[BTS FF Freelance] For YOU (Oneshot)

COVER FU 1

Title : For YOU

Author : Valleria Russel/Heni Kurniyasari

Cast :   Oh Seung Hee ‘CLC’ as Han Nayoung

  • Kim Taehyung as himself
  • BTS Members

Genre : Romance, Drama, Alternate Universe

Length : Oneshoot

Rated : Teens-13

Disclaimer : Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. Jangan mengkopi apapun tanpa izin ya. Semua yang ada di cerita ini adalah milik saya kecuali tokohnya 🙂 kalo ada waktu luang boleh kunjungi blog saya http://www.valleriarussel.blogspot.com ada ff juga di sana. Terima kasih dan selamat membaca ya semua!!

―Mungkin inilah waktunya untukku membuang keegoisan yang telah kupertahankan selama tiga tahun ini. Inilah waktu yang tepat untuk menekan semua rasa takutku dan menampakan diri sebagai gadis yang siap mendampinginya dalam keadaan apapun.

Good job, Nayoung! Aku selalu senang melakukan ini jika kaulah objeknya. Sukses selalu,” kata Pak Shin dengan senang.

Aku memberikan cengiran lebar padanya dan mengacungkan jempol. “Anda adalah photographer terbaik negeri ini, Pak. Aku senang bisa melakukan ini,” balasku.

Setelah membungkuk hormat padanya, aku melimbai pergi dari ruang pemotretan sementara orang-orang sedang sibuk membereskan tempat ini. Seharian ini aku melakukan pemotretan untuk majalah CeCi dan itu sangat melelahkan, tapi ya inilah dunia yang kugeluti sejak dulu. Han Nayoung adalah salah satu dari model terbaik yang pernah dimiliki oleh Seoul dan setiap minggu aku bahkan menjadwalkan hanya akan menerima empat pemotretan saja karena terkadang dalam sehari aku mendapatkan empat sampai lima tawaran kerja. Aku ini manusia biasa bukannya mesin yang tidak bisa merasa lelah. Aku tidak akan sanggup melakukan photoshoot sebanyak itu dan daripada bekerja dengan tidak professional lebih baik mereka sedikit menunggu dan mengikuti jadwalku lalu mendapatkan hasil yang terbaik.

“Hari ini sukses, Nana.”

Minyoung berseru saat aku masuk ke ruang ganti. Wajahnya berseri-seri dan itu artinya bayaranku sudah ditransfer ke rekeningku. Aku menghasilkan cukup banyak uang sejauh ini. Dunia permodelan sudah kugeluti selama empat tahun dan hingga detik ini, ada semakin banyak hal yang mereka tawarkan padaku. Bintang iklan, model video klip, dan lain-lain.

“Senang bisa bekerja dengan baik. Aku sungguh lelah sekarang, bisakah kita langsung pulang? Kau bisa pesankan makanan untukku karena aku belum sempat mengisi kulkas. Oh satu lagi, tidak boleh ada yang menggangguku besok karena aku akan bermalas-malasan di apartemen sehari penuh,” ujarku.

“Tentu saja, aku menghapal semuanya dengan baik, kau tenang saja. Eh tapi bagaimana dengan makan malammu dan Taehyung besok malam?”

“Kau tenang saja, aku dan Taehyung ahli dalam bersembunyi, semuanya akan berjalan seperti biasa.”

“Nayoung, kenapa kau tidak mencoba untuk menunjukkan hubungan kalian ke public secara perlahan,” ujar Minyoung, tampak tak yakin.

Aku mendelik padanya. Apa-apaan! Bukannya dia sangat mendukung tindakanku dengan pacarku itu, kenapa sekarang dia malah memintaku untuk menunjukkan ke public.

“Apa maksudmu? Hubungan ini akan tetap menjadi rahasia diantara kita saja, Minyoung. Aku tidak akan membeberkan kisah cintaku pada public. Mereka semua tidak akan mengerti. Kau bahkan tidak tahu seberapa besar kebencian para penggemar Bangtan terhadap setiap gadis yang pernah digosipkan dekat dengan Idola mereka dan bisa kau bayangkan bagaimana reaksi mereka jika mereka sampai tahu bahwa aku ini adalah pacarnya Taehyung? Mereka akan memburuku sampai keujung dunia, Minyoung. Hidupku tidak akan sama lagi setelahnya,” balasku.

Dia menghela napas berat. “Lalu sampai kapan kalian akan seperti ini? Jika kalian tidak mencoba kalian tidak akan pernah tahu. Mungkin saja penggemarnya akan menyukaimu dan menerima hubungan kalian,” cetusnya.

Aku selesai mengganti pakaianku dan berbalik menghadapnya. “Kemungkinannya hanya 0,001% alias tidak ada, Minyoung! Berhenti membicarakan ini! Semuanya akan terungkap seiring berjalannya waktu, tapi untuk saat ini aku belum siap dan Taehyung tidak keberatan.”

Dia hanya mengangguk dan lalu kami pergi meninggalkan kantor majalah CeCi untuk kembali ke apartemen. Minyoung bukan hanya seorang manajer untukku, dia sudah seperti kakakku. Aku menyayanginya. Kami tinggal bersama di apartemenku. Itu adalah hasil dari kerja kerasku bersama dengan mobil yang kunaiki saat ini.

Mengecek ponselku, aku mendapatkan tiga pesan dari Taehyung. Ah mengenai Taehyung, dia adalah salah satu dari pria paling popular di Korea dan bahkan seluruh dunia. Dia seorang selebriti, seorang Idol, seorang penyanyi. Bagian dari boy grup bernama BTS.  Penggemarnya tersebar ke seluruh belahan bumi meski belum sebanyak penggemar Justin Bieber. Ya, aku memang kekasihnya. Kami sudah lama menjalin hubungan sembunyi-sembunyi ini. Sudah tiga tahun lebih. Saat kami memulai karir bersama-sama. Dia pria yang perhatian, selalu menyempatkan mengabariku setiap kali dia ada waktu, katanya aku adalah prioritas utamanya.

Sekarang dia sedang ada di Malaysia untuk Tour dunianya bersama dengan Bangtan. Dia sangat sibuk, tentu aku tahu dan mengerti dengan sangat baik. Sejak awal, aku sudah memikirkan segala macam resiko ketika menerimanya menjadi kekasihku. Hubungan kami tidak akan pernah menjadi mudah. Akan ada banyak orang yang ingin tahu.

Sejak awal memang aku sudah tidak ingin mempublikasikan hubungan kami karena bagiku kisah cintaku bukanlah ajang untuk disebarluaskan. Aku ingin semuanya berjalan baik dan normal. Aku tidak suka jika kehidupan pribadiku diekspos. Taehyung juga begitu. Dia tidak ingin menempatkanku dalam masalah lain jika kami mempublikasikan hubungan kami.

Penggemarnya akan murka dan aku tidak yakin bisa menerima caci maki. Aku tidak sanggup jika setiap saat harus diikuti oleh orang-orang yang terobsesi dengan pacarku itu.

Dalam sebulan aku hanya bertemu sebanyak lima kali dengannya. Itupun tidak lama, hanya sepuluh menit dan paling lama dua jam. Kecuali ketika kami sedang libur. Kami tidak pernah pergi kencan keluar berdua. Kami melakukan kencan di dalam rumah. Makan siang bersama, makan malam bersama, menonton film, dan aku juga bermain playstation dengannya.

Besok dia akan pulang dari Malaysia dan malamnya dia akan mengunjungiku. Aku akan memasak untuknya. Aku merindukan dia. Ya ampun, aku mencintainya. Dia sangat berharga untukku.

“Bagaimana pekerjaanmu hari ini, Chagiya? Kuharap semuanya baik-baik saja. Kau tahu aku sangat tidak sabar menunggu besok dan segera bertemu denganmu p.s. I Love U :*”

“Hai, aku sedang latihan untuk konser malam ini dan sedikit kena marah karena kurang berkonsentrasi. Bagaimana seorang pria bisa berkonsentrasi sementara dia sangat merindukan kekasihnya :(“

“Baiklah, semoga harimu indah dan sampai bertemu besok p.s. merindukanmu :’(“

Senyuman lebar tersungging di wajahku saat membaca pesan singkatnya. Dia memang sangat manis, sangat romantis, dan perhatian. Seandainya aku bisa memamerkan pada semua orang jika dia adalah kekasihku, ya seandainya saja kami tidak berada di dunia yang sulit ini.

Semangat untuk konsernya, Tae. Aku juga mencintaimu dan sangat merindukanmu di sini. Sampai ketemu besok p.s. aku juga tidak sabar menunggu besok :’)

Aku menekan tombol kirim dan kembali mematikan ponselku. Aku melirik Minyoung dan dia tengah menahan cengiran geli. Ah dia pasti mengintip lagi.

“Berhentilah mengintip obrolan pribadiku dengan kekasihku, Min.”

“Itu sudah menjadi hobiku sejak dulu, lagipula aku juga heran karena tidak pernah membaca pesan panasmu dengannya,” kekehnya.

Aku memukul kepalanya. “Dasar otak mesum!”

“Hei, hanya bercanda.”

“Jadi jangan lupa untuk mengisi penuh kulkasku malam ini ya, karena aku memiliki kencan panas besok dengan kekasihku,” ujarku dan kami terkekeh geli.

Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, begitu tiba di apartemen aku langsung mengurung diriku di kamar dan membiarkan Minyoung mengurus semuanya. Rasanya tubuhku seperti dipukuli orang satu kampung.

“Na, apa saja yang harus kubeli untuk mengisi kulkasmu?”

Minyoung berteriak dari luar kamarku. Mataku kembali terbuka dan mengendus kesal. Tidak bisakah aku mendapatkan tidurku sekarang?

“Cokelat, daging, ayam, sayur-sayuran, makanan ringan, ice krim, rempah-rempahnya, cabai, tepung terigu, telur, mie instant, dan sisanya kau lihat sendiri di swalayan. Beli semua yang menurutmu akan kuperlukan selama sebulan ini,” balasku berteriak padanya.

“Baik, aku mendapatkan semuanya. Aku pergi dulu, baik-baik di rumah.”

Aku membalasnya dengan gumaman malas lalu kembali melanjutkan waktu tidurku.

Tiga tahun yang lalu, tepat setelah aku menyelesaikan pemotretan di hari itu. Seorang pria datang ke ruang gantiku tanpa mengetuk pintu dan tanpa mengucapkan apapun lalu mengunci pintunya. Kebutulan waktu itu Minyoung sedang keluar untuk menemui pihak editing. Apa yang kurasakan waktu itu adalah perasaan terkejut luar biasa dan aku siap berteriak saat tiba-tiba pria itu dengan sigap menghampiriku dan membekap mulutku.

“Hei, jangan berteriak! Aku bukan orang jahat. Aku kemari untuk bertemu denganmu. Berjanjilah padaku, ketika aku melepaskan tanganku, kau tidak akan berteriak. Oke?”

Yang kulakukan hanyalah mengangguk dengan mata melotot padanya. Jantungku berdebar dengan kencangnya. Untuk yang pertama kalinya dalam hidupku, aku mengalami kejadian gila seperti ini. Ya ampun, seorang pria asing yang tidak kukenal sama sekali masuk begitu saja ke ruang gantiku. Itu tindakan yang tidak sopan.

Pria ini melepaskan tangannya dari mulutku dan mundur sedikit menjauh.

“Siapa kau?”

“Aku? Aku Kim Taehyung. Aku ini adalah penggemar bertamu, Nayoung-ie,” kekehnya.

Bola mataku terputar begitu mendengar ucapan konyolnya. “Serius! Aku tidak suka lelucon seperti ini! Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sini? Dan bagaimana kau bisa masuk ke sini? Kau tahu, ini bukanlah tindakan yang sopan.”

Dia masih bertingkah dengan santai dan memasang cengiran tanpa dosa di wajahnya, membuatku semakin kesal. Siapa sih pria sinting ini? Dia terlalu tampan, terlalu konyol, terlalu aneh, mengaku sebagai penggemarku, dan dia tidak terlihat seperti orang biasa.

“Aku maklum jika kau tidak mengenalku dan mungkin memang tidak pernah melihat wajahku sebelum ini, tapi percayalah aku ini pengagummu. Aku membaca profilmu di majalah fashion dua bulan lalu dan aku langsung merasa jatuh hati saat itu juga. Sekarang, aku akan memperkenalkan diriku dengan baik. Namaku Kim Taehyung dan aku adalah anggota dari boy grup yang sedang naik daun, BTS.”

BTS. Satu kata itu berhasil membuatku kembali melotot padanya. Satu tanganku menutup mulutku yang menganga tak percaya. Tentu saja, ketika itu aku merasa sangat shock, itu adalah nama boy grup yang baru saja melakukan debut tahun lalu dan saat ini mereka memang sedang naik daun. Hanya saja waktu itu, aku tidak sama sekali memperhatikan dunia tempatnya bernaung, aku tidak tahu siapa-siapa saja member boy grup itu.

“Kau bercanda! Ini tidak lucu. Jangan mengaku-ngaku sebagai artis.”

Dia terkikik geli. “Aku sudah tahu akan seperti ini reaksimu. Nah, biar kutunjukkan kalau aku sama sekali tidak bercanda dan tidak sedang membuat lelucon denganmu. Sekarang, ayo ikutlah denganku.”

“Apa? Aku tidak bisa! Aku tidak punya waktu untuk semua omong kosong ini! Sekarang, pergilah dari sini. Aku harus mengganti pakaianku dan kumohon keluarlah!”

“Tidak, aku tidak akan pergi dari sini! Hanya ada dua pilihan, berganti pakaian di depanku atau ikut denganku sekarang.”

Mengendus kesal. “Oke! Aku ikut denganmu.” 

Dia nyengir lagi dan meraih tanganku lalu membawaku keluar dari ruang gantiku. Waktu itu, aku ingat kami berpapasan dengan Minyoung dan dia menunjukkan reaksi yang tak jauh beda dariku saat dia melihat siapa yang menarik tanganku, bedanya dia tahu itu Kim Taehyung sedangkan aku buta tentang dunia kpop.

Aku tidak tahu kemana dia akan membawaku, tapi mataku menangkap sebuah ruangan di ujung lorong ini dan kemungkinan dia akan membawaku kesana. Aku bahkan masih belum bisa melupakan bagaiman pria ini membuatku berdebar hanya dengan berlari seperti ini dengannya. Padahal itu adalah pertemuan pertama kami dan saat itu aku merasa menjadi gadis yang begitu konyol.

Dia membawaku ke ruangan itu dan begitu pintunya terbuka semua orang yang ada di sini menatap kearah kami dengan tatapan berkerut bingung. Ada enam pria di sini dan mereka semua sedang asik dengan makanan di hadapan mereka.

“Tae, siapa yang kau bawa? Bagaimana jika ada yang memfoto kalian?”

“Tenang saja, Hyung. Semuanya aman terkendali. Aku membawa gadis ini kemari karena dia sama sekali tidak percaya jika aku adalah bagian dari BTS.”

“Hei, aku tidak bilang kalau aku tidak percaya!”

“Sepertinya aku pernah melihatmu,” ujar Namjoon. 

“Dia Han Nayoung. Gadisku.”

“Gadismu? Aku bukan gadismu dan lepaskan tanganku.”

“Kalian berdua sangat manis dan lucu,” kekeh Jimin. 

Setelah itu, aku mengobrol dan berkenalan dengan mereka semua. Awalnya kupikir aku menyukai Jeon Jungkook si maknae yang sangat berkarisma, tapi wajah dan sikap konyol Taehyung memang sudah merebut semua perhatianku.

Hubungan kami berjalan baik di hari-hari selanjutnya. Mereka terkadang datang ke tempatku dan terkadang aku datang ke tempat mereka. Aku bahkan pernah menyusul Taehyung ke New York saat mereka melakukan konser disana dan aku juga pernah mendatangi mereka di Indonesia saat mereka melakukan fans sign.

Aku tidak tahu jika pada akhirnya, aku akan jatuh cinta padanya dan menerimanya menjadi kekasihku. Hubungan kami semakin hari terasa semakin kuat dan aku rasa aku serius dengannya. Tentu saja, aku tidak bisa melirik pria lain lagi selain Kim Taehyung.

Setalah tiga tahun berlalu dan semuanya masih terkendali dengan baik diantara kami, seiring itu juga aku berpikir hubungan kami semakin kuat. Aku mungkin masih belum siap untuk mempublikasikan kisah cinta kami ini. Aku benar-benar tidak bisa menerima caci maki, aku tidak akan sanggup.

~~~

Baiklah, untuk yang terakhir kalinya aku mematut penampilanku di cermin lalu meraih tas tanganku juga kaca mata hitamku. Minyoung menatapku aneh saat aku keluar dari kamar dengan penampilan tidak biasa.

“Kau mau kemana?”

“Pesawat mereka akan tiba satu jam lagi dan aku sudah memutuskan untuk menjemputnya di Bandara hari ini,” jawabku.

“Itu keputusan yang bagus. Hati-hati di jalan.”

Aku meninggalkan apartemen dengan perasaan senang luar biasa setelah sehari penuh hanya berada di atas tempat tidur dan bermalas-malasan juga sesekali membalas pesan singkat Taehyung, aku sudah merasa lebih baik sekarang.

Lima belas menit kemudian aku memarkirkan mobilku di tempat parkir Bandara Incheon. Memakai kaca mata hitamku, aku melangkah dengan percaya diri menuju pintu kedatangan. Aku tahu akan ada banyak penggemar mereka di sini.

Gadis-gadis itu memakai atribut lengkap mereka untuk menyambut kembalinya Idola mereka dari Tournya. Mereka tampak tenang dan tidak berbahaya, tapi nanti saat mereka melihat salah satu dari pria kesayangan mereka menggandeng tangan seorang gadis barulah mereka akan menunjukkan taring.

Aku duduk dengan santai di dekat pintu keamanan bersama dengan wartawan yang tidak mengenaliku. Aku jarang muncul di televisi, hanya sesekali untuk berbagi tips tentang fashion dan make up. Mungkin mereka tidak familiar dengan wajahku.

Aku sudah memikirkan ini dengan matang dan sudah memutuskannya. Taehyung mungkin tidak keberatan, tapi aku tahu dia selalu ingin memperkenalkanku pada dunia. Mungkin inilah waktunya untukku membuang keegoisan yang telah kupertahankan selama tiga tahun ini. Inilah waktu yang tepat untuk menekan semua rasa takutku dan menampakan diri sebagai gadis yang siap mendampinginya dalam keadaan apapun.

Tadi aku sudah bilang padanya kalau aku punya kejutan untuknya ketika dia sampai nanti. Kuharap semuanya akan baik-baik saja. Dua menit lagi. Ya Tuhan, jantungku berdetak dengan keras. Keringat dingin terasa di dahiku.

Intercome mengumumkan kedatangan pesawat dari Malaysia. Gadis-gadis yang sedari tadi terlihat tenang mulai bereaksi ketika mendengar pesawat yang dinaiki Idola mereka telah mendarat dengan selamat. Aku berdiri dari posisi dudukku. Perlahan berjalan menghampiri kerumunan itu. Pihak keamanan bersigap mengendalikan mereka.

Jantungku berdegup dengan kencangnya saat melihat satu per satu dari mereka muncul dari dalam. Aku membuka kaca mata hitamku dan dalam sedetik mata Taehyung langsung menemukanku dan mengunciku. Napasku sedikit memburu, demi dia, aku akan menekan rasa takut sialan ini sebisaku.

Cengiran bahagianya menulariku juga dan dia berlari menerobos kerumunan itu bersama dengan member lainnya. Mereka tampak tersenyum geli dan memberikan tatapan menggoda pada kami.

Semuanya hening begitu dia tiba di hadapanku. Ada banyak blits yang mengambil gambar kami. Lengannya memelukku dengan erat, melindungiku dari apapun yang akan menyakitiku. Setelah itu, kami berjalan pelan menuju mobil mereka dan aku akan menuju mobilku. Aku mendengar teriakan gadis-gadis itu. Keadaan di sini jadi tak terkendali. Tangan hangat Taehyung menggenggam tanganku yang dingin.

“Semuanya akan baik-baik saja, aku senang dengan kejutan ini darimu, Chagiya.”

“Tujuanku adalah untuk menyenangkanmu.”

Aku tiba di mobilku dengan selamat dan Taehyung ikut masuk ke dalam. “Kau tidak pulang dengan teman-temanmu?”

“Tidak, malam ini kita akan memiliki waktu yang istimewa. Aku sudah menunggu ini begitu lama dan aku tidak akan menyia-nyiakannya begitu saja. Biarkan semua orang tahu tentang hubungan kita. Jadi kita tidak perlu bersembunyi lagi dan bisa pergi kencan kemanapun tanpa harus merasa takut,” ujarnya.

Taehyung tidur karena lelah begitu tiba di apartemenku. Minyoung membuatkan cokelat hangat untuk kami dan dia bilang dia sangat senang dengan keputusanku ini. Ya, mungkin ini adalah keputusan yang terbaik.

Tanganku gemetar saat aku melihat ada begitu banyak pemberitahuan dari akun instagram, twitter, dan facebook. Tidak, aku sudah memutuskan untuk melawan rasa takut dan semuanya akan baik-baik saja. Taehyung ada bersamaku.

Tubuhku membeku saat melihat foto-foto kami ketika di Bandara sudah tersebar luas dalam waktu dua jam. Air mataku mengalir saat melihat ada begitu banyak hujatan yang ditujukan padaku.

Mereka bilang jika aku adalah jalang murahan dan sama sekali tidak pantas bersama Taehyung. Tubuhku bergetar hebat saat melihat penggemar Taehyung melakukan spam di akun instagramku.

Tidak. Aku tidak bisa. Kepalaku berputar dengan hebat. Dan hal terakhir yang kuingat adalah teriakan Minyoung lalu suara pintu yang dibuka dengan keras sebelum semuanya menjadi gelap.

“Apa yang terjadi padanya, Dokter?”

“Dia mengalami shock ringan, dia merasa tertekan karena hujatan-hujatan yang dia dapatkan karena itu adalah hal yang berusaha dia hindari sejak dulu. Tapi semuanya baik-baik saja. Keadaannya stabil, dia hanya perlu melupakan kejadian yang menimpanya barusan dan seseorang harus menjaganya jauh dari hal-hal yang bisa memicu rasa takutnya itu.”

“Terima kasih, Dok.”

“Kalian sudah boleh melihatnya.”

Aku membuka mataku saat mendengar suara pintu berdecit terbuka dan Minyoung muncul di sana. Dia menatapku sedih dan air mata mengalir lagi dari mataku.

“Dimana Taehyung?”

“Dia sedang melakukan sesuatu yang penting, sebentar lagi dia akan kesini,” jawabnya.

“Apa yang sudah terjadi?”

“Kau tadi pingsan. Semuanya akan membaik, percayalah!”

“Mereka, mereka tidak menyukaiku, Min. Aku tidak bisa! Aku tidak bisa membahagiakan Taetae.”

“Jangan konyol, Na. Taehyung marah padamu karena kau dengan bodohnya melihat dan membaca komentar-komentar mereka dan dia juga marah pada mereka karena mengatakan sesuatu yang buruk pada gadisnya. Pria itu sangat mencintaimu dan sekarang dia sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.

Air mataku mengalir lagi dan Minyoung menghapusnya. “Berhentilah menangis. Taehyung akan memarahiku juga nanti. Dia sedang memberikan klarifikasi tentang hubungan kalian dan dia sudah memutuskan untuk menjagamu selama seminggu ini dan memastikan keadaanmu baik-baik saja.”

Aku mengangguk sebagai respon. Pintu terbuka lagi dan ketujuh pria itu memenuhi ruangan ini. Aku tidak tahu sudah berapa lama aku terbaring tak sadarkan diri di sini.

Taehyung menatapku sendu dan aku berusaha untuk memberikan senyuman kecilku padanya.

“Maafkan aku,” bisiknya dekat dengan telingaku.

“Ini adalah keputusanku! Aku melakukan ini karena aku juga mencintaimu sama besarnya dengan perasaanmu. Aku hanya harus membiasakan diri dengan hujatan-hujatan itu mulai sekarang,” kataku.

“Tidak, aku sudah memastikan keamananmu, kau tidak akan dihujat lagi. Suka tidak suka mereka harus menerima semua ini, Chagiya. Kau adalah kekasihku dan mereka harus tahu kalau aku sangat mencintaimu jadi mereka akan berpikir ulang untuk menyakitimu. Terkadang mereka lupa jika ini adalah hidupku dan akulah yang menjalaninya.”

Aku memejamkan mata saat dia mengecup dahiku. “Terima kasih,” bisikku.

Dia tersenyum lebar setelahnya. “Nayoung-ie, mulai sekarang kau tidak perlu khawatir lagi karena kami akan selalu berada di sini untuk menjagamu. Taehyung hari ini sudah menunjukkan pada kami jika dia sangat menyayangimu dan semua orang itu yang melayangkan komentar kasar dan menjelekkan namamu sudah tercatat namanya dan mereka akan segera mendapatkan hukumannya,” seru Jimin.

Aku tersenyum pada mereka semua dan mulai hari ini aku akan mempercayai mereka semua. Dengan segera perasaanku membaik. Ya, aku akan menghadapi semua ini. Semuanya akan baik-baik saja.

TAMAT~

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s