[Ficlet-Mix] Surprise for Nahyun

Processed with VSCO with h3 preset

Surprise for Nahyun

a special-bday-fic for Chacha! (happy birthday, Chacha! ^^)

presented by ayshry, naya손, snqlxoals818

AU!, dark, fluff, fantasy, romance, surreal | 3 ficlet(s) | g

[BTS’s] Kim Taehyung – [OC’s] Yeon Nahyun

***

[1]

8.13 AM

Kau boleh percaya atau tidak—tapi, kau sungguhan bisa jatuh cinta padaku tepat pukul sepuluh nanti, omong-omong.”

Selepas berkata seperti itu, Taehyung melenggang pergi begitu saja. Dengan santainya memasuki mobil, meninggalkan Nahyun yang terlihat kebingungan di beranda rumah. Nahyun yang biasanya langsung membalas kata-kata rayuan Taehyung dengan makian, menjadi diam seketika. Maniknya mengikuti ke mana arah mobil hitam itu melaju, sementara tubuhnya membatu.

Taehyung memang terkenal sebagai makhluk paling narsis sedunia yang pernah Nahyun kenal selama mereka tinggal bersama. Namun kali ini, agaknya tingkat kepercayaan diri Taehyung sudah mencapai batas paling tertinggi. Karena, demi seluruh tingkah konyol Taehyung, Nahyun tidak pernah sedikit pun, mari kutegaskan sekali lagi, sedikit pun menaruh secuil rasa suka padanya (kecuali sebongkah besar rasa benci).

Oh, well, Nahyun memang sangat membenci Taehyung. Dia selalu muncul di mana saja Nahyun berada dan pasti membuatnya kaget setangah mati! Ya, hanya karena alasan itu saja Nahyun membenci Taehyung.

Sepele, ya?

Masa bodoh. Pokoknya, Nahyun benci Taehyung. Dan ‘ancaman’ dari kata-katanya tadi, tidak akan pernah terjadi!

Benar, kan?

Uh….

Sepertinya….

9.53 AM

Sial! Nahyun salah besar!

Nahyun jatuh cinta pada Taehyung bahkan sebelum jam sepuluh. Coba digaris bawahi, sebelum jam sepuluh pagi! Ya ampun, kini Nahyun percaya bahwa karma benar-benar terjadi!

Taehyung turun dari mobil bersama Jimin, seperti biasanya (mereka selalu bersama-sama, omong-omong). Langkahnya sangat hati-hati meniti jalan setapak yang mengarah ke pintu masuk. Bahkan daun kering saja dihindari Taehyung, seolah benda itu adalah bom yang bisa meledak kapan pun.

Di balik tirai jendela, Nahyun masih setia mengamati Taehyung. Wajahnya terasa memanas hanya karena melihat Taehyung menyunggingkan senyum. Padahal kemarin-kemarin Nahyun tidak suka senyum Taehyung yang seperti kotak surat di daun pintu. Tapi sekarang, senyum itu membuat Nahyun tidak mau berkedip.

Taehyung pasti pakai mantra pemikat hati,” gumam Nahyun.

Tidak, Taehyung tidak pakai mantra apa pun. Taehyung hanya memakai dasi biru di atas lonceng berwarna emasnya, bulu oranyenya tampak mengilap terkena sinar mentari pagi, dan dia sangat wangi.

Ternyata Park Jimin membawa Taehyung ke salon, tadi.

Dan sekarang, Taehyung menjadi kucing paling tampan yang pernah dilihat Nahyun.

Dan Nahyun benar-benar jatuh cinta pada Taehyung.

Woah, ada apa denganmu, Nahyun-a?” Jimin berjongkok, menyaksikan Nahyun—kucing betina berbulu putih miliknya—tengah bergelung bersama Taehyung di atas sofa. “Tumben sekali kamu mau dekat-dekat dengan Taehyung.”

Itu karena aku sudah tampan, Bung.” Taehyung mengangkat dagunya tinggi-tinggi, berlaku pongah karena berhasil menaklukan Nahyun. “Terima kasih atas semua perawatan salonnya. Meow.”

[2]

“Nahyun-a, apa kau percaya jika vampir itu … ada?” Pertanyaan random yang terlontar dari bibir Kim Taehyung membuat si pemilik nama mengerutkan kening. Ia tahu, Taehyung memang pemuda ajaib dengan berbagai pemikiran tak masuk akal yang mengendap di otaknya, namun, hei, apa-apaan dia itu; membicarakan sesuatu yang menyeramkan di saat mereka mendapatkan shift malam, di bank darah pula.

“Oh, jangan memulai, Taehyung-a!”

“Apa? Kau takut, ya? Aku ‘kan hanya ingin bertanya bagaimana pendapatmu. Kalau kataku sih, vampir itu ada.”

“Jangan mengada-ada! Di zaman modern seperti ini mana ada makhluk pengisap darah itu lagi. Adanya juga lintah darat; si penghisap kekayaan atau buaya darat sepertimu!”

Tawa Taehyung menguar. “Astaga, kenapa jadi ke buaya darat, sih?”

“Habisnya kau menyebalkan. Sudah ah, aku mau tidur dulu. Kau yang berjaga pertama, ya, dua jam lagi bangunkan dan kita akan bertukar.”

Nahyun baru saja bangkit dari duduknya namun harus terhenti ketika suara Taehyung kembali mampir di timpaninya.

“Nahyun-a?”

“Apa?”

“Kau benar-benar tak percaya?”

“Tidak.”

“Tapi … bagaimana jika aku membuktikannya?”

“Maksudmu?”

“Aku bisa membuktikan vampir itu benar-benar ada.”

“Oh, Kim Taehyung, kubilang ja—“

“Sebentar.”

Taehyung berdiri. Melangkahkan kaki menuju lemari penyimpanan darah lantas menyeringai. Oh, tunggu, Nahyun tidak salah lihat bukan? Saat Taehyung menyeringai tadi, ia melihat—

YA KIM TAEHYUNG! APA YANG KAU LA—“

Nahyun membeku. Membekap bibirnya ketika sesuatu di dalam perutnya mendesak untuk segera dikeluarkan. Pemandangan di hapadannya kini sungguh menjijikkan. Sang kawan; Kim Taehyung merobek tabung darah lantas menyesap isinya dengan tenang.

Mati aku!

Terjatuh lantaran kehilangan tenaga, Nahyun mulai menitikkan air mata. Apa ada yang salah dengan ucapannya tadi? Apa yang dilihatnya ini hanyalah mimpi? Entahlah, yang pasti sang gadis kini tengah menyesali beberapa hal.

“M-maafkan aku, Kim Taehyung.”

Seringaian Nahyun terima. Taehyung telah membuang tabung darah yang telah kosong itu sembarangan.

“Tidak apa-apa, aku takkan menerkammu. Tapi … kau sudah percaya, bukan?”

Nahyun pasrah. Tak mampu menjernihkan pikiran dan hanya memikirkan bagaimana caranya bebas dari tekanan si pembunuh.

“Lain kali, jangan pernah membantah omonganku lagi, ya, Nahyun-a. Karena kautahu, aku sudah lama menahan diri untuk tak mencicipi darahmu, tapi untuk kali ini aku melepaskanmu. Tapi ingat, takkan ada kesempatan kedua, jadi larilah selagi kaubisa dan jangan pernah menampakkan wajahmu lagi, Yeon Nahyun.”

Nahyun gemetaran, bersusah payah untuk berdiri namun ia selalu gagal.

“Oh, satu lagi, untuk penolakan yang kau lakukan tempo hari, jangan harap aku akan melupakannya. Jadi … PERGI SEKARANG, SIALAN!”

[3]

Kau.

Nahyun mengirim pesan berisi satu kata singkat itu, sebagai balasan pesan dari Taehyung sebelumnya; Kau mau hadiah apa untuk ulangtahunmu? Klise, memang. Tapi Nahyun tidak benar-benar tahu apa yang diinginkannya.

Selain Taehyung yang pergi lima bulan lalu.

Di ujung berlawanan, Taehyung mengetik cepat, Aku tidak punya apa-apa. Beberapa sekon berikutnya, ia mendapat balasan, Kau tak perlu punya apa-apa. Aku ingin melihatmu, Bodoh.

Taehyung mengerutkan dahi. Nahyun bukan gadis yang cengeng, dan sama sekali jauh dari kata melankolis. Gadis itu agak dingin, dan bisa dibilang pendiam. Pesan-pesan dari Nahyun cukup membuatnya kebingungan.

Ada apa dengan Nahyun?

Kau sakit? Begitulah isi pesan Taehyung berikutnya–yang diketik dengan pikiran kosong.

Aku sangat sehat, sampai rasanya ingin memukulmu.

Taehyung tersenyum. Terpikir olehnya bahwa pesan barusan menandakan Nahyun benar-benar Nahyun-nya, sebelum akhirnya Nahyun mengirim pesan lagi; Tapi kau baru saja menyakitiku.

Semata-mata karena dorongan emosi, Taehyung berteriak kesal, kakinya berayun menendang meja di hadapannya. Tindakannya barusan tentu saja memancing perhatian pengunjung kafe yang lain. Beberapa heran dan tidak peduli, namun lebih banyak yang menganggapnya tak waras.

Taehyung beralih menatap koper besarnya. Ia baru saja mendarat di bandara satu jam yang lalu; ia sudah di Seoul. Tapi kakinya belum juga tergerak untuk menuju ke rumahnya–atau setidaknya menemui Nahyun–yang sepertinya setengah mati menunggunya.

Mungkin Nahyun benar-benar tewas di tempat jika Taehyung datang tiba-tiba.

Tapi tiga puluh menit lagi umur Nahyun akan bertambah. Dan sikap gadis itu menunjukan seakan-akan umurnya berkurang separuh dari umur sekarang.

Okay!”

Taehyung kembali mendapat tatapan dia-pasti-gila dari para pengunjung, ketika ia memukul meja dan bangkit berdiri. Diseretnya koper merah tersebut, dan pergi keluar bandara.

***

Nahyun yakin ia telah tewas.

Melihat Taehyung datang seperti dipanggil kembali ke surga.

“Hadiah!” jeritnya sambil merentangkan tangan, memeluk Taehyung.

Bukannya Taehyung tak senang, tapi ada yang lebih penting dari pelukan rindu. Ia mendorong Nahyun perlahan, menatap matanya–mencoba mencari sesuatu yang salah. Tapi gadis itu tampak baik-baik saja.

“Kau … tidak jadi memukulku?”

Oke, Taehyung menyesal. Nahyun benar-benar memukulnya tepat di pipi. Ia sempat lupa jika gadisnya itu pernah belajar tinju.

Nahyun tersenyum penuh kemenangan. Senyum menyebalkan yang selalu Taehyung rindukan. Ia kemudian sadar bahwa Nahyun-nya telah kembali; Nahyun yang dingin dan tidak banyak tingkah.

“Aku senang kau kembali.”

Mereka mengucapkannya serempak, walaupun dalam konotasi yang berbeda. Keduanya terkesiap, lalu tertawa, tawa yang juga berbeda. Taehyung tertawa lepas, dan Nahyun lebih seperti terkikik tidak ikhlas.

“Aku memang aneh hari ini,” Nahyun mengakuinya. “Pesan-pesan yang kukirim padamu, aku mengetiknya tanpa perasaan, dan yah … aku tahu kau akan pulang hari ini. Itu hanya semacam gertakan agar …”

“Bahwa kau berpura-pura ‘tidak beres’ sehingga aku segera pulang?” Taehyung bisa melihat pipi Nahyun bersemu merah jambu. “Tapi tentang hadiahmu, kau bersungguh-sungguh, kan?”

“Eh?”

Taehyung merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. “Aku. I’m a present.

“Kapan aku …”

Tapi Taehyung sudah memeluknya. “Terserah mau bersungguh-sungguh atau tidak. Aku tetap hadiahmu. Selamat ulangtahun.”

Dalam hati, Nahyun berdalih. Semua pesannya untuk Taehyung adalah benar. Ia baru saja mengatakan kebohongan yang konyol. Gadis itu merasa bersalah, lalu memeluk Taehyung erat-erat.

-Fin-

HAPPY BIRTHDAY KAK CHACHA

WE LOVE YOU ❤

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet-Mix] Surprise for Nahyun

  1. KYAA KYAAA KYAAAA!!!! JADI CERITANYA AKU BARU BACA INI KARENA BARU SEMPET BUKA BLOG DAN BARU INGET KALO AKU PUNYA KADO/?

    CIEEEEE. SELAMAT ULANG TAHUUUUNN!!!! /?? /apa

    PERTAMA-TAMA, mari panjatkan puji dan syukur pada mbaay, kaknaya, dan kakyeniiiii!! MAKASIH UDAH BERSEDIA MELUANGKAN WAKTU UNTUK MERANGKAI FRASA DEMI FRASA HINGGA TERCIPTANYA KETIGA FICLET INI.

    KEDUA, WAWAWAWAW. Diluar dari ekspektasi banget dan aku SUKAAAK BANGEEEETTTT!!!!!! APALAGI YANG NAHYUN SAMA MAZ TEHYONG TETIBA JADI KUCING(??). PELIZ AKU NGAKAK MASA. RECEH EMANG. FICLET YANG KEDUA JUGAAAK!! CIE BANGET MAZ TEHYONG KUTOLAK KAN CIE. PADAHAL MAH LUBUK HATI MENDAMBA(???). FIC KETIGA APALAGII!!! SIAPA ITU YANG BUAT?!?! SIAPA?! AKU PEHAPE YA??? IYA AKU PEHAPE. MAAFKAN DIRIKU MAZ TEHYONG YANG TAK BISA MENCINTAIMU SEPENUH HATI KARENA MAZ JUNGKOOK SUDAH MERENGGUT SEBAGIAN POSISI JIWA INI DARI DIRIMU. /Y

    KETIGA, MAAPKEUN KOMENTAR TAK JELAS INI. MAAPKEUN TELAT BACANYA. MAAPKEUN INI RANTS ABAIKAN AJA UDAH NDA JELAS.

    KEEMPAT, POKOKNYA AKU SAYANG KALIAN BERTIGA KAKAK KAKAK PEMBUAT KUMPULAN FRASA!!!!!!

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s