[BTS FF Freelance] BTS and Her (Chapter 1)

Screenshot_2016-07-09-19-52-55_1_1_1

BTS and Her

Chapter 1

Jakarta, Januari 2016 pukul 06.45

Hari yang membosankan. Aku bosan melihat meja yang dibatasi oleh sekat – sekat yang terbuat dari kayu. Rasanya seperti berada di perpustakaan dibandingkan kantor. Hampir satu tahun aku bekerja disini sebagai trainer di perusahaan farmasi. Hanya sebagai staf biasa yang selalu menerangkan betapa pentingnya sebuah teori. Teori imunologi, molekuler, hematologi dan semua hal yang berkaitan dengan sains. Aku perkenalkan segala tentang sains kepada tim marketing yang bertugas untuk menjual produk perusahaan kami. Aku tidak tahan dengan semua ini.

Masih ada waktu 1 jam lagi hingga tiba waktunya bekerja. Segera ku buka laptoku untuk mengakses channel  youtube. Iya, aku masih melihat mereka dari jauh, lewat media sosial. Mereka… biasa dipanggiL Bangtan Seonyeondan atau BTS. Setiap kali aku melihat mereka di bangtan bomb, bangtan episode, atau bahkan live performances mereka, aku merasa bangga sekali pernah menjadi bagian dari mereka. Aku sangat terharu ketika melihat mereka mebawakan tarian pada lagu ‘Dope’ dan ‘I need you’.

07.30.

Tiba – tiba telepon di mejaku berbunyi.

“Halo.”

“Taeseok, ada tamu menunggummu di ruang tunggu.”

“Siapa?”

“Entahlah, mereka hanya bilang mereka mencarimu, ingin bertemu denganmu sekarang.”

“Baiklah, aku akan segera kesana.”

Tidak biasanya ada tamu yang datang tanpa menghubungiku terlebih dahulu. Ya tuhan, ini tidak mungkin. Mereka tidak akan menyusulku hingga sejauh ini. Aku sudah mengganti nomor teleponku dan aku tidak pernah menghubungi mereka lagi.

Aku segera keluar dari ruanganku dan bergegas ke ruang tunggu.

Ruang tunggu dikantorku seperti aquarium, dikelilingi oleh kaca transparan. Baru saja aku memasuki ruang tunggu beberapa langkah, aku terkejut melihat seseorang yang ku kenal, walaupun itu dari belakang. Seseorang yang menggunakan celana hitam longgar dengan baju putih berlengan panjang. Dia sedang menatap awan dari jendela ruang tunggu.

Aku menghentikan langkahku. Ini sangat mengagetkan.

Tiba – tiba seseorang memanggilku dengan suara kencang “Noona! Noona!”

Aku rasa aku sangat mengenali suara itu. Rasanya sangat sulit bagiku untuk bernafas ketika apa yang kau takuti akan kau hadapi hari ini. Aku terdiam, tidak bisa mengatakan apa – apa ketika mendengar suaranya.

Perlahan suara itu mendekat dan dia memelukku dari belakang.

“Noona, aku merindukanmu. Kemana saja kau selama ini, sangat sulit bagi kami untuk menemukanmu.”

Ya Tuhan. Wanginya masih sama. Jam tangan yang ia kenakan pun masih sama. Aku masih tidak bisa bergerak. Aku hanya diam seperti patung.

Aku berusaha mengatur nafasku perlahan. 1..2..3.. Bernafas, bernafas. Aku pasti bisa menghadapi ini.

“Jung – Jungkookie, kau kah itu? Bagaimana kau menemukanku disini?” Aku membalikkan badanku untuk melihatnya dan berusaha melepaskan kedua tangannya yang memelukku. Benar, dia adalah Kookie si maknae pintar.

“Ah ternyata kau sudah datang, hai Taeseokie” Taehyung membalikkan badannya dan melihatku, lalu ia mendekat untuk mencubit pipiku.

“Jangan mencubit pipiku, Taehyung-ah” aku berusaha melepaskan tangannya dari pipiku.

“Kau datang saat fanmeeting kami di Jakarta tahun lalu.” Kookie mengelus Ubun – ubunku.

“Bagaimana kau tahu, aku bahkan tidak bertemu langsung denganmu.” jawabku bingung.

“Kau tidak pernah berubah, Taeseokie.” Tegas Taehyung.

Tiba – tiba seseorang muncul di depan pintu ruang tunggu. Itu Jin. Member tertua di Bangtan. Dia menghampiriku, aku tak berani menatap matanya. Aku masih ingat kesalahan terbesarku kepadanya.

“Jin oppa, maafkan aku.”

“Tidak apa – apa Taeseok-ah, jangan mengingat hal itu lagi, kita sudah seperti keluarga.” Jin menempatkan kedua lututnya di lantai dan membuka tasnya dan memberiku sepasang sepatu converse merah ukuran 7. Itu ukuranku.

“Pakai ini TaeseoK-ah.” Ucap Jin.

“Untuk apa aku mengganti sepatuku? Bahkan sepatu ini tidak cocok dengan baju kerjaku.”

“Jangan khawatir, aku mengenalmu lebih dari siapapun.” Jin mengeluarkan kaos putih polos, cardigan panjang bewarna hitam, dan blue jeans ukuran 27. Iya, itu semua adalah ukuranku.

“Segera ganti bajumu, kita harus pergi sekarang juga.”

“Oppa, ini adalah jam kerjaku.”

“Tenang saja, gantilah bajumu segera.”

“Banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan disini, Oppa. Tolong mengerti.” Sanggahku kepada Jin.

“Taeseokie, bisahkah kau mengerti kami yang datang jauh-jauh hanya untuk menjemputmu disini?” Taehyung mulai berbicara serius.

“Noona, tolong ikuti saja apa yang dikatakan Jin hyung.” Kookie menambahkan.

“Aku harus meminta izin dengan atasanku terlebih dahulu.” Aku sangat kebingungan menghadapi mereka yang memaksaku seperti ini.

“Aku bilang tenang saja, segeralah ganti bajumu.” Tegas Jin.

Dalam kebingunganku, aku berjalan ke toilet utuk mengganti bajuku. Bangtan selalu memberiku kejutan tak terduga. Setelah selesai mengganti bajuku, aku kembali ke ruang tunggu. Namjoon oppa sudah disana bersama Taehyung, Kookie dan Jin.

Namjoon oppa mendekatiku dan memegang tanganku.

“Ayo kita pergi sekarang, aku sudah berbicara dengan atasanku.”

“Kita akan pergi kemana?”

“Jangan banyak tanya, ikuti saja leader-mu.” Taehyung meletakkan kedua tangannya dibahuku dan mendorongku.

Kami semua keluar dari ruang tunggu. Aku bahkan tak tahu akan dibawa kemana, aku hanya mengikutinya saja.

-TBC-

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] BTS and Her (Chapter 1)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s