[BTS FF FREELANCE] – Save Me! (Chapter 3)

cymera_20160511_204047-1

Title : Save Me!

Author : CGJin

Cast : Park Jimin [BTS], You/readers [OC]
Support cast : BTS member

Genre : romance, AU, action

Rating : PG-17

Length : chaptered

Disclaimer : Plot are mine. Don’t be a siders and plagiatrism!

Background songs : You’re So Fine – CNBlue, Let Me Know – BTS, and Danger – BTS

.

.

.

.

.

1st – Please

“Yaahhh jebalyoo~”

Ash, pria itu ber-aegyo lagi. Aku benar-benar dan malu. Kesal karena dia menggangguku. Malu karena kami sedang berada di tempat umum! Banyak pasang mata yang sudah menatap kami dan dia masih ber-aegyo tidak jelas. Tolong aku, please!

“Yak! Park Jimin! Hentikan itu atau aku takkan berbicara denganmu lagi!” bentakku pada pria itu. Ia diam, dan mengikutiku berjalan. Aku menghela nafas lega.

Oh ya, aku belum memberitahu kalian tentangku dan pria ini. Ayo, kubilang satu-satu.

Kami adalah agen rahasia sebuah perusahaan, yang dipimpin oleh pria berkulit putih bernama Min Yoongi. Dia judes, menyebalkan, namun manis. Kok aku jadi ngelantur tentangnya? E-hem, ayo ulang lagi.

Kami bekerja sebagai agen rahasia yang berbahaya, untuk menyelediki kasus-kasus kejahatan gelap misalnya. Terkadang pembunuhan pun kami ikut serta. Dan, para anggota agen ini punya talenta/kemampuan masing-masing. Aku jago di permainan pistol dan berkelahi, sedangkan pria ini jago di bela diri dan pisau. Tubuhnya sangat ‘wah’ sekali, bahkan banyak wanita di agen kami menyukainya.

Park Jimin, adalah rekan kerjaku. Dia pendek, imut, dan manly. Anehnya, dia sangat suka ber-aegyo dan tiba-tiba ia bisa gila tanpa aba-aba. Maaf ya bahasaku hancur.

Dan, ia suka mengganti warna rambutnya. Dari rambut hitamnya, ia mengganti jadi coklat, hijau, merah, dan sekarang orange. Yah, memang tampan, kuakui itu. Tapi aku tak men…yukainya? Entahlah…

“Yak Park Jimin kemari kau!! Kau mau kemana?!” pekikku padanya yang berjalan menjauhi diriku. Aku mendesah, dan mengikutinya. Ya tuhan…, dia ke Toko Es krim!

Ajumma! Beri coklat dan mint satu ya!”

“Park Jimin apa yang kau lakukan?! Ini bukan saatnya membeli es krim!” bisikku padanya dan melihat sekeliling, mencari tersangka.

Kami sedang menyelidiki tentang perdagangan illegal. Ada yang menjadi korban pembunuhan karena ingin melapor, dan itu rekan kami sendiri, Kim Namjoon. Ah, pria itu bodoh, memang. Meski IQ tinggi, kemampuan tentang hal-hal dangkal pun dia sangat parah. Bahkan cara merawat orang sakit saja dia tidak bisa. Biasanya dia akan berdiri seperti patung dengan wajah bodohnya menatap orang itu. Membuat orang kesal saja.

“Ini coklat untukmu.” Jimin menyodorkan es krim rasa coklat padaku. Aku mengambilnya dan segera menyeret Jimin pergi. Aku menemukan sang tersangka saat menunggu Jimin tadi.

Found it. Repeat, found it. Over.” Ucapku di Telkom Bluetooth pada seseorang yang berjarak 20 meter dariku, Kim Taehyung. Ah, dia juga rekan kerjaku. Dia sama gilanya dengan Jimin, tapi dia lebih parah.

Meski terkadang pintar, tapi kebodohan lebih menguasai dirinya. Dia jago dalam serangan jarak jauh. Bela diri? Jangan ditanya. Semua agen di perusahaan ini dibekali kemampuan bela diri yang baik. Tapi, yang terbaik memang aku dan Jimin, sih.

Tampan? Dia berkali-kali lipat lebih tampan dari Jimin, kurasa. Dia juga mengecat rambut seminggu lalu bersama dengan Jimin, tapi dia mengecat pirang. Tampan! Sangat!

“Sudah kuberi alat pelacak di kantong dan bajunya.” Ujar Jimin santai sambil memakan es krimnya yang tinggal sedikit. Aku tersedak sedikit.

“Mwo? Sudah?”

“Tentu saja. Kau lupa mataku sangat jeli? Dia disampingku tadi.”

“H-huh?”

“Berkencanlah denganku, jebal~~”

Dia memohon lagi. Aku yang sudah muak, jadi….

“Tidak, Park Jimin! Hentikan itu!!”

2nd – Really?

“Sudah kau lacak dimana dia?” tanyaku khawatir pada Taehyung. Dia menganggukkan kepalanya.

“Dia di apartemen ini, bersama sang tersangka.” Jelasnya padaku dan memperlihatkan gambar apartemen dimana Jimin berada bersama sang tersangka sialan itu. Aku masih tidak bisa tenang.

Kenyataannya, Jimin diculik sang tersangka.

“Bagaimana ini, Taehyung-ah? Apa Jimin akan baik-baik saja?! Bagaimana kalau dia dibunuh oleh sang tersangka?! Bagaimana kalau dia disiksa dengan tak lazim?! Bagaimana—“

“Hentikan!”

Aku sontak diam dan menatap obsidian Taehyung yang menatapku tajam. Ia meremas bahuku erat.

“Jimin akan baik-baik saja. Kau lupa dia sangat lihai bela diri? Tidak mungkin dia akan mati semudah itu. Percayalah padanya.”

“Aku selalu percaya padanya, Taehyung. Tapi kali ini aku tak bisa.”

“Kenapa kau sangat mengkhawatirkannya?”

“Karena dia adalah rekan kerja dan temanku! Tidak—“

“Apa benar hanya rekan kerja dan teman?”

Taehyung menatapku lekat. Aku tak mengerti apa yang dikatakannya. Tentu saja karena dia rekan dan temanku, ‘kan? Tidak salah, bukan?

“Tentu saja!”

“Aku tak percaya.”

“Huh?”

“Kau sangat khawatir padanya sampai kau tak bisa percaya dan tenang. Kau yang takkan pernah tersenyum bahkan orang lain menggelitikimu, kini bisa tertawa lepas bersamanya. Kau yang biasanya memasang muka dingin, sekarang kau memasang wajah merona dan senyum manis saat berada disampingnya. Kau yakin kau tak menyukainya?”

DEG!

Kata-katanya langsung menusuk otak dan hatiku. Entah kenapa jantungku berdetak kencang sekarang. Tubuhku panas dingin. Ini…

“Ti-tidak! A-aku tidak men-menyukainya!” bantahku. Bahkan aku kini berbicara terbata-bata. Ada apa denganku?!

“Kau menyukainya, sangat. Hanya kau takut untuk menyadari dan mengungkapkannya.” Ujar Taehyung sambil melepaskan  tangannya dari bahuku. Aku melebarkan kelopak mataku. Tubuhku bergetar.

“Kau yang takut. Jimin sudah berani untuk mengajakmu berkencan dan menjadi kekasihnya setiap hari. Dan kau masih menolaknya. Kau hanya ragu. Jimin sangat mencintaimu, kau tahu? Bahkan dia rela melakukan apapun untukmu. Kalau bukan karenanya, mungkin sekarang yang bersama tersangka itu kau, bukan Jimin.” Ujar Taehyung. Aku semakin gemetar.

“Sebelum dia tertangkap, dia sudah tahu bahwa pria itu akan menangkapmu, jadi ia berusaha melindungimu, bahkan makanan bius itu sekalipun. Untung saja ia memakannya, dan ialah yang kena. Kau masih meragukannya? Dia sangat mencintaimu, melebihi apapun.”

Aku berlutut sambil meremas rambutku. Benar, aku yang takut mengungkapkannya. Aku ragu padanya. Taehyung benar. Aku yang bodoh. Jimin benar-benar mencintaiku. Kalau bukan karenanya, pasti aku disitu sekarang.

Jimin… aku mencintaimu.

“JIMINN!!”

3rd – Save

DOORRRR!!

Suara pistol kembali terdengar. Aku kembali menarik pelatuk dan benda yang tipis pun berhancuran. Pintu, jendela, apapun. Jungkook, agen kami yang ahli dalam penyelinapan, segera masuk. Aku dan Taehyung mengikutinya.

Aku menemukan Jimin secara tidak sengaja. Aku mematung melihatnya begitu tak berdaya. Darah ditubuhnya… sayatan… dan keringat ditubuhnya. Dia diikat dengan tali yang kuat. Bibirnya bergetar.

Aku segera berlari kearahnya dan mulai melepaskan talinya. Jimin menatapku.

“Kau… Kenapa kau disini? Pergi… jangan mengkhawatirkanku. Berbahaya disini…” desis Jimin padaku.

“Kau gila? Aku dibekali dengan seni bela diri dan bermain pistol dengan baik. Kau yang dalam bahaya! Dasar bodoh!” pekikku pdanya. Talinya putus juga akhirnya. Aku segera merangkulkan lengannya di bahuku dan menyeretnya keluar.

“Kau mau kemana?” suara pria yg berat terdengar. Aku membalikkan tubuhku.

“Dasar gadis sialan. Kalian benar-benar menghancurkanku! Kalian tidak tahu aku begini untuk siapa. Apalagi Kim Namjoon. Aku terpaksa membunuhnya. Dia adalah salah satu temanku. Aku…” pria itu berlutut sangat kasar. Ooh, kurasa lututnya sakit.

“Aku… aku pasrah sekarang. Tapi, demi anakku, demi istriku., aku melakukan ini. Tolong…” ujar pria ini lagi. Aku merasa kasihan padanya.

“apa itu benar?” tanyaku. Dia mengangguk.

“Siapa namamu?”

“Hoseok… Jeong Hoseok. Tolong bantu aku… aku harus menghidupi keluargaku…”

“Pertama-tama, kau harus masuk ke penjara. Kau memilih jalan yang salah untuk menghidupi keluargamu. Untuk menghidupi keluargamu tak usah dengan perilaku begini.” Ujarku dingin.

“Tapi, bagaimana anak dan istriku jika aku pergi? Siapa yang akan membiayai mereka?”

“Aku.”

Tiba-tiba pria berambut perak berada disampingku sekarang. Aku dan Jimin tentu saja terkejut.

Sa-sajangnim…” ujar kami. Yap, itu Min Yoongi.

“Aku sudah tahu latar belakangmu semalam. Aku yang akan membiayai mereka. Kau tenang saja, mereka akan tinggal di apartemen milikku sementara menunggu keluar.” Jelasnya pada Hoseok. Aku tak percaya Yoongi ternyata sebaik ini. Biasanya ‘kan dia tak perduli. Seperti yang pernah dikatakannya padaku : I don’t give a shit.

Jin… Jinjja?” Tanya Hoseok tak percaya.

“Cepat ikuti aku ke kantor polisi. Aku akan membelamu dan mungkin mereka memberimu hukuman ringan. Tentang Namjoon, kau harus mengunjunginya. Ayo.” Ujar Yoongi. Hoseok mengikutinya, begitu pula kami.

“Jimin… aku lega kau masih hidup.”

4th – Love [END]

Sudah seminggu tentang kejadian itu. Jimin juga sudah pulih dan kembali beraktifitas. Kini kami berempat —Taehyung, Jimin, Jungkook dan aku— berjalan bersama ke taman. Setelah sekian lama, akhirnya kami duduk di salah satu bangku.

“Huft… aku capek!” keluh Jungkook —atau nama lengkapnya Jeon Jungkook— saat sudah duduk. Taehyung menjitak kepalanya.

“Kau! Kalau capek, kenapa mengikuti kami?”

“Aku hanya ingin ikut.”

“Dasar!”

“Wae?”

Mereka masih berdebat, aku bersama Jimin hanya tertawa karena tingkah laku mereka.

Sebenarnya, Hoseok dan Namjoon adalah teman yang sangat dekat. Suatu hari Namjoon menemukan bahwa Hoseok melakukan perdagangan illegal. Jadi, Namjoon bingung, dan ia ingin ke kantor. Hoseok pikir Namjoon akan melapor, jadi dibunuhnya Namjoon secara terpaksa. Dia punya istri dan seorang anak lelaki berusia 4 tahun. Ia terpaksa melakukan perdagangan illegal dengan klien gelap karena bayarannya cukup besar. Sayangnya, ia harus berakhir di penjara selama 15 tahun.

Dan, Jimin sedang menyandarkan kepalanya di bahuku dan berkata : “Aku mencintaimu, sangat.”

Aku mendengus, lalu tersenyum.

“Entahlah… kurasa aku juga mencintaimu.”

Jimin bangkit. “Jinjja? Maukah kau menjadi kekasihku?”

Aku tersenyum manis.

“Tentu, Park Jimin.”

FIN

.

.

.

.

A/N : Annyeong yeoreobun~! Hye kembali melanjutkan FF yang gaje ini. Seru? Kayaknya kagak T.T #lemparJiminkeARMY #eh

Leave your review, readers! Review kalian sangat berguna dan berharga bagiku. Annyeong!!

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s