[BTS FF Freelance] Cherry Blossom (Chapter 2)

ff cover

Tittle :   Cherry Blossom (Chapter 2)

Author   :   Rihan Lee

Cast   :   Jungkook (BTS), Yuju (Gfriend)

Support Cast  :   Naeun (Apink), SinBi (Gfriend), Member BTS, etc

Genre  :   Romance, Sad, School Life, Fluff

Length   :   Chaptered

Rating   :   PG-15

Disclaimer   :  BTS dan cast lainnya milik Tuhan YME, orangtua, agensi. Cerita murni hasil pemikiraan author. Jika ada kesamaan plot, tokoh, judul, dll adalah ketidaksengajaan. Maaf atas typo yang bertebaran sana-sini.

~ Happy Reading ~ ^-^

“ Kookie-ah? Kau masih ingat janji kita waktu itu, kan?”

“ Tentu saja aku ingat, bagaimana bisa aku melupakannya . . .”

. . .

Chapter 2 ~ “ Promise? “

“ Daebak! Dia benar-benar hebat! Kupikir, hanya rumor saja!”

“ Selain itu, dia terlihat sangat keren dan tampan, kurasa dia bisa mengambil alih status ‘Pangeran Sekolah’ menggantikan Suho sunbaenim dulu!”

“ Dia juga pintar, kudengar tadi pagi, essainya mendapatkan nilai paling tinggi. Bahkan, Choi Yuju yang terkenal jenius juga kalah. Dia berbeda 0,5 point dengan Yuju. Sekarang, dia sudah memegang rekor!”

Siswa-siswi sibuk menggunjingkan Jeon Jungkook saat Jungkook berhasil memecahkan rekor lari tercepat yang sebelumnya dipegang oleh Lee Minhyuk yang terkenal dengan jiwa atletnya.

“ Aku rasa aku akan meleleh jika terus-terusan memandangnya.” sahut salah satu siswi yang bername tag Yoon Bomi

Seorang siswi tiba-tiba muncul di samping yeoja yang bername tag Yoon Bomi tadi. “ Dia . . . benar-benar tampankan?”

“Gurae, dia memang benar-benar tampan.”

Bomi yang tadinya masih asyik memandang Jungkook, langsung menoleh ke arah samping saat ia  merasa tidak asing dengan suara yang menyapa telinganya tadi. Bomi menemukan Naeun berdiri di sebelahnya dan  menatap Jungkook dengan tatapan memuja.

Bomi kembali menoleh ke arah Jungkook. “Wae? Kenapa kau menanyakannya? Apa . . . kau mau  menggodanya lagi seperti Suho Sunbaenim dulu?” Bomi memelankan suaranya saat menyinggung masalah Naeun dulu

Naeunpun tersentak dan langsung menoleh ke arah Bomi. Bomi yang merasa ditatap dengan tatapan teror dari Naeunpun langsung memutar kepalanya ke arah Naeun.

“Kau pikir kami tidak tahu tentang masalah itu?” Bomi menghentikan kata-katanya lalu melirik ke arah kanan-kirinya. “Kaukan penyebab putusnya Suho Sunbaenim dulu dengan Seohyun Sunbaenim. Kau merebut Suho Sunbaenim dari Seohyun Sunbaenim.”

Naeun meneguk salivanya dengan susah. Ia tak tahu jika ada orang yang tahu masalah itu. Walaupun kejadiannya sudah lewat 1 tahun yang lalu tapi tetap saja menjadi masalah bagi Naeun. Apalagi jika anak-anak satu sekolahnya tahu, ia yakin julukan ‘Princess’  langsung kandas dari namanya.

“Tapi tenang saja, kejadiannya sudah lewat 1 tahun lalu, tidak ada gunanya lagi menyinggung masalah itu. Dengan begitu, julukan ‘Princess’  tetap akan ada ditanganmu, kan? Lagipula hanya sedikit orang yang tahu masalah itu. Jadi, kau tak perlu khawatir.”

“Ya, kurasa aku tak perlu khawatir.”

Mengembalikan semuanya seperti sedia kala, itulah sekarang yang ada dipikiran Naeun. Ya, tentu saja agar image yang selama ini ia kejar tidak akan lepas darinya, image yang membuat para namja-namja di sekolahnya jatuh hati.

Tiba-tiba Naeun yang sedari tadi melamun langsung terpecahkan oleh suara teriakan yeoja-yeoja sekolahnya. Ya, Jungkook sedang berjalan ke arah mereka dan tentu saja membuat yeoja-yeoja di sekitarnya berteriak histeris.

Naeun langsung berlari menghampiri Jungkook yang asyik bercanda dengan teman-temannya.

“ Kookie-ah! Apa kau sudah selesai berolahraga?” Naeun langsung memeluk lengan Jungkook dengan manja dan sukses mendapatkan pandangan tanda tanya dari teman-temannya.

Jungkook menatap Naeun dengan tatapan bingung. ”Ya, kami baru saja selesai.”

Yeoja-yeoja di sekitarnyapun makin heran, bagaimana bisa Son Naeun kenal dengan Jungkook. Apalagi Jungkook terus-terusan membiarkan Naeun terus memeluk lengannya dengan manja. Naeun tersenyum kemenangan saat ia melihat yeoja-yeoja di sekitarnya menatapnya dengan iri.

“ Baguslah, mau kuambilkan minuman?” Naeun kembali menatap Jungkook dengan senyuman manisnya

Jungkook yang tadinya hendak mengangguk tiba-tiba terhenti saat melihat Yuju yang sedang mengumpulkan bola baseball di sekitar lapangan.

Jungkookpun tersenyum kecil dan langsung melepaskan tangan Naeun  pelan.

“ Tidak perlu, aku bisa ambil sendiri.” ujar Jungkook tersenyum dan langsung berjalan menghampiri Yuju yang sedang berbicara dengan SinBi

“ Apa aku bisa ambil ini?” Jungkook meraih sebuah botol minuman dingin dari box  yang terletak di dekat Yuju

Sontak Yuju langsung menoleh ke arah suara yang menyapa telinganya.

“ Ya, tentu saja. Bae Saem menyiapkannya untuk kalian.” Yuju sebelumnya menatap Jungkook beralih menatap box pendingin minuman

“ Kau dari tadi disini? Kau tak lihat pertandinganku tadi dengan Minhyuk?” tanya Jungkook sambil meneguk minumannya

Yuju langsung menatap Jungkook dengan heran. ‘ Untuk apa dia menanyakan keberadaanku?’ batin Yuju

“ Sudah, aku sudah melihatmu tadi. Tapi, aku tak bisa terus melihatmu dan mengabaikan tanggung jawab yang diberikan Bae Saem kepadaku.” ujar Yuju

Jungkook menatap peralatan olahraga yang dikemas Yuju. “ Mau kubantu?”

Lagi-lagi Yuju menghentikan aktivitasnya dan beralih menatap Jungkook.

“Terimakasih atas penawarannya, tapi ini sudah hampir selesai.”  ujar Yuju sambil tersenyum

“Dan juga, kurasa yeoja itu terus-terusan melihatmu dengan tatapan kesal.” sambung Yuju

Jungkookpun beralih menatap objek yang barusan dikatakan Yuju tadi. Yap, Naeun sedang menatap mereka dengan tatapan kesal hingga Jungkook  tak sadar bahwa Yuju sudah melangkah pergi meninggalkannya.

*~*~*~*~*

“Apa yang terjadi sehingga Jungkook menyapamu tadi?” sahut SinBi menenteng kotak berisi bola basket

“Entahlah, aku juga tidak tahu.”

SinBi mengangguk-angguk mengerti. “Tapi ini sudah dua kali kulihat ia berbicara denganmu, aku rasa ada hal yang aneh. Apa sebelumnya kau mengenalnya?”

“Tidak, tidak pernah sekalipun. Sudahlah, berhenti berpikiran yang aneh-aneh, dan letakkan kotak itu disana.” Yuju memutar bola matanya malas menanggapi ucapan SinBi tadi.

“ Oh iya SinBi, nanti aku tidak bisa menemanimu pulang, aku harus ke perpustakaan.”

“ Apa? Sekarang kau mau meninggalkanku lagi? Sudah berapa kali aku harus pulang sendirian?” kesal SinBi sambil melempar bola basket kasar.

“ Jangan marah, aku tak bisa melewatkan hari ini. Tunggu, berapa kali kau bilang? Setahuku kau baru pulang sendirian 2 kali, yang lainnya . . . kau diantar Hoseokkan?” ujar Yuju tersenyum jahil

“ Ah itu . . . kalau  itu. . .” SinBi melirik Yuju dengan salah tingkah

“Kau pikir  aku tak tahu? Kau suka dengan Hoseokkan?”

“ Ya Choi Yuju! Aku tak suka dengannya, jangan mengatakan hal  yang aneh!” SinBi memukul lengan Yuju yang asyik menertawakannya

“Kalau kau tak suka dengannya kenapa kau terus-terusan menerima tawarannya dan meninggalkanku sendirian saat itu?” tukas Yuju dan tatapan salah tingkah adalah jawaban SinBi

“Ya sudah kalau begitu, aku harus pergi ke perpustakaan, sampai jumpa!” Yuju melirik jam tangannya yang bergambar Cherry Blossom dan langsung melenggang pergi meninggalkan SinBi  yang masih asyik dengan poker face-nya.

Yuju yang seharusnya sudah pergi, tiba-tiba muncul dari balik pintu gudang. “Oh iya, kalau kau takut pulang sendiri, aku bisa panggilkan Hoseok. . .”

“ YA! CHOI YUJU!!”

*~*~*~*~*

Yuju melirik jam tangannya  yang sudah menunjukkan pukul 3 sore. Ia harus pergi ke perpustakaan sekarang untuk membahas essai yang belum terjawabnya sampai saat ini.

~ Geu gin bami neol ttara helluoman ganeun geot gata . . . ~

~ I sigani neol ttara heuryeojineun geot gata . . .~

Yuju langsung menghentikan langkahnya tepat di depan ruang musik saat sebuah alunan nada menyapa telinganya. Netranya yang tersirat rasa penasaran langsung beralih ke arah daun pintu yang sedikit terbuka yang tepat berada disampingnya. Ia perlahan-perlahan berjalan  ke arah pintu ruang music tanpa bersuara.

Sekarang jam 3 sore, seharusnya semua siswa sudah pulang sejak sejam yang lalu.Yuju juga sempat mengelilingi sekolah tadi dan ia hanya menemukan dirinya sendirian disini dan hanya ditemani beberapa guru di kantor.

Yah, mungkin saja salah satu anggota klub musik masih berlatih.

Tunggu, Yuju masih ingat dengan kalimat yang tertulis  di papan pengumuman di depan sana kalau klub musik cuti sementara. Ia juga masih ingat kalau tadi pagi ia melewati ruangan ini dan ruangan ini masih terkunci seperti biasanya sejak klub musik cuti.

Tidakkah ada seorang cenayang yang masuk kesini. Tidak, Yuju menepis semua khayalan anehnya dan berniat memasuki runagan itu untuk memastikan.

Tap . . .

Tap. . .

Tap. . .

“Kenapa kau masuk dengan cara mengendap-endap seperti itu?” sebuah suara menyapanya dan sontak membuat Yuju menoleh ke arah sumber suara dan menemukan Jungkook yang sedang menyetel gitar di dalam sana.

“J-Jungkook?”

“Ya ini aku, kenapa kau terlihat terkejut seperti itu?” Jungkook menaikkan alisnya sebelah

“Ah, aku pikir tadi ada orang jahat yang masuk kesini.”

“Apa? Hahaha. . . kau ada-ada saja.” Jungkook menggeleng-geleng kepalanya dan beralih ke gitarnya. “Sedang apa kau disini? Kau tak pulang?”

“Aku ada urusan di perpustakaan. Bagaimana denganmu?” tanya Yuju yang masih setia berdiri di depan pintu

“Aku sedang malas pulang.” Jungkook sedikit risih melihat Yuju yang terdiam di depannya. “Yuju-ah, daripada kau terus saja berdiri disana, kemarilah!” sahut Jungkook sambil meletakkan kursi disampingnya. “Kau tak terlalu sibukkan ?”

 “Ya, kurasa aku bisa menundanya.” Yuju berjalan ke arah kursi yang disediakan Jungkook

“Kau mau belajar di perpustakaan?” ujar Jungkook sambil menoleh ke arah Yuju yang sudah duduk disampingnya

“Hm. . . masih ada essai yang membuatku penasaran.”

“Tentang apa?”

“Beberapa materi yang ada di Sains. Kurasa aku lebih cocok ke Biologi.” Yuju menghembuskan nafasnya kasar menatap buku sains yang dibawanya.

“Mau kuajari?”

“Ya tentu saja, mengingat nilai Sainsmu lebih tinggi daripada nilaiku.” Yuju kembali mengingat essainya yang kalah 0,5 point dari Jungkook.

“Benar, aku tak tahu aku bisa mengalahkanmu semudah itu.” ujar Jungkook dan langsung mendapat death-glare dari Yuju

“Terserah.” Yuju mengatur posisi duduknya menjadi posisi yang lebih nyaman.

“Jungkook-ah, apa lagu tadi ciptaanmu?”

Jungkook yang tadinya sibuk membereskan kertas-kertas yang berantakan menoleh ke arah Yuju. “Ya, bagaimana menurutmu? Jelek?”

“Tidak, sangat bagus malahan. Aku sangat suka.”

“Apa kau mau menyanyikannya lagi untukku?” sambung Yuju

“ Ya, tentu saja.”

Jungkook kembali mengambil gitarnya yang sempat berdiri disampingnya. Menyanyikan lagu ciptaannya untuk Yuju. Ya, baru kali ini ia menyanyikan lagu ciptaannya untuk seorang gadis. Pertama kali dan itu untuk Yuju.

Yuju yang seharusnya pergi belajar ke perpustakaan akhirnya lebih memilih untuk menghabiskan waktunya duduk di samping Jungkook, mengobrol dengan Jungkook dan mendengarkannya bernyanyi. Tapi, yang membuatnya sedikit gusar adalah entah kenapa ia merasakan perasaan yang  aneh saat berada bersama dengan Jungkook. Apalagi saat matanya berpapasan dengan mata Jungkook.

Ia tak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Ya, pertama kali selama 18 tahun dan ia rasakan pertama kali saat bersama dengan Jungkook.

*~*~*~*~*

“Ya Choi Yuju! Bagaimana bisa kau benar-benar memanggil Hoseok semalam, eoh?!” SinBi langsung membantai Yuju dengan sejumlah pertanyaan.

“Ya! Tidak bisakah kau tidak menggangguku di pagi yang cerah ini?” balas Yuju dengan tatapan malas.

“Tidak  sebelum kau menjawab pertanyaanku.”

Yuju menghembuskan nafasnya kesal dengan kedatangan makhluk aneh di sampingnya ini. Ia hanya menjawabnya tanpa menoleh sedikitpun dari novelnya. “Aku kasihan denganmu yang pulang sendiri, lagipula kau lebih suka pulang dengan Hoseok, jadi apa masalahnya?”

Jawabannya sukses mendapat pukulan di kepala dari SinBi. “S-sejak kapan aku suka pulang dengannya, e-eoh?!”

Yuju beranjak dari duduknya dan berjalan ke luar ke kelas. ”Jadi kau tak suka, ya? Baiklah aku akan mengatakan pada Hoseok kalau kau tak suka, dengan begitu maslah selesai, kan?”

“B-bukan, b-bukan begitu maksudku. Ya! Choi Yuju!”  SinBi bergegas mengejar Yuju saat ia melihat siluet Hoseok dari kaca jendela kelas

SinBi semakin panik saat ia melihat Yuju menemui Hoseok dan berbicara dengannya.

“Ya Choi Yuju ! Tak bisakah kau diam?” sahut SinBi sambil bergegas menutup mulut Yuju dengan tangannya

“Ya! Lepaskan! Aku tak bisa bernafas!” Yuju menarik paksa tangan SinBi yang masih setia menutup mulutnya.

Hoseok dan teman-temannya menatap aneh ke arah SinBi dan Yuju

“Apa yang kalian lakukan?” Jungkook melihat Yuju yang memukul-mukul SinBi

“Aku tak bilang apapun padanya! Lepaskan aku!” Akhirnya SinBi melepaskan tangannya dari mulut Yuju

“Benarkah?”

“Neee. . . saranghaneun Hwang SinBi. Aku tak akan mungkin merusak hubungan kalian, tenang saja.” ujar Yuju dan sukses mendapat tendangan dari SinBi

“Hubungan apa? Apa yang sebenarnya kalian bicarakan?” Hoseok akhirnya angkat bicara

“B-Bukan apa-apa.”

“Kookie-ah!!”

Semua perhatian beralih ke arah Naeun yang datang dan langsung memeluk lengan kekar Jungkook.

Jungkook hanya bisa tersenyum ke arah Naeun yang tersenyum lebar di sampingnya. Jujur saja, Yuju sedikit risih dengan Naeun apalagi saat melihatnya memeluk Jungkook.

“Oh, kau Choi Yuju, kan?” tangan Naeun menunjuk tepat ke arah wajah Yuju

Jungkook yang tadinya menatap Naeun beralih menatap Yuju yang sedang heran dengan arah pembicaraan mereka .

“Y-ya benar . . .” ujar Yuju sambil menggeser jari telunjuk Naeun  yang tepat berada 10 centi dari wajahnya.

“Waktu itu  . . . apa bukumu baik-baik saja?” sahut Naeun tersenyum malaikat

Yuju langsung teringat dengan kejadian 1 tahun lalu dimana Naeun merusak buku-bukunya dengan tak sengaja menjatuhkan buku-bukunya ke dalam ember berisi air penuh. Jika 1 buku yang jatuh, Yuju masih bisa mengatasinya, dan ternyata yang jatuh adalah 8 buku plus dengan laporannya. Yuju masih kesal saja saat mengingat kejadian itu apalagi Naeun tak merasa bersalah sama sekali. Ia hanya mengatakan ‘Maaf’ dan langsung melengos pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab.

“Ya, tentu saja.” ujar Yuju bohong dan mengalihkan pandangannya.

Bagaimana bisa tentu saja?

Setelah kejadian itu, Yuju langsung membuang buku-buku kesayangannya itu dengan hati terpaksa. Sebab, semua tulisan di buku itu sudah luntur dan tak ada artinya lagi. Ditambah lagi, ia harus mengulang laporannya yang waktu pengumpulannya sudah dekat.

Yang sekarang Yuju pikirkan adalah untuk tak dekat-dekat lagi dengan seorang Son Naeun. Yeoja yang terkenal dengan julukan ‘Princess’  karena wajahnya yang selalu dipuja-puja dan image lemah lembut yang disandangnya, ya begitu kira-kira yang didengar Yuju dari orang-orang walaupun sejujurnya ia tak terlalu yakin akan hal itu. Tapi Yuju tak peduli dengan hal itu. Pengalaman masa lalu sudah cukup untuk lebih mengenal seperti apa Son Naeun.

“Yuju-ah, bagaimana? Kau mau belajar bersamaku?” sahut Jungkook memecah keheningan di antara mereka.

“Apa?” Naeun menatap Jungkook dengan tatapan tanda tanya

“Sejak kapan kau mau belajar dengan orang lain? Apa yang terjadi?” sambung Naeun

“Ah itu, semalam aku menawarkan diri untuk mengajari Yuju tentang pelajaran yang ia tidak ketahui, benarkan Yuju?”

Yuju yang merasa namanya disinggung langsung menoleh ke arah mereka. “Y-ya benar, aku mau belajar dengan Jungkook.”

Naeun langsung merasakan hal yang aneh saat melihat Jungkook berbicara dengan Yuju dengan nada akrab seperti itu apalagi mereka akan belajar bersama. Naeun jelas sekali merasa cemburu, yang ia inginkan adalah Jungkook untuknya sepenuhnya, tidak akan pernah dekat dengan orang lain. Mengingat apa yang dikatakan Jungkook padanya saat mereka bertemu sebelumnya.

Ia tahu dengan pasti bahwa Jungkook bukan tipe orang yang suka belajar bersama orang lain. Tapi, dugaannya langsung kandas saat mendengar Jungkook mengatakan hal itu apalagi Jungkook yang menawarkannya.

“Bagaimana kalau nanti saat pulang sekolah? Kau ada waktu?” tanya Yuju

“Ya, tentu saja.”

“Baiklah, nanti kita akan bertemu di perpustakaan saat pulang sekolah.” Yujupun menarik SinBi yang dari tadi menatap mereka dengan tatapan tanda tanya

“Baiklah kalau begitu.”  ujar Jungkook sambil tersenyum

Jungkook menatap kepergian Yuju dengan tatapan sulit diartikan bahkan Naeun menyadari hal itu. Naeun menatap mata Jungkook dalam diam. Ia merasakan sesuatu saat melihat Jungkook menatap Yuju seperti itu.

“Jungkook-ah, a-aku pergi dulu, temanku menungguku.” ujar Naeun memecah keheningan

“Baiklah, belajarlah yang giat.” Jungkook menepuk pundak Naeun dan tersenyum.

“E-Eoh.”

*~*~*~*~*

“Ada apa?” Yeoja yang bername-tag Oh Hayoung itupun langsung menoleh ke arah Naeun yang mendesah kasar.

“Apa yang harus kulakukan?” Naeun menatap Hayoung dengan tatapan bingung

Seorang yeoja yang bername-tag Kim Yerim menoleh ke arah Naeun sambil menyeruput tehnya. “Menurutku, kau akan  tahu nantinya apa yang kau lakukan saat mendengar ceritamu tadi.”

“Maksudmu? Aku akan tahu apa yang akan aku lakukan?” Alis Naeun terangkat sebelah saat mendengar pernyataan yeoja yang akrab dipanggil Yeri itu.

Yeri memutar bola matanya malas menanggapi jawaban Naeun. “Kenapa kau tak manfaatkan saja janji Jungkook waktu itu?”

Naeun langsung berbalik ke arah Yeri dan tersenyum cerah. “Benar! Kau benar! Kenapa aku tak memikirkan hal itu?!  Baiklah, terimakasih atas saranmu, Yeri-ah!”

Hayoung meletakkan garpunya dan menoleh ke arah dua makhluk didepannya. “Janji apa?”

“Hmmm. . . janji yang sangat berguna. Dengan janji itu, Jungkook benar-benar akan jadi milikku.” Naeun tersenyum sombong memikirkan rencananya.

Yeri dan Hayoung saling bertatapan melihat tingkah Naeun. Namun mereka hanya diam memaklumi maksud dari ucapan Naeun.

“Choi Yuju, sebaiknya kau berhati-hati.”
.

.

.

TBC

Chapter 2 . . . finish!!! Gimana? Makin gaje? Tolong dimaafkan authornya kalo makin gaje😥😭 Author emang sengaja buat kesan misterius gitu biar makin penasaran. Walaupun hasilnya makin gak jelas -_-  dan mudah-mudahan reader suka ☺

Sekali lagi, Author mau ucapin terimakasih buat admin yang mau ngepost, udh itu buat saran-saran yang diberikan para readers, skali lagi author ucapin terimakasih. Oke, segitu dulu, seperti biasa author bingung mau ngomong apa lagi 😕.  Sampai jumpa di chap 3!

Don’t be a silent reader! Just leave a comment! Annyeong!!😊

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF Freelance] Cherry Blossom (Chapter 2)

  1. Omoo..
    Bagus kok kak..
    Udah baper bgt ini..
    Hahaha
    Lanjut terus kak, di tggu next chapternya ya. Jgn lama2 ya kak. Fighting

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s