[BTS FF Freelance] We Are Here (Ficlet)

13606503_271275243249086_7563227600825544352_n

“We Are Here.”

Story by Dara Rose.

[BTS’s] Kim Namjoon / Rap Monster – [OC] Rose

 Friendship? | Ficlet fic | It’s dedicated for our Rap Monster | #HugNamjoon


Dirinya menghela napas panjang sebelum menekan bel elektronik. Tangannya menggenggam ponsel pintar dengan layar yang masih menyala menampilkan halaman internet. Tak lama menunggu, pintu putih di hadapannya akhirnya terbuka. Menampakkan sosok tegap dengan setelan kaos putih dan celana jins biru yang pendeknya selutut. Itu Seokjin.

“Oh, Rose! Silahkan Masuk!”

Gadis bertubuh pendek dengan surai berwarna coklat pekat sebahu segera melangkahkan kakinya masuk. Dirinya sudah hapal seluk-beluk ruangan yang selama ini ditempati oleh ketujuh member boygroup Bangtan Boys atau lebih dikenal dengan nama BTS. Kakinya yang dibalut dengan converse high warna merah melangkah lebih jauh menuju kamar dengan pintu bercat coklat di sebelah barat dari pintu masuk. Rose membuka pintu yang ada dihadapannya dengan tak sabaran dan menatap sosok seorang pria yang kini sedang duduk di pinggiran ranjang dengan kepala sosok itu yang tertunduk dalam.

“Joon…”

Sosok itu menoleh dengan cepat. Mimik wajahnya segera ia rubah tatkala ia mengetahui siapa yang masuk kekamarnya -kamar Jungkook juga.

“Rose?”

Rose melangkah gusar menghampiri sosok itu. Bola matanya entah kenapa memanas begitu melihat sosok itu tersenyum lebar dengan warna hitam yang menghiasi kantung matanya. Ia duduk di samping sosok itu, Kim Namjoon. Tangannya terangkat untuk sekedar memukul lengan berisi milik Namjoon dengan tak berdaya. Tangannya yang lain pun hanya bisa terangkat untuk menutup mulutnya yang bisa terisak kapan saja.

Dirinya melirik kearah ponsel pintar yang digenggam Namjoon. Layar itu menampilkan salah satu halaman internet yang sama dengannya. Dan saat itu pula, tangisnya pecah. Ia tak bisa membendung air mata yang terus meronta lebih lama lagu. Bibirnya melontarkan isakan pilu yang membuat siapa saja yang mendengarnya bisa saja ikut terisak.

“H-hey, ada apa?”

“Ada apa kau bilang? Kenapa kau masih bisa tersenyum bodoh dengan kantung mata yang menghitam dihadapanku? Apa kau tidak berniat menumpahkan segalanya padaku atau member lain? Kau bodoh! Brengsek! Sialan! Bedebah! Aku membencimu, Joon….”

Namjoon tersenyun miris begitu mengetahui arah pembicaraan Rose. Wajahnya kembali menekuk. Kepalanya tertunduk dalam dengan mata yang terpejam. Tangannya meremas ponselnya sendiri (tidak peduli juga jika ponselnya akan rusak dan mati karena remasannya). Dirinya menghela napas berat. Mengusap wajahnya kasar. Menatap kosong lantai kamarnya. Wajahnya kembali terangkat, mengalihkan pandangannya untuk menatap wajah gadis dengan air mata yang masih membasahi pipi berisinya.

“Kau tahu? Aku tidak bermaksud untuk membuat lirik yang mengandung unsur kebencian terhadap kaum wanita. Aku juga sudah meminta maaf atas hal itu.” Sekali lagi, Namjoon menghela napasnya berat. Menatap dalam manik mata coklat gadis dihadapannya yang kini mulai menghentikan isakannya.

“Apa kau- ah apa mereka tahu apa yang aku pikirkan saat menulis lirik lagu? Aku memikirkanmu. Aku memikirkan orang-orang yang aku cintai. Aku memikirkan mereka yang menunggu karyaku. Aku memikirkan mereka yang mendukungku. Aku kira mereka akan bangga dengan lirik yang kubuat, tapi sepertinya perkiraanku salah, mereka sepertinya kecewa. Aku sudah membuat mereka yang mencintaiku kecewa. Aku sangat setres membayangkan wajah mereka yang penuh dengan kekecewaan dan itu membuatku tak bisa tidur,” lanjutnya.

Rose bangkit dari duduknya. Berdiri tepat dihadapan Namjoon yang mendongak menatapnya bingung. Rose merendahkan tubuhnya dan segera merengkuh tubuh tegap Namjoon. Mengaitkan dagunya di bahu Namjoom. Tangannya perlahan mengusap punggung lebar Namjoon yang terbalut kaos hitam.

“Kenapa kau menanggung bebanmu sendirian? Kau tahu? Aku disini, selalu ada disini, di sampingmu. Tidak- Bukan hanya aku, kami selalu ada disini. Mendukungmu. Kami tahu membuat sebuah lagu itu susah. Sangat susah bagi kami yang tidak berpengalaman. Kau sudah melakukan yang terbaik, Joon. Ini hanya kesalah pahaman sudut pandang.”

Rose tersenyum tipis. Bibirnya tak henti-hentinya melontarkan kalimat penenang untuk Namjoon kala ia merasakan kemeja yang dikenakannya mulai basah. Akhirnya, Namjoon menumpahkan segalanya.

“Kau seorang pemimpin. Makan dan tidurlah yang baik. Jangan biarkan member lain tidak terurus karena kau terlalu setres dan jatuh sakit. Semua orang yang mencintaimu akan terus disini. Menggenggam tanganmu… Memelukmu, Joon.”

Namjoon tidak terisak. Ia hanya menumpahkan air mata yang selama ini ia tahan. Dan, Rose adalah salah satu orang yang menjadi saksi yang melihat runtuhnya pertahanan yang Namjoon buat.

“Aku tidak marah kepada mereka yang salah paham. Tapi, aku marah kepada mereka yang menutup telinga mereka kala orang yang berada dipihakmu mengklarifikasi soal ini,” lanjut Rose seraya melepaskan dekapannya. Dirinya tersenyum manis melihat jejak air mata dipipi pria dihadapannya itu.

“Orang-orang hanya melihat apa yang mereka ingin lihat. Jika mereka benar-benar peduli dan mengambil waktu untuk memahami idola mereka, mereka mungkin tidak akan mengatakan hal semacam itu,” ujar Namjoon seraya menghapus jejak air mata dipipinya.

“Aku mengerti apa yang kau rasakan, Joon.”

“Terimakasih, Rose…”

“Hanya kepadaku? Hey, kau harus berterimakasih kepada yang mendukungmu diluar sana juga, Kim.”

“Baiklah, baiklah.” Namjoon tersenyum lebar, menampakkan dimple di pipinya. Melihat itu, mau tak mau Rose ikut tersenyum lebar menampilkan sederet gigi putihnya.

Rose mengalihkan pandangannya kearah jendela yang terbuka yang berada di kamar Namjoon. Memerhatikan bagaimana dedaunan yang berada di tanah diterbangkan oleh desiran angin sore yang hangat. Ia kembali menatap Namjoon yang menatapnya juga.

“Hari sudah larut, aku harus pulang…” Namjoon beranjak dari duduknya. Merapikan pakaiannya yang kusut. Tangannya terulur untuk merangkul bahu sempit milik Rose yang sebenarnya lebih pendek darinya. Mereka segera melangkahkan kaki mereka berjalan keluar kamar.

“Oh, Namjoon hyung? Akhirnya hyung keluar kamar juga. Dan, Rose noona, mau makan malam bersama kami? Jin hyung memasak banyak makanan malam ini.” Jungkook melangkah menghampiri mereka berdua yang berdiri di depan pintu kamar.

“Ah tidak, terimakasih. Ada sesuatu yang harus aku lakukan malam ini di butik. Jadi, aku tidak akan lama sampai malam disini. Maaf ya Jungkook?” Rose menepuk bahu lebar Jungkook. Jungkook hanya mengangguk pelan mengiyakan.

“Aku pulang dulu ya semuanya? Selamat beristirahat…” Rose berjalan menuju pintu keluar. Tangannya menggapai knop pintu dan membukanya.

“Hati-hati dijalan, Rose!”

“Iya, Joon!” Sebenarnya, jarak mereka tidak terlalu jauh. Tapi, mereka berteriak bersahutan. Apalagi saat Rose berteriak dengan suara yang melengking. Astaga. Bahkan, semua member kecuali Namjoon menutup telinga mereka menghindari gelombang suara yang tidak mengenakkan yang bisa saja memasuki gendang telinga mereka.

Kaki jenjang yang dibaluti converse high warna merah melanjutkan langkahnya. Terus melangkah, menyusuri jalanan yang sepi. Dirinya menatap kedepan seraya tersenyum hangat, lebih hangat dari sinar mentari yang kembali ke peraduannya di ufuk barat sana.

Rose mengakuinya, semua orang mengakuinya, bahkan CEO dari perusahaan BigHit Entertainment pun mengakuinya. Mengakui jika Namjoon menciptakan musik yang bagus. Mengakui jika Namjoon itu bertalenta, memiliki sikap yang baik, orang yang bekerja keras dan teliti. Dan, Namjoon harus mengetahui bahwa dirinya itu sempurna. Namjoon harus makan dan tidur dengan baik. Dirinya tidak harus memikirkan masalahnya lebih jauh sendirian. Namjoon membutuhkan uluran tangan yang akan membantunya bangkit kembali. Dia sudah bekerja keras dan dia lebih dari baik.

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] We Are Here (Ficlet)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s