[BTS FF FREELANCE] – Brother or Boyfriend? (Chapter 2)

2016-06-30-20-51-42_deco

Brother or Boyfriend?

Story by CGJin

Genre : Romance, School-life, friendship, family-life, AU, comedy

Rating : PG-17

Length : Chaptered

Starring :

Kim Seokjin [BTS] as himself

Min Yoongi [BTS] as Kim Yoongi

Jeong Hoseok [BTS] as Kim Hoseok

Kim Namjoon [BTS] as himself

Park Jimin [BTS] as Kim Jimin

Kim Taehyung [BTS] as himself

Jeon Jungkook [BTS] as Kim Jungkook

You [OC/Reader] as Kim Hayeon

Other Cast will coming soon…

Disclaimer :

OC’s name & story are mine. Don’t be a siders and plagiarism!

Summary : 

“Aku mencintaimu.”

“Mwo?!”

Itu yang dikatakan oleh ketujuh pria tampan pada seorang gadis yang hanya bingung melihat mereka. Gadis itu benar-benar bingung.

“Ka-kalian pasti becanda!”

“Ani.”

“Tapi…”

***

Author’s POV

Ting… Tong…

Bel sekolah tanda pelajaran selesai telah berbunyi. Para siswa dan siswi sekolah SOPA telah berhamburan keluar, termasuk Jungkook. Ia segera menyimpan buku dan peralatan tulisnya k etas hitamnya, lalu pergi ke bawah, depan sekolah.

Maniknya mencari pria tinggi bermulut kotak dan gadis imut berstatus kakak perempuannya setelah sampai di depan. Ia tersenyum tatkala melihat mereka berdua berada di mobil hitam bermerek SUV dengan seorang pria yang duduk di kursi supir sedang melihat dokumen kerjanya.

Jungkook segera berlari kesana, dan masuk ke jok kedua dari belakang.

“Eoh? Jimin hyung?” ujar Jungkook menatap pria yang duduk disamping kursi supir.

“Wae?” balas pria itu ketus.

Hyung kenapa disini? Bukannya hyung sedang ada pemotretan untuk album barumu?” Tanya Jungkook pada pria yang dipanggilnya ‘Jimin’ tadi. Jimin mendengus.

“Dibatalkan. Dasar fotografer sialan. Dia tidak datang.” Ujar Jimin kesal. Jungkook hanya terkikik.

“Sabar, ya, hyung. Aku turut bersedih. By the way, kau masih harus bekerja, Seokjin hyung?”

Seokjin menutup dokumennya dan meletakkannya di laci mobil dan segera menjalankan mobilnya. Jungkook menatapnya bingung.

“Hyung—“

“Iya, Jungkookie… Hyung masih harus bekerja. Kau tahu bukan kalau hyung sangat sibuk. Waeyo?”

Aniyo. Aku hanya bertanya.”

“Jimin oppa jangan kesal lagi, eoh? Kau kan bisa menunggu lagi.” Kali ini Hayeon yeng berujar. Jimin mengangguk-angguk mengerti.

Ne, Hayeon-ah… sebelum itu berikan aku kecupan di pipi.” Goda Jimin. Seketika wajah Hayeon memerah. Tampak ketiga pria menatap Jimin dengan tatapan antara iri dan cemburu padanya. Jimin terkikik.

Kim Jimin, penyanyi terkenal di Korea Selatan. Ia akan merilis sebuah album baru bulan ini. Seharusnya hari ini ia melakukan pemotretan untuk album barunya, tapi sesuai kata managernya, fotografernya sakit. Jadi ia harus menunggu sampai sang fotografernya sembuh. Jimin tidak mau bekerja sama dengan fotografer lain. Ia sangat keras kepala. Meski kau membujuknya dengan ratusan ton emas sekalipun, ia tetap tak akan mau.

Jimin dan Taehyung adalah kembar. Tapi, anehnya wajah mereka jauh berbeda, termasuk sifat. Taehyung sangat easy-going, sedangkan Jimin sangat keras kepala. Kesamaan mereka hanya pandai menyanyi dan gila luar kepala. Meski lebih gila Taehyung, sih.

Jimin sangat pandai dalam hal entertainment. Menyanyi, dance, b-boying, acting, semua itu ia bisa kecuali rap. Ia tak sama dengan Yoongi yang sangat suka rap. Oh ya, Yoongi sangat pandai dalam hal rap. Bahkan ia bisa tiba-tiba rap dalam tempo cepat.

“Ayo cepat, kecup aku di pipi, Hayeon-ah.” Jimin masih meminta Hayeon mengecupnya di pipi. Hayeon menatap Seokjin yang mengangguk padanya. Hayeon mendesah.

“Baiklah. Tapi kali ini saja, dasar byuntae.” Hayeon seketika mengecup pipi Jimin lalu segera menjauh darinya.

Yak, kenapa aku disebut byuntae? Apa keenam pria itu tidak mesum? Bahkan Namjoon Hyung lebih mesum dariku!” protes Jimin tak terima namun dalam nada becanda.

Heol?! Jinjja?!” Tanya Hayeon tidak percaya.

“Iya, Hayeon-ah. Hyung itu memang mesum sekali. Bahkan komputernya banyak ‘virus terlarang’ yang sangat kotor.” Tambah Taehyung sambil tersenyum setan. Seokjin dan Jungkook hanya angguk setuju. Hayeon bingung lagi.

“Apa itu ‘Virus terlarang’, oppa?” Tanya Hayeon.

“Hal yang boleh dilihat oleh orang berusia dua puluh keatas.” Ujar Seokjin.

MWO?! NAMJOON OPPA?!”

“Benar. Dia gila, kan? Bahkan banyak koleksi yang difolderkan olehnya sendiri di komputernya.” Kali ini Jungkook.

“Kau tahu, Jungkook? Kau ‘kan baru berumur tujuh belas tahun!”

“O-oh? Ho-hoseok hyung yang memberitahuku.”

“Benarkah? Kurasa kau juga ikut menontonnya, Kook.” Ledek Jimin. Seketika Jungkook memerah.

“Ya-yak! Lagipula ka-kalau Namjoon hyung me-menontonnya, kalian juga ikut, bukan?! Kalian mesum, ah!!” pekik Jungkook tak terima.

“Hey, hey. Aku sudah diatas, jadi aku aman. Tapi kalian masih dibawah umur. Kalian yang mesum.” Ujar Seokjin tanpa dosa. Hayeon hanya menganga tak percaya.

“Aku menutup mata saat menontonnya.” Ujar Taehyung dengan muka datar. Sontak saja Jungkook, Jimin dan Seokjin memekik tak percaya padanya.

“Aku tak percaya kalian sudah menontonnya.” Akhirnya Hayeon berbicara. Keempat pria itu sontak menatap Hayeon.

“Kau belum menontonnya, bukan?” Tanya Seokjin penasaran. Tiba-tiba Hayeon memerah bukan main.

“A-aku… sudah terkotori. Gara-gara Yoongi oppa yang mengajariku.” Ungkap Hayeon. Sontak keempat pria itu memekik hebat.

MWO?!!”

***

Seokjin telah pergi ke kantornya sejak ia sudah mengantarkan ketiga adiknya pulang. Hayeon sibuk di dapur, Taehyung dan Jimin sibuk di kamar mereka, sedangkan Jungkook sibuk mengganggu sang kakak perempuannya yang sedang memasak makan siang.

Noonaa… bermainlah denganku, eoh? Aku bosan~!” itulah kata-kata yang selalu keluar dari mulut Jungkook saat mengganggu Hayeon. Hayeon mulai jengkel.

Hayeon akhirnya berbalik menatap Jungkook yang pas-pas-an berada di belakangnya. Jungkook tersentak sedikit berkat Hayeon yang berbalik tiba-tiba melihatnya.

“Kau mau main apa?” Tanya Hayeon. Jungkook seketika menarik ujung bibirnya lebar—sumringah.

Play Station!” ujar Jungkook penuh semangat. Hayeon mendesah kesal.

OK, tapi setelah kita makan siang, arraseo?”

Ne, noona!”

“Nah, sekarang kau pergi panggil Taehyung dan Jimin. Aku akan pergi memanggil yang lainnya di ruang musik.”

Ne!”

Mereka pun berpencar, memanggil kakak masing-masing. Jungkook pergi memanggil Taehyung dan Jimin yang memang sekamar, dan Hayeon pergi memanggil Hoseok dan Namjoon yang kebetulan sedang berada di ruang music.

Kim Hoseok, seorang dancer yang kuliah di universitas Seoul yang sangat terkenal dengan keahlian dancenya. Ia sangat pandai nge-dance, dan ia juga pandai rap, namun tak sebaik Yoongi. Ia juga bisa beatbox dengan baik.

Kim Namjoon, seorang mahasiswa universitas Kyunghee yang mengambil jurusan Akutansi. Katanya ia ingin seperti ayahnya yang punya banyak perusahaan dan bekerja sama dengan banyak klien luar. Ia juga ingin mengikuti jejak Seokjin dan Yoongi yang menjadi pengusaha sukses sekarang.

Namjoon dulunya ingin menjadi seorang rapper, tapi sekarang ia berhenti karena ingin belajar lebih keras. Eh, bukan karena dia bodoh makanya mau belajar keras. Karena ia mau belajar keras menjadi seorang pengusaha sukses seperti ayahnya. Bahkan IQnya 148 loh (Reader : uda tau! Banyak bacot lu thor!). Ia benar-benar menyukai rap. Kalau tidak ada rap/hip hop, hidupnya serasa hampa (R : jangan membual, thor!).

Author’s POV end

***

Taehyung’s POV

“Hyung… ayo turun makan!”

Aku mendengar suara Jungkook dari balik pintu menyuruh kami makan siang. Aku menyuruh Jimin bangkit dari tempatnya—kasur—dan kami pun keluar dari kamar.

“Dimana Hayeon?” tanyaku padanya. Jungkook menunjuk-nunjuk kearah atas.

“Memanggil Hoseok dan Namjoon hyung.” Jawab Jungkook akhirnya. Kami berdua hanya mengangguk mengerti. Tiba-tiba Jimin menepuk bahu kami berdua.

“Ayo kita susul.” Usul Jimin. Aku dan Jungkook hanya mengangguk.

Kami naik ke lantai tiga dan ditengah jalan kami bertemu Yoongi.

Hyung? Kau tidak ke kantor?” tanyaku pada Hyung berambut mint itu. Ia melewatiku begitu saja. Huh, dasar Hyung dingin!

“Tidak. Lagipula ini hari Senin, Taehyung. Aku libur Senin dan Sabtu. Kau lupa?” oh, ternyata ia berbalik juga rupanya. Aku hanya cengiran.

“Oh, iya. Mianhae, hyung. Hehehe…” Taehyung bodoh. Masa bisa lupa? Untung saja hari ini suasana hatinya baik. Kalau tidak, mungkin aku akan dimarahi secara kejam, mengingat Yoongi hyung tak suka diganggu.

“Ya. Hayeon ada masak?” Tanya Yoongi. Aku mengangguk.

Ne. Kau mau ikut kami atau tunggu dibawah?” tanyaku padanya. Ia terlihat berpikir, dan akhirnya mengangguk setuju—ikut kami.

Kami pun berjalan untuk bertemu Namjoon, Hoseok dan Hayeon. Tapi Yoongi berjalan ke kamar Hoseok. Katanya mau ambil barang. Ya sudah kami tunggu di luar. Dan tiba-tiba saja Jungkook menepuk pundakku keras. Sontak saja aku memekik hebat.

YAK! Kim Jungkook apa yang kau lakukan?!! Sakit, tahuu!!” protesku sambil mengelus-elus pundakku yang sakit. Jungkook menatapku dengan wajah pucat.

“Yah, kau mau apa?” Tanya Jimin.

“Suara…”

“Huh? Suara?” ujarku kompak dengan Jimin. Jungkook menujuk ke ruang musik yang berada di seberang kami. Reflek, aku dan Jimin menatap ruang itu dan mendengar bagus-bagus.

“U-uh?! Suara itu, ‘kan…” ujar Jimin.

“Hayeon?” ujarku.

“Kenapa suaranya begitu, hyung?!” pekik Jungkook panik.

“Ayo kita cek.” Kali ini Yoongi yang tiba-tiba berujar dan sontak kami terkejut karena ulahnya. Meski begitu, kami tetap mengangguk dan berjalan ke ruang musik. Kami mendengar suara itu lagi saat kami sudah berada di depan pintu.

H-hyung…” desis Jungkook panik.

Oh my God….” Kali ini Jimin.

“Tidak mungkin…” ujarku.

“Hummm…” anehnya, Yoongi hanya bergumam tak jelas dan tanpa mengomentari apapun. Ya, itu memang sifatnya, sih. Bodohnya diriku ini.

“Aaahhhh….”

Suara itu terdengar lagi. Aku semakin tercegang mendengarnya. Hampir sama seperti itu. Ya! Apa mungkin Namjoon dan Hoseok melakukannya? Tidak! Itu tidak mungkin!

Tapi, mungkin saja terjadi.

“Namjoon oppa, pelan-pelan saja, ya…”

“Ne. Hoseok, giliranmu.”

“Ne!”

WHAT?! Apa memang benar?!

Kami berempat sangat terkejut. Jungkook sangat pucat. Ia takut. Ya iya, lah. Dia masih tujuh belas tahun, bray.

Jimin menarik nafas, lalu membuangnya. Yoongi hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu turun menggaruk dengkulnya. Aneh-aneh aja hyung satu ini.

“Bagaimana ini?” tanyaku pada mereka bertiga.

“Buka saja.” Ujar Yoongi santai.

“Yakin lu hyung?” Tanya Jimin.

“Yakin. Buka sana!”

Ck, lagi-lagi memerintah. Kami adikmu, hyung, bukan pembantu. Jungkook masih pucat, tak bisa berkata apa-apa. Aku pun mengangguk, dan membuka kenop pintu.

Alangkah terkejutnya kami dengan apa yang sedang dilakukan oleh Namjoon, Hoseok dan Hayeon.

MWO?!”

Taehyung’s POV end

***

.

.

.

.

.

A/N : Yeey! Akhirnya chapter kedua dari FF kedua kelar juga, cihui~ Hye nulis ini sampe mata merem melek waktu malem. Yah, Hye juga capek, ga ada review dari reader semua di FF author. Kan Hye jadi sedih T.T

Tolong tinggalkan reviewnya, ya! Review kalian sangat berarti bagi Hye dan akan Hye hargai. Kalo mau neror juga boleh ekekeke…. Kalau ada saran boleh kasi tau Hye, akan Hye hargai sepenuhnya.

Thank You~

Advertisements

4 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] – Brother or Boyfriend? (Chapter 2)

  1. Lalis

    Authoorrrr!!!!
    Jahat banget author, lagi serukan bacanya😢
    Oh iya annyeong author!! Apakabar?? (Sok kenal lu) thor lanjutinnnnnn gak sabar bacanyaa😭
    Authorr fighting!!!! 사랑해!!!💋💋

    Like

    1. Hehehe author ga jahat, kok.. Cuman jahil(?) saja hehehe~
      Annyeong juga, baik kok~ (Gapapa sok kenal daripada sok gengsi #plak) /author kumat gilanya/
      Mian, ne baru balas sekarang, sibuk soalnya ehhehe~

      Like

  2. Shilu28

    Ahhh tidak apa yg namjon oppa dan hosok oppa lakukan -_- jgn nodai hayeon *eh kumat jd nya ini wkwk
    hey author maaf aku baru kasih review nya chap ini , oh ya kenalan dong , aku sita dari medan 98liner , klo author ? semangat ya nge next kan berikut nya 🙂 hwaiting

    Like

    1. Hehehe… liat saja apa yang dilakukan Namjoon dan Hoseok sama Hayeon hhahah /senyum licik/ #eh?
      Gapapa kok, hehe yang penting ada yang review saja sudah bahagia authornim ini #kumatgilanya
      Hello~ Panggil saja Hye, dan aku line 02~ Salam kenal, ya!

      Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s