[BTS FF FREELANCE] Trapped in a Marriage – (Chapter 12)

Trapped in A Marriage (3)

Title

Trapped in a Marriage

Author

Yoohwanhee

Main Cast

Jeon Jungkook [BTS]

Jung Hyerin [OC]

Kim Taehyung [BTS]

Ryu Sujeong [Lovelyz]

Genre

Romance, Marriage-Life, AU!, Conflic, School-Life

Length

Chaptered

Rating

PG-17!!!

Summary

Resiko dalam sebuah pernikahan adalah: Masalahmu, masalahku juga. Itu karena kita harus melengkapi satu sama lain, jangan biarkan sesuatu tersembunyi diantara kita. Kalaupun ada yang kau sembunyikan, izinkan aku untuk mengetahuinya.

Disclaimer

BTS dan cast lainnya milik orangtua, agensi, dan Army, kecuali OC adalah milik author. Cerita murni hasil pemikiran author, so DO NOT PLAGIATOR. Jika ada kesamaan plot, tokoh, judul, dll adalah ketidak sengajaan.

SORRY FOR TYPO and HAPPY READING

 

Note:Cast dan rating bisa berubah disetiap chapternya.

Ditekankan sekali lagi bahwa chap ini memiliki rating PG-17. Terima kasih.

 

Chapter sebelumnya:

“Akh! Ya!” Pekik Taehyung begitu Sujeong selesai menjitaknya.

“Jangan mengirimiku pesan lagi!” Ujar gadis itu lalu melengos pergi dengan wajah kesalnya.

SREET!

Namun sebelum gadis itu pergi menjauh, Taehyung lebih dulu menarik tangan gadis itu untuk tidak beranjak kemana-mana. Sujeong pun terkejut dengan itu dan segera bersiap untuk melepaskan dirinya dari genggaman Taehyung “Apa yang-“

Belum selesai gadis itu berbicara, ia sudah di tarik masuk ke dalam kamar hotel Taehyung. Bersamaan dengan itu pula, pintu kamar itu tertutup rapat. Menyisakan segenap tanda tanya mengenai apa yang mereka lakukan di dalam.

***

Hyerin lalu melepas pelukan itu lalu mundur perlahan. Karena terlalu malu menatap Jungkook, ia pun berbicara sembari menunduk “Aku sangat lelah, aku pergi ke tempat yang sangat jauh dari tadi pagi. Jadi bisakah aku beristirahat dulu?”.

Mendengar itu, Jungkook terkekeh pelan “Lagipula kemana saja kau?” ucapnya lalu mengacak-acakkan pelan rambut Hyerin. “Maafkan aku karena telah menyuruhmu tidur di sofa selama ini. Kau boleh tidur di kamarku sekarang.”

Sontak Hyerin mengangkat kepalanya, mata Hyerin berubah menjadi lebih berbinar dari sebelumnya setelah mendengar kalimat yang barusan Jungkook ucapkan itu. Itu artinya ia tidak akan merasakan pegal lagi jika ia bangun pagi harinya.

“Ah, tidak. Maksudku bukan kamarku, tapi kamar kita” ralat Jungkook kemudian tersenyum nakal. Langsung saja Hyerin merubah tatapan berbinarnya tadi menjadi tatapan tajam. Baiklah, sepertinya jari-jari Hyerin sudah siap mencubit lengan lelaki didepannya itu.

“Jeon Jungkook!!”

//Trapped in a Marriage//

 

-Perasaan yang sama-

 

//Trapped in a Marriage//

Ya! Apa yang kau lakukan, eoh?! Lepas!”

Taehyung terus mendorong gadis itu dan mendudukkannya di tepi ranjang miliknya. Langsung saja, Sujeong menutup seluruh tubuhnya dengan menggunakan kedua tangannya. Tak lupa kedua matanya menatap tajam ke arah Taehyung “Jangan macam-macam denganku, Kim Taehyung! Akan ku jitak kepalamu sampai botak jika kau berani menyentuhku di situasi seperti ini dan awas saja kalau-“

“Belajarlah denganku”

Sujeong memutar bola matanya malas. Oh astaga, apa lelaki ini gila atau bagaimana? Sujeong sudah kaget setengah mati disaat Taehyung menariknya paksa ke dalam kamar hotel itu dengan tiba-tiba, dan sekarang rupanya Taehyung hanya ingin menawarinya untuk belajar bersama. Ah bukan menawari melainkan menyuruh Sujeong untuk belajar bersama.

“Ya, memang kau sudah gila!” Ucap Sujeong lalu berdiri hendak keluar dari kamar itu. Namun lagi-lagi tangan Taehyung mencegahnya keluar dan itu membuat Sujeong harus menepisnya, lagi!

“Ah kenapa kau terus memegang tanganku!! Aku tidak suka karena setiap kau bersentuhan denganku rasanya aku seperti bersentuhan dengan makhluk bukan manusia, tahu! Sudah sana, jangan menyentuhku! Dan aku sedang tidak mood untuk belajar sekarang jadi aku akan belajar nanti! Puas? Aku akan belajar nan-ti!!!” ucap Sujeong dengan menegaskan kata ‘nanti’ di akhir ucapannya. Ia lalu kembali mengambil langkah setelah omelan panjang tadi itu keluar dari mulutnyanya.

Kedua tangan Taehyung dengan cepat meraih pundak gadis itu dan segera memutarnya, kemudian mendorong tubuh mungil itu merapat ke dinding. Menyisakan hembusan nafas yang tidak teratur dari gadis itu. Juga disertai oleh degupan jantung yang bersaing dengan deru nafas gadis itu. “A-apa yang ingin kau lakukan?” Tanya Sujeong dengan nada gugup. Sementara lawan bicara di depannya hanya diam dan terus menatap Sujeong yang sekarang ini berada beberapa senti darinya.

“Belajarlah sekarang. Karena terkadang kata ‘nanti’ akan menjadi ‘tidak pernah’” ucap lelaki itu kemudian melepaskan tangannya dari pundak Sujeong.

Sujeong hanya tertawa mengejek “Ya ampun, sekarang kau malah bertingkah sok bijaksana. Arasseo arasseo, aku akan belajar bersamamu, tapi dengan syarat kau harus membelikanku minuman dan beberapa snack. Aku lapar! Cepat belikan sana!”

Lelaki itu lalu tersenyum dan segera mempersiapkan meja yang akan menjadi tempat belajar mereka. Entah kenapa wajahnya jadi ceria kembali begitu mendengar Sujeong akan belajar bersamanya.

***

Hyerin POV.

Kenapa…

Ini…

Empuk…

Sekali?

Aku tidak tahu bahwa sofa yang ku tiduri begitu empuk dan nyaman seperti ini. Apa… ini benar-benar sofa-ku? Aku merasa ada yang aneh. Entah kenapa sofanya jadi terasa lebih luas dan nyaman. Pegal di leherku juga tidak lagi menyerang.

Tunggu, dimana ini?

Kenapa ada aroma parfum pria? Jelas sekali ini bukan di ruang tv. Tidak biasanya ada aroma parfum di sekitar ruang tv, setahuku setiap pagi hanya ada bau-bauan tidak sedap dari arah dapur yang berasal dari roti panggang kelewat matang buatan Jungkook.

“Bangunlah, kita akan terlambat nanti.”

Suara seorang lelaki menerobos masuk pendengaranku. Membuatku menggeliat karena malas untuk sekedar membalas kalimatnya barusan. Aku masih mengantuk!

“Hey, kita akan terlambat.” Ulang suara itu.

Dengan nada malas, aku pun merespon walaupun masih dengan kedua kelopak mata yang tertutup sempurna “Apa? Hidungmu tersumbat?”. Setelah itu terdengar desahan malas dari samping kananku. “Jika kau tidak bangun dalam hitungan ke tiga, aku akan menciummu”

Deg.

Apa? Mencium? Haha, bercandanya lucu sekali. Memangnya siapa dia berani menyentuh bibir pulm milik Hyerin yang cantik ini? Tidak ada yang bisa menyentuhnya kecuali Hanbin ku. Hanbin-ah~ Eodisseo~?

“Satu…”

Eoh? Dia menghitung? Jadi dia benar akan menciumku? Aduh, siapa sih orang ini? Mengganggu! Biarkan sajalah, mimpiku mungkin sedang kacau kali ini sehingga bisa muncul suara lelaki yang entah siapa itu.

“Dua…”

Tunggu, tunggu… dia melanjutkannya? Ish!

Aku pun menggeliat lagi dan berpindah ke kanan, mengambil guling walaupun kedua mataku masih tertutup sempurna. Masa bodoh jika lelaki itu masih mau melanjutkan acara menghitungnya, aku ingin tidur!

Tapi, jika dipikir-pikir lagi, suara itu terasa sangat familiar. Seperti suara….

Suara Jeon Jungkook!

“Ti-“

“Aku bangun!!!” Seruku begitu tubuhku refleks bangun saat aku mengingat bahwa suara tadi adalah Jungkook. Dan memang benar suara yang sedari tadi menggangguku adalah suara Jungkook. Oh astaga, kenapa dia ada disini?! Benar-benar mengganggu!! Dan apa katanya tadi? Menciumku? Haha, yang benar saja!

Kulihat Jungkook sedang menahan tawa disaat kedua matanya melihat diriku yang sepertinya —dan memang— acak-acakan ini. Oh, rambutku sayang~ Maafkan aku karena membiarkanmu jadi seperti bulu singa begini di hadapan orang lain. Hiks.

Lelaki itu lalu berdeham kemudian menyentuh bibirnya sendiri dengan ibu jarinya dan menatapku dengan tatapan yang aneh “Aku pikir aku akan merasakan bibir manis itu jika kau tak kunjung bangun tadi” ucapnya lalu beranjak dari tempat tidur. A-apa? Berani sekali dia!

Tunggu… Ini di kamar Jungkook?!

Ya! Kau apakan diriku?!” Pekikku kemudian menengok sebentar di balik selimut. Oh baguslah, aku masih memakai seragamku kemarin. Semalam aku begitu lelah dan tidak sempat berganti. Seragamnya bahkan sudah acak-acakan, ya ampun!

Kulihat Jungkook kini hanya mengangkat bahu dan meletakkan ponselnya yang tadi sempat berada di genggaman lelaki itu. Aku benar-benar masih kesal dengan kata-katanya tadi, menciumku? Menciumku?!!! Dia benar-benar mesum!

Ya, awas saja kalau kau berani menciumku, akan ku bunuh kau! Ingat itu!!”

Rupanya perkataanku tidak dianggap serius olehnya. Lihat saja dirinya yang sekarang hanya tersenyum miring padaku seraya berjalan mendekat ke arah ranjang. Aku langsung mencondongkan badanku ke belakang begitu Jungkook naik ke atas ranjang dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. D-dia benar-benar tak kenal takut dan aku benci itu! Bahkan aku benci disaat jantungku malah berdegub kencang begitu kedua matanya menatapku di jarak yang sedekat ini!

“Nona Jung, dengar ya,” Jungkook terlihat kembali mendekatkan wajahnya, tapi kali ini ke arah telinga kiri-ku. “Aku bahkan berani berbuat lebih, toh kita sudah resmi” bisiknya tepat di telingaku dan dengan sekejap mata ia memundurkan wajahnya kemudian melompat dari ranjang, menjauhiku dengan tawanya yang meledak begitu saja. Aku hanya bisa diam dan menggertakkan gigiku untuk bisa menahan amarahku karena sesungguhnya kepalan tanganku sekarang sudah bisa menjitaknya kuat. Dia benar-benar sangat mesum!!

“Cepat mandi, atau kita akan mandi bersama” ucapnya dengan disertai kerlingan nakal yang benar-benar membuatku ingin muntah. Aku pun segera bangkit dan mengejar lelaki itu. Tidak boleh, jitakanku kali ini harus mendarat di kepalanya. Harus!

“Yak!! Dasar mesum, kemari kau!!!”

Hyerin POV. End

***

Suasana di dalam ruangan itu terlihat tidak baik. Tidak seperti biasanya, keempat manusia yang tadinya saling tukar pendapat begitu bertemu kini malah terdiam membisu. Jika saja Tuan Jung tidak memulai percakapan nya mungkin pertemuan ini tidak akan membuahkan hasil apa-apa.

“Jadi bagaimana?” Tuan Jung bertanya pada Nyonya dan Tuan Jeon yang duduk berhadapan dengannya.

Keduanya –Nyonya dan Tuan Jeon- hanya bisa menghela nafas lalu mengangguk “Kita sudah mempersiapkan perceraian mereka” ucap Tuan Jeon lalu meraih gelas berisi air di atas meja dan meneguknya. Beberapa menit tidak berbicara membuat tenggorokkannya terasa kering.

“Bagus. Aku minta maaf karena telah mempersulit kalian” Ujar Tuan Jung.

“Tidak. Kami yang minta maaf karena telah membohongi kalian selama ini” Ucap Tuan Jeon lalu membungkuk perlahan.

“Jadi, kapan kita akan memberitahukan ini pada mereka?” Tanya Tuan Jung langsung.

Istri Tuan Jeon terlihat mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk lalu berkata “Setelah mereka selesai melaksanakan ujian tengah semester” ucapnya yang kemudian diikuti oleh anggukan dari arah Tuan Jung.

Sementara itu Nyonya Jung yang duduk di sebelah tuan Jung hanya diam dan terus memandang kosong gelas berisi air di depannya itu. Ia tidak tahu harus berkata apa namu entah kenapa ia merasa bimbang.

Beliau takut, keputusan yang diambilnya untuk sang putri ini adalah salah.

***

Satu minggu kemudian…

Hyerin tampak sedang berjalan ke arah kelasnya dengan membawa beberapa buku di tangannya yang barusan di pinjamnya dari Hwang Eunbi, sang adik kelas. Oh, jangan salah! Buku itu bukanlah buku pelajaran, melainkan kumpulan buku novel yang sudah selesai di baca oleh Eunbi dan dipinjamkan ke Hyerin. Hei, Jung Hyerin tidak serajin itu untuk membaca buku pelajaran disaat semua ujian telah terlaksanakan kemarin.

Yah, dengan selesainya ujian seminggu kemarin, Hyerin terlihat lebih santai dari sebelumnya. Walaupun hari-harinya tetap penuh dengan keusilan dari seorang Jeon Jungkook. Entah kenapa akhir-akhir ini Jungkook jadi sering mengganggunya, menarik-narik tasnya, menyembunyikan alat-alat tulisnya, dan beberapa kejailan lainnya yang dilakukan lelaki itu. Kata Hyerin sendiri, lelaki itu seperti kurang kerjaan saja, bahkan Hyerin pernah mengomel pada lelaki itu dan tidak sengaja membuat lelaki itu marah hanya karena Hyerin berkata bahwa Jungkook sudah seperti tidak ada tujuan hidup.

Dengan kedekatan itu, Hyerin berpikir hubungannya dengan Jungkook sudah cukup baik. Tidak dalam hubungan percintaan, melainkan hubungan pertemanan. Tolong diingat bahwa Jung Hyerin masih menyukai Hanbin sampai detik ini. Saking besarnya perasaan gadis itu pada Hanbin bahkan dia berani membuntuti lelaki itu sepulang sekolah dan tentu saja Jungkook yang selalu mengikutinya dari belakang. Jeon Jungkook jadi seperti seekor anak anjing yang kehilangan pemiliknya, yah setidaknya begitu pemikiran Hyerin pada lelaki menyebalkan itu.

Saat ujian hari pertama, Hyerin juga sudah bertemu dengan Sujeong yang baru saja pulang dari Swedia. Beruntung sekali dia memiliki teman seperti Sujeong yang bisa membawakannya oleh-oleh cokelat Marabou dari Swedia. Dan berkat itu pula berat badan Hyerin jadi bertambah 2 kilo dan itu sempat membuat Hyerin marah-marah sendiri. Ckck… Menurut Hyerin sendiri, Sujeong jadi lebih giat belajar dari sebelumnya. Tentu saja, yang mengajarnya adalah pria tampan yang bernama Kim Taehyung, wajar dia jadi termotivasi untuk belajar lebih giat. Terlebih saat Taehyung berkata bahwa “Belajarlah sekarang karena terkadang kata ‘nanti’ akan menjadi ‘tidak pernah’”, saat itu pula Sujeong sudah jadi terobsei untuk belajar.

Dan.. Hanbin? Lelaki itu tetap seperti biasa. Tapi belakangan ini, menurut Hyerin, Hanbin jadi lebih pendiam dan misterius dari sebelumnya. Jika diajak untuk makan siang bersama, Hanbin hanya diam dan fokus makan tanpa mengatakan sepatah katapun dan itu sukses membuat Hyerin harus kewalahan mencari topik untuk dibicarakan dengan lelaki itu.

Hari ini, peringkat dengan nilai paling tinggi akan di umumkan guru Park. Waktu istirahat Hyerin yang biasanya bisa sampai empat puluh menit—yang tentu saja lebih dari waktu istirahat yang telah ditetapkan, yaitu dua puluh lima menit— kini jadi berkurang hanya karena guru Park berkata—dengan nada mengancam—bahwa jika siapa yang tidak juga berada di dalam kelas setelah bel berbunyi, peringkatnya tidak akan dibacakan. Yah, ancaman itu sudah biasa didengar para siswa kelas 2-3.

SREET!

Pintu kelas itu bergeser dan menampakkan suasana kelas yang —seperti biasa— kacau. Kelas 2-3 memang adalah kelas ter-aneh dalam sejarah sekolah Elioxe. Bagaimana tidak? Kelas ini adalah perkumpulan siswa-siswa yang sangat menolak mentah-mentah bidang bisnis dan perusahaan, sementara itu Elioxe sendiri adalah sekolah yang dibangun khusus untuk anak para pengusaha yang akan dijadikan pewaris perusahaan, dengan pelajaran sekolah biasa namun di tambah dengan kelas bisnis khusus.

Hyerin lalu berjalan ke arah tempat duduknya. Diikuti oleh kata sambutan dari Sujeong yang duduk di sebelahnya “Wow, selamat datang, putri. Ngomong-ngomong, buku apa ini?” Tanya Sujeong sembari mengambil buku yang tadinya ada di genggaman Hyerin lalu membolak-balikkannya, memeriksa depan, belakang serta lembaran-lembaran kertas di dalamnya. “Novel lagi? Ckck.” Ujarnya lalu meletakkan buku itu kembali di atas meja Hyerin.

Hyerin hanya bisa memutar bola matanya. Sujeong memang terkenal pendiam —padahal Hyerin tahu sendiri bahwa teman dekatnya itu tidak sependiam yang dipikirkan oleh siswa-siswa lainnya—, namun gadis itu mempunyai cara tersendiri untuk membedakan cara komunikasi antara sahabatnya dan orang lain. Yah, itu adalah pemikiran Hyerin sendiri, entahlah dengan Sujeong.

Hyerin lalu terkekeh pelan dan mengedarkan pandangannya. Sontak kedua matanya terhenti begitu menangkap seseorang yang duduk selang dua kursi darinya kini sedang memerhatikannya.

Itu Jungkook! Lelaki itu sedang menatapnya.

Oh! Bahkan dia tersenyum begitu menyadari bahwa Hyerin juga tanpa sengaja menatapnya.

Sontak Hyerin langsung mengerjapkan matanya cepat dan mengarahkan pandangannya ke arah yang lain, tak lupa gadis itu berdeham pelan seraya memperbaiki rambut panjangnya yang terurai itu. Senyumnya mematikan! Astaga, tampan sekali!, batin Hyerin dalam hati.

SREET!

Pintu kelas tergeser dari luar, kemudian diikuti oleh suara guru Park yang baru saja masuk ke dalam kelas dengan membawa sebuah kertas di tangannya. “Selamat siang, anak-anak!” sapa guru Park dengan senyum yang merekah di wajahnya, para siswa lalu membalas menyapa secara serentak. Sepertinya mereka sangat bersemangat untuk mengetahui peringkat mereka. Begitu pula Hyerin dan Sujeong.

“Hari ini, guru sudah berjanji untuk memberitahukan peringkat tertinggi di kelas bukan? Ingat! Yang tertinggi! Untuk peringkat sepuluh kebawah tidak akan guru bacakan.”

Setelah itu terdengar keluhan dari seisi kelas, kecuali sang ketua kelas—yang selama ini sudah menyandang sebagai ‘sang peringkat satu’—. Guru Park lalu memukul mejanya, menyuruh para siswa untuk diam dan mendengarkan pengumuman peringkat yang akan dibacakannya.

“Baik, guru akan memulainya dari peringkat lima. Peringkat lima, Son Seungwan. Oh, kau turun satu peringkat, Seungwan-ah” Ucap guru Park lalu memberikan kertas yang berisi nilai hasil ujian pada Seungwan.

“Selanjutnya, peringkat empat, Kim Minjae. Wow, kau naik tiga peringkat, chukkae.”

Gamsahamnida” ucap Minjae seraya meraih kertas hasil ujian yang diberikan guru Park.

Guru Park lalu berjalan ke arah Taehyung, dengan wajah terkejut beliau memberikan kertas hasil ujian pada Taehyung “Wow, Kim Taehyung, kau hebat! Peringkat mu naik drastis, kau mendapat peringkat ketiga. Sepertinya kau belajar dengan giat kali ini. Chukkae”.

Taehyung hanya diam dengan kedua tangannya yang disilangkan di depan dada. Baiklah, untuk ujian kali ini sepertinya ia mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.

Kini, guru Park berjalan ke arah sang ketua kelas, Seo Minha. Sebelum akhirnya memberikan kertas hasil ujian, beliau memasang tampang bingung “90, 93, 94, 97. Nilaimu tinggi semua, tapi kenapa peringkatmu turun? Kemana si ‘peringkat satu’ Seo Minha? Belajarlah lebih giat!” ucap beliau lalu tersenyum seraya memberikan kertas hasil ujian pada Minha. Sementara Minha sendiri hanya bisa menekuk alisnya, bertanya-tanya dalam hati kenapa ia bisa berada di peringkat dua.

“Dan, peringkat pertama!” Guru Park membaca deretan huruf di kertas hasil ujian. Matanya membulat perlahan, kemudian mengarahkan pandangannya ke seluruh siswa. Sepertinya hasil kali ini agak mengejutkan.

Guru Park berjalan ke arah Hyerin, membuat gadis itu jadi gugup sendiri. Tidak mungkin bukan jika Hyerin mendapat peringkat pertama dengan nilai sempurna? Ia bahkan tidak serius belajar dan malah lebih sering keluar shopping bersama teman-temannya.

Langkah guru Park terhenti tepat di samping meja Hyerin. Begitu pula pandangan seluruh siswa kini mengarah pada Hyerin, menunggu apa yang akan dikatakan guru Park. Bahkan ada beberapa yang sudah berbisik-bisik tidak jelas.

“Selamat, Ryu Sujeong, kau peringkat satu dengan nilai sempurna di setiap pelajaran!”

Sontak mata Hyerin membulat. Astaga, ia tadi berpikir bahwa dirinya yang mendapat peringkat satu, rupanya Sujeong yang sebangku dengannya. Hampir saja ia jantungan tadi.

Ne? Jinjjayo?!” Sujeong tampak terkejut seraya meraih lembaran kertas itu dari tangan guru Park. Perlahan, tepukan tangan mulai terdengar, kemudian menggema di seluruh sudut ruang kelas. Hyerin terlihat tersenyum bangga pada temannya itu, rupanya usaha belajarnya tidak sia-sia.

Sementara itu, Sujeong malah mengarahkan pandangannya pada Taehyung yang juga kini menatapnya. Dilihatnya Taehyung hanya menghembuskan nafasnya dan menunduk di meja malas. Sebenarnya, ia dan Taehyung telah membuat taruhan siapa yang tidak bisa mengalahkan Seo Minha untuk ujian kali ini harus meneraktir es krim pada yang menang. Sujeong lalu terkekeh pelan begitu melihat Taehyung memutar bola matanya malas, uangnya tersimpan aman.

***

Keadaan di dekat kedai es krim itu benar-benar sangat menenangkan. Terletak dekat dengan Sungai Han, sehingga pelanggan kedai es krim itu bisa menyaksikan betapa indahnya keadaan sore hari di Sungai Han. Langit yang berwarna oranye, ditambah dengan hiasan matahari yang hampir tenggelam di ufuk barat membuat keadaan sore itu terasa sangat istimewa. Jarang sekali pemandangan ini muncul di langit Seoul, karena biasanya sunset hanya akan kelihatan jelas saat musim panas.

Disinilah Sujeong dan Taehyung, duduk di depan kedai es krim itu sembari menikmati es krim yang baru saja di beli Taehyung tadi. Sejak keluar dari gerbang sekolah, keduanya terlihat terus bercakap-cakap. Bahkan Hyerin yang tadi ingin mengajak Sujeong pulang bersama malah diabaikan Sujeong, terpaksa Hyerin harus pulang sendiri dengan taksi.

Tanpa sepengetahuan Sujeong sendiri, Taehyung sebenarnya sesekali melirik ke arahnya. Sesungguhnya, ia sudah bertarung dengan harga dirinya sejak tadi. Bahkan ia juga mencoba mengumpulkan kepercayaan dirinya hanya untuk berada disini, duduk di samping Sujeong dan meneraktirnya es krim.

Bukan apa-apa, sih. Hanya saja Taehyung ingin mengatakan sesuatu disini.

Oh, bukan pernyataan cinta, bukan! Yaah, semacam pancingan untuk itu? Eum, entahlah.

Taehyung mencoba membuka pembicaraan “Kukira kita tidak akan sedekat ini” Ucap Taehyung yang kemudian diikuti oleh tatapan tanda tanya dari Sujeong.

“Sedekat apa, hah? Sedekat kedua alis tebal nan aneh mu itu?” Kemudian gadis itu tertawa pelan yang hanya direspon oleh protesan dari Taehyung. “Alis aneh apanya! Justru alis ini yang membuatku tambah tampan, tahu! Asal kau tahu saja, aku akan jadi lebih kelihatan manly jika aku memperlihatkan alis serta jidat mulusku.” Sahut Taehyung kemudian memasang tampang sombongnya.

Sujeong menghentikan tawanya lalu berucap “Arasseo arasseo, kau ini kekanakkan sekali. Aku, kan, hanya bercanda!” ucap Sujeong lalu memasang tampang kesal sekaligus terkekeh pelan.

“Bisakah aku menyukaimu?” ucap Taehyung tiba-tiba. Ya, baiklah, dia sepertinya akan menyatakan perasaannya sekarang. Padahal ini sebelumnya tidak ada di rencananya, tapi entahlah, pikiran seorang Kim Taehyung itu bisa sangat cepat berubah sesuai keadaan.

Mwo?” Tanya Sujeong sedikit tertawa. Gadis ini merasa bahwa Taehyung sedang bercanda karena itulah ia tertawa. Namun, begitu Taehyung kembali berujar, tawanya langsung hilang dan tergantikan dengan wajah serius, kaget dengan pernyataan Taehyung.

“Tidak sebagai sahabat, melainkan seorang pria. Aku menyukaimu, sebagai seorang wanita”

***

Hyerin berjalan memasuki area rumahnya dengan Jungkook yang mengikuti di belakangnya. Hyerin bahkan tak habis pikir kenapa lelaki itu jadi lebih mengesalkan daripada sebelumnya. Pasalnya, sesekali lelaki itu menarik-narik tas Hyerin hanya untuk mendengar gadis itu mendengus kesal karena perbuatannya.Setelah itu ia akan bergumam bahwa Hyerin begitu lucu. Menurut Jungkook sendiri, dengusan kesal dari gadis itu terdengar lucu apalagi ditambah dengan wajah baby face nya.

“Tolong menjauhlah dariku! Aku benar-benar tidak bisa hidup tenang jika kau selalu berada di sekitarku” omel Hyerin yang diikuti oleh tatapan tajam dari Jungkook. “Jadi, maksudmu aku pembawa sial, begitu?”

Langsung saja bibir Hyerin kembali merapat, gadis itu hanya bisa diam begitu Jungkook menatapnya seperti itu. Baiklah, dari sini Hyerin tahu bahwa Jungkook tidak bisa diajak bercanda. Ckckck. Hyerin lalu segera berbalik kemudian mengambil kunci dari dalam saku seragamnya dan memasukkan ke lubang kunci.

Namun, tiba-tiba saja sebuah tangan melingkar di pinggangnya dari belakang, membuatnya membulatkan matanya terkejut dengan perlakuan Jungkook itu. Kemudian wajah lelaki itu bertengger tepat di pundak kirinya. Ia tersenyum dan berkata “Aku bercanda. Mana bisa aku memarahi gadis imut sepertimu.” Bisik Jungkook lalu kembali mengembangkan senyumnya.

Jeon Jungkook, kau jahat! Beraninya kau membuat jantungku berdegub kencang seperti ini?!, batin Hyerin dalam hati. Gadis itu lalu mencoba untuk tidak gugup dengan menarik nafasnya pelan kemudian menghembuskannya.

Hyerin memukul lengan lelaki itu lalu berkata “Ya, dengan sikapmu seperti ini malah membuatku bingung, aku bisa saja beranggapan salah mengenai sikapmu sekarang ini. Hubungan kita sudah tidak sama seperti dulu, Jungkook-ah.” Ujar Hyerin kemudian mencoba menjauhkan tangan Jungkook darinya. Ya, dulu saat sekolah menengah, skinship seperti ini tidaklah masalah bagi keduanya. Mereka terlalu dekat untuk tidak melakukan backhug seperti ini.

Tapi, menurut Hyerin, rasanya berbeda. Begitu Jungkook memeluknya, tidak ada lagi niatan untuk menggelitik pria itu seperti dulu, tidak ada lagi niatan untuk mencubit lengannya yang melingkar di pinggang Hyerin. Sekarang berbeda. Disaat Jungkook memeluknya dari belakang seperti ini, ada rasa nyaman dan tenang yang dirasakan Hyerin, ada rasa untuk ingin berlama-lama di dekapan lelaki itu, serta detak jantung yang berdebar lebih cepat dari sebelumnya.

Hyerin lalu kembali berucap saat lengan Jungkook tak kunjung lepas dari pinggangnya “Kita bukanlah lagi sahabat dekat seperti dulu. Kita sudah-“

“Memangnya jika sudah menikah aku tidak bisa memelukmu dari belakang seperti ini?”

Deg.

Hyerin menggelengkan kepalanya, mencoba mengabaikan detak jantungnya yang sudah tidak beraturan “B-bukan itu maksudku… Lepaskan dulu ini!” ucapnya lalu kembali mencoba melepaskan pelukan Jungkook. Namun, tiba-tiba Jungkook melepaskan pelukannya lalu memutar badan gadis itu, menatapnya dengan jarak dekat dengan tatapan yang lembut dengan tujuan untuk menenangkan gadis itu.

Baiklah, Jungkook sedari tadi tahu bahwa detak jantung gadis itu sudah tidak beraturan lagi karena itulah Jungkook mencoba menenangkannya. Namun, rupanya perlakuan Jungkook barusan malah menambah detak jantung Hyerin jadi lebih berdegub kencang.

Jungkook lalu memasang tampang seriusnya, dengan kedua iris cokelatnya mengarah tepat ke arah iris cokelat gadis itu “Hubungan kita memang sudah tidak sama seperti dulu, tapi perasaanku masih sama,” ucap Jungkook terpotong, setelah itu ia kembali melanjutkannya.

“Aku menyukaimu”

SREET!

Tangan kanan itu menarik cepat tengkuk Hyerin dan menempelkan bibirnya di atas bibir pulm Hyerin. Sontak Hyerin membulatkan matanya saat bibir itu menempel tepat di bibirnya. Deru nafas keduanya menerpa ke wajah mereka masing-masing. Beriringan dengan itu, kedua kelopakmata Jungkook perlahan terpejam. Sementara itu, Hyerin yang masih terkejut dengan perlakuan Jungkook segera berusaha melepaskan ciuman tiba-tiba itu dengan cara mendorong Jungkook. Namun, bukannya terlepas, Jungkook malah menahan tangan Hyerin dan menggerakkan bibirnya, berusaha untuk membuka bibir Hyerin.

Saat itu juga, pertahanan Hyerin runtuh seketika, bibirnya terbuka begitu Jungkook menghisap pelan bibir bawahnya. Kedua tangannya yang berada di dada Jungkook kini terjatuh begitu saja, seolah-olah ia tidak lagi menolak perbuatan Jungkook itu. Perlahan matanya menutup, mencoba merasakan sensasi baru itu lebih lama.

Perlahan, ciuman itu berubah jadi lumatan lembut yang sukses membuat Hyerin terbuai karenanya. Gadis itu lalu mengarahkan tangannya untuk melingkar di leher Jungkook. Sementara itu, Jungkook mengelus pelan pipi kanan Hyerin dengan tangan yang satunya berada di punggung gadis itu.

Setelah berciuman beberapa saat, Jungkook lalu melepaskan ciuman itu dan menatap lembut Hyerin di depannya dengan jarak yang benar-benar sangat dekat. Sebelum berucap lagi, lelaki itu mengecup pelan bibir Hyerin “Tidak ada yang bisa merubah perasaanku padamu. Aku sangat menyukaimu dari dulu. Bahkan, aku mencintaimu.”Bisiknya lalu kembali menarik tengkuk Hyerin dan melumat bibir gadis itu.

Hyerin kini hanya diam. Kedua tangannya tidak lagi melingkar di leher Jungkook, melainkan meremas ujung seragamnya sendiri, sementara bibirnya balas melumat lembut bibir Jungkook. Perasaannya dulu pada lelaki ini—

—akhirnya dibalas dengan perasaan yang sama.

***

Hyerin POV.

Netraku menerawang langit-langit ruang tv. Sudah beberapa menit ini aku berbaring diatas sofa dan memandangi langit-langit seperti ini. Bukan, aku tidak bosan. Malah acara tv yang terputar sekarang benar-benar mengocok perut, terlalu lucu untuk tidak ditertawakan. Tapi, entah kenapa pikiranku tidak bisa diam di satu tempat.

Perkataan Jungkook terngiang-ngiang di kepalaku. Dia menyukaiku. Dia berkata bahwa ia mencintaiku.

Harusnya aku merasa senang akan hal itu karena dulu aku juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Ya, jika disuruh jujur dari awal, aku akan mengatakan bahwa perasaanku lebih ke Jungkook daripada Hanbin. Aku tidak berkata demikian karena dulu aku tidak tahu jika Jungkook yang sekarang adalah Jeon, teman dekatku bahkan sahabatku dulu.

Aku, Jungkook, Hanbin dan Hwayeon adalah teman satu geng. Yah, entah apa nama gengnya dulu karena aku juga tidak terlalu ingat. Tapi yang aku ingat adalah kenangan kami berempat. Kami pernah mengikuti lomba makan jjajangmyeon hanya karena ingin mendapatkan hadiahnya yang entah apa hadiah dari lomba itu, itu sudah empat tahun yang lalu jadi aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas.

Ya, mengingat masa lalu indah itu memang sangat mengasyikan. Kadang aku tertawa sendiri disaat mengingat kejadian konyol yang kami berempat lakukan. Namun, menurutku karena kami berempat adalah satu geng, perasaanku pada Jungkook juga tidak bisa disampaikan begitu saja. Tidak, aku tidak mempermasalahkan komentar Hanbin dan Hwayeon jika mereka mendengar kami pacaran. Melainkan, aku mengkhawatirkan Hwayeon. Aku takut gadis itu juga memiliki perasaan suka pada Jungkook.

Aku… bodoh, ya?

Untuk itu, akan ku akui. Memang seharusnya dari awal aku harus mengatakan rasa suka ku pada Jungkook. Namun, entah kenapa ada yang membuatku ragu untuk menyatakan perasaanku. Aku sendiri tidak tahu kenapa.

Tapi, apa gunanya aku menyatakan rasa suka ku jika besoknya Jungkook sudah berpacaran dengan Hwayeon?

Sebelum hari disaat Jungkook dan Hwayeon resmi berpacaran, aku ingat betul Jungkook sedang latihan taekwondo untuk lomba nya besok. Saat itu aku rela menunggu Jungkook selesai latihan untuk bisa memberikan botol air padanya. Perlu keberanian untuk bisa memberikan botol air itu pada Jungkook dulu, karena rencananya aku juga akan memberitahukan perasaanku pada Jungkook saat itu juga walaupun keraguan masih memenuhi hatiku.Untung saja, sebelum aku berhasil mengatakan perasaanku, Hanbin sudah lebih dulu mengajak Jungkook keluar dari ruang olahraga. Dan pada hari itu juga, perasaanku masih tidak juga tersampaikan.

Esoknya adalah hari dimana Jungkook akan mengikuti kompetisi taekwondo. Akumerelakan uang tabunganku untuk membolos dan pergi ke Busan untuk bisa menonton dan memberi semangat pada Jungkook.

Tapi… Entah aku yang pembawa sial atau bagaimana, Jungkook kalah pada pertandingan itu. Aku cukup sedih mengetahuinya, dia sudah berbulan-bulan latihan tapi hasilnya tidak memuaskan.

Setelah pulang dari Busan, aku mendapat pesan dari Hwayeon bahwa Jungkook barusan menyatakan perasaannya pada gadis itu. Tentu saja aku menangis tanpa sepengetahuan orang-orang, baik itu Hanbin maupun Hwayeon yang merupakan teman yang bisa menjadi tempat curahan hatiku.

Tapi, besoknya aku malah menceritakan semuanya pada Hanbin dan lelaki itu juga menghiburku dengan memberi semangat padaku untuk tidak bersedih lagi dan kembali tersenyum. Kurasa mulai dari situ aku menyukai Kim Hanbin walaupun aku tahu bahwa perasaanku pada Jungkook lebih besar.

Demi apapun itu, aku benar-benar tidak menyangka bahwa Jungkook menyukai Hwayeon.

Tapi, sekarang? Ia berkata “Aku sangat menyukaimu dari dulu.”

Maksudnya sejak empat tahun yang lalu dia sudah menyukaiku? Lalu kenapa dia memilih untuk berkencan dengan Hwayeon jika ia benar-benar menyukaiku saat itu? Itulah yang membuatku merasa tidak senang begitu mendengar bahwa dia juga menyukaiku. Aku takut dirinya berbohong dan memiliki tujuan tertentu untuk melakukan hal itu.

“Jung Hyerin.” Aku segera bangun dari posisi berbaringku barusan dan beranjak dari sofa, menatap Jungkook yang kini berdiri di belakang sofa.

Jungkook terlihat mengulurkan ponselnya padaku, memperlihatkan layar ponselnya padaku.

‘From: Eomma

Katakan pada Hyerin untuk mempersiapkan semuanya’

Selesai membaca pesan itu, aku mengarahkan pandanganku pada Jungkook dan menatap lelaki itu lekat.

“Mempersiapkan apa?” tanya Jungkook dengan wajah bingung.

Ah, benar juga. Dia belum tahu.

Aku menarik nafas perlahan lalu menghembuskannya “Kita… akan diceraikan.” Ucapku. Kulihat Jungkook memasang tampang terkejut. “A-apa maksudmu? Kenapa tiba-tiba—”.

“Seseorang mengirim video yang mengatakan bahwa kau adalah anak haram. Ibuku marah dan ingin menceraikan kita dengan alasan tidak ingin nama keluargaku tercemar karenamu.” Jelasku lalu menunduk perlahan. Jungkook terlihat tersenyum sinis “Bisa-bisanya mereka—“

Begitu aku melihat Jungkook hendak berbalik menuju pintu, aku segera menahan lengannya. Tidak. Untuk saat ini aku tidak ingin jauh dari lelaki ini. Walaupun aku tahu bahwa pada akhirnya kita akan berpisah. Akan kujadikan detik-detik ini sebagai detik-detik paling berharga karena bisa mengetahui bahwa Jungkook juga menyukaiku. Aku ingin lelaki itu disisiku, aku ingin dia terus bersamaku, dalam keadaan apapun itu untuk saat ini.

“Jangan pergi. Aku membutuhkanmu.”

***

Author POV.

Keesokan harinya…

Kali ini Sujeong pergi ke sekolah tanpa ditemani Hyerin. Kemarin dia sudah mengabaikan Hyerin begitu saja, jadi mungkin ini balasannya. Pagi harinya jadi terasa sepi jika tidak ditemani temannya yang cerewet itu.

Tiba-tiba saja langkahnya terhenti begitu melihat Taehyung berjalan berlawanan arah dengannya. Dilihatnya Taehyung yang sedang berjalan bersama Jin dan Yoongi itu semakin mendekat. Sujeong pun berusaha sembunyi. Ia lalu merapatkan dirinya ke belakang mobil milik kepala sekolah. Pokoknya bagaimana pun itu, ia harus menghindar dari Taehyung.

“Kau kenapa?”

Sontak Sujeong menolehkan kepalanya ke samping kanan begitu mendengar suara berat itu. Langsung saja ia melompat kaget begitu mengetahui bahwa orang disampingnya kini adalah Kim Taehyung. Ia lalu menarik nafasnya panjang dan berjalan lurus, tak lupa tangan kanannya digunakan untuk memperbaiki rambutnya yang agak acak-acakan karena ia sempat meloncat kecil tadi “Aku tidak apa-apa” jawabnya lalu berjalan lurus.

“Hei, kelas kita bukan ke arah sana!” ujar Taehyung setengah berteriak begitu menyadari bahwa Sujeong malah berjalan ke arah yang salah. Sujeong pun menoleh ke belakang dengan sok percaya diri “Aku tahu itu, tidak perlu kau beritahu! Jadi, diamlah!” ucapnya lalu berjalan melewati Taehyung. Namun tiba-tiba suara Taehyung lagi-lagi membuatnya terhenti.

“Apa karena aku menyatakan perasaanku kemarin sikapmu jadi begini?”

Sujeong lalu perlahan menoleh ke belakang, menatap Taehyung yang juga menatapnya. Lelaki itu lalu mengambil langkah lebih dekat dengan Sujeong. “Aku tahu pernyataanku kemarin benar-benar terdengar tidak masuk akal, hanya dalam waktu seminggu aku sudah jatuh hati padamu. Dan itu hanya karena kita sering belajar bersama. Ya, memang terdengar gila tapi itu kenyataannya.” Ucapnya lalu menunduk malu.

Sedetik kemudian, ia kembali mengangkat kepalanya dan menatap Sujeong “Aku benar-benar merasa nyaman didekatmu. Aku juga belum yakin akan perasaanku ini, jadi kau tidak perlu menghindariku seperti ini dan membuat hubungan persahabatan di antara kita jadi canggung begini.”

Sujeong terlihat menekuk alisnya lalu bertanya dengan nada gugup “Kapan kita jadi sahabat, hah? K-kita bahkan sama sekali tidak dekat.”

Taehyung terlihat memasukkan tangannya di saku celananya “Tidak dekat? Setiap hari kita bahkan saling mengirim pesan dan mengabari satu sama lain. Apa itu kau bilang tidak dekat? Bahkan setelah pulang dari Swedia kau jadi lebih sering berkunjung ke rumahku”.

“I-itu karena kedua orang tua-“

Teet… Teet…

Bel berbunyi. Tanpa aba-aba, Taehyung segera meraih telapak tangan gadis itu dan menariknya. Tindakannya itu sukses membuat pipi Sujeong memerah. Ini memang bukan skinship pertamanya dengan Taehyung tapi kenapa perasaannya berbeda?

Atau jangan-jangan… aku sudah mulai menyukai lelaki aneh ini?

***

Baiklah, sepertinya ini adalah kebiasaan Hyerin, menyalakan tv namun tidak menontonnya. Padahal beberapa menit yang lalu ia berkata bahwa malam ini drama kesukaannya tayang jadi ia harus menontonnya. Tapi pada akhirnya ia hanya memfokuskan pandangannya ke televisi namun pikirannya berada di tempat lain.

Apalagi yang dipikirkan gadis itu jika bukan perceraiannya dengan Jungkook. Ia sudah cukup tahu bagaimana sifat sang ibu jika beliau telah memutuskan sesuatu. Jika sang ibu telah memutuskan sesuatu, putusan itu sama sekali ‘tidak bisa diganggu gugat’.

Hyerin hanya bisa menghembuskan nafasnya, entahlah sepertinya ini memang takdirnya untuk berpisah dengan Jungkook.

Gadis itu lalu mengambil remot tv dan berniat untuk mengganti drama sekarang. Namun, begitu netranya terfokus pada tv, ia langsung membulatkan matanya dan menahan nafas. Oh tidak! Kissing scene kini terpampang jelas di layar tv nya.

Tiba-tiba pikirannya terputar kembali kejadian kemarin disaat Jungkook menciumnya. Jujur saja, saat itu Hyerin benar-benar menikmati sensasi baru itu. Godaan Jungkook membuatnya ikut terbuai dan sampai membalas ciuman lelaki itu. Oh, sesungguhnya Jung Hyerin bukanlah gadis yang gampang untuk tergoda seperti itu.

Hyerin lalu tiba-tiba tersadar dan segera mematikan tv. Ia kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil air. Namun ia dikejutkan dengan sosok Jungkook yang kini berdiri tepat di belakang sofa. Sial!

Hyerin hanya bisa menahan nafas begitu Jungkook berjalan mendekatinya. Oh tidak, apa Jungkook akan menciumnya lagi? Hyerin tidak mau bibirnya dijamah terus oleh lelaki itu, setidaknya biarkan Song Joongki—aktor kesukaan Hyerin— menjamah bibirnya sekali sebelum Jungkook akan menciumnya, lagi!

Jungkook mengelus rambut gadis itu lalu tersenyum manis “Kita bahkan bisa lebih romantis dari adegan drama itu.” Bisiknya. Hyerin hanya bisa bergidik takut seraya menyentuh bibirnya sendiri. Jeon Jungkook memang benar-benar seorang penggoda dan Hyerin benci itu!.

TAP TAP!

Tiba-tiba saja lelaki itu memajukan langkahnya dengan cepat, membuat Hyerin pun harus memundurkan langkahnya. Gadis itu tidak akan rela jika Jungkook yang akan mengambil ciuman keduanya. Sudah cukup lelaki itu mengambil firstkiss nya, dan untuk ciuman kedua ini Hyerin tidak akan membiarkannya untuk mengambilnya lagi.

Tolong, biarkan Joongki oppa yang mengambil ciuman keduaku, batin Hyerin dalam hati. Oh hei Jung Hyerin, Song Joongki itu ahjeossi bagimu, bukanlah oppa.

TUK!

Ups, skakmat!

Dinding pembatas antara ruang tv dan dapur kini sudah berada tepat di belakang Hyerin, saat itu juga Jungkook mengambil kesempatan untuk menahan Hyerin dengan kedua tangannya yang menahan bahu Hyerin. Ia lalu berucap dengan suara pelan.

“Aku tidak peduli jika kita diceraikan atau apa, karena aku sudah terlanjur mencintaimu. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun memisahkan kita.” Ucapnya lalu tersenyum tipis dan membelai rambut Hyerin perlahan, tanpa tahu bagaimana detak jantung Hyerin sekarang. Bisa-bisa Hyerin mati di tempat jika Jungkook selalu memperlakukannya dengan romantis seperti ini.

Sedetik kemudian tangan Jungkook tidak lagi menahan bahu Hyerin, ia malah menyilangkan tangannya ke belakang. Senyumnya lalu merekah, memperlihatkan gigi kelinci nya yang benar-benar imut. Sisi badboy Jeon Jungkook rupanya telah hilang dan Hyerin benci itu! Ia jadi tambah jatuh cinta pada lelaki ini jika Jungkook terus memperlakukannya seperti ini.

Jungkook lalu berkata “Ada yang ingin kuberikan padamu, tapi sebelum itu pejamkan matamu.”. Alis Hyerin menekuk. Apa lagi kali ini, Jeon Jungkook? Sudah cukup kau membuatku terbuai karena seluruh keromantisanmu, kali ini apa lagi?

Hyerin pun perlahan memejamkan matanya, walaupun sebenarnya dirinya tidak berniat untuk menunggu apa yang akan diberikan Jungkook. Hanya saja, ia sedikit… penasaran?

Beberapa detik, masih hening, tidak ada pergerakan sama sekali. Hyerin bahkan mengira bahwa Jungkook telah pergi meninggalkannya dan membuatnya seperti orang bodoh. Langsung saja Hyerin membuka perlahan kelopak matanya dan mencoba memfokuskan pandangannya. Namun…

CUP~

Dilihatnya wajah Jungkook sudah sangat dekat, sontak Hyerin membulatkan matanya. Saat itu juga, bibir Jungkook mendarat tepat di atas bibirnya. Menyesap pelan bibir bawah gadis itu dan mengarahkan tangannya untuk melingkarkan tangannya di pinggang Hyerin dan menariknya untuk lebih mendekat. Lalu perlahan dilumat dengan gerakan lembut.

Namun ciuman kali ini tidaklah lama, hanya berlangsung selama dua menit dan selesai. Jungkook menarik kembali wajahnya, sementara Hyerin masih tetap diam mematung sembari bersandar di dinding. Jeon Jungkook lama-lama jadi berbahaya kalau terus dibiarkan.

Tapi, begitu Hyerin menatap Jungkook didepannya, lelaki itu malah tertawa manis, tanpa tahu bagaimana perasaan Hyerin sekarang yang sudah bercampur aduk antara senang, kaget, dan marah.

Hyerin lalu menatapnya tajam “Kenapa kau tertawa? Senang sekali, ya, menjahiliku.” Ucapnya lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Jungkook yang melihatnya lalu berhenti tertawa dan menatap gadis itu dengan tatapan menggoda “Ku cium lagi boleh, ya?” Setelah itu Jungkook kembali memajukan wajahnya, mengecup pelan bibir Hyerin. Gadis itu lalu tersenyum begitu Jungkook mengecupnya dan menggelitikinya pelan.

“Hentikan, ya… geli…” Hyerin terlihat mencoba menyingkirkan tangan Jungkook dari pinggangnya karena lelaki itu menggelitiknya menggunakan jari-jari lelaki itu.Sementara bibirnya terus dikecup oleh Jungkook, membuatnya merasakan serangan ganda yang begitu menggelitik.

Untuk sekarang, masalah perceraian tidak lagi jadi beban pikirannya.

Ia terlalu mencintai lelaki ini. Baik dari dulu maupun detik ini, ia masih menyukai Jungkook sama seperti ia menyukai lelaki itu pada pandangan pertama di sekolah menengah. Ia ingin lelaki itu berada di sini, disisinya dan terus membuatnya tertawa seperti ini.

Tidak ada yang boleh memisahkannya dari lelaki ini. Ya, tidak ada. Sekalipun itu ibunya yang menentang hubungan mereka hanya karena Jungkook adalah seorang anak haram yang tidak seharusnya terlahirkan di dunia ini.

Hyerin tidak peduli itu, karena ia mencintai Jungkook apa adanya, tidak peduli jika lelaki itu adalah seorang anak haram sekalipun.

Kecupan-kecupan itu lama-lama jadi lumatan yang begitu menghanyutkan. Jungkook mengelus pipi kanan Hyerin seraya terus melumat bibir tipis gadis itu dan menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Hyerin yang tadinya tidak mau dicium oleh lelaki itu kini malah meraih leher Jungkook untuk mendekat. Ia harus berjinjit untuk bisa meraih leher lelaki itu karena perbedaan tinggi mereka yang cukup… jauh?

“Apa yang kalian… lakukan?”

Tiba-tiba suara seorang wanita mengejutkan keduanya. Langsung saja Hyerin mendorong Jungkook menjauh dari wajahnya. Mata gadis itu tiba-tiba membulat begitu ia melihat siapa sosok yang kini berdiri dua meter dari tempatnya sekarang.

Itu ibunya!

Beliau baru saja melihat mereka berciuman, dan entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Eomma. A-ah, itu…”

“Haha, arasseo. Lanjutkanlah. Eomma pulang saja daripada mengganggu”

Ani,eomonim (ibu), kebetulan sekali, saya ingin bicara mengenai… perceraian kami” ucap Jungkook. Nyonya Jung terlihat menekuk alisnya, sementara Hyerin hanya bisa bingung sendiri.

***

Hyerin POV.

“Saya mencintainya.”

Jeon Jungkook memang bisa diandalkan. Hanya karena dua kata itu, wajah eomma langsung berubah yang tadinya serius kini jadi lebih santai dari sebelumnya. Rupanya Jungkook bersikeras untuk menghentikan perceraian. Tadi saat ditanya eomma apa alasannya untuk menentang perceraian itu, Jungkook hanya menjawab dengan dua kata simpel yang langsung merubah air wajah eomma.

“Aku mengerti.”

Daebak! Kukira tidak akan mudah untuk membujuk eomma. Buktinya sekarang eomma terlihat tersenyum padaku dan Jungkook.

“Sebelumnya saya minta maaf karena tidak bisa menjadi lelaki yang sempurna untuk Hyerin seperti yang eomonim inginkan. Saya juga tahu bahwa saya memang sangat tidak pantas untuk menjadi salah satu anggota keluarga Jung, namun saya akan berusaha sebisa mungkin untuk menjadi anggota keluarga Jung.”

“Oleh karena itu, tolong… pertimbangkan kembali keputusan eomonim. Saya tidak meminta eomonim untuk langsung membatalkan perceraiannya hanya karena saya bicara seperti ini, tolong jangan anggap bahwa ini adalah sebuah ancaman. Karena semua keputusan tergantung pada pemikiran eomonim, jadi pikirkanlah pelan-pelan.”

Sungguh, untuk saat ini, Jeon Jungkook terlihat lebih manly dari sebelumnya dan aku suka itu. Wajahnya yang serius seperti itu membuatnya tambah terlihat tampan. Aku hanya diam dan terus memandangnya yang sedang berbicara, mengagumi dirinya dalam hati.

Kulihat eomma tersenyum simpul, membuat beberapa tanda tanya kini melayang dipikiranku.

“Jeon kita sudah dewasa, ya?”

Eh? ‘Jeon kita’?

Jungkook menatap eomma dengan tatapan tanda tanya, aku pun begitu. Sementara eomma hanya terus tersenyum lalu berkata “Ya, seharusnya eomma mempertimbangkan kembali keputusanku. Eomma sudah terlalu seenaknya dan bertindak seolah-olah yang paling berkuasa. Namun, eomma juga mempunyai tanggung jawab, sebagai anggota keluarga Jung, tentu saja eomma harus menjaga nama baik keluarga itu karena keluarga kita sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat. Eomma takut jika nanti seseorang akan membocorkan rahasia bahwa kau ini anak haram, keluargaku pun ikut hancur karenanya. Tolong ingatlah bahwa kami adalah keluarga yang memiliki perusahaan besar yang sudah bertahun-tahun lamanya.”

“Tidak, eomma tidak bermaksud bahwa eomma lebih mementingkan perusahaan daripada kebahagiaan anakku sendiri. eomma justru akan memilih kebahagiaan anakku jika disuruh pilih salah satunya. Tapi eomma juga harus menjalankan perusahaan bersama ayahmu, Hyerin-ah. Karena itulah pesan yang diberikan kakekmu.”

Aku tahu itu. Kakek juga pernah berkata seperti itu padaku, untuk tetap menjalankan perusahaan apapun yang terjadi.

Jungkook terlihat mengangguk mengerti. Ia pasti tahu bagaimana jika berada di posisi eomma, itu pasti akan sangat berat. Memilih perusahaan yang telah diwariskan ayahnya, atau memilih untuk tidak menceraikan anaknya walaupun nama keluarga dan perusahaan menjadi resikonya.

Kulihat eomma sedang menatap layar ponselnya lalu kembali mengangkat kepala mengarahkan pandangannya pada kami berdua “Baiklah, akan eomma pertimbangkan lagi. Untuk sekarang, eomma harus pergi ke kantor, ada meeting yang harus dilakukan.”

***

Hyerin POV.

Keesokan harinya…

Aku ditelepon Heera untuk datang ke kafe, katanya ia ingin menceritakan sesuatu mengenai kakaknya, Jungkook. Ya, aku tahu mereka berdua saudara dengan ibu yang berbeda, namun tetap saja mereka kakak-adik bukan?

Kulihat layar ponselku menunjukkan ada dua panggilan tak terjawab, dan itu adalah panggilan dari Jungkook. Yah, mungkin dia sedang mencariku karena aku lupa memberitahukan kepadanya bahwa Heera minta menemuiku sepulang sekolah.

Aku pun sampai di depan kafe yang dikatakan Heera lalu masuk ke dalam. Kulihat Heera sudah duduk di salah satu meja yang berada di dekat jendela. Aku pun berjalan menghampirinya. Begitu dia melihatku sudah berjalan ke arahnya, dia lalu tersenyum tipis seolah-olah menyambutku dengan senyumannya itu.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” Tanyaku begitu aku duduk dikursi yang berhadapan dengannya. Adik Jungkook benar-benar sangat cantik, wajahnya terlihat baby face namun jika dilihat-lihat lagi wajahnya terlihat dewasa, dengan gigi kelinci yang persis seperti punya sang kakak dan mata yang besar membuatnya terlihat cantik sekaligus imut di waktu yang bersamaan. Kalau dilihat-lihat lagi, ia dan Jungkook jadi seperti saudara kandung yang sebenarnya.

Heera tampak menjulurkan tangannya padaku yang membuatku bingung “Sebelum itu aku ingin memperkenalkan diriku.” Eh? Memperkenalkan?

“Nama inggrisku Rachel Davidson, umur enam belas tahun. Eonni bisa memanggilku dengan nama itu saja, eum atau dengan Heera? Jeon Heera. Aku belum sempat memberitahumu bahwa aku tinggal di Boston selama ini.” Ujarnya lalu tersenyum. Ah, dia tinggal di Boston, ya? Pantas saja ada aura-aura barat begitu aku melihatnya, bahkan bahasa Korea yang dipakainya juga terdengar agak terbata-bata dan tidak lancar.

“Aku memintaeonni untuk datang kemari karena aku ingin menceritakan masa lalu kakakku.”

Masa lalu? Yang kutahu semua yang berkaitan dengan masa lalu Jungkook, juga berkaitan denganku. Tapi entahlah…

Aku diam, menunggu Heera untuk melanjutkan pembicaraan.

Eonni tahu, kan? Dulu, Jungkook oppa pernah berpacaran dengan Joo Hwayeon. Tapi, sesungguhnya hubungan itu hanyalah hubungan yang berdasarkan dari taruhan yang dilakukan Jungkook oppa dan Hanbin oppa.”

A-apa? Hubungan yang berdasarkan dari taruhan? Apa maksudnya? Sungguh, aku tidak mengerti.

Heera kembali melanjutkan “Alasan Jungkook oppa mengejar Hwayeon eonni saat hari kecelakaan terjadi karena oppa ingin meminta maaf pada Hwayeon eonni karena selama ini ia telah membohongi Hwayeon tentang perasaannya dan juga ia ingin meminta maaf karena penyakit Hwayeon eonni bertambah parah karenanya.”

Alisku menekuk, masih tidak mengerti. Penyakit? Aku butuh penjelasan yang lebih agar bisa mengerti situasi yang membingungkan itu.

“Saat itu, di hari kecelakaan terjadi, Jungkook oppa berkata pada Hwayeon eonni bahwa sesungguhnya Hanbin oppa lah yang sangat menyukainya, bukan Jungkook oppa. Tapi Hwayeon eonni menyangkal bahwa apa yang dikatakan Jungkook oppa hanyalah sebuah alasan bagi Jungkook oppa untuk memutuskan hubungannya dengan Hwayeon eonni

H-hanbin? Hanbin menyukai Hwayeon?

“Lalu sebuah mobil sport hitam datang menghampiri Hwayeon eonni. Rupanya mobil itu yang akan mengantarkan Hwayeon eonni ke bandara, karena hari itu ia harus pergi ke Kanada untuk pengobatan penyakit jantungnya yang semakin parah. Jungkook oppa pun mengejarnya dengan sepeda sampai akhirnya kecelakaan itu terjadi. Sementara mobil sport hitam yang membawa Hwayeon tadi juga ikut tertabrak dengan truk pengangkut air di depannya. Nyawa Hwayeon eonni pun tewas saat itu juga, sementara kedua orang tuanya masih hidup. Aku tidak membohongimu karena aku juga adalah saksi saat kecelakaan itu.”

Kakiku melemas. Tidak, semua badanku melemas.

Kulihat Heera menarik nafas dan kembali berucap “Semuanya terjadi hanya karena taruhan Hanbin oppa yang ditawarkan pada Jungkook oppa. Saat itu Hanbin oppa benar-benar menyukai Hwayeoneonni, namun begitu tahu Hwayeoneonni ternyata menyukai Jungkookoppa, ia pun bersikeras untuk membuat gadis itu bahagia dengan melepasnya pada Jungkookoppa. Namun, Jungkookoppa malah menyukaimu, bukan? Karena itulah Hanbin oppa membuat taruhannya.”

“’Jika kau menang saat pertandingan taekwondo, akan ku bantu kau dekat dengan Hyerin. Namun, jika kau kalah, kau harus berpacaran dengan Hwayeon besok. Kau harus berpura-pura sampai kita lulus, setelah itu kau bisa menyatakan perasaanmu pada Hyerin’ Kurang lebih seperti itu isi taruhannya, dan entah kenapa Jungkook oppa tiba-tiba kalah di pertandingan karena ada pergantian peserta. Aku curiga bahwa pergantian peserta itu adalah salah satu rencana Hanbin oppa agar bisa membuat Jungkook oppa kalah.”

Aku mematung. Tidak, Kim Hanbin bukanlah orang yang seperti itu. Dia terlalu baik untuk bisa melakukan hal seperti itu. Aku masih tidak percaya. Kukira Jeon Jungkook memang benar-benar meminta Hwayeon menjadi pacarnya karena ia benar-benar suka pada gadis itu, tapi ternyata tidak. Sebenarnya… situasi macam apa ini?

Heera terlihat tersenyum getir “Aku tahu bahwa eonni masih tidak percaya dengan apa yang aku katakan, tapi inilah yang sebenarnya. Aku telah memata-matai Hanbin oppa dan Hwayeon eonni dulu melalui orang suruhanku, karena sesungguhnya aku tidak ingin kakakku dibuat seperti orang bodoh oleh Hanbin oppa. Jungkook oppa, benar-benar mencintaimu, eonni. Dia sendiri yang mengatakannya padaku sebelum ia kecelakaan dan hilang ingatan.”

“Jungkook oppa punya alasan sendiri untuk melaksanakan taruhan itu, katanya ada yang tidak boleh diberitahukannya padaku. Dan sampai saat ini, aku masih terus mencoba mencari tahu apa alasan oppa mengikuti perintah Hanbin oppa untuk berpacaran dengan Hwayeon eonni.”

Aku hanya bisa terdiam mematung. Mencoba mencerna kembali perkataan Heera barusan.

Kulihat Heera beranjak dari tempat duduknya dan meraih tas selempangnya, hendak pergi. Namun sebelum itu, ia kembali mengarahkan pandangannya padaku “Berhati-hatilah pada Hanbin oppa, karena ia sedang merencanakan sesuatu yang sangat berbahaya bagimu untuk memancing amarah Jungkook.”

***

Author POV.

Kelas itu sudah sepi. Semua siswa sudah pulang sejak dua jam yang lalu. Yang tersisa di kelas 2-3 hanyalah Hanbin seorang. Lelaki itu terlihat sibuk memasukkan seluruh barang-barangnya. Ia lalu buru-buru segera keluar dari kelas dan berjalan ke gerbang sebelum akhirnya gerbang sekolah itu benar-benar ditutup.

“Eoh, Rachel-ah. Aku akan memulai misinya.”

“Oppa, kau… benar-benar akan melakukan ini? Tidakkah ini terlalu kejam? Kau sudah seperti monster jika terus melakukan hal ini.”

Sejenak, Hanbin terhenti “Sudah kubilang untuk tidak menghalangi jalanku. Jika kau berada di pihak Jungkook, silahkan katakan padanya bahwa aku akan membuat Jung Hyerin, gadis yang dicintainya itu mati!”

TIIT…TIIT…

Sambungan telepon itu langsung diputuskan oleh Hanbin. Lelaki itu lalu kembali melanjutkan langkahnya dengan nafas yang memburu. Seolah-olah ingin segera menangkap mangsanya dan mencabik-cabiknya sampai mati.

Kim Hanbin—

—bisa melakukan itu demi gadisnya, Joo Hwayeon.

***

Langkah kaki gadis itu tampak lemah, seolah-olah kedua tungkainya itu tidak bisa lagi untuk menahan berat tubuhnya. Ia serasa ingin jatuh.

Semuanya terjadi hanya karena taruhan Hanbin oppa yang ditawarkan pada Jungkook oppa.

Setelah mendengar itu, entah kenapa Hyerin jadi merasa bahwa Kim Hanbin adalah orang jahat? Kenapa ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Hanbin darinya?

Dengan tangan kanan yang memegang ponsel miliknya, ia pun menelpon seseorang, teman baiknya, Ryu Sujeong.

“Eoh, ada apa, Hyerin-ah?”

“Sujeong-ah… aku… sepertinya masih tidak mengerti masa lalu lelaki itu.” Ucap Hyerin dengan suara yang lemah.

“Mwo? Lelaki siapa maksudmu?”

“Hanbin… dia terlalu misterius”

“Memangnya ada apa dengannya? Katakanlah.”

Perlahan, cairan bening mengucur dari pelupuk matanya. Gadis itu menangis, karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk membela Jungkook. “K-karenanya… dua orang yang tak bersalah menderita… hanya karena taruhan bodoh itu-mpphh!”

Gadis itu terkejut begitu seseorang membekap mulutnya untuk tidak bersuara. Seseorang dengan topi dan masker hitam.

“Diam dan bersikaplah seperti biasanya.” Ucap orang itu lalu menarik Hyerin ke sebuah lorong sempit dengan kasar, membuat ponsel gadis itu terjatuh dan tergeletak di atas trotoar.

Begitu sampai di lorong sempit yang penuh dengan sampah itu, orang itu menyandarkan Hyerin di dinding, sementara Hyerin yang masih di bekapnya hanya bisa diam dan mengatur nafasnya yang sudah tersenggal-senggal. Teriakannya tertahan karena muutnya terbekap sempurna oleh tangan orang itu.

Sedetik kemudian, orang itu melepas maskernya. Sontak Hyerin membelalak, nafasnya tertahan. Ia kembali berteriak, namun tidak ada gunanya. Orang itu malah menamparnya kuat sehingga gadis itu terjatuh di atas tumpukan sampah dan tak sadarkan diri setelahnya.

Sementara ponselnya yang masih terhubung dengan Sujeong sudah tergeletak di tengah jalan, membiarkan Sujeong memanggil-manggil nama temannya itu dari seberang sana.

“Jung Hyerin! Kau masih disana? Hyerin-ah! Jung Hyerin!!!”

 

-To Be Continue-

Holaa~~ Yaampun maafkan tulisanku yang sudah mulai ngawur. Nulis chapter ini butuh perjuangan, banyak magernya :3

Mungkin chapter ini agak lama ya updatenya, eaea :3

Maapkan aku jarang update ff ini karena lagi sibuk sama tugas ini tugas itu. Huhu~

Untuk kiss scene nya HyeKook… duh gmana ya bilangnya :3 ga mau berkata banyak untuk adegan itu, entah setan apa yang masuk kedalam diriku sampai menulis dua adegan kiss scene sekaligus :v

Makasih ya buat yang udah ninggalin jejak selama ini. Kadang ada yang nebak-nebak alur ceritanya, padahal masih aja salah :p kkk~ kadang aku ketawa sendiri baca komentar kalian :v

Dah, ga mau banyak bicara untuk chap ini karena udah mendekati end T-T jadi, sampai jumpa ya di chap selanjutnya :* pamit dulu (~’v’ )~

Next Chapter:

“Kita harus menemukan Hyerin, sepertinya dia dalam bahaya!”

“Kau berbohong! Bukankah kau menyukaiku?”

“Mungkin itu yang harus kau katakan sebagai perasaan sementara.”

“Taehyung menyukaimu! Dan kau telah membuatnya tambah menyukaimu lagi!!”

“Jeon Jungkook!!”

“Aku hanya ingin kau menjadi milikku, tapi kau malah membuat orang lain menginginkanmu!!!”

“Kukira hubunganku denganmu akan berjalan dengan baik tanpa ada perkelahian.”

“Aku ingin berhenti menyukaimu.”

“H-hyerin-ah…”

 

Trapped in a Marriage: Chapter 13

Advertisements

36 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] Trapped in a Marriage – (Chapter 12)

  1. Bisa ga gue pites tu kepalanya si Hanbin ? Greget gue sama dia. Orang hyerin ama jungkook udah romantis-romantisan gitu malah diobok-obok lagi sama dia.
    Awas aja lu hanbin ! Kalau lo berani macem-macem ama hyerin, gue laporin komnas perlindungan ham !

    Like

  2. Anyeong author-ssi

    Salken rider baru juseyo😁
    WWOAAAA!!!!GK NYANGKA KTMU FF SEROMANTIS DAN SEEMOSI GINII!!!gk Nyangka klo Hanbin oppa kek gtu pleseee jadilah baik oppa wkwkw
    Tetep fight.thor!!!

    Like

  3. Astaga umurmu berapa dek??:v kok ada begitunya* wkwkwk padahal gue juga belum 17:3
    Yoohee… ceritamu seru bangettt!!! Romantiss, tapi sayang agak gimana gitu kiss nya–” terlaluu…???!:v
    Ya gitu gak seru pas chapter 12, ngebanginnya agak susah pas bagian kiss sama gelitikin si Hyerin:’3
    Oiyaa… mumpung inget,judulnya komik itu “Goong (palace story)”:3:3:3
    Tapi masih seru kok ceritanya (banget!!) Asal jangan terlalu banyak yang aneh2 nya.
    Kayaknya segitu aja, semangat ya lanjutin ff nya Yoohee:3:3
    Nb: jangan dimasukin ke hati ya:’3
    Fighting!! Babayy:v

    Like

  4. author-nim next please…
    jungkooknya uuuuh!!! pengen garuk tembok rasanya. hanbin ini suka bikin jiwa pshyco orang bangkit ya 😀
    keren banget! cuma ga nemu link dari chap 1 kesananya.

    Like

  5. Eonni kenapa lama bgt suh rlisnya..bkin dagdigdugjedher tau..
    Suerrr chapter ini bner2 wow..
    Kissnya bnyakin lg y eonn??
    Good job buat eonni..

    Like

  6. Ahhh adegan panas kookie hyeri ketauan eommanya hyeri, ecie yang bakalan gak jadi cerai wkwk
    Tae suka sama soojeong? Secepat itukah, rasanya baru beberapa hari kemaren dia nyatain persaanya sama hyeri
    Jadi kaya gitu ya masa lalu kookie? Sedih banget ya, kasian kookie sama hwayeong, mereka korban hanbin. Hanbin yang salah tapi hanbin juga yang balas dendam aneh kan
    Jadi bener ya dugaan ku waktu itu kalo Rachel itu adiknya kookie? Rachel nyamar deketin hanbin kaya gitu kan kan?

    Like

  7. tetiba dah tbc aja nih…mkin seru hanbib kok ojem amt sih..trs tar yg nlongin hyerin sp ?..tenang da abang kook dsni..hah tae m sujeong unyu bgt…byngin rachel tuh ky kookie yg pke wig trs brbah deh jd cewek

    Like

  8. uluhh uluhh ff yang ditunggu dipost juga…jungkook bisa romantis juga. aku kira bisa nya marah marah aja..apa yang akan di lakukan hanbin?semoga jungkook bisa nolong hyerin..next part♥♥♥

    Like

  9. Author!!!
    TBC nya bisa diapus gak?😂😂😂
    Omegad kisssssss sampe jerit jerit bacanya, beneran gak boong *alaybangetsih-_-
    Author ini happy ending kan? Iyalah harus happy, hyekook pokonya harus tetep bersama gak boleh dipisahkan hanya maut yang boleh memisahkan dia berdua(?)
    Lanjut ya thooor!! Jangan lama lama apa thorr bikin ffnya😢 aku makin cinta sama authorr 😘😘😘

    Like

  10. Kyaaaa dede masih polos bang.. jangan nodai dede dengan adegan kiss scene, yg langsung aja #plak :v
    Lama banget nunggu chapt ini, begitu update lgsg melek mata.
    Keep writing yak, i like your story 🙂

    Like

  11. Waw, ada ki**ny, aku ska bgian wktu Jungkook backhug Hyerin sosweet….. suka bget bgian itu.

    Sepertinya aku merasa tersindir, ada bnyk orang menebak tp slalu saja tebakan mereka salah dan aku termasuk salah satu orang itu wkwk tp ada stu tebakanku yg benar bgian wktu hyekook lg ki**eu dan mereka ketawan sm ibuny. Tebakannku trnyata bnar klo itu ibunya hyerin wah…. senangnya :’)

    Author Yoohwanhee, semangat y untuk lnjutin ff ini wlaupun bnyk tugas yg melimpah ke dirimu… maklum kls 9 emang bnyk tugas dan sibuk belajar untuk mempersiapkan un nnti dan aku mengalami hal itu tahun kemarin /gknanya/ hihi…

    Author Yoohwanhee, fighting…!!!

    Like

  12. Hey author ~ long time no see 🙂 rasanya udah sgt lama nunggu update an ini ff T.T serius, sampe terbawa mimpi sma mas jungkook :3 wkwkk (abaikanplis) tunggu dlu deh firstkiss hyerin kan perasaan sma hanbin ye kan thor ? yg waktu di chap 5 klo gak salah dlm mobil , lah ini ngapa si hye blg itu first kiss nya T.T , thor ini fluff atau gimana ? manis gimana gt sampe kejang2 *eh see you next chap deh thor keep writing

    Like

    1. yaampun iya lupa, udah sempet ciuman sma hanben ya :v pantesan rada aneh gitu pas baca ulang yg bagian kiss”nya :”
      ini fluff ‘dikit’ /gg
      oiya, makasi uda review yaa :* see you nect chap ;

      Like

  13. Annyeong saya readers baru disini…. Salam kenal 😇maafbaru komen di chap ini…..
    Akhirnya update juga lama nungguinnya……
    Gilaaaaaa……. Daaaaeeeebbbbaaakkk kerennnnn ffnya 👏👏👏…..apalagi ini chap sumpah keren bnget✌✌…. Bikin teriak” gaje sendiri😂😂😅 ……paling suka sama hyekook moment merak pasangan serasi cocok…… Bingung mau komen pa lagi soalnya gak bisa disamapaikan dngn kata”😂😂😂yg jelas pasti nungguin next chapnya 😉😉
    Jangan lama” ya thor next chapnya……
    Keep writing author 😚😘😄😄

    Like

    1. Annyeong~~ salam kenal juga 😉
      First, makasih ya.. ff gaje ini dibilang keren :’) terhura diriku /eh
      HyeKook shipper eaa /kedipmata/ diriku juga hyekook shipper yuhuu /lah?/ ya gatau suka aja gitu sma mreka :g kiyut kiyut gmane gitu /fly~~
      jdwal post next chaptnya udah bisa diliat di freelance verification 😉 makasiihhhh /ketjub/ /kayang~

      Like

  14. Annyeong sya readers baru…. Salam kenal😊😄
    Maaf baru komen di chap ini 😳
    Akhirnya update juga lama nungguinnya….walau lama ni chap yg paling keren….. Gak sia” nungguinnya 😁😁
    Deaaaaaabakkkkkk keren bnget ffnya…..apalagi chap ini……… Bikin mau teriak”sendiri…….apalagi pas moment hyekook nya bikin sya teriak” gaje sendiri 😂😂😅
    Sumpak ffnya keren
    Next chapnya jngan lama” ya Thor 😅😅
    Keep Writing ya author😘😘

    Like

  15. Omaigat!! Penasaran banget, makin seru aja! Tapi kok akhirnya Jungkook bilang gitu sih?😕 Gak sabar nunggu chap 13 nya. Oke, keep writing buat authornya!😆

    Like

    1. Jungkook bilang apa emang /lah?
      jangan terkecoh dengan preview next chapter yaa, ntar sakit ati loh (~’u’ )~ kadang salah kadang bener :3
      Mkasih supportnya /kecupz/ /gandengjungkook/ /cuuss

      Like

  16. Aaaaaaaaaaaaaaaa
    Ikut teriak dulu ya haha 😀
    Hyerin-Jungkook couple favorit ku
    Kalian ehem.. kiss scene juga akhirnya cieee cieee haha 😀
    Melting~ sama adegan romance ala Jungkook di chapter ini
    dibanyakin ya moment mereka authornim hehe
    Taehyung-Sujeong makin dekat aja, selamat ya 🙂 haha

    Aku tunggu kelanjutan nya authornim
    Semoga semuanya Happy Ending 😀
    Semangat!!

    Like

    1. Ciyee sama, hyekook shipper /kedipmata/ /ditampar
      Kiss scene nya jeka ga tanggung” ea, aku aja yg nulis berasa ga percaya klo jungkookie yang imut dan lucu bisa kissing /shyshyshy/ /lah, malah curhat/
      Dan untuk Taejeong…. ah sudahlah :3 gamao spoiler. ntar sakit ati lagi :v

      Makasi udah ninggalin jejak 😉 see you next chapt :* /kayang bareng taehyung/

      Like

  17. Aa,,, pngen triak skrg juga omegatttt😆😆😆
    Hanbin ngeselin yaampun, pen di mutilasi rasanya:v hehehehe
    Btw, ini uda keren bnget jalcernya (jalan cerita :”v)
    Oiya, thor.. Bagi”sosmed yok,, mari berteman ekwk :v instagram kek, fb kek, bbm kek :v heeheh boleh ya?? 😊😊

    Overall aku suka bngt ini!!! Luv bngtt

    Like

    1. Astagah! jangan mutilasi suamiku huhu~
      sosmed?? Kasi tida ya kasi tida yaa~ /ditabok/
      yodahh, nih, kamu yg minta loh ya :v
      ig: amellia.kim, fb? gaboleh, privatee :* bbm? gaboleh jugakk ;;) ntar dm aja lewat ig kalo mau pin bbm ato fb, deelel /apaini/ /tampar diriku sekarang/

      Makasi reviewnya :* babayy~

      Like

  18. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    geregeeeeet……
    kenapa sih si hanbin itu? psikopat atau apa? pengn rasanya nginsafin dia./apaan
    aduh, hyekook kalian tambah romantis aja…taejeong juga…
    ngga sabar tgl 7 nanti..
    maafin daku banyak omong
    ditunggu yo chap selanjutnya?
    keep writting,,,,! -0-

    Like

    1. hanbin itu orang say /bhak/ /dibunuh/ *yaiyalah orang -,-*
      Hyekook shipper juga (~’v’ )~ Taejeongnya… duh gimana ya jelasin ni couple. Yah gitu deh :v masih samar-samar mereka
      Makasi udah ninggalin jejak :*

      Like

  19. Aduuhh bntar napas dule deh, dua scene yg bikin euuhh bikin apa yaa mmhh gt deh poko.a heheheh n_n suka suka suka sukaaaa knpa ngga 3 kali aja scene “itu” nya #eh hahaha knp sih mreka lucu sumpah suka deh sama couple ini author-nim jjaaaaannngg
    Nunggu” tanggal ini dtang itu tuh berasa lama bgt ya tp akhir.a chapter ini di persembakan/?/ juga dan tidak mengecewakan
    Ko hanbin gt sih 😦 tp dy pas deh ya dibikin jd jahat gt, eh tp ko akhr.a jungkook ngomong gt sih k hyerin, emang mreka bakal bneran pisah??? Jangan dooonngg 😥 ngarep happy ending pake bgt nih :’)
    Aahhh ngga sabar deh buat next chap.a, keep writing author-niimmm ( ˆ⌣ˆ​​​​ )

    Like

    1. aduh komenmu agak ambigu nak /plak/ /ditendang/ maap :3
      astaga kalo 3 kali entar ini ff jadi ff apaan tjoba? -,- masa full of k*ss nya hyekook. *tapi gapapa sih, aku hyekook shipper jugak /evilsmile/* eakk~~
      Maap banget lama update.. ini efek banyak urusan di rl dan efek utamanya: M-A-G-E-R :3 maap maap
      Ett,, jangan terkecoh dngn previewnya yaa, udah diingetin loh ini (~’u’ )~
      Dan last,,, makasih udah ninggalin jejak :* /lambai tangan bareng jungkook/

      Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s