BTS FF Freelance] GOMAWO SARANG (Oneshot)

PhotoGrid_1465900451495

      Tittle : GOMAWO SARANG// Author :Mintaekook12  // Genre : AU, Familly, Maried life, Romance. // Main cast : -Kim Taehyung(BTS), – Jung Ji Yeon (Oc) And  Other Cast . // Rating: T // Length : OneShoot.

Author Note’s: Anyeoung Cingudeul!^^ saya balik lagi dengan ff oneshoot ke-tiga saya nih^^, semoga kalian suka dengan ff ku kali ini^^  dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian ne!!^^ 

Happy Reading^^

WARNING TYPO DIMANA-MANA!!

Jam makan siang tampaknya sudah tiba, semua siswa dan siswi mulai memenuhi kantin sekolahnya, para karyawan kantor yang makan di kantin perusahaan atau pun sebagian dari mereka mulai berhamburan keluar mencari cafe terdekat untuk makan siang. Seperti hal nya seorang pemuda bersurai coklat agak gelap dan lurus yang tertata rapih serta dengan setelan jas kantornya yang semakin membuatnya terlihat gagah dan tampan, tengah terduduk menatap secangkir americano dihadapannya. Raganya memang tengah duduk disalah satu meja di cafe itu, namun tidak dengan pikirannya. Pikirannya melayang jauh entah memikirkan apa. Entah hal apa yang dipikirkan laki-laki bermarga Kim ini, sehingga ia terus mengabaikan orang yang tengah duduk dihadapannya ini.

“Yaa, taehyung oppa.. wae geure? Apa kau memintaku kemari hanya untuk memperhatikanmu yang terus melamun, eoh?” tanya seorang perempuan yang duduk dihadapannya karena tidak tahan dengan keheningan diantara mereka.

“Ne?” respon taehyung yang masih belum sepenuhnya fokus.

“Hah, lihatlah dirimu? Apakah terjadi sesuatu?” perempuan itu kembali bertanya, namun sekarang ada sedikit kecemasan dalam nada bicaranya.

“Aniya, saranghae soo ri-ya..” ucap taehyung yang mencoba untuk tersenyum semanis mungkin menatap perempuan cantik bersurai pirang sebahu dihadapannya itu.

“Mwoya.. hentikan oppa, apa kau menyuruhku kemari hanya untuk mendengarkan pengakuanmu ini? yaa, aku sibuk..” jawabnya yang sedikit tersipu.

“Menurutmu hanya itu? Tentu saja aku juga sangat merindukanmu jagi..” goda taehyung menggenggam tangan soo ri yang dari tadi berada diatas meja memegangi secangkir latte.

“Yaa, oppa.. apa hanya kau yang merindukanku, eoh? Nado oppa, aku juga sangat.. sangat.. jauh merindukanmu dari pada kau merindukanku.” Jawab soo ri yang berbalik menggenggam tangan taehyung. taehyung tersenyum melihat tingkah pacarnya itu. Namun di balik senyumannya itu, ia menyimpan perasaan kesal, marah, bingung dan sedih.

Drrttt.. drrtt.. drrtt..’

Dengan segera soo ri mengangkat panggilan masuk yang baru saja membuat hp nya bergetar itu.

“Yeoboseo?”

“…”

“Ne, aku akan segera kesana.”

“…”

“Ne.kamsahamnida..”

Taehyung tampak memperhatikan soo ri dengan seksama.

“Nugu?”

“Ah, hanya panggilan dari manajer. Kau lihat? Betapa sibuknya yeojachingumu ini..”

“Ne arraseo Mrs.Kim”

“Kalau begitu aku akan pergi dulu Mr.Kim.. bye!!”

“Bye!! Hati-hati..”

Dengan sedikit tergesa-gesa soo ri pun meninggalkan taehyung sendiri di cafe itu. Setelah dipastikan soo ri benar-benar sudah meninggalkan cafe, taehyung pun menyandarkan tubuhnya lemas pada kursi yang tengah ia duduki sekarang. Ia pun menelangkupkan kedua telapak tangannya menutupi wajah lelahnya itu. Pikirannya kembali tertuju pada kejadian beberapa jam yang lalu. Yang membuatnya tak karuan seperti sekarang ini.

#FLASHBACK

“Ne?! Tapi appa..”

“Tidak ada penolakan!! Kami sudah membuat keputusan itu saat kalian masih kecil. Bukankah dulu kalian sangat dekat bukan?bahkan sekarang pun juga? Jadi, tidak ada lagi alasan untuk menolak perjodohan ini!! TITIK!!!”

“Appa.. kami memang dekat. Tapi kami tidak memiliki perasaan seperti itu. Aku tidak bisa menerima perjodohan ini, aku mencintai orang lain. Aku-“

“Cukup Kim taehyung!! kau membangkang lagi?! Bukankah kau sudah berjanji tidak akan mengecewakan appa mu ini, hah?! Jika seperti itu, ikuti saja perintah appa mu ini!! ini demi kebaikanmu. Ji yeon adalah gadis yang cantik, pintar dan juga baik. Tak ada alasan kau untuk menolak gadis sepertinya.”

Taehyung tak dapat meluncurkan kata-kata lagi untuk menolak perjodohan bodoh yang direncanakan ayahnya ini. ia berusaha menahan emosinya, ia menatap nanar ibunya yang tengah duduk disebelah ayahnya itu.

“Eomma.. tapi, apakah Ji yeon tidak keberatan? Dia kan-“

“Dia gadis yang baik untukmu taehyungie, dia menerimanya dengan senang hati. eomma yakin appa tak akan salah memilih. Lagi pula dia putri dari sahabat karib appa mu. Mana mungkin appa mu bisa membatalkan janji yang dibuatnya, hmm?”

Cukup.. taehyung tak bisa lagi menahan amarahnya. Ia benar-benar kecewa dengan kedua orang tuanya yang melakukan keputusan sepihak. Mana mungkin ia harus menikahi perempuan yang sama sekali tidak ia cintai. Bahkan sudah sekitar 7tahun mereka tak bertemu. Terakhir mereka bertemu saat berada di kelas 3 SMP dan setelah itu Keluarga Ji yeon pindah ke Jepang untuk bisnisnya dan ji yeon melanjutkan sekolah menengah atasnya disana. Lalu kemudian setelah lulus SMA, ia kembali pindah ke Seoul namun ia melanjutkan perguruan tingginya di amerika. Dia memang gadis yang pintar, cantik dan juga baik. Namun dia bukan tipe seorang kim taehyung, menurutnya ia terlalu sempurna untuk seorang kim taehyung.

Dengan perasaan penuh amarah, taehyung berdiri dan meninggalkan ruang kerja ayahnya itu tanpa sepatah kata apa pun. Ia bahkan tak menghiraukan beberapa teriakan ayah dan ibunya memanggil-manggil namanya.

#FLASHBACK END

“ARRGGGHHHTTT!!!!!!” teriak taehyung mengacak rambutnya kesal. Untung  saja pengunjung cafe disana tidak terlalu ramai siang ini.

“Aku bahkan tak bisa mengatakan apa pun tentang hal itu pada soo ri..” gumamnya yang begitu tampak kacau.

Drrtt.. drrtt’

Tampaknya ada pesan yang masuk memalalui hpnya itu. Dengan malas ia mengambil hp yang tergeletak asal didepannya itu lalu membuka pesan masuk tersebut.

From : Appa

‘Jemput Ji yeon di Bandara sekarang juga.’

  Setelah membaca pesan itu, taehyung kembali mengacak gemas rambutnya itu. ‘Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini? kenapa aku?’ itulah pikirnya yang detik kemudian berdiri dan melenggang keluar cafe.

Taehyung berjalan keluar bandara dengan menyeret sebuah koper dan berjalan disampingnya perempuan cantik bersurai panjang sedikit bergelombang dan berponi imut, dengan mengenakan sweater Blue Black yang begitu sederhana namun elegant. Ia memasukan semua barang-barang yang dibawa perempuan itu pada bagasi mobilnya. Kemudian taehyung membukakan pintu mobil agar perempuan itu dapat memasuki mobilnya itu. Lalu dengan sedikit tergesa ia berjalan menuju pintu mobil untuk sang sopir.

Selama diperjalan tak ada percakapan antara taehyung dan perempuan tersebut. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Setelah berjam-jam perjalanan dari bandara menuju rumah perempuan itu, akhirnya mereka pun sampai ditempat tujuan. Mereka berdua masih terdiam. Mereka ingin berbincang, namun entah bagaimana memulainya. Setelah sekitar 7tahun lamanya mereka tak bertemu dan tidak saling memberitahukan kabar, itu membuat suasana canggung diantara mereka.

“Taehyung-ah..”

“Ji Yeon-ah..”

 Mereka pun saling menatap, lalu detik berikutnya mereka tertawa dengan suasana menyebalkan yang sedang mereka hadapi.

“Kau duluan..”

“Ani, kau yang lebih dulu tae..”

“hmm, ji yeon-ah.. mengenai perjodohan apa kau menyetujuinya?”

Ji yeon tersenyum mendengar pertanyaan taehyung.

“Setuju atau tidak setuju, bukan pilihankulah yang penting”

Taehyung menatap bingung perempuan manis itu.

“Jadi maksudmu.. kau akan menerimanya meski kau tak menginginkannya?”

 Ji yeon menatap taehyung lalu mengangguk mantap.

“Wae? Apa kau tidak mempunyai laki-laki yang kau sukai?”

“Tentu saja aku punya..”

“Lalu kenapa kau menerimanya begitu saja? Jika seperti ini, kita bisa membuat suatu alasan untuk menolak perjodohan kita, karena kita sudah mempunyai orang yang kita cintai, bagaimana?”

“Tidak bisa.. aku tak bisa melawan keinginan kedua orang tuaku.”

“Aku juga tak bisa mengkhianati orang yang sangat kusayangi dan cintai..”

Ji yeon menatap taehyung yang tengah tertunduk, kemudian ia kembali menatap kosong ke depan.

“Mianhe taehyung-ah.. aku tak bisa mengikuti keinginanmu. Aku tak ingin eomma dan appa merasa sakit hati dan kecewa karena aku mengingkari janji yang mereka buat. Dalam beberapa saat aku akan mengorbankan perasaanku itu. Aku yakin aku bisa melakukannya.” Ucap ji yeon kembali menatap taehyung yang tengah menatap ji yeon tak percaya.

“Masuklah.. kau harus istirahat.” Jawab taehyung yang keluar menuju bagasi untuk mengeluarkan barang-barang  ji yeon.

‘Sepertinya kau benar-benar tak menyukai perjodohan ini, bahkan Setelah bertaun-taun kita tak bertemu pun, hal pertama yang kau bicarakan adalah tentang perjodohan ini. kau bahkan tak menanyakan kabarku kim taehyung…’– batin ji yeon tersenyum miris lalu keluar dari mobil.

“Gomawo taehyung-ah.. telah menyempatkan waktu untuk menjemputku.”

“Gwencana, masuklah.. aku akan membawakan barang-barang mu ini..”

Dengan cekatan ji yeon menahan tangan taehyung.

“Aniya.. kau tak perlu melakukan hal yang tak kau sukai.”

“Tapi nyatanya aku harus melakukannya, bukan?”

Ji yeon terdiam, dengan perlahan tangannya melemah. Lalu kemudian taehyung meninggalkan jiyeon memasuki rumah ji yeon.

….

Taehyung terdiam memikirkan perilakunya kemarin terhadap ji yeon dan perkataan ayahnya yang sukses membuatnya tak bisa tidur dengan nyenyak.

“Apa aku terlalu kasar padanya? Ani, ia bahkan tak segan-segan menolak permintaanku. Tapi ia telalu baik untukku, aku takut menyakiti perasaannya nanti. Tapi apa yang appa pikirkan untuk menikahkan aku dan ji yeon begitu cepat, hah?! Kenapa harus minggu depan?! Apa yang harus ku katakan pada soo ri? Aku bahkan tak bisa melakukan apa pun, sial!! Ah menyebalkan..” gumamnya mengacak kesal rambutnya itu.

‘Ceklek..’

Seseorang membuka pintu kantornya tanpa mengetuk pintu. Taehyung pun berdiri siap untuk memarahi orang yang tak punya sopan santun itu. Namun ia terkesiap saat mengetahui orang itu, ia mencoba tersenyum menatap orang itu. Namun dengan penuh amarah orang itu berjalan menghampiri taehyung.

“Jagiya, kenapa kau-“

PLAK!!’

Orang itu menampar taehyung tanpa sepatah kata pun, bahunya tampak naik turun mencoba menahan amarahnya. Seluruh badannya bergetar, ia mencoba mengatur nafasnya untuk mengatakan sesuatu pada taehyung. taehyung memegangi pipinya kemudian menatap nanar orang dihadapannya ini yang mulai berkaca-kaca menatapnya emosi.

“Ini tidak benarkan, oppa? Ini semua hanya sekedar untuk bisniskan?” ucap orang itu yang mulai bergetar.

“Soo ri-ya..”

“Ani.. jangan memanggil namaku seperti itu.. mana mungkin kau meninggalkan yeojachingumu, lalu menikah dengan orang lain bukan? Kau melakukannya demi bisnis, benarkan oppa?” terka soo ri yang mencoba menghibur dirinya itu. Taehyung berjalan mendekati soo ri, ia pun menarik soo ri pada pelukannya. Ia memeluk erat soo ri yang mulai terisak.

“Mianhe.. jeongmal mianhe soo ri-ah..”

“A-ani.. kau tak perlu meminta maaf. Kau hanya perlu mengatakan ‘Ani, soo ri-ah.. itu semua bohong. Kau tak perlu mempercayai semua itu, aku hanya mencintaimu dan akan selalu merindukanmu.’ Kau hanya perlu mengatakan itu padaku, pabbo!!!” isak soo ri yang memukul-mukul dada bidang taehyung.

Mendengar pernyataan pacarnya itu membuat hati taehyung semakin sakit dan hancur. Tak banyak yang bisa ia lakukan, sekarang ia hanya bisa memeluk erat pacarnya itu. Lalu ia memegang kedua bahu soo ri, agar ia bisa menatap wajah cantik pacarnya itu yang penuh dengan air mata kesedihan.

“Mianhe.. jinja mianhe.. walau pun aku menikah nanti, hanya dirimulah yang akan selalu berada dihatiku soo ri-ah, hanya dirimulah yang akan selalu membuatku cemas, hanya dirimulah yang bisa menggetarkan hatiku, hanya dirimulah yang selalu membuat hatiku merindukan keberadaanmu. Saranghae soo ri-ah…” taehyung mengecup puncak kepala soo ri, kemudian ia kembali memeluk erat soo ri. walau pun taehyung mencoba sekuat tenaga menahan air matanya itu, namun ia tak bisa menahannya lagi.

“Lalu aku siapa? Apakah aku yeojachingumu sekarang? Atau aku selingkuhanmu, eoh?” gumam soo ri yang semakin terisak. Tak ada lagi yang bisa taehyung lakukan selain memeluk pacarnya itu.

Tanpa mereka berdua sadari, dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka didepan pintu yang membawa sebuah bekal. Orang itu sedikit terkejut dengan kata-kata taehyung, ia merasa menjadi orang yang begitu jahat. Tega sekali ia akan memisahkan dua orang yang saling mencintai itu. Namun ia juga tak bisa melakukan apa-apa. Ia memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu, ia hanya menggantungkan bekal itu pada kenop pintu.

‘Mianhe taehyung-ah.. telah menjadi orang jahat saat lama kita berpisah..’-Batinnya yang melenggang meninggalkan ruangan itu.

1 minggu kemudian..

Inilah hari pernikahan taehyung dan ji yeon. Orang-orang berbahagia dengan pernikahan ini, namun tidak dengan taehyung dan ji  yeon. Tampak taehyung memaksakan senyumannya sepanjang hari, melihat hal tersebut ji yeon merasa benar-benar telah jahat kepada taehyung.

Setelah pernikahan mereka selesai, taehyung dan ji yeon mengemasi barang-barang mereka, mereka berdua memutuskan untuk segera  menempati rumah baru mereka yang telah disiapkan oleh kedua orang tua mereka yang masih berada di kota seoul itu. Sesampainya disana, taehyung segera memasuki kamar. Ia merasa sangat lelah hari ini, ia bahkan tak membantu ji yeon yang membereskan barang-barang mereka.

Setelah selesai membereskan barang-barang, ji yeon terduduk menatap taehyung yang tengah tertidur pulas dengan pakaian yang seharian ia pakai. Bahkan ia belum melepaskan sepatunya. Ji yeon benar-benar merasa bersalah pada taehyung, kenapa ia begitu tega membuat teman kecilnya mengalami hal yang begitu melelahkan jiwa dan raganya ini. ia pun berniat untuk melepaskan jas yang dipakai taehyung sekarang, namun ia tampak ragu karena memikirkan perkataan taehyung saat meninggalkannya diruang tamu tadi.

‘Jangan ganggu aku.. dan jangan sentuh aku untuk saat ini.’

Itulah kalimat yang selalu terngiang dikepala ji yeon dari tadi. Ia pun memutuskan untuk segera meninggalkan kamar itu. Namun ia kembali berbalik menatap taehyung, “Ah aku tidak peduli lagi..” gumamnya yang berjalan menghampiri taehyung dan dengan perlahan melepaskan jas yang taehyung pakai agar ia tak terbangun. Setelah ia berhasil melepaskan jas yang taehyung pakai, ia beralih melepaskan sepatunya.

“Mianhe taehyung-ah.. hari ini aku menyentuhmu. Aku tak bisa membiarkan orang yang kusayangi ini tidur dengan pakaian seperti ini.” gumamnya yang tersenyum lalu menyelimuti taehyung. ia pun mengambil selimut dan bantal lalu keluar menuju ruang tamu. Ia tak mau melanggar perintah taehyung lagi, yaitu mengganggunya.

Dengan perlahan taehyung membuka matanya, ia pun meregangkan kedua tangannya itu. Ia mengusap-ngusap kedua matanya. Ia mulai bangkit dan berjalan sedikit gontai menuju kamar mandi di kamarnya itu. Setelah membersihkan badannya, ia segera keluar dan memakai baju yang rapi.

Ia berjalan menuruni tangga, ia terhenti menatap bantal dan selimut yang terletak disofa ruang keluarga. ‘Jadi ia tidur disana..’-pikirnya yang detik kemudian melanjutkan perjalanannya menuju pintu keluar. Namun ji yeon menahan taehyung saat ia keluar dari ruang makan.

“Taehyung-ah.. kau mau kemana? Bukankah kau masih cuti bekerja?” teriak ji yeon dari pintu ruang makan.

“Bukan urusanmu..” jawab taehyung yang tak menghiraukan ji yeon.

“Tapi setidaknya kau harus sarapan taehyung-ah!!” teriak ji yeon yang berlalu bagaikan angin yang berhembus di pagi hari, yang taehyung abaikan begitu saja. Ji yeon sedikit tetunduk menanggapi sikap taehyung yang begitu berbeda setelah 7tahun berlalu. Taehyung yang begitu perhatian padanya dulu, sekarang menjadi sedingin es, ia sama sekali tak peduli dengan ji yeon, bahkan ia tak seperti pasangan yang baru saja menikah. Taehyung memperlakukannya seperti orang asing. Bahkan teman pun bukan.

Telah tiga hari, tiga malam dari kepergiannya taehyung tak pulang ke rumah. Bahkan ia tak memberi kabar apa pun pada Ji yeon, tak ada satu pesan pun yang taehyung balas, dan tak ada satu panggilan pun yang ia angkat, ji yeon benar-benar sangat cemas memikirkan hal itu. Ia bahkan tak bisa tertidur dengan nyenyak selama tiga malam itu. Tak pernah ia menyerah untuk mencoba menghubungi suaminya itu.

‘Taehyung-ah.. kenapa kau tak mengangkatnya? Aku mohon sekali ini kau angkat telpon ku dan beritahukan dimana selama ini kau tinggal.’- gumam Ji yeon yang terus berusaha menghubungi taehyung.

‘Ceklek..’

Dengan segera ji yeon menoleh menatap pintu, ia berharap taehyunglah yang membuka pintu. Ji yeon berjalan mendekati pintu, ia menghela nafas lega setelah melihat siapa yang datang. Harapannya menjadi kenyataan, taehyung tengah berdiri menatapnya tanpa ekpresi sekarang. Tanpa ji yeon sadari, matanya mulai berkaca-kaca menatap taehyung.

“Kau pulang? Dari mana sebenarnya kau selama ini? aku sangat mengkhawatirkanmu taehyung-ah.. kenapa kau mengabaikan pesan dan panggilanku? Tak bisakah kau mengangkatnya lalu memberitahu keadaanmu dan dimana kau tinggal? Hah, sungguh aku-“

“Berhentilah mengkhawatirkanku, aku bahkan tak mengkhawatirkanmu sama sekali. jangan pedulikan aku, bukan urusanmu dimana aku harus tinggal, jangan pernah hubungi aku kecuali itu adalah urusan keluarga kita, berhentilah membuatkanku sarapan, berhentilah menyiapkan pakaianku, jangan pernah menyentuh barang-barangku, dan jangan pernah menunggu kepulanganku layaknya aku suamimu, dan berhentilah tidur di sofa, tidurlah dikamar karena aku tak akan tidur disana. kau tau? Aku sangat membenci semua hal itu, aku muak dengan semua hal itu, urus saja urusanmu.” Potong taehyung yang berlalu begitu saja meninggalkan Ji yeon yang berdiri terdiam.

Ji yeon menunduk, kata-kata taehyung yang bagaikan pedang itu berhasil menyayat hatinya. Ia berusaha menahan tangisnya, namun ia tak bisa. Ia mulai terisak, mendengar isakan ji yeon yang samar-samar taehyung menghentikan langkahnya saat berada ditangga menuju kamarnya. Dengan perlahan ia berbalik menatap ji yeon yang masih berdiri disana, bahunya terlihat bergetar.

“Melihatmu seperti ini, membuatku tampak begitu jahat.” Gumamnya yang kembali melanjutkan langkahnya.

 Telah satu tahun lamanya pernikahan mereka terjalin, namun tak ada perubahan sama sekali dalam kehidupan mereka. Ji yeon yang selalu berusaha mendapatkan perhatian taehyung, namun dengan dinginnya taehyung yang selalu mengacuhkan ji yeon. Ia benar-benar memperlakukan ji yeon bagaikan orang asing dirumah mereka. Namun tidak saat mereka berkumpul dengan keluarga taehyung atau pun dengan keluarga ji yeon, mereka sangat bagus dalam ber-acting, apalagi taehyung ia benar-benar terlihat sangat menyayangi ji yeon di hadapan keluarga mereka. Tetapi, saat kembali kerumah ia kembali mengabaikan ji yeon. Tetapi sekarang, taehyung membiarkan ji yeon tidur disampingnya, karena taehyung selalu pulang larut dan langsung terlelap. Terkadang ia pulang dalam keadaan mabuk berat, dengan sabar ji yeon selalu merawat taehyung saat ia terkena demam atau pun pusing setelah mabuk-mabukan. Namun sikap taehyung tak berubah sama sekali. ia jarang pulang kerumah. Ji yeon selalu berusaha untuk mengerti akan sikap suaminya itu, walau ia tau kemana taehyung meninggalkannya selama bermalam-malam itu, ia tau dengan siapa taehyung pergi mabuk-mabukan, siapa lagi kalau bukan dengan soo ri pacarnya.

 ia hanya ingin  berusaha menutup mata akan hal itu. Jika ji yeon tak menyayangi taehyung dan mencintainya, mana mungkin ia akan bertahan selama ini?

“Gwenchana?”

“eoh?”

“Kau baik-baik saja hidup bersamanya, ji yeon-ah?”

“Ey, tentu saja..”

“Benarkah?”

“Tentu saja, kenapa aku harus berbohong padamu jimin-ah..”

“Tapi nyatanya kau berbohong padaku ji yeon-ah..”

“A-ani.. aku-“

“Tak bisakah kau berhenti berpura-pura bahagia dihadapanku? Sudah sekitar 3 tahun kita menjalin hubungan,aku tau betul bagaimana dirimu.. jadi, berhentilah berbohong padaku.”

“Jadi, kau mau apa? Apa kau mau mengejekku? Kau ingin menertawakanku? Atau kau kasihan padaku? Ah, kau pikir aku menyesal telah meninggalkanmu dan menerima perjodohan ini? jika itu pikiranmu, dan alasan kau ingin menemuiku sakarang ini.. kau salah besar PARK JIMIN!!”

“Ani.. bukan seperti itu!! Aku ingin menemuimu karena aku ingin tau bagaimana keadaanmu yang sebenarnya, aku selalu saja mengkhawatirkanmu, ji yeon-ah.. dan aku hanya ingin kau tak menyembunyikan kesedihanmu dibalik senyum palsumu dihadapanku ini ji yeon-ah, itu membuatku menyesal karena telah menuruti kata-katamu dan melepasmu semudah itu. Jika kau tak ingin melihatku mengkhawatirkanmu dan menyesal seperti ini, maka berbahagialah..”

Ji yeon tertunduk mendengar kata-kata mantan pacarnya itu, ia mulai berkaca-kaca.

“ karena mulai minggu depan, aku pun akan melepaskan kenangan kita.”

Dengan segera ji yeon menatap jimin sedikit terkejut.

“Kau.. akan menikah, jimin-ah?”

“Ne, datanglah ke pernikahanku dengan suamimu itu, maka aku tak akan pernah menyesali keputusanku. Aku hanya ingin melihatmu bahagia, sungguh.. hanya itu.”

“Gomawo.. kau sudah mengkhawatirkanku. Mianhe, karena telah membuatmu menyesal.. aku akan hidup bahagia, percayalah.. tapi minggu depan, aku akan berusaha membuatmu untuk tak menyesali keputusanmu itu jimin-ah”

“Aku menantikannya”

‘drrrtt… drrrtt..’

Dengan segera ji yeon mengangkat panggilan masuk dari taehyung, awalnya ia sedikit terkejut karena tak seperti biasa taehyung menelponnya kecuali urusan keluarga mereka.

“Yeoboseo?”

“…”

“Ne, saya istrinya.. Waeyo?”

“…”

“Ne?!?! Suamiku kecelakaan?!?! Kim Taehyung mengalami kecelakaan mobil?!?!”

“…”

“Ne, aku akan segera kesana..”

Dengan segera ji yeon menutup panggilan dan mengamit tasnya, namun dengan cekatan jimin berdiri dan menahan tangannya. Jimin tampak terkejut mendapati tangan ji yeon yang bergetar begitu hebat, bahkan sekarang ia mulai terisak menatap jimin.

“Ji.. jimin-ah.. taehyung..”

“Aku akan mengantarmu”

Jimin pun mulai menarik ji yeon menuju mobilnya. Hanya butuh beberapa menit, mereka sampai dirumah sakit tempat taehyung dirawat. Sudah satu jam lamanya ji yeon terduduk menunggu dokter yang menangani suaminya itu keluar, ia tak berhenti menangis di pelukan jimin. Tak lama pun dokter keluar, dengan segera ji yeon berdiri. “Bagaimana keadaannya? Apakah ia baik-baik saja, dok?” dokter hanya menatap ji yeon.

1 Bulan kemudian..

Dengan membawa sejumlah makanan ji yeon berjalan menghampiri taehyung yang terduduk di sebuah kursi roda, tengah menatap kosong jalanan di balkon kamarnya. Taehyung terdiam, matanya mulai berkaca-kaca mengingat kejadian naas yang menimpanya itu. Setelah kecelakaan, soo ri tak pernah menemuinya sama sekali. Bahkan ia tak pernah menghubungi taehyung, hanya sekedar untuk menanyakan keadaannya. Disaat seperti ini ia sangat membutuhkan kasih sayang dan dukungan darinya, namun ia malah menghilang bagaikan ditelan bumi. Namun disaat seperti ini ia malah mendapatkan banyak kasih sayang dan dukungan dari orang yang selalu ia abaikan dan benci selama ini, yaitu ji yeon. Dia benar-benar merawat taehyung dengan begitu tulus. Ji yeon selalu sabar, jika taehyung menolak makanan dan melampiaskan amarahnya pada ji yeon. Ia selalu berusaha membuat perasaan taehyung menjadi lebih baik.

Setelah satu bulan lamanya, barusan soo ri baru menghubunginya melalui telpon. Taehyung benar-benar bahagia, namun apa yang dikatakan soo ri padanya.

‘Taehyung-ah.. berhentilah menggangguku. Jangan pernah kau mengirimku pesan lagi dan jangan pernah kau menghubungiku lagi, minggu depan aku akan menikah dengan manager Kim Seok Jin. Aku tak bisa terus bersamamu, lupakan saja janjimu yang akan menikahiku, aku tak bisa mempunyai suami yang cacat sepertimu..’

Taehyung mulai meremas kesal handphone ditangannya, dengan begitu emosi ia membanting handphonenya asal ke lantai.

“Arrrggggghhhhhtttt!!!! KENAPA AKU  HARUS MENERIMA SEMUA INI?!?! KENAPA DENGANKU?! APA ADA YANG SALAH DENGANKU?! APA?! KARENA AKU CACAT?! MEMANG SIAPA YANG MENYEBABKAN KECELAKAAN INI?! KAU MENYURUHKU UNTUK SEGERA MENEMUIMU WALAU AKU SEDANG MABUK BERAT!! KENAPA SEKARANG KAU MENGABAIKANKU, HAH?!?!?!” Emosi taehyung meledak.

Ji yeon terdiam memperhatikannya dari belakang, ia mulai terisak melihat tingkah suaminya itu.

“JIKA SEPERTI INI, KENAPA TAK SEKALIAN KAU BUNUH AKU SAJA, HAH?!? Kau bodoh.. kau bodoh kim taehyung..” taehyung menampar-nampar pipinya.

Melihat hal tersebut, ji yeon tak bisa berdiam diri terus. Ia menyimpan nampan makanan lalu berlari menghampiri taehyung. ia berjongkok dihadapan taehyung, ia berusaha menahan kedua tangan taehyung agar berhenti menyakiti dirinya sendiri.

“Hentikan taehyung-ah.. jebal..” pintanya yang terisak menatap taehyung.

“Seharusnya aku mati saja, jangan memberiku makan, berhentilah merawatku, tak ada gunanya aku hidup, tak ada lagi orang yang membutuhkanku, tak ada lagi orang yang mengkhawatirkanku, tak ada lagi orang yang menyayangiku, tak ada lagi o-“

‘PLAK!!!’

Taehyung terbelalak menatap ji yeon yang barusan menamparnya. Dengan terisak ji yeon menggenggam tangan taehyung, lalu berusaha menatapnya.

“Dengarkan aku baik-baik.. kau tau? Kenapa aku selalu merawatmu dan memberimu makan? Alasannya karena aku membutuhkanmu,  aku selalu mengkhawatirkanmu, aku sangat menyayangimu dan aku sangat mencintaimu kim taehyung.. seperti apa pun keadaanmu aku akan selalu sangat membutuhkan dan mencintaimu.. jadi, tetaplah hidup untukku.. ne? Kau mengerti?”

Taehyung menatap ji yeon, kemudian ia hanya menunduk. Sedangkan ji yeon terus terisak menunduk menggenggam tangan taehyung dengan bergumam. ‘Kumohon.. tetaplah hidup untukku..’

….

Jam dinding dikamar taehyung dan ji yeon sudah menunjukan pukul 09.00 pagi, matahari sudah mulai muncul untuk menerangi dunia. Namun ji yeon masih terlelap di lengan taehyung, Taehyung terdiam menatap wajah sembab ji yeon yang begitu dekat dengan wajahnya. Sebenarnya sudah 1 jam lamanya ia terbangun, namun ia enggan untuk membangunkan ji yeon yang masih terlelap dilengannya itu. Dengan perlahan ia menggapai anak rambut yang menghalangi kening ji yeon, ia merapihkannya agar tak menghalangi kening ji yeon.

 “Kenapa kau bertahan sejauh ini? apa benar karena kau mencintaiku? Lalu kenapa aku baru menyadarinya sekarang?” gumamnya yang masih merapihkan poni ji yeon.

“Kau benar-benar perempuan yang sangat baik, pintar dan juga sangat.. sangat cantik. Bukankah aku benar-benar bodoh, baru menyadarinya sekarang?” ucapnya yang tersenyum menatap wajah damai istrinya yang masih saja terlelap.

“Aku benar-benar menyesal, telah banyak menyakiti perasaanmu.. kau tau? Aku..” ucapnya terhenti yang kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah ji yeon, taehyung mencoba menghapus jarak antara mereka.

“Aku sangat.. sangat mencintaimu dan sangat menyayangimu.” Lanjutnya yang mengecup kening ji yeon.

Ji yeon tersenyum, taehyung sedikit terkejut melihatnya.

“Kau.. sudah bangun?” tanya taehyung yang sedikit memberi jarak diantara mereka. Dengan perlahan ji yeon membuka matanya, ia menatap taehyung. ia hanya mengangguk.

“Sejak.. kapan?”

“2 jam yang lalu..”

“Berarti kau bangun, sebelum aku bangun?”

Ji yeon kembali mengangguk.

“Wae? Kenapa kau diam saja dari tadi?”

“Aku tak ingin kehilangan kesempatan diperhatikanmu, ini pertama kalinya kau memperhatikanku begitu dekat dan lama, ini pertama kali kau menyentuh rambutku, ini pertama kalinya kau mengecup keningku, dan ini pertama kalinya kau mengungkapkan perasaanmu padaku.” Jawab ji yeon yang mulai berkaca-kaca.

“Kau menangis?” tanya taehyung yang kembali mendekatkan wajahnya, ia terlihat begitu cemas. Ia menghapus air mata ji yeon dengan tangannya. Dengan perlahan ji yeon menggenggam tangan taehyung yang berada di pipinya.

“Dan.. ini pertama kalinya kau mengkhawatirkanku..” jawab ji yeon yang mulai terisak haru. Taehyung pun tersenyum lalu memeluk ji yeon.

“Mianhe.. jeongmal mianhe.. begitu terlambat menyadari ketulusanmu. Mulai sekarang aku akan banyak memperhatikanmu, aku akan banyak membelai rambutmu, aku akan banyak mengecup keningmu, dan aku akan selalu mengkhawatirkanmu, serta merindukanmu.. Gomawo, karena selalu mengkhawatirkanku, selalu memperhatikanku, selalu merindukanku, dan selalu mencintaiku.. gomawo sarang..” taehyung kembali mengecup kening ji yeon dan mengelus kepalanya.

“Oh ya, sejak kapan kau mencintaiku?” tanya taehyung tiba-tiba menatap ji yeon.

“Saat kau membantuku berdiri, dan menghajar anak nakal yang menggangguku di taman kanak-kanak..”

Taehyung mulai berkaca-kaca menatap ji yeon. Ia kembali memeluk ji yeon dan mengecup keningnya.

“Gomawo, telah mencintaiku selama itu.. jinja gomawo ji yeon-ah..”

-FIN-

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s