[VIGNETTE] Gara-Gara Es Krim!

garagaraeskrimcover

a vignette by Bananakakao & Cachalpannia

special for Magnaega’s birthday

ASHLEY KIM x JEON JUNGKOOK

Slice of Life, Comedy || G

.

 

Rasa-rasanya Ashley ingin berhenti sejenak. Membawa dua koper berukuran besar memang tak mudah dilakukan seorang diri, terutama untuk seorang wanita yang memakai wedges. Tapi pikirannya berseberangan dengan apa yang ia inginkan. Entah mengapa, langkah kaki jenjangnya malah terus berlalu. Telah melampau terlalu jauh hingga sulit baginya untuk berhenti di tempat yang penuh hangeul. Yang bahkan ia sendiri tidak bisa membacanya. Ratusan tatap mata memandangnya sekarang, seolah-olah menusuknya dari belakang. Baginya, semua orang asing disini terlihat jahat. Ya, setidaknya itulah yang terlintas dalam benak Ashley.

Ia pun akhirnya berhenti di sebuah tempat yang menurutnya terlihat seperti taman kota. Lantas ia segera mendaratkan pantatnya di kursi panjang di bawah pohon akasia. Sang surya sedang tidak bersahabat hari ini. Cahaya terik terus-menerus meneror setiap pejalan kaki, menerbitkan peluh di setiap paras yang asing yang tertangkap pleh pandangan Ashley. Cuaca yang sedang tidak berteman baik dengannya ini dalam sekejap saja membuat kerongkongannya bak padang pasir yang tandus, panas dan kering.

Beruntung, ia tak perlu berlama-lama menahan dahaga. Stand ice cream menyapa indra penglihatannya. Sejurus kemudian, ia tengah mendapati dirinya berlari menuju stand ice cream tersebut. Persetan dengan koper, yang penting dahaganya tuntas!

***

Agaknya hari ini merupakan hari keberutungan Jeon Jungkook. Pasalnya, sudah 2 minggu Incheon diguyur dengan tangisan sang dewi. Membuat dagangannya tak laku. Siapa pula yang ingin makan es krim di saat dingin?

Tetapi hari ini, seperti Tuhan sudah mendengar doa-doanya. Mentari terus menampakkan diri di langit sejak pagi tadi, membuat es krimnya laku keras. Oh, ayolah, tidak ada yang mampu menolak dingin, manis dan lembutnya es krim saat menyentuh lidah. Terutama di cuaca panas seperti sekarang ini. Baru saja ia hendak rehat sejenak, dwimaniknya menangkap sesuatu yang menarik; sesosok paras ayu berkaki jenjang, dengan wajah kebarat-baratan. Merupakan pemandangan indah yang langka disaksikan oleh Jungkook. Ia begitu terpesona dengan wanita ini, hingga ia tak sadar, wanita ini tengah melambai-lambaikan tangan di depan wajahnya.

“Hello,” Ujar wanita tersebut dengan senyumnya yang menawan.

“Ya, cantik, kau sendirian saja?” Balas Jungkook yang sudah tersadar dari lamunannya. Sementara gadis itu hanya mengerutkan dahinya bingung.

“Oh, ayolah. Jangan malu-malu begitu. Aku Jungkook,” Ucap Jungkook lagi dengan nada menggoda.

“Ah ya, kau tahu, mengapa saat siang tidak ada bintang? Karena bintangnya ada di matamu,” Godanya tiba-tiba. Astaga, ampuni dpsa anak ini.

Ashley—nama gadis tersebut—bukannya tersipu malu, malah terdiam pucat. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan pria asing di hadapannya.

“Apakah kau lelah? Tentu saja, ‘kan semalam kamu berlari-lari di mimpiku,” lanjutnya. Ashley tidak merespon apapun. Demi Tuhan, ia tidak mengerti maksud omongan Jungkook.

“Kok kamu diam saja? Apakah kamu sakit? Karena kamu baru saja jatuh dari surga, bak bidadari,” kerling Jungkook. Ashley sudah benar-benar tidak tahan. Niat awalnya ingin membeli es krim, yang terjadi malah dia kebingungan. Apalagi, lelaki di hadapannya ini mulai mengerluarkan seringai sembari mengedipkan mata. Seperti om-om genit, batinnya.

“Eung, I don’t understand what you say, but … Can I get 2 scoop of bubble gum ice cream, and 1 scoop of coconut ice cream? And, oh yeah, don’t forget to add cotton candy and caramel popcorn, please,” Pinta Ashley. Dahaganya sudah mencapai puncaknya.

Jungkook—yang baru saja mendengar Ashley berbicara dalam bahasa Inggris—pun melongo. Tak ia sangka, wanita di hadapannya ini bukan pribumi. Maka, sia-sialah semua gombalannya tadi. Ia menjadi salah tingkah, bingung harus berbuat apa.

“Hmm, can I?” Sang dara mengulang. Lagi-lagi Jungkook terdiam. Namun kali ini bukan karena malu,  melainkan, ia tidak mengerti satu patah kata pun yang Ashley ucapkan!

Beruntungnya, otaknya berjalan cepat. Dengan segera ia menyodorkan buku menu ke Ashley. Beruntungnya juga, Ashley mengerti, bahwa Jungkook tidak mengerti bahasanya. Ia menunjuk menu yang ia inginkan, dan dalam beberapa menit, beberapa lembar won yang ada di tangannya sudah berganti dengan es krim yang diinginkannya.

Kaki Ashley siap berbalik ke arah pohon akasia dimana ia menaruh koper-kopernya, namun sang penjual es krim itu menghentikan aksinya.

“Wait … I … name … Jeon Jungkook,”  Ia memperkenalkan dirinya terbata-bata.

“You … beautiful … good … very nice,” Lanjutnya dengan bahasa Inggris ala kadarnya. Walaupun begitu, ia tetap percaya diri—kelewat percaya diri, malah—saat mengucapkannya.

Muka Ashley memerah. Jarang-jarang ada orang asing yang memujinya cantik, “Nice to meet you, Jungkook. I’m Ashley, and thank you for your compliment. It’s really kind, and make my day,” Balasnya seraya menjabat tangan Jungkook.

“Yes yes, you’re welcome,”

“I’m sorry Jungkook, but I have to go, hope we’ll meet again!” Katanya seraya berlari kecil.

“I LOVE YOU!” Teriak Jungkook dari kejauhan. Dan Ashley hanya tersenyum simpul.

~o~

Seharusnya Ashley menurut pada perkataan Junghan—kekasihnya—via telepon kemarin siang. Seharusnya, ia menunggu Junghan di Incheon Airport, bukannya malah berjalan-jalan melanglang buana di tempat yang asing baginya. Alhasil, salah satu tasnya ketinggalan di daerah sekitar bandara. Apa boleh buat, bahkan papan nama Incheon Airport yang terpampang di gerbang masuknya pun sudah luput dari netranya.
Pun dengan stand ice cream yang kemarin ia tandangi terlanjur menggiurkannya. Isi tas tersebut cukup penting; pakaian dalam. Itulah sebabnya Junghan mau tak mau mengantar sang gadis kembali ke bandara pagi ini.

Junghan pergi ke customer service. Sementara kekasihnya ia suruh kembali ke tempat di mana ia merasa meninggalkan tasnya.—Ralat. Bukan disuruh, sih. Lebih tepatnya Ashley yang berinisiatif sendiri. Karena yang ia ingat adalah stand ice cream. Dan terakhir, ia meletakkan barang-barang miliknya di tempat duduk sekitar penjual makanan dingin tersebut. Mencoba bertanya pada Jungkook sepertinya bukan hal yang salah. Barangkali lelaki itu benar-benar melihat keberadaan barangnya.

Dari kejauhan, Jungkook nampak sudah menyadari keberadaan Ashley. Bocah itu menyengir kelewat lebar dan terus melambaikan tangannya sampai si dara tiba di standnya lagi.

“Want to buy an ice cream again?” Tanya Jungkook masih dengan bahasa Inggrisnya yang terdengar belepotan. Sebelah tangannya menyodorkan daftar menu yang ia punya. Namun segera Ashley tolak mentah-mentah.

Ia menggeleng, “No. Did you see any bag there while i buy your ice cream?” Dan tentu saja, Ashley yang bicaranya cepat itu sama sekali tidak Jungkook mengerti. Padahal gadis itu sudah melakukan pergerakan tangan dengan menunjuk-nunjuk bangku taman di dekat mereka.

Wajah menyaratkan kebingungan, tetapi ia tetap tersenyum dengan dahi mengkerutnya dan sok-sokan menjawab, “Yes.. You’re beautiful. You can buy ice cream here again, my angel.”

Ashley antara ingin tertawa campur mual mendengar jawaban Jungkook yang tidak nyambung.

“Sorry, I mean, did you see a bag—” Ia menggerakkan tangannya seperti sedang membawa tas, bahkan bahasanya juga ia perlunak agar Jungkook mengerti, “—there—” Lalu menunjuk bangku tempatnya kemarin duduk sebelum menemukan stand ice cream Jungkook, “—when I buy ice cream here?”

Dan Jungkook masih tidak mengerti. Sesungguhnya yang bisa ia dengar adalah kata ‘ice cream’. Karena tidak mau terdengar bodoh atau kurang pendengaran, jadi dengan percaya dirinya ia membalas kalimat Ashley sembarangan. “You want to eat ice cream with me there? Of course! Lets eat together! We are dating now?”

“Ya! Apa kau bilang?! Dating?!” Sekonyong-konyong Junghan datang, menenteng tas Ashley yang mereka cari-cari. Sontak sang gadis langsung merebut tas tersebut dan memeluk Junghan. Sejemang keduanya bicara dengan bahasa asing dan membuat Jungkook lagi-lagi melongo.

“Who is he?”

“Ice cream seller. I bought a cup, yesterday. And he’s been treated me like I’m his girlfriend.”

“What? What did he says?”

“You’re beautiful, and… Mengapa saat siang tidak ada bintang? Karena bintangnya ada di matamu. And… Apakah kau lelah? Tentu saja, ‘kan semalam kamu berlari-lari di mimpiku.” Bahkan Ashley mengingat semua kalimat Jungkook. Membuat manik Junghan bergulir dengan tajamnya ke arah lelaki yang nampak seperti bocah penggombal ulung baginya.

Sementara di tempatnya, Jungkook malah menepuk dahi. Lalu membuang muka sambil mengucap kata ‘sialan’ berulang kali dalam batinnya. Berpura-pura sibuk meracik es krim padahal tidak ada yang beli. Ternyata bule cantik yang ia godai dari kemarin itu sudah punya kekasih.

“Even he let me know his name.” Ketika gadis polos itu melanjutkan ucapannya, Jungkook semakin panik. Rasanya seperti ia ingin cepat-cepat pergi dari sana. Kabur. “His name is Jeon Jungkook.”

“… Jeon Jungkook! Kuingat namamu! Berani-beraninya kau menggoda pacarku!”

Akan tetapi, cengiran lebar menghiasi wajah Jungkook, “Mau eskrim? Banyak sepasang kekasih yang beli eskrim di sini loh.”

 

-fin-

 

notes:

habede mbak Vi!!!!!! maapkeun ficnya nda jelas gini.

wish u all dabes lah pokoknya :*

Advertisements

3 thoughts on “[VIGNETTE] Gara-Gara Es Krim!

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s