[BTS FF Freelance] Take It Slow (Ficlet)

215AE4375738930D114E00

Take It Slow

oldnavy’s property

BTS’s Kim Taehyung – RV’s Bae Joohyun

a Ficlet for Teen

Fluff, slight!Slice of Life

***

“Jadi―ada apa?”

Suara lembut bak malaikat milik Joohyun menyambangi runguku. Matanya yang sewarna madu itu menatapku penuh tanda tanya. Aku terdiam sejenak saat mendengar interupsinya, tak lama kemudian sebuah kekehan lolos dari mulutku, “ah, maaf.”

Namanya Bae Joohyun. Kami baru berteman dua minggu yang lalu karena ternyata Joohyun satu jurusan denganku di kampus (dan bodohnya aku tidak mengetahui hal itu). Dia termasuk tipe-tipe gadis yang kalem, manis, dan tenang.

Joohyun dulu tinggal di London―makanya ia kadang menggunakan bahasa Inggris kala berbicara denganku. Namun pada tahun pertama di SMA, ia pindah ke Korea. Aku tidak tahu karena apa, Joohyun tidak cerita―

“Kamu mengganggu waktu bermalas-malasanku tahu.”

Suara Joohyun menginterupsiku lagi. Sebuah cengiran terpeta di wajahku secara spontan, “maaf maaf. Sebagai gantinya, jus jeruk kamu aku yang bayar, deh,” ucapku sambil terkikik geli. Joohyun memutar bola matanya jengah, “terserah.”

“Intinya adalah, kamu ngapain ngajak aku kesini, Kim Taehyung?” Mendengar gadis itu memvokalkan namaku dan memberi sedikit penekanan di dalamnya (awas kau Joohyun), aku pun tersenyum simpul. “Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, Bae Joohyun.”

Tak ada sedikitpun ocehan keluar dari mulut Joohyun, tak ada lagi perdebatan diantara kami berdua. Rasa canggung sedikit demi sedikit mulai menyelimuti benakku―beruntung aku dapat mengatasinya dengan tersenyum penuh kemenangan.

“Bae Joohyun, aku suka kamu.”

Pupil mata Joohyun membesar―aku bisa melihatnya dengan jelas. Raut mukanya mengekspresikan keterkejutan dan keraguan yang melebur menjadi satu. Bibir berpoles lipstik merah muda itu bergetar, “tidak bisa, Tae. Baru dua minggu kita mengenal satu sama lain―memang aku sudah menceritakan setengah dari kehidupanku kepadamu, tapi aku tetap tidak bisa.”

Aku tersenyum lembut. Kugenggam tangan Joohyun erat―berusaha untukmeyakinkannya sekali lagi. “Hei, aku tahu mungkin ini memang terlalu cepat, tapi―apa salahnya kalau kita mencoba? Kita coba pelan-pelan, Joo. Trust me.”

Joohyun masih saja membisu, sama sekali tidak merespon rentetan kalimat yang kuutarakan. Aku menghela napas kecewa, “kalau kamu nggak mau juga nggak ap―.”

“Kamu yakin itu akan berhasil?”

Dahiku mengerut―tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan Joohyun barusan. Gadis itu mencebikkan bibirnya, “maksud aku, dengan kita mencobanya pelan-pelan, apakah akan berhasil seperti yang kamu mau?”

Ia kembali menatapku penuh tanda tanya―kali ini ditambah dengan sedikit keraguan. Mata madu itu berkilat-kilat penasaran, menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulutku.

“Pasti berhasil, Joo. Aku yakin seratus persen,” ujarku sembari mengeratkan genggamanku padanya. Joohyun mengangguk samar lalu tersenyum kecil, timbul sedikit rona merah di kedua pipinya. Aku tertawa geli.

“Jadi sekarang―kamu pacar aku, kan?”

f i n.

a/n

  • aku gangerti ini apa 😦
  • freelancer baru yaaa salam kenal!
  • terimakasih sudah membaca♥
Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s