[BTS FF FREELANCE] Trapped in a Marriage (Chapter 10)

Trapped In A Marriage (5)

Title

Trapped in a Marriage

Author

Yoohwanhee

Main Cast

Jeon Jungkook [BTS]

Jung Hyerin [OC]

Genre

Romance, Marriage-Life, AU!, Conflic, School-Life

Length

Chaptered

Rating

PG-17

Summary

Resiko dalam sebuah pernikahan adalah: Masalahmu, masalahku juga. Itu karena kita harus melengkapi satu sama lain, jangan biarkan sesuatu tersembunyi diantara kita. Kalaupun ada yang kau sembunyikan, izinkan aku untuk mengetahuinya.

Disclaimer

BTS dan cast lainnya milik orangtua, agensi, dan Army, kecuali OC adalah milik author. Cerita murni hasil pemikiran author, so DO NOT PLAGIATOR. Jika ada kesamaan plot, tokoh, judul, dll adalah ketidak sengajaan.

SORRY FOR TYPO and HAPPY READING

Note: Cast dan rating bisa berubah disetiap chapternya.

Chapter sebelumnya:

Merasa bosan, gadis itu lalu meraih remot dan menyalakan televisi, menonton acara yang akan membuatnya terhibur. Namun setelah, beberapa menit menggonta-ganti kanal televisi, sepertinya tidak ada yang menarik. Hyerin pun segera beranjak dari sofa setelah mematikan televisi. Ia lalu berjalan menuju tangga, hendak mandi —karena memang kamar mandinya ada di atas—.

Namun, bunyi bel dan ketukan di pintu utama rumah itu membuat langkah Hyerin terhenti. Sepertinya ada tamu, pikirnya. Tapi, siapa yang bertamu ke rumah ini pagi-pagi begini?

Hyerin pun berbalik, memutar arah jalannya dan menghampiri pintu rumah yang masih tertutup rapat itu. Ia kemudian meraih gagang pintu dan hendak membukanya. Sampai akhirnya seseorang yang berada di depan pintu yang kini sedang tersenyum ke arah Hyerin membuat gadis itu mengerutkan alisnya. Wajah gadis yang juga sedang berdiri di depan pintu itu terlihat familiar, namun Hyerin sama sekali tidak mengenalnya.

“Kau siapa?”

***

“Aku ingin mengungkapkan sesuatu lagi padamu, rahasiaku selama ini kusimpan rapat-rapat.” ucapnya dengan senyuman lebar yang berbeda dengan senyum yang ia tunjukkan dua menit yang lalu.

Mendengar itu, Hanbin langsung melayangkan tatapan penasaran. Rahasia? Memangnya ada lagi rahasia Jungkook yang tidak diketahui Hanbin? Mereka selalu bersama dua puluh empat jam selama tiga ratus enam puluh lima hari dan masih ada rahasia yang tidak diketahui Hanbin?

Sebelum berbicara, Jungkook mengambil nafas panjang lalu tersenyum lebar “Kurasa aku menyukainya” ucapnya terus terang, membuat Hanbin kembali mengerutkan alisnya “Mwo?”

Lelaki bermarga Jeon itu lalu mengarahkan pandangannya pada Hanbin yang duduk di dekat jendela. Sebelum akhirnya mengungkapkan rahasia itu, ia memandang ke arah langit sore di belakang Hanbin, tepatnya di luar jendela kemudian mengagumi keindahan itu dalam hati. Sampai akhirnya ia kembali berucap “Sepertinya aku menyukai Jung Hyerin” ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan indah di luar. Tanpa tahu bagaimana ekspresi Hanbin sekarang, yang begitu terkejut dengan pengakuan Jungkook barusan.

“Aku benar-benar menyukainya, sangat!” tegas lelaki itu kemudian tersenyum malu.

//Trapped in a Marriage//

-Rahasia telah terungkap-

//Trapped in a Marriage//

“Kau siapa?” Tanya Hyerin dengan tatapan tanda tanya yang dilayangkan pada gadis yang kini menatapnya dengan tatapan sinis. Gadis itu lalu mengibaskan rambutnya dan langsung masuk ke dalam tanpa menunggu persetujuan sang pemilik rumah terlebih dahulu. Hyerin yang melihatnya hanya bisa diam mematung dan bergumam bahwa gadis itu sudah gila.

Hyerin pun ikut masuk ke dalam setelah ia menutup rapat pintu rumahnya, menyusul gadis tak dikenal yang baru saja masuk ke dalam rumahnya itu “Katakan siapa kau! Kenapa sembarangan masuk ke rumah orang?!” Tanya Hyerin dengan nada yang semakin meninggi.

Mendengar itu, gadis tak dikenal itu langsung menoleh ke belakang dan menatap tajam Hyerin “Ini rumah kakakku, tentu saja aku bisa masuk ke sini” Ujarnya lalu kembali mengibaskan rambutnya. “Ouh, kenapa disini kotor sekali. Sofanya… eew… apa kau tidur disini? Kenapa selimutnya ada di sofa?” ucap gadis itu lagi sembari mengangkat jijik selimut yang tadinya terletak asal-asalan di atas sofa.

Hyerin tertegun. Gadis yang barusan menggunakan bahasa informal padanya itu adalah adik Jungkook? Bukankah Jeon Jungkook anak tunggal? Bagaimana bisa ia mempunyai adik? Atau hanya Hyerin yang tidak tahu bahwa Jungkook memiliki adik? Entahlah…

Hyerin pun hanya bisa diam dan membiarkan gadis yang mengaku sebagai adik Jungkook itu berkeliaran di dalam rumahnya. “Wajahnya juga memang mirip dengan Jungkook, pantasan wajahnya terlihat sangat familiar” Gumam Hyerin pelan, berusaha agar gadis itu tidak mendengar perkataannya.

Setelah puas melihat-lihat rumah itu, gadis berambut blonde itu berjalan kearah Hyerin yang sedang berdiri di samping sofa. Ia lalu menjulurkan tangan kanannya “Aku Jeon Heera, adik dari Jungkook oppa” ucapnya.

Kesannya seperti tidak ingin berkenalan denganku, batin Hyerin lalu segera membalas uluran tangan Heera. Namun, belum sempat Hyerin meraihnya, Heera sudah lebih dulu menarik tangannya dan berbalik, membuat Hyerin hanya bisa menghela nafas setelahnya.

“Bisa aku ke atas? Oh ya, ngomong-ngomong, kemana Jungkook oppa?” Gadis itu lalu melangkahkan kakinya menuju tangga, hendak naik ke atas.

“Dia dikamarnya” Jawab Hyerin dengan kedua mata yang terus memperhatikan gerak gerik Heera. Sedetik kemudian ia berjalan menuju dapur, sekedar untuk mengambil air. Tenggorokannya terasa kering saat berteriak pada Heera tadi.

Namun, baru saja Hyerin sampai di depan kulkas dan membukanya, jeritan Heera langsung membuatnya berlari kembali ke ruang tamu dan memeriksa ada apa yang terjadi.

Heera terlihat berlari turun ke lantai bawah dengan wajah panik. Sontak Hyerin yang melihatnya juga ikut panik. Gadis itu ingin bertanya apa yang terjadi namun Heera sudah lebih dulu berbicara dengan seseorang di telepon.

Yeoboseyo, Dokter Kim?”

“Tolong segera datang kesini. Kakakku tidak sadarkan diri lagi!”

Mendengar itu, Hyerin membelalak. Tidak sadarkan diri? Ada apa dengan Jungkook? Kenapa lelaki itu tidak sadarkan diri?

***

Infus itu menancap tepat di punggung tangan Jungkook, mengalirkan cairan putih bening untuk masuk ke dalam tubuh lelaki itu. Sementara beberapa obat-obatan terpajang di atas meja kecil di samping ranjang. Hyerin yang melihatnya bergidik takut. Sungguh, ia kira tadi Jungkook sudah tewas karena melihat lelaki itu tergeletak tak berdaya di atas karpet.

Dokter Kim memperbaiki jas putihnya kemudian mengarahkan pandangannya pada Heera yang berdiri di sebelahnya “Dia sedang kelelahan dalam menghadapi ingatannya karena itulah otaknya melemah. Seluruh pergerakan dan sistem kerja organ tubuh dipengaruhi oleh jantung dan otak, karena itulah jika otaknya lemah maka kerja tubuhnya juga akan melemah.” Jelas Dokter Kim. Hyerin yang mendengarnya hanya bisa mengerutkan alisnya tidak mengerti.

“Jadi, apa Jungkook oppa baik-baik saja?” Tanya Heera yang kemudian ditanggapi dengan anggukan Dokter Kim “Ya, dia baik-baik saja. Ingatannya juga mulai membaik, kemungkinan besar ia akan segera sembuh secepatnya. Hanya saja ia sedang demam sekarang. Jika nanti ia kembali kesakitan dalam menghadapi ingatannya, tolong berikan obat ini.” Ujar Dokter  Kim seraya menunjuk sebuah tabung kecil transparan dengan beberapa obat tablet di dalamnya yang terletak di atas meja kecil.

“Oh! Dan suruh dia beristirahat lebih banyak karena mungkin pada tahap ini sakit yang akan dirasakannya akan luar biasa sakitnya, karena ini adalah tahapan terakhir dalam menemukan ingatannya. Untuk demamnya ini, mungkin hanya perlu di kompres dengan air dingin saja, tidak perlu memberinya obat demam.” ucap Dokter Kim.

Ne, terima kasih, Dokter Kim.” Ucap Heera lalu membungkuk. Sedetik kemudian, Dokter Kim berjalan keluar dari kamar itu, bergegas pulang.

Hyerin yang sedaritadi hanya diam mencoba untuk mencerna seluruh perkataan Dokter Kim tadi. Jadi Jeon Jungkook memiliki penyakit amnesia, dan dirinya tidak tahu itu? Hyerin benar-benar tidak tahu bahwa lelaki itu harus menanggung rasa sakit yang selama ini disembunyikannya.

“Ada apa? Kau baru tahu akan hal ini?” Suara Heera menyadarkan Hyerin, membuat gadis itu menoleh ke arah Heera “Dia tidak pernah memberitahukannya pada-“

“Bagaimana dia memberitahukan ini padamu sementara dirinya sendiri tidak tahu kalau dia hilang ingatan” Sontak Hyerin mengerutkan alisnya. Astaga, kenapa dirinya baru tahu akan semua ini?

Heera lalu berjalan menuju kursi di samping ranjang yang ditempati Jungkook dan duduk di sana “Semuanya terjadi hanya karena sebuah kecelakaan yang terjadi saat ia berumur empat belas tahun, tepatnya tiga tahun yang lalu.” Heera mulai untuk menceritakan asal-usul penyakit amnesia yang di alami Jungkook, Hyerin pun memasang telinganya untuk mendengar cerita Heera dengan seksama.

“Kata ibuku, kejadian itu terjadi di Jeju karena waktu itu Jungkook oppa sedang mengikuti acara outdoor kelas dua sekolah menengah. Aku tidak ingin menceritakan bagaimana kecelakaan itu terjadi, yang pasti penyebab kecelakaan itu adalah Jungkook oppa. Ia mengejar pacarnya saat itu dengan menggunakan sepeda, sementara pacarnya dibawa dengan sebuah mobil sport hitam yang berkecepatan tinggi.” Hyerin terus mendengarkan perkataan Heera.

“Tentu saja mengejar mobil sport dengan sepeda tidak akan mungkin, namun Jungkook oppa berusaha dengan mengayuh sepeda itu secepat mungkin. Karena terlalu fokus dalam mengayuh, ia tidak mendengar lagi suara klakson motor di belakangnya. Sebuah motor dengan kecepatan tinggi melaju dan menyambar sepeda Jungkook oppa sehingga membuat ia terlempar jauh, menabrak aspal jalanan dan pohon-pohon disekitar jalan itu.” Mendengar itu, Hyerin menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia benar-benar tidak percaya, Jeon Jungkook pernah mengalami sebuah kecelakaan yang hampir merenggut nyawa lelaki itu.

“Ia bahkan hampir terperosot jatuh ke dalam jurang. Namun untung saja ada seseorang yang sebaya dengannya menolong Jungkook oppa sehingga ia pun selamat dari kecelakaan itu. Tapi, benturan keras di sebuah pohon membuat sebagian ingatannya hilang.” Sambung Heera.

Kini Hyerin mengerti, kenapa Jungkook tidak mengingatnya saat ia mengatakan bahwa Jungkook dan Hanbin adalah teman satu geng dulu, kenapa Jungkook tidak mengingat disaat Hyerin memberikan botol minumannya pada Jungkook dulu, dan kenapa Jungkook menanyakan kepadanya tentang Joo Hwayeon. Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah; karena lelaki itu memiliki penyakit amnesia.

Pantas saja Jungkook terlihat berubah. Tidak seperti saat dia sekolah menengah dulu. Ia tidak lagi sering tersenyum seperti dulu. Ia tidak lagi sering bercanda seperti dulu. Dan ia tidak lagi menempel pada Hyerin seperti dulu.

Hyerin masih ingat dengan jelas bagaimana sifat Jungkook yang mengesalkan itu setiap kali berada di sekitar Hyerin. Mengganggu gadis itu walaupun sudah tahu bahwa akhir-akhirnya gadis itu akan mengejar dan memukulinya. Dulu, setiap detik dan menit dari hidup Jung Hyerin selalu diisi oleh Jungkook yang berada di sisinya. Ia ingat jelas hal itu, walaupun ia sempat lupa akan masa itu karena sifat Jungkook yang sudah berubah seratus delapan puluh derajat sekarang.

Namun, kenangan itu masih ada. Dan ia merindukan Jungkook yang dulu. Yang selalu bersedia menjadi teman sekaligus pengawal bagi Hyerin. Mengingat pertemanannya bersama Jungkook dan Hanbin yang begitu kocak membuat Hyerin ingin tertawa. Pertemanan mereka saat itu benar-benar erat. Oh jangan lupa dengan anggota baru dalam geng mereka, Joo Hwayeon. Walaupun Hyerin sedikit membenci gadis itu, namun ia sangat menyayanginya layaknya saudara perempuan.

Dan sekarang semuanya telah berubah. Jeon Jungkook telah berubah sepenuhnya, Kim Hanbin pun begitu. Ditambah lagi, Joo Hwayeon, teman sesama perempuan dalam geng mereka dulu telah meninggal. Semuanya tidak sama lagi seperti lima tahun yang lalu. Semuanya sudah berubah total.

Hyerin merindukan masa-masa itu. Masa-masa disaat ia bisa tertawa dengan teman-temannya, yang mungkin tidak akan bisa terulang lagi sekarang.

***

Sorenya, Hyerin mendapat telepon dari ayah Jungkook bahwa beliau dan istrinya akan datang menjenguk Jungkook lusa, karena hari ini dan besok beliau sedang sibuk dengan pekerjaannya. Hyerin pun tak habis pikir, orangtua macam apa yang lebih mementingkan pekerjaan daripada anaknya sendiri.

Kini Hyerin baru saja bangun dari tidurnya. Setelah tadi Heera pulang dengan sendirinya begitu selesai menceritakan kejadian awal dari penyakit amnesia Jungkook, Hyerin dihujani dengan rasa kantuk yang sangat dan membuatnya tertidur beberapa jam.

Hyerin hendak menengok keadaan di dalam kamar Jungkook. Perlahan ia membuka pintu kamar itu dan mendapati Jungkook yang masih tertidur pulas di atas ranjangnya. Kata Dokter Kim tadi, otaknya melemah, bukan? Mungkin karena itulah lelaki itu tidur lama seperti ini.

Hyerin pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar. Ia mengambil tempat duduk di kursi di samping ranjang. Kedua obsidiannya di arahkan untuk memandangi wajah lelaki itu yang sedang tertidur lelap.

Gadis itu benar-benar tidak mengerti, sebenarnya kenapa dia bisa melupakan sosok Jungkook yang selalu menemaninya setiap saat dulu? Ia kemudian kembali teringat mengenai saat dimana ia dulu selalu bersama dengan lelaki itu. Disaat dimana hanya ada Jungkook lah yang selalu menemani Hyerin dimana saja dan kapan saja. Walaupun Hanbin dan Hwayeon pun begitu, namun Hyerin merasa paling dekat dengan Jungkook. Menganggap Jungkook sebagai kakak keduanya setelah Hoseok. Ya, itu dulu.

Hyerin menyesal baru dapat mengingat itu sekarang. Dirinya seolah-olah tidak mengenal Jungkook padahal sebenarnya mereka telah saling mengenal satu sama lain sejak dulu, itulah yang disesalkan Hyerin. Tapi toh apa bedanya jika Hyerin mengingatnya dari awal? Jungkook juga mungkin tidak akan mengingatnya sejak awal karena lelaki itu memiliki penyakit amnesia.

“Hhh..” Hembusan nafas keluar dari mulut gadis itu. Sedetik kemudian, terdengar bunyi alunan musik dari arah kiri Hyerin. Gadis itu menoleh dan rupanya ponsel Jungkook lah yang berbunyi, menandakan bahwa ada seseorang yang menelepon.

Langsung saja, Hyerin meraih ponsel yang terletak di meja kecil di samping ranjang Jungkook itu kemudian menekan tanda berwarna hijau di layarnya.

Yeoboseyo?”

“Yeobose- Oh?! Hyerin?”

Mendengar suara yang cukup familiar itu membuat Hyerin merespon “Ah, Yoongi-ya, ada apa?”

“Dimana Jungkook? Kenapa kau yang memegang ponselnya?”

“Dia sedang tidur. Tadi dia sempat pingsan namun sekarang sudah baik-baik saja, walaupun suhu tubuhnya masih sedikit panas.”

“Pingsan? Demam? Astaga, Jeon Jungkook tidak biasanya demam. K-kami akan menjenguknya besok. Katakan padanya untuk beristirahat lebih! Sampai jumpa besok.”

Hyerin tersenyum tipis “Ne.”

Kemudian sambungan telepon itu terputus. Hyerin pun kembali menaruh ponsel itu dan beranjak dari sana. Pergi menuju kamar mandi, hendak membersihkan badannya yang sudah lengket itu.

***

Kamar hotel itu dipenuhi oleh keheningan luar biasa. Bukan karena tidak ada penghuni di dalamnya, melainkan karena penghuninya itu yang sudah bosan bukan main. Berada di Swedia bukannya bersenang-senang, Sujeong malah di kurung di kamar hotel seperti ini. Kata ibunya dia harus beristirahat setelah tadi melewati penerbangan yang cukup lama dari Korea ke Swedia. Dia sudah berkata pada ibunya bahwa ia tidak benar-benar capek dan ingin berjalan-jalan sebentar, namun kata ‘Tidak’ langsung di keluarkan beliau kemudian disusul dengan alasan Sujeong harus beristirahat agar besoknya Sujeong bisa mengikuti acara makan malam dengan para pengusaha dengan lancar, tanpa ada keluhan mengantuk dan sebagainya.

Oh ayolah, dirinya sudah berumur  enam belas tahun dan tentu saja ia tidak akan merengek minta pulang seperti anak kecil jika sudah mengantuk. Sujeong tahu acara makan malam dengan para pengusaha tidak seperti acara makan malam pada biasanya. Yang pasti memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar tiga atau empat jam? Yah, karena acara makan malam itu dilanjutkan dengan meeting panjang mengenai saham dan lain-lain yang Sujeong pun tidak tahu apa itu.

Gadis itu lalu berdiri, berjalan menuju pintu kamarnya, hendak keluar. Sebelum itu, ia menyambar ponselnya di meja rias kemudian menggunakan sendalnya lalu berjalan keluar dari kamar itu. Keluar untuk mencari udara segar, bukan masalah, kan?

Tatapan gadis itu kini berfokus pada ponsel yang kini di genggamnya. Ia bertanya-tanya dalam hati, haruskah ia menelpon Hyerin? Yaah, hitung-hitung bisa sekaligus menanyakan kabar Jungkook. Jujur, baru beberapa jam sampai di Swedia, ia sudah merindukan sosok Jeon Jungkook. Rasanya ada yang berbeda jika ia tidak bertemu dengan Jungkook, sosok yang disukainya itu.

Sujeong lalu tersenyum pahit. Ia merasa pasti akan aneh jika ia menanyakan kabar Jungkook pada istri lelaki itu sendiri. Dirinya juga sadar, bahwa Jungkook kini milik Hyerin, walaupun tahu keduanya tidak saling mencintai namun ikatan erat itu sudah melingkar pada kedua insan tersebut.

“Hhh…” Sujeong menghembuskan nafasnya berat, kemudian menyimpan kembali ponselnya di dalam saku celana lalu kembali melanjutkan langkahnya.

Tiba-tiba tungkai gadis itu berhenti melangkah begitu melihat siapa yang kini baru saja keluar dari salah satu kamar hotel yang juga bersebelahan dengan kamarnya. Siapa lagi kalau bukan Taehyung?

Gadis itu lalu tersenyum tipis begitu melihat Taehyung menatapnya dengan ekspresi wajah yang menanyakan kenapa-kau-berada-diluar.

“Aku ingin mencari udara segar. Mau ikut?” Tawar Sujeong pada lelaki itu. Taehyung terdiam sejenak lalu menutup pintu kamarnya yang tadi belum tertutup rapat. Sedetik kemudian ia mengangguk “Kajja!”

Keduanya berjalan beriringan. Taehyung bertanya akan kemana mereka. Sujeong yang mendengarnya lalu menjawab bahwa ia ingin pergi ke kolam renang outdoor di lantai bawah. Mereka pun berjalan bersama ke tempat yang dimaksud, sembari sesekali bercanda. Sujeong rasa, ia sudah mulai bisa sedikit terbuka dengan Taehyung. Menurutnya, jika dikenal lebih dalam lagi, Taehyung adalah orang yang ceria dan cukup hyper, sama seperti Hyerin. Kadang, gadis itu pun tertawa akan pemikirannya pada Taehyung itu.

Kini mereka telah sampai di luar, lebih tepatnya di kolam renang hotel ini. Udara dingin malam langsung menerpa begitu keduanya keluar dari pintu kaca itu. Namun, udara dingin itu justru membuat keduanya jadi merasa lebih segar. Sujeong kini duduk bersebelahan dengan Taehyung di sebuah kursi panjang yang terletak beberapa meter dari pinggir kolam.

“Kau tahu, aku pernah menjadi saksi sebuah kecelakaan dulu saat sekolah menengah. Aku bahkan menolong salah seorang korban saat itu yang juga seumuran denganku” Ucap Taehyung tiba-tiba, membuat Sujeong menoleh padanya. Taehyung yang menyadari bahwa kini Sujeong menatapnya lalu tersenyum tanpa menoleh ke arah gadis itu.

“Tapi, mungkin semuanya hanya tinggal kenangan yang telah dilupakan lelaki itu. Namun bagiku itu adalah hal yang tidak bisa kulupakan begitu saja. Itu sebuah pengalaman yang begitu berarti, bisa menolong orang dari kematian yang mengancam membuat kejadian itu sangat berarti bagiku” sambungnya kemudian menoleh kearah Sujeong.

Melihat Sujeong yang seperti terpukau dengan perkataannya barusan membuat Taehyung ingin mengerjainya. “Ya, bernafaslah! Lubang hidungmu besar sekali kalau diam seperti itu” ucapnya dengan wajah yang pura-pura polos.

Mendengar itu, Sujeong langsung menekuk alisnya dan segera mengarahkan tangannya untuk menjitak kepala lelaki itu “Ish! Kau benar-benar menyebalkan, Kim Taehyung!!”

Sementara Taehyung kini sedang mencoba menghindari jitakan super dari Sujeong itu sembari tertawa lepas “Hahaha!”

***

Kelopak mata Jungkook perlahan bergerak kemudian terbuka, menampilkan langit-langit kamarnya. Ia lalu mengedarkan pandangannya ke segala arah. Tidur dari jam sembilan pagi sampai jam tujuh malam seperti ini membuatnya sedikit pusing. Bahkan disaat ia baru bangun seperti ini saja, rasanya ingin tidur kembali karena rasa kantuk mulai menyerangnya lagi.

Ia pun bangun dan berniat untuk keluar dari kamar. Tenggorokannya sangat kering, ia membutuhkan air minum sekarang. Sebelum benar-benar berdiri, ia mencabut paksa infus yang tadinya tertancap di tangannya itu kemudian segera berjalan ke lantai bawah dengan gontai. Tanpa peduli lagi dengan kepalanya yang tiba-tiba berdenyut saat ia melepas paksa infus itu.

Kini ia telah berada di dapur. Langkah kakinya berhenti tepat di depan kulkas, lalu dengan gerakan lambat membuka kulkas itu kemudian meraih salah satu botol air di dalamnya.

“Kau sudah bangun?” Suara seorang gadis membuat Jungkook segera meletakkan botol air itu kembali ke dalam kulkas lalu menoleh ke belakang. Dilihatnya Hyerin sedang berdiri dengan menatapnya khawatir. Namun Jungkook hanya melihatnya sekilas lalu kembali membuka kulkas, mencari sesuatu yang bisa dimakan disana. Ia pun meraih satu bungkus mie ramen dari dalam sana lalu menutup kembali kulkas itu.

Melihat itu, Hyerin segera berjalan cepat kearah Jungkook dan meraih bungkusan mie ramen itu dari Jungkook “Kau sakit! Kenapa harus makan ramen?”

“Aku baik-baik saja.” balas lelaki itu seraya mengambil kembali bungkusan mie ramen itu dari tangan Hyerin.

Lagi, Hyerin melarangnya “Apanya yang baik-baik saja?! Otakmu sedang dalam keadaan lemah sekarang dan kau masih harus-“

“JANGAN BERLAGAK SOK TAHU TENTANG KEADAANKU!!!” Bentak Jungkook tiba-tiba, yang membuat Hyerin langsung diam terpaku melihatnya. Bersamaan dengan itu juga, lelaki yang berdiri di depan Hyerin itu hampir ambruk terjatuh karena rasa pusing yang sangat. Jika saja ia tidak berpegangan pada pinggir meja makan, ia mungkin sudah terjatuh.

Hyerin yang menyadari itu langsung meraih lengan Jungkook dan berniat untuk menanyakan apa Jungkook baik-baik saja, namun suara Jungkook lebih dulu membuat gadis itu terdiam dan mengurung niatnya itu “Aku baik-baik saja! Dan tolong, jangan bicara denganku lagi!!” Ujar Jungkook dengan suara lebih rendah dari bentakan sebelumnya. Lelaki itu lalu menaruh kembali bungkusan mie ramen itu di atas meja dan berjalan dengan gontai, hendak kembali ke kamarnya. Kepalanya terlalu pusing saat ini dan ia rasa dirinya harus berbaring sejenak.

Sementara itu, Hyerin yang kini sedang menatap punggung Jungkook yang menjauh itu hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan. Sungguh, disaat Jungkook membentaknya tadi membuat dirinya gemetaran karena takut. Sisi kasar lelaki itu kembali dilihatnya. Bahkan lelaki itu menyuruhnya untuk jangan bicara dengannya. Namun disatu sisi ia merasakan sesak yang amat menyakitkan mengetahui lelaki itu membentaknya kasar seperti tadi.

***

Seseorang dengan jaket hoodie berwarna hitam terlihat sedang duduk di sebuah ruangan yang tak lain adalah kamar sendiri. Ruangan itu gelap. Satu-satunya sumber cahaya dalam ruangan itu adalah laptop miliknya. Ia kini sedang mengutak-atik laptopnya itu mencoba mencari sesuatu yang baru saja di salinnya dari ponsel miliknya.

“Aku tak akan pernah mengasihanimu! Sama sekali tidak akan!” gumamnya kemudian mengarahkan cursor mouse nya ke folder yang tertulis ‘The Big Secret’ lalu membukanya. Berniat untuk mengirimkan isi folder itu kepada seseorang.

Ia tersenyum setelah berhasil mengirimkan isi folder itu yang tak lain adalah sebuah video. Namun, senyum yang ditampakkannya bukanlah senyum pada umumnya, melainkan sebuah senyuman yang tampak sinis yang bercampur dengan senyum kemenangan.

“Kau tidak pernah mengasihani diriku. Untuk apa aku melakukan hal yang sebaliknya?” ucapnya lalu bersandar di kursi miliknya. Ia lalu menghela nafas “Aku ingin menghancurkan hidupmu.”

“Menghancurkan hidupmu sama seperti kau yang menghancurkan hidupku!”

***

Keesokan harinya…

Hyerin terlihat sedang sibuk sendiri di dapur. Mengiris wortel dan beberapa sayur lainnya kemudian memasukannya ke dalam panci yang berisi bubur itu. Ia lalu mengaduknya pelan.

Hari ini ia memang berniat bangun lebih awal untuk membuatkan sarapan untuknya dan untuk Jungkook. Ia sudah menelpon guru Park sebelumnya bahwa ia tidak bisa sekolah hari ini karena ada urusan mendadak yang harus dikerjakannya. Dan juga, ia barusan mendapat pesan dari Jin dan Yoongi bahwa mereka akan datang jam sembilan pagi ini dengan cara membolos. Membaca pesan itu, Hyerin hanya tertawa kemudian membalasnya dengan berkata bahwa mereka bisa datang setelah pulang sekolah.

Setelah selesai dengan pekerjaannya di dapur, gadis itu lalu pergi mengantar semangkuk bubur ke kamar Jungkook. Ia melangkahkan kakinya pada setiap anak tangga sampai akhirnya sampai di depan pintu kamar Jungkook.

Gadis itu meraih gagang pintu kemudian mendorongnya pelan, memperlihatkan keadaan kamar yang masih sama seperti kemarin malam. Ia lalu berjalan menghampiri ranjang dan meletakkan nampan itu di meja kecil di samping ranjang.

Dia masih tidur rupanya, batin Hyerin seraya memandangi wajah Jungkook yang sedang tertidur pulas. Sedetik kemudian, ia mengarahkan tangannya untuk menyentuh dahi lelaki itu, mengecek apakah Jungkook masih demam seperti kemarin atau tidak.

Hyerin lalu menghela nafas “Dia masih demam.” Ucapnya lalu meraih handuk kecil yang berada di dalam mangkuk yang berisi air di sebelah mangkuk bubur yang barusan di letakkannya. Ia memeras pelan handuk itu lalu melipatnya hingga membentuk sebuah persegi panjang kemudian meletakkannya di atas dahi lelaki itu.

Setelah itu, ia kembali berdiri dan memandangi wajah Jungkook.

Wajah polos itu benar-benar berbeda dengan wajah lelaki itu semalam yang terlihat dingin. Hyerin lebih suka wajah polos Jungkook yang sedang tertidur seperti ini, terlihat lebih bersahabat dari yang sebelumnya. Terlihat lebih seperti Jeon Jungkook yang dikenalnya dulu.

Merasa memandangi lelaki itu terlalu lama, Hyerin pun menyadarkan dirinya. Ia lalu segera berjalan keluar dari kamar itu “Sepertinya aku harus mandi.” ucapnya seraya menarik kembali gagang pintu dan menutupnya rapat.

***

Tepat pukul jam setengah sembilan, gadis itu keluar dari kamar mandi dengan kepala yang masih dibalut dengan handuk putih dan sudah lengkap menggunakan kaus putih bertangan panjang dengan motif bunga serta celana pendek berwarna biru muda. Gadis itu lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk itu kemudian kembali menggantung handuk itu ditempatnya.

Tungkainya diarahkan untuk berjalan menuju kamar Jungkook. Oh, tidak. Hyerin tidak khawatir akan pria itu. Ia hanya ingin mengecek keadaan Jungkook apa sudah baik-baik saja atau tidak. Dan, dirinya hanya ingin mengecek apa bubur yang diletakkannya tadi di meja kecil itu di makan oleh Jungkook atau tidak. Tolong jangan salah paham dengan apa yang dilakukan Hyerin sekarang.

Pintu itu terbuka perlahan. Rupanya Jungkook masih tertidur. Hyerin kemudian masuk kedalamnya dengan hati-hati, takut mengganggu istirahat Jungkook. Ia lalu berjalan menghampiri ranjang yang ditempati Jungkook dan meraba dahi lelaki itu.

“Demamnya sudah turun” gumam Hyerin kemudian segera melepaskan handuk kecil yang tadi diletakkannya di atas dahi lelaki itu. Ia pun segera beralih pada mangkuk bubur yang sudah mendingin itu. Sepertinya lelaki ini akan tidur lama, jadi Hyerin berniat untuk mengangkat mangkuk bubur itu sebelum semakin mendingin dan jadi tidak enak dimakan.

Namun, ekor matanya menangkap sesuatu dari arah Jungkook. Kedua kelopak mata lelaki itu terbuka perlahan dan menatap Hyerin. Lelaki itu sudah bangun dan kini bahkan sudah duduk di atas ranjang.

“Oh, kau sudah bangun-“

SREET!

Mata Hyerin membulat disaat menyadari bahwa dirinya baru saja ditarik ke dalam pelukan lelaki itu. Ini tidak benar! Bukan, bukan pelukan ini yang tidak benar, karena setiap suami istri pasti bisa memeluk pasangan mereka masing-masing. Yang tidak benar disini adalah…

Kenapa jantung gadis itu malah berdegub lebih kencang disaat Jungkook memeluknya?

“Aku minta maaf karena telah membentakmu semalam. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.” Ucap lelaki itu lalu mengelus pelan rambut gadis yang kini sedang berada di pelukannya itu.

Ini tidak seperti biasanya. Kenapa lelaki itu? Hyerin dibuat bingung sendiri karenanya. Tidak tahukah dia bahwa kini Hyerin sedang bertarung dengan debaran jantungnya yang sudah tidak beraturan itu? Namun, ada rasa lega disaat Jungkook memeluknya seperti itu. Bahkan Hyerin pun tidak tahu kenapa ia harus merasa lega dengan pelukan hangat itu.

“Jungkook…” Hyerin mencoba untuk melepaskan pelukan itu dengan mendorong pelan dada bidang Jungkook, namun gagal karena Jungkook malah semakin menariknya mendekat. Merasakan suhu tubuh lelaki itu, serta deru nafasnya.

Setelah mempererat pelukan itu, Jungkook kembali mengelus rambut panjang Hyerin dan menutup matanya perlahan, menghirup aroma wangi dari rambut gadis itu. Disela-sela kegiatannya mengelus rambut gadis itu, ia berucap “Aku minta maaf karena tidak bisa mengingatmu. Aku minta maaf, Hyerin-ah.” Mendengar itu, Hyerin menutup matanya, mulai mengerti dengan situasi sekarang. Rupanya Jungkook sudah mengingatnya.

Lelaki itu kemudian melepaskan pelukan yang agak lama itu dan menatap lekat Hyerin didepannya. Menatap gadis itu dengan tatapan lembut yang sebelumnya hanya muncul dua kali di dalam hidup Hyerin, di mimpi gadis itu dan di saat ia bersama Jungkook di perpustakaan lalu.

Sebuah senyuman tipis kini terukir di wajah tampan lelaki itu “Aku tidak akan melupakanmu lagi. Aku janji.” Ucapnya. Hyerin yang kini juga menatapnya hanya tersenyum. Melihat lelaki didepannya itu tersenyum juga ingin membuat Hyerin tersenyum. Walau hanya senyuman tipis, namun Hyerin bersyukur bisa melihat senyuman itu lagi setelah sekian lama. Senyuman dari teman dekatnya. Ya, teman dekat.

Hyerin pun mencoba mengalihkan pandangannya, ia sudah tidak tahan dengan ditatap lekat oleh seorang lelaki tampan seperti Jungkook itu. Rasanya jantungnya ingin keluar dari sarangnya sekarang juga. Darahnya serasa berdesir lebih cepat dari biasanya, membuat seluruh tubuhnya terutama bagian pipi memanas.

Tapi, karena Hyerin mengalihkan pandangannya begitu, membuat Jungkook malah meraih tengkuk gadis itu yang sukses membuat Hyerin kembali menatap padanya.

Sungguh, Hyerin tidak tahu harus apa di situasi ini. Ia membeku. Seluruh organ tubuhnya seperti tidak berfungsi lagi disaat lelaki dihadapannya itu menarik tengkuknya dan mendekatkan wajahnya ke wajah lelaki itu. Hyerin harus berbuat apa? Ia tidak tahu apa-apa lagi, selain meremas ujung kausnya dan perlahan menutup matanya.

Wajah mereka hanya tinggal beberapa senti lagi. Keduanya sudah bisa merasakan deru nafas masing-masing. Ini mendebarkan, bagi Hyerin, tidak bagi Jungkook. Karena ia lah yang memulai semua ini. Ia yang membuat gadis di depannya itu tak bisa berkata-kata dan menuruti setiap perlakuannya.

Disaat bibir kedua insan itu sudah sangat dekat, Jungkook mencoba untuk membisikkan sesuatu pada Hyerin “Aku-“

“Eiits! Mau kau apakan Jung Hyerin sampai menarik tengkuknya seperti itu?! ”

Sontak, Jungkook dan Hyerin menoleh ke arah pintu yang menjadi sumber dari suara tadi.

“Y-yoongi hyung?” Respon Jungkook disaat mendapati teman satu gengnya itu berdiri dengan gaya waspada di ambang pintu, ditemani Jin disebelahnya yang memegang tisu dan mengusap ujung matanya “Kau jahat, Yoongi. Aku baru saja ingin melihat adegan highlight nya” ucap Jin yang kemudian di akhiri dengan suara aneh yang keluar dari hidung Jin saat lelaki itu menutup hidungnya dengan tisu yang di pegangnya.

Oh sungguh, kalian berdua…. Kenapa harus datang disaat seperti ini?!

***

Sementara itu di suatu tempat…

Derapan wanita setengah baya itu terdengar jelas di halaman rumah kediaman keluarga Jeon itu. Dengan wajah yang menunjukkan bahwa ia sedang dalam keadaan hati tidak senang, wanita itu masuk kedalam rumah mewah itu.

“Jeon Hyeonji!” Panggil wanita itu di seluruh isi rumah itu. Sampai akhirnya ia berada di ruang keluarga, melihat temannya dan suami temannya itu sedang bersantai di atas sofa dan saling bercakap-cakap satu sama lain.

Sontak sepasang suami istri itu menengok kearah wanita setengah baya yang dengan wajah marahnya berjalan kearah mereka.

Eoh, Shiyeon-ah” seru wanita setengah baya lainnya, Jeon Hyeonji —Ibu Jungkook—.

Belum selesai Hyeonji berucap, Shiyeon —Ibu Hyerin— sudah lebih dulu memperlihatkan sesuatu dari ponselnya dan membuat Hyeonji dan Sanghyuk —Ayah Jungkook— mengerutkan alis mereka.

“Jeon Hyeonji, jadi harga dirimu serendah ini?!”

Hyeonji terkejut setengah mati. Ini adalah situasi yang benar-benar tidak diharapkan.

“Itu…”

“KATAKAN, JEON HYEONJI! Apa Jeon Jungkook anak kandungmu?!” Mendengar itu, Hyeonji dan Sanghyuk hanya bisa saling bertatapan dengan pikiran kosong. Mereka sudah tidak bisa memberi alasan lagi. Mungkin, ini akhirnya.

Ya, dengan ini mereka…. Skakmat!

-To Be Continue-

Haii~~

Cuma mau bilang kalo scene akhir itu yg ngetik adik aku :v Lagi mager buat ngetik soalnya *lah?malah curhat*

Maapkeun chapter ini yang cuma berfokus ke Jungkook T-T Maafkan diriku, karena ide ku yang Cuma berputar-putar pada Jeon Jungkook *hiks*

Emm.. apa lagi yak? Yaudah deh… Sampai jumpa di chapt selanjutnya :**

Next Chapter:

“Jangan temui keluarga kami! Dan segera ceraikan Hyerin dan Jungkook! Aku tidak mau anakku berhubungan dengan seseorang yang berstatus sebagai anak haram!”

“Apa… yang harus kita lakukan?”

“Aku tahu kau pasti kaget atas sikapku yang begitu tiba-tiba. Aku baru saja bangun dan melakukan itu karena mengira kau adalah orang lain yang aku kenal”

“Pada intinya, yang tadi kulakukan adalah kecelakaan, karena telah salah mengiramu sebagai orang lain”

“Fakta bahwa Jeon Jungkook adalah anak yang lahir di luar nikah adalah benar. Aku salah satu anggota keluarganya, yang mungkin kalian tidak tahu karena keluargaku memang sengaja menyembunyikanku.”

“Belajarlah denganku~ Eoh? Aku kesepian, Ttujeong-ah~~ Aing?”

“Heol! Dia gila!”

“Aku mengkhawatirkanmu”

“Jangan kemana-mana lagi dan tetaplah disini, di sampingku”

Trapped in a Marriage: Chapter 11

Advertisements

28 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] Trapped in a Marriage (Chapter 10)

  1. ayunieetaeyung

    AHHH FF KESANGAN KU BACK #AGAIN! YOO #rappergagalagain
    Ahhh joah~~
    ♡♡♡ lanjut pleaseuu.. bikin moment jongkook hyerin lebih banyak dong min

    Ayu doain semoga mimin gak lelah yah

    Like

  2. Yuki yuki

    Aaaahhh, kasihan Jungkook. Kesakitan terus kalau ingatannya kembali lagi. Jungkookieeeee bersabarlah, ingatanmu akan kembali seutuhnya….. Dan aku benci sekali dengan hanbin. Kenapa dia tega jahat sama Jungkook sampai berbuat segitunya.Sudahlah Hanbin, kenapa kau selalu mencoba mengingat masa lalu yang sudah berlalu ituuuu. Aku benci hanbin karena dia jahat dalam karakter ini, aku tidak benci hanbin orang aslinya yaaaaa, jangan salah sangka jika aku membenci hanbin. Kkkkk~….

    Ohhhh jadi author Yoohwanhee ini masih smp, dan mau menjelang 14? ternyata kita beda setahun…. aku lebih tua satu tahun dari author Yoohwanhee. Biarpun begitu, author Yoohwanhee itu daebak….!!! >.<

    Maafkan aku yang baru comentar hari ini author Yoohwanhee…T.T
    Sebenarnya chap 10 ini aku dah baca dari yang kemarin2, tapi pas mau comment, gak bisa, jaringan internet yang gak menentu membuatku frustasi…eaaaa…
    Hbis comment ini, aku langsung baca chap 11nya. Kebetulan chap 11nya keluar juga hari ini. Gk sabar apa lanjutannya,,, Jadi nantikan commentku di chap selanjutnya yaaaa…. (Author :" menantikan?") Hehehe, aku bakal comment di setiap chap ff author Yoohwanhee ini…. Baiklah, sampai jumpa di chap selanjutnya~^^ *bow*

    Yuki 😉

    Like

  3. Shilu28

    Sebenernya masih penasaran knapa jungkook pacaran sma hwayeon sementara dia sukanya sma hyerin ? hmm dan lagi thor kasih gambaran flashback ttg konyol nya geng mereka swaktu SMP dong , jgn end dlu ya , klo tbc gpp deh, asal jgn kata end yg mncul wkqkqk semangat ngelanjut next nya 😁

    Like

    1. Penasarannya di tunda sampe chap empat belas ya ching *duh keceplosan yang disengaja* /? /apaini 😀
      Ntar deh dimasukkin flashback ttg geng mereka 😉
      Lah? Kalo tbc terus, kapan selesainya -,,- Tapi iya juga sih, ntar bakal kangen adegan Hanbin nyiksa Jungkook, adegannya TaeJeong yang malu-malu kucing, sama adegan HyeKook yang gatau kek gimana (hah?) :v
      Okee, makasi support and reviewnya kak/dek/tan/mba *digampar* Chap 11 nya ontheway :*

      Like

  4. misakimoon

    ya ampyun ya ampyuuunnnnn….AUTHOor/teriak lebay\
    baru aja baca, eh udah TBC.
    btw ini chapter kok bikin aku baper/hayo tanggung jawab!\
    tanggung jawab bikin aku tambah baper lagi ya kekekeke
    So sweeeeet
    ceritanya susah di tebak, bahasanya apik, berasa kayak nonton langsung, ah pokoknya THE BEST!

    KEEP WRITTING THOR…

    Like

    1. Baper? Kalo baper makan aja dulu, ntar sakit perut loh /tampang tak berdosa/ /ditendang/
      Aduh, pujianmu membuatku melayang ke koriya /plak/ Makasih kak (mengingat diriku ini masih bocah esempe)
      Yak yak itu ajaa,,, makasi supportnya kak /kissbye/

      Like

  5. Yuhuu apdetnya cepett🙆 tp pendek ya thor dari biasanyaa:(( why thor why:(( jungkook punya adik? Lah baru ngeh wkwk. Ini konflik akan menyerang(?) ya thor wkwk. Jan sampe cerai lah jan sampe:(( sayang banget, disaat jungkook udah sadar malah suruh ceraii. Jahat:(
    Kutunggu hari senin thor. *p: next chap senin kan? Wkkw. Fighting thorr💜

    Like

    1. Maafkan diriku ini yang selalu mager ngetik /nangiskejer/
      Faktor utama dari pendeknya chapter ini itu karena akunya mager huaaa /pelukjungkuk/ /digampar/
      Dan maafkan pula diriku yang baru bales komentar hiks
      Okeee makasih supportnya, lopelope deh /ditampar+ditendang+digiles/ *waduh :v*

      Like

    1. Cerai tidak ya cerai tidak ya ehehe :”v
      “Yoongi kau merusak suasana” (Yoongi: maapkan aku, lagian si authornya ga mau kiss scene dulu. takut ganahan katanya) /plak/
      Makasi udah ninggalin jejak :*

      Like

  6. jimindrea

    KokdikitKokdikitKokdikitKokdikitKokdikitKokdikit???????????
    Huaa ga puas 😭😭 /ditabok author/ wkwkk 😅 ini lho thor, itu si yungi oppaku terchayankchayank (?) kenapa nongol pas lagi romantis”nya😥

    Ngemeng” kok ini dikit binggo thor 😥 tapi gavava,, ntar senin ada lagi yekan 😏😏😏
    Aku ga kbratan klo nnggu brbulan” demi next chap :’) *author: halahh*

    Like

  7. Aku kira yang datang itu mantan kookie yg kata hanbin mati, ternyata itu adiknya hah syukurlah. Semoga mantan kookie itu emang beneran mati haha
    Yaampun adik sama kaka kelakuanya sama sama gak sopan ckck
    Cie cie kookie akhirnya inget sama hyerin, aku jadi seneng haha
    Ahhh jadi hanbin ngasih dokumen itu ke keluarganya hyerin? Semoga mereka berdua tidak bercerai, mereka sudah sangat serasi hehe. Tapi kalo bercerai juga gapapa deh, hyerin pasangin aja sama tae tae, aku shipper mereka

    Like

  8. Elsaexoliarmy

    Yaaaaaaaah To Be Continue😩
    lagi baper-bapernya hehe
    Padahal masih pengen baca lagi 😂, tapi its ok lah !! Chapter ini sukses bikin baper readers nya 😉
    tips to author lain kali dipanjangin.*yaaahhh kumohooon 😆😅
    Hehehe btw chapter ini keren banget. Tapi !!??
    1. Kenapa yoongi harus muncul disaat yg gak tepat !?* 😂/**dibacok fansnya suga😈
    2. Kenapa chapter ini ceritanya agak pendek dari biasanya!? * faktor keasikan baca 😅
    3. Kenapa reader satu ini banyak nanya !???*/pengen ditamparr 😂😅

    Next chapter moment nya ditambah yah thor 😉
    HyeKook jangan sampai pisah 😠😅
    Dan Author fighting !!! Semangat terus buat ffnya 😘😉.!!
    Sekian maafkan readeralay 😸😹

    Like

  9. ya ampun lagi seru-seru bacanya
    eh, malah TBC 😦
    tapi gpp lah yang penting udah baca lanjutan nya yang lagi-lagi sukse buat gua baper sama jungkook dan hyerin
    entah pas scene jungkook dekati wajahnya ke hyerin itu benar-benar bikin baper
    eh, tapi gak jadi deh…. sayang sekali haha 😀

    Hyerin udah ngaku aja kali kamu itu suka sama Jungkook
    Perhatian kayak gitu geh 😀

    Authornim sukses deh buat reader-nya pada baper
    selamat ya hehe 🙂
    aku tungguin next chapter-nya ya sampai tamat 🙂

    dan buat admin yang udah ngepost thanks banget udah penuhin janji nya buat post hari ini hehe 🙂

    Semangat buat lanjutin cerita nya ya authornim 🙂

    Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s