[BTS FF Freelance ] Stupid Marriage (Chapter 1)

PicsArt_06-26-11.13.23

Stupid Marriage [Part 1]

 By Syarifah Ahn

Cast Kim Taehyung x OC’s Ahn Seul Bi| Genre  Fluff, Sad, Marriage life | Rated PG 15+

Cerita ini murni milik Author. Hargai dengan komentar. Krisar di terima

Cover by Syarifah Ahn

H A P P Y  R E A D I N G

Stupid Marriage

Selalu seperti ini. Setiap gadis itu mengunjungi ruang kerja Taehyung, suasana terasa mencekam. Berkali-kali Taehyung mendesah kasar. Merasa kesal karena pekerjaannya terusik.

“Pergilah!” Perintah Taehyung

Gadis bernama Ahn Seul Bi itu mencebikkan bibir.

“Apa mulutmu itu tak bisa digunakan selain mengusirku?” Desis Seul Bi

Taehyung menatapnya tajam. “Aku sedang sibuk, pekerjaanku di kantor semakin banyak. Kumohon mengertilah!” Terang Taehyung

“Oh, ayolah. Hanya menemaniku ke kedai ice cream apa sulitnya?”

“Sulit katamu?”

“Aku janji, setelah menemaniku ke kedai ice cream, aku akan berbalik menemanimu di kantor.”

Taehyung tersenyum sinis. “Menemaniku? Haha kau pikir aku menyukainya? Tsk, aku bahkan tak pernah berharap kau datang menemuiku.” Ejeknya sakartis.

Seul Bi menarik nafas panjang. Berusaha meredam emosi.

“Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus menemaniku pergi!” Kecam Seul Bi

“Bagaimana jika aku tetap menolak?”

“Akan ku adukan pada kakek!”

“Silahkan saja!” Tantang Taehyung

Wajah Seul Bi merah padam. Taehyung berhasil membuat otaknya mendidih. Amarah yang meledak-ledak menguasai Seul Bi saat ini.

“Tsk!”

Ia berdecak. Setelah itu melangkah pergi tanpa pamit. Taehyung menatap punggung Seul Bi yang kian menjauh. Tatapannya datar. Tak ada rasa kasihan untuk gadis itu.

BLAM

Pintu itu di banting dengan kasar. Taehyung acuh. Ia kembali memeriksa tumpukan kertas di hadapannya. Tak begitu terkejut oleh suara dentuman pintu. Sudah hampir setiap hari ia mendengar suara yang sama. Bahkan Taehyung mulai bosan.

Gadis itu berjalan angkuh. Mengabaikan sapaan dari pekerja yang berlalu lalang di dalam kantor perusahaan Kim Group Company. Beberapa pasang mata memujinya. Namun Seul Bi berlagak tak peduli. Terlalu bosan mendengar pujian seperti itu.

Ia memasuki mobil yang terparkir di samping mobil Kim Taehyung. Seul Bi sempat memiliki niat untuk membocorkan ban mobil lelaki itu. Namun Seul Bi mengurungnya. Karena ia memiliki ide lain.

“Awas saja kau, Kim Taehyung..”

Di dalam ruangannya, Taehyung masih bergulat dengan pulpen dan kertas untuk di tanda tangani.

“Hhhhh..” Ia mendesah kasar. Jenuh dengan pekerjaan.

Taehyung melirik sebuket bunga baby breath di atas meja kerjanya. Seul Bi yang memberikan. Taehyung heran mengapa gadis itu suka sekali bunga baby breath. Katanya lambang cinta sejati. Cih, omong kosong.

Ia membuang buket bunga itu ke tong sampah. Tak peduli berapa harganya.

Drrtt Drttt

Ponsel Taehyung bergetar di atas meja. Segera Taehyung meraih benda itu. Melihat nama si pemanggil yang tertera di layar.

“Kakek menelfon?”

Taehyung memutar bola mata. Wajahnya berubah masam.

“Cih! Gadis tengik itu pasti sudah mengadu.” Gerutunya kesal.

Taehyung menolak telfon. Tak ada guna menerima panggilan. Ia sudah tahu arah pembicaraan yang akan di kicaukan lelaki paruh baya itu. Ujung-ujung pasti ia akan di perintahkan pulang untuk menemui sang kakek.

Dengan kasar Taehyung berdiri dari kursi kekuasaannya. Meraih jas hitam yang bersandar di sandaran kursi. Kemudian segera berlalu pergi.

Ia membuka ponsel. Menghubungi sekretaris.

“Batalkan seluruh pertemuan hari ini!” Tegas Taehyung. Ia kembali menutup ponsel. Menyimpannya dalam saku.

Taehyung mengemudikan mobil dengan laju kencang. Jika saja ia sedang mengendara di gunung jirisan, mungkin mobilnya akan masuk jurang bersamaan dengan dia yang tewas di dalamnya.

Kini Taehyung telah tiba di hadapan istananya. Pemuda itu turun dari mobil. Berjalan masuk.

Di ruang tengah, pria paruh baya berusia setengah abad menunggu kedatangan Taehyung. Kakek bernama Ahn Joon Wook itu duduk di kursi rodanya. Dia lah kakek kandung Seul Bi. Si pemilik perusahaan yang kini ia wariskan pada Kim Taehyung.

“Akhirnya kau datang juga..” Seru Kakek Joon

Taehyung membungkuk hormat. “Maaf, aku sedikit terlambat.”

Kakek Joon tersenyum simpul. Ia begitu mengagumi sosok pemuda di hadapannya. Taehyung memiliki sifat yang sama seperti dirinya saat muda.

“Tidak apa,” Jawaban singkat di berikan Kakek Joon

Taehyung melirik Seul Bi yang tertidur di sebelah sang kakek. Ia mendesah kasar. Taehyung yakin jika Seul Bi hanya berpura-pura tidur. Terlihat dari bulu matanya yang tak henti bergerak.

“Apa yang ingin Kakek sampaikan padaku?” Tanya Taehyung

Kakek Joon menarik sudut bibirnya. Senyuman misterius.

Taehyung pasrah. Sebentar lagi siap-siap ia akan menerima kemarahan dari Kakek Joon.

“Bawa Seul Bi ke kamarnya. Dia kelelahan menunggu kedatanganmu.” Sang kakek memerintah

Taehyung menurut saja. Sedikit bernafas lega. Oh, hari ini ia bersyukur karena Kakek Joon tidak memberikan ceramah panjang tentang sikapnya pada Seul Bi. Namun tidak untuk besok. Kakek Joon terlalu menyayangi Seul Bi. Baginya, cucu kandungnya yang manja itu adalah prioritas utama.

Dengan keterpaksaan Taehyung menggendong gadis itu ke kamarnya. Melaksanakan perintah Kakek Joon.

Taehyung menaiki undakan tangga. Jika saja Kakek Joon tidak disini, mungkin ia sudah menjatuhkan Seul Bi dari gendongannya. Taehyung tak henti mengumpat kesal. Dirinya bak seorang pelayan yang melayani seorang putri kerajaan. Taehyung benci.

Kakek Joon mengamati mereka dari kejauhan. Ia tahu betul jika sekarang Seul Bi bahagia sekali. Memang benar. Sedari tadi Seul Bi berusaha menahan senyum. Kapan lagi ia bisa di gendong Taehyung seperti ini? Sungguh moment langka.

Gadis itu mengalungkan tangannya di leher Taehyung. Membuat lelaki itu berdecak. Namun membiarkannya saja. Mengingat Kakek Joon masih mengamati mereka dari kejauhan.

Taehyung menghempaskan si gadis di atas ranjang.

“Buka matamu. Aku tahu kau hanya pura-pura tidur.” Kata Taehyung

Glek

Seul Bi menelan ludah susah payah.

“Hehe, bagaimana kau bisa tahu?” Ia menyengir lebar

Wajah Taehyung masih terlihat datar. “Karena aku tidak bodoh sepertimu!” Ucapnya. Kemudian hendak berlalu pergi. Namun terurung saat Seul Bi menahan pergelangan tangannya

“Ada apa?”

“Temani aku tidur,”

Taehyung tersenyum miring. “Menemani kau tidur?”

Seul Bi mengangguk.

“Kau tidak takut?” Seru Taehyung

“Mengapa takut?”

“Kalau aku menidurimu bagaimana?”

“Kau tidak akan melakukannya. Aku percaya itu!” Yakin Seul Bi

Taehyung mendekatkan wajahnya pada Seul Bi yang berbaring. Lalu kembali tersenyum miring.

“Aku ini pria normal. Aku bisa melakukan ‘itu’ padamu kapan saja. Jangan menggodaku!” Bisiknya

Seul Bi terkekeh kecil. Meremehkan.

“Siapa yang menggodamu? Kalau kau tidak mau menemaniku tidur, katakan saja!” Tegasnya

Ck, setelah itu kau akan mengadu lagi ‘kan?”

Seul Bi tersenyum sinis. “Kalau memang iya, kenapa?”

Cih! Kau terlalu memperalat Kakek.”

“Kau salah, Kakek terlalu menyayangiku. Dia senang kok saat aku meminta bantuannya.” Seul Bi tersenyum manis. Menyentuh tangan Taehyung. “Temani aku tidur, Oppa..” Serunya kembali.

Taehyung menatap Seul Bi dengan pandangan jijik. “Aku harus kembali ke kantor.” Tolaknya.

“Sebentar saja!”

Taehyung menarik nafas panjang. Berpikir dua kali untuk benar-benar menuruti permintaan si bodoh Seul Bi.

Taehyung melirik Seul Bi yang menatapnya penuh harap. Pemuda itu tersenyum samar.

“Ok, setelah itu jangan mengunjungiku lagi saat di kantor.” Ucap Taehyung pada akhirnya.

Senyuman Seul Bi merekah. Sudut bibirnya semakin melebar kala Taehyung benar-benar sudah berbaring di sampingnya.

Seul Bi membalikkan tubuh menghadap Taehyung. “Aku sangat mencintaimu,” Seru si gadis.

“Tapi aku tidak!” Balas Taehyung acuh. Lelaki itu sama sekali tak menoleh pada Seul Bi. Lebih memilih mengamati langit-langit kamar bernuansa biru itu. Menjadikan tangannya sebagai bantalan kepala.

“Aku akan membuatmu mencintaiku,” Kekeh Seul Bi

“Itu tak akan berhasil!”

“Kita buktikan saja,”

“O, kau begitu optimis. Hati-hati terjatuh!”

“Aku tidak akan tumbang dengan mudahnya. Karena aku Ahn Seul Bi. Aku bisa mendapatkan semua apa yang ku inginkan. Termasuk dirimu.”

Taehyung tersenyum kecut.

“Keluargamu memang begitu. Mendapatkan semuanya dengan uang,”

Seul Bi tersenyum. “Kau benar!”

“Dasar licik. Kau dan Kakek sama saja! Aku jadi menyesal-“

“Menyesal apanya?” Dahi Seul Bi berkerut. Matanya menangkap Taehyung dengan tanda tanya besar.

“Menyesal tinggal bersama Kakek selama bertahun-tahun!”

“YAK!” Seul Bi memekik keras

“Kenapa terkejut seperti itu?” Taehyung bertanya

“Seharusnya kau harus berterima kasih pada Kakek. Kalau bukan karena dia, kau tidak akan bisa menjadi seperti ini!” Tegas Seul Bi

“Justru aku lebih memilih hidup menjadi geladangan!”

“Hah? Kau lupa kebaikan yang diberi Kakekku selama ini eoh?”

“Untuk apa aku mengingatnya? Kalau ujung-ujungnya aku hanya akan menjadi budak dalam keluarga kalian?” Kata Taehyung

Seul Bi bangkit dari perbaringan. Duduk di sandaran ranjang. Menatap Taehyung yang masih berbaring.

“Kau bukan budak, Oppa!”

“Bukan budak katamu?”

“Kakek begitu menyayangimu, Kim Taehyung!” Sergah Seul Bi

“Kau pikir aku bisa dengan mudahnya termakan omonganmu? Kau pikir dengan begitu aku akan menuruti segala perintah yang di berikan Kakek untuk menjadi boneka mainanmu?” Taehyung berujar sinis

“Jangan berbicara seperti itu pada calon istrimu!” Tegas Seul Bi

“Aku terlalu jijik untuk mengakui kau sebagai calon istriku!”

Seul Bi menarik nafas panjang. Ia harus bersabar menghadapi laki-laki di sampingnya. Seul Bi kembali berbaring. Kali ini ia membelakangi Taehyung. Berusaha terpejam.

Taehyung meliriknya. “Jangan harap aku akan memperlakukanmu dengan baik setelah menikah nanti. Pernikahan itu ku terima demi balas budiku untuk Kakekmu.” Ucap Taehyung

“…”

Seul Bi diam saja. Ternyata sang gadis sudah terlelap.

Taehyung menarik nafas panjang. Lelaki itu bangkit dari ranjang. Menata rambutnya yang sedikit berantakan di depan cermin.

Di liriknya Seul Bi sekali lagi. Menatap gadis cantik itu dengan penuh rasa benci. “Kita lihat saja, kau atau aku yang akan tumbang..”

Taehyung berlalu dari kamar itu. Menuruni undakan tangga. Mengurungkan niat untuk berhambur ke kamarnya sendiri yang bersebelahan dengan kamar Seul Bi. Lebih baik ia ke kantor. Mengurus pekerjaan yang tak kunjung selesai.

Menuruni undakan tangga, ia melihat Joon Wook. Sang Kakek.

“Kau mau kemana?” Tanya Kakek Joon

“Aku ingin berangkat ke kantor,”

“Nanti malam, cepat lah datang. Kita akan makan malam bersama. Sekaligus membicarakan masalah pernikahan kau dan Seul Bi.”

Taehyung menghentikan langkah saat hendak melewati pintu. Tercekat oleh perkataan akhir sang kakek.

“Aku tidak mau tahu, kau harus datang tepat waktu.” Pesan Kakek Joon

Taehyung menarik nafas panjang. Dan akhirnya membungkuk salam. Kemudian segera pergi dari pandangan Kakek Joon.

Taehyung membuka mobilnya dengan kasar. Sebetulnya ia muak dengan permainan ini. Ingin ia menolak segala perintah pak tua itu. Namun apa daya?

Taehyung hanyalah boneka untuk mereka. Demi balas budi, ia terpaksa melakukan semua yang di ucapkan oleh Ahn Joon Wook.

Sungguh menyesal hidup dalam lingkup keluarga itu. Lebih baik saat itu ia tetap tinggal di panti asuhan. Menolak mentah-mentah tawaran manis Ahn Joon Wook untuk menjadi cucu angkatnya.

Di balik sikap baik Kakek Joon selama ini, ternyata dia memiliki niat licik. Miris sekali.

TBC

Hi! Aku terinspirasi buat fiksi ini dari ff nya RARA RALISA. Ada yg kenal dia? Semoga kalian suka. Aku sengaja jadikan V sbg cast utamanya. Wajah dia cocok di jadikan peran cowok dingin. Yah, walaupun gk sebanding sama sikap dia yg konyol dalam realitas.

Jangan lupa tinggalkan komentar.. ><

Advertisements

5 thoughts on “[BTS FF Freelance ] Stupid Marriage (Chapter 1)

  1. Ahh… akhirnya publish juga ni ff:3 dah penasaran banget dari judulnya-.- Ceritanya bagus menarik, tapi ada yang ganjal nih–” Seulbi sama Taehyung itu seumuran atau enggak?? dari sikapnya Seulbi, kayaknya dia lebih muda dari Taehyung deh (pengaduan:p):x
    Oke next ya Syarifah Ahn:3 jangan lama2 jebal!!:3:3 Fightingg^^

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s