[BTS FF FREELANCE] 1004 Hours With Another Boys (Chapter 2)

12715273_1687006918224705_7844926539730205228_n

1004 Hours With Another Boys

Chapter 2

Author : Ryu97

Cast : Kim Tae Hyung BTS

  Jung Dae Hyun B.A.P

  Byun Baek Hyun EXO

Other cast : Yook Na Rim OC

  Min Suga BTS

  Kim Seok Jin BTS

Genre : Mysteri, Brothership, Schoollife, Romance, Supranatural, AU.

Length : Chapterd

Rating : G

Cover by : Arra Design

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari FF FTISLAND “Ghost Attack” . Alur cerita asli hasil pemikiranku dan ada beberapa scene yang mungkin sama dengan beberapa film yang pernah aku tonton. FF ini didedicatidkan buat semua penggemar Tae Hyung dan Hyun Family khususnya. Semua cast milik Allah SWT, Keluarga, Agency dan Fans. Expect, Yook Na Rim is mine. Follow me on Wattpad @Ryu997 or Visit my blog https://dazzlingryu97.wordpress.com/

Enjoy to read!

Jangan lupa tinggalkan jejak

Backsound : Din Din Feat Ahn Hyun Jung – Memories

.

.

.

.

.

.

                                   Tae Hyung mengerang saat sinar matahari pagi masuk melewati celah – celah jendela dan menyilaukan matanya, membuatnya memaksa untuk membuka kedua matanya. Ia menguap, sebenarnya ia masih mengantuk tapi ia ingat jika hari ini ia harus sekolah. karena hari pertama masuk sekolah setelah liburan musim panas.

“Ah … kenapa tubuhku sakit sekali.” Gumamnya sambil memijat bahunya.

“Selamat pagi!”

“Pagi!” jawab Tae Hyung dengan kedua mata yang kembali tertutup, tapi detik berikutnya ia membuka kedua matanya lebar – lebar. Siapa yang menyapanya sepagi ini? Apa itu bibi Cho?  Atau paman Seo? Atau jangan – jangan kakaknya, Baek Hyun?  Tae Hyung mulai mengedarkan penglihatannya ke seluruh ruangan kamar dan ia mendapati sesosok yang tengah bersender pada dinding sambil tersenyum lebar ke arahnya.  Siapa dia?

“Cepatlah! Kau bisa terlambat nantI!” ujarnya, tiba – tiba saja handuk biru yang tergantung di balik pintu kamarnya melayang begitu saja ke arah Tae Hyung. Pemuda berwajah dingin itu terdiam.

“Si-siapa kau?” tanyanya lengkap dengan suara serak khas bangun tidur. Sesosok itu melayang menghampiri Tae Hyung sambil mengulurkan tangannya dan tentu saja masih tersenyum lebar. Giginya mengkilau saat terkena sinar matahari.

“Namaku Dae Hyun.” Tae Hyung mundur beberapa langkah, kedua alisnya saling bertautan menatap sesosok itu dengan tatapan bingung.

“Aku tidak menanyakan namamu, tapi aku tanya s-i-a-p-a-k-a-u?” ujarnya dengan penekanan yang sangat jelas. Sejujurnya, Tae Hyung masih sedikit takut dengan kejadian mengerikan semalam.

“Menurutmu aku siapa?” ujarnya balik bertanya, Tae Hyung mendecih.

Siapa sih orang ini? Kenapa dia menyebalkan sekali. 

“Kau pasti manusia, tapi maksudku kau ini siapa? Kau saudaraku atau anak dari pembantu di rumah ini?” sesosok itu menggeleng. Tidak membenarkan satupun perkataan Tae Hyung.

“Jadi, kau ini siapa?”

“Jika ku beri tahu, apa kau akan terkejut? Iika kau akan terkejut, aku tidak akan memberitahumu. Tapi jika sebaliknya aku akan langsung memberi tahumu siapa sebenarnya aku.” Perkataannya berbelit – belit, ayolah Tae Hyung baru saja bangun tidur beberapa menit yang lalu dan ia sudah di hadapkan dengan perkataan yang memeras otak itu.

“Cepatlah! Nanti aku terlambat.”  ujar Tae Hyung tak sabar. ia tak sabar bukan karena ingin segera pergi ke sekolah atau menanti penjelasan sesosok aneh di hadapannya itu, tapi ia ingin mengeluarkan isi perutnya ke kloset. Ia sakit perut.

“Aku ini Gwishin!”

“Hah .. Gwishin. Aku kira kau siapa.”

“Eh? Gwishin?” kedua mata Tae Hyung kembali membulat menatap sesosok itu tak percaya.

“Huaaa …. Daebak! kau sama sekali tidak terkejut?” sesosok bernama Dae Hyun itu tertawa sambil bertepuk tangan, suaranya nyaring tapi terdengar menyeramkan.

“Tapi tunggu, jika memang kau ini hantu. Kenapa kau terlihat baik – baik saja. Maksudku, wajahmu memang pucat tapi kau tidak terlihat seperti hantu. Setahuku, hantu itu wajahnya sangat buruk dan … menyeramkan.” Dae Hyun kembali tersenyum lebar.

“Oh benarkah? Berarti wajahku masih sangat tampan? Hahaha.” Tae Hyung memutar kedua bola matanya kesal.

“Apa kau ingin melihat wajah asliku yang sebenarnya?”

“Ya~”

“Kau yakin?”

“Ish, kau ini kenapa menyebalkan sekali.”

“Ouch … baiklah .. baiklah … lihat ini!” Dae Hyun sedikit menjauhi Tae Hyung. Ada asap putih mengepul dari pori – porinya. Dalam hitungan ketiga, wajahnya sudah berubah, sangat menyeramkan. Kedua matanya berubah menjadi merah pekat, bibirnya sobek, kepalanya berubah menjadi besar, bajunya kotor dan banyak sekali bercak darah di bajunya.

Mulut Tae Hyung terbuka, ia terkejut bukan main. Bahkan hanya karena hal ini, tiba – tiba saja sakit perutnya itu menghilang.

“Bagaimana? Apa aku masih terlihat tampan hum?” tanya Dae Hyun, kini ia tengah melayang mengelilingi Tae Hyung. Sungguh demi apapun, wajah yang di lihat oleh Tae Hyung benar  – benar mengerikan sekaligus jijik, karena tiba – tiba saja perut Dae Hyun terbuka dan mengeluakan isi perutnya beserta darah yang terus menetes. Saat Dae Hyun melayang menghampiri Tae Hyung, pemuda berwajah dingin itu sudah tergeletak tak sadarkan diri di lantai.

“Ck! Anak ini bagaimana sih? Dia bilang dia tidak akan takut. Nyatanya? Padahal tadi ia benar – benar membuatku senang karena ia tidak takut hantu tapi akhirnya seperti ini juga.” Dae Hyun menggeleng – gelengkan kepalanya sambil melipat kedua tangannya di atas perut.

***

                           Suasana ribut di kelas tak mempengaruhi Tae Hyung yang tengah sibuk membaca komik di bangkunya. Kalau boleh jujur, saat ini ia benar – benar tidak bisa mencerna apa yang ia baca. Pikirannya penuh dengan bayangan tadi pagi. Apa yang ia alami tadi pagi itu mimpi atau memang kenyataan? Kenapa tiba – tiba saja ia bisa melihat hantu, jika memang itu bukan mimpi. Tae Hyung sangat ingat saat teman masa sekolah menengah pertamanya, Jeong Han bilang jika orang biasa tidak akan bisa melihat hantu kecuali mata batin orang itu di buka oleh seseorang yang ahli – paranormal – apa mungkin ia mendadak menjadi anak Indigo seperti Jeong Han? Tidak mungkin! Itu perkiraan yang sangat buruk.

“Kim Tae Hyung!” Teriak ketua kelas, Choi Seung Cheol dari depan kelas. Tae Hyung mengalihkan focus matanya menatap sang ketua kelas.

“Kau penanggung jawab pelajaran Kimia kan?” Tae Hyung hanya mengangguk tanpa berniat membuka mulutnya sedikitpun.

“Antarkan buku PRnya ke ruang guru sekarang!” Seung Cheol menunjuk tumpukan buku bersampul ungu di depan kelas. Tae Hyung berdiri, ia melangkahkan kakinnya menghampiri Seung Choel dan tanpa penolakan ia mengambil setumpukkan buku itu dan mengantarkannya ke ruang guru.

                                            Dae Hyun berdiri di belakang Tae Hyung, ia melayang mengikuti kemanapun anak itu pergi. Entahlah Dae Hyun merasa begitu nyaman berada di sekitar Tae Hyung, seperti saat ini, ia tengah duduk di samping Tae Hyung dan memerhatikan sekumpulan anggota Cheers yang tengah berlatih. Saat tengah asyik – asyiknya memandangi sekumpulan gadis sexy itu seorang siswa berambut panjang nampak memerhatikan Dae Hyun dari kejauhan, ia merasa sangat risih saat siswa berambut panjang itu berjalan menghampirinya dan juga Tae Hyung, yang membuat Dae Hyun semakin panic adalah siswa berambut panjang itu tersenyum ke arahnya. Ia yakin jika senyuman yang dilemparkan ke arahnya itu memang untuknya karena tidak mungkin senyuman itu di tujukan pada Tae Hyung karena pemuda itu tengah asyik melihat sekumpulan siswa tengah bermain basket. di tengah kepanikan yang tengah melanda hatinya, tak sengaja Dae Hyun memegang lengan Tae Hyung dan tiba – tiba saja tubuhnya terasa menyatu dengan Tae Hyung.

“Tae Hyung – a!” siswa berambut panjang itu memanggil Tae Hyung dan ikut duduk di sampingnya. ‘Tae Hyung’ hanya tersenyum karena bingung harus melakukan apa.

“Apa yang kau sedang lakukan disini? Kau tidak masuk ke kelas?” tanyanya.

‘Tae Hyung’ mengalihkan focus matanya dari siswa itu dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak saling bertukar pandang.

“Tidak ada guru di kelas .. Aaa~ kau sendiri ….” ‘Tae Hyung’ menoleh ke arah nametagnya dengan cepat.

“….. Jeong Han, kau tidak masuk ke kelas?”

“Aku baru saja dari toilet.”

Keduanya kini terdiam. Jeong Han memperhatikan Tae Hyung secara detail, ada sesuatu yang berbeda. Jeong Han merasakan ada aura aneh di dalam diri Tae Hyung. Ia memang bukan seorang paranormal tapi dia seorang indigo, dia bisa merasakan aura ganjil yang sering dikeluarkan oleh para Gwishin.

PUK!

Tubuh ‘Tae Hyung’ bergetar saat tangan Jeong Han menepuk bahunya pelan. Ia menoleh takut – takut ke arah siswa berambut panjang itu.

Jeong Han tersenyum namun sorot matanya tak menunjukkan itu. “Tae Hyung, kau harus berhati – hati, ada aura kegelapan di sekitarmu.” Ujarnya, ‘Tae Hyung’ mengangguk, pura – pura mengerti dengan apa yang Jeong Han katakan walau di dalam hatinya ia kesal.

Aura kegelapan? Aura kegelapan apa maksudmu? Kau kira akan turun hujan?

“Kau harus lebih hati – hati lagi!” ujarnya lagi. ‘Tae Hyung’ ikut menepuk bahu Jeong Han.

“Terimakasih karena telah mengingatkanku Jeong Han!” ucapnya sambil di selingi tawa.

***

                            Teriknya matahari siang ini tak membuat Dae Hyun berniat untuk beranjak dari tempat duduknya. Tapi kemudian ia terpaksa pindah saat ada seseorang bertubuh tinggi tegap menyuruhnya untuk menghampirinya di dalam ruangan kebersihan.

“Ada apa? Tumben sekali kau datang padaku? Apa aku melanggar tata aturan hantu?” tanya Dae Hyun dengan nada tak suka. Tentu saja ia tak suka, tak suka jika waktu istirahatnya di ganggu, apalagi di ganggu Death Angel seperti pria di hadapannya. Ia bahkan terlihat seperti member boyband di banding malaikat kematian.

“Hish! Tidak usah memerhatikanku seperti itu bodoh! Kau kira aku ini selebriti huh?” ujar pria bertubuh tegap itu sambil memukul bahu Dae Hyun dengan tongkat miliknya. Tongkat berwarna hitam yang di lingkari dedaunan berwarna emas itu adalah tongkat yang khusus di miliki oleh Death Angel.

“Bagaimana aku tidak melihatmu seperti ini, jika kau berpenampilan seperti member boyband.” Protes Dae Hyun. Kemeja berwarna biru keungan yang bermotif kotak – kotak, di padukan dengan t –shirt hitam, celana jeans ketat, sepatu sneakers dan juga topi, semua orang juga pasti akan memerhatikan orang itu seperti Dae Hyun, mereka mungkin mengira jika orang itu adalah actor atau member boyband.

“Kau itu, malaikat kematian yang paling gaul yak, Kim Seok Jin.” Komentar Dae Hyun dengan kedua mata yang menyipit.

PUK!

Kali ini kepala Dae Hyun yang terkena oleh pukulan tongkat hitam milik Seok Jin.

“Aku datang kesini bukan untuk menyuruhmu mengomentari styleku bodoh!” rungutnya.

“Lalu?”

“Apa kau sudah tahu masa lalumu seperti apa?” Dae Hyun menggeleng. Selama ia terbangun menjadi hantu, ia tidak pernah tahu asal usulnya seperti apa, yang ia tahu hanya namanya, Dae Hyun, itu pun ia di beri tahu oleh hantu senior yang sudah ‘pergi’ tanpa memberitahunya lebih banyak lagi. Seniornya itu malah menyuruh Dae Hyun untuk mencari tahunya jika ia ingin tenang dan tak bergentayangan seperti saat ini.

“Aku ingin menawarkan sesuatu padamu.” Dae Hyun tak menjawab, lebih tepatnya ia bingung harus menjawab apa, jadi lebih baik diamkan?

KRING!

Sebuah jam bergaya romawi bersinar di depan Dae Hyun.

“Jika kau ingin tenang dan tak bergentayangan tidak jelas seperti ini, kau bisa mengambil kesempatan ini untuk mencari tahu siapa sebenarnya dirimu dan kenapa kau harus mati.”

“Aku melihat jika orang yang tengah kau ikuti akhir – akhir ini mempunyai frekuensi tubuh yang sama dengan tubuhmu. Dia bisa membantumu untuk menemukan asal usulmu.” Lanjut Jin, suasana benar – benar menyeramkan saat ini, padahal Dae Hyun hantu tapi ia benar – benar merasa ketakutan jika melihat kilatan mata Jin, mungkin karena Jin seorang Death Angel padahal wajahnya sangat kalem dan juga manis, ia memang lebih cocok menjadi member boyband dibanding menjadi Death Angel.

“Jadi itu alasannya aku bisa masuk ke tubuhnya tadi.” Gumam Dae Hyun sepelan angin.

“Lalu untuk apa jam ini?”

“Jika kau mau mengambil kesempatan ini aku baru akan memberitahumu.”

“Kenapa begitu?”

“Karena itu peraturannya bodoh!”

“Berhentilah untuk memanggilku bodoh!” ringis Dae Hyun setelah ketiga kalinya kepalanya di pukul dengan ujung tongkat.

“Jadi bagaimana? Mau ambil tidak?” Dae Hyun terdiam sesaat.

“Baiklah, aku akan mengambilnya.” Jin menyunggingkan senyumnya.

“Kau hanya memiliki waktu 1004 jam untuk mencari tahu asal – usulmu, jika kau melewati batas kau akan berreinkarnasi menjadi seekor katak. Tapi jika kau berhasil kau akan tenang dan menghilang sehalus angin menerpa padang bunga.” Jin menyerahkan kalung berbandul jam romawi yang ukurannya lebih kecil dari yang Dae Hyun lihat tadi.

#ToBeContinue

Ket :

‘Tae Hyung’ = berarti disini bukan Tae Hyung yang sesungguhnya tapi itu Dae Hyun yang masuk ke dalam tubuh Tae Hyung.

Gimana?

Semoga gak bikin pusing yakk~

Reviewnya readers!

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] 1004 Hours With Another Boys (Chapter 2)

  1. Ah.. ff ini akhirnya muncul lagi.
    setelah sekian lama, aku pikir ga akan dilanjutkan tapi untungnya ada lanjutannya..

    aku suka partnya taehyung sama daehyun yang pagi-pagi tadi. Kocak banget. kupikir Tae ga bakal terkejut -.-‘
    daebak buat chapter ini. ditunggu kelanjutannya
    #kalo-bisa-jangan-kelamaan-jedanya

    #salam_dari_istrinya_taetae_pacarnya_hoshi
    *pembaca setia ;*

    Like

  2. Scene pertama itu bikin aku ngakak guling-guling #lebaymodeon
    Maafkan aku, kak. Gak peduli suasana, kalo baca ff scene DaeTae (kalo bisa sama Baek sekalian) aku biasanya ketawa.
    Jin lucu. Aku baru tau ada malaikat kematian kayak gitu.

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s