BTS FF Freelance – Oh, Sydney! (Chapter 2)

oh sydney

Oh, Sydney! (chapter 2)

By Arina Sekar

Genre : Romance || Main Cast : Jeon Jungkook (BTS) , Yoon Aemi (OC) || Length : Chapthered || Rating : Teen ||

Summary :

Langit mulai memerah, para turis mulai meninggalkan pelabuhan, namun Jungkook tak kunjung melepaskan pelukannya, dan Aemi pun tak bisa berbuat banyak selain membiarkan kepala Jungkook  bersandar di pundaknya.

Author’s pov

“Wanita sialan!” dengan kesal Jungkook menyerahkan 51 dollar Australia kepada Samuel – supir taksi yang bergumam tidak jelas ke arah Jungkook- sambil menatap nanar kearah hotel di depannya. Dia tidak yakin apakah bisa tidur di hotel ini sesuai dengan rencananya, mengingat uangnya sudah hampir habis untuk membayar taksi.

“Wanita tak tau diri. Sialan!” Jungkook kembali mengumpat. Dia sudah cukup stress dengan segala masalah yang sedang menimpanya, dan wanita tadi tidak membuat keadaan menjadi lebih baik. Jungkook merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan satu-satunya rokok yang ia punya. Di pesawat tadi ia berniat untuk menyimpan rokok ini saat dia berada di bandara ketika pulang nanti, tapi sepertinya rencananya harus berubah. Semua rencananya harus berubah gara-gara wanita tadi. Setelah menyalakan rokoknya, Jungkook melangkahkan kaki dari hotel itu. Tidak mungkin dia menyewa taksi lagi, bisa-bisa dia jadi gelandangan Sydney.

Jungkook memutuskan untuk berjalan kaki dan mencari barangkali ada sebuah tempat seperti perpustakaan atau semacamnya di dekat sini. Jungkook tersenyum kecut, dengan keadaan seperti ini bahkan ia tak punya uang untuk menyewa sebuah kamar di guest house, apalagi hotel. Semua rencananya hancur karena ide bodohnya mengajak wanita tadi berbagi taksi bersama. Padahal ia mengharapkan belas kasih dari wanita sialan itu ketika ia menceritakan masalahnya. Belum sempat Jungkook bercerita, wanita itu malah menampar wajahnya. Jungkook memegang pipinya sekali lagi, wanita itu benar-benar dokter gigi yang rajin berolaraga.

Air hangat hotel itu pasti benar-benar mampu menenangkan Aemi. Buktinya kini ia tertidur di dalam bath ub dan tak mendengar pintu kamarnya sedang diketuki seseorang. Begitu sampai di kamarnya, Aemi langsung berlari ke kamar mandi dan tentu saja, mandi. Ia ingin menghilangkan semua jejak Jungkook yang ada di tubuhnya, meskipun pemuda itu tidak menyentuhnya sama sekali. Tetap saja, Aemi tidak ingin tubuhnya ternodai oleh penculik maniak klubing itu.

1 jam kemudian Aemi terbangun karena ia merasakan rasa dingin yang luar biasa. Tentu saja, ia masih berada di dalam bath ub dan tentu saja, air hangat nya sudah berubah menjadi dingin. Setelah membungkus tubuhnya dengan dua buah handuk, Aemi memutuskan untuk tidur. Hari ini terlalu melelahkan baginya bahkan untuk memakai sebuah baju sebelum tidur. Tak lama setelah menghempaskan diri ke tempat tidur, Aemi mulai melayang ke alam mimpi. Membuatnya tak mendengar bahwa sekarang sedang ada yang mengetuki pintu kamarnya lagi.

*Keesokan harinya*

Aemi sedang duduk di ruang makan hotelnya. Tidak ada makanan yang ditawarkan hotel ini yang bisa ia makan selain sandwich. Beberapa dokter gigi yang dikenalnya pun belum berada di Sydney, sehingga ia tidak bisa makan selain makan di hotel. Aemi tidak ingin keluar sendirian, ia tidak mau mengambil resiko dan berakhir ditangan penculik itu. Untuk sekarang, hotel adalah tempat ter-aman untuknya. Aemi mulai menggigit malas sandwich tuna ditangannya, berharap makanan ini bisa mencerahkan harinya.

” Aemi-ssi.”

Aemi berhenti pada kunyahan ke 25 tepat ketika seseorang memanggil namanya. Ia sangat yakin siapa pemilik suara itu. Aemi menelan ludah, bersamaan dengan sandwichnya. Nafas Aemi terhenti ketika orang tersebut menepuk pundaknya. Aemi tercekat, tersedak, dan kini tangannya menepuk-nepuk meja makan mencoba mencari pertolongan dari sandwich yang tersangkut di tenggorokannya dan dari Jungkook yang kini sudah berdiri disampingnya.

….

“Tolong- uhuk- airnya –uhuk!” Aemi sudah bercucuran air mata, sementara Jungkook di depannya masih setia menjauhkan air mineral itu dari tangan Aemi.

No no no! Tidak semudah itu.” Jungkook dengan sengaja meminum air mineral itu secara perlahan di hadapan Aemi seolah-olah ia sedang syuting iklan. Ia menutup matanya sambil meneguk air mineral itu dengan seksama, “Ah, segarnya!” Jungkook mengambil tisu makan Aemi untuk mengelap bulir-bulir air yang tertinggal di ujung mulutnya.

Aemi terbatuk kembali. Kerongkongannya rasanya seperti terbakar. Terlebih lagi setelah melihat Jungkook syuting iklan air mineral di hadapannya. Saat itu juga, ada seorang ibu muda melewati meja mereka. Dengan cepat Aemi meraih tangan wanita itu.

Please help me! He wants to kidnap me!” Aemi mencengkram tangan wanita itu dengan kuat, “Please don’t – UHUK UHUK!” Ia terbatuk kembali tepat di depan wajah wanita itu.

Are you alright?”  Merasa kasihan, wanita itu menepuk punggung Aemi.

Don’t mind her. She’s a little bit out of her mind this week.” Jungkook memutar-mutar jari telunjuk di sebelah kepalanya, “you know, she’s on her period. ” Jungkook mengerling pada wanita itu.

Entah kenapa wanita itu mempercayai Jungkook, dan meninggalkan Aemi setelah memberikan tepukan terakhir yang cukup keras pada punggungnya.

Setelah batuk selama 2 menit, Aemi sudah tidak merasakan pusing lagi. Sandwich yang tersangkut di kerongkongannya juga sudah turun dengan sendirinya. Tapi si Jungkook ini masih berada di depannya, memandanginya berjuang sendirian.

“100 dollar.” Jungkook melempar air mineral itu ke arah Aemi.

Aemi yang sudah tidak merasa haus lagi kembali melempar botol itu kepada Jungkook, “Apa maksudmu?”

Jungkook melempar kembali botol itu dengan kesal, hampir saja mengenai mata Aemi, “Biaya taksi,”

I’m sorry but can you two not throwing thing? It kinda scared our costumer!” seorang pelayan menghampiri mereka berdua, dan benar saja hampir seluruh pengunjung restoran tersebut sedang memandangi mereka berdua.

Setelah pelayan itu pergi, Aemi mengeluarkan 61 dollar australia dari dalam dompetnya dengan kesal.

“No no no no”

“Kenapa lagi?”

“Ini tidak cukup untuk menutup semua kerugian yang kualami semalam.”

Sialan, aku sudah tau orang ini pasti akan memerasku.

“Lalu kau mau apa?”

Aemi kembali menelan ludah saat Jungkook tersenyum dan mengerling ke arahnya.

Sial.

Aemi kira, ini akan jadi sebuah perjalanan yang setidaknya menyenangkan, syukur syukur romantis. Tapi memang, lebih baik kau tidak usah berekspektasi terhadap dunia ini. Ia melirik sekali lagi ke arah jungkook yang melamun sambil memandangi pantai yang ada di depan mereka. Keduanya kini sedang duduk di sebuah anak tangga di Pelabuhan Darling. Orang – orang lewat di depan mereka sambil sesekali ber-selfie ria.

 Beberapa menit lalu begundal ini memintanya untuk menjadi tour guide nya di Sydney yang sebenarnya sangat konyol mengingat dia juga tidak tahu apa apa tentang Sydney. Tapi ketika Jungkook mengatakan ‘kau tidak perlu mengganti biaya taksi jika kau mau’ Aemi langsung menarik tangan Jungkook dan keduanya pun kini sedang duduk di salah satu destinasi wisata – setidaknya itu menurut Aemi- di dekat hotel mereka.

Aemi menghembuskan nafas panjang dengan keras, semoga Jungkook bisa mengetahui maksudnya.

“Aku ke sini untuk mengejar seseorang yang sebentar lagi mungkin akan terlepas dari genggamanku.”

Kenapa sih dia cerita padaku? Aku saja tidak ingin tahu. Batin Aemi.

“Ya ya ya, kalau sudah melamunnya lebih baik kita pergi sekarang.”

“Aemi, peluk aku!”

“APA??”

Aemi kembali tercekat saat Jungkook menarik tubuhnya dan mulai melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aemi. Langit mulai memerah, para turis mulai meninggalkan pelabuhan, namun Jungkook tak kunjung melepaskan pelukannya, dan Aemi pun tak bisa berbuat banyak selain membiarkan kepala Jungkook  bersandar di pundaknya.

p.s : sorry for the late update and

 please comment, because i love comments hehe.

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s