[Vignette] Break Up: Go Away

breaaaa

Break Up: Go Away

a fanfiction by cedarpie24

.

Kim Taehyung x Ryu Heeran

Romance | General | Vignette

.

I just own the storyline and original-chara

◊◊◊

“Aku mau kita putus, Taehyung. Putus, kau dengar itu?”

Pukul lima sore lebih lima menit, hujan rintik-rintik dan Heeran bilang dia ingin putus. Taehyung tidak salah dengar, kan?

Mengorek telinganya yang mungkin bermasalah, Taehyung lantas menatap perempuan berwajah muram di hadapannya ini.

“Oke, kau bilang apa tadi?”

Heeran memejamkan kedua matanya kemudian menarik napas dalam-dalam. Ia membuka matanya kembali setelah yakin kesabaran dalam dirinya sudah cukup. ”Aku, mau kita putus, sekarang.”

Taehyung tidak tahu apa yang kini dirasakannya. Yang pasti bukan perasaan meletup-letup seperti yang selalu dirasakannya tiap kali Heeran menyelipkan sekotak makan siang ke dalam ranselnya. Bukan. Apapun perasaan itu, Taehyung sama sekali tidak suka.

“Tapi … kenapa?”

Sorot matanya meredup dan Heeran sadar betul akan hal itu. Berusaha mengenyahkan rasa tidak tega dari hatinya, perempuan itu menatap Taehyung lurus-lurus.

“Berapa kali harus kubilang kalau aku tidak suka Minah, sih Tae?” mulai Heeran dengan suara lelah.

Taehyung mengerjapkan kedua matanya. Kenapa bawa-bawa Minah?

“Aku tidak suka tiap kali Minah mengganggu kencan kita. Aku tidak suka tiap kali Minah merusak waktu bersama kita. Dan yang paling tidak kusuka adalah kenyataan bahwa kau lebih memilih Minah.” Suara Heeran melemah dan perempuan itu menundukan kepalanya, mungkin berusaha menutupi matanya yang mulai berkaca-kaca. ”Kau bilang Minah hanya sahabatmu tapi gadis itu selalu jadi prioritasmu. Kau bahkan rela meninggalkanku di tengah-tengah makan siang kita tadi hanya demi Minah.”

Hening seketika menyelimuti keduanya. Heeran menunggu Taehyung mengatakan sesuatu untuk menyanggah ucapannya barusan, namun pemuda itu bungkam sama sekali. Diam-diam Heeran tersenyum pahit. Rupanya rumor itu benar—tak ada persahabatan murni antara perempuan dan laki-laki. Begitu pula Taehyung dan Minah.

Menghela napas lelah, Heeran mendongak dan menatap wajah Taehyung meski sebisa mungkin menghindari matanya. ”Kalau begini kupikir untuk apa hubungan ini diteruskan. Jadi aku ingin kita berhenti di sini.”

Sejenak Taehyung diam sebelum akhirnya membuka suara. ”Kalau memang itu yang kau mau, apa yang bisa kulakukan.”

Jantung Heeran terasa mencelus sampai ke dasar perut begitu ia mendengar perkataan Taehyung. Apa ini? Bahkan Taehyung sama sekali tak berusaha mempertahankannya. Mencoba menahan air matanya, Heeran mengisi paru-parunya dalam-dalam. Sebenarnya ia ingin mengucapkan selamat tinggal atau semacamnya, namun tenggorokannya terasa tercekat dan Heeran pikir ia bahkan tak sanggup sekedar membuka mulut. Maka setelahnya ia memilih memutar punggung, lalu berjalan meninggalkan Taehyung tanpa sepatah kata pun.

Namun baru beberapa meter ia berjalan, didengarnya langkah kaki lain dari belakang. Gemerincing gantungan ransel yang begitu dikenalnya mengusik Heeran. Taehyung punya selusin gantungan yang dipasang di ranselnya—dan Heeran yakin betul suara gemerincing yang mengiringi langkah di belakangnya dimiliki oleh Taehyung. Maka Heeran menghentikan langkahnya, berbalik, lalu segera bersitatap dengan Taehyung.

“Wow, kenapa tiba-tiba berhenti?” Taehyung bertanya ringan, seolah tidak sadar situasi mereka saat ini.

“Apa yang kau lakukan?” Heeran bertanya dan suaranya bergetar menahan kesal. Taehyung lebih memilih Minah, mereka putus dan sekarang Taehyung masih mengikutinya. Apa yang sebenarnya diinginkan pemuda ini?

Taehyung mengangkat bahunya. ”Mengantarmu pulang, seperti biasa. Memangnya kenapa?”

Heeran menatap Taehyung tidak percaya. ”Memangnya kenapa, kau bilang? Memangnya kenapa? Demi Tuhan kita sudah putus, Taehyung! Putus! Bagaimana mungkin kau masih mau mengantarku pulang?” Ia berhenti sesaat. ”Go, Taehyung. Just go.”

Sejenak Taehyung menatap Heeran. Matanya menyelami manik kecoklatan Heeran yang membuatnya lupa daratan sejak setahun lalu. Ia kemudian menghela napas dan menelengkan kepalanya.

“Minah memang hanya sahabatku—benar-benar hanya sahabat, kalau kau ingin tahu belakangan dia dekat dengan Jimin hyung. Sejak dulu aku bilang begitu dan mungkin kau tidak akan pernah bisa percaya, tapi apa yang bisa kulakukan untuk itu? Lalu sekarang kau ingin putus karena Minah, dan sekali lagi apa yang bisa kulakukan? Kau bahkan tak mau percaya tiap kali kubilang Minah hanya sahabatku.”

“Kalau begitu buktikan padaku kalau memang Minah hanya sahabatmu.” Heeran berujar pelan. ”Buktikan bahwa aku lebih penting dari Minah, bahwa akulah prioritasmu dan bukannya Minah.”

Taehyung tercenung sesaat. Memikirkan kalimat Heeran dan ia menggelengkan kepalanya perlahan.

“Maaf, aku tidak bisa,” ujar Taehyung, nyaris berbisik. ”Kau dan Minah sama pentingnya bagiku. Aku tidak mungkin meninggalkan salah satu dari kalian.”

Mendengar ini membuat Heeran tersenyum masam. ”Lihat? Aku tahu jawaban itu yang akan kau berikan. Setuju putus denganku sudah membuat jelas segalanya. Kau, lebih memilih Minah. Kau bisa meninggalkanku, tapi tidak dengan Minah.” Heeran meletakan kedua tangannya di pinggang lantas menatapTaehyung tajam. ”I’m seriously done with you, Kim Taehyung.”

Lalu untuk kedua kalinya Heeran memutar punggung, kali ini keyakinan dalam dadanya lebih besar. Inilah pilihan paling tepat yang pernah diambilnya. Namun belum sempat ia melangkah terlalu jauh sebuah tangan menangkap lengannya, memaksanya berbalik dan lagi-lagi kembali dihadapkan dengan Taehyung.

Heeran nyaris menjerit frustasi jika saja Taehyung tak segera membuka mulut.

“Kau salah, Heeran. Hanya karena aku memilih putus denganmu bukan berarti aku sanggup meninggalkanmu,” ujarnya pelan. ”Kumohon biarkan aku tetap di sisimu. Kau ingin kita putus, aku bisa menerimanya. Tapi kau memintaku menjauh, aku sama sekali tak bisa. Karena itu biarkan aku tetap bersamamu meski kita bukan sepasang kekasih lagi.”

Heeran menatap Taehyung tidak mengerti. Ia melepaskan diri dari genggaman Taehyung kemudian mengambil selangkah mundur.

“Sebenarnya apa yang kau mau, Taehyung?”

Taehyung menatap Heeran lama. Berusaha menyampaikan sekelumit perasaannya yang mungkin takan mudah diterima Heeran.

“Jangan mendorongku pergi, jangan menjauh dariku. Tetaplah di sisiku, Heeran. Tetap di sini.”

◊◊◊

            “Jimin? Kau bisa antar aku ke kampus?”

“Maaf, Minah, kurasa aku tidak bisa. Besok pagi keluargaku datang, pasti akan sibuk sekali.”

“Ah, baiklah tidak masalah. Aku bisa minta bantuan Taehyung.”

“Oh, Taehyung? Bagaimana hubungannya dengan Heeran? Kudengar mereka nyaris putus.”

“Entahlah. Mereka memang sempat putus, tapi belakangan kulihat mereka masih sering bersama. Sejak dulu hubungan mereka memang tidak pernah benar. Aku yang melihatnya saja pusing sendiri.”

FIN

apa ini? ini apa? hiks maafin aku udah lama ga muncul malah bawa fic absurd gini hiks:”””

Advertisements

2 thoughts on “[Vignette] Break Up: Go Away

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s