[BTS FF Freelance] Whiter Than Snow – ( Oneshot)

ATT_1468678238207_poster

 

Author            : Yemima Lorna

Title                 : “WHITER THAN SNOW”

Length             : Oneshot

Genre              : Romance

Main Cast        : V (Kim Taehyung) , Han Yeonmi

Rating              : PG-17

Disclaimer       : All the story is mine. Thankyou. And you also can read this story on Key Shinee version on my facebook, but this (Taehyung) version is better and longer, also feel nya lebih dapet. Hehehe Happy reading

 

-By Phone ~

 

Taehyung           :“Halo…”

Yeonmi                 :”Halo oppa…”

Taehyung            : “Hey, Happy White Day sayang…”

Yeonmi                                 :”Happy White Day oppa…”

Taehyung            :”Eumm…. Aku benar-benar minta maaf Yeonmi… kau tau kan betapa sibuknya            aku… Selain dorm dan studio sulit sekali untuk aku bisa pergi kemanapun. Jadi aku              tidak bisa memberimu apa-apa. Sebenarnya… aku ingin sekali…

Yeonmi                :”Iya. It’s okay. Aku ngga butuh apapun darimu. Aku tidak butuh coklat, bunga, atau   apapun… Oppa ngga perlu memikirkannya.”

Taehyung            :”Atau haruskah aku menyuruh manajerku membeli sesuatu dan mengirimkannya ke   rumahmu..Kamu mau aku belikan apa?”

Yeonmi                 :”Tapi, aku hanya butuh……”

Key                        :”Apa? Katakan apa saja yang kau mau dan aku akan membelikannya. ”

Yeonmi                 :”Benarkah..? Tapi aku rasa kau tidak akan mampu membelinya”

Key                        :”Wah wah Memangnya apa itu? Apakah itu sangat mahal?”

Yeonmi                 :”……Waktumu oppa. Aku hanya butuh itu. Tidak lebih”

Taehyung            :”…………………………”

Yeomi                   :”Oppa? Apa kau mendengarku? Kau masih disana kan??”

Key                        :”Halo? Halo? Yeonmi, maaf sekali… Aku harus bekerja sekarang…Nanti kutelpon           lagi ya. Bye”

Yeonmi                :”Oh…emm…Ya. Aku mengerti…”

 

♥ Yeonmi POV ♥

 

                “Fuuhhh….” aku mendengus kesal.

Lagi, dan lagi hal ini terulang lagi.Entah sudah kali keberapa aku harus mengalami nasib yang sama seperti ini. Kami sudah 1 tahun bersama dan masih saja ia selalu tak ada waktu untukku. Sebenarnya sampai kapan aku dan dia terus menjalani semua ini? Ah, Ini bahkan lebih parah dari hubungan jarak jauh.

 

Mungkin selama ini aku masih mampu bersabar dan mencoba untuk memaklumi kesibukkannya. Pekerjaan yang dilakukannya setiap hari memang tidak ada habisnya. Mulai dari latihan dance, rekaman, photoshoot, shooting, fanmeet, konser, dan semuanya. Aku rasa memang inilah resiko yang harus kutanggung karena memiliki kekasih seorang idol/ intertainer. Waktu yang kami miliki untuk bersama sangatlah singkat. Seminggu sekalipun belum tentu aku bisa betemu dengannya. Berbicara lewat telepon saja paling-paling hanya bisa beberapa menit. Quality time? Sepertinya hanya keajaiban yang bisa membuat hal itu terjadi. Berkencan saja hanya pernah sekali terjadi itupun hanya di dalam mobil. Yah. Aku tidak pernah menyangka memiliki kekasihpun bisa se menderita ini. Bahkan sepertinya nasibku lebih menyedihkan dari orang yang tidak memiliki kekasih.

 

Namun, satu hal yang paling tidak bisa kumaafkan adalah…

Hari ini adalah hari ulang tahunku! Dan dia, kekasihku sendiri, dia tidak mengucapkan apapun. Sepertinya dia melupakan hari ulang tahunku.

 

TAPI KENAPA?

 

Karena dia terlalu sibuk?

 

Atau memang dia tidak peduli padaku?

 

Apa dia memang sudah tidak mencintaiku?

 

Apa karena aku ini hanya gadis biasa yang tidak berarti apa-apa baginya?

 

Apakah….

 

Hubungan ini….

 

Masih bisa berlanjut…

Atau…

 

Haruskah aku mengambil keputusan untuk mengakhirinya saja…?

 

“Arrgghh….lama-lama aku bisa gila!” pekikku seraya mengacak-acak rambutku sendiri.

 

“Hei…Apa kamu baik-baik saja?” kata seorang bibi yang duduk disebelahku sambil merajut. Tentu saja karena taman tempat aku berada sekarang ini adalah tempat umum dan siapa saja boleh duduk di sini. Mungkin tingkah lakuku terlalu berlebihan sehingga membuat bibi ini penasaran.

 

“Ya. Aku baik-baik saja….” jawabku sambil berusaha mengusap pipiku yang dibanjiri air mata.

 

“Benarkah? Kalau begitu kenapa kau menangis…??” tanyanya lagi sambil melontarkan senyuman lembut kearahku. Ia tetap terlihat cantik walaupun dihiasi kerutan-kerutan diwajahnya karena faktor usia.

 

“Aku….” jawabku terbata-bata.

 

“Kenapa gadis manis..?? Siapa saja yang melihatmu pasti tau kalau kau tidak sedang baik-baik saja” ujarnya sembari menghentikan kegiatan merajutnya.

 

“Ini adalah hari kasih sayang… Janganlah mengisi hari yang spesial ini dengan kesedihan…” imbuhnya.

 

“Tetapi…. aku sama sekali tidak merasa hari ini adalah hari yang spesial….” kataku sambil menggeleng.

 

“Tidak ada satu hal pun yang bisa membuatku tersenyum hari ini…” tambahku.

 

“Kenapa kau bicara seperti itu…??” tuturnya seraya mengerutkan keningnya.

 

“Aku percaya, disekitarmu pasti banyak sekali orang – orang yang mencintaimu…. Dan mereka pasti akan berusaha untuk membuatmu tersenyum kan…??” ujarnya.

 

“Tapi,   Aku tidak mengerti apa Taehyung oppa benar-benar mencintaiku atau tidak… Aku benar-benar tidak mengerti….” tuturku.

 

“Taehyung? Siapa dia? Apa dia kekasihmu Nak…??” tanya bibi itu.

 

“Dia……. Ya. Dia kekasihku, Bi” Jawabku sambil mengangguk.

 

“Kau..?? Bagaimana denganmu…?? Apa kau benar-benar mencintainya…??” tanya bibi itu sambil menatapku.

 

“Ya…” aku mengangguk hebat. “Aku sangat, sangat mencintainya. Aku tidak perduli dia itu artis atau bukan, aku tidak perduli apa yang orang katakan tentang dia… Aku mencintainya apa adanya…Aku sungguh mencintainya Bi” Paparku.

 

“Jadi benar kau mencintainya bukan karena dia seorang artis atau karena dia memiliki banyak uang…??” tanya bibi tersebut sambil memandang tajam kearahku.

 

“Ya.Aku tidak pernah memperdulikan semua itu… Tapi, bagaimana kalau dia tidak mencintaiku…? Memikirkannya membuat hatiku sakit” tuturku.

 

“Memangnya dia tidak pernah menunjukkan kalau dia mencintaimu…??” tanyanya lagi.

 

“Mengajakmu kencan mungkin? Atau memainkan gitar sambil menyanyikan sebuah lagu untukmu?Atau…??” tanya bibi penasaran.

 

“Tidak Bi….” aku menggeleng hebat. “Bertemu saja kami jarang… apalagi untuk berkencan…. Aissh rasanya itu tidak mungkin terjadi…..” aku menunduk sedih seraya membiarkan setetes air mata jatuh sekali lagi dari pelupuk mataku.

 

“Sangat tidak mungkin…” gumamku.

 

“Aku mengerti… memang tidak semua orang bisa dengan mudah menunjukan rasa cintanya….Tapi, kau akan mengetahuinya sedikit demi sedikit kok…” ujarnya sambil mengelus rambutku.

 

“Maksud bibi…??” tanyaku.

 

“Jangan pernah berfikir untuk berpisah dari orang yang benar-benar kau cintai jika memang kau belum yakin tentang perasaannya… Cobalah untuk mengerti dia sedikit demi sedikit….Mata manusia terbatas, telinga manusia terbatas, tapi ketika kau membuka mata hatimu maka cinta sejati akan menemukan jalannya“ jawabnya.

 

“Bagaimana bisa?” tanyaku lagi.

 

“Gadis manis, suatu saat nanti kau akan tau bahwa ada sebuah kunci tentang sebuah kesempurnaan…” ujarnya sambil tersenyum.

 

“Kunci…??” aku semakin bingung.

 

“Lho bibi…?? Bibi dimana…??” tiba- tiba bibi yang duduk disebelahku tadi menghilang sekejap entah kemana.

 

“Kemana bibi yang tadi? Padahal tadi kan dia duduk disebelahku….” gumamku bingung sambil meraih hasil rajutan yang ditinggalkan bibi tadi. Ternyata ia merajut sebuah lambang salju.

 

Tapi, apa maksudnya?

 

Kenapa dia bilang aku tidak boleh memutuskan hubunganku dengan Taehyung oppa sebelum aku tau perasaannya yang sebenarnya terhadapku…?

 

Dan lagi apa maksudnya dengan kunci…?

 

Aku tersadar dari lamunanku. Aku menoleh kearah jam tanganku yang ternyata sudah menunjukkan pukul 5 sore. Walaupun masih penasaran dengan apa yang barusan terjadi, aku mencoba melupakannya dan berdiri dari tempat dudukku. Ada hal yang lebih penting yang harus kulakukan. Aku mengangkat kardus yang berisi puluhan coklat dan permen yang sudah aku siapkan sejak pagi tadi. Karena hari ini adalah hari ulang tahunku dan bertepatan dengan White Day, Aku akan pergi ke panti asuhan untuk membagikan seluruh coklat ini kepada anak-anak disana.

 

Sesampainya di panti asuhan….

 

                “AYO ADIK-ADIK…. SIAPA YANG MAU COKLAT…???” aku berteriak memanggil mereka.

 

                “AKU…!! AKU!!” mereka berteriak serentak sambil berlari kearahku. Mereka semua terlihat sangat bahagia dan bersemangat.

 

Aku membagikan coklat itu satu persatu untuk mereka. Anak-anak yang rata-rata masih berusia 4 sampai 7 tahun ini melompat-lompat kegirangan menyembut kedatanganku. Mereka sangat antusias mengambil coklat yang kuberikan. Semuanya antri dengan tertib sembari tersenyum lebar dengan mata mereka yang begitu berbinar.

 

                “TERIMA KASIH….” teriak mereka semua sambil menunduk kearahku.

 

Aku benar-benar tidak bisa menahan keharuanku. Air mataku tumpah membanjiri pipi ini. Entah mengapa hatiku meluap melihat anak-anak itu, mereka begitu polos. Senyuman mereka selalu merekah. Mereka tidak memerlukan alasan yang ini itu untuk tertawa, bahagia mereka begitu sederhana. Walaupun hidup mereka tidak lengkap tanpa ayah ibu dan keluarga, mereka tetap memilih kebahagiaan mereka sendiri. Aku malu pada diriku sendiri yang selalu mengeluh dan mengeluh dan tidak pernah bersyukur akan keadaanku.

 

Sebuah tangan kecil menarik tanganku. “Kak Yeonmi ….” katanya lembut.

 

Aku menoleh kearahnya sambil tersenyum. Ia seorang gadis kecil dengan mata bulat, badannya mungil sekali, rambutnya hitam dikuncir dua dengan pita yang lucu. Wajahnya begitu manis , dan dia selalu terlihat tersenyum.

 

                “Hey… ada apa teman kecil…?? Coklatnya enak tidak??” tanyaku padannya sambil mencubit     pipinya yang chubby.

 

                “eum…” dia mengangguk. “Makasih kak, coklatnya manis sekali seperti kakak…” jawabnya        sembari tersenyum.

 

                “Hahaha… Benarkah…??” tanyaku.

 

                “Yaa! Kak Yeonmi, apa kau baik-baik saja..?? Kenapa tadi menangis..?? lagi sedih ya??”              tanyanya.

 

                “Enggak. Kakak bukan menangis karena sedih, tapi kakak menangis karena bahagia…”              jawabku.Tangan kecilnya menyentuh pipiku dan berusaha untuk mengusap air mataku.

 

                “Kakk, kalau kakak senang kakak harusnya tersenyum. Jangan menangis lagi ya…??”                 ujarnya.

 

Aku mengangguk. “Oke! kakak janji nggak akan nangis lagi deh…” tuturku sambil mengusap    rambutnya.

 

                “Oh iya, Happy Birthday kak…!!” teriaknya sambil memelukku.

 

                “Lho? Kok kamu bisa tau kalau kakak hari ini ulang tahun…??” tanyaku kaget.

 

                “Tentu saja aku tau! Buktinya kakak bagi-bagi coklat. Pasti kakak lagi ulang tahun kan..??”      ujarnya.

 

                “Wuaa… Makasihhh….” ujarku sambil balas memeluknya.

 

                “HAPPY BIRTHDAY KAK YEONMI….” Teriak seluruh anak-anak panti asuhan itu serentak.

 

Mereka semua bergiliran memberiku ucapan selamat. Membuatku tidak bisa menahan haru.

Air mataku kembli dalam sekejap sudah membanjiri pipiku. Seumur hidupku, baru kali ini aku merayakan ulang tahunku dengan suasana seperti ini. Sepertinya ini akan menjadi momen paling berkesan dalam hidupku. Entah bagaimana caranya aku bisa berterima kasih pada semua anak-anak ini. Kini aku sudah bisa merekahkan senyumku kembali. Mereka semua telah mengembalikan senyumku yang aku kira sudah musnah entah kemana.

 

                “TERIMA KASIH SEMUANYA….” Aku menundukan badanku.

 

 

Setelah melewatkan beberapa jam di panti asuhan, akhirnya aku kembali ke rumah untuk beristirahat. Sesampainya di kamar aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Namun aku teringat akan sesuatu. Aku merogoh kantongku dan menemukan rajutan bibi yang aku temui di taman siang tadi. Aku membentangkannya dan melihatnya kembali dengan seksama. Kejadian siang tadi masih tidak masuk diakalku. Namun yang lebih mengangguku adalah sejak tadi perkataan bibi tersebut selalu terngiang di kepalaku. Lambang salju? Hmm.. kenapa aku rasanya tidak asing ya. Sepertinya ada sesuatu yang berhubungan denganku. Tapi apa….?

 

… Ah aku ingat!” pekikku seraya terbangun dari tempat tidur.

“SNOW47652 !! Itu adalah password e-mailku yang sudah lama aku lupa. Wah.. akhirnya sekarang aku mengingatnya kembali!” ujarku sambil mengambil laptop dan memasukan akun e-mail tersebut.

“Siapa tau ada e-mail penting yang tidak sempat aku baca…” gumamku.

 

Tunggu dulu, apa ini? 462 messages from Kim Taehyung ?! Untuk apa dia meingirimi aku email sebanyak itu? Dengan penuh rasa penasaran aku membuka daftar email yang masuk dengan seksama. Apa? Dia mengirimi aku email setiap hari? Yang benar saja?

 

                Akhirnya aku mencoba membuka email pertama yang Taehyung oppa kirimkan padaku. Tepatnya 1 tahun lebih yang lalu.

 

 

2 Januari 2015

 

Halo Yeonmi !

Hey Yeonmi Ku!

Kau sedang apa?

Hehehe…. Mulai hari ini aku akan selalu megirimkan email padamu.

Aku tau tidak mudah untuk kita sering bercakap-cakap lewat telpon karena akan ketahuan oleh member yang lain. Jadi mulai sekarang aku akan bercerita sebanyaaaaaak mungkin denganmu disini. Kau tidak keberatan kan? Atau perlukah aku mengirim surat lewat pos agar lebih romantis? Hahahaha :))) Aku mencintaimu Han Yeonmi, terima kasih karena sudah menjadi milikku!

 

 

11 Maret 2015

 

Yeonmi sayang hari ini aku dan member yang lain sedang berlibur. Disini menyenangkaaaan sekali. Kami bermain salju sepuasnya. Hehehe… oh iya, kau suka sekali salju bukan? AAAHHHH!! I wish you were here. Disini sangat menyenangkan tapi akan lebih menyenangankan kalau ada kamu disini. Aku berjanji suatu saat nanti aku akan mengajakmu kemari dan bermain sajlu sepuasnya bersamamu. Oke? Kau mau kan? Ahhhh 🙂 membayangkannya saja membuatku tersenyum…

Bagaimana liburanmu?

 

Attached : video

 

20 Juni 2015

 

Maaf karena mingirimimu email malam-malam begini…

Ahhh hari ini melelahkan sekali! Kami harus berlatih dari pagi sampai malam. Seluruh tubuhku sampai sakit karena terlalu banyak menari. Ups, Apa aku baru saja membuatmu khawatir? Oh tolong jangan lalukan itu! Aku baik-baik saja kok. Aku hanya perlu senyuman darimu dan aku akan semangat lagi. Hehehe Maukah kau mengirimkannya?

Aiissshh. Betapa aku ingin kau ada disini dan memelukmu seerat-eratnya dan mengatakan kalau aku lelah sekali..

Apa kau sudah tidur?

 

6 Agustus 2015

 

Yeonmi sayang, ini benar emailmu atau bukan sih?

Kenapa kau tidak pernah membalas pesanku?

Apa kau marah padaku? ><

Hmmm… hari ini aku bertemu dengan fansku yang cantik-cantik lho…

eh, tunggu, apa kau cemburu? Hahaha

Mereka semua cantik, tapi kenapa yang ada dipikiran hanya kamu saja ya?

Mungkin karena dimataku kamu lebih cantik dari siapapun(?)

Only you, Yeonmi ku!

 

attached : Charlie Puth – Then there’s you.mp3

 

18 Oktober 2015

 

attached : photo

 

Yeonmi, lihat!

Aku mencoba menggambar kamu lho hahaha

Bagaimana? Jelek ya?

Aisssh! Iya iya Aku tau aku memang tidak jago menggambar

Eh tapi setidaknya aku berhasil membuatu tertawa bukan?

Yes!!

Ahhh! Betapa aku ingin melihatmu tertawa secara langsung ><

Haruskah aku berlatih jurus menghilang agar aku bisa langsung pergi ke tempatmu berada sekarang?

Arggh aku hampir gila karena merindukanmu tau nggak!

 

27 November 2015

 

Yeonmiku, aku sedang ada di Jepang sekarang! Oh iya, kemarin aku lewat di toko boneka dan aku melihat boneka kesukaanmu, Rillakuma! Bonekannya besar sekali dan lucu. Ah, aku ingin sekali membelikannya untukmu tapi staff melarangku karena akan sulit membawanya dan kita tidak punya banyak waktu. Aku sempat bersikeras membelinya tapi aku malah dimarahi. Hehehehe jadi aku membeli yang kecil saja. Bagaimana apa paketnya sudah sampai? Apa kau suka?

Aku sudah memberinya nama, pokoknya namanya Taekuma! Hehehe jangan diganti ya ❤

 

25 Desember 2015

 

Merry Christmas sayang ❤

Wah kapan ya kita bisa merayakan natal bersama-sama?

Maaf ya aku tidak bisa menelponmu hari ini. Aku sibuk sekali ><

Untuk menulis email ini saja aku harus mencuri waktu.

Hehehe sejujurnya aku menulis ini di kamar mandi hahaha

Bagaimana ? Apa harimu menyenangkan?

Eh tidakkah tadi malam ada orang asing yang masuk dari jendela rumahmu?

Dan berusaha menculikmu?

Kalau iya tenang saja, karena memang aku meminta kepada Santa Claus untuk membawamu sebagai hadiah natalku. Hahaha

Love you ❤

 

20 Januari 2016

 

Yeonmi apa kau baik-baik saja?

Hari ini aku melihat berita di tv katanya sedang marak kejahatan terhadap wanita di malam hari.

Kau selalu pulang malam sendirian setelah kuliah kan? Ahhh bagaimana ini. Aku benar-benar mengkhawatirkanmu sampai tidak bisa tidur. Harusnya sebagai pacarmu tugasku adalah melindungimu tapi aku malah tidak bisa berbuat apa-apa disini. Ah aku merasa bodoh dan tidak berguna. Aku merasa bersalah padamu Yeonmi. Maafkan aku. Ini semua salahku.

Karena keadaanku aku tidak bisa menjagamu. Arrggh bagaimana mungkin aku mengatakan aku mencintaimu bahkan menjagamu saja aku tidak bisa. ><

 

14 Febuari 2016

 

Happy Valentine Yeonmi sayang ❤

Tau tidak? Aku selalu berdoa suatu hari nanti aku bisa menggenggam tanganmu dengan erat di jalan raya dan berteriak kalau aku mencintaimu. Agar semua orang tau bahwa kamu lah orang yang sangat aku cintai. Hehehe

Hari itu akan datang kok! Percayalah!

Oh iya, di hari yang spesial ini aku menciptakan sebuah lagu untukmu, dengarkan baik-baik ya!

Aku harap kau suka. Tentu saja kau harus menyukainya! Aku kan menciptakannya untukmu hehehe

 

attached : bts-holdmetight.mp3

 

 

Air mataku menetes kian lama kian deras seraya aku mendengarkan bait demi bait lagu ciptaan Taehyung oppa untukku. Tak kusangka selama ini justru ia yang lebih peduli dan memperhatikanku lebih dari siapapun. Dalam kesibukannya, kelelahan dan keletihannya ia selalu menyempatkan mengirimkan emailnya padaku setiap hari. Ya . Benar-benar setiap hari. Ia tak pernah melupakanku sedetikpun. Padahal Ia yang sempat aku ragukan cintanya, Ia yang sempat terpikir olehku untuk memutuskannya. Ah betapa bodohnya aku ini. Bagaimana mungkin aku tidak menyadari ia mencintaiku sebesar ini?

 

                “WHUUUSSSSHH….” angin berhembus begitu kencang dari jendela dan membuat seluruh           badanku kedinginan.

 

Aku menengok kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 10.30 malam.Aku beranjak dari tempat tidurku untuk menutup jendela kamarku.

                “Pukk…” saat aku akan menutup jendela, sebuah benda mengenai kepalaku. Sepertinya benda tersebut dilempar seseorang dari halaman rumahku.

Aku mengambil benda itu, sebuah kertas yang sudah dibuntal menjadi berbentuk bola. Aku membuka kertas itu, ada sebuah tulisan di dalamnya:

 

“SESEORANG INGIN MENEMUIMU MALAM INI….

DIA MEMINTAMU UNTUK MENEMUINYA DI SUATU TEMPAT…

IKUTI PETUNJUK YANG ADA, MAKA KAU AKAN SAMPAI DI TEMPAT ITU…”

 

Apa?? Siapa orang iseng yang akan menemuiku larut malam begini?

 

Aku penasaran siapa yang melakukan ini. Atau jangan-jangan penjahat, perampok atau semacamnya? Hmmm.. tidak bisa dibiarkan! Aku harus menangkapnya. Kau mau menjebakku? Lihat saja siapa yang akan kalah! Oke. aku akan mengikuti perintahnya…

 

Aku mengenakan jaketku dan mengambil senter. Aku melangkah perlahan-lahan menuju pintu rumah, berusaha untuk tidak menimbulkan suara supaya ayah dan ibu tidak terbangun.

“Ceklek…” aku membuka pintunya sedikit demi sedikit dan melangkah keluar dari rumah.

Aku membaca kertas itu kembali…

 

“SETELAH SAMPAI DI DEPAN RUMAH, TETAPLAH BERJALAN LURUS DAN KAU AKAN MENEMUI PETUNJUK YANG LAINNYA….”

 

Aku melangkah lurus kedepan sambil mencari petunjuk berikutnya…

Aku melihat sebuah petunjuk yang ditempelkan pada sebuah pohon. Petunjuk itu menunjukkan panah kearah kiri. Dan aku berjalan kearah kiri.

Selanjutnya, aku membaca kertas itu kembali…

 

SETELAH MENEMUKAN PETUNJUK, IKUTILAH…

JIKA KAU MENEMUKAN SESUATU,PAKAILAH AGAR KAU LEBIH MUDAH SAMPAI KESANA…

 

Setelah beberapa waktu mencari, aku menemukan benda yang dimaksud.

Didepanku ada sebuah sepeda, dan tanpa pikir panjang aku segera menaikinya.

Diperjalanan, aku menemukan sebuah petunjuk lagi. Yaitu sebuah kata-kata di dinding yang bertuliskan, “Yeonmi =>” Dan aku segera mengikutinya.

 

Petunjuk demi petunjuk sudah kulewati. Setelah beberapa lama aku menemukan sebuah petunjuk yang berbentuk anak panah kebawah. Oh, Apakah ini tempat yang dimaksud?

Aku segera turun dari sepeda yang kukendarai. Dan berjalan menuju tempat itu.

 

Tempat tersebut cukup gelap dan dingin. Karena hanya berbekal pencahayaan dari senter aku tidak bisa melihat dengan jelas tempat macam apa ini. Aku hanya bisa meilhat beberapa rumput dan pepohonan namun aku tetap melangkah menyusuri tempat itu….

 

Namun, setelah beberapa waktu mencari aku tidak menemukan siapapun.

Aku menoleh kearah jam tanganku yang sekarang menunjukkan pukul 11.00 malam.

Badanku benar-benar letih. Aku benar-benar mengantuk. Aku bahkan tidak tau tempat apa ini dan bagaimana jalan untuk pulang. Aku beristirahat sambil bersandar pada sebuah pohon seraya menghela nafasku. Tanpa sadar aku benar-benar tertidur dibawah pohon tersebut.

 

Namun tak lama , ada sebuah suara yang membangunkanku….

 

Haruman~
Neowa naega hamkkehal su itdamyeon
Haruman~

Neowa naega sonjabeul su itdamyeon

 

Suara itu….???

Aku sangat mengenal suara dan lagu itu….

 

Tapi….

Dimana dia…???

 

Aku segera berdiri dan mengelilingi tempat itu untuk mencari darimana asal suara itu…

Dimana dia …? Kenapa aku tidak bisa menemukannya…? Apa suara tadi hanya halusinasiku saja?

 

Haruman~♪
Neowa naega hamkkehal su itdamyeon

 

Kelopak mawar bertebaran dari atas pohon tempatku berbaring tadi.

Tanpa sengaja aku menoleh keatas. Dan aku melihat seseorang duduk diatas pohon sambil menebar kelopak bunga mawar sembar menyanyikan lagu… “JUST ONE DAY”

 

“Taehyung oppa…??” tanyaku memastikan

 

Haruman~♪
Neowa naega hamkkehal su itdamyeon

 

Ia melanjutkan nyanyiannya lalu menoleh kearahku sambil tersenyum.

Tak lama kemudian dia turun dari atas pohon tersebut dan memberiku serangkaian bunga mawar pink dan biru yang sangat indah. Mataku berkaca-kaca. Aku sungguh tak percaya hal ini bisa terjadi.

 

“Ini….benar-benar Taehyung oppa kan…? Atau aku sedang bermimpi….?” ujarku masih tak percaya.

Ia tersenyum kearahku sambil mengusap rambutku.

 

“Ya, ini benar-benar aku Yeonmi…” jawabnya dengan senyumannya yang khas.

 

“Tunggu sebentar…” katanya sambil beranjak pergi.

 

Tak berapa lama ia kembali sambil membawa sebuah lilin berbentuk hati.

 

“Matikan sentermu…” katanya.

 

Aku langsung mematikan senterku. Kini suasana sangat redup karena satu-satunya cahaya hanya berasal dari lilin yang dibawa oleh Taehyung oppa.

 

Ia menoleh kearah jam tangannya. “Aduh.. kok sudah jam segini? Berarti satu jam lagi aku akan kehilangan kesempatanku untuk mengatakannya…” keluhnya.

 

“Hah? Mengatakan apa??” tanyaku bingung.

 

Tanpa menjawab pertanyaanku, Taehyung oppa tiba-tiba meniup lilin yang dibawanya sehingga lilin itu mati dan suasana menjadi benar-benar gelap dan aku tidak bisa melihat apapun.

 

“Chu..” sebuah kecupan lembut mendarat ke bibirku.

 

Aku benar-benar terkejut. Setelah beberapa detik kunyalakan kembali senterku.

 

“Oppa…” kataku terkejut.

 

“HAPPY BIRTHDAY YEONMI …. JEONGMAL SARANGHAEYO….” ujarnya sambil menggenggam erat kedua tanganku.

 

Perasaanku saat ini benar-benar tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata.

 

“Ayo ikut aku…” tutur Taehyung oppa sambil menarik tanganku dan kami berdua berlari menuju tempat itu.

 

Akhirnya kami sampai disebuah tempat yang benar-benar yang tinggi dan indah, dari tempat itu kami bisa melihat keadaan seluruh kota di malam hari. Pemandangan disana benar-benar menakjubkan.

 

“Wow… Tempat ini indah sekali…” pekikku.

 

“Ya! tapi masih ada yang lebih indah lagi….” ujar Taehyung oppa sambil mengedipkan sebelah matanya.

 

“Apa itu?” tanyaku penasaran.

 

“Satu, Dua, Tiga…!!” teriaknya diikuti meledaknya berbagai kembang api yang menyala.

 

Semua kembang api tersebut bertaburan di langit malam itu dengan membentuk formasi yang sangat amat indah. Tak berapa lama kembang api tersebut membentuk formasi hati yang benar-benar apik. Aku benar-benar terpukau melihatnya seakan-akan jantungku berhenti berdetak sejenak saat menyaksikannya. Belum pernah aku melihat hal seindah ini seumur hidupku. Hatiku bergejolak hebat rasanya ingin sekali mengabadikan momen ini selamanya. Oh, ini bahkan lebih indah dari mimpi!

 

Saat itu juga Taehyung oppa berteriak dengan kencang,

 

“HAN YEONMI AKU MENCINTAIMU….!!!!!!”

 

Air mata dalam sekejap membanjiri pelupuk mata hingga pipiku. Aku sama sekali tidak bisa menahannya lagi.Aku segera memeluk Taehyung oppa dengan erat.

 

“Terima kasih…. TIDAK ADA YANG PERNAH MEMBUATKU MERASA SPESIAL KECUALI OPPA….” ujarku.

 

“Maafkan aku…. Aku sungguh amat menyesal pernah meragukanmu. Itu adalah hal terbodoh yang pernah aku lakukan selama hidupku” sesalku.

 

“Aku berjanji mulai sekarang hanya air mata bahagia yang akan membasahi pipimu…Aku tidak akan mengecewakanmu lagi” tutur Taehyung oppa seraya balas memelukku lebih erat.

 

Aku memeluknya semakin kuat.

Aku bahagia, ternyata semua pengorbananku selama ini tidak pernah sia-sia…

Sekarang aku mengerti apa yang dimaksud kunci kesempurnaan oleh bibi itu.

 

~THE END~

 

 

 

Kata pepatah,Tak ada manusia yg sempurna, namun seseorang akan terlihat sempurna ketika kamu mencintainya dengan tulus.

Ya! Benar sekali! Kunci dari kesempurnaan adalah ketulusan.

Whiter than Snow?

Ya, Karena ketulusan itu lebih putih dari salju.

 

 

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] Whiter Than Snow – ( Oneshot)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s