[Ficlet] Up To No Good

seokjin

up to no good

a ficlet by tsukiyamarisa; part of An Ode to Youth series

BTS’ Kim Seokjin

500 words | AU, Life | 17

.

“Oh, kalau kalian butuh bantuan, minta saja pada Kim Seokjin yang dulu.”

.

.

.

.

Mereka bilang Kim Seokjin berubah.

Seokjin sendiri tak sepenuhnya membantah apa kata mereka, apa kata teman-yang-sesungguhnya-tak-ia-anggap-teman, apa kata para dosen yang dulu memujinya, apa kata orangtuanya. Ia memang merasa bahwa dirinya sedikit berubah; atau lebih tepatnya, ia sengaja mengubah sikapnya. Bukan hal yang terjadi secara spontan tentu, lantaran Seokjin percaya bahwa segala yang terjadi pasti memliki alasan.

Yah, bagi Seokjin, semuanya bermula dari satu masa itu.

Kejadiannya belum terlalu lama, mungkin sekitar satu atau dua tahun yang lalu. Saat ketika ia masih duduk di semester-semester awal kuliah, lantas secara terpaksa menyadari bahwa dunia tak sebaik yang ia kira. Segala prinsip serta kondisi ideal yang ia bayangkan diluluhlantakkan, semua niat baik yang ia miliki tak diacuhkan.

“Sialan, mereka kira aku selalu bisa bersikap baik?”

Menggerutu, Seokjin mempercepat pergerakan tungkainya. Padahal, ia sedang tak ingin marah-marah hari ini. Namun, bisa apa ia ketika emosi itu tak mau diredam? Bisa apa ia ketika orang-orang memperlakukannya sebagai mesin, sebagai sesuatu yang dianggap selalu mau membantu?

Oh, kalau kalian butuh bantuan, minta saja pada Kim Seokjin yang dulu.

Kim Seokjin yang ini sudah lelah, omong-omong.

Ia lelah terus-menerus bersikap baik, ia lelah dianggap sebagai pihak yang bisa dimanfaatkan. Well, memang sih berbuat baik itu adalah hal yang disarankan. Semua orang juga bisa berujar demikian, kan? Berbuat baiklah meskipun orang lain tidak bersikap baik padamu.

Yeah, nasihat yang indah sekali. Indah diucapkan, indah didengar, tetapi—

Bullshit. Kau akan lelah jika selalu berbuat baik begitu, tahu?”

Mengingat apa kata Namjoon—salah seorang kawannya—Seokjin pun mau tak mau mengangguk setuju. Dalam diam membenarkan, seraya ia berusaha melupakan permohonan salah seorang teman sekelasnya. Dia yang meminta-minta untuk meminjam tugas Seokjin, lengkap dengan dalih bahwa dirinya terlalu sibuk kerja paruh waktu serta merawat sang adik.

Bukannya Seokjin tidak kasihan, sih. Tapi, jika mengingat bahwa teman sekelasnya yang satu itu pernah mengejek hasil kerjanya dulu….

“Aku sudah muak menjadi orang baik-baik.” Seokjin menggumam perlahan, mendadak teringat bahwa ia pun memiliki masalah serta beban hidupnya sendiri. “Aku bisa melakukan apa pun yang aku mau.”

Iya, ia memang bisa.

Ia bisa kendati hati kecilnya berteriak bahwa ini salah, ia bisa meskipun otaknya terus-menerus berkata bahwa ini berlawanan dengan prinsip hidupnya. Toh, ia sudah mengambil keputusan. Ia sudah belajar jikalau perbuatan baik itu tak selamanya menguntungkan.

Maka, jangan tanya mengapa Seokjin berubah.

Jangan tanya mengapa ia mendadak pura-pura tuli, pura-pura abai, pada mereka yang datang meminta bantuannya. Jangan pula kau menyalahkannya yang tiba-tiba bersikap selektif—bersikap baik hanya pada orang-orang yang dianggap pantas. Toh, Seokjin bukan robot atau mesin yang bisa selalu bergerak untuk melayani setiap orang tanpa pilih-pilih, kan?

Ia hanyalah manusia.

Ia tak sempurna, ia bisa merasa lelah, ia ingin dihargai. Ia juga punya batasan, sebuah garis yang kini sudah dilanggar oleh orang-orang tak berperasaan. Kalian mungkin ingin protes, tetapi ingatlah bahwa Seokjin sesungguhnya sedang mengungkapkan sebuah fakta.

Karena tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa berlaku seratus persen baik.

.

.

.

Dan ia, Kim Seokjin, adalah satu dari sekian banyak manusia-manusia itu.

.

fin.

rated as 17 since I don’t want you to get the wrong idea.

being nice is alright, but too nice will eventually burn yourself out.

and anyway, I’m just stating the bitter truth here *shrugs*

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Up To No Good

  1. Pingback: [Challenge] An Ode to Youth – Chamber of Fiction and Fantasy

  2. Wah, bener banget ini sih Kak. Aku pun sering ngalamin hal kyk gini….
    Kadang lelah banget saat kita berusaha baik sama orang tapi ga dihargai, terus yg ada malah dimanfaatin. Duuh, itu rasanya sesuatu banget.

    Like

  3. halo kak tsukiyamarisa! salam kenal, hyeon 01L disini:)))) btw, aku kok baru nyadar kalo itu rated 17 pas baca note dibawah, sedangkan aku masih.. :”((((( gapapa deh ya,aku nangkep kok maksud baiknya wkwk. pas baca rasanya so warm, iya kok ini bitter but totally the truth. diriku pun pernah merasa seperti ini ehe :(((( dan jarang aku baca fanfic yang bener2 mengandung moral value so it’s so refreshing kak:))) great workkk^^

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s