[Vignette] Of Argyle Violet and Mr. Future

Of Argyle Violet and Mr Future.jpg

Of Argyle Violet and Mr. Future

Tash / Jungkook

Vignette / AU! / Action / Fantasy / Romance / lil!Sci-fi / T

.by l18hee

.

A birthday fic for juliahwang

.

.

Yang Tash tahu, Jungkook adalah manusia dari masa depan.

.

Sebelah utara gedung pencakar langit tempat diselenggarakannya pameran tahunan berlian merah muda, menjadi tempat sepatu Tash berpijak. Tidak terlalu berjarak, namun dapat merefleksikan beberapa bangsawan berlalu-lalang di sana. Tash dengan pakaian serba hitam tengah mengatur napas. Dia bukan baru berlari atau menghajar salah seorang pria kekar sampai mati. Harusnya perihal pameran berlian tidak perlu ia indahkan. Toh juga bos tidak memintanya datang. Namun entah kenapa malam ini ia bisa berdiri di seberang tempat pameran, dengan peralatan lengkap mata-matanya.

Inginnya Tash membuang ingatan perihal segala kehidupannya di masa depan. O, masa depan? Tidak, itu bukan salah ucap, memang begitu yang ada di dalam ingatan Tash. Agak membingungkan, ya? Sebenarnya kebingungan ini datang dari satu sosok asing.

“Kenapa ragu?”

Nah, itu dia. Baru juga dibicarakan, mendadak saja muncul.

Sigap, Tash memasang kuda-kuda. Begitu tahu yang muncul tiba-tiba di sampingnya adalah lelaki yang tempo hari datang ke hadapannya, yang datang dari putaran cahaya ungu aneh, Tash berdecih. Jeon Jungkook, bisa-bisanya Tash percaya begitu saja tentang apa yang lelaki ini tuturkan.

“Ambil Argyle Violet itu dengan segera. Jika kau perlu kuingatkan tentang tujuanmu kemari.” Paras rupawan Jungkook kini tergores senyum kecil. Sadar bahwa gadis di depannya sedang bergulat dengan emosi. Senggol sedikit saja, bisa meledak tanpa aba-aba.

“Apa harus berlian yang itu?” Sebenarnya Tash sendiri tahu, menawar bukanlah hal yang lancar dilakukan sekarang. Tapi mengingat bagaimana langkanya Argyle Violet, ia terdesak. Berlian oval super langka dengan berat hanya 2,83 karat yang ia tahu, menjadi salah satu yang dijaga ketat.

“Kau tahu, tidak bisa menawar. Jika kau ambil yang lain, masa depanmu juga akan berubah.” Jungkook mengedik bahu. “Mau kutunjukkan berbagai kemungkinannya?” Tanpa perlu mau mendengar persetujuan, Jungkook memencet arlojinya. Membuat hologram terpampang di depan mereka. Jungkook menarik dua sisi hologram agar terlihat lebih besar. Ini kedua kalinya Tash melihat alat milik si lelaki, jadi ia sudah tidak terlalu terkejut. Dan lagi, arloji canggih itulah yang membuat Tash percaya bahwa Jungkook datang dari masa depan.

“Kau akan ambil berlian yang salah,” satu gambar di sentuh, “Kau berhasil, tapi bosmu tahu. Dia mengambil alih berlian itu, memberimu masa percobaan selama enam bulan. Kau tidak dapat menemukan kakakmu.” Hologram tadi memerlihatkan beberapa gambaran samar. Tentang Tash dengan luka di wajah, penuh keputusasaan.

Tash masa sekarang, benci itu.

“Berhubung waktunya sedikit, aku tunjukkan saja yang kemarin. Hanya mengingatkan,” digesernya layar hologram. Jungkook menatap Tash yang masih memerhatikan hologramnya, “Kau ambil Argyle Violet, mereka memangkapmu, memasukkanmu dalam sel khusus. Dan kau tahu ending-nya.” Bagaimana bisa sebuah senyum dari seorang lelaki masa depan terlihat begitu memukau?

“Kau tidak bohong, kan?” Sebenarnya sulit bagi Tash untuk mudah percaya, mengingat selama ini pekerjaannya memaksanya untuk membuat benteng tebal terhadap orang lain. Namun bayang-bayang sang kakak yang selama ini tak pernah ia temukan, membuatnya luluh diam-diam. Seperti di awal, sudah disebutkan bahwa Tash inginnya membuang ingatannya perihal segala kehidupannya di masa depan. Tidak perlu bantuan Jungkook untuk menunjukkan cara cepat menemukan kakaknya.

Tapi semuanya terlambat.

Tash sudah dilingkupi emosi yang kuat. Dia tidak punya kekuatan untuk hidup, jika tak lekas bertemu sang kakak yang setengah tahun lalu tertangkap dalam misi. Dia hanya punya kakak yang dapat dipercaya di sela busuknya dunia. Namun sekali ini ia ingin memercayai Jungkook. Sebentar saja.

“Waktu terus berjalan, Tash. Waktuku untuk membantumu tak banyak.” Seraya membuka koper yang dia bawa, Jungkook berucap, “Kau tahu rencananya. Aku akan atasi ini.” Tak perlu waktu lama untuk merakit senapan laras panjang yang ada di koper. Dia kemudian menempelkan alat di kaca di hadapan mereka. Alat bulat dengan sinar merah redup itu berubah seperti jangkar, membuat lingkaran kecil yang cukup untuk ujung senapan. Jungkook lantas merebahkan tubuh ke lantai, memosisikan diri untuk menembak, dengan ujung senapan terjulur keluar kaca.

Tash berlari ke atap, hanya butuh lima menit. Dia mengeluarkan alat pemberian Jungkook; tabung panjang, diameternya 5 senti dengan panjang 20 senti. Ringan, jadi dengan mudah Tash bisa melemparkannya ke seberang gedung. Tabung itu mengeluarkan jangkar kecil, yang lantas terkait pada salah satu pipa besi di atas gedung sana. Ujung yang lain mengeluarkan tali panjang yang terlempar ke arah Tash. Dia berhasil meraihnya. Tali kecil namun entah terbuat dari apa, rasanya kuat sekali.

Mempertaruhkan hidupnya, Tash mengikatkan tali tadi ke pinggang, kemudian menggenggamnya setelah beberapa kali melingkarkan tali ke tangan. Tak perlu berhitung satu, dua, tiga, untuk berayun. Tahu-tahu saja Tash sudah melayang di antara dua gedung, mendaratkan kaki di kaca gedung tempat pameran. Sebuah tanda bagi Jungkook.

Sepersekian detik cukup bagi Jungkook untuk memulai tembakannya. Awalnya hanya tertuju pada beberapa orang di bagian utara. Setelah keadaan gedung panik, ia mengarahkan tembakan beruntun pada kaca di dekat kaki Tash berpijak. Senjata yang Jungkook gunakan bukanlah yang dapat dipandang sebelah mata. Tash hanya perlu menendang dua kali kaca bekas tembakan Jungkook sebelum kaca tersebut menjadi beribu keping.

Jungkook masih terus menembak, dengan tujuan membuat kepanikan. Cepat-cepat Tash masuk ke area pameran. Berlari ke arah satu balok kaca yang berada di bagian tengah. Sudah masa bodoh dengan sensor, ia menggunakan balok kaca lain sebagai tolakan untuk melompat. Mendarat tepat di atas balok kaca berisi bantal putih mahal dengan berlian 2,38 karat berwarna ungu. Dia mengeluarkan sebuah pena─lagi-lagi alat milik Jungkook─mengetukkan ujungnya pada salah satu sisi kaca. Hanya butuh tiga detik hingga kaca pecah.

Kini, dengan genggaman berisi sebuah berlian super langka, Tash berlari. Kembali mengarahkan tabung yang sudah ia tarik lagi ke gedung tempat Jungkook berada.

Tash berayun, menabrakkan diri ke kaca di samping tempat Jungkook menembak. Berhubung gedung yang ini keamanannya jelek, kaca tersebut pecah dengan mudah. Membuat Tash berguling beberapa saat dengan napas terengah. Peluh sudah memenuhi kening dan tubuhnya. Jantungnya berpacu begitu cepat.

“Sangat singkat. Seperti dugaanku. Tash memang selalu bisa diandalkan.” Dengan tepuk tangan, Jungkook mendekat. “Tash, selamat, Argyle Violet ini benar-benar membawamu menemui kakakmu dengan cepat.”

Ada lega luar biasa yang Tash rasa. Dia ingin bangkit, namun energinya menurun drastis. Beberapa pecahan kaca sudah menembus kulit arinya sewaktu ia berguling tadi.

Jungkook meraih Argyle Violet di genggaman Tash, tersenyum tipis. “Tash …,” ia menunduk, menatap gadis yang masih mengatur napas di bawahnya, “Sebagai ucapan terima kasih, aku bisa langsung mengantarmu bertemu kakakmu.” Dia menyembunyikan Argyle Violet di saku, sebagai gantinya mengeluarkan pistol dari dalam sana.

“Bertemu di surga sana.”

Satu kedipan pun belum Tash tunjukkan. Keterkejutannya baru sampai di tenggorokan ketika hujaman peluru menyambah tubuhnya. Merobek kulitnya, menyisakan keperihan yang teramat sangat. Hanya sebentar, Tash sudah lebih dulu terkapar tanpa kegiatan menghirup oksigen.

Jungkook sendiri justru menyuguh senyum, “Nah, bukankah seperti janjiku? Kalian akan bertemu?” Tak mau bersusah membereskan barang, Jungkook memencet arlojinya. Menciptakan sebuah portal ungu muncul di sana. Jalan kembali ke masanya.

“Tash-ku yang asli senang menunggu cincin pertunangan sekarang.”

Dengan hati sumringah, Jungkook kembali ke dunianya. Bukan di masa depan seperti yang dikira. Namun, dunia pararel tempat dimana Tash-nya tengah mencoba berbagai gaun dengan senyum merekah. Tanpa tahu calon tunangannya baru saja membunuh dirinya yang lain.

Pikir Jungkook, siapa peduli? Toh yang penting acara pertunangannya lancar-lancar saja.

.

.

.

End

~YEAY HAPPY BIRTHDAY JULS~

Walau ini agak telat :’) Maapkan yah wkwk

Semoga panjang umur, sehat selalu, jadi orang yang beruntung, makin cantik, pokoknya sukses dan semoga tambah yang baik-baik ya…

Sebagai sesama 97l, semoga kapan-kapan bisa ngobrol banyak haha

p.s: Klik Argyle Violet untuk sedikit penjelasan tentang berliannya

p.s.s: maafkan, ini gaje dan kecepetan :’)

p.s.s.s: maafkan posternya malah kayak horror :v

.salammanisbanget; nida

Advertisements

One thought on “[Vignette] Of Argyle Violet and Mr. Future

  1. juliahwang

    Nida! ^^
    Aku tahu ini telat but makasih banyak udah buatin fic birthday buat aku huhu terharu sekali yah walaupun aku gak jadi author disini lagi, thanks gaes terkhusus thanks banget ya nid! ❤ /sip pan kapan kita ngobrol banyak sesama 97l/ xD

    Oke first, aku suka sekali karakter Jungkook disini astaga kamu menghianati Tash dan malah tunangan sama Tash yang lain astaga Jungkook 😀
    Nid ini kece parah tau gak sih kusuka konsep mata-mata futurenya pokoknya aku terharu ampe gatau mau komen apa lagi :"

    Untuk si Tash OC humble ku … siapa kakakmu sih nak? Kok tak bilang-bilang kamu punya kakak di ff ini? /dibalang nida/ 😀

    Pokoknya nice fic dan kip nulis nida ❤
    Titip salam rinduku untuk semua staff yaa~ :*

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s