[FF BTS Freelance] Apology (Oneshot)

cats

APOLOGY

Author: Kim Hera95

Main Cast : BTS Jung Hoseok

OC Min Jihe

Genre : romance,school life, little comedy,sad

Ranting : PG-15

Length: oneshoot

.

.

.

.

Summary

Mian aku tidak melihatmu sejak awal..

Aku hanya mengira kau orang yang bodoh…

Happy Reading..

High School

Seperti biasanya aku harus berangkat sekolah sangat pagi karena ada satu hal yang membuatku harus datang kesekolah sepagi ini yaitu mendapat hukuman dari sonsaengnim.

eomma,appa aku berangkat dulu ne.”ucapku

ne.. hati-hati Hoseok,belajarlah yang benar.”ucap appa

Yappp… namaku Jung Hoseok bisa dipanggil Hoseok atau paling sering dipanggil dengan sebutan J-Hope entah kenapa namaku bisa diganti seperti itu.

<skippp>

……………

Jung Hoseok POV

Sesampai di sekolah aku mendapat tugas dari sseam untuk membersihkan kolam renang” mwo? Apa aku setiap hari akan membersihkan semua ini?” ucapku menunjuk kearah kolam renang yang sangat berantakan

aniya kau tidak sendiri Hoseok aku akan membantumu.” Tiba-tiba ucap seorang yeoja dan refleks segera ku toleh pemilik suara itu.

wae?? Kenapa kau berada disini Jihe aku tak butuh bantuanmu.”ucapku dengan ketus

Yahh yeoja ini bernama Min Jihe ia juga bisa dibilang yeoja yang selalu mengikutiku sejak SMP sampai sekarang ini

aniyo Jung Hoseok aku akan selalu membantumu meskipun kau tak memerlukan bantuanku.” Ucapnya sambil merebut kain pel yang kubawa untuk membersihkan sekitar kolam renang ini. Kubiarkan saja toh, ia juga yang menginginkanya aku juga tak memaksa,aku heran kenapa ia tak bosan mengejarku bahkan sampai kurun waktu yang sangat lama.”kau sungguh hebat Jihe.” Batinku.

Aku juga merasa senang jika Jihe mengejarku terus tapi entah mengapa perasaanku ini masih belum bisa mengatakan bahwa aku mulai menyukai Jihe.

“hmm. Jihe-ya kenapa kau selalu mengejarku bahkan aku tak mencintaimu,aku hanya mengaggapmu hanya sebatas teman saja tak lebih.” Ucapku dengan jujur

“karena aku sangat mencintaimu aku tak peduli kau menganggapku apa, yang mesti aku mencintaimu” ucapnya sambil membersihkan kolam renang

Min Jihe POV

Aku berusaha menahan air mataku, yah aku tau kalau Hoseok tidak mencintaiku tapi aku akan tetap berusaha mendapatkanya. “eoh akhirnya selesai juga.” Ucapku sambil merenggangkan ototku yang merasa pegal semua. “gomawo” ucapnya dan langsung meninggalkanku begitu saja.

Aku langung mengikuti Hoseok kemana ia pergi kecuali jika Hoseok ingin pergi ke toilet aku tak mungkin mengikutinya aku juga tidak seberani itu.

“ya!!!! Jihe bisakah kau tak mengikutiku dalam sehari eoh?” tanyanya sambil menatapku dengan tatapan tajamnya

“tapi aku tak bisa jauh-jauh darimu.” Ucapku sambil melakukan aegyo.

“hahhh terserah,aku tak peduli kau mengikuti atau tidak.” Ucapnya sedikit berteriak dan memijat kepalanya, mungkin ia pusing karena setiap hari aku selalu mengikutinya dimana saja dan tak lupa aku berperilaku sebaik mungkin kepada Hoseok,aku tak peduli semua murid di sekolah menganggapku sebagai wanita jalang aku hanya ingin berada di dekat Hoseok itu membuatku merasa nyaman.

“apa kau tak lapar setelah membersihkan kolam renang? Jika kau tak keberatan”. Ucapku dan itu tak ada jawaban dari Hoseok.” Apa kau lelah?” tambahku

“YA!!!!!!!!!!! SIREO BISAKAH KAU DIAM AKU TAK INGIN SEMUA,AKU HANYA INGIN KAU JANGAN MENGANGGU KEHIDUPANKU.” Teriaknya kepadaku dan semua murid yang berada di koridor sekolah menatap kami berdua, tapi itu tak membuaku menyerah.

JUNG HOSEOK POV

Hilang kesabaranku terhadap yeoja ini,aku ingin sekali mengikatnya ke pohon dan itu membuatnya tidak mengejar-ngejarku lagi, dan membuatku sangat nyaman. akhirnya sampai dikelas dan kutaruh tasku diatas meja dan kutidurkan kepalaku diatas tas untuk sedikit menidurkan pikiranku yang pusing karena ulah yeoja gila itu.

Selang beberapa menit bel masuk berbunyi dan saatnya aku harus bangun dari dunia mimpiku, mataku mulai membuka kudapati yeoja itu berada di sebelahku dan mengikutiku untuk memejamkan mata seperti yang kulakukan tadi.

mwoya? Kenapa kau mengikutiku untuk tidur eoh?” tanyaku sambil berdiri tak peduli semua murid yang berada di kelas menatapku.

“aku hanya ingin tidur,apa aku tak boleh?” Tanya balik dengan wajah polosnya itu.

“kau boleh tidur tapi jangan disampingku aku muak dengan tingkahmu JIHE” ucapku dengan penuh emosi. “sekarang kau pergi dari tempatku cepattttttt!!!!!” bentaku

“dasar yeoja jalang” ucap salah satu siswi.

<skip>

Pulang Sekolah…

Jung Hoseok POV

oppa” teriak yeoja dari kejahuaan sambil melambaikan tangan kepadaku.

ne… ohhh Jung Hara kapan kau datang ke korea eoh?” tanyaku sambil memeluknya.

“kemarin malam oppa.”ucapnya tak beberapa lama

.

.

CHU

Ia mencium pipiku belum ada yeoja yang berani menciumku, ini ciuman pertamakau dipipi kiriku.” Ahh kenapa kau tak mengabariku dulu eoh?” Tanya ku sambil mencubit pipi Jung Hara.

“he..he..he aku hanya ingin memberimu kejutan oppa.” Ucapnya

Kutawarkan Jung Hara untuk mampir kerumahku, namun ia masih ingin jalan-jalan mengelilingi kota Seoul, dan minggu depan ia juga harus kembali ke Jerman untuk melanjutkan sekolahnya di musim panas.”oppa aku ingin ke taman kota” rengeknya kepadaku. “ nekajja disana juga ada kedai es krim, apa kau ingin kesana?” tanyaku. “ ne…” ucapnya sambil memegang tanganku

Sebelum pergi kuedarkan pandangan ke semua area sekolah dan aku menangkap sosok yeoja yang sedang melihaku dan Hara “apa itu jihe?” batinku dalam hati, ah biarkan saja ini juga kesempatanku untuk menghindari Min Jihe,ku kendarai montor sport warna hitam biru dan tak lupa memberikan satu helm kepada Hara.

MIN JIHE POV

“ahh akhirnya selesai juga mencatat semua pelajaran yang sseam terangkan tadi” apa Hoseok juga sudah pulang?,ah pasti ia masih membersihkan kolam renang karena hukuman yang Jeon sseam berikan belum selesai.

Kuputuskan untuk menghampiri Hoseok ke area kolam renang dan alhasil aku tak menemukan batang hidung Jung Hoseok.”haish aku ketinggalan lagi” gerutuku sambil menendang tempat sampah yang berada di samping koridor.

Dan disaat aku menuju gerbang,aku melihat Hoseok dan aku ingin menghampirinya beberapa langkah, kuhentikan karena aku melihat yeoja itu menghampiri Hoseok dan memeluknya,tak selang beberapa lama aku juga melihat yeoja itu mencium pipi Hoseok, mataku mulai memanas dan air yang berada di pelupukku tak kurasa sudah mulai keluar dengan deras.

“kau sungguh jahat Jung Hoseok” batinku dan berjalan keluar gerbang sekolah.”apa ini semua akan berakhir? Tapi mengapa harus aku yang merasakan? Sungguh aku yeoja babo karena aku menyukai namja dan namja itu tidak menyukaiku.” Gerutuku dalam hati sambil melanjutkan perjalanku ke halte bus.

BABO… JUNG HOSEOK….BABO….!!!!!” teriakku di halte bus aku tak peduli semua orang yang melewatiku melihatku,aku seperti yeoja kacau tak peduli penampilanku sekarang seperti apa.

JUNG HOSEOK POV

oppa apa kau tadi melihat waktu kita bertemu di depan sekolahmu ada yeoja sedang memperhatiakn kita?” Tanya Hara kepadaku

jinjjah? Aku tak melihatnya” ucapku pura-pura tak tau.

ne.. oppa kurasa yeoja itu sedang menanggis pasti ada masalah dengan namjachingunya.” Ucapnya polos

“aishhh sejak kapan kau menjadi ingin tau urusan orang lain?” ucapku sambil mengacak rambut Hara.”lanjutkan makan es krimnya” tambahku ke Hara

mwo? Jihe menangis? Aku tak percaya.” Batinku. Tap jika itu benar aku merasa bersalah entah dari mana perasaan ini muncul secara tiba-tiba lamunanku seketika pecah.

oppa ayo pulang, sebentar lagi akan turun hujan” ajaknya

“oh.. ne.” jawabku.

Saat-saat pulang dari rumah Hara tiba-tiba hujan mengguyur kota Seoul, ku urungkan niatku untuk melanjutkan perjalanku dan berteduh di mini market, hujan semakin sore semakin deras aku hanya bisa menunggu dan disela-sela derasnya hujan kudapati yeoja yang menerobos hujan “ sepertinya aku mengenal yeoja itu” batinku dalam hati dan ternyata yeoja itu

“JIHE!!!!!!” teriakku tapi tak ada respon satupun, kutarik tanganya dan benar-benar dugaanku itu Jihe” apa yang kau lakukan eoh? Apa kau bodoh? “tanyaku

“apa pedulimu denganku?memang, aku yeoja bodoh seharusnya aku tak menyukaimu tapi tidak dengan perasaanku.” Ucapnya sambil menangis.

Memang perkataan Jihe ada benarnya kenapa aku mengurusinya? Aku tak berhak untuk mengaturnya haish perasaan apa ini.” Gerutuku dalam hati.

wae? Kenapa kau diam apa kau tak punya mulut eoh?” tanyanya padaku

mian aku takkan melarangmu untuk hujan-hujan,kalau kau ingin meneruskan perjalananmu pergilah.” Ucapku dengan nada dingin dan tak menatap arahnya.

“DASAR NAMJA TAK PUNYA PERASAAN, AKU MEMBENCIMU JUNG HOSEOK” teriaknya

“kalau begitu baguslah sekarang kau membenciku.” Ucapku sambil menatap hujan yang berhenti.

Tanpa ada jawaban ia segera pergi dan melawan hujan yang cukup deras “apa perkataanku sangat menyakitkan? Apa aku sekejam itu? Kenapa aku tak ingin jika Jihe tak mengejarku lagi. Sungguh perasaanku sedang sulit untuk di tebak.” Batinku

Jung Hoseok Home

Selesai membersihkan tubuhku, kududukan ke sofa dan sambil mengecek hanphoneku yang berada di meja dan kulihat wallpaper tak ada pesan sama sekali tidak seperti biasanya, Jihe yang sering mengirimiku pesan tapi sekarang ia masih belum mengirimiku pesan”tak biasanya ia seperti ini.” Batinku dalam hati, ku buka pesan yang pernah Jihe kirimkan kepadaku.

Heosok-ah jangan lupa makan ne,

-Jihe-

Apa kau sudah bangun? Cepatlah bangun nanti kau terlambat dan juga aku tak mau kau dihukum

-Jihe-

Kenapa kau tak masuk sekolah? apa kau sakit?

-Jihe-

Dan itu masih sebagian pesan Jihe, aku hanya merasa bersalah dan aku merindukan pesan dari Jihe meskipun tadi siang bertemu denganya.

JIHE POV

Aku merasa kacau,aku menginginkanmu Jung Hoseok tapi kenapa kau tak merasakan hal yang kurasakan, sebenarnya hatimu terbuat dari apa? Batinku. Ku urungkan niatku untuk mengirim pesan kepada Hoseok sebenarnya aku ingin sekali tapi kutahan niatku agar ini menjadi pelajaran bagi Hoseok. Kuputuskan pergi kebalkon rumah untuk melihat bintang-bintang malam setelah hujan di kota seoul aku merasa jika melihat bintang di langit bertebaran hilanglah perasaanku yang buruk. Aku sangat menginginkan seperti bintang yang menghiasi langit di malam hari, tapi itu hanya mimpi aku tak bisa bersama bintangku Jung Hoseok aku merasa yeoja yang bersamanya waktu di gerbang sekolah itulah bintang Hoseok.

Jung Hoseok POV

Morning Day….

mwo?” Kulihat jam dinding berada pukul 6.45.”haish kenapa Jihe tak membangunkanku biasanya jam 6 ia sudah mengirim pesan tapi berbeda di pagi ini ia tak mengirimku pesan sejak kemarin malam apa dia benar-benar sudah putus asa untuk mengejarku.” Batinku. Ku percepat semua kegiatanku agar tak terlambat masuk sekolah

High School

Saat sampai ke parkiran, bel tanda masuk sudah berbunyi “huff hampir saja terlambat” batinku sambil berjalan menuju kelas dan disaat itulah aku tak melihat sosok yeoja yang selalu mengikutiku mungkin ia datang duluan,sampailah ke kelas pandanganku langsung tertuju pada satu yeoja yaitu Jihe, tetapi ia sangat berbeda dari atas sampai bawah, wajah yang pucat,pandangan yang sayu. Dan saat aku melewati Jihe dan aku mendengar perbincangan mereka

“Jihe-ya gwanchana?” ucap teman sebangkunya

ani hanya saja aku sedang dilukahi oleh seseorang” ucapnya

Akupun mendengar ucapan dari Jihe terkejut”jadi yang dikatakan oleh Hara yeoja itu Jihe” bainku sambil melangkah untuk duduk dibangkuku, memang bangkuku dengan Jihe lumayan jauh.

Pulang sekolah………..

Aku akan menunggu Jihe ke depan gerbang aku harus mengalahkan rasa gengsiku untuk menyatakan cinta padanya dan akan ku jelaskan masalah Jung Hara bahwa yeoja itu adik sepupuku yang baru pulang ke korea. Tak perlu waktu lama untuk menunggunya, dari kejahuan aku sudah melihat sosok Jihe “haisshh bagaimana memulainya aku bingung” gerutuku dalam hati dan tepat Jihe berjalan didepanku kupanggil”JIHE”panggilku ia hanya menoleh sebentar dan melanjutkan perjalananya ku kejar dan berhasil menggapai pundaknya, ku hadapkan ke arahku agar dia dapat menatapku.

wae? Aku tidak akan mengejarmu lagi, jadi kau tenang saja.” Ucapnya dengan tatapan sayu.

ani aku hanya ingin menjelaskan tentang yeoja yang bersamaku kemarin, ia sepupuku dari jerman dan sekarang ia pulang ke korea namanya Jung Hara.” Jelasku

“hmmm apa urusanku?” tanyanya dengan tatapan dingin

“aku hanya ingin kau tak salah paham,apa kau masih mencintaiku?” tanyaku dengan sedikit ragu

“mengapa aku mencintaimu sedangkan kau saja membenciku, aku sadar sekarang aku mencintai namja yang belum tepat untukku dan satu hal juga aku akan berusaha untuk melupakanmu” jawabnya dengan mata yang berkaca-kaca.

“apa kau sanggup?” tanyaku dengan menghapus jarakku dengan Jihe

Kudekatkan kepalaku dengan Jihe dan sekarang jarak kami berdua hanya 1 cm,Jihe hanya bisa memundurkan badanya agar bibirku dan bibirnya tidak bersentuhan, tapi usahanya sia-sia

.

.

CHU

.

Kutempelkan bibirku ke bibir Jihe, rasanya manis dan tak ada perlawanan dari Jihe berarti ia menyetujui apa yang kulakukan padanya. Selang beberapa menit ku hentikan ciuman itu dan memberikan waktu unutuk Jihe bernapas, kulihat wajah Jihe yang berwarna merah seperti tomat”saranghae Jihe” ucapku sambil berbisik, tapi itu juga tak ada jawaban dari Jihe. “apa kau tak mencintaiku jihe? Saranghae Jihe” kuulangi ucapanku

“apa kau tak berbohog? Apa ini semua benar? Apa ini hanya mimpi? Tuhan jika ini mimpi bangunkan aku dari mimpi ini.” Ucapnya sambil memejamkan matanya

ani Jihe, aku tak berbohong dan  kau tak mimpi ini semua nyata dan aku mengangumi usahamu untuk mendapatkanku.”ucapku sambil mengacungkan dua jempol ke Jihe

jinjjah? Nado saranghae Jung Hoseok oppa” ucapnya sambil tersenyum bahagia

ne” ucapku sambil memelukunya dan tak sekali kucium bibirnya yang terasa sangat manis dan hangat.

oppa aku pulang dulu ne” pamitnya

“ku antar chagi” tawarku

ani aku dijemput eommaku disebrang jalan.” Tolaknya

“hmm, ne.. hati-hati chagiya..” ucapku sambil mengecup dahi Jihe

annyeong oppa” ucapnya sambil berjalan dan melambaikan tangan kepadaku, ku balas dengan lamabaian tangan dan tak beberapa lama aku meninggalkan tempatku, aku mendengar suara gaduh tepat di depan sekolah, aku penasaran sebenarnya apa sang terjadi dan ku hampiri keramaian itu aku menangkap sosok yeoja yang berbaring dan berlumuran darah, ia juga menggunakan seragam sekolah sepertiku, aku terkejut saat melihat wajah yeoja yang bernasib buruk ini.

“Jihe” teriakku dengan air mata yang mengalir tak bisa dipendam lagi.

chagiya ireona kau harus kuat ne” ucapku sambil memangku kepala yeojachinguku, semua orang hanya melihatku dengan perasan haru, tak ada yang bersuara semua terdiam terbawa oleh pemikiranya masing-masing.

ajjushi cepat kau panggil ambulan” ucapku memohon

Rumah Saki POV

Aku hanya bisa berdoa kepada tuhan untuk kesembuhan Jihe, aku ingin Jihe tetap bersamaku selamanya, ku tunggu di depan pintu UGD dimana Jihe masih ditangani oleh dokter dan perawat, tiba-tiba seseorang keluar dari ruangan itu dengan wajah yang menyesal.

we? Apa yang terjadi?” tanyaku kepada dokter

mian aku tak bisa mennyelamatkan temanmu.” Ucapnya sambil menunudukan kepalanya.

aniiii!!!!!!!!!!!!! Pasti kau bohong.” Teriaku dan tangisku

“ sekali lagi mianhae.” Ucapnya sambil meninggalkanku, setelah itu ku lihat mayat Jihe yang terlihat damai di raut wajahnya.” Mianhae chagi aku tak bisa menjagamu, aku hanya bisa membuatmu merasa sakit” batinku sambil mengelus muka dan mencium bibir yeojachinguku untu terakhirnya.

Jung Hoesok POV

Setelah pulang dari pemakaman Jihe ku rebahkan tubuhku dan menyesali semua yang sudah terjadi dan saat pemakaman tadi aku dihampiri teman sebangku Jihe dan memberiku sebuah surat entah itu surat apa, kubuka perlahan isi surat ini yang sudah berada di tanganku

Aku bukan yeoja baik untukmu Hoesok, aku tak pantas untukmu, aku hanya ingin kau bahagia meskipun aku tak bahagia, aku juga ingin mengatakan sesuatu, hilangkan sikapmu dingin terhadap yeoja yang menyukaimu, jangan kau sia-siakan kau akan menyesal jika yeoja itu sudah dimiliki orang lain. Meskipun aku tidak mendapatkanmu, aku akan menerima keputusanmu.

Mianhae aku selalu merepotkanmu.

JIHE

Aku membaca surat dengan perasaan bersalah dan aku berjanji akan menghilangkan sikapku yang dingin ini tak sesekali aku menangis mengingat moment terakhirku dengan Jihe, aku namja yang bodoh, tak bisa merasakan kehangatan dari Jihe. Tolong terimalah permohonan maafku ini dan hanya sekali saja ini terjadi aku tidak ingin semua yeoja sepertimu gara-gara namja yang bodoh sepertiku, mianhae JIHE….

.

.

.

END

Annyeong chingu-ya bagaimana ff nya pasti alur ceritanya membingungkan

Ohh ya setelah membaca ff  ini tolong tinggalkan jejak

Gomawo…….

Advertisements

2 thoughts on “[FF BTS Freelance] Apology (Oneshot)

  1. Raserin

    Sudah kuduga pas baca ‘aku dijemput eommaku disebrang’ pasti dia kenapa-napa kenapa jihenya matii?? Kirain jihe mati cuma mimpi ternyata itu beneran bikin baper ih ceritanyaa 😂😂😂

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s