[BTS FF FREELANCE] My Wife’s Amnesia? – (Chapter 1)

PicsArt_07-14-09.43.46

PART 1

TITLE: My Wife’s Amnesia?

CAST: Kim Taehyung || Cho Mijoo (OC)/You || Park Jimin || Others!

GENRE: Romance, marriage life, School life

RATED: Teen

AUTHOR: MyB (Fb: Melia febryanti, IG: @melia.febryanti)

NB: Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya, satu komentar dari readers sangat berarti untuk author. Maaf kalo ada typo dan cerita yang kurang menarik, ini hasil kerja keras murni dari author dan diberi ide dari teman^^

***

Lotte World. Istana dengan banyak wahana permainan. Menjadi tempat yang patut untuk dikunjungi di Seoul. Tidak terkecuali bagi Taehyung dan Mijoo. Walau merogoh kocek yang tidak sedikit untuk ke Lotte World, Taehyung merelakan uangnya yang baru saja datang menghampirinya itu. Semua itu untuk Mijoo. Ya.. Bisa dibilang jalan-jalan mereka ini ibarat berbulan madu bagi sepasang pengantin baru.

Pengantin baru.. atau pengantin muda? Bisa disebut keduanya. Umur masih sekitar 17-18 tahun, masih berstatus pelajar, tetapi, mereka sudah terikat tali pernikahan. Yaaa.. Pernikahan yang didasarkan pada ikatan yang sangat kuat hingga menyebabkan mereka harus bersatu. Tidak boleh dipisahkan bukan?

Wahana yang menjadi favorit Mijoo adalah melihat tokoh-tokoh disney, menaiki bungee drop, camelout carrousel, dan masih banyak lagi. Mereka menghabiskan waktu untuk menikmati wahana-wahana disana hingga lupa waktu.

Waktu sudah menunjuk pukul 12:00 KST. Puas dengan beberapa wahana itu, Mijoo ingin mengajak Taehyung membeli makanan di kedai yang masih berada di lokasi itu juga.

Ditengah perjalanan mereka, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Baekhyun, teman SMP sekaligus seseorang yang berjasa untuk Kim Taehyung.

“O… Taehyung? Kau ada disini juga?” Tanya Baekhyun sembari melepas kacamata hitamnya.

Taehyung sedikit terkejut mendapat kehadiran Baekhyun yang begitu tiba-tiba. Ia tersenyum kikuk.

“Ne.” Jawabnya singkat.

Mijoo melirik Baekhyun lalu Taehyung. Gadis itu terlihat kebingungan. Baekhyun juga demikian, ia menelisik wajah Mijoo mencoba mengenali siapa gadis itu.

“Ah, benar. Hyung, ini Cho Mijoo. Mijoo, ini Byun Baekhyun. Dia salah satu fotografer di teen magazine, tempat kerjaku.” Ucap Taehyung berusaha memperkenalkan Mijoo dan Baekhyun.

Yup! Selama ini Taehyung bekerja sebagai model untuk mencukupi kehidupan keluarga kecilnya itu.

Mijoo tersenyum hangat. “Ah, begitu ya? Bangapseumnida.” Mijoo membungkuk dihadapan Baekhyun.

Baekhyun melakukan hal yang sama. “Kalau boleh tahu, kau siapanya Taehyung?” Tanya Baekhyun penasaran.

“Ne?” Mijoo terkaget dengan pertanyaan Baekhyun yang begitu frontal. Ia melirik Taehyung kemudian kembali melihat Baekhyun.

“Hyung masih ingat yang aku katakan di studio waktu itu? Soal… pernikahan.” Kata Taehyung mengambil alih.

~FLASHBACK ON~

Baekhyun merangkul bahu Taehyung, adik kelas semasa SMP nya itu. “Ayo kita bersenang-senang! Lagipula kau bilang tidak ingin merepotkan Abeoji dan Eomma mu kan? Kini kau bisa memakai uangmu sendiri!” Katanya.

Taehyung tersenyum kikuk, “Eum.. kurasa jangan malam ini, hyung. Maaf.” Ucapnya ragu-ragu.

“Waeyo? Kau bertingkah laku seperti sudah mempunyai istri di rumah saja.” Ucap Baekhyun curiga.

Taehyung terhenyak dengan mata yang terbelalak. Digaruknya tengkuk lehernya yang tak gatal.

“Jangan gugup begitu! Aku hanya bercanda.” Ucap Baekhyun lagi seraya tertawa.

Taehyung tertawa paksa, “Sebenarnya aku memang sudah menikah, hyung.” Ucapnya berkeringat dingin.

Baekhyun menaikkan kedua alisnya kaget, “Mwoya? Leluconmu sangat menakjubkan, Taehyung. Hahaha.” Namun Baekhyun menganggapnya lelucon.

Taehyung hanya mengendikkan bahunya cuek.

“Terserah kau saja, hyung. Aku pulang dulu! Sampai jumpa.” Ucapnya seraya melambai tangan dan keluar studio.

~FLASHBACK OFF~

Baekhyun mengangguk. “Aku masih ingat dengan jelas saat kau mengatakan kalau kau sudah menikah.” Ujarnya.

Mijoo sedikit tertegun.

Taehyung tertawa renyah sembari merangkul Mijoo.

“Nde, dan inilah istriku, Hyung.” Ujarnya bangga.

“Mwo? Kau kembali membuat lelucon lagi, Taehyung!” Kata Baekhyun tak percaya.

“Lihat ini,” Taehyung menampilkan jari manisnya yang dibalut cincin perak bersamaan dengan Mijoo.

“Untuk apa kami berdua memakai cincin kalau bukan karena sudah menikah?” Lanjut Taehyung.

Baekhyun menampar pipinya kemudian mengaduh.

“Heesun, bawa aku pergi, kurasa aku tengah bermimpi buruk.” Kata Baekhyun kepada seorang wanita disampingnya. Kemudian Baekhyun pergi meninggalkan mereka dengan gelak tawa konyolnya.

“Maafkan Tuan Byun, dia begitu semenjak ditinggal mati pacarnya dan ia sangat sensitif soal cincin pernikahan.” Jelas Heesun kemudian menyusul Baekhyun yang masih tertawa terpingkal-pingkal disana.

Taehyung dan Mijoo menatap heran pemandangan yang tak biasa itu, kemudian saling menatap satu sama lain seraya mengendikkan bahu tak mengerti.

Mereka berdua kembali melanjutkan jalan-jalan di lotte world tersebut. Mereka pergi membeli es krim kemudian duduk di salah satu bangku taman. Mijoo menahan tawa melihat bibir Taehyung yang belepotan es krim. Ia kemudian menyapu bibir Taehyung dengan tissue. Taehyung yang tak mengerti mengernyit bingung.

“Waeyo?” Tanya Taehyung.

“Bibirmu belepotan es krim.” Jawab Mijoo.

Taehyung tertawa kecil.

“Aigoo..” Gumamnya setelah menyadari bibirnya memang belepotan es krim.

Tatapan Taehyung beralih kepada kembang gula yang dijual di kedai seberang. Tidak ada salahnya jika ia membeli kembang gula untuk istrinya itu. Terlebih lagi, Taehyung tahu Mijoo sangat menyukai kembang gula.

“Joo, tunggu disini, ya.” Ucap Taehyung.

“Huh? Mau kemana?” Tanya Mijoo tapi diabaikan oleh Taehyung yang telah duluan meninggalkannya.

Mijoo menghela nafas singkat sembari memakan es krimnya lagi. Namun, tiba-tiba seorang bocah lelaki yang tengah menangis itu menculik perhatiannya.

“Eomma.. Hiks.. Balonku.. Hiks hiks.” Isak anak lelaki itu.

Mijoo mendadak bangkit kemudian menghampiri bocah itu. Tubuh bocah itu yang hanya setinggi pahanya membuat Mijoo harus berlutut menyeimbangkan posisi tubuh mereka.

“Ada apa adik?” Tanya Mijoo simpati.

Bocah lelaki itu masih menangis. “Nuna, aku kehilangan balonku. Balonku sudah terbang huwee.” Ia menunjuk balonnya yang sudah terbang.

Mijoo melihat ada sebuah balon berwarna merah di langit. Ia merasa iba melihat bocah lelaki itu yang menangis tersedu-sedu.

“Nuna akan mengambil balonmu. Tunggu sebentar, ne?” Kata Mijoo.

Bocah lelaki itu hanya mengangguk polos.

Mijoo bangkit kemudian berlari mengejar balon merah itu yang masih belum terlalu terbang tinggi. Dengan segenap usahanya Mijoo mencoba menggapai balon itu, namun lagi-lagi gagal. Ia tidak menyerah dan masih mengejar hingga mengantarnya keluar dari lotte world. Mijoo terus berlari tanpa memperdulikan sekelilinya. Tiba-tiba suara klakson berbunyi nyaring.

“Aaaaaaa!!”

BRUK!!

.

.

.

Taehyung kembali ke bangku taman setelah selesai membeli kembang gula berwarna merah muda itu. Lelaki itu kebingungan saat tidak menemukan raga Mijoo dibangku itu.

“Mijoo!!” Teriak Taehyung, namun usahanya sia-sia karena tidak ada yang menyahut.

“Aigoo.. Kemana dia?” Gumam Taehyung frustrasi.

Ia mengambil ponselnya kemudian menelfon Mijoo. Berulang kali ditelfon tetapi tidak ada sahutan dari sana. Taehyung semakin khawatir. Taehyung berjalan mencari Mijoo, namun sesaat kemudian ia mendapatkan telfon dari nomor tak dikenal. Taehyung berniat tidak mengangkat, tapi setelahnya ia mengangkat telfon tersebut.

“Yeobboseo?”

“….?”

“Ne, ini Kim Taehyung. Ada apa dengan Cho Mijoo?”

“….”

“M-mworago!?”

SKIP

Taehyung berlari secepat mungkin melewati lorong rumah sakit. Barusan ia mendapat telfon dari pihak rumah sakit yang mengatakan Mijoo kecelakaan dan langsung dibawa ke UGD. Jantung Taehyung seperti berhenti berdetak mendengar kabar itu, dan perasaan khawatir setengah mati merasuki hatinya.

Taehyung berhenti di depan ruang UGD tempat Mijoo dirawat. Nafasnya tersengal.. Ia terduduk lesu di bangku rumah sakit. Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya saat ini. Mengapa Mijoo bisa kecelakaan? Bagaimana mungkin ia bisa kecelakaan? Apakah ia menyebrang di jalan raya? Siapa yang menabraknya?

Taehyung tertegun ketika merasakan pundaknya di tepuk seseorang. Ia menoleh. Disebelahnya ada pria paruhbaya berjas hitam yang sepertinya bekerja di perusahaan. Wajahnya tampak cemas dan sedih.

“Kau kerabat gadis itu? Maafkan aku karena telah menabraknya.” Ujar pria paruhbaya itu.

Taehyung terbelalak kaget. Kepalan tangannya menguat beserta emosi yang meluap hingga ke ubun-ubunnya. Ia menarik kerah jas pria itu.

“Kurang ajar! Bajingan!” Bentak Taehyung emosi.

Pria paruhbaya itu tampak ketakutan.

“Beraninya kau menabrak istriku!” Bentak Taehyung lagi hendak melayangkan pukulan ke wajah pria itu.

“Andwae! Kumohon jangan memukulku. Aku berjanji akan membayar biaya perawatan istrimu, tapi tolong jangan melaporkanku pada polisi.” Pinta pria paruhbaya itu memohon-mohon.

Taehyung mengatur nafas dan berusaha mengontrol emosinya. Kepalan tangannya melemas seiring berjalannya waktu. Ia melepas paksa kerah jas pria paruhbaya itu hingga tubuhnya terhempas.

Beberapa saat seorang dokter keluar dari ruangan Mijoo. Dokter memperbolehkan satu orang untuk masuk ke dalam ruangan. Taehyung langsung masuk ke ruangan itu. Ia menatap tubuh Mijoo yang terbaring dengan infus ditangannya. Kepala gadis itu diperban.

Taehyung terduduk disamping Mijoo.

“Mijoo,” Panggil Taehyung lemas. Digenggamnya tangan Mijoo erat.

“Ireona. Bangunlah, yeobo.” Pinta Taehyung pelan sembari mengusap rambut gadis itu.

Raga Mijoo masih belum sadar. Matanya terutup rapat. Hanya rongga perutnya yang saat ini bergerak menghirup dan mengeluarkan nafas.

Perlahan tapi pasti, jari-jari Mijoo bergerak. Taehyung dapat merasakannya dan ia tersenyum senang. Dan dengan perlahan pula, Mijoo tersadar. Kelopak matanya terbuka. Ia melihat langit-langit ruangan yang asing baginya.

“Dimana aku?” Lirih Mijoo pelan.

“Syukurlah kau sudah sadar. Sekarang kita ada di rumah sakit.” Jawab Taehyung tersenyum.

Senyuman Taehyung bak angin lalu untuk Mijoo. Gadis itu menatap takut kepada lelaki disampingnya ini. Ia menarik paksa tangannya dari genggaman Taehyung. Taehyung sama sekali tak mengerti.

“Jangan sentuh aku!” Bentak Mijoo.

Taehyung terhenyak kebingungan. “Wae, yeobo?” Tanyanya.

Mijoo mengernyit bingung, “Mwo? Yeobo? Siapa kau? Berani sekali kau memanggilku seperti itu!” Bentaknya lagi.

Taehyung mendengus kasar, “Huh? Kau istriku. Apa kau lupa?” Tanyanya bingung.

“Istri? Jangan mengaku-ngaku, dasar byuntae!” Pekik Mijoo marah.

Taehyung menatap nanar gadis didepannya ini. Apa yang terjadi?

“K-kau tidak mengenaliku?” Tanyanya gelagapan.

“Ne. Aku tidak mengenalimu.” Jawab Mijoo menggeleng

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Advertisements

5 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] My Wife’s Amnesia? – (Chapter 1)

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s