum

 

Slurup!

 

“ya! Setidaknya tunggu yang lain, dasar food monster!”

 

Jin langsung menutup panci dengan penutupnya ketika melihat Rapmon langsung menjajal mi tersebut tanpa aba-aba. Sang monster hanya terkekeh lalu minta maaf.

 

Tak lama satu persatu personil Bangtan akhirnya lengkap. Mereka menikmati santap pagi dengan baik bahkan hari ini tak ada komentar buruk mengenai makanan, mereka sibuk mengunyah—menelan dan menambah porsi. Mereka bilang ini makanan yang paling enak yang pernah mereka makan.

 

Candy pun tak luput dari kenikmatan makanan Indonesia—lidahnya seperti sedang bernostalgia. Kedelapannya benar-benar menghabiskan makanan tanpa tersisa.

 

“Cwendy… slurp — bwagaimawna dengwan luwkamwu?”

 

Taehyung berbicara dengan mulut yang penuh dengan makanan sehingga Candy tak dapat menangkap tiap kata yang keluar dari bibir seksi itu.

 

“maksudmu Tae? Aku tak mengerti”

 

“Alien memang tak mengunyah makanan—mereka menyimpan makanan didalam mulutnya” Setelah perutnya terisi, Rapmon mulai membully.

 

Candy tak mampu lagi menahan tawa, ia berfikir sejenak. Sebenarnya treveller yang dibawa ini seorang idol atau comedian?! Mereka begitu lucu.

 

“ha..ha.. itu benar hyung” Jungkook tertawa puas

 

Glup!— Taehyung langsung menggigit—mengunyah— dan menelan makanan dengan cepat kemudian ia menambahkan dengan 2 gelas air untuk mendorong segala makanan yang tersisa. Kini mulut dan kerongkongannya sudah benar-benar kosong.

 

“Candy, ku mohon jangan dengarkan. Mereka itu semuanya sesat!” Tepis Taehyung

 

“hiii..well— memangnya tadi kau ingin bicara apa Tae?”

 

“bagaimana soal lukamu?”

 

Mendengar kata luka, Suga langsung menoleh ke arah Candy. Ia hanya ingin memastikan kondisi gadis itu dan kali ini ia menjaga agar mulutnya tak berkomentar negatif seperti semalam.

 

“tenanglah. Ini—sudah jauh lebih baik”

 

Taehyung mengangguk menandakan kelegaan di dadanya. Mata sang Gadis melirik ke arah pergelangan tangannya, ia melihat waktu berjalan sangat cepat. Mereka seperti dikejar oleh waktu.

 

“teman-teman cepatlah, kita harus berangkat 5 menit lagi”

 

“eoh, kenapa pagi sekali?” tanya J-Hope

 

“nanti kau akan tau sebabnya”

 

Setelah menunggu beberapa saat, sang pemandu wisata kini kembali menempati kursi depan mobil yang sudah menunggu mereka sejak setengah jam yang lalu.

 

Hari ini gadis blesteran itu kembali seperti tour guide profesional. Ia berceloteh sepanjang jalan, ketika mobil baru keluar dari jalan desa bibirnya terus saja menggeliat dan tak pernah berhenti sedikit pun. Hal ini membuat sang idol berdecak kagum oleh keahlian yang dimiliki gadis berusia 24 tahun itu.

 

Rata-rata sepanjang jalan menuju kawasan watersport, Candy selalu menjelaskan tentang pantai-pantai yang mereka lewati seperti pantai Kuta, pantai Sanur dan masih banyak lainnya, lalu beberapa kelebihan pantai tersebut yang memiliki spot snorkling, menyelam bahkan terdapat gugusan karang yang hanya ada di perairan Indonesia. Itulah pantai— pesonanya memang selalu menghipnotis setiap mata yang memandangnya begitu pula dengan pesona hamparan sawah yang menghijau, seperti arena offroad yang baru saja mereka lewati hingga membuat mata mereka tergoda.

 

“wah lintasan offroad” Pekik Suga yang selalu mengabadikan setiap momennya

 

Kepala Rapmon langsung mencari dimana tempat yang Suga maksud “eodie? eodieya hyung?”

 

“disana—wuah..aku ingin menaiki mobil gagah itu” Jimin tergiur saat mobil offroad dikejauhan sedang meliuk-liuk diatas tanah berlumpur dekat persawahan.

 

“Candy apakah trip kita—“

 

Candy menyela ucapan Jimin dengan 1 permohonan maaf “trip seperti itu tak ada dijadwal tapi aku jamin trip kalian selama 1 minggu ini akan lebih fantastik daripada menaiki offroad”

 

“tsk.. tau apa kau soal offroad”

 

Pok!!

 

“Eiishh!!!” Jin berhasil memukul kepala Suga

 

“kemarin Jimin dan sekarang kau!” lanjut Jin mengingatkan bahwa Suga adalah orang yang mengerjai Candy setelah Jimin

 

“Hyung hajimarayo!” Protes Jimin

 

“mulut bebek itu lagi..ugh!” Candy hanya dapat membatin karena ia tak mungkin bisa membalasnya

..

“TaDa”

 

Sesampainya di gerbang ‘The Precious watersport Bali’. Candy bersorak meneriakkan selamat datang di trip ke 3 mereka. Para idol terperangah ketika dihadapkan dengan hamparan laut Bali yang biru ditambah pasir putih halus membuat mereka seperti sedang melepas jiwa—suasana begitu hening dan damai.

 

Beberapa deretan speed boat, Kano, Jet ski terlihat sangat mengesankan—menekankan bahwa olahraga ini begitu bergengsi bahkan ada olahraga baru yaitu skyboarding, disamping itu ada juga olahraga lain yang tak kalah menarik yaitu seperti Parasailing, flying fish, banana boat, sea walking, diving, snorkeling.

 

“wohooo…assa!” tubuh Jungkook menampilkan tampilan penuh enerjik jika ia begitu senang

 

“daebak..wow!” J-hope memegang tangan V dan seketika mereka menarikan tarian abstrak

 

“Candy gomawoyo” Ucap Jimin

 

“Akhh…Jimin-ah ini sakit”

 

Pipi Candy terasa sedikit panas ketika Jimin berhasil mencubitnya, ia gemas dengan sang pemandu wisata. Jimin terlampau senang sebab tripnya begitu luar biasa bahkan Jimin tak pernah menduga sebelumnya.

 

“Candy..are you sure this already open?”

 

“yes of course. This is a benefit with VIP program. This is the answer why we go early in the morning”

 

“mwo?”

 

Sepertinya mereka sedikit bingung tapi dengan sabarnya Candy menjelaskan perlahan bahwa ini adalah paket VIP jadi mereka dapat menikmati wahana tanpa harus sibuk untuk mengantri—bergantian dengan orang lain dan juga bercampur dengan keramaian orang banyak karena Candy telah membuat wahana ini seperti milik pribadi selama 3 jam.

 

Prok…prok..prok..

 

Mendengar hal itu, mereka tak segan-segan memberikan tepuk tangan bahkan sepertinya kebahagiaan Jimin sudah melebihi limitnya.

 

“Candy Jjang!” Puji J-hope

 

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Jimin terlampau senang ia langsung memeluk Candy bagai memeluk kekasihnya bahkan ia dan Candy baru saling mengenal 2 hari ini. Member lain spontan membulatkan mata, kemudian kaki panjang milik V langsung menghujam bokong Jimin membuat pelukannya itu terlepas.

 

“Ya!..Yak!” Teriak Jin

 

Jungkook menampakkan wajah kesalnya, memincingkan mata—menaikan satu alis dan juga bibir mungilnya seakan-akan ia baru melihat sesuatu yang menjijikkan. Sang maknae langsung mendorong Jimin dan ia pun jatuh ke pasir. Jungkook tak segan-segan untuk menindihnya bersama V yang juga jengah dengan prilaku Jimin pada Candy. J-hope dan Rapmon meletakan tangannya di pinggang—keduanya tak habis pikir jika bocah seperti Jimin bisa melakukan hal ini lebih dahulu daripada hyungnya. Sedangkan Suga—emosinya bercampur, ia hanya bisa menahannya karena tak mungkin untuk melakukan kekerasan pada orang yang sudah dianggapnya sebagai adik. Ia merelakan hatinya meronta dan memilih untuk memasang kacamata hitam lalu membaringkan diri pada kursi pantai—berlaga acuh—beranggapan seperti tak terjadi apa-apa.

 

Bagaimana dengan gadis itu?— walaupun Jimin adalah namja yang umurnya dibawah Candy tetap saja ia adalah seorang laki-laki. Wajah Candy berubah merah, tersipu dan malu karena berpelukan dengan seorang Idol. Bagaimana tidak—hari ini Jimin terlihat tampan. Celana jeans sobek membuat sebagian paha Jimin yang berwarna putih terekspos dan ia hanya mengenakan kaos lengan pendek membuat otot lengannya pun terlihat.

 

Selama 30 detik Candy berusaha menarik nafasnya, ia tak menyangka jika seorang bocah dapat membuat waktunya berhenti sejenak. Candy memaklumi itu karena—Dia memang ekspresif.

 

“teman-teman sudahlah—ku mohon perhatikan aku sebentar saja” sang Tour guide berusaha menenangkan mereka yang masih memberikan pelajaran pada Jimin

 

Setelah kondusif Candy melanjutkan pembicaraannya “waktu kalian 3 jam dari sekarang jika kalian melebihi batas waktu aku tak tau apa yang akan terjadi pada kalian mungkin kalian akan di bawa pulang oleh fans—laugh—So let’s play guys!”

..

.

Beberapa kursi santai menjadi markas kubu dream tour. Bangtan Boys sama sekali belum mulai bermain karena ada salah satu ritual yang harus mereka lakukan sebelum mengacak-acak laut. Yeap— 2 botol sunblock ludes mereka lahap. Poles sana poles sini—terlihat kulit mereka semakin memutih.

 

“kajja hyung”

 

“chankan Jungkook-ah”

 

“wae?”

 

Jimin tersenyum lalu menjingkrakkan dirinya sendiri, ia sangat bersemangat “aku tak tau harus mencoba yang mana terlebih dahulu…ah jaemii ‘da~aa”

 

“Candy ayo kita bermain” ajak Jin lembut

 

“tidak-tidak—aku disini saja. Lagipula tugas ku menjaga kalian”

 

“Uuwwwhh you’re sweet Candy. Remember me about someone” Ungkap Rapmon membuat member lain mendadak bingung

 

“maksudmu?” Tanya Jin

 

“Eh… Kajja~aa” Rapmon lari, ia memilih untuk menghindar dengan langkah seribunya bergegas pergi menuju arena jet ski

 

Young line tau bagaimana cara menikmati liburan—merasa muda, mereka memilih olahraga yang lebih menantang. Jungkook sangat bersemangat ketika melihat salah satu watersport bernama parasailing namun tidak untuk hyungnya, Jimin dan V terlihat sedikit khawatir dengan ketinggian.

 

Jimin mengawali pembicaraan, ia meyakinkan “Jinjja?”

 

Jungkook langsung memamerkan giginya dan mengangguk cepat “ini pasti menyenangkan hyung”

 

Jungkook berinisiatif—ia memegang dada bidang V dan Jimin dengan kedua tangannya lalu tertawa ketika merasakan denyut jantung mereka seperti orang yang ketakutan.

 

Beberapa petugas dengan tubuh kekar mulai memasang peralatan di tubuh young line. Mereka bertiga dijajarkan dibawah parasut besar yang ukurannya lebih besar daripada speed boat yang akan mereka naiki.

 

Jimin dan V memegang erat tali pengaman yang ada di samping tubuh mereka—seakan tak ingin lepas. Mereka berfikir jika sampai lepas maka ketinggian akan membuat keduanya terhempas ke dalam laut yang sedang berombak. Berbeda dengan golden maknae, ia lebih santai. Gigi kelincinya selalu terlihat, senyum indahnya selalu terpancar.

 

“wow…woah…wohoooo”

 

Sejak speed boat mengarungi lautan, suara teriakan Jungkook selalu terdengar tapi tidak untuk V dan Jimin.

 

“oh… Jimin-ah noemu busowo” tangan V reflek berpegangan pada tangan Jimin dan begitu pula sebaliknya

 

“nado, jinjja busowo”

 

“Are You Ready Guys?” Aba-aba petugas membuat Jimin dan V semakin gugup

 

“yeeeess!!!” kompak ketiganya

 

Seketika kapal berjalan lebih cepat hingga hembusan angin bertiup sangat kencang. Perlahan kaki mereka mulai tak menapak di dek kapal, angin telah membawa mereka ke langit Bali.

 

“kyaaaaa ini menyenangkan!! Woohooo” teriak Jungkook sambil menggerak-gerakan kakinya

 

“andwae…jinjja busowo…aakhh!!” Jimin masih takut saat posisi tubuhnya terbang semakin menuju puncak

 

V sedikit tenang, ini tak begitu menyeramkan seperti yang ia kira “daebak! Woah”

 

Setelah benar-benar sampai diatas, segala rasa ketakutan menghilang sebab mata mereka disuguhkan oleh indahnya panorama dari atas laut. Mereka dapat melihat dari segala sudut, semua susunan pantai Bali begitu mempesona. Terlihat beberapa perahu mahal berjejer rapi bahkan salah satu jet ski yang di tumpangi Rapmon terlihat sedang meliuk-liuk membelah laut.

 

“Baliii saranghantaaaaaa”

 

“Bali I love you”

 

Jimin dan Jungkook melihat ke arah V—hanya dia yang belum berteriak. Kamera kecil milik Jungkook sudah standby menyorot wajah V yang sedang berfikir keras

 

“kau sedang apa? Cepat katakan!”

 

“chankaman.. eeh—Ah aku ingat! Balii aku cintaaaa padamuuuu”

 

“wohoooo..yeeeaaahhhh”

 

Young line tak berhenti berteriak, mereka begitu antusias pada olahraga air pertama yang mereka coba.

 

Diarena bawah old line sedang mencoba menyatukan pendapat mereka. Jin dan J-hope masih bersiteru olahraga apa yang akan mereka naiki. J-hope penasaran dengan olahraga yang baru-in belakangan ini itulah sebabnya ia berdebat kecil dengan Jin yang ingin menaiki jet ski bareng Rapmon.

 

“Ah hyung bukankah kita sudah pernah naik ini” Hope menunjuk jet ski berwarna putih

 

“tapi jet ski selalu menyenangkan” jelas Jin

 

“ya! ahjumma!” Pekik Rapmon pada member yang sejak tadi beradu mulut

 

Tak sadar—Jin dan Hope menengok dan membuat Rapmon terkekeh

 

“Ahjummadeul ppali, aku sudah merapat terlalu lama—menunggu kalian!” Rapmon terus saja membully

 

“sial! Kau pergilah monster”

 

Jin akhirnya memilih menemani Hope, ia langsung malas bermain jet ski akibat ulah Rapmon.

 

“kajja”

 

Rapmon langsung melesat dengan jet ski yang dikendarainya. Namja tangguh ini terus memacu kecepatannya lalu mengerem mendadak hingga membuat ombak menjadi pecah. Rapmon hanya ingin mengeluarkan sesuatu yang terus saja mengganjal dihatinya.

 

Splash..splash

 

Suara deru air laut terdengar keras. Beberapa kali J-hope gagal berdiri tegap diatas air. Kakinya tak kuat menopang dorongan dari mesin boardnya. Jin sudah sejak tadi melayang diudara, ia bisa melakukan hal ini hanya dengan 3 kali percobaan namun Hope mungkin sudah melakukannya lebih dari 5 kali.

 

“ya! Hope-ah lakukanlah dengan benar. Kakimu harus tegak” Teriak Jin dari jarak yang tak terlalu jauh

 

“ah hyung ini sulit sekali”

 

Namja yang memiliki marga Jung itu sudah berkali-kali mencoba bangkit namun lagi-lagi kakinya bergoyang, tubuhnya seketika menghempas permukaan air laut yang asin.

 

“bwahaha..ha..ha..”

 

Saat melintas dekat arena flyboarding, Rapmon tertawa melihat Hope yang belum juga dapat terbang.

 

Candy POV

 

Sudah setengah jam berlalu semenjak 6 personil Bangtan pergi mengeksplor laut Bali. Aku tak mengerti kenapa salah satu dari mereka memilih untuk membaringkan diri disitu. Ah biarkanlah—mungkin saja ia sedang tak mood atau lelah lagipula aku juga tak ingin tau tentangnya.

 

Tanganku kembali sibuk berkutat dengan ponsel dan ipad, masih banyak yang harus dikerjakan seperti mengkorting waktu, menambahkan layanan privasi untuk trip selanjutnya. Saat mata ku begitu fokus pada layar ipad sepertinya ada sesuatu yang menggelitik hati untuk sebentar saja mengalihkan pandangan pada namja yang sedang berbaring di kursi sebelahku.

 

Mataku mengamati tiap inci tubuhnya. Jeans pendek se-lutut melekat pada kakinya yang putih mulus. Baju kuning berbalut cardigan putih menutupi dadanya, tangan kecilnya yang juga lebih putih ia letakkan untuk menyanggah kepalanya sebagai bantal. Wajahnya terlihat begitu bersih dan bersinar walaupun matanya tertutup oleh kacamata hitam tapi tetap saja aku dapat melihat kesan manly padanya. Seperti terhipnotis aku benar-benar tak bisa lepas saat menatap wajahnya.

 

“50.000 won harga yang harus kau bayar jika menatap wajahku diam-diam”

 

Glup!

 

Ku putar sesegera mungkin kepalaku ini untuk kembali menatap layar ipad.

 

“oh ini memalukan” aku menahan ucapan hanya sampai kerongkongan

 

Ini bukan ‘malu’ karena menatap wajahnya atau bukan juga karena tertangkap basah tapi ini karena ia sudah memalukanku dengan ucapannya. Si gula menyindirku seakan-akan ia adalah lelaki tertampan yang tersisa di muka bumi.

 

“kalau kau menatapku sekali lagi kau tak perlu bayar, aku berikan gratis”

 

“Apa? Apa yang baru saja ku dengar? Apa aku tak salah dengar? Laki-laki itu kenapa selalu berhasil membuatku mendidih! Tahan—Candy kau harus menahannya. Ingat dia adalah tamu VIP” batinku

 

“kau jangan salah paham ya. Aku tadi…i-itu karena—“

 

“Terpesona, hmm?”

 

Aku segera menggeleng “aishh!”

 

Frustasi— itu yang kurasakan saat ini. Bagaimana tidak, aku kesal dengannya tapi tak akan pernah bisa memarahi anak itu. Sigh!— jika saja dia bukan tamu VIP sudah ku acak-acak wajahnya.

 

“Yoongi—ssi kau akan terlihat tampan jika kau menutup mulutmu.. hii” aku menutup sindiran dengan sebuah senyuman agar tak terlihat jika aku sedang mengintimidasi orang yang menyebalkan itu dan—

 

Berhasil. Aku membuatnya diam walaupun saat ini ia malah menatapku intens. Tapi biarlah asalkan mulutnya tertutup aku akan bisa fokus. Ku lanjutkan mengetik beberapa laporan yang harus ku selesaikan, belum lagi harus mengkonfirmasi ulang jadwal besok.

 

“bagaimana dengan lukamu?”

 

Sontak, aku melihat keadaan sekitar. Kira-kira siapa ya yang bertanya hal seperti itu. Ku kira itu Jimin atau Jungkook yang kemari usai bermain air namun sekitarku kosong tak ada mereka kecuali—dia!.

 

Tunggu dulu… Bagaimana bisa si gula itu sok care padaku padahal 5 menit yang lalu ia baru mengerjaiku dengan ucapannya yang kelewat narsis!

 

“hei aku bicara padamu”

 

Wah.. sepertinya ia kesambet setan pantai, bisa-bisanya sifat ketus dan ucapannya yang sadis berubah dalam waktu singkat.

 

Aku menoleh “baik.. be-sok juga akan sem—“

 

Aku tak pernah percaya ia melakukan ini sampai aku tak bisa menyelesaikan kata-kataku. Tanganku diambilnya, ia melihat pada salah satu jariku yang terluka semalam. Sungguh— aku tak menyangka ia benar-benar berubah menjadi manis seperti yang lainnya.

 

Mataku hanya fokus pada matanya yang sedari tadi melihat jariku, seperti ada raut penyesalan saat menatap luka yang sebenarnya sudah hampir sembuh.

 

“mianhae”

 

Hah!

 

Apa!

 

Seseorang tolong bangunkan aku dari mimpi. Pasti saat ini aku sedang bermimpi. Ia mengatakan maaf pada sesuatu yang bukan karena kesalahannya.

 

“maaf? Untuk apa? Bahkan ini bukan salahmu. Yoon-gi apa kau salah makan sesuatu?”

 

Aku mengerutkan alis kala ia tersenyum sama dengan senyum yang ku miliki.

 

“kau ternyata lucu juga yaa”

 

“bukan..aku tidak salah makan. Permohonan maafku ini memang untukmu karena semalam dan beberapa hari yang lalu aku sudah banyak melukaimu” lanjutnya

 

BLUSH

 

Pernahkah kau merasa saat seorang laki-laki sedang memegang tanganmu lalu tubuhnya begitu dekat hingga aroma parfumnya dapat kau cium dan ia mengatakan kata maaf beserta kata romantis lainnya seperti sang namja (lelaki sejati). Ini seperti drama yang ada di Televisi bukan?

 

Entah kenapa aku tak mampu berkata banyak saat iris matanya menatapku dalam. Hanya bibirku yang menjawabnya dengan sebuah senyuman manis untuknya. Alam bawah sadarku yang melakukan gerakan itu.

 

“gomawo” ia membalas senyumanku

 

Aku menatap punggungnya yang berjalan menjauh menuju arena Jet ski. Setelah meminta maaf dan membuatku kaku ia meninggalkanku dengan sejuta pertanyaan. Ada apa dengannya? Kenapa ia seperti ini? lalu untuk apa senyuman yang berbeda itu?

..

.

Min Yoongi POV

 

Seperti ada sesuatu yang terlepas dari hatiku selama ini. beban yang begitu memberatkanku kini telah pergi. Rasanya begitu ringan setelah mengucapkan maaf padanya. Tadinya ku pikir akan sangat sulit mengucapkan maaf karena mulutku ini sulit sekali terbuka namun saat ia tersenyum secepat kilat ia mampu mencairkan ego yang selalu membelenggu mulutku.

 

Sejak meninggalkannya disana, senyumku tak pernah padam. Mungkin aku sudah gila dibuatnya, hasratku mengatakan bahwa aku menyukainya. Yaa— permen itu sudah membuatku lupa akan rasa garam, rasa kopi bahkan rasa cabai sekalipun.

 

“hei! Rapmoooonnn?!!”

 

Selagi moodku sedang senang, tak ada salahnya menanyakan hal yang membuat Jin hyung gelisah. Aku jadi teringat ucapannya kemarin, jika Rapmon memang ada masalah, aku harus berada disana—membantunya.

 

“ada apa hyung?” Rapmon menepikan jet skinya

 

“aku ikut denganmu”

 

Tanpa persetujuan aku sudah berada dibalik tubuhnya, dengan bersamanya seperti ini aku bisa mencari tau apa yang sebenarnya terjadi padanya.

 

“kenapa belum jalan?”

 

Ia menoleh sedikit ke arahku “aku takut kau akan tercebur jadi cepat peluk aku hyung”

 

Plak!

 

Aku berhasil menoyor kepalanya. Dia ingin membuat lebel namaku tercoreng.

 

“bodoh! Jika aku memelukmu maka hiphop akan mati dan lebih baik aku tercebur daripada harus memeluk pinggangmu itu”

 

“ha..ha…let’s go!”

 

Rapmon memacu jet ski’nya hingga ke tengah lautan. Ia terus menambahkan kecepatan dengan diselingi teriakan yang benar-benar kencang. Aku bahkan merasakan ada sesuatu yang terselip di teriakannya itu. Ada yang berbeda— Dari semua member hanya aku yang memiliki rasa kepekaan yang lebih tinggi dan sebenarnya sebelum Jin hyung mengatakan tentang Rapmon, aku sudah merasakan hal aneh dengannya.

 

“Wohoooo…. Huwaaaaa~aaaakkkhh!!”

 

Kecepatannya terus bertambah, aku menyadari ketika jet ski ini memantul lebih kencang. Khawatir mulai menggerogoti tubuhku. Jika ini tak di hentikan Rapmon bisa saja membunuh aku dan dirinya sendiri.

 

Puk..puk…

 

Aku menepuk bahunya lalu memegang tangannya yang menggenggam kemudi.

 

“Rapmon-ah hentikan, jika kau seperti ini kau bisa membunuhku”

 

Perlahan ia mengurangi kecepatannya “hyung tapi ini menyenangkan, semua terasa ringan bukan?”

 

“kau bisa cerita padaku” aku membuka pembicaraan serius dengannya

 

“eoh?” ia menggaruk sekilas kepalanya lalu kembali bicara “cerita apa hyung? aku bingung”

 

walaupun ia berkata seolah-olah seperti orang bingung namun aku tau ia sedang gelisah menyembunyikan sesuatu. Sangat terlihat jelas saat ia menggaruk kepalanya dan bahkan nada suaranya terdengar gemetar.

 

“baiklah kalau kau tak ingin cerita saat ini, tapi aku ingin bertanya padamu dan kau harus menjawabnya dengan jujur”

 

Ia tak bersuara hanya mengangguk usai aku mengatakan hal tersebut

 

“gwenchana?”

 

Aku semakin yakin bahwa ia menyembunyikan masalahnya dan hanya ingin menyimpannya seorang diri. Aku tau dari tubuhnya yang mendadak kaku tanpa pergerakan, bahkan ia butuh waktu beberapa menit hanya untuk menjawab pertanyaanku yang begitu mudah.

 

“nan gwenchanayo hyung”

 

Tubuhku terbawa oleh jet ski, Rapmon kembali meng-gas dengan kecepatan sedang. Aku tak akan membiarkan ia memikul masalahnya sendiri dan jika waktunya sudah tepat aku akan kembali bertanya padanya. Ku pegang kedua bahunya dengan kedua tanganku karena aku ingin menunjukan bahwa ia tak sendiri ada aku yang selalu berada di sampingnya.

 

****

 

Author POV

 

Semilir angin di siang hari ditambah hembusannya berasal dari hamparan pematang sawah membuat Bangtan Sonyeondan mendadak terlelap. Mereka begitu lelah selama setengah hari bermain dengan birunya laut. Beralaskan sebuah gubuk yang terbuat dari anyaman bamboo, mereka begitu menikmati waktu tidur seusai memesan beberapa menu makanan. Candy mengajak mereka untuk makan siang sebelum melanjutkan destinasi berikutnya.

 

“tsk…mereka bilang jago olahraga tapi begitu saja sudah K.O—ah payah!”

 

Hanya Candy yang tetap terjaga. Ia tak ingin kejadian saat di pantai terulang—padahal tadi itu begitu nyaris. Saat mereka hendak meninggalkan pantai ada 1 kelompok remaja perempuan yang lumayan banyak terdiri dari 10 orang. Mereka mengetahui keberadaan Bangtan, saat ketujuh namja ini berjalan menuju mobil, remaja tersebut histeris dan langsung menghampiri mereka.

Keadaan saat itu lumayan—chaos. Mereka sibuk meminta foto dan tanda tangan, menempel sana menempel sini. Candy merasa ia telah gagal menjaga privasi mereka dan setelah kejadian tadi Candy akan lebih berusaha untuk menjaga mereka. Gadis itu bahkan sudah membuat kulit Jungkook sedikit terluka sebab membiarkan lengan Jungkook ditarik oleh kuku-kuku yeoja yang panjang.

 

Candy mengamati tiap member dengan pandangan bersalah kendati begitu si permen manis ini tertawa kecil, senyumnya tak lebar tapi cukup terasa manis bagi yang melihatnya.

 

“hii… mereka terlihat seperti jejeran ikan yang ada di kaleng sarden”

 

Pemandu wisata ini tertawa ringan melihat kondisi di depan matanya, ia tak pernah berhenti untuk memandangi mereka yang masih tertidur pulas dengan wajah bak malaikat.

 

“ternyata mereka tampan juga—huggh!” Candy segera menutup mulutnya

 

“Candy jangan pernah berfikir macam-macam dengan tamu yang kau bawa. Pikirkan saja target dalam karirmu!”

 

Candy membuang jauh-jauh pemikiran itu. Ia tak ingin hal yang berhubungan dengan cinta untuk saat ini sebab yeoja yang memiliki mata indah ini begitu ambisius pada mimpinya untuk dapat memiliki agen travel milik sendiri.

 

Tak lama, tiga orang dengan membawa baki besar datang.

 

Puk..puk..puk..puk..puk..puk..puk..

 

“Jimin—Jungkook—Taehyung—Hoseok—Namjoon—Jin—Ng…Yoongi bangunlah, makanan sudah datang”

 

Sedikit terkejut dan sulit membuka mata itulah reaksi pertama mereka usai Candy menepuk kaki mereka satu per satu. Aroma makanan yang menggugah selera menyadarkan mereka dari nyawa yang baru kumpul separuhnya.

 

Jin mengendus makanan yang ada didepannya “wah sepertinya ini enak”

 

“ireumi mwoya?” tanya V pada pemandu favoritnya

 

“Fried Duck with green chili souce, I think you’ll be like it”

 

Sambil mengusap-usap matanya Jungkook mulai mencari dimana alat tempur untuk makan

 

“buka matamu dulu, baru bisa mengambil ini” Jin memberikan sendok dan garpu pada Jungkook

 

“gomawo hyung” balas Jungkook cepat

 

“Aaaa~aaaaaa…..” Jimin berusaha untuk menyuapi Candy dengan tangannya yang sudah mengambil sedikit daging bebek

 

Plak!

 

Suga memukul tangan Jimin hingga membuat daging itu terjatuh kembali ke piring “ya! mwohanya neo?!”

 

Candy tersenyum dan terkekeh melihat tingkah Jimin yang begitu manis dan lucu, walaupun tingkahnya itu seperti perhatian tapi Candy memilih untuk menganggapnya seperti hal yang dilakukan adik pada kakaknya

 

“eeyy hyung!! aku sedang berusaha menyuapinya kenapa kau menghalangiku” protes Jimin

 

“o~ooohhhh”

 

“wwooohoooo”

 

Suga melanjutkan suapan ke dalam mulutnya dan membiarkan J-hope dan Rapmon berceloteh mengejeknya. Jin menyenggol bahu Suga, hyung tertuanya ini pun seperti menginginkan penjelasan dari Suga. Sambil menaikkan alisnya, Jin ingin mempertegas jika ia sedang bertanya pada Suga.

 

“aigoo! apa kalian tidak bisa makan dengan tenang, eoh?” ketus Suga

 

“Eeyy.. kugo aniya. Tak mungkin hanya itu… Ee~mm kau pasti cemburu kan hyung” Jimin mulai meledek hyungnya

 

“astaga kenapa mereka selalu menggodaku dengannya sih! Lebih baik dengan Jimin atau Jungkook atau Rapmon sekalipun dari pada harus dengan namja bermulut bebek seperti dia” batin Candy

 

Suga kembali diam ia hanya menarik nafas dalam dan membuangnya dengan nada suara berat lalu melanjutkan kegiatan mengisi perutnya.

 

Jimin kembali bersua “aahhh…hyung kenapa kau diam. Benarkan…aku benar kan hyung… kau tak usah—eeummmhh…!”

 

Jimin seketika tak bisa bicara, mulutnya sudah penuh oleh nasi berisi daging bebek dan saus pedas yang sudah menyesap ke dalam indra pengecapnya. Suga menyumpal mulut Jimin yang sejak tadi hanya menggodanya.

 

“jimin-ah sudahlah, lebih baik kau habiskan makanan yang ada di mulutmu—ini” ucap Candy lalu memberikan air es kelapa dingin

 

“aaarghhh—ssshhh—haaah—it’s Hot” tangannya langsung meraih gelas yang diberikan oleh Candy

 

Ke lima member tertawa heran karena Candy sendiri yang berhasil mengambil alih Jimin agar sedikit lebih tenang.

 

Lima belas menit berlalu dan mereka telah menghabiskan makanannya masing-masing. Tak ada komentar yang berarti, kendati begitu Candy paham jika mereka menikmati acara makan dengan menu Bebek goreng khas Bali bagaimana tidak, saat ini mereka hanya menyisakan potongan tulang dan piring-piring kotor.

 

Mata gadis ini mulai berputar, ia ingin sekali memecah keheningan setelah ia melakukan hal yang tak begitu enak dengan Jimin.

 

“guys.. I’ll tell you something”

 

Mereka menoleh dan menatap Candy fokus

 

“what?” Jawab Rapmon cepat

 

“mianhae” Candy menundukkan wajahnya sejenak

 

Rasa kekhawatiran Jin mulai timbul terlebih lagi Candy mengucapkan maaf tanpa melakukan kesalahan “ada apa? Memangnya kau kenapa Candy?”

 

Death glare milik Jimin tajam menatap Jin. Ia kesal karena giliran Jin yang perhatian pada Candy, member lain diam dan tak berkomentar apapun sedangkan saat Jimin, member lain puas membullynya hingga akhirnya niat Jimin untuk ‘berkasih sayang’ dengan Candy lenyap.

 

“Candy-ya kau tak perlu minta maaf soal tadi. Jimin pantas mendapatkan itu” Hope mengingatkan kejadian saat mulut Jimin kebakaran

 

“hii..hii” Candy tertawa tipis, bahkan sulit untuknya mengatakan hal ini

 

“tsk.. ppali mare bwa (cepat katakan)!” ketus Suga

 

Jungkook berhasil menyikut lengan Suga lembut “hyung hajimarayo”

 

“jangan dengarkan dia—ayolah cepat katakan, kau membuat kami penasaran” pinta V dengan senyum yang begitu menggoda

 

Dengan nada suara sedikit tertawa akhirnya Candy berterus terang pada mereka “teman-teman, kumohon kalian memaafkan aku karena saat awal bertemu—aku menyebut kalian 7 dwarf”

 

Tubuhnya langsung membungkuk walaupun tetap diselingi senyuman dan tawa kecil milik sang pemandu. Yang lain hanya saling menatap—mereka tak mengerti apa itu 7 dwarf walhasil hanya Rapmon yang tertawa.

 

“ha…ha….ha…. kenapa kau menamai kami dengan nama seperti itu? Apa kau tak tau berapa tinggi badanku?”

 

“hyung apa maksudnya itu?” tanya Jimin pada Rapmon

 

Sebelum menjawab pertanyaan Jimin, Rapmon sempat tertawa “ah… seharusnya Candy tak perlu minta maaf”

 

Kompak para member menggaruk kepalanya kesal karena jawaban dari Rapmon tak kunjung datang.

 

“hyung ppali…aiish jinjja” rengek Jungkook

 

“gaeurae…” Rapmon menarik nafas agar tawanya sedikit berhenti kemudian ia melanjutkan ucapannya

 

“jadi…Candy minta maaf karena kemarin ia sempat memberikan julukan pada kita tujuh kurcaci. Padahal menurutku itu—“

 

Sontak Jungkook menyela “mwo?” ia menggeleng sambil tertawa “aigoo…Candy-ah neo—“

 

Jungkook segera mengambil kesempatan, ia mencubit lembut pipi Candy. Lalu V pun tak ingin kalah dengan sang maknae ia langsung mengambil peran. Dirinya memerankan peran orang yang tersakiti dengan memegang Jantungnya seakan-akan sedang terkena penyakit heart attack. Ia memaraukan suaranya agar meyakinkan jika peran yang di mainkan seperti real.

 

“aakhh… Ca-can-dy-ah yogi… nae maeumi noemu appa”

 

Candy tertawa melihat perilaku V, ia pun langsung memegang tangan V dan melepaskannya dari dada bidangnya.

 

“ya! yedera.. aku pikir Candy tak sepenuhnya salah. Menurutku, ia sudah benar menyamai kita dengan kurcaci”

 

Ke-enam member dibuat bingung dengan ucapan Rapmon barusan. Mereka hanya menatap sang tersangka dengan tatapan layaknya elang menerkam mangsa.

 

“maksudmu hyung? hei! tinggi badanku bahkan melebihi tinggi badan Jimin” Ungkap Jungkook

 

Ketika namanya disebut kemudian dihubungkan dengan tinggi badan, Jimin langsung melirik tajam. Ia sudah bosan untuk mengomel pada orang yang mengatakan dirinya pendek.

 

“justru seperti itu—“

 

Candy mencoba menyela ketika arah pembicaraan sudah semakin kacau tapi Rapmon tak membiarkan satu lelucon ini lenyap begitu saja.

 

“Sssttttt” Rapmon meletakkan jari telunjuknya pada bibir Candy

 

“justru seperti itulah—Candy mengingatkan kita bahwa kita ini adalah 7 kurcaci. Lihatlah orang yang duduk di samping Taehyung, bukankah ia seperti kurcaci? dan kita adalah temannya yang berarti, kita juga 1 golongan dengan Park Jimin yaitu kurcaci…Puufff..haa..haaa”

 

Semua tertawa mendengarkan joke yang diutarakan Rapmon namun tidak bagi yang sedang menderita. Park Jimin terlihat serius, ia mengusutkan wajahnya lalu memanyunkan bibirnya.

 

“tsk…telingaku ini sudah kebal.. jadi lanjutkan sesukamu” ucap Jimin malas

 

“ha…ha… bagaimana ya jika kurcaci sedang marah? kira-kira apa yang bisa di lakukannya?” Jokes semakin berkembang seperti karangan bebas yang di rangkai oleh J-hope

 

“mungkin ia akan—“ V berusaha membantu menjawab pertanyaan J-hope

 

“Tae sudahlah…ini tak lucu lagi lebih baik kita kembali ke mobil dan melanjutkan trip selanjutnya—Jimin-ah kajja”

 

Candy mengajak Jimin untuk jalan bersama menuju parkiran. Gadis ini tak segan-segan menggenggam pergelangan tangan Jimin agar ia cepat bangun dari gubuk restoran. Keduanya berjalan berdampingan meninggalkan member lain dengan perasaan iri.

 

“walaupun aku kurcaci sekalipun, tapi aku adalah the lucky dwarf..hmm? ha..ha..” Jimin memamerkan smirknya karena saat ini ia mendapatkan sebuah rangkulan hangat dari Candy

..

.

Hari kian petang, para penikmat liburan ini melanjutkan trip sorenya menuju salah satu lokasi dimana penari-penari tradisional berkumpul. Candy tak segan-segan untuk memperkenalkan salah satu budaya khas dari asal negerinya. Selama perjalanan mereka tak henti-hentinya bercakap-cakap, bercanda, melakukan tanya jawab yang berhubungan dengan hal konyol.

Pada akhirnya 1 jam perjalanan tak terasa dan tiba di daerah yang lagi-lagi membuat sang Idol membelalakan matanya.

 

“wow..tempat apa lagi ini?” tanya V

 

Mereka begitu terpesona melihat lokasi yang penuh dengan kesan tradisional. Bangunan Pura dengan susunan bata-bata merah terlihat begitu indah. Mereka tak henti mengambil gambar dengan latar belakang Pura dan beberapa rumah Joglo.

 

“ini” Suga memberikan kameranya pada Candy tanpa mengatakan apapun namun begitu sang pemandu mengerti

 

“ba-baiklah.. Semuanya siap?”

 

Candy mengatur posisi mereka supaya lebih merapat dan tepat berada didepan Joglo yang kanan dan kirinya terdapat patung khas Bali.

 

“hana-dul-set”

 

“ok guys— lebih baik kita pergi ke halaman belakangnya sebelum terlambat”

 

“memangnya ada apa disana?” tanya Jungkook penasaran

 

“nanti juga kau akan tau”

 

Candy memandu mereka berjalan ke arah halaman belakang yang sudah disulap menjadi teater mini dengan background lautan luas. Tempat ini berada di ketinggian 250 meter sehingga panorama yang ditimbulkan dari pancaran matahari senja membuat atraksi tarian lebih apik.

 

Deretan kursi sudah menanti mereka. Di awal mereka sedikit ribut tentang letak posisi tempat duduk karena Jimin bersikeras ingin duduk disebelah Candy dan Jungkook serta V pun menginginkan hal yang sama dengan Jimin.

 

Dan beginilah hasilnya…

 

Jin dan Candy akhirnya duduk bersebelahan lalu di sisi Candy lainnya sudah ditempati oleh Rapmon sedangkan Suga berada disamping Rapmon lalu J-hope disamping Jin. Bagaimana dengan Young line yang menginginkan duduk di sebelah Candy? Yeap—mereka malah berada dibagian ujung setelah Suga dan J-hope. Jin yang mengatur ini semua karena tak ingin terjadi kekacauan hanya karena posisi tempat duduk.

 

Mereka menikmati suguhan tarian Kecak khas Bali yang begitu memukau ditambah dengan lighting berwarna orange langsung dari sinar matahari senja membuat tampilan show tari tradisional ini semakin memukau. Mereka semua sibuk mengabadikan dengan format vidio pada ponsel mereka masing-masing dan Suga sama seperti biasanya, ia selalu memotret seperti fotografer profesional.

 

Prok..prok..prok…

 

Satu setengah jam berlalu, mata mereka terhipnotis hingga tak merasakan waktu berjalan cepat. Acara pun usai dan saatnya memberikan kesempatan bagi para penonton untuk berfoto bareng dengan para penari. Mereka menunggu giliran setelah rombongan turis asing asal Italy.

 

“Candy sebelum kita kesana, apa kau mau berfoto denganku?” Jimin berjalan mendekati Candy

 

Plak!

 

Sebuah pukulan halus mendarat di perut sixpack Jimin dari sang kakak tertua.

 

“gwenchana Jimin-ah?” Bela Candy pada Jimin

 

Jimin mengusir paksa Jin. Candy dan Jimin duduk berdua mendekatkan bahu mereka masing-masing dan kepala mereka pun otomatis menjadi sangat dekat. Wajah Jimin terlihat sedikit memerah, ia begitu malu berpose dengan wanita cantik dengan jarak yang begitu dekat. Jimin meletakan salah satu tangannya pada bahu Candy selama 5 detik.

 

Klik

 

Jimin mendapatkan yang ia inginkan, berpose dengan sang pemandu wisata yang dirasanya begitu berbeda dengan pemandu wisata yang mereka temui selama ini.

 

“Park Jimin tangan mu!” V meledak ketika arah matanya berpaling pada sudut lain

 

“wae memangnya kenapa? Ia kan pemandu wisata kita—lalu kenapa?”

 

Srek!

 

“jangan selama itu?! Nanti jika kekasihnya tau maka riwayatmu akan tamat!” Ucap Jin lalu mengusir Jimin agar kembali ke tempat duduknya

 

“jadi ia sudah memiliki kekasih? Aishh ini sungguh menyebalkan!” Ungkap V

 

“kau kenapa? Memangnya kau ingin menjadi pacarnya? Tsk..bisa-bisa kau ditendang PD-nim” Jungkook mentertawakan V

 

Tak hanya Jimin dan V yang kecewa dengan perkataan Jin yang mengatakan Candy memiliki kekasih. Rapmon pun mendadak memasang wajah sedih kala mendengar kata kekasih menyerang gendang telinganya. J-hope juga mendapati hal yang sama ketika melihat Suga memperhatikan wajah Candy dengan tatapan miris dan kecewa.

 

“sebenarnya ada apa dengan kalian berdua” Batin J-hope ketika melihat Rapmon dan Suga

 

*****

 

Malam belum terlalu larut namun Candy sudah meminta izin untuk pemit lebih dahulu untuk mengistirahatkan tubuhnya sedangkan member lainnya masih sibuk di ruang tengah. Mereka masih belum berniat untuk tidur karena tak biasa tidur di jam tanggung seperti ini. J-hope kembali memposisikan dirinya pada sofa panjang dengan merebahkan tubuhnya tanpa membiarkan member lain berbagi sofa dengannya. Jin dan Suga memilih untuk duduk pada karpet hangat persis dibawa Hope. Rapmon 15 menit yang lalu sudah mengatakan bahwa ia ingin menghirup udara malam di kolam renang halaman belakang. Jimin, V dan Jungkook memilih kamar sebagai ajang me-review seluruh foto dan video yang sudah diambil seharian ini.

 

“pabo ya! seharusnya kau mengatakannya bukan malah membiarkannya menjadi milik orang lain”

 

Ujar Hope mulai mengomentari serial drama korea favoritnya, Jin dan Suga sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini namun entah kenapa bagi Suga kalimat barusan membuat ia berfikir tentang sesuatu. Semakin di fikirkan, ia hanya mendapati fakta bahwa ternyata ia sama dengan namja yang ada di drama tersebut.

 

“mau kemana kau?” tanya Jin pada Suga yang tiba-tiba saja bangun

 

“kamar”

 

“aneh sekali, biasanya ia sanggup untuk menyiksa matanya hingga jam 3.00 tapi tumben sekali jam 10.00 sudah ingin tidur” ungkap Jin

 

“mungkin ia lelah hyung, seharian ini kan kita bermain. Jadi biarkan saja”

 

“ya..Hope-ah apa kau merasa ada yang aneh?”

 

“aneh? Maksudmu hyung?”

 

Jin menoleh ke samping, melihat wajah Hope yang juga memandanginya “dia dan dia”

 

Hope langsung mengerti ketika Jin menunjuk ke arah luar yang berarti Rapmon dan menunjuk ke arah kamar dimana Suga baru saja masuk ke kamar tersebut. Menggeleng—itu reaksi Hope setelah berfikir sekilas, ia malah serius menonton drama televisi.

 

C’klik

 

Bunyi suara pintu terbuka datang dari pasangan konyol V dan Jungkook, keduanya mengendap-endap berusaha mencari suatu tempat untuk bersembunyi, sambil menahan tawa pasangan konyol itu mengatakan untuk tak memberitahu lokasi persembunyian dan tak lama sang pencari pun datang dengan menggunakan penutup mata berbentuk topeng kelinci, Jimin terlihat seperti bocah TK yang menggemaskan.

 

“hii..eodie ga?” Ujar Jimin berjalan perlahan agar tubuhnya tak terbentur perabotan vila

 

“yogi” Jin memberitahu dimana Jungkook dan V bersembunyi

 

“assa..haaa”

 

Jimin merasa senang, hyungnya itu memberitahunya dan tubuh mungilnya itu langsung berjalan ke arah suara Jin barusan. Tangannya meraba-raba sekitar. Jungkook mendadak tegang ketika tangan Jimin nyaris memegang kepalanya. Saat ini Jungkook sedang bersembunyi didalam keranjang laundry.

 

“aku merasakannya… sepertinya disini” Jimin mengendus sesuatu

 

“ahaaaa….!! Jungkook-ah out!” Teriak Jimin

 

“aarrghhh..mwoya ige!”

 

Jimin tertawa tipis ketika Jungkook menggerutu karena ia adalah orang pertama yang tertangkap. Ia kesal karena Jimin mengetahuinya melalui wangi parfum yang keluar dari keringatnya. Berlanjut pada V, Jimin kembali berjalan perlahan dengan tangan menjulur ke depan.

 

“ya..ya!!! Jimin-ah bokongmu! Aku tak ingin menonton bokongmu..eiish!” pekik J-hope

 

“Akkhh hyung…appo”

 

Jimin lekas terdorong oleh dorongan kaki J-hope yang menendang bokong Jimin untuk pergi dari depan televisi. Jungkook terkekek melihat Jimin disiksa oleh J-hope dan begitu pula dengan V namun bedanya Alien ini tertawa tanpa suara.

 

Pletak!

 

“auh..appo”

 

Jongkook melemparkan bola kecil pada lengan Jimin, ini demi sebuah pengalihan agar Jimin tak meneruskan langkahnya di pojok ruangan karena Taehyung berada di sana.

 

“got you Taehyung-ah”

 

“aakh…sial!”

 

Jimin segera melepas topeng kelinci di matanya, ia berhasil menangkap keduanya dalam waktu tercepat dan saatnya memberi hukuman pada kedua dongsaengnya itu.

 

“aaissshh…!!!”

 

“Aaakkhhh…!!”

 

Taehyung dan Jungkook menjerit ketika tangan berotot Jimin berhasil menampar kedua bokong mereka. Jimin tertawa puas karena ia dapat membalas rasa sakit di bokongnya akibat permainan sebelumnya yang dimenangkan oleh Jungkook.

 

V mendadak merasakan seperti ada yang menghilang, kepalanya terus berputar beserta matanya yang terus bergerilya mencari seseorang “dimana Candy? Kenapa aku tak melihatnya?”

 

“majja… Hyung kemana dia?” lanjut, Jimin menanyakan pada Hope

 

“dia sudah tidur dikamarnya dan lebih baik kalian juga kembali ke kamar ini sudah malam”

 

“sial, malam ini aku jadi tak sempat mengucapkan selamat tidur padanya” ungkap Jimin

 

“hyung.. jangan merasa kau sudah dekat dengannya.. dia itu bukan hanya milikmu tapi milik kita semua” Jungkook mulai iri pada Jimin yang memang lebih dekat dengan Candy

 

“huuuh!” Taehyung berhasil mendorong Jimin dan akhirnya mereka pun kembali berlarian akibat menghindari amukan dari seorang namja berotot

..

Disisi luar, Jin megkhawatirkan Rapmon yang sedari tadi tak kunjung masuk ke dalam. Perlahan tapi pasti Jin semakin mendekat, saat itu pandangan Rapmon tak lepas menatap laut dari atas. Sang kakak tertua ini sama sekali tak mendengar suara Rapmon hingga ia berinisiatif untuk memecah keheningan dan akhirnya namja yang fasih berbahasa inggris itu pun menoleh ke arah belakang.

 

“eoh.. kau hyung”

 

Tangan Jin menggelayut manja pada punggung Rapmon “Sedang apa kau disini?”

 

“hanya menikmati udara laut”

 

“Namjoon-ah, sebenarnya—“

 

Kepala Rapmon langsung menoleh ketika Jin baru membuka percakapan. Matanya intens menatap wajah Jin. Ia seakan tau apa yang akan Jin utarakan.

 

“—waeyo?”

 

“eh…. Jika ada sesuatu yang ingin kau ceritakan maka kau bisa mengandalkanku. Kau tau aku ini hyungmu”

 

Rapmon tersenyum tipis dan kembali menatap ke arah depan “astaga kenapa hari ini orang-orang menanyakan hal yang sama padaku”

 

Jin terkejut, ia tak menyangka jika ada orang lain yang sama khawatir dengan dirinya.

 

“nugu?”

 

“Suga hyung.. Siang tadi entah ada angin apa ia menanyakan hal yang sama denganmu”

 

“tak ku sangka ia peduli. Ku pikir Suga akan acuh dengan hal ini namun ternyata ia benar-benar mengkhawatirkan Namjoon” batin Jin

 

“lalu apa jawabanmu, hmm?”

 

Rapmon menatap Jin, kedua tangannya diletakan pada kedua pundak hyungnya itu dan ia memberikan tekanan sedikit

 

“hyung…nan gwenchanayo. Itu jawabanku padanya dan padamu”

 

“tapi aku melihat kau selalu saja menyendiri dan saat kau sendiri wajahmu itu membuatku sangat khawatir, jadi—“

 

“hyung.. ini sudah malam lebih baik kita masuk. Aku sudah mengantuk”

 

Rapmon pergi begitu saja meninggalkan Jin yang terus berusaha untuk mendapatkan jawaban dari Rapmon namun Rapmon memilih untuk mengelak dan pergi.

..

Namjoon POV

 

Malam semakin larut, saat ini waktu menunjukkan pukul 2.00 dini hari tetapi masih ada salah satu penghuni kamar yang masih terjaga. Itulah aku— yang sengaja menjaga mata agar tetap terbuka hingga sekarang. Bukan tak ada maksud tapi aku memang mempersiapkan diri untuk menghubungi seseorang. Mata ku melakukan patroli pada setiap member yang tertidur yaa kalau-kalau mereka bangun atau membuka mata sedikit saja maka akan kacau dan akan merusak rencana yang sudah ku buat.

 

Aku melambaikan tanganku diatas wajah mereka— J-hope, V dan Jimin. Syukurlah mereka sudah masuk ke dalam alam bawah sadar dan ini menjadi moment yang tepat untuk segera melakukannya.

 

Beep….Beepp….

 

Bunyi nada sambung khas ponsel membuat ku semakin gugup.

 

“…..”

 

“hei…apa aku mengganggumu?”

 

“…..”

 

“disini tengah malam dan aku sengaja menelponmu tapi kenapa kau tetap saja seperti itu, huh?”

 

“….”

 

“tsk…aku tak peduli walaupun kau seperti ini. apa kau sudah makan siang?”

 

“…..”

 

“setidaknya kenapa kita tak mencobanya? Ini tak kan sulit seperti yang kau bayangkan”

 

“….”

 

“shit! why you so selfish, that according to you. No, you’re not gonna die, I guarantee that can’t be happen, I’ll be protect you. Please don’t cover up your feeling, Bey. I know we have same feeling and—”

 

“….”

 

“no…please Bey, please don’t closed your—“

 

Beep..beep…beep…

 

Ku genggam ponsel ku erat karena inilah satu-satunya cara pelepas emosi saat aku tak bisa berteriak. Sungguh ini membuatku tersiksa… jika saja aku bukan Idol mungkin aku bisa bersamanya—Damn it!

 

Tbc

 

Fiiuuuuhhh…. Chapter ini udah kaya rel kereta aja yang ga ada putusnya..haa☺

So what do you think with this chapter? Well—konflik udah mulai muncul nih jadi apa yang terjadi selanjutnya…..?? jjeng-jjeng!! Haaa….

Just wait for next chapter..hii

RCL juseyo… thanks^_^

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s