[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire – (Chapter 6)

Untitled-1 copyLOLOLOL copy~1

Tittle: The Academy of Vampire

Scriptwriter: Carishstea

Genre: Fantasy, action, school life, mystery, friendship, romance

Main cast: Go Aerin (OC), Kim Taehyung/V (BTS), Park Jimin (BTS), Min Yoongi/Suga (BTS), Jung Soojung/Krystal (f(x)).

Support cast: Choi Junhong/Zelo (BAP), Song Yunhyeong (iKON), Kim Jinhwan (iKON), Jung Eunji (APink), Jung Daehyun (BAP), Son Naeun (APink), Oh Sehun (Exo), Kim Jongin/Kai (Exo), Yook Sungjae (BTOB), Kim Namjoon/RapMonster (BTS), Hong Jisoo/Joshua (Seventeen), Kim Jiyeon/Kei (Lovelyz), Lee Mijoo (Lovelyz), Yoo Youngjae (BAP), Park Jin Young/Junior(GOT7), Mark Tuan/Mark (GOT7), Bae Suzy (Miss A), Do Kyungsoo/D.O. (Exo), and other (some will coming soon and maybe some will disappear).

Duration: Chapter

Rating: PG-13

Disclaimer: All the cast is owned by God. This story is pure mine. Inspired by my imajinaton. Sorry with typo and other. Please no bash, no plagiat, and don’t be siders. Okee, HAPPY READING!!!

 

***

Dengan berani, aku berjalan mengejarnya dan langsung menggandeng tangannya begitu saja. Aku tahu ia sempat terkejut tadi. Tapi ia kembali tertawa kecil setelah aku mengatakannya. Kembali tersenyum dengan santainya.

Kau tahu entah mengapa aku merasa nyaman. Dia seorang yang dingin sejujurnya. Dia misterius. Namun entah bagaimana selalu muncul perasaan aneh pada diriku saat ia muncul seperti sekarang. Rasanya seperti sihir masa lalu. Dan aku menyukainya.

***

.

The Academy of Vampire – Chapter 6

.

@ kediaman menteri vampire

“Iya, kami satu divisi. Tapi dia di kelas medis. Senang bertemu kembali, Jung Eunji.”

“Hai, Suga. Senang bertemu denganmu juga. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik,” sapa balik Eunji.

Apa?

.

.

.

“Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik,” ujar Eunji.

Apa yang ia katakan, huh?

“Bekerja sama..?” tanya Suga meminta penjelasan pada ayahnya.

“Begini, Yoon. Ayah dengar belakangan ini ada penyusup masuk ke akademi. Mereka semua penghianat. Kau juga dengar masih ada buronan, putra seorang penjahat besar, dan kabar barunya, mereka mengatakan ada werewolf yang mencoba masuk ke pengadilan vampire lewat akademi.

Kau tahu kita tak bisa membiarkan hal besar seperti ini. Eunji sudah menyelidiki hal ini kurang lebih empat tahun selama ia di akademi. Dia adalah agen rahasia muda dari pengadilan, yang sengaja dimasukan kembali ke akademi untuk menyelidikinya. Dan sekarang, ayah harap kalian bisa saling bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini,” jelas ayah Suga.

“Tugas kalian hanya mengawasi dan melapor. Menyelidiki, kemudian analisa. Jika sudah selesai, buat kesimpulannya dan laporkan. Cukup mudah bukan, untuk seseorang yang hebat sepertimu, Suga?” tambah salah seorang di ruangan itu.

Suga pun balas tersenyum dan mengangguk sopan.

“Ayah tahu bisa mengandalkanmu. Baiklah, untuk saat ini, kalian ikut kami ke rapat pengadilan,” ujar ayah Suga.

“Apa?” ujar Suga dan Eunji sama-sama terkejut.

“Hanya melatihmu untuk terbiasa, Suga. Kau juga sudah lama tak mengikuti rapat, Eunji-a. Ya, anggap saja sebagai latihan. Laporkan segala sesuatu yang menurut kalian janggal. Kita lihat seberapa bagus kalian dalam mengawasi,” ujar salah seorang lagi di ruangan itu.

Baik Suga maupun Eunji pun hanya bisa mengangguk dan menuruti ajakan para petinggi itu. Sementara yang lainnya balik saling membincangkan masalah pengadilan yang tentu saja hanya sedikit dimengerti Suga. Namun, sebagai rasa hormat, ia ikut duduk di sana sambil mendengarkan seadanya.

.

.

.

@hutan terlarang, kediaman bangsa werewolf

“Krys, kau lihat tasku?” teriak V dari kamarnya.

“Tidak! Coba tanya Kyungsoo oppa!” balas Krystal sama kerasnya.

“Hyung! Kau melihat tasku?!” teriak V lagi.

“Kau meninggalkannya di halaman belakang, Taehyung,” kini giliran Kyungsoo yang berteriak.

“Baiklah, terimakasih!” balas V masih berteriak.

“Ck, lihatlah tempat ini ketika mereka semua pulang,” komentar dark phantom.

“Ya, setidaknya ini membuatku merasa tempat ini ada penghuninya,” komentar kakek V.

“Apa maksudmu? Kau tahu rumah ini adalah rumah yang paling ramai yang pernah kukunjungi. Di tengah hutan yang begitu menyeramkan ini, bahkan tak hanya bangsa warewolf yang tinggal di dalamnya. Aku senang ruangan bawah tanahmu berhasil. Dan terima kasih telah mengizinkanku untuk tinggal sementara di sini,” ujar dark phantom panjang lebar.

“Kau akan pulang?” tanya kakek V membaca ekspresi lawan bicaranya ini.

“Kau tahu seseorang menungguku untuk pulang,” balas dark phantom yang balik ditanggapi oleh tawa dari Tuan Byun.

“Baiklah, jaga dia baik-baik. Kita bertemu lagi besok di Roma. Jangan lupa mengajak anak itu pula,” ujar kakek V mengakhiri.

“Aku pergi.”

.

.

.

Krystal kini sedang sibuk di perpustakaan kakeknya, selagi orang tua itu masih berbincang dengan sahabat baiknya, dark phantom. Ia mengajak saudara sepupunya, Kyungsoo untuk ikut membaca di sana.

“Sebenarnya apa yang membuatmu sebegitu ingin tahu, huh?” tanya Kyungsoo seraya tersenyum.

“Oppa! Apa mungkin bagi seseorang untuk memiliki dua atau lebih kekuatan divisi sekaligus? Dalam ras vampire maksudku,” tanya Krystal menghentikan kegiatan membacanya sejenak seraya terlihat berpikir.

“Itu mustahil jika kau tanya aku. Memangnya ada yang seperti itu?” tanya Kyungsoo balik.

“Entahlah… aku juga tak yakin. Oh, Oppa! Bisa kau temukan buku biru besar milik kakek itu untukku? Aku tak melihatnya selama aku kembali ke sini,” ujar Krystal.

“Buku tebal itu? Ngomong-ngomong kau pernah membacanya? Kakek sangat marah padaku saat aku ketahuan membacanya. Sebenarnya apa isinya?” kini Kyungsoo mulai bertanya-tanya sendiri.

“Aku juga kena marah karena membacanya. Kurasa karena itu ia kini menyembunyikannya. Apa kau tak penasaran?” bujuk Krystal pada Kyungsoo.

“Kau tahu sejujurnya aku menemanimu ke sini juga hanya untuk mencari buku itu. Ck, kira-kira di mana kakek menyembunyikannya?” balas Kyungsoo jujur.

“Menyembunyikan apa?” itu suara V yang entah sejak kapan anak itu sudah berada di perpustakaan.

“Ya, kapan kau masuk?!” ujar Krystal menahan teriakannya dengan tatapan mengusir ke arah V.

“Apa yang kalian coba sembunyikan, eoh? Akan kulaporkan kakek jika juga menyembunyikannya dariku,” ancam V balik memelototi dua orang sepupunya itu.

“Bukan begitu, Taehyung. Kakek yang menyembunyikan sesuatu, bodoh. Kau tahu dimana kakek meletakkan buku biru besar miliknya itu?” terang Kyungsoo diakhiri pertanyaan pada V.

“Buku biru besar? Maksud kalian buku penelitian kakek?”

“Buku penelitian?” tanya Krystal dan Kyungsoo tak mengerti.

“Buku itu berisikan semua penelitian dan percobaan yang dilakukan kakek. Sangat membosankan, asal kalian tahu.”

“Kau pernah membacanya??”

“Kakek yang menyuruhku membaca itu sejak kecil. Tapi tak pernah kuselesaikan karena isinya benar-benar membosankan. Toh, dia juga sepertinya sudah menyerah untuk membujukku membaca. Kalian tahu aku keras kepala.”

“Tak bisa kau ceritakan isinya?”

“Sudah kubilang buku itu membosankan. Bagaimana aku bisa ingat isinya,” balas V.

“Lalu kenapa ia menyuruhmu membaca, sedangkan kami kena marah saat membacanya?” tanya Kyungsoo tak mengerti.

“Benarkah? Whoaa, jarang-jarang orang tua itu malah baik padaku,” balas V juga tak mengerti.

“Buku itu tak di sini. Aku meletakkannya di tempat yang aman. Berhenti membuang waktu kalian untuk mencarinya. Lebih baik gunakan waktu untuk latihan,” interupsi kakek V yang tiba-tiba sudah berdiri di ambang pintu perpustakaan.

“Kakek?!” ujar V, Krystal, dan Kyungsoo terkejut.

Ketiganya pun hanya bisa menurut, dan pergi meninggalkan perpustakaan menuju ruang latihan. Dan saat V baru akan melewati pintu perpustakaan itu, kakeknya menghalangi jalannya sejenak,

“Sejak kapan kau menjadi patuh begini, huh?” tanya kakek V pelan agar tak terdengar Krystal dan Kyungsoo.

“Aku tak melakukannya untukmu. Aku hanya melakukan sesuai yang ingin kulakukan,” balas V sama pelannya.

“Apa dia secantik itu? Go Aerin?” tanya kakek V kini menyeringai.

“Dia tumbuh dengan baik,” balas V singkat, kemudian menepis tangan kakeknya yang menghalangi jalannya itu dengan sopan, dan kembali berjalan menyusul sepupu-sepupunya menuju ruang latihan. Namun sebelumnya,

“Kau belum menemukan apapun, bukan? Tapi aku tahu nalurimu sudah mengatakannya sejak awal. Yah, seperti ada sesuatu dalam tubuh Go Aerin yang membuatnya sangat menarik? Apa aku benar?” tanya kakek V agak keras mengingat Krystal dan Kyungsoo sudah jauh.

V hanya mengabaikan pertanyaan itu. Rungunya memang masih bisa mendengar kalimat-kalimat yang barusaja dilontarkan kakeknya tadi. Namun ia lebih memilih untuk tetap tak memberikan tanggapan apapun.

“Kau memang sudah dewasa, V,” gumam kakek V masih dengan senyum seringaian di wajahnya.

Ya, sebenarnya V sudah menyelesaikan buku itu sebelum ia dimasukkan ke akademi. Ia sengaja masuk ke sana untuk mencari seseorang yang dikatakan kakeknya. Bukan sekedar menemani Krystal. Selama dua tahun usaha itu sia-sia. Tapi di tahun ketiga, entah bagaimana V bisa langsung mengenali anak itu. Di saat anak itu kesulitan, ia bisa sedikit membantu walaupun tak ada yang menyadarinya.

Anak itu tak mungkin masuk kelas khusus, jika melewati tes kesehatan. Karena jelas, tubuhnya berbeda dengan yang lain. V merusak alat pengetes kesehatan, dan menghipnotis dokter yang bertugas di sana. Itu cara yang sama yang ia gunakan bersama Krystal untuk bisa melewati tes kesehatan.

Sehun tak mungkin bisa menghapus semua data anak itu dengan sempurna karena akademi selalu memiliki data salinannya. Yah, V yang menyempurnakannya. Dan ketika anak itu koma tiba-tiba, ia yang membuat ramuan itu sendiri dengan mengingat apa yang telah kakeknya tuliskan di buku penelitiannya itu. Memang butuh waktu yang lama, karena ia juga harus mencari bawang untuk ramuan itu. Ia sempat pergi ke dunia manusia tanpa ada yang menyadarinya, karena vampire sangat membenci bawang putih.

Tapi hal yang V sungguh tak bisa mengerti adalah bagaimana cara Aerin merusak sensor yang terdapat pada alatnya. Ia tahu Aerin tak melakukannya. Hanya ada sesuatu dalam dirinya yang merusak alat itu, dan V juga masih menyelidikinya. Kakeknya tak ingin menjelaskan terlalu banyak. Jadi tentu ia harus mencaritahu dengan dirinya sendiri.

Namun semakin V menyelidikinya, hasilnya menjadi tak realis. Aneh. Mengerikan. Dan tak seorang pun membayangkannya. Ya, semakin ia mencari, ia selalu terhenti pada suatu kejadian. Penghancuran markas Athena, yang menjadi penghancuran terbesar dalam sejarah vampire. Kejadian itu berlangsung sekitar lima puluh abad silam. Dan itu sangat mustahil jika dikaitkan dengan Aerin.

Ngomong-ngomong, V berbohong pada Krystal dan Kyungsoo tadi memang atas keinginannya sendiri. Walaupun kakeknya juga meminta V untuk merahasiakannya, yah, biasanya anak serigala itu tak mau mendengar. Baru kali ini ia menghianati rekan sekaligus saudaranya itu.

.

.

.

@Rapat pengadilan/Roma

Rapat akan dilaksanakan beberapa menit lagi dari sekarang. Zelo dan yang lainnya tengah bersiap dengan menyamar menjadi warga vampire biasa ditemani oleh Sehun. Mereka masuk dengan mudah ke ruang rapat atas bantuan Sehun dan koneksinya. Sedangkan Suga dan Eunji, mereka kini telah duduk di salah satu barisan penonton, siap mengamati semuanya dari atas.

V, Krystal, dan Kyungsoo juga menyamar sebagai warga vampire biasa, dan masuk ke pengadilan vampire. Tugas mereka yah, meminta informasi dari mata-mata, sekaligus menggali info dari pengadilan sendiri mengingat kebanyakan vampire, kini sedang berada di ruang rapat yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Ada sebuah chip berisikan informasi tentang para werewolf yang ditahan oleh pengadilan vampire. Mereka membutuhkannya.

Dengan ketrampilan yang sudah terlatih, Krystal dan yang lainnya berhasil masuk ke ruang penyimpanan data. Melumpuhkan security yang bertugas menjaga ruangan itu sebelumnya. Sekarang tinggal mencari chip dari ribuan chip yang tersimpan di sana. Sulit memang. Dan mereka harus menyelesaikannya sebelum rapat selesai.

Dengan mata elangnya, Zelo berhasil menangkap objek mengejutkan ketika rapat berlangsung. Temannya sendiri, Suga, juga berada dalam rapat pengadilan ini. Namun yang membuat Zelo lebih terkejut adalah dengan kehadirannya Jung Eunji di sebelah Suga. Untuk apa mereka berdua berada di rapat orang-orang pengadilan ini?

Sedangkan Yunhyeong, ia sedari tadi tak bisa mengalihkan fokusnya dari sosok vampire perempuan yang duduk tak jauh dari sang menteri. Orang itu tak lain adalah target pengawasan yang telah di tetapkan sebelumnya. Tryzienna. Namun Yunhyeong tahu sesuatu. Ia mengenal persis wajah Tryzenna itu. Ia adalah kakak tiri Jinhwan, yang kini tak akur dengan keluarga Jinhwan yang sekarang. Bahkan ia tak menyadari, jika sahabat dekatnya, Eunji juga berada dalam satu ruangan dengannya.

Rapat itu berjalan cepat dan sederhana. Jika diperhatikan lagi, benar-benar tak ada suatu keganjalan apapun selama rapat berlangsung. Semua orang bersikap sewajarnya seperti biasa. Tak ada yang bisa dilaporkan, selain jalannya rapat yang lancar pada guru dan ayah mereka.

Jika rapat itu berjalan cepat, tentu dampak buruknya akan terkena pada anak-anak manusia serigala yang masih disibukan dengan pencarian chip penting mereka.

Sebagai pengawas, putra dari dark phantom memberikan interupsi pada anak-anak serigala untuk segera keluar dari ruang penyimpanan data. Seperti biasa ia mengenakan jubah hitam agar identitasnya tak diketahui siapapun. Walau belum mendapat apapun, mereka semua keluar kecuali Do Kyungsoo. Ia tak bisa menyia-nyiakan kesempatan masuk ruang penyimpanan ini. Banyak sekali informasi tentang bangsa vampire yang selama ini diincarnya.

“Hei, Kyungsoo! Kau akan membunuh dirimu sendiri jika tak segera keluar,” ingat putra dark phantom.

“Kita belum menemukan datanya. Sulit untuk mencari kesempatan lain menyelinap ke sini,” protes Kyungsoo.

“Dengar, ini di luar rencana. Rapatnya lebih cepat dari dugaan kita. Rencana B nya batalkan operasi, ingat?” ujar putra dark phantom.

“Hanya tinggal 40% chip yang belum diperiksa,” bela Kyungsoo.

“Itu masih hampir setengahnya. Bagaimana kita bisa menyelesaikannya? Mereka tinggal 200 meter lagi,” terang putra phantom.

“Mungkin bisa jika kita semua mencari. Berhenti mengawasi, bocah. Tinggal sedikit lagi. Kemungkinan ditemukan semakin besar,” pinta Kyungsoo.

Putra dark phantom itu sempat mendengus kesal, tapi ia tak bisa mengalahkan keras kepala Kyungsoo. Ia yang memimpin operasi ini. Jadi perintah ada padanya. Ia pun segera menginterupsi Krystal dan V untuk ikut mencari.

“Seratus meter lagi,” ingat putra dark phantom sambil masih mencari.

Mendengarnya, mereka semua mempercepat pencarian chip itu.

“Lima puluh meter.”

Putra dark phantom itu menggunakan kekuatannya hingga ia bisa mencari lebih cepat dibanding yang lain. Tapi tetap saja, terlalu banyak data untuk diperiksa. Ini tak akan ada habisnya.

“Dua puluh meter,” ingat putra dark phantom lagi.

“Oh, persetan dengan ini semua! Apakah baru ditemukan setelah mengecek chip terakhir?” keluh V kini mulai frustasi.

“Sepuluh meter.”

“Kita harus segera pergi,” ingat Krystal mengingat lebih penting kerahasiaan operasi ini dibanding chip-nya.

“Tunggu sebentar,” sergah Kyungsoo.

“Hyung! Kita akan tertangkap jika tetap di sini!” ujar V panik.

“Dua meter.”

“Hyung!”

“Aku menemukannya!” ujar Kyungsoo bahagia.

SLAPT

Para petugas dan penjaga ruang penyimpanan kini telah memasuki ruangan mereka. Bersyukurnya, para anak warewolf, dan anak dark phantom itu segera bersembunyi di balik lemari-lemari di sana. Kyungsoo masih harus mengcopy data dari chip itu agar operasi ini sempurna tak diketahui pengadilan.

“Sekarang bagaimana cara kita keluar?”-Krystal.

“Kenapa tak bertarung saja?”-V.

“Itu terlalu berbahaya, bodoh,”-Krystal.

“Tidak, aku setuju dengannya. Kalian bertarunglah. Akan kubantu,”-putra phantom.

“Jangan katakan kau akan melarikan diri sendiri dengan teleport,”-Krystal.

“Tak ada pilihan lain. Toh, dua dari empat sudah setuju. Bagaimana denganmu, Kyungsoo?”-putra phantom.

“Aku setuju dengan bertarung jika tak ada pilihan lain,”-Kyungsoo.

“Dengar? Kalau begitu apa rencanamu, Soojung?”-putra phantom.

“Baiklah, kita bertarung. Tapi berjanjilah kau akan melindungi kami sampai keluar dari ruang ini,”-Krystal.

“Setuju,”-putra phantom.

“Aku sudah selesai mengcopy-nya. Lakukan sekarang!”-Kyungsoo.

Mereka semua cepat-cepat keluar dari tempat persembunyian masing-masing. Dengan cekatan, Mereka melumpuhkan para pekerja di ruangan itu. Penjaganya berjaga di luar, dan putra dari dark phantom itu menyadap semua hal yang bisa membuat penjaga itu mendengar apa-apa yang terjadi di ruangan itu.

“Sudah kubilang ini lebih baik. Kalian keluar lewat saluran udara di atas. Jika ada masalah, bertelepatilah denganku atau ayahku,” intruksi putra dark phantom itu sesaat sebelum ia berteleport.

Karena semua petugas di ruangan itu pingsan, mereka pun segera melarikan diri seperti yang putra phantom itu katakan. Yah, mereka berhasil keluar dengan mudah akhirnya. Sekarang tinggal menemui mata-mata dari orang pengadilan.

“Oh benar, Krys. Setelah kita menemui mata-mata ini, bilang pada kakek, aku langsung ke akademi,” ujar V tiba-tiba di pertengahan jalan.

“Kenapa kau kesana? Kenapa tak sekalian besok? Jika kau kesana setelah ini, kau akan sampai saat sudah hampir fajar,” tanya Krystal.

“Bilang saja pada kakek, ada sesuatu yang ingin kulakukan,” balas V.

“Kalau begitu aku akan ikut denganmu.”

“Tidak. Kali ini kau tak boleh ikut.”

“Kenapa? Rencana kakek?” tanya Krystal.

“Ya, awalnya ini adalah rencananya. Tapi aku tak ke akademi karenanya. Sungguh, ada sesuatu yang ingin kulakukan untuk saat ini,” jelas V meyakinkan Krystal. Tak mau ambil banyak bicara, Krystal pun balas mengangguk saja mengiyakannya.

.

.

.

@Milan, kediaman keluarga Howard

Mereka yang bertugas untuk mengawasi dari akademi, kini disibukan oleh pikiran masing-masing. Sekarang mereka sedang berkumpul di rumah salah seorang teman Master Daniel, ditemani oleh master mereka itu.

“Rapatnya berjalan lancar, bukan? Kudengar dari orang lain, tak ada kejanggalan apapun,” ujar Master Daniel.

Tak ada yang membalas pernyataan Master Daniel itu. Melihat reaksi murid-muridnya Master Daniel menyadari sesuatu,

”Jadi kalian pasti menemukan sesuatu. Katakan satu per satu. Tak boleh ada rekayasa sedikitpun. Aku bisa membaca wajah orang yang berbohong. Dimulai dari Mark.”

“Rapatnya berjalan dengan lancar. Tapi aku sadar, menteri vampire sengaja membuat rapatnya menjadi sederhana. Ini tak seperti biasa,” jelas Mark.

“Karena kau belum melihat rapat sederhana lainnya. Kadang memang seperti itu untuk rapat kecil. Kurasa itu bisa saja karena ia banyak pikiran, maka ia tak ingin membuatnya menjadi rumit di rapat besar itu. Bagaimana denganmu Song Yunhyeong?” jelas Master Daniel diakhiri pertanyannya untuk Yunhyeong.

“Tryzienna. Aku kenal orang itu. Dia kakak tiri Jinhwan. Tapi hubungannya dengan keluarga Kim tak terlalu baik. Jinhwan tahu ia adalah seorang yang sangat menyayangi bangsa vampire. Aku sedikit meragukan jika ia berani berkhianat,” jelas Yunhyeong.

Yang lainnya sempat terkejut dan bertanya kebenaran pernyataan Yunhyeong tadi. Jadi Tryzienna adalah kakak tiri Jinhwan?

“Benarkah? Wow! Aku benar-benar terkejut. Yah, kalau menurutku kita tak pernah bisa menebak sikap orang lain,” sergah Master Daniel.

“Baiklah… Tapi dia tak bersikap aneh sama sekali. Bisa dilihat dia juga sangat dekat dengan menteri vampire,” ujar Yunhyeong mengakhiri.

“Mata-mata dekat dengan musuh mereka, itu sudah biasa terjadi. Penghianat yang paling menakutkan adalah sahabat sendiri,” jelas Master Daniel

“Lalu bagaimana bisa Min Suga juga berada di sana?” tanya Kai, ikut membela Mark dan Yunhyeong.

“Min Suga? Bukankah ia putra menteri vampire? Mungkin menteri sengaja mengajaknya untuk mengenalkan anaknya pada orang pengadilan,” sergah Master Daniel.

“Jung Eunji juga berada tepat di sebelah bangku Suga,” tambah Sehun.

“Yah, siapa tahu mereka sedang berkencan. Ada hubungan lain antara keduanya. Yah, siapa yang tahu, bukan?” ujar Master Daniel masih berusaha menyergah semua penjelasan murid-muridnya.

“Zelo, kau sepertinya ingin mengatakan sesuatu,” kini Master Daniel beralih pada Zelo.

“Emm… yah, aku setuju saat Master bilang kita tak bisa menebak orang lain. Tapi…, kejanggalan yang kudapat bukan itu. Aku merasa banyak anak dari akademi yang ada di sana saat itu. Teman-temanku, Suga dan V, keduanya di sana. Aku melihat Suga di bangku penonton bersama Eunji. Lalu aku melihat V yang sedang berbicara dengan Krystal dan seorang pria di koridor sebelum rapat dimulai. Mereka juga menyamar seperti kita sebagai warga vampire biasa.

Dan aku seperti melihat Kei dan Mijoo di salah satu café di dekat tempat rapat berlangsung. Mungkin mereka memang sengaja mengejar berita saat liburan. Tapi entahlah. Lalu Joshua, aku tak sengaja bertemu dengannya saat di toilet. Di sana juga ada Jinhwan. Aku mulanya bingung karena ia saling sapa dengan Tryzienna. Mereka terlihat sangat akrab. Tapi seperti kata Yunhyeong, ia ternyata kakak tirinya.

Yook Sungjae dan Joy yang kabarnya sedang menjalin hubungan itu, mereka juga di sana. Ada juga Jung Daehyun dan Park Jimin. Tapi mereka semua sepertinya hanya sekedar pergi liburan bersama. Dan Kim Namjoon, dia ikut menjadi penjaga di hari itu. Awalnya aku tak yakin itu Namjoon. Tapi ternyata… yah, itu benar dia. Youngjae juga menjadi penjaga sehari sebelum rapat itu. Aku sempat melihat daftar yang ada di ruang security,” jelas Zelo.

“Tunggu! Kau masuk ruang security?” tanya Master Daniel tak percaya.

“Salah satu ruang kecilnya. Bukan ruang pengaman utama. Oh, benar! Bae Suzy. Walaupun aku belum yakin sepenuhnya, tapi sepertinya anak yang duduk tak jauh dari tempatku adalah Suzy. Aku merasa anak itu seperti mengikuti kami,” jelas Zelo.

“Apa hanya aku yang merasa, entah ini kebetulan, atau memang seseorang merencanakannya, tapi hampir semua anak kelas khusus berada di tempat itu. Termasuk aku dan kau, Sehun,” tambah Zelo.

“Apa?” tanya Master Daniel tak percaya.

“Go Aerin juga di sana sepertinya,” kini Junior menambahi.

“Sugguh?” tanya semua orang di sana terkejut. Kecuali Master Daniel dan Junior tentu saja.

“Aku pembaca aura yang bagus. Aku bisa merasakannya. Kekuatan yang benar-benar hebat. Sangat mirip dengan Go Aerin,” jelas Junior.

Junior memang sangat meyakinkan, karena ia memang memiliki kemampuan membaca aura yang bagus. Namun pernyataanya itu dengan mudah disanggah oleh Master Daniel,

“Tidak. Anak itu tak pernah keluar akademi. Dia selalu di sini, dan melakukan ekspedisinya sendiri. Mengamati serangga, dan bermain dengan hewan-hewan lainnya di sekitar akademi. Atau dia juga bisa berkeliling tempat ini tak jelas. Semirip apapun itu, tapi kali ini jelas itu bukan Aerin,” sergah Master Daniel.

“Benarkah? Lalu bagaimana orang itu bisa memiliki aura yang sama dengan Aerin?” gumam Junior yang masih kebingungan.

“Baiklah, untuk saat ini laporan kalian kuterima. Soal banyaknya anak kelas khusus ini, akan kucaritahu sendiri. Untuk hari berikutnya, kalian akan tetap menyamar menjadi warga pengadilan, dan awasi apa-apa yang terjadi di sana.

Laporan kalian bagus. Mata kalian benar-benar hebat. Dan naluri kalian, aku benar-benar terkesan. Setidaknya kalian selalu menyangkal sergahanku. Kerja bagus,” puji Master Daniel akhirnya.

Mereka pun membubarkan diri dan beristirahat di kamar yang telah disiapkan master mereka. Besok ada tugas lain menanti mereka. Dan mereka harus siap untuk memasang mata elang mereka baik-baik.

.

.

.

@liburan musim dingin/akademi

-Aerin POV

Aku sudah memutuskan untuk tetap tinggal di akademi. Toh, itu perintah orang tuaku. Siapa juga yang mau menolak. Aku malah bersyukur mereka menyuruh demikian. Beritanya, banyak orang pengadilan yang sedang menyelidiki tentang Yoon A. Jadi aku akan lebih baik berada di sekolah untuk menghindari pertanyaan.

Benar kata Sehun, akademi benar-benar sepi. Hanya terdapat anak-anak kelas akhir yang menyiapkan ujian mereka. Terkadang aku melihat anak seangkatan yang sibuk dengan program sekolah seperti Kei dan Mijoo. Tapi yah, keduanya selalu menghindariku. Dan.., aku yakin mereka juga masih mencaritahu tentang diriku.

Semua teman-temanku pulang. Teman sekamarku, Suzy, dia awalnya menemaniku selama dua hari di sini. Tapi akhirnya ia harus pulang karena urusan keluarga. Kenapa semua vampire terlihat sangat bahagia dengan keluarga mereka? Apa hanya aku yang merasa terkekang? Hah!

Hari ini aku hanya berkeliling akademi tak jelas. Ternyata banyak tempat tersembunyi yang aku tak tahu di akademi ini. Setelah kutelusuri, ruangan-ruangan itu katanya biasa dipakai untuk tempat percobaan dan latihan khusus. Yah, mungkin untuk siswa-siswa tingkat atas. Entahlah…

Akhirnya setelah lama berkeliling hingga fajar, aku kembali lagi ke taman belakang sekolah. Tapi… tunggu dulu! Sepertinya aku melihat seseorang. Mungkin kami seangkatan. Akan bagus jika ia bisa diajak berbicara. Karena sungguh, aku bosan selalu sendirian begini.

Tapi…, dari model rambutnya sepertinya aku mengenal orang itu. Aku pun berjalan berusaha mendekatinya

Aneh. Ia terlihat seperti menghindariku. Tapi entah mengapa firasatku mengatakan, jika aku malah harus mengikutinya.

Ia menuju halaman belakang sekolah, dan menerobos pagar semak di sana. Kemudian melintasi jalan setapak yang entah sejak kapan ada di belakang semak itu. Jalan setapak itu membawa kami ke sebuah hutan pinus. Ia terus berjalan tanpa ada niatan untuk berhenti.

Matahari tentu saja semakin meninggi. Sudah seberapa jauh aku berjalan? Kurasa ini sekitar tiga atau empat puluhan kilometer. Sungguh, ini sangat jauh, dan aku bahkan tak berhenti sedetikpun untuk sekedar mengambil istirahat.

Kenapa ada siswa yang mau berjalan sejauh ini? Tapi masalahku, kenapa aku mengikutinya saja tadi? Sungguh menyebalkan. Alasan mengapa sedari tadi aku masih tetap mau mengikuti anak itu, karena aku tak tahu jalan untuk kembali.

Tapi sekarang sungguh, kakiku tak bisa diajak bernegosiasi lagi. Langkah anak itu sungguh panjang omong-omong. Jadi aku harus sedikit berlari agar tak tertinggal.

Oh, kakiku! Aku tak bisa menahannya lagi. Akhirnya kuputuskan untuk memegangi lututku sekedar menghilangkan penat sementara sekitar beberapa detik saja. Tak sampai satu menit bahkan. Namun ketika aku kembali berdiri tegak, anak tadi sudah menghilang.

Aku pun berulang kali meneriakkan sesuatu untuk memanggilnya kembali. Aku berlari ke arah dimana terakhir kali aku melihatnya. Namun tak ada balasan. Tak ada siapapun di sini. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali berjalan. Aku mencari sebuah jalan. Mungkin jika aku mengitari tempat ini, aku akan berhasil.

“Akh-” erangku.

Kepalaku mulai berputar lagi. Kenapa semuanya terlihat berputar-putar? Perlahan, penglihatanku juga mulai mengabur. Oh, kakiku. Aku tak bisa menopang tubuhku lagi. Semuanya menjadi berat.

Yah.., harusnya jatuh itu sakit. Tapi sekali lagi, sungguh aku tak merasakan sakit sama sekali. Apa ada seseorang lagi yang menangkapku? Entahlah…, mungkin anak yang kuikuti tadi.

.

.

.

Perlahan, guratan cahaya kembali bisa mencapai netraku. Yah, sepertinya sudah lama sekali aku tak melihat cahaya sebanyak ini. Aku merindukannya sesungguhnya.

Dan semua daun kering ini… Yah, sepertinya aku tak sadarkan diri untuk beberapa saat. Tapi kuharap ini tak terlalu lama seperti sebelumnya. Memang sudah liburan musim dingin, tapi di akademi tak juga turun salju. Hanya udaranya saja yang menjadi dingin. Tentu saja itu tak berpengaruh pada vampire.

Aku mencoba mendudukkan diriku, dan…

Hei, sejak kapan dia di sini?

“Oh, kau sudah bangun?” tanya V yang sedang menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon besar di belakang kami.

“Vvv… V? tanyaku memastikan. Ia pun membantuku untuk bangun, dan juga menyandarkanku pada pohon yang disandarinya tadi.

“Kau… baik-baik saja bukan?” tanya V tanpa ekspresi.

Aku pun balas mengangguk. Apa ia tak pulang? Untuk apa ke akademi di waktu liburan, eoh? Jadi dia anak yang kuikuti tadi? Untuk apa ia membawaku ke sini?

“Sudah kuduga dia memang aneh,” gumam V pelan.

“Apa?” ya, aku masih bisa mendengar gumaman itu tentu saja.

“Boleh kutanya sesuatu?” ujar V tiba-tiba, mengabaikan pertanyaan Aerin.

“Tidak. Kau tak boleh bertanya,” balasku sama dinginnya.

V pun balas tersenyum masam,

“Apa kau diadopsi?” tanya V yang sontak membuatku tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutku. Hei, bagaimana ia bisa tahu itu jika data sekolah saja dihapus? Atau ia adalah orang yang mengawasiku saat makan malam? Saat aku berbicara dengan Suga?

“Kurasa benar kau diadopsi,” ujar V menyimpulkan. Ekspresiku terlalu jelas, bukan tadi? Kau memang bodoh, Go Aerin.

“Aku diadopsi keluarga vampire karena dulunya aku manusia,” elakku.

“Tidak juga. Kurasa kau dulunya memang manusia. Tapi kau menjadi vampire bukan karena digigit,” ujar V yang sekali lagi membuatku benar-benar tak bisa mempercayainya.

Fakta jika aku diadopsi memang benar. Tapi bahkan aku tak tahu masa kecilku sama sekali. Apa ia hanya asal menebak?

“Hei, aku benar-benar tak bisa mengerti apa yang kau katakan. Maksudmu aku bukan vampire sejak lahir? Maksudmu aku dulunya benar-benar manusia? Apa kau percaya semua kebohonganku itu?” ujarku tak percaya.

“Kau bahkan tak mengenal dirimu sendiri, Go Aerin. Bagaimana kau bisa menyembunyikan semuanya? Kau bahkan tak tahu itu apa,” terang V.

“Setidaknya aku tahu kemampuanku. Aku tahu aku berbeda. Jadi aku tahu bagaimana cara menyembunyikannya,” bela Aerin.

V pun balas tersenyum mendengarnya,

“Tidak kurasa. Mereka akan tahu faktanya jika kau selalu seperti ini. Kau harus mengerti dirimu sendiri, Rin.”

Dia memanggilku ‘Rin’? Memangnya kita sudah sedekat itu? Ini bahkan kali pertama ia mengajakku bicara.

“Satu lagi. Berhenti berusaha masuk ke pikiranku. Anak divisi es tak seharusnya melakukan itu. Masih menyangkal jika kau tak mengenal dirimu sendiri? Caramu masuk ke pikiran orang lain, seperti sesuatu yang ingin memakan habis mangsanya,” jelas V.

Ia pun lekas berdiri dan berniat untuk pergi.

“Yya! Kau pikir aku satu-satunya yang aneh di sini?” teriakku berhasil menghentikan langkahnya.

“Aku tahu kau juga menganggapku aneh. Tapi aku normal karena aku mengenal diriku. Aku bukannya berbeda dengan vampire lain. Hanya yah, jika kau mengenalku kau akan tahu,” terang V.

“Aku tahu kau menggunakan alat, V! Kau bukannya sudah menguasai teknik ilusi. Kau menggunakan alat untuk menutup pikiran bahkan memanipulasinya. Kau juga bisa membaca pikiran orang lain aku yakin. Tapi kau juga tak bisa memasuki pikiranku, bukan?

Aku tahu terakhir kali aku masuk ke pikiranmu kau berbohong. Kau menyembunyikan sesuatu yang lain pula. Mari kita lihat siapa yang akan ketahuan pertama,” teriakku penuh percaya diri. Aku pun berjalan mendahuluinya. Namun baru beberapa langkah aku di depan, aku terpaksa harus menghentikan langkahku lagi.

Aku bisa mendengar V tertawa kecil. Sial!

“Ikuti aku.”

Ya, tentu saja aku tak tahu jalan untuk kembali. Sungguh aku malu dengan diriku sendiri. Setelah berkata dengan percaya diri begitu, kenapa tiba-tiba aku terlihat bodoh? Dasar menyebalkan!

V pun berjalan di depanku. Tapi… yah, aku takut ia seorang yang licik. Dengan berani, aku berjalan mengejarnya dan langsung menggandeng tangannya begitu saja.

“Aku hanya takut kau akan menjebakku. Jangan salah paham,” ujarku cepat.

Aku tahu ia sempat terkejut tadi. Tapi ia kembali tertawa kecil setelah aku mengatakannya. Kembali tersenyum dengan santainya. Sungguh aku tak mengerti dengan seorang di sampingku ini. Dia seorang yang dingin sejujurnya. Dia misterius. Namun entah bagaimana selalu muncul perasaan aneh pada diriku saat ia muncul seperti sekarang. Rasanya seperti sihir masa lalu. Dan aku sangat menyukainya.

“Sudah kubilang, berhenti untuk masuk ke pikiranku, jika kau tak ingin aku benar-benar menjebakmu,” ujar V di tengah jalan.

Aku pun balas mengalihkan pandanganku ke sembarang arah dan mengangguk. Bagaimana ia bisa sadar jika aku berusaha masuk ke pikirannya. Sungguh aku sudah melakukannya dengan sangat hati-hati.

Ngomong-ngomong ini sudah hampir senja. Mungkin ketika sampai akademi sudah malam. Aku heran kenapa ia tak memilih teleport saja. Jalanannya sangat jauh. Tapi entah mengapa aku tak merasakan lelah seperti sebelumnya. Yah, jujur ini terasa sangat nyaman seraya melihat mentari yang akan kembali ke peraduannya. Mungkin ini juga alasan V tak memilih teleport.

Tapi apa kau sadar sesuatu? Vampire harusnya tak tahan dengan cahaya matahari, bukan? Ya, saat ini aku tak menyadarinya.

.

.

.

Apa kau tahu Go Aerin? Ini yang tertulis di buku kakek. Ia selalu berharap kau bisa hidup bebas dengan mengembangkan kekuatanmu. Dan ini yang selalu Phantom rasakan ketika melihat, atau sekedar mendengar tentangmu. Rasa penyesalan yang sangat, namun diselimuti rasa kasih luar biasa yang selalu mengalir dalam dirinya.

Kau beruntung memiliki orang-orang yang selalu siap melindungimu bahkan jika harus bertaruh nyawa. Satu dari mereka sudah membuktikannya lima tahun silam. Aku turut berduka atas kejadian itu. Harusya kami bisa membantu saat itu. Tapi apa kau tahu? Saat itu bangsa vampire menyerang kaumku. Jadi kami harus bertahan sendiri. Bahkan yah, aku kehilangan orang tuaku saat itu. Jadi mungkin, aku bisa merasakan kesedihan yang sama, di saat yang sama juga denganmu.

Terkadang kakek berpikir, menciptakanmu, adalah kesalahan terbesar yang pernah dilakukannya. Tidak. Itu tak berlaku untukku. Tetaplah hidup seperti ini karena aku menyukainya. Setidaknya dengan menciptakanmu, aku bisa bertemu denganmu sekarang. Aku bisa berjalan melihat matahari di cakrawala bersama seorang sepertimu. Dan aku sangat berterimakasih….

-V

-Flashback off

-TBC

Okee, what do you think? Hope you can enjoy it. Please, enjoy it! Hope you like it. Please like it… :-)))

Well, sepertinya flashback sudah berakhir T.T

Di Chap 7 nanti balik ke masanya sekarang. Yang mau ada pemeriksaan itu loh… /udah lupa?/ samaa athor juga lupa-lupa ingat.

Btw, mind to review?

Advertisements

10 thoughts on “[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire – (Chapter 6)

    1. Jawaban dari pertanyaanmu ada di next” chap nya kok. Wah, ada yang cemburu ternyata. Wqwqwqwq…. Author juga cemburu btw /lol/lol/lol/lol 😂 😂 😂. Yah, semoga mphi tetep bertahan.
      Btw thanks for reading Kiritoo. Thanks for your comment ne ^^
      Buat next selalu ditunggu yaa 😀 😀

      Like

  1. Kyaaa!!!! Akhirnya salah satu ff yang aku tunggu kelanjutan nya update juga hehe 🙂
    Woah, sumpah ya cerita nya makin seru di chapter ini
    Penyampaian ceritanya makin oke
    aku penasaran sama anak dark phantom ? siapa dia ? tapi udah kepikiran sih siapa orang nya ? si Golden Maknae kah ? hehe 🙂
    untuk scene aerin dan taehyung benar-benar suka karena aku fans mereka hehe 🙂 dibanyakin lagi ya authornim scene mereka 🙂
    Penasaran sama masa lalu aerin yang sebenarnya….
    Aku tunggu kelanjutan nya authornim 🙂 hehe
    Jangan lama-lama… Semangat! 🙂

    Liked by 1 person

    1. Haii sweety ^^
      Whoaa makasih atas komenanmu yak. So seneng bacanya 😀
      Aku juga sukaak Aerin-V😍 . Syukur deh kalo kamu juga seneng. Yosh! Kuberhasil membuatmu penasaran *lol* 😂 😂 😂
      Buat next selalu ditunggu yaa. Semua jawabannya ada di next” chapter /yaiyalah/*plakk
      Okee, thanks for reading!! :-)))

      Liked by 1 person

  2. Ariefania

    Omgg akhirnya author update! Dh nunggu lama sekali buat baca kelanjutannya >//< Jadi aerin itu buatan kakeknya V dari kaum werewolf? Duh makin rumit aja, tapi bagus ff Nya.. Ditunggu chapter berikutnya kak!

    Liked by 1 person

    1. Haii Ariefaniaa~ ^^
      Thanks for reading and commenting 😍 😍
      Iyaa, Aerin buatan kakeknya V. Di Chap seterusnya bakalan dijelasin lebih lanjut kok 😉
      Buat nextnya selalu ditunggu yaa 😀 *bow*

      Like

  3. Lalis

    Annyeonghaseyo author!!!
    Maaf baru komen😁
    Thor ko aku gak ngerti ya-_- dari pertama aku baca sampe chapter ini aku baru tau kalo taheyung itu werewolf😂😂😂😂😂
    Tapi ceritanya keren thor… Lanjutin yaa thor, tapi jangan lama lama, menunggu itu sakit thor😅😅

    Liked by 1 person

    1. Annyeonghaseyoo Lalis ^^
      Thanks for reading and comenting ne! :-))
      Huhu T.T Maepkeun diku yang membuatmu nggak ngeh juga ;-(
      Semoga next next nya nggak lama”. Doain aja author gabanyak tugas wkwk 😉
      See you in next chap! ^^

      Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s