[BTS FF Freelance] Stupid Marriage (Chapter 2)

PicsArt_06-26-11.13.23-1

Stupid Marriage [Part 2]

 By Syarifah Ahn

Cast Kim Taehyung x OC’s Ahn Seul Bi | Genre  Fluff, Sad, Marriage-life | Rated PG 15+

Cerita ini murni milik Author. Hargai dengan komentar. Krisar di terima

Cover by Syarifah Ahn

H A P P Y  R E A D I N G

Stupid Marriage

[11 Februari 20xx]

Kala itu Ahn Joon Wook masih mengusai segala cabang perusahaan. Tubuhnya masih terlampau kuat untuk memikul beban pekerjaan. Mobil mewahnya terparkir di sebuah panti asuhan kumuh di Daegu.

Ia ditemani oleh seorang pelayan setia. Keduanya berjalan-jalan mengelilingi panti asuhan. Mencari anak yang pantas untuk dijadikan cucu angkat.

“Siapa gadis manis itu?” Joon Wook bertanya pada pelayan. Menunjuk seorang gadis kecil bersurai hitam berponi.

“Dia sudah sejak lama di panti asuhan ini. Belum ada yang mau mengadopsinya,” beritahu si pelayan

“Mengapa?”

“Karena dia buta,”

Joon Wook mengangguk-angguk. Rencananya untuk mengadopsi sang anak pupus sudah. Ia tak mau memelihara anak cacat dalam keluarganya.

“Nah, kalau yang itu-” Joon Wook mengarah pada seorang anak laki-laki manis yang tengah bermain bola.

“Oh, dia anak yang pintar. Kata ibu pemilik panti asuhan, dia sering menjadi juara kelas di sekolahnya.”

“Wah, dia bisa menjadi penerus perusahaanku.”

“Ma-maksud anda Tuan?”

“Ya, anak seperti itu lah yang ku cari. Dia bisa berteman dengan cucu kandungku. Seul Bi pasti menyukainya. Hmm, Siapa nama bocah itu?” tanya Joon Wook

“Taehyung.. namanya Kim Taehyung.”

[Flashback End]

***

Malam ini terjadi gerimis. Suara mesin mobil menyeruak di pekarangan rumah besar itu. Taehyung segera masuk ke dalam sana. Beberapa pelayan langsung menyambut kedatangannya. Namun Taehyung melewati mereka begitu saja.

Ia menaiki undakan tangga menuju kamar. Namun wajah Taehyung berubah masam saat menemukan siluet Seul Bi.

“Eeh, Oppa! Kau sudah datang.” Seul Bi berjalan riang menghampiri Taehyung. Memeluk mesra lengan pemuda itu.

“Lepaskan tanganmu!” tegas Taehyung

Bibir Seul Bi mengerucut. Ia melepas lilitan tangannya dengan malas.

“Dimana Kakek?” Taehyung bertanya

“Kakek sedang tidak enak badan. Katanya dia tidak bisa ikut makan malam. Hari ini kita akan makan malam berdua,” beritahu Seul Bi

Taehyung menarik nafas panjang. Ia kesal. Padahal tadi siang Kakek Joon sehat-sehat saja. Bahkan dengan seenak jidatnya dia bilang pada Taehyung agar jangan pulang terlambat. Akan ada makan malam penting. Namun nyatanya-

‘Pak tua itu tidak bisa ikut serta, Tsk!’

“Ah, namun setidaknya malam ini Kakek tidak membicarakan pernikahan bodoh itu lagi!” ucapnya kemudian

“Oppa, kau ini bilang apa sih?” protes Seul Bi

Taehyung menatapnya datar. “Minggir. Aku mau mandi!” tegas Taehyung

Seul Bi tersenyum manis. “Setelah mandi, jangan lupa makan malam denganku. Malam ini aku yang memasak. Semuanya sudah disiapkan. Hehe walaupun dibantu Bibi Nam juga.”

Taehyung acuh. Ia melewati Seul Bi begitu saja.

Bau keringat menyeruak saat Taehyung menghilang dari pandangan. Oh, ternyata aroma lelaki itu masih berbekas disini. Seul Bi terkekeh kecil. Aroma Taehyung sangat menggoda.

Taehyung membaringkan tubuhnya di ranjang. Aktifitasnya hari ini sungguh membuat penat.

“Hhhh..” desahnya lelah

Taehyung kembali duduk di tepi ranjang. Matanya menangkap sebuah pigura yang terletak di atas nakas.

“Sudah lama sekali..” tawanya renyah. Ia meraih pigura yang bergambar dirinya dengan seorang gadis cantik. Keduanya masih kanak-kanak. Tersenyum sangat lebar.

“Bagaimana kabarmu sekarang?” Taehyung berbicara seorang diri. Ia mengamati lekat-lekat foto gadis kecil itu. Temannya saat masih berada di panti asuhan dulu.

‘Aku merindukanmu, bodoh!’ ucapnya berbatin

Seul Bi duduk manis menunggu Taehyung di meja makan. Ia mengayun-ayunkan kakinya sembari bersenandung kecil.

“Bibi, tambahkan buah anggur lebih banyak lagi!” perintah Seul Bi

Bibi Nam mengangguk saja. Segera mematuhi perintah nona majikannya.

Ia kembali mengayunkan kaki. “Ish, kenapa Oppa lama sekali?” Seul Bi memasang wajah masam.

“Apa aku harus menjemputnya ke kamar?”

Baru ingin beranjak, Taehyung tiba dengan penampilan lebih segar. Seul Bi menatapnya berbinar.

“Ck, kau seperti wanita saja. Mandi berjam-jam.” sindir Seul Bi

Taehyung tak menggubris.

Ia menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Seul Bi.

Di meja makan telah tersedia banyak makanan. Seul Bi meraih piring dan menyendoki nasi di atasnya. Memberikan pada Taehyung.

“Aku bisa melakukannya sendiri!” tolak Taehyung

Seul Bi memberi tatapan sinis. “Untuk saat ini aku mengalah, tapi setelah menikah-“

“Diam!” potong Taehyung

Seul Bi menarik nafas panjang. Berusaha menahan segala sumpah serapah yang ingin ia tumpahkan pada lelaki itu.

Suasana menjadi hening. Hanya ada suara dentuman sendok dan garpu yang menyeruak. Jika ada Kakek Joon, pasti makan malam akan terasa lebih ramai. Joon Wook selalu mengajak cucunya berbicara. Namun saat ini-

‘Terasa seperti tidak ada kehidupan,’ Seul Bi menggerutu

Gadis itu sengaja menggesek kasar garpu di atas piringnya. Sengaja membuat Taehyung terusik.

 “Oi, apa kau bisa makan lebih feminim?” sindir Taehyung

Seul Bi menatap Taehyung tajam. “Kalau begitu jangan mengacuhkanku. Kau sibuk sendiri. Membiarkanku diam seperti orang bodoh. Kau pikir itu menyenangkan?” desis Seul Bi

Taehyung menarik nafas panjang. “Hei! Kau lupa ya, selagi makan di larang berbicara. Bukankah itu yang pernah kakek sampaikan?” ujarnya sinis.

“Jangan jadikan teori itu sebagai alasan.”

“Lalu, kau mau apa?” tantang Taehyung

Tangan Seul Bi terkepal kuat. Ia mengunyah kasar daging steaknya. Niat untuk mengajak Taehyung bersuapan mesra hilang sudah. Nafsu makannya lenyap. Taehyung selalu berhasil membuat moodnya buruk.

“Aku selesai!” Taehyung berdiri dari kursi. Hendak melangkah pergi. Namun Seul Bi mencegah.

“Bagaimana makanannya?” tanya Seul Bi

Taehyung menghempaskan tangan gadis itu. “Kau ingin aku menjawab apa?”

“Ish, katakan saja.”

Taehyung terlihat menerawang. “Umm, makanannya sangat lezat.”

DEG

Jawaban yang diberikan Taehyung membuat Seul Bi sedikit senang. Setidaknya Taehyung menikmati makan malam hari ini.

“Oppa, kau benar-benar serius dengan ucapanmu ‘kan?” Seul Bi memastikan

“Tentu, besok aku ingin mencicipinya lagi!” ujar Taehyung penuh keyakinan

Seul Bi menampakkan deretan giginya. Tersenyum bangga. Uh, ia begitu bahagia.

“Tapi– Kau yakin semua makanan ini kau yang masak?” Taehyung menyelidik

“Tentu. Kalau tidak percaya tanya saja pada Bibi Nam!”

Taehyung mengangguk-angguk. “Haha, pembohong!”

Dahi Seul Bi berkerut. “Apa maksudmu?”

“Ayolah mengaku saja, semua makanan ini kau beli dari Kona Beans kan? Kau pikir kau bisa menipuku? Maaf sekali.”

Glek

Seul Bi menelan ludah susah payah. “Bodoh! Jangan sembarang bicara. Memangnya kau punya bukti eoh?” tantang Seul Bi.

Taehyung terkekeh. “Mudah saja. Tadi aku menemukan kertas yang digulung di tong sampah. Menu makanan beserta harga yang dibeli dari Kona Beans, semua tercatat disana.” Beritahu Taehyung.

Seul Bi membuang muka. Terlalu malu oleh ulah cerobohnya sendiri. Ia yakin jika Taehyung semakin merasa jijik. Lagi-lagi usahanya selalu gagal.

‘Sial. Pasti dia sedang menertawaiku!’ Seul Bi merutuki diri

Taehyung tersenyum sinis. Ia meraih puncak kepala Seul Bi. Mengelusnya perlahan. “Kau belum pantas menjadi istriku..”

Setelah mengatakan kalimat itu, Taehyung segera berlalu. Meninggalkan Seul Bi yang terduduk bodoh di hadapan meja makan. Samar-samar Seul Bi mendengar Taehyung terbahak keras di dalam kamarnya.

Oh, setiap usaha yang di bumbuhi cara licik ternyata selalu berujung sial. Kasihan sekali.

Seul Bi berdiri dari kursinya dengan kasar. Kali ini Taehyung kembali berhasil membuat ia kebakaran jenggot. Lelaki itu tak pernah sekali pun bersikap manis.

Ingin rasanya Seul Bi mengadukan apa yang terjadi malam ini pada kakeknya. Namun situasi tidak mendukung. Kakek Joon sedang tidak sehat. Membuat Seul Bi mengurungkan niat.

Ia mendesah kasar. Di lihatnya Bibi Nam sedang membereskan makanan. “Buang semua sisa makanan ini ke tong sampah!” Perintahnya.

“Tapi sisanya masih sangat banyak, nona. Anda dan tuan muda makan sangat sedikit.”

“Aku tidak peduli. Ingin ku pecat?”

Bibi Nam menunduk saja. Merasa terancam oleh perintah majikan mudanya.

Seul Bi berlalu dari ruang makan. Menaiki undakan tangga seperti biasa. Ia ingin bertemu Taehyung. Lelaki itu harus membayar kemarahannya.

“Oppa! Keluar lah!” Seul Bi berteriak di depan kamar Taehyung. Memukul pintu kamar lelaki itu dengan keras. Pelayan yang mendengarnya hanya mampu mengelus dada.

“Aku ingin bicara!” Pekiknya lagi

“…”

Namun Taehyung tak menggubris.

“Jangan menjadi pengecut, bodoh!” Jerit Seul Bi

“KIM TAEHYUNG—“

BRAK

Pintu berdecit. Taehyung keluar dengan muka datar.

“Ada apa?” Lelaki itu berbicara sembari melepas headsetnya.

Seul Bi geram. Giginya bergelutuk. Dalam hati ia mengucapkan kata-kata mutiara yang jorok ketika di dengar. Gadis itu betul-betul emosi sekarang.

“Kau menyuruhku keluar hanya untuk melihatmu diam dengan raut kesal seperti itu?” Taehyung berdecak

Seul Bi menatapnya lamat. Kemudian mendorong tubuh Taehyung yang menghalang pintu. Sang gadis memasuki kamar Taehyung tanpa izin. Berbaring di ranjang empuk milik pemuda itu.

“Hoi, keluar dari kamarku!” Perintah Taehyung

“Tidak.”

“Jangan mengotori tempat tidurku!”

“Kau pikir aku gadis jorok?”

Ck, apa peduliku. Keluar dari kamarku!” Usir Taehyung

“Tidak mau!”

“Kau ingin aku menggunakan cara kasar?”

“Coba kalau berani!” Tantang Seul Bi

Sorot mata Taehyung menajam. Ia tarik tangan Seul Bi yang masih berbaring. Tangan kekarnya berhasil membuat gadis itu hampir terhuyung ke lantai.

Kini Seul Bi telah terduduk di tepi ranjang. Memijat tangannya yang terasa sakit akibat cengkraman Taehyung. Menatap Taehyung dengan penuh amarah.

“Sialan kau, Kim Taehyung!” Seul Bi memekik kesal.

“Aku bisa saja membuat kau terhempas ke lantai dingin itu. Tapi kali ini aku masih berbaik hati!”

“Aku benar-benar membencimu!” Pekik Seul Bi

Lelaki itu tersenyum sinis. “Sekarang keluar dari kamarku!” Kecamnya lagi.

Seul Bi menggeleng keras. Tak ingin kalah untuk yang kedua kalinya. Gadis itu kembali berbaring . Bahkan sudah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Taehyung menarik nafas panjang. Wanita ini benar-benar cari mati ternyata.

Ia tarik selimut yang menutupi seluruh tubuh si gadis. Meraih tangan Seul Bi. Hendak melakukan hal yang sama lagi. Namun pergerakannya kalah cepat dari Seul Bi. Gadis itu ikut menarik tangan Taehyung hingga membuat si lelaki terjatuh menindihkan.

‘Oupss’ Seul Bi tertawa dalam hati.

Taehyung hendak bangkit. Namun Seul Bi sudah lebih dulu mengalungkan tangannya di leher pemuda itu.

“Ingin menggodaku?” Sindir Taehyung

Seul Bi menggeleng lamah. “Aku tidak menggodamu kok.”

“Lalu apa?”

“Hanya ingin melihat kemarahanmu saja.”

Taehyung berdecak. “Kenapa kau tak pernah bisa berhenti mengusik hidupku?”

“Karena kau milikku, Kim Taehyung!”

Taehyung tersenyum miring. Ia membetulkan posisi. Lebih merapatkan tubuh dengan Seul Bi. Tangannya bergerak mengelus surai gadis itu.

“Apa kau begitu mencintaiku?” Taehyung bertanya

“Tentu saja. Kalau tidak untuk apa aku memaksa kakek untuk memintamu menyetujui pernikahan itu?”

Taehyung terkekeh. “Jangan terlalu mencintaiku. Karena sewaktu-waktu aku bisa menjadi racun untuk keluarga kalian,” Ucap Taehyung

“Begitukah?”

“Aku bisa menekan pelatuk pistolku kapan saja. Peluru untuk pertahananku!”

Seul Bi tertawa. “Drama sekali!”

“Kau tak percaya? Umm.. apa selama ini kau selalu menganggapku orang baik-baik?” Seru Taehyung

Seul Bi mengangguk yakin. “Kau orang yang sangat baik. Makanya aku menyukaimu. Bahkan kakek memberi setengah warisannya untukmu karena kau adalah orang kepercayaannya.” Terang Seul Bi

Taehyung tersenyum samar. “Wow, begitu ya? Ah, berarti aku berhasil.”

Dahi Seul Bi berkerut. “Berhasil apa?”

“Berhasil dalam langkah pertama untuk menghancurkan keluargamu!”

“Itu tidak mungkin!” Seul Bi berusaha mengelak

“Terserah saja kalau tidak percaya. Eungh, ngomong-ngomong kapan hari pernikahan kita?”

Seul Bi membuka mulutnya lebar. Terkejut oleh apa yang ia dengar. Astaga baru kali ini ia mendengar Taehyung bertanya soal pernikahan mereka.

“Kau tanya apa tadi?”

Taehyung terkekeh. Elusan tangannya di kepala Seul Bi semakin membuat gadis itu melayang.

“Tanggal berapa hari pernikahan kita?”

“Soal itu kakek masih merahasiakan. Apa kau ada urusan kerja ke luar negeri? Masih sempat jika hanya beberapa hari.” Seul Bi menjawab cepat sangking bahagianya.

“Hmm, begitu ya? Padahal aku sudah tidak sabar.”

“A-APA?”

Seul Bi merasa jantungnya sudah jatuh ke perut sekarang. Oh ayolah, apa Taehyung hanya sedang mengerjainya?

“Apanya yang tidak sabar?” Seul Bi menyelidik

“Hari pernikahan itu.”

“Berarti kau sudah benar-benar menyetujuinya, Oppa?” Seul Bi begitu bahagia

Terdengar tawa remeh dari Taehyung. “Siapa bilang? Justru aku tidak sabar karena ingin membuat rencana lain. Sudah kususun matang-matang. Aku bukanlah orang yang bisa selalu baik. Bukankah aku sudah mengatakannya?”

“Rencana apa?” Seul Bi menghentikan tangan Taehyung yang masih bermain di rambutnya. Gadis itu kembali menatap Taehyung penuh selidik.

Senyuman miring tersungging di wajah pemuda itu. “Kau ingin tahu apa rencanaku?”

Seul Bi mengangguk cepat.

“Rencanaku adalah membatalkan pernikahan. Disana aku akan membawa wanita lain yang akan keperlihatkan di depan semua tamu undangan. Aku akan berdiri di atas altar. Kemudian menyatakan kalau pernikahan kita di batalkan. Keren kan?”

“YA!” Seul Bi berteriak tak terima. Ia hendak mendorong tubuh Taehyung. Namun Taehyung malah semakin menghimpitnya.

“Kau marah?”

“Kau tidak bisa melakukan itu. Pernikahan kita harus tetap berjalan. Kau hanya milikku, Kim Taehyung!” Kekeh Seul Bi

Taehyung tertawa keras. “Kau tau apa yang akan di lakukan seorang pria normal jika ada seorang gadis yang menyelinap di kamarnya?”

“Aku tidak menyelinap!” Bela Seul Bi

“Kau sudah terlanjur menggodaku.” Taehyung berbisik

Tubuh Seul Bi menegang. Seperti ada sengatan listrik. Setelah Taehyung berhasil membuatnya kesal, kini Taehyung ingin membuat jantungnya berdenyut cepat.

“Kau menggunakan shampoo ekstrak strawberry ya?” Tanya Taehyung

Seul Bi mengangguk pelan.

“Aku suka,”

Glek

Seul Bi menelan salivanya sulit. Mengapa ia begitu lemah disaat-saat seperti ini.

‘Tidak! Aku tidak boleh lemah. Aku harus menyerangnya balik.’ Seul Bi berbatin. Berusaha bersikap tenang.

“Aku mau ke kamarku. Aku sudah mengantuk,” Beritahu Seul Bi

“Aku tidak akan membiarkan kau tidur.”

“Kenapa?”

Taehyung tersenyum miring. “Setelah menggodaku, kau ingin pergi begitu saja?”

“Siapa yang menggodamu?” Balas Seul Bi

Taehyung menatap si gadis penuh kekesalan.

“Menyingkir lah, aku mau tidur!” Perintah Seul Bi

“Nanti saja!”

Taehyung menatap lekat wajah Seul Bi. Menikmati wajah gadis itu. Seul Bi benar-benar cantik, namun ia benci mengakuinya.

“Seul Bi,”

“Apa?” Tanya si gadis

Taehyung menarik nafas panjang. Kemudian mendekatkan wajahnya pada Seul Bi. Posisinya belum berpindah dari perempuan itu. Seul Bi masih berada di bawahnya.

“Bagaimana kalau aku menidurimu sekarang?” Kata Taehyung

“Memang kau berani?” Tantang Seul Bi sinis

“Mengapa aku harus takut?”

“Awas saja. Akan ku adukan pada kakek!”

Senyuman Taehyung merekah mendengar jawaban itu. Ia semakin mendekatkan wajah mereka. Seul Bi menutup matanya takut. Taehyung hampir terjungkal melihatnya.

“Hahaha!”

Seul Bi mendengar suara tawa. Ia mengernyit bingung. Beban berat di atas tubuhnya terasa hilang. Ia membuka mata. Dan-

“Hahahaha. Gadis bodoh!”

Taehyung memegangi perutnya. Lelaki itu sudah berdiri di samping ranjang. Tertawa begitu keras.

“Berengsek kau, Kim Taehyung!” Jerit Seul Bi

“Salahkan kebodohanmu itu. Kau pikir aku benar-benar akan menyentuhmu? Yang benar saja!”

Wajah Seul Bi merah padam. Sungguh, ia malu sekali. Lagi-lagi ia kembali kalah. Ingin sekali ia menyumpal mulut Taehyung dengan bantal.

Seul Bi beranjak dari ranjang. Berlalu dari kamar dengan raut kesal. Ia membanting pintu dengan keras. Sementara Taehyung masih bergelut dengan tawanya.

Oh ayolah, Taehyung bukan lelaki bodoh. Ia tidak mau menyianyiakan hidupnya hanya untuk meniduri Seul Bi. Karena hal itu justru akan membuat ia dan Seul Bi semakin terikat.

Bodoh. Taehyung tak ingin itu terjadi.

TBC

Hi! Mungkin Part selanjutnya aku post lebih telat. Jangan lupa tinggalkan komentar. Jangan sungkan2 memberi krisar ^_^

Tolong hargai Author, nulis itu gk gampang. Jangan ngasih coment cuma ‘Next, tag me’ atau semacamnya. Readers kayak gitu sama aja gk memberi dukungan. jadi, tinggalkan jejak. (Siders = Pencuri) ^_^

Advertisements

7 thoughts on “[BTS FF Freelance] Stupid Marriage (Chapter 2)

  1. Uwaah, jahat bgt taehyung disini wkwk. Itu yg difoto cewe yg disukai taehyung kah? Tp aku benci bgt sosok kakeknya seul bi disini:( licik kelihatannya. Part ini di post ga sesuai jadwal kah thor? Karena kmren2 aku liat di jadwalnya seharusnya beberapa hari yg lalu sudah di posting:( tp gpp lah. Ku tunggu kelanjutannya thor💜

    Like

  2. Yakkk sumpah yang menggoda itu taehyung bukan seulbi ahhh rasanya pengen jedotin kepala taehyung ke ujung ranjang wkwkwk
    Jadi seulbi itu bodoh atau terlalu polos? Wkwk
    Kayaknya yg ada difoto tae waktu kecil itu anak perempuan yg buta itu ya? Ahh tae suka sama anak itu

    Like

  3. Aaahhh~ author ijinkan aku tuk teriak dulu ya haha 😀
    Taehyung disini karakter nya jadi cowok dingin tapi entah kenapa bikin melting 😀 hahaha
    aku suka sama karakter nya seulbi yang manja buat taehyung kesel banget tapi menurut aku itu bakal jadi daya tarik seulbi untuk dapati hati taehyung
    Oh ya, taehyung punya cinta pertama ya ? huft kasian sama seulbi
    Seulbi semangat ya! haha 😀

    Auhtornim juga yang semangat ya nulis next chapter nya sampai end 🙂
    Ditunggu next chapter nya ya! 🙂

    Like

  4. Sory klo gak salah aqu pernah baca ni d Fb, yg d grup tu… Yg d Fb klo gak salah udh sampai part 6 y tp sayang udh d segel ma haters gak jelas gtu… Cepat d post lg y… Bikin penasaran n gregetan baca nya… Thank You 😊

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s