[BTS FF Freelance] Who You? – (Drabble)

Untitled-1.

Who You?

Story by Carishstea

Starring Jeon Jungkook and Kim Taehyung of Bangtan Boys

Horror, Riddle

General | Drabble

Disclaimer: BTS’s always owned by god. But this story line is pure from my imajination. If there’s still some typos, I’m so sorry. Hope you can enjoy it.

***

Tik…tik…tik.

Jam dinding itu sekali lagi masih berdetik beraturan.

Seraya menunggu Jungkook keluar, Taehyung mencari-cari cerita horror terbaru untuk sekedar menghibur diri.

Dan baru beberapa langkah Taehyung berjalan, kran air itu tiba-tiba berhenti.

***

.

WHO YOU?

.

Pukul 22.41 KST

Jungkook kembali menatap arloji hitam yang melingkar apik di pergelangan tangannya. Hari sudah begitu larut, dan ia sangat lelah untuk saat ini. Menjalani profesi sebagai pelajar sekaligus menjadi seorang trainee dari suatu perusahaan bukanlah suatu yang ringan. Hampir tiap harinya ia harus seperti ini.

Sesampainya di apartemen, ia langsung melangkahkan kakinya menuju lift, yang akan membawanya ke lantai enam. Setelah selesai dengan lift, Jungkook berjalan melewati koridor gelap di depannya. Apartemen miliknya terletak di sudut gedung. Jadi ia harus berjalan cukup lama mengitari lantai itu.

Keadaannya sangat sunyi. Kamar-kamar di lantai enam, yang berpenghuni hanyalah dua kamar saja. Entah mengapa banyak pengunjung yang sengaja menghindari kamar-kamar di lantai itu. Namun tentu saja hal paranoid seperti itu hanyalah lelucon anak-anak bagi Jungkook.

Ngomong-ngomong Jungkook tak tinggal sendirian di apatemennya. Ia tinggal bersama seorang temannya, yang kini juga mengambil profesi sebagai trainee di perusahaan yang sama dengan Jungkook. Kim Taehyung. Itulah nama anak tadi.

Jadwal latihan mereka berbeda. Jadi Taehyung kini pasti sudah tidur duluan di apartemen mereka. Jungkook kembali menyalakan lampu yang tadinya sudah Taehyung matikan tentu saja. Setidaknya ia harus membersihkan diri sebelum beranjak ke tempat tidur. Kemudian berganti pakaian dengan piyama kelinci putih kesukaannya.

Setelah selesai dengan semuanya, Jungkook pun membereskan barang-barangnya sejenak, kemudian mulailah ia beristirahat di kamarnya. Namun, baru beberapa menit ia membaringkan tubuhnya, seseorang tiba-tiba mengguncang tubuhnya hebat.

“Jung! Kau sudah tidur? Temani aku ke kamar mandi sebentar.” Taehyung berbisik lirih tepat di telinga Jungkook sambil masih mengguncang-gucang tubuh temannya itu.

Jungkook yang sejatinya masih kelelahan dengan dirinya sendiri, pun mengabaikan guncangan dan usaha Taehyung untuk membangunkannya itu. Mana ada seorang dewasa yang jika ke kamar mandi harus ditemani. Temannya itu memang konyol.

“Jung! Bangun tukang tidur! Hanya sebentar. Kumohon…,” ujar Taehyung lagi. Kali ini ia mengatakannya dengan cukup keras karena Jungkook sama sekali tak meresponnya.

Dengan sedikit jahil, Taehyung pun menarik paksa sebuah guling yang sedari tadi Jungkook peluk, dan sukses membuatnya terbangun.

“Aku lelah, hyung. Aku barusaja pulang. Kau tinggal nyalakan lampunya. Tak ada yang akan menggigitmu,” omel Jungkook seraya mencoba mengambil balik guling kesayangannya.

“Hanya sebentar. Aku mengalami masalah pencernaan akut,” balas Taehyung langsung menggandeng tangan Jungkook, dan menariknya paksa.

Ia tahu temannya yang satu itu sangat keras kepala. Ia tak akan mau meninggalkan ranjangnya jika sudah terlalu lelap. Jadi biarlah Taehyung menariknya sebelum tingkat keras kepala temannya itu meningkat.

.

.

.

23.37 KST

Tik… Tik… Tik

Karena sudah begitu malam, keadaannya begitu sunyi. Hanya terdengar bunyi dentingan detik per detik yang dihasilkan oleh jam dinding di ruangan itu. Jungkook menunggu Taehyung di dapur, karena tempat itulah yang terdekat dengan kamar mandi. Temannya yang satu itu benar-benar penakut. Dan menyebalkan tentu saja.

Sambil menunggu lama itu, anehnya semakin lama Jungkook menunggu sendiriran, semakin bulu kuduknya meremang tanpa sebab yang jelas. Rasanya seperti ada yang mengawasi.

Ngomong-ngomong Jungkook dan Taehyung baru menempati apartemen ini beberapa minggu lalu. Tempatnya cukup luas dan bagus. Tapi anehnya mereka menyewakannya dengan harga yang sangat murah. Apartemen ini juga nampak tak pernah dihuni lagi selama beberapa tahun belakangan. Mungkin pikiran-pikiran itu yang kini malah membuat Jungkook terlihat penakut seperti itu. Ck, ia membecinya.

Krrrk

Cklek!

.

.

Suara itu hampir membuat Jungkook terkena serangan jantung jika saja Taehyung tak segera menampakkan batang hidungnya. Ia menghembuskan nafasnya lega setelah mengetahui suara tadi berasal dari pintu kamar mandi. Taehyung baru saja selesai dengan urusannya. Jungkook pun tanpa menunggu Taehyung lagi, langsung berjalan ke kamarnya untuk menenangkan pikiran-pikiran paranoid yang sempat menghinggapinya tadi.

Taehyung tahu Jungkook kesal dengannya. Tapi Taehyung benar-benar tak bisa pergi ke kamar mandi sendirian di tempat baru seperti ini. Sejujurnya bulu kuduknya ikut meremang saat Jungkook meninggalkannya duluan tadi. Namun ia buru-buru ke kamarnya, dan mengabaikan semua itu.

Tik… Tik… Tik

01.19 KST

Taehyung melirik jam weker di sebelah tempat tidur miliknya. Ia terbangun oleh goyangan kecil dari temannya yang kini masih memanggil nama Taehyung pelan.

“Hyung, kau sudah bangun?” tanya Jungkook pelan.

“Oh, untuk apa kau ke kamarku, Jung?” tanya Taehyung heran mendapati teman se-apartemennya itu yang kini masih berdiri di sebelahnya dengan tangan yang ia masukkan ke saku baju hitamnya.

“Temani aku ke kamar mandi. Aku sudah tak tahan lagi,” ujar Jungkook dengan wajah yang semakin memerah.

Taehyung pun mengiyakannya saja, dan segera berjalan mengikuti Jungkook ke kamar mandi. Toh, tadi anak itu telah menemaninya juga.

Sambil menunggu Jungkook, Taehyung bermain-main dengan iphone baru miliknya. Mencari-cari cerita horror terbaru untuk sekedar menghibur diri. Dan waktu berlalu begitu saja.

Tik… Tik… Tik

Sekali lagi hanya terdengar suara jam dinding yang berdetik beraturan itu. Merasa sudah cukup lama ia menghabiskan waktunya dengan cerita fana web, Taehyung menengok ke arah jam yang sedari tadi menemaninya dalam sunyi.

00.49 KST

Masih tengah malam.

“Jung, kau belum selesai?” tanya Taehyung mulai bosan. Ia telah menghabiskan seluruh cerita yang ada pada satu blog kumpulan cerita misteri.

“Tunggu,” balas Jungkook singkat.

Taehyung masih bisa mendengar suara kran air dari dalam kamar mandi sejak tadi. Untuk apa ia menyalakan kran air ngomong-ngomong? Yah, mungkin untuk sekedar mengusir sunyi. Atau Jungkook hanya mengerjai Taehyung, karena lima belas menitnya di kamar mandi sebelumnya? Entahlah..

“Jung, jika lima menit lagi kau tak segera selesai, jangan salahkan aku jika kutinggal,” ujar Taehyung mengingatkan.

Jungkook tak membalasnya. Mungkin ia kesal karena Taehyung memutuskan seenaknya sendiri. Tapi bukankah ini keterlaluan? Taehyung hanya menghabiskan waktu sekitar lima belas menit. Dan Jungkook mungkin sudah membuatnya menunggu sekitar tiga puluh menit. Mungkin ia memang harus diajari sopan santun lebih. Ck…

00.49 KST

Tit…tit…tit.

Taehyung menghentikan bunyi timer yang ia setel di ponselnya. Yaa, lima menit berlalu begitu saja, dan Jungkook masih saja belum keluar. Sesuai perkataannya, Taehyung berniat untuk meninggalkan Jungkook. Mungkin saja bukan, anak itu hanya ingin mengerjainya karena kesal tadi.

“Jung, sudah lima menit. Aku pergi, oke?” Setelah Taehyung selesai berpamitan,  ia segera pergi ke kamarnya tanpa ragu. Namun entah bagaimana, tiba-tiba terbesit suatu pikiran di benak Taehyung.

“Benar juga. Bagaimana bisa?”

Baru beberapa langkah Taehyung berjalan, kran air itu tiba-tiba berhenti. Tapi bukan itu yang saat ini mengganggu pikiran Taehyung. Dengan memberanikan diri, Taehyung kembali berbalik ke arah Jungkook yang kini memasang wajah tersenyum malu pada Taehyung. Mungkin memang benar ia terlalu lama.

Tapi Taehyung tak mau membalas senyum itu. Tubuhnya kini bergetar hebat. Ia hanya bisa tersenyum kaku ke arah Jungkook. Setelahnya ia segera berjalan cepat meninggalkan ruang makan menuju kamarnya.

Taehyung menutupi seluruh tubuhnya dalam balutan selimut. Ia memaksakan untuk segera memejamkan mata sambil terus menggumamkan doa-doa yang masih diingatnya. Setelah ia sampai kamarnya, ia segera mengetikkan sesuatu dalam handphone-nya dan memencet tombol, “kirim”.

‘Jung, segera kemasi barangmu. Kita pindah besok.’

.

.

.

-FIN

Hope you enjoy it ^^. Maaf kalau riddle-nya terlalu gampang. Maaf juga kalau ceritanya jadi gaje gini.

Well, what do you think? Mind to answer? Don’t forget to leave your like and coment, ne!

Q: “Apa yang aneh dari cerita di atas?” (Yang ngebuat Taehyung tahu kalau itu bukan Jungkook, temennya yang asli? Yang ngeganggu pikiran Taehyung tadi.)

Advertisements

4 thoughts on “[BTS FF Freelance] Who You? – (Drabble)

  1. Parkdongseob29

    Mungkin yang diliat taetae itu hantu yg menyerupai kuki. Apartemennya mewah tapi disewain murah kan? Mungkin juga karena sebelumnya ada kasus bunuh diri/pembunuhan di apartemen itu. Dan mungkin kasus bunuh diri/pembunuhan itu terjadi saat jam 00.49 KST (?) trus juga keganjilan antara piyama kelinci yg dipake kuki sebelum tidur dan saat dia ngebangunin taetae jadi pake item. Iye ke?:v

    Like

  2. HanHyeNa

    Well, dia pake baju item saat ketemu Taehyung… What the…. -,-
    Trus, waktunya putar balik?!
    1.19 KST, balik ke 0.49 KST, trus setelah nunggu lama tetap aja 0.49 KST?!
    Dia uda lewat 2 hari nunggu hantunya wkwkwk..
    Piyama kelinci… Masih anak2 maklum dah wkwk

    Liked by 1 person

  3. Aku sudah ngeh dari awal. Jungkook sebelumnya pake piyama kelinci. Tapi pas bangunin Taehyung dia pake baju hitam. Jeng jeng! Aku ini penakut TT jadi aku cukup bersyukur ngga dikejutkan sama foto2 menyeramkan TT

    Liked by 1 person

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s