[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire – (Chapter 7)

Untitled-1 copyLOLOLOL copy~1

Tittle: The Academy of Vampire

Scriptwriter: Carishstea

Genre: Fantasy, Action, School Life, Mystery, Friendship, Romance

Main cast:  Go Aerin (OC), Kim Taehyung/V (BTS), Park Jimin (BTS), Min Yoongi/Suga (BTS), Jung Soojung/Krystal (f(x)).

Support cast: Choi Junhong/Zelo (BAP), Song Yunhyeong (iKON), Kim Jinhwan (iKON), Jung Eunji (APink), Jung Daehyun (BAP), Son Naeun (APink), Oh Sehun (Exo), Kim Jongin/Kai (Exo), Yook Sungjae (BTOB), Kim Namjoon/RapMonster (BTS), Hong Jisoo/Joshua (Seventeen), Kim Jiyeon/Kei (Lovelyz), Lee Mijoo (Lovelyz), Yoo Youngjae (BAP), Park Jin Young/Junior(GOT7), Mark Tuan/Mark (GOT7), Bae Suzy (Miss A), Do Kyungsoo/D.O. (Exo), and other (some will coming soon and maybe some will disappear).

Duration: Chapter

Rating: PG-13

Disclaimer: All the cast is owned by God. This story is pure mine. Inspired by my imajinaton. Sorry with typo and other. Please no bash, no plagiat, and don’t be siders. Okee, HAPPY READING!!!

***

…mana ada obat yang berasa busuk? Aerin pun mulai kembali terbawa keraguannya. Mungkinkah racun?

V meracuninya?

.

Apakah V yang tertangkap? Atau putra dark phantom itu yang bahkan Krystal saja belum mengetahui identitasnya? Oh ayolah, kenapa harus ada yang tertangkap…

***

.

The Academy of Vampire – Chapter 7

.

@jam pelajaran/kelas

Hari ini semua pelajaran berjalan sangat lancar tanpa ada satu pun yang menyadari akan diadakan pemeriksaan sepulang sekolah nanti. Yah, mungkin ada beberapa anak tertentu yang sudah tahu. Tapi percayalah itu hanyalah satu dua anak.

Pelajaran kali ini adalah kutukan. Bangsa vampire terkadang terkenal dengan kutukan mereka. Memang tak semengerikan mumi dan monster-monster mitos lainnya. Namun setidaknya mereka tahu ilmu itu sebagai tambahan saja. Di dunia vampire, terkadang kau bisa menemui mahluk-mahluk semacam mumi, atau centaurus, atau mahluk mengerikan lainnya.

Kali ini master mereka mengajarkan tentang kutukan kematian dan kesengsaraan. Terdengar mengerikan memang. Namun bangsa vampire sejujurnya tak bisa menggunakan kutukan itu. Master Lim hanya menjelaskan bagaimana cara menghindari kutukan tadi, dan menjelaskan mahluk apa saja yang bisa mengutuk dengan kutukan itu bagi vampire.

Master Lim menjelaskan pelajarannya dengan baik omong-omong. Namun beberapa siswa sama sekali tak bisa mendengarkan penjelasan itu. Mereka terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing. Satu diantaranya, kini sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Ada sesuatu yang seperti ingin mengambil alih tubuhnya. Dan rasanya menyakitkan.

“Akh… kumohon hentikan! Berhenti menyakitiku!” teriak seseorang di sudut kelas.

Itu Sungjae. Ia kini memegangi kepalanya kesakitan dan terus berteriak.

“Hei, Yook Sungjae! Ada apa denganmu?” tanya Master Lim terkejut.

“Akh…” Sungjae masih saja menggeram tak jelas. Wajahnya memerah, dan ia terus saja meremas rambutnya.

“Hei Yook Sungjae!” teriak Master Lim makin ketakutan.

Tentu saja tindakan Sungjae itu membuat kelas menjadi gaduh. Sungjae sangat aneh saat ini. Tak ada luka apapun padanya. Tak ada seorang pun yang mengganggunya. Lalu ia kenapa terlihat sangat kesakitan begini?

“M…Master. Se-suatu meng-ganggu-ku. Ia- seper-ti i-ngin meng-usir-ku ke-luar,” teriak Sungjae tergagap, seperti ada sesuatu yang menghalanginya untuk berbicara.

Banyak anak perempuan yang kini menutup mulut mereka prihatin melihat keadaan teman mereka itu. Oh, ayolah. Apa yang salah dengannya? Lima menit lalu sebelum bel masuk, ia bahkan masih sempat melucu.

“Tak ada apapun yang mengganggunya. Apa mungkin… sihir?” tanya Mark ragu setelah melihat keadan Sungjae saat ini.

“Aku juga meragukannya Mark. Bawa dia ke klinik,” pinta Master Lim segera.

Ia pun mengikut di belakang anak-anak yang membawa pergi Sungjae. Sedang beberapa anak lainnya hanya menggumam sendiri. Masih syok atas kejadian tiba-tiba tadi,

“Menurutmu dia kenapa?”

“Mengerikan.”

“Apa yang salah dengan Yook Sungjae?”

Karena ini adalah kelas biasa, semua murid tahun keempat ada di sana. Tak peduli apa divisimu, dan dikelas mana bakatmu.

 “Ngomong-ngomong, Si bocah aneh itu juga sedang di klinik, bukan? Kudengar ia demam,” ujar Krystal yang duduk di depan V dan Suga.

Keduanya pun balas tersenyum tanpa membalas apa-apa pada Krystal.

.

@klinik

“Aish, lalu kenapa kau harus taruhan pula dengan Si Bodoh itu? Kenapa aku yang dijadikan bahan taruhan?” tanya Aerin kesal.

Seorang yang duduk di sebelah ranjang Aerin itu balas tertawa kecil menanggapi adik sepupunya ini.

“Maafkan aku. Apa kau sakit karena itu?” ujar Sehun seraya masih tersenyum mengejek pada Aerin.

Ya, Aerin kini sedang terkena demam menjelang musim semi. Sehun yang baru pulang dari misi keluar akademi itu, memutuskan untuk mengambil libur pelajaran, untuk menengok Aerin. Siapa tahu ia terkena penyakit aneh lagi.

“Ck, kau benar-benar menyebalkan,” decak Aerin kesal mendengar tanggapan Sehun.

Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Menatap dunia luar untuk mengembalikan moodnya. Sedangkan Sehun, ia lebih memilih untuk mengabaikan Aerin. Jika anak itu itu kesal lebih baik ia tak mengganggunya, karena itu malah akan memperburuk keadaan. Toh ini permainan yang lucu.

Aerin masih saja menatap ke arah luar. Sebenarnya ada sesuatu juga yang ia sangat penasaran pada hal itu. Tapi jika ia bertanya, ini akan terlihat konyol. Sehun pasti akan menertawakannya.

Tapi… yah, jujur, Aerin sangat penasaran.

“Sehun!” panggil Aerin tiba-tiba.

“Hm?” tanya Sehun kini menoleh ke arah Aerin. Masih sama, dengan senyum menyebalkan di mata Aerin.

“Eum, ngomong-ngomong kau bertaruh untuk siapa?” tanya Aerin ragu.

Aerin tahu Sehun berusaha menahan tawanya. Tentu saja. Karena Seorang Oh Sehun memang tak pernah berubah.

“Kenapa kau ingin tahu?” goda Sehun.

“Lupakan. Aku tak jadi bertanya,” balas Aerin cepat-cepat setelah mendapat jawaban Sehun. Ia tahu akan jadi seperti ini. Kakak sepupunya itu senang sekali menggodanya. Aerin pun kembali menatap jendela luar dengan acuh.

 “V,” ujar Sehun agak keras, sehingga Aerin kehilangan fokusnya.

“Apa?”

“Aku bertaruh untuk V. Kenapa? Keberatan?” tanya Sehun masih tersenyum menyebalkan.

Kini Aerin makin menambahkan kerutan di dahinya. Sungguh, Sehun bertaruh untuk V? Bukankah Aerin pernah bercerita tentang Suga?

“Hei, kau tahu aku pacaran dengan Suga. Kenapa malah bertaruh untuk anak itu?” tanya Aerin tak mengerti.

“Kenapa kau protes padaku jika memilihnya? Bukankah kau senang jika aku kalah? Biasanya kau begitu,” bela Sehun kini makin melebarkan senyumnya.

“Ya, tentu saja aku senang,” balas Aerin seraya memutar bola matanya abai, “Tapi aku lebih senang jika Mark yang menang. Aku ingin baik kau maupun Daehyun kalah,” lanjut Aerin balas tersenyum menyebalkan.

“Lalu kau sebenarnya menyukai Zelo? Mark bertaruh untuknya omong-omong,” balas Sehun sama menyebalkannya.

“Ya!”

“Apa?”

“Aish, lupakan. Kau selalu menyebalkan, asal tahu saja,” balas Aerin kembali kesal.

“Tapi…, bukankah kau berpikir aku yang akan menang? Tak ada yang tahu hubunganmu dan Suga. Dan kurasa kau mulai menyukai V, bukan Min Suga,” lanjut Sehun kembali memojokkan Aerin.

“Tidak juga. Tak ada yang tahu, Sehun. Mungkin aku akan mulai mendekati Zelo agar kau dan Daehyun bisa berhenti menggangguku. Untuk apa juga kau bermain-main dengan anak divisi cahaya?” balas Aerin masih dengan ekspresi kesal.

“Ck,” decak Sehun. Namun ia kembali tertawa setelahnya sambil menggumam tak jelas. Ya, itu malah membuat Aerin semakin kesal lagi.

“Akh! Le-pas!!” teriakan seseorang yang baru saja memasuki klinik bersama beberapa anak yang membopongnya.

Baik Sehun maupun Aerin, keduanya sama-sama membulatkan mata mereka tak percaya.

“Sehun, bukankah itu Sungjae? Ada apa dengannya? Wajahnya benar-benar merah, kau lihat? Semua taringnya keluar,” ujar Aerin ketakutan.

“Kai, ada apa dengannya?” tanya Sehun cepat pada Kai, yang ikut membawa Sungjae ke klinik.

Tapi Kai hanya bisa menggidikkan bahunya karena ia juga tak tahu apa yang sedang terjadi.

“Mungkin kutukan. Semacam sihir hitam,” terang Master Lim yang baru saja memasuki klinik bersama Master Ji, guru untuk pelajaran sihir hitam.

“Sihir hitam? Tapi vampire…, bukankah sangat jarang yang bisa menggunakannya? Dan dilarang mengutuk sesame vampire. Mereka akan dihukum mati oleh pengadilan,” ujar Aerin tak mengerti.

“Apa ulah orang luar?” tanya Kai.

Namun baik Master Lim maupun Master Ji hanya bisa menggeleng tak paham. Masih belum bisa dipastikan apakah ini memang ulah orang luar atau malah orang akademi sendiri.

“Mengerikan.”

.

.

.

@jam istirahat/kantin

Beberapa anak tentu saja ramai yang berada di kantin untuk mengembalikan isi perut mereka yang terkuras untuk berpikir dan berlatih. Pelajaran setelah ini adalah kelas divisi. Jadi pasti akan banyak menguras energi.

“Apa kalian tak merasa aneh hari ini? Bukankah ada beberapa orang pengadilan yang datang? Orang-orang pemerintahan vampire,” ujar Suga.

“Bukankah terkadang mereka memang datang untuk mengawasi?” balas Zelo setelah berusaha mengingat.

“Apa kau pikir berita itu hanya omong kosong? Soal pemeriksaan itu. Naluriku mengatakan mungkin hari ini pemeriksaannya. Bukan dua minggu lagi,” terang Suga setelah meneguk sedikit jus darahnya.

“Apa yang kau khawatirkan? Mereka bilang ada mata-mata yang menyusup ke akademi. Pemeriksaannya pasti dilakukan untuk mencari mereka,” sergah Naeun yang kini juga ikut satu meja bersama teman-temannya, serta Suga, Zelo, dan V.

“Si Phantom Junior itu? Yakin itu kenyataan? Dulunya aku juga percaya di sekolah di akademi ini. Tapi kenapa ia sebegitu bersih kerasnya tak memunculkan sedikit saja petunjuk? Kurasa itu hanya berita burung,” komentar Youngjae.

“Tidakkah menurutmu itu sedikit menyerempet ke Go Aerin? Anak kelas khusus satu-satunya yang sangat misterius,” ujar Zelo.

“Bukan dia,” sergah V.

Kini Zelo balik memincingkan matanya ke arah V seraya tersenyum. Sepertinya ada yang aneh di sini.

“Hm? Kenapa bukan dia? Kau membelanya?” tanya Zelo dengan senyum lebar.

“Bukan Go Aerin. Semuanya tahu ia sedikit aneh. Tapi semua anak juga tahu ia penggemar berat dark phantom. Dan akan benar-benar mengejutkan jika ia adalah ayah Aerin sendiri,” jelas Suga.

Penjelasan itu sukses membuat Zelo mengalihkan pandangannya ke arah Suga dengan tatapan yang sama pada V tadi. Ada yang aneh dengan mereka berdua.

“Tapi kudengar belakangan bangsa werewolf mencuri informasi dari pemerintahan vampire. Mungkin beberapa ada juga yang sedang mengawasi dan mencuri informasi di akademi,” ujar Youngjae yang tentu saja meningkatkan deru jantung Krystal dan V. Beruntungnya, mereka adalah pemain ekspresi yang handal. Jadi mereka bisa mengendalikan wajah mereka seketika saat mendengar penuturan Youngjae tadi.

“Aish, siapa juga yang mau jadi werewolf. Kau tahu betapa menakutkannya dikelilingi musuh sendiri. Terlebih di kelas khusus. Bukankah akan langsung ketahuan? Kau hanya bisa mencuri informasi lewat kelas khusus, bukan?” komentar Zelo.

“Kau benar. Untuk apa kita khawatir. Toh, kita bukan salah satu dari mata-mata itu. Benar bukan, V?” ujar Suga diakhiri pertanyaan tiba-tibanya pada V.

V sempat menaikkan alisnya tak paham.

Hei, kau sengaja bukan, Min Suga? Jika kau sebut kita, artinya aku dan kau bukan mata-mata. Yang benar saja.

“Apa maksudmu? Tentu saja. Mereka benar-benar membuatku lelah belakangan ini. Untuk menangkap para mata-mata itu, kita jadi direpotkan. Kemarin graver, dan sekarang harus berurusan dengan alat-alat medis lagi. Augh,” keluh V.

“Kau benar. Aku juga menbencinya. Sejujurnya aku baik-baik saja bangsa werewolf mencuri informasi kita. Tah apa yang mereka dapat?” setuju Naeun.

“Mereka tak bisa melanggar perjanjian perdamaian. Jika mereka melanggar, bukankah sama dengan bunuh diri? Kudengar populasi werewolf banyak berkurang karena perburuan liar. Manusia tak tahu serigala itu bisa berubah menjadi manusia,” tambah Krystal.

“Kita tak pernah tahu pikiran pengadilan,” sergah Suga.

“Karena tugas mereka menangkap penjahat, dan penjahat semakin brilian dengan idenya, bahkan anak-anak ikut direpotkan. Lama-lama aku bisa ikut membenci mereka. Mungkin aku akan pindah ke sisi penjahatnya jika diijinkan,” komentar Zelo.

“Itu sama dengan kau membunuh dirimu sendiri, bodoh,” tanggap Krystal

“Kau benar,” balas Zelo seraya tertawa konyol.

Yang lainnya pun kembali pada makanan masing-masing setelah tertawaan Zelo itu. Namun karena keheningan yang mereka ciptakan, masing-masing dari mereka bisa mendengar bisikan anak-anak mengenai kejadian kemarin. Entah itu Zelo dengan T-bots yang katanya konyol, atau hebatnya pukulan Suga, juga hubungan V dan Krystal.

“Em, ngomong-ngomong Krys, anak-anak masih membicarakan hubungan kalian. Kau yakin tak mau ambil tindakan?” tanya Youngjae yang tak nyaman melihat Krystal dan V mendengar semuanya. Pun dirinya. Ia juga tak senang Krystal digosipkan dengan seseorang.

“Biarkan saja. Nantinya mereka juga akan bosan membicarakannya. Untuk yang kemarin, maafkan aku V. Aku terlalu emosional,” balas Krystal seolah tak peduli dengan masih memfokuskan diri pada makanannya.

“Apa? Biarkan saja kau bilang?” tanya Youngjae tak terima, “Kau harus katakan yang yang sebenarnya, atau mereka akan salah paham selamanya, Krys,” protes Youngjae tak terima.

“Aku tak apa, Youngja. Mereka blablabla-…”

Di tengah perdebatan ringan antara Youngjae dan Krystal itu, tak ada yang sadar jika ada yang sedari tadi terdiam. Mungkin karena semacam perasaan iri. Atau cemburu? Yah, sejenis itu. Mereka berdua yang merasa demikian hanya mengaduk-aduk minuman mereka tanpa tujuan. Kesal. Sakit hati. Dan yang lainnya.

Kenapa Youngjae harus seperhatian itu pada Krytal? Itu yang membuat keduanya merasa iri.

.

.

.

@koridor ke klinik/jam pelajaran

“Tik tok.”-V

V meminta izin ke klinik di jam pelajarannya. Ada yang harus dilakukan. Selain memberitahu Aerin soal pemeriksaan sepulang sekolah nanti, ia juga harus menemukan putra dark phantom itu, karena ini juga berbahaya baginya.

Mereka telah memutuskan untuk memberikan kode ‘tik tok’ sebelum bertelepati jika ingin berkomunikasi di akademi, karena V tak tahu identitas phantom junior itu. Ia tak bisa bertelepati jika tak tahu tujuannya. Jadi yah, ia mengatakan ‘tik tok‘ pada semua orang lewat pikiran mereka.

Yang lainnya mungkin bingung, sebagian yang lain memilih untuk tak ambil peduli. Namun karena V tahu anak dark phantom adalah anak yang jenius dan sangat peka, ya, dia pasti langsung tanggap dengan kode itu.

“Tik tok.”

“Tik tok.”

“Tik tok.”

“Tik tok.”

“Tik tok.”

“Ada apa?”-ujar seseorang tiba-tiba membalas telepati V, “Aku putra dark phantom. Bicaralah, Tae.”

Karena ia tahu nama asli V, V yakin seorang yang membalasnya tadi benar anak dark phantom.

“Pemeriksaannya hari ini. Sepulang sekolah. Krystal sudah menyiapkan obatnya. Dimana aku bisa memberikannya padamu?”-V.

“Kau sekarang di mana? Kau bolos pelajaran, eoh?! Bagaimana jika kakekmu tahu, kau selalu bermain-main begini?”-anak dark phantom.

“Aku menjalankan tugasku, bodoh. Aku akan memberikan satu pada Go Aerin. Kau di mana? Aku akan segera ke tempatmu setelah dari klinik,”-V.

“Lupakan. Berikan saja satu lagi pada Aerin. Ia tak mungkin meminumnya dua kali. Aku yang akan mengambilnya sendiri,”-anak dark phantom.

V pun mengerutkan dahinya heran. Dia adalah seorang yang dekat dengan Aerin? Andai V tahu anak itu di divisi apa. Setidaknya V harus tahu apakah putra dark phantom itu laki-laki atau perempuan. Itu bisa mempersempit kemungkinannya. Namun jika Jung Eunji adalah mata-mata pengadilan, kemungkinan dia laki-laki. Atau apakah Aerin memiliki seorang teman perempuan juga yang dekat dengannya? Ck, entahlah…

“Bentuknya seperti jus darah kemasan. Wujudnya juga seperti darah. Tapi rasanya benar-benar kuat, dan tak ada rasa darah sama sekali di dalamnya. Jangan sampai salah meminum,”-V.

“Aku tahu. Terimakasih.”-anak dark phantom.

Seusai menyelesaikan pembicaraannya dengan anak dark phantom menggunakan telepati, V kembali melangkahkan kakinya menuju tujuan awalnya, klinik. Ia tadi meminta izin pada guru divisi ilusinya dengan alasan kepalanya mulai pusing akibat efek obat untuk racun graver kemarin. Dan ia berhasil mendapatkannya tentu saja.

Di klinik benar-benar ramai. Masih ada Jinhwan, Joshua, dan Mijoo yang sebelumnya terluka parah akibat insiden graver. Ada juga Sungjae yang kini sedang tertidur lelap setelah diberi sihir bius oleh Master Ji. Dan… seorang gadis yang tiba-tiba demam di pergantian musim.

Ia masih menatap jendela yang menampakkan pemandangan luar. Sejujurnya tak ada apapun yang bagus untuk dilihat. Namun entah mengapa gadis itu terlihat sangat menikmatinya. Terlalu fokus dengan dirinya sendiri, ia bahkan tak menyadari jika seseorang kini sedang berdiri di belakangnya, tepat di sebelah ranjangnya.

“Rin,” panggil V dengan suara khasnya.

V tak tahu kenapa anak itu merespon dengan sangat lama. Aneh. Pipinya kembali memerah. Apa ia sesakit itu? Perlu beberapa detik bagi Aerin untuk akhirnya menoleh dan bertanya,

“Untuk apa kau ke sini? Ini jam pelajaran.”

“Hei, kemarin aku juga terluka, ingat? Kepalaku mulai berdenyut,” keluh V.

“Sungguh?” tanya Aerin terkejut.

V kembali menaikkan alisnya heran. Ada apa sebenarnya dengan anak ini? Ia tak biasanya mudah khawatir. Dan kenapa terkejut sekali?

“Aish… Jadi jika kau sakit, harusnya cepatlah beristirahat. Kau tak lihat anak yang lain sedang tidur juga?” lanjut Aerin kembali ke sikap abainya dengan tatapan mengusir pada V. Ya, dia memang tak pernah berubah.

V pun menyodorkan dua kotak jus ke arah Aerin.

“Eum, ini obat dari suster. Atau dariku. Terserah kau menganggapnya dari siapa. Yang jelas kau harus minum ini untuk sembuh,” terang V.

Kau harus minum ini agar tak diusir dari akademi.

Aerin masih menatap dua kotak jus itu, dan malah tak segera mengambilnya.

Itu bukan obat biasa bukan, V? Kau tak akan mencoba menjebakku hanya karena aku sedang sakit, bukan?

“Ambilah,” pinta V.

Walau Aerin tak terlalu yakin, ia tetap berusaha menghilangkan keraguannya kali ini. Yah, V tak mungkin meracuninya. Setelah diyakininya itu bukan racun, Aerin pun segera mengambil dua kotak itu dari tangan V.

“Minum satu saja. Juga mungkin ada seseorang yang juga ingin meminumnya. Berikan saja jika dia memaksa,” lanjut V yang kini ditanggapi Aerin dengan tanggapan tak mengerti.

“Atau terserah kau saja. Auh, kepalaku kembali berdenyut. Aku akan istirahat,” ujar V karena tak ingin menjelaskan lebih pada Aerin. Jika sensornya mulai buram, mungkin Aerin dengan mudah bisa masuk ke pikirannya. Ia tak ingin Aerin untuk masuk saat ini. Jadi ia akan menjauh.

Tak terlalu jauh sebenarnya. Ia hanya mengambil tempat di salah satu ranjang klinik yang masih kosong. Setidaknya tempat itu cukup untuk bisa membuatnya melihat Aerin.

.

.

.

@klinik/jam makan

Aerin masih memperhatikan sebuah kotak jus di genggamannya yang tadi diberikan V. Ini benar obat, bukan? Tapi sepertinya bukan obat biasa. Ada sesuatu yang lain di dalamnya. Firasat Aerin yang mengatakan demikian.

Dan apa maksud dari kata-kata V, ‘jika ada yang memaksa memintanya maka berikan saja.’ ? Jika ini benar obat demam, maka harusnya hanya Aerin yang akan meminumnya karena satu-satunya siswa yang sedang demam adalah dirinya. Apa mungkin V ingin membuat seorang lagi juga demam? Tapi kenapa? Jujur itu malah lebih mustahil lagi. Ck…

“Aerin-a!” teriak Jimin yang baru saja memasuki klinik diikuti oleh Eunji,

“Rin!!” sapa Eunji langsung menghambur ke arah Aerin.

Begitu pula teman-teman Aerin yang lain. Mereka memutuskan untuk menghabiskan jam makan mereka di klinik seraya menemani Aerin yang tampaknya kesepian itu.

“Hei, nenek sihir!”

Mereka semua masuk ke ruangan Aerin dengan penuh senyuman. Sepetinya ada berita bagus. Atau mereka hanya sekedar memenuhi kesopanan saja dengan tersenyum saat bertemu.

“Ck, nenek sihir dia bilang? Jadi sekarang ia ikut menjulukiku aneh? Sialan kau, Jung Daehyun,” gumam Aerin kesal mendengar sapaan Daehyun.

“Apa yang kalian lakukan? Tak ingin makan? Kenapa malah datang ke sini?” ujar Aerin setelah semua temannya itu sampai di dekatnya, “Kau juga kenapa repot-repot ke tempatku, Jinhwan? Kau lebih sakit dariku,” lanjut Aerin setelah melihat Jinhwan yang ikut menghampirinya.

“Ck, bagaimana bisa ada gadis sedingin ini? Ya! Kami ke sini untuk menengokmu dan Jinhwan. Kau tak kesepian apa makan sendiri?” ujar Yunhyeong jengah.

 “Aku tak kesepian. Siapa bilang aku kesepian? Bahkan aku tak memiliki nafsu untuk makan,” sergah Aerin.

“Rin, tak bisakah kau hargai saja kedatangan kami? Kenapa kau selalu banyak menggerutu?” ujar Jimin sama jengahnya dengan Yunhyeong.

“Karena dia nenek sihir. Benar bukan, Rin?” tambah Daehyun yang balas direspon Aerin dengan sebuah decakan.

Mereka pun makan di dekat tempat Aerin. Jika mereka tak datang, mungkin Aerin tak akan makan sama sekali. Ia sedang sakit, jadi jika ia tetap melakukan kebiasaan buruknya itu, ia tak akan cepat sembuh, dan malah memperparah diri sendiri.

“Uhuk!” Jimin tiba-tiba tersedak makanannya sendiri.

“Kalian ada air?” tanya Jimin dengan nada serak.

Ia masih memegangi tenggorokannya kesakitan. Sedang sementara yang lainnya mencarikan Jimin air, Aerin menyodorkan jus darahnya refleks ke arah Jimin. Tanpa pikir panjang, tentu saja Jimin segera meminumnya.

“Akh-“ erang Jimin yang tiba-tiba ingin memuntahkan lagi isi minuman yang barusan diminumnya.

“Kenapa lagi? Katamu butuh air, kenapa malah ingin kau muntahkan?” tanya Jinhwan heran.

“Ya, Park Jimin! Jangan coba-coba kau keluarkan lagi minumannya,” ancam Daehyun.

Yang lainnya pun sama, menatap Jimin dengan penuh keheranan. Jimin yang merasa diperhatikan itu pun terpaksa menelan kembali minuman aneh yang diberikan Aerin sebelumnya. Bodohnya ia yang mengambil banyak sekaligus isi dalam kotak itu. Harusnya ia meminumnya perlahan, bukannya terburu-buru. Setelah bersusah payah kembali menelannya, ia baru mulai bicara,

“Rin, jangan meminumnya. Sepertinya darah ini basi. Rasanya benar-benar busuk. Aukh, kepalaku mulai pusing setelah meminumnya,” keluh Jimin.

“Sungguh?” tanya Aerin keheranan.

“Biar kucoba,” tawar Daehyun.

Ia terlihat menyedot beberapa isap dari kotak jus tersebut. Anehnya ekspresi Daehyun tetap sama, seperti tak ada rasa yang aneh atau suatu lainnya saat meminum jus itu.

“Kau tak merasakan apa-apa, Dae?” tanya Jimin tak percaya.

Daehyun pun balas menggeleng polos, dan menyodorkan jus itu pada Eunji. Eunji tentu saja menerimanya saja, dan ikut mencicipi beberapa isap. Eunji tak menunjukkan ekspresi apapun, dan hanya menatap Daehyun dengan jengah.

“Cobalah,” ujar Eunji sambil menyodorkan kotak jus itu pada Jinhwan, bermaksud memintanya untuk ikut merasakannya. Jinhwan yang mulanya itu ragu karena perkataan Jimin, akhirnya ikut mengambil kotak itu, dan meminum beberapa sedot isi di dalamnya.

“Akh, kalian mengerjaiku, eoh?! Rasanya benar-benar busuk,” keluh Jinhwan dengan ekspresi masam tentu saja.

Sedangkan Daehyun seketika terkikik oleh leluconnya sendiri. Eunji sendiri yang ikut ditipu, juga barusaja mengeluarkan ekspresi hijaunya setelah ia tahan untuk beberapa saat.

“Sungguh busuk? Biar kucoba,” tawar Yunhyeong yang ikut penasaran. Jinhwan tentu saja menyodorkannya dengan segera kepada Yunhyeong. Namun saat ia berusaha mengisapnya, isinya sudah tak ada.

“Kau menghabiskannya, Jinhwan? Kau bilang berasa busuk,” protes Yunhyeong yang ikut merasa dibodohi.

“Apa aku menghabiskannya? Sepertinya masih tesisa cukup banyak tadi,” balas Jinhwan tak mengerti.

“Dia benar. Aku juga mencicipinya sedikit tadi. Rasanya masih tersisa lebih dari setengahnya,” bela Eunji.

“Lalu bagaimana isinya sudah kosong?” protes Yunhyeong masih kesal.

Namun seketika perhatian Yunhyeong terfokus ka arah kotak itu setelah melihat pada salah satu sisi jus yang terlihat basah. Seolma… Ada yang mengeluarkannya dengan kekuatan mereka?

“Hei Rin, sebenarnya dimana kau mendapat minuman ini? Jika sudah kadaluwarsa seharusnya mesin minuman ataupun kantin tak menjualnya. Mereka bisa mendapat hukuman berat,” ujar Jimin.

“Benarkah? Tapi aku mendapatkannya dari…” Aerin tak bisa menyelesaikan kalimatnya setelah mengingat sesuatu.

Oh, Aerin ingin memukul dirinya sendiri yang kelewat pelupa. Kotak yang diberikannya tadi bukankah obat, ingat? Tapi… mana ada obat yang berasa busuk? Aerin pun mulai kembali terbawa keraguannya. Mungkinkah racun? Walaupun itu V sekalipun, ia masih sulit percaya pada sembarang orang.

“Karena itu bukanlah jus, tapi obat, Park Jimin,” ujar V tiba-tiba, yang kini sedang duduk di ranjangnya.

Ya, ia berhasil membuat semua orang memusatkan fokus mereka padanya, termasuk Aerin.

“Bukankah kau harus segera minum obatmu, Go Aerin? Kenapa malah memberikannya pada orang lain? Bagaimana bisa kau menyembuhkan dirimu jika kau selalu ceroboh?” ujar V dengan nada datarnya.

Jimin yang merasa dipermainkan itu pun memukul kepala Aerin pelan,

“Kau sengaja ingin mengerjaiku huh, Aerin! Whoaa, memintaku meminum obatmu? Kau sengaja, bukan?” tanya Jimin kesal.

“Appo! Aku sedang sakit, bodoh. Mana ada vampire yang memukul seseorang yang sedang sakit?” protes Aerin tak terima dengan pukulan Jimin itu. Ia pun balas memukul balik Jimin sepuluh kali lebih keras.

“Ya! Dan mana ada seseorang yang sedang sakit memukul sebegitu kerasnya?!” protes balik Jimin. Setelah itu keduanya pun saling beradu tatapan kesal.

“Rin, ngomong-ngomong aku ingin kau meminum obatmu. Karena itu obat, kau harus menghabiskannya sekotak penuh. Aku ingin kau merasakan minuman busuk itu,” ujar Jimin.

“Bilang saja kau ingin aku menderita,” ujar Aerin seraya memutar bola matanya bosan. Ngomong-ngomong bagaimana ia bisa berteman dengan orang-orang menyebalkan ini? Dengan sepupu menyebalkan. Bahkan walau ia memiliki seorang pacar, kenapa pacarnya itu tak pernah peduli padanya? Bahkan ia tak menengok Aerin sama sekali.

V kini memperhatikan bagaimana Aerin meminumnya. Ia harus menghabiskannya. Sebuah kurva itu pun tertarik perlahan melihat Aerin menghabiskannya walau dengan ekspresi sangat masam. Kini ia harus mencaritahu dua hal lagi.

Yunhyeong memang seorang yang pintar. Dalam beberapa detik saja ia sudah menyadari sesuatu yang ganjal. Kemampuannya meningkat sering ia sering diberikan misi keluar akademi. Ya, dia benar. Ada seseorang dari mereka berenam yang menyamarkan obat itu. Aerin dan Eunji jelas tak termasuk.

Sedangkan untuk Yunhyeong sendiri, V juga belum bisa memastikan apakah kotak jus yang kosong itu hanya sandiwaranya, atau memang benar ada seseorang yang sebelumnya sudah mengambil isi kotak jus tersebut.

Hal kedua yang harus V cari tahu adalah masalah Sungjae. Jika benar ini kutukan, mungkin vampire yang mengutuk Sungjae adalah vampire yang sama yang mengutuk kakeknya. Sihir hitam nya sangat kuat. Mungkin sihir itu pula yang dirasakan V beberapa hari sebelumnya. Benar-benar gelap dan mengerikan.

V masih bisa merasakannya di tempat ini. Mungkin Sungjae sebentar lagi akan bangun, sehingga sihir itu terasa lagi. Mengerikan jika banyak anak yang harus terluka karena sihir itu. Bahkan insiden graver, itu bukanlah terlihat seperti kecelakaan. Lebih terlihat seperti rencana jahat seseorang untuk menghalangi semua yang mulai mencurigainya.

.

.

.

@jam pulang sekolah/aula

Kini semua anak sedang dikumpulkan secara tiba-tiba. Mereka mendapat perintah, tepat setelah bel pulang dibunyikan. Entah ini kebetulan atau memang sudah direncanakan, hari ini semua anak yang mendapatkan misi keluar akademi, kembali. Singkatnya, dari kelas satu sampai kelas enam, setiap murid di akademi ini berkumpul di aula, kecuali anak-anak yang sakit. Mereka tetap di klinik, dan salah satu anggota pengadilan yang akan mendatangi mereka.

Sebelumnya Eunji telah memberikan jubah pada Suga yang sebelumnya ia ambil dari kakaknya. Dan tentu saja Suga tak pernah tahu hal itu. Setahunya, ia hanya bekerja sendiri bersama Eunji di bawah komando menteri vampire.

Sedangkan Yunhyeong, ia harus membatalkan niatannya untuk menemui Master Daniel. Harusnya sepulang sekolah ia menemui masternya itu untuk membahas misi keluarnya bersama Sehun, sekaligus melaporkan jus aneh yang dibawa Aerin dan tiba-tiba menghilang itu. Sampai sejauh ini ia masih belum tahu kepastiannya. Namun ia sudah menetapkan satu yang dicurigainya.

Jika jus itu menembus keluar, berarti pengendalian air milik Jinhwan. Seseorang yang memiliki kemungkinan terbesarnya adalah Jinhwan karena dia di divisi air. Tak terpikirkan sama sekali oleh Yunhyeong jika Joshua juga sedang berada di klinik. Ia juga belum mengetahui banyak tentang kebenaran putra dark phantom. Jadi tak menutup kemungkinan dugaan Yunhyeong itu meleset.

Pemeriksaan kali ini tak seperti biasanya. Banyak orang pemerintahan vampire yang datang. Mereka membawa para vampire penyembuh professional, vampire-vampire divisi ilusi tingkat atas, dan menjaga area aula dengan fighter-fighter penjaga pengadilan.

“Hei, bukankah ini berlebihan? Mereka tak hanya sekedar mencari mata-mata, tapi juga operasi pendisiplinan,” gumam Naeun yang mulai khawatir di barisannya.

“Bagaimana menteri bisa tega melakukannya? Jika seperti ini bahkan Suga juga akan terkena sanksi.” Youngjae ikut menambahi perkataan Naeun. Kini ia berada di barisan sebelah Naeun dan Krystal.

“Kurasa menteri hanya ingin mengetatkan kita. Akademi menjadi sasaran mudah bagi musuh yang ingin menyelinap. Harus ada pemberantasan,” kini Krystal yang berbicara.

GRRRK

Derap langkah para fighter yang tiba-tiba membubarkan barisan itu menyela, dan menyita fokus setiap vampire. Mereka berlari ke depan dan mengerumuni salah satu ruang pemeriksaan di sana. Ya, pemeriksaan memang sudah dilakukan, dan beberapa anak memang mendapatkan sanksi kedisiplinan. Tapi kenapa para penjaga itu tiba-tiba mendatangi salah satu ruangan di sana?

“Mungkinkah..? Mata-matanya? Sudah ditemukan?” Naeun menunjukkan ekspresi takjub pun tak percaya.

Mereka bertiga, begitu pula anak-anak yang lain, pun langsung membubarkan barisan mereka untuk melihat situasi di sana.

Pikiran Krystal mulai berkecamuk tak karuan. Kloter yang sedang diperiksa saat ini, salah satunya adalah V, karena beberapa saat yang lalu, ia memilih untuk keluar dari klinik. Anak-anak memang diperiksa  per kloter sekaligus agar cepat selesai. Kloter kali ini, ada V, Yunhyeong, Zelo, Eunji, Kei, Sehun, Daehyun, Suzy, Suga, dan Jimin.

Apakah V yang tertangkap? Atau putra dark phantom itu yang bahkan Krystal saja belum mengetahui identitasnya? Oh ayolah, kenapa harus ada yang tertangkap… Jika seketat ini, mungkin Krystal juga akan tertangkap. Sungguh Krystal sudah seperti ingin menangis saat ini. Jika saja Yongjae tak memegangi tangannya sejak awal, mungkin bahkan ia bisa ambruk.

Krystal bisa melihat penjaga-penjaga itu kini membawa seorang vampire. Ia mengenakan jubah sekolah, dan menggunakan tudungnya untuk menutupi wajahnya. Krystal sebisa mungkin, diikuti Youngjae dan Naeun, berusaha menelisik sosok misterius dibalik jubah itu.

Hingga akhirnya salah seorang siswa divisi angin yang juga penasaran, menggunakan kekuatannya untuk membuka tudung vampire itu, hingga memperlihatkan wajah vampire tadi yang kini terlihat amat marah. Memang ia sedang menunduk saat ini. Tapi wajahnya tentu masih bisa dikenali dengan mudah oleh anak kelas empat lainnya.

Air mata Krystal berhenti keluar begitu saja seketika melihat seorang yang dibawa oleh penjaga di sana dengan paksa.

Terkejut.

Tak percaya.

Bisa dilihat dua orang penjaga sedang memegangi seorang anak dengan erat. Dibelakangnya, juga banyak fighter yang mengawal. Baik Krystal, Naeun, maupun Youngjae, sama seperti anak yang lain, membulatkan mata mereka semua tak percaya. Anak itu menundukkan wajahnya menahan semua amarah yang sedang memuncak di kepalanya. Terutama setelah seorang sialan membuka tudung yang ikut menutupi identitasnya itu.

Ck…Bagaimana ia bisa dihianati seperti ini?

Sialan kau Min Suga!

.

.

.

Anak itu memperhatikan murid yang lain dengan jengah. Mereka berulang kali menyebut-nyebut namanya. Memang kenapa kalau ia yang tertangkap? Toh, yang mempekerjakannya adalah pengadilan sendiri. Ia akan mudah keluar nantinya dengan bantuan dari menteri vampire.

“Jung Eunji? Dia mata-matanya? Bagaimana bisa?” tanya Naeun entah pada siapa.

Melihat situasinya, Krystal pun murni berpegangan pada Youngjae sepenuhnya untuk menopang diri. Syukurlah itu bukan V. Dia bukan anak dari dark phantom juga.

Sedang anak-anak yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan, mereka semua sama terkejutnya dengan yang lain. Seorang Jung Eunji yang tak pernah dicurigai sama sekali malah tertangkap? Jadi ialah mata-mata, Si Penghianat Pengadilan itu? Itu pikir beberapa anak.

V yang hanya berjarak beberapa ruangan dari Suga, pun memberikan senyumannya kepada Suga. Tentu saja Suga membalas senyum itu sama puasnya. Lalu seorang yang memperhatikan keduanya itu, ia hanya samar-samar tersenyum masam setengah menyeringai.

Seharusnya aku memang tak pernah mempercayakan adikku padamu, Yoon. Beruntungnya kau tak mengenalku. Terimakasih telah memberitahuku penyusupnya. Dan selamat! Sekarang kau terdaftar sebagai musuhku.

.

.

.

-TBC

Well, hope you enjoy this chapter.

Last, don’t forget to leave your review.

Thanks for reading!!

Like and coment ne! ^^

Advertisements

9 thoughts on “[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire – (Chapter 7)

  1. Lisa Thouw

    Dek, mian br sempet mampir lg di sini.huhuhu

    Sepertinya dah ketinggalan beberapa chapter: (

    Okedeh.. mau lanjut dlu. Semakin bikin kepo.hemmm

    Like

  2. min seul ra

    Kyaa….. Daebak ….. Authorrr selalu berhasil buat aku kepo setengah matiii…. Aduh keren banget pokonya thorr lagy lagy aku mau lagy … Anaknya dark phantom itu siapah ?? Apa temen se geng nya aerin ? Trus yg nitipin ade itu siapah ama siapah ? Apa orang yg tersenyum masam sekaligus ngeringai ? Atau siapah ? Aduh aku kepo bingo thorrrr , aku penasaran sama anaknya dark phantom . Banyak. Kata mungkn yg aku keluarkan -_-” v ajah yg satu tugas ama anaknya dark phantom pas nyuri chip ajah G̲̮̲̅͡ÅК̲̮̲̅͡ tau apa lagy aku yg bukan pemainya -,-” daebak dah thorr lanjuttt….. Tetap semangat karna aku selalu menanti karya mu salam hangat dari ku CHU—

    Liked by 1 person

    1. Omg. Author so maaf kalau jadi terlalu penasaran. takutnya nanti malah udah pada bosen T.T
      Aerin ama V apa Suga yak? Yah, nanti silakan dibaca di chap akhir. wkwkwk *ketawaevil*
      Wokee, chap 8 entah kenapa ternyata nangkring lama juga di freelance verification T.T
      So, hope you still wait it. Btw, thanks for reading ^^
      Thanks for your comment.

      Like

  3. LatteSweet8

    Haduhh, Maafkan aku authornim di chapter ini sedikit bingung atau jangan-jangan aku lupa padahal udah baca dari chapter
    pertama. Itu si Aerin sama Suga kapan pacaran nya ? haha 😀
    itu pertanyaan diotak saya pas baca awal ceritanya.
    Makin penasaran sama lanjutan nya dan Siapa juga yang buat obat nya menghilang Jimin kah ? Atau Jinhwan ? Atau mungkin Eunji ?
    Waah, si pengkhianat sudah tertangkap. lalu kakak nya si Eunji siapa ? Anak dark phantom siapa sih penasaran tingkat dewa nih? /Plak/ haha 😀

    Moment Aerin-V nya dibanyakin kita berdua kan Fans mereka haha 😀
    Ditunggu next ya authornim~ ckckck 😀
    Semangat!!

    Liked by 1 person

    1. Aduu, maapin author ini yak yang bikin kamu gagal paham T.T
      kalo buat fantasy ya ribetnya gini, terkadang hanya authornya yang memahaminya *LoL*
      Yep, Syuga ama Aerin uda pacaran, sis. Chap berapa gitu, author juga lupa. wkwkwk
      Uwaaa, seneng banget loh dikomen kamu makin penasaran aja 🙂
      Semua nanti bakalan dijelasin di chap 9 kok kek nya. Jadi stay reading yak.
      Sappp. Momen V-Rin, insyaallah author bakal ngasih di tiap chapnya juga di samping terungkapnya pertanyaan-pertanyaan kalian /Eh? apa iya?/ *plakkk
      Okee, btw thanks for reading and comneting ^^

      Like

    1. Wkwkwk siapa yaa anaknya phantom? Aerin itu emm…, sebenernya V gabilang kalo Aerin werewolf kok. Cuman bilang diciptain kakeknya. Untuk lebih jelasnya, penjelasan ada di chap 9. Stay reading yaa jadi 🙂

      Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s