[BTS FF Freelance ] Undead: Lich pt. 1

lich

Title: Undead: Lich
Scriptwriter: Fuseliar
Main Cast: Min Yoongi a.k.a Suga BTS, Jung Hoseok a.k.a J-Hope BTS
Support Cast:beberapa OC gak jelas dan member BTS yang lain.
Genre: drama, horror, gore, gang AU
Duration: twoshot

Rating : PG-17

 

Disclaimer : ini hanya cerita fanfic doank…. mohon dimaklumi bahwa, member BTS punya yang Maha Kuasa. Dan ini fanfic punya saya…

Author’s note:

Warning FF ini mengandung konten yang cukup menjijikkan. PG-17!!!

Enjoy~

Summary :

Jugeun adalah Kota yang indah dan kota yang tenang dan teduh. Tempat yang pas untuk ditinggali para Undead. Banyak diantara para undead ini tidak diketahui oleh orang awam. Mereka hidup dibalik layar kehidupan normal seorang manusia. Ada yang hidup berkelompok ada pula yang tidak. Diantara mereka ada yang memakan mansia ada pula yag tidak. Diantara mereka ada yang kuat dan yang lemah. Diantara mereka ada yang memburu dan diburu. Dunia selalu menyelaraskan diri menuju keseimbangan yang tidak adil.

.

.

.

Hai, namaku Min Yoongi, kalian bisa memanggilku Yoongi. Umurku menjadi zombie sekitar 13 tahun. Umur badanku sekitar 23 tahun. Aku bekerja sebagai librarian di perpustakaan kota Jugeun. Oh iya aku perkenalkan dengan kota tempat tinggalku, namanya Jugeun. Kota yang cukup ramai. Hampir setara Daegu tapi lebih kecil. Cukup menyenangkan bisa tinggal dikota ini. ketika siang hari terik matahari tidak terlalu menyilaukan mata. Tempat yang enak untuk ditinggali undead sepertiku.

Setiap hari aku melakukan rutinitasku. Setiap jangka waktu 15 tahun sekali aku berganti identitas. Yah, kira-kira begitu aturannya. Tapi aku baru bekerja sebagai librarian selama 5 tahun terakhir. Sebelumnya hidupku cukup tidak jelas, luntang luntung kesana kemari. Makan ketika aku merasa lapar. Makanan kesukaanku adalah daging busuk yang ada banyak belatungnya. Awalnya aku merasa aneh, karena aku tidak bisa merasakan apapun kecuali kopi dan daging busuk. Penerjemah lidahku agak kacau semenjak aku menjadi zombie. Aku harus teliti membersihkan gigiku supaya tidak ada belatung yang tertinggal di mulutku, dan aku harus secara rutin menyemprot parfum di mulutku agar tidak bau busuk. Cukup sulit menyesuaikan diri di antara manusia. Karena indera perasaku sudah terbalik. Hal yang menjijikkan bagi manusia terlihat enak didepanku kadang. Seperti bau daging busuk, bau ikan busuk atau bahkan bau mayat, tapi aku tidak suka bau kotoran.

Aku bangun sekitar jam 5 pagi. Aku makan kemudian membersihkan mulutku dan badanku. Setelah itu aku baru berangkat menaiki kereta bawah tanah menuju ke perpustakaan. Kebetulan flat yang aku tinggali lumayan jauh dari perpustakaan jadi aku naik kereta bawah tanah. Aku biasa mengawali pekerjaanku dengan absen kemudian mengambil jatah kopi. Merapikan meja sirkulasi, dan mulai menata koran dan majalah hari ini diatas meja kemudian berdiam diri di depan meja sirkulasi. Melayani pengunjung, sesekali mengembalikan buku yang berserakan, merapikan buku, mendata buku menamai beberapa buku baru, menginputkan artikel-artikel hari kemarin ke dalam server perpustakaan, dan masih banyak lagi. Bukan hal yang terlalu berat sejujurnya. Apalagi aku tidak merasa lelah semenjak aku ini zombie.

Sedikit aneh ketika membicarakan definisi zombie. Yang aku simpulkan dari beberapa percobaan dan pengalamanku.

  1. Zombie tidak bisa merasakan sakit, lelah, dan tidak bisa bergerak reflek seperti manusia biasa.
  2. Zombie bisa beregenerasi apapun lukanya. Mulai terbakar hingga jadi abu atau bahkan jika kepalamu terputus.
  3. Zombie tidak beremosi yang berlebihan. Senyum jika otak memerintahkannya.
  4. Okay, aku mayat berjalan.

Aku cukup bingung awalnya karena aku berpikir zombie seperti yang ada di film-film. Makan daging busuk, mati kalo kepalanya putus, dan bergerak kaku tidak jelas. Hampir semua zombie digambarkan dengan bentuk yang menjijikkan dan menyedihkan. Satu-satunya yang terlihat baik di semua film yang aku tonton adalah zombie-nya Warm Bodies. Sejujurnya, aku orang yang agak aneh. Karena aku bekerja di perpustakaan. Banyak waktu luangku berakhir dengan tidur dan membaca buku dan juga membuat lagu. Itu membuatku mengeluarkan trivia-trivia enggak penting.

 

Setiap hari Sabtu, aku akan bertemu dengan Hoseok. Seekor werewolf yang aneh. Kami selalu bertemu di stasiun bawah tanah pada jam pulang kerja. Ia akan membawa cadaver dari tempat kerjanya. Hoseok adalah suplier makananku. Aku makan mayat. Lebih tepatnya mayat makan mayat. Hoseok selalu menunggu di pojokan sambil membawa ransel besar. Ia biasanya lebih memilih menjauhkan diri kerumunan.

“hai Yoongi~ apa kabarmu?” Hoseok menyapaku saat aku mendekatinya. Dia selalu terlihat gembira dengan ‘gummy smile’ yang besar dan menunjukkan giginya yang rapi sambil sedikit menyembunyikan gigi taringnya. Entahlah, ia seperti matahari yang terang sekali bahkan matahari kalah terang mungkin dari senyumnya. Setiap kali di dekatnya aku jadi ingin pakai kacamata hitam dan berkata ‘menjauhlah dariku! Silau banget tau!’.

“baik. Bagaimana kabarmu?” jawabku. Ia tersenyum makin lebar dan makin menyilaukan. Beruntung aku bukan vampire yang anti sama sinar matahari.

“aku baik-baik aja. Oh iya, sisakan tulang-tulangnya untukku ya nanti, aku belum mengubur dan mendoakannya” aku cuman mengangguk dan menunggu kereta datang.

Kami hanya diam di dalam kereta seperti kami tidak saling kenal. Setelah kami keluar dari kereta, aku dan Hoseok berjalan menuju flat tempat tinggalku. Hoseok juga punya rutinitas kerja sepertiku dan ia juga punya rutinitas setiap datang ke flatku.

“Yoongi, aku ke belakang dulu ye? Ngasih makan kucing-kucing. Aku bawain mereka makanan kucing yang enak hari ini.” katanya sambil mengeluarkan sebungkus makanan kucing. Aku mengikutinya. Secara ilmiah, werewolf masih sekeluarga dengan anjing. Tapi entah ada sesuatu yang membuat Hoseok berbeda dari werewolf yang lain, karena dia selalu dikerumuni kucing-kucing disana sini. Entah itu di flatku, entah itu di flat tempatnya tinggal, semuanya selalu ada kucing. Penggemar kucing memang aneh.

Setelah bermain dan memberi makan kucing, kami baru naik ke atas. ia mengantarkan cadaver ato bisa dibilang, mayat yang diawetkan. Ia mengantarkan itu setiap hari sabtu. Begitu sampai di flat, aku segera membuka lemari es. Hoseok dengan cepat mengeluarkan bungkusan hitam berisi cadaver dan segera memasukkannya ke dalam lemari es. Kemudian aku berikan sejumlah uang kepadanya. Transaksi selesai.

“hei Yoongi, uang hari ini enggak sebanyak biasanya. Lagi krisis kah?” Hoseok bertanya sambil menghitung-hitung uang yang dibawanya.

“kamu memberiku daging kelinci kan? Kamu bilang harganya lebih murah dari kambing yang biasa kamu bawa” jawabku sambil menyodorkan kopi kepadanya.

“iya sih, tapi kamu kan jarang ganti daging, kenapa tiba-tiba ganti daging”

“aku bosen makan daging Kambing”

“bukannya daging busuk semuanya sama aja?”

“tapi aku jijik dengan daging tikus”

“kamu aja yang jijik karena tikus, toh masa gelandanganmu dulu kamu makan daging tikus” aku menyeruput kopiku sejenak.

“iya sih, tapi itu enggak enak. Enggak semua bangkai enak dimakan”

“well, cuman kamu aja sih yang makan bangkai. Semua klienku makan daging bukan cadaver” Hoseok menyodorkan 3 lembar uang dari setumpuk uang yang tadi sempat diterimanya. Ia mengembalikannya kepadaku.

“anggap sebagai diskon. Kebetulan banyak kelinci yang mati minggu ini.” katanya. Aku ambil uang itu dan memasukkannya kedalam saku celanaku. Hoseok mulai meminum kopinya. Kemudian ia mengeluarkan leaflet dari saku mantelnya dan memberikannya kepadaku.

“kamu harus membacanya” katanya. Aku terima leaflet itu dan membacanya. Leaflet kafe dengan cake yang banyak dihiasi cream yang terlihat cewek banget.

“aku ingin makan cake itu. Itu cake buatan Jin-hyung. Aku penasaran rasanya, katanya dia bisa menyesuaikan rasanya dengan lidahku” cerocosnya.

“memangnya apa yang salah dengan lidahmu?”

“aku tidak bisa merasakan makanan olahan susu. Kau tau kan, cream dan cake-nya pasti menggunakan susu, jadi di lidahku terasa pahit.” Oh, aku baru tau werewolf bisa seperti itu. Aku lihat alamat leafletnya. Ada di distrik 3. Di Jugeun terbagi 3 wilayah bagi para undead. Ada wilayah Vampire, wilayah Werewolf, dan area netral. Kebanyakan undead hidup di area netral. Sedangkan para werewolf dan vampire selalu berseteru. Mereka sangat sensitif dengan satu sama lain kecuali beberapa orang dari mereka. Beberapa werewolf ada yang lone wolf seperti Hoseok selebihnya ikut dengan koloni-koloni besar. Sedikit berbeda dengan vampire yang setauku mereka selalu terikat dengan semacam perkumpulan seperti guild. Wilayah werewolf ada di distrik 5, 6, dan 8. Sedangkan wilayah vampire ada di distrik 1, 2, dan 3. Dari distrik 4, 7 dan 9 hingga 12, adalah area netral. Beruntungnya, tempat tinggal dan kerjaku berada di area netral.

“ini di distrik 3. Kamu gila ya? kamu ini werewolf.” Kataku.

“iya, aku tau. Jin-hyung memberiku boarding pass saat aku masuk sana” ia menunjukkan sebuah sapu tangan pink dengan sulaman tangan yang rapih bertuliskan ‘Kim Seok Jin’. Cukup meyakinkan, semenjak Jin-hyung adalah petinggi kalangan vampire.

“temani aku okay? Kamu kan yang bisa mencium bau mereka”

“memangnya kenapa dengan hidungmu? Mestinya kamu yang werewolf yang punya penciuman lebih bagus dari aku” balasku. Ia tersenyum hambar sambil menggaruk tengkuknya.

“eh, aku ini bukan werewolf keturunan, jadi aku sama sekali enggak bisa mencium bau. Indera penciumanku mati sejak aku masih hidup, jadi mau gimana lagi” oh, dia werewolf teraneh yang pernah kutemui. Ia mendoakan setiap hewan yang dibunuhnya dan sekarang ia tidak bisa mencium bau. Demi apa dia jadi werewolf?

“ne, anterin aku ne?” aku menghela nafasku.

“okelah, aku anterin”

 

Moda kereta api bawah tanah adalah moda transportasi utama Jugeun selain bus kota dan taksi. Kereta api bawah tanah Jugeun termasuk kereta api berat atau Heavy Rail Transit. Di eropa biasa disebut metro. Di negara-negara asia tenggara disebut Mass Rapid Transit (MRT). Di Jugeun, selain menjadi moda transportasi utama, kereta api juga menjadi penghubung beberapa kota seperti Seoul, Busan, Gwangju atau bahkan kampung halamanku Daegu. Kereta Maglev (Magnetic Levitation Train) menjadi kereta penghubung kota-kota yang menempuh perjalanan kurang dari 3 jam lamanya. Kereta supercepat yang membutuhkan banyak biaya untuk pembangunannya ketimbang kereta-kereta biasanya. Di buku-buku ensiklopedi biasanya disebutkan korea adalah salah satu negara dengan sistem subway terbesar di dunia. Seoul Metropolitan Subway dengan 8 juta perjalanan perharinya dengan panjang rel sekitar 288 km atau bahkan lebih. Jugeun mungkin hanya sebagian kecil dari sistem perkeretaapian di korea. Aku sebenarnya ingin bisa naik kereta ekspress kelas satu dari Jugeun ke Gwangju, itu salah satu impianku sebelum aku mati.

“hei Yoongi, apa kamu masih inget dengan cara matimu?” Hoseok berdiri di depanku sambil bersandar di tiang pegangan, dan ia tersenyum kearahku. Kalo boleh aku ingin menamparnya.

“masih, emang kenapa?” tanyaku balik.

“gimana ceritanya orang kayak kamu bisa mati?”

Ini orang kurang ajar

“aku manusia waktu itu, dan tentu saja aku bisa mati!” Hoseok terkekeh pelan.

“hehe, setidaknya ceritakan padaku bagaimana cara matimu?” ia mengulangi pertanyaannya.

“apa kamu juga mati sambil tertawa kayak joker?” sindirku

“beberapa orang mengatakan aku titisan joker”

“mau-maunya joker denganmu”

“tehe~ ya begitulah, ngomong-ngomong, bagaimana cara matimu Yoongi?” aku menghela nafasku, ini orang bener-bener enggak bisa diajak kompromi.

“Daegu Subway Fire” jawabku singkat.

(Author’s note: mohon cari info sendiri tentang Daegu Subway Fire di mbah google)

“oh, aku tidak ingin tau tentang insiden itu tapi aku ingin mendengar dari point of view Yoongi~”

“aku dari Seoul bersama kakakku. Kami naik kereta api bawah tanah untuk pulang ke rumah setelah naik kereta express dari Seoul. Waktu sampai di stasiun Jungangno, kereta sebelah sudah terbakar. Waktu itu aku dan kakakku akan pergi keluar tapi pintu sudah tertutup. Kelanjutanya kamu pasti sudah bisa nebak. Rasanya menyakitkan terbakar dengan suhu diatas 500o celcius. Tapi 3 hari setelah kejadian aku bangun di atas rel kereta di stasiun Daegu.”

“apa kau melihat pemakamanmu?”

“yah, kira-kira begitu. Aku melihat foto dan bunga ada di stasiun Jungangno setiap aku ke Daegu.By the way, bagaimana dengan cara matimu?”

“hmn, cara matiku sedikit berbeda darimu. Aku mati karena ada cacing yang memakan otakku. Kemudian aku masuk rumah sakit, mati dan tubuhku di bakar dan disebar di pegunungan. Tiba-tiba aku bangun sekitar 5 tahun dari terakhir kali tanggal yang aku ingat, dan aku bangun dengan tubuh serigala.”

“bagaimana bisa ada cacing di kepalamu?”

“oh, aku dokter hewan sejak aku masih hidup, dan aku punya spesialisasi khusus hewan ternak terutama kuda”

Persis kayak mukanya yang mirip kuda.

“ah, mukamu yang kayak kuda itu enggak jauh-jauh dari kuda ternyata”

“thanks, tapi larva cacing kuda benar-benar berbahaya. Ia bisa merusak otak dan pembuluh darah di otak. Aku jadi sering bolak balik rumah sakit gara-gara ini. tapi mau gimana lagi. Pada akhirnya semua manusia akan mati.”

“pemikiran yang aneh”

“aku tau”

Terdengar suara pemberitahuan kereta akan masuk ke stasiun yang kami tuju. Aku dan Hoseok segera mendekatkan diri ke pintu kereta. Begitu pintu kereta terbuka kami langsung keluar.

 

Distrik 3 Jugeun terkenal sebagai kawasan elit para Vampire. Banyak vampire keturunan bangsawan dan petinggi kalangan Vampire hidup disini. Tidak seperti di distrik 1 dan 2, begitu sampai di Distrik 3 langsung tercium bau keberadaan Vampire. Distrik ini selalu di jaga ketat demi keamanan para petinggi dan bangsawan. Karena Vampire dan Werewolf adalah dua kubu yang berseteru dan saling sensi satu sama lain. Jadi agak waspada kalo-kalo tiba-tiba kita kenapa-kenapa. Tapi entah kenapa, Hoseok dengan gummy smile-nya jalan santai kayak gak masuk ke area terlarang.

“yoongi, ayo cepet, aku laper nih.” Katanya.

“yang mestinya laper itu aku okay”

“kamu kan makan sebulan sekali juga gak bakal mati Yoongi”

“oh, werewolf sepertimu bisa mati?”

“bisa, tapi mati sesaat. Kamu tau kan berapa kali kepalaku putus?” aku cuman bisa menghela nafas. Nyebelin banget kalo udah jalan sama Hoseok. Disindir seperti apapun dia enggak mempan.

Ah, sedikit trivia tentang kami. Ada beberapa Undead yang bener-bener enggak bisa mati. Entah apa sebabnya, berapa kalipun dibunuh, tetap akan bangun dan hidup lagi. Aku dan Hoseok salah satunya. Meskipun Hoseok adalah seekor werewolf, tapi dia enggak bisa mati. Beberapa spekulasi ada di buku-buku khusus yang pernah aku temui di perpustakaan. Di buku itu dikatakan dari semua undead, ada beberapa yang terlahir bukan karena keturunan. Undead yang lahir karena telah mengalami kematian disebut Lich. Lich tidak bisa mati hingga batas akhirnya tiba. Sayangnya, tidak ada yang tau tentang batas akhir, hanya ada beberapa teori seperti, teori arwah gentayangan yang punya tanggungan di bumi. Teori batas akhir tidak ada yang benar dan pasti.

Cukup menyenangkan menjadi Undead Lich, untuk beberapa keuntungan terutama untuk pekerjaan tertentu yang cukup merepotkan. Kami punya pekerjaan khusus, lebih tepatnya aku dan Hoseok biasa memiliki pekerjaan khusus. Sedikit Undead Lich di Jugeun, dan kami salah satunya. Kami menerima berbagai macam pekerjaan mulai menjadi kurir, mata-mata, atau bahkan menjadi detektif bayaran. Semua pekerjaan itu harus dilakukan dengan syarat tidak boleh ada senapan atau senjata api yang digunakan.

Mac Gyver juga sama seperti kami. Cuman Mac Gyver itu manusia dengan otak brilian yang satu hari nanti dia bisa mati. Tapi aku dan Hoseok tidak bisa mati, itu bedanya aku dan Mac Gyver. Aku biasa menggunakan pisau kecil yang aku sembunyikan di sabuk celanaku. Hoseok cukup dengan kukunya dia bisa melakukan banyak hal, mulai memotong tali hingga membelah plat baja setebal 1 cm. Dia punya banyak keuntungan sebagai Undead Lich yang punya kekuatan lebih besar dari Werewolf biasa. Tapi cukup berguna untuk dimanfaatkan.

“hei Yoongi, Jin-hyung memintaku datang ke kafenya” Hoseok menoleh kearahku sambil menunjukkan leaflet yang tadi dia tunjukkan. Mungkin ini alasan dia minta anterin buat makan cake.

“ada apa?”

“aku denger dari koloni, mereka menculik orang guild.” Seperti yang aku bilang tadi. Werewolf dan vampire adalah dua kubu yang selalu berseteru. Ada 2 perserikatan besar diantara mereka berdua. Di kubu Werewolf biasa disebut koloni, di kubu vampire ada guild. Tersebar beberapa rumor kalau akan ada perang diantara 2 kubu ini di Jugeun. Tapi sebuah tindakan yang super nekat kalo sampai koloni werewolf menculik petinggi guild vampire.

“dapet info apa aja di koloni?”tanyaku.

“enggak tralu banyak. Cuman ada rumor begitu” jawabnya sambil berjalan santai menuju ke sebuah kafe dengan nuansa vintage yang kental di ujung blok.

Kafe kecil diujung blok adalah kafe kecil dimana banyak undead yang berkumpul disana, terutama vampire. Kami berhenti sejenak di depan pintu kafe.

“hei Yoongi, apa kau mencium aroma pastries yang baru keluar dari oven?” tanya Hoseok sambil mencoba mengendus bau disekitarnya.

“kamu bilang, kamu gak bisa mencium bau?”

“ya, makanya aku tanyak.” Jawabnya singkat sambil tersenyum kearahku.

“hentikan senyum bodohmu itu, orang bisa salah paham liatnya” ia mengerjapkan matanya membelalak. Aku segera membuka pintu berlonceng didepanku.

“tapi aku bukan homo!” protes Hoseok sambil mengekor dibelakangku.

“shut up! Nyadar enggak sih kamu dari tadi dilirikin banyak orang!” jawabku ketus.

“yakan aku ganteng soalnya…” aku berhentikan langkahku. Aku menghela nafas keras-keras lalu berbalik menghadap kearahnya. Hoseok tersenyum hambar sambil mengambil langkah mundur.

“y.. ya… Yoongi… aku bercanda, sumpah aku bercanda. Ne…calm your self buddy”

“kau beruntung aku masih memaafkanmu kali ini” aku berbalik menuju meja kosong dipojok. Hoseok mendahului langkahku dan menarik kursi. Ia menyodorkan kursinya untukku.

“ne, maafkan aku ya? bagaimana kalo aku yang traktir kopimu hari ini?” katanya. Aku duduk di kursi yang disodorkan untukku. Aku sandarkan punggungku dan mulai menyilangkan tanganku. Hoseok sudah duduk di depanku.

“gimana? Aku traktir kopimu ya?” aku mendengus keras menatap Hoseok yang masih dengan wajahnya yang sok-sok berharap itu.

“whatever” jawabku singkat. Hoseok mengembangkan senyum silaunya dan segera mencari waiters dan memanggilnya.

 

Okay, sekali lagi aku tekankan. Kita berada di kafe tempat para vampire berkumpul. Bau vampire di mana-mana. Di meja dekat kami, atau bahkan waiters yang mendatangi kami. Waiters mendatangi kami dengan wajah canggung. Dari baunya dia memang vampire. Aku rasa dia tau Hoseok ini werewolf.

“selamat datang di Vintage Cafe, silahkan memesan menu terbaik kami disini” waiters wanita yang berbicara ramah ini menyodorkan buku menu kepada kami. Aku langsung membuka halaman belakang dan mencari minuman yang cocok dengan lidahku. Aku mencari kopi.

“aku pesan espresso 2” kataku. Waiters itu segera mencatatnya. Aku lirik Hoseok yang masih membolak balik buku menu. Aku tendang kakinya dan dia menoleh kearahku.

“apaan?” tanyanya.

“cepet! Lama amit milihnya” Hoseok tidak menanggapi dan kembali membalik lembar buku menu dan menunjuk sebuah cake dengan dekorasi super cute.

“cake yang ini sama espresso” katanya. Waiters itu kembali mencatat pesanannya.

“terima kasih harap menunggu pesanan dengan sabar” kata waiters itu.

“tidak, aku tidak mau menunggu lama.” Jawab Hoseok. Kemudian ia mengeluarkan sapu tangan pink milik Jin-Hyung.

“aku ini pelanggan lama. Aku tidak mau menunggu. Aku beri waktu 5 menit. Jika tidak maka pemesanan batal. Tolong beritahukan ini pada pemilik kafe ini” katanya sambil tersenyum lebar. Waiters itu hanya bisa mengangguk mengerti dan pergi. Sepertinya memang Jin-Hyung menghubungi Hoseok karena ada sesuatu yang ingin mereka mintai tolong dari kami.

“hei, kenapa kamu gak beri tau aku kalo Jin-Hyung kontak ke kamu?” tanyaku. Hoseok tersenyum dan menggaruk tengkuknya.

“bukannya aku enggak mau ngasih tau kamu. Jin-Hyung sebenernya udah berusaha ndatengin kamu, tapi masalahnya jadwalmu sama jadwalnya crash jadi dia dateng ke flatmu tapi enggak ketemu kamu. jadi dia dateng ke flatku.” Alasannya kali ini cukup non sense. Aku tendang kursi Hoseok keras-keras.

“jelaskan yang bener dasar jelek!” umpatku. Dia tersenyum hambar.

“itu yang Jin-Hyung katakan kepadaku kemarin okay.” Katanya. Aku mendengus lagi.

 

 

“maaf membuat kalian menunggu” Jin-Hyung datang sambil membawa nampan berisi 3 cangkir espresso dan sepiring cake dengan dekorasi yang super cute pesanan Hoseok. Dengan hati-hati dan elegan ia meletakkan pesanan kami di depan kami. Kemudian ia menarik kursi dan duduk bersama kami.

“terima kasih sebelumnya, kalian mau datang untuk mendengarkan permintaanku.” Jin-hyung mulai basa basi. Aku menyeruput kopiku sejenak kemudian mulai bertanya.

“memangnya apa permintaan hyung?”Jin-hyung mengangguk dan mengeluarkan 2 amplop cokelat dan memberikannya kepada kami masing-masing satu. Aku buka amplop itu dan mengeluarkan isinya. Ada 3 lembar foto dan 3 lembar kertas. Semuanya foto 3 mayat yang berbeda.

“aku ingin kalian menyelidiki tentang kematian mereka bertiga. Kalian bisa baca biodatanya di lembaran selanjutnya.” Aku mulai membaca lembaran biodata.

“oh, mereka petinggi guild?” tanya Hoseok.

“ya, karena itu aku minta tolong kalian. Kematian mereka cukup janggal. Mayatnya di temukan di distrik 12.” jelasnya

“itu area netral” sahutku. Jin-hyung mengangguk kemudian ia mengeluarkan sebuah kartu hitam.

“tubuh korban kondisinya buruk, banyak sayatan dimana-mana. Mirip dihajar werewolf” aku melirik Hoseok. Ia mulai terlihat serius semenjak mengangkut kondisi mayat.

“kartu ini? kartu apa?” tanyaku sambil mengambil kartu hitam itu. Ada gambar lampu Jack’O Lantern.

“itu kartu yang ditemukan diatas mayat. Aku masih tidak mengerti tentang hubungan kasus ini dengan kartu itu.”

“aku ingin melihat mayatnya, boleh?” tanya Hoseok. Aku menoleh kearah Jin-hyung. Ia mengangguk pelan

“sebaiknya cepat habiskan pesanan kalian dulu. Aku akan mempersiapkannya di dalam” kemudian ia berdiri, membungkut dengan hormat kpada kami lalu pergi.

 

Aku seruput kopiku sambil membaca semua biodata korban. Hoseok sedang asik makan sambil memandangi kartu hitam yang dibawanya.

“hei Yoongi, Jack’O Lantern cuman ada di bulan September Oktober kan?” tanyanya.

“Halloween. Itu hiasan lampu halloween untuk menakuti roh jahat. Itu katannya” jelasku

“tapi aneh, membuat jejak dengan kartu seperti ini. seperti permainan anak kecil.” aku hanya diam dan mulai melirik jumlah korban manusia yang dibuat korban selama 3 bulan terakhir. Sekitar 100 orang.

“hei Hoseok, sudah lihat jumlah korban manusia 3 bulan terakhir?”

“iya, itu diatas rata-rata. Seharusnya dia cuman butuh sekitar 10 sampai 30 selama 3 bulan” ada beberapa informasi yang aku enggak begitu paham. Salah satunya rata-rata konsumsi manusia yang dibutuhkan vampire. Karena ini jaman modern, undead pemakan manusia seperti Werewolf dan Vampire biasa menggunakan darah artifisial atau darah sintetis yang di campur dengan darah hewan atau darah manusia. Setauku, mereka memiliki semacam norma tidak tertulis yang membuat mereka tidak banyak memakan manusia. Norma ini berjalan bertahun-tahun dan tanpa sebab. Beberapa info yang dulu pernah aku dapat, jika membunuh manusia di luar batas normal, maka ia akan mati. Dalam kasus ini, 3 korban ini melanggar norma tidak tertulis ini. Tapi, yang aku pahami, cerita tentang hukuman norma tidak tertulis ini cuman mitos. Jadi mestinya tidak ada hubungan dengan jumlah korban.Yang justru harus menjadi perhatian adalah koloni. Masalahnya, dalam komunitas Werewolf ada 7 koloni besar. Itu berarti harus mencari info diantara 7 koloni.

“hei Yoongi, kamu lagi mikirin apa?” tanya Hoseok.

“kamu punya info di koloni kan? Katamu ada rumor penculikan” balasku.

“memang, ada rumor seperti itu. Tapi aku enggak pernah denger jauh tentang rumor itu. Seandainya rumor itu jadi kenyataan, seharusnya perang sudah dimulai dari kemarin.” Hoseok membuat argumen yang benar. Seandainya rumor penculikan itu benar, berarti guild sudah menyerang koloni. Tapi kenyataannya tidak ada serangan satu sama lain. aku melirik biodata korban lagi. Mereka adalah petinggi guild yang berpengaruh. Mestinya jika muncul kejadian seperti ini, perang sudah dimulai.

“Hoseok, kenapa perang enggak dimulai?” tanyaku.

“oh, mana aku tau. Emang aku tau segalanya”

“gunakan kekuatanmu bodoh!”

“males! Lagian aku juga punya batasan menggunakan kekuatanku. Kenapa kamu enggak menduplikat dirimu dan mencari info?” balasnya sambil memakan potongan terakhir cakenya.

Lich dalam literatur manusia biasa disebut penyihir abadi. Tidak bisa mati dan bisa menggunakan sihir. Konsep Lich didunia ini cukup aneh. Lich memiliki tubuh yang sama dengan makhluk lain. Contohnya Hoseok, dia adalah lich dengan tubuh werewolf dan memiliki kekuatan sihir tertentu. Baik aku maupun Hoseok juga memiliki sihir tertentu. Sihir ini tidak bisa seenaknya dipakai, ada batasan-batasan tertentu yang harus kami penuhi sebagai bayaran dari sihir ini. aku dan Hoseok menyebutnya ‘bayaran’. Sihirku adalah bisa membuat duplikat kw 1 dari diriku sendiri. Aku bisa membuat setidaknya 100 hingga 500 duplikat. Dengan sihir ini aku bisa seperti menyebar benih untuk mencari info diseluruh kota.

“Hoseok, menurutmu kenapa undead pemakan manusia dibunuh karena makan manusia terlalu banyak?” Hoseok mengangkat alisnya dan mengernyit bingung.

“hmn, mungkin ada yang membunuhnya. Mungkin itu yang mereka panggil Hunter.”

“Hunter?”

“yap, kurasa ini pekerjaan Hunter. Aku pernah diceritain sama klienku tentang Hunter. Kebanyakan pelanggan tetapku makan manusia dari jenazah, kamu tau kan tentang suplier daging manusia. Setauku suplier daging manusia membatasi pembelian setiap pembeli dan pembeli membayar harga yang tinggi. Setauku, suplier daging manusia berada dibawah pengawasan Hunter dan setiap barang pembelian katanya melalui verifikasi dari Hunter. Tapi aku tidak pernah tau kalau mereka sampai membunuh seperti ini.” Hoseok menjelaskannya dengan panjang lebar. Intinya dari semua omongan Hoseok, Hunter bukan orang sembarangan. Mereka semacam polisi yang memang bertugas menjaga gerak gerik Undead pemakan manusia. Apapun itu ini jadi aneh, untuk apa Jin-hyung meminta kami menyelidiki tentang pembunuhan ini. Jin-hyung pasti sudah tau Hunter membunuh 3 korban. Ada sesuatu yang disembunyikan Jin-hyung.

“Hoseok, aku merasa ini ada yang salah.” Hoseok mengangguk setuju.

 

Terlihat Jin-hyung kembali ke meja kami dan menghampiri kami. Ia tersenyum dan menyodorkan masker kedepan kami.

“maaf menunggu lama, mari kuantar melihat jenazahnya” aku berdiri sambil mengantongi masker dimeja. Jin-hyung memberi tanda untuk mengikutinya ke dalam dapur. Kemudian kami masuk kedalam dapur yang sibuk dan penuh aroma pastries dan roti. Kemudian kami masuk ke sebuah lorong dan menuju ke sebuah ruangan besar. Sepertinya kami sudah berada di lain gedung. Kemudian kami masuk ke sebuah ruangan yang dijaga oleh 4 orang. Didalam ruangan ada 3 meja dengan 3 kantung jenazah. Seluruh ruangan dijaga ketat dan membuat aroma Vampire yang sangat pekat diseluruh ruangan. Aku tidak bisa membedakan aroma satu orang dengan orang yang lain disini.

“ini jenazah yang kalian bisa lihat.” Kata Jin-hyung berbalik menghadap kearah kami. Aku lirik Hoseok sejenak. Ia mengangguk kecil kearahku. Sepertinya ia bisa membaca pikiranku.

“sebelum itu, aku ingin menanyakan sesuatu.” Kataku tegas.

“apa itu?”

“hmn, aku ngomong blak-blakan aja. 3 jenazah ini korban dari Hunter, aku yakin seorang petinggi dari undead pemakan manusia pasti tau tentang Hunter. Dari semua Undead yang hidup di Jugeun, hanya Werewolf dan Vampire yang makan manusia. Populasi kalian mencapai 80% dari semua Undead di Jugeun. Itu berarti kalian berada dalam pengawasan ketat Hunter. Apa yang sebenarnya kalian inginkan? Apa kalian ingin menyelidiki tentang Hunter?”ekspresi Jin-hyung berubah setelah mendengar pertanyaanku dan ia melepas kacamatanya.

“terima kasih sudah menunggu dan tidak mengatakannya di depan. Awalnya aku ingin mengarahkan kalian secara tidak langsung tapi sepertinya aku sudah ketahuan sebelum melakukannya. Baiklah, aku akan berterus terang tentang kasus ini. Sebenarnya ini dimulai sebulan yang lalu. Seperti yang kalian tau, basis Guild dan Koloni adalah basis besar seperti benteng. Tahun 1992 Jugeun dibagi 3 wilayah, wilayah Guild, Koloni, dan Netral. Sebenarnya 3 wilayah ini adalah basis 3 kelompok besar Guild wilayah kami, Koloni wilayah Werewolf dan Netral adalah wilayah Hunter. Tapi bulan lalu perbatasan distrik 8 dan 1menjadi kuburan masal Undead. 3 korban kemudian ditugasi untuk mencari info tentang penyerangan ini. ada beberapa info yang kami dapat, tapi sebagai bayarannya kami kehilangan banyak orang.

“Hunter telah memiliki kekuatan yang besar, cukup besar untuk menghapuskan seluruh Undead di Jugeun. Mereka telah mengembangkan senjata pencabut nyawa yang mengerikan. Cepat atau lambat perang antara Hunter dan Undead akan pecah. Minggu lalu, perjanjian telah dibuat antara Guild dan Koloni, kami memutuskan untuk menyatukan kekuatan untuk menghadapi Hunter. Karena itu aku ingin minta tolong kepada kalian. Selidiki tentang kekuatan Hunter. Jika kita bisa mengetahui tentang kekuatan mereka, kita bisa mempertahankan Guild dan Koloni dan juga menyelamatkan Undead yang lain.”

Aku dan Hoseok hanya bisa menganga dan dan diam. Ini gila!

Entah kenapa aku merasa salah sudah dihidupkan kembali menjadi Lich.

.

.

.

To be continued~

.

.

.

Author’s Note:

Hai, Fuse-desu~ aku enggak tau kesambet apa bikin FF ini hehe. Aku gak tau apakah bakalan banyak yg minat apa enggak sama ini FF. Kalo banyak, bisa jadi aku lanjutin sampek beberapa chapter, kalo enggak ya aku cuman bikin jadi twoshot aja ngelanjutin yg ini doank. Aku bakal merasa terapresiasi dengan komen-komen kalian apalagi memberikan Kritik dan saran, jujur ini pertama kali aku bikin FF diluar genre slice of life jadi aku mohon banget kritik dan sarannya.

Advertisements

4 thoughts on “[BTS FF Freelance ] Undead: Lich pt. 1

  1. Aaaaaaaaaa… ini keren. Ide ceritanya beda dr yg lain. Ada unsur kocaknya jg….sukaaaaaa.

    Wajib dilanjut nie, ku tunggu next chapnya yaa. Fighting!!!

    Like

  2. Ini kren!! Ini wajib next!!! Huuwwaaahh jd bkin inget Warm Body.. tp dgn jln n alur yg jls beda… srius d tnggu next chapter.na yaw …. mmachiw

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s