[Ficlet] Insiden Sapu Tangan

168977

Insiden Sapu Tangan

.

BTS’ Jeon Jungkook & OC’s Kim Mony | childhood, friendship | ficlet 509 words | G

.

Bisa tolong katakan pada murid perempuan itu kalau warna rambutnya sangat, sangat mengganggu Jeon Jungkook?

.

.

Sayangnya, tidak bisa dan tidak ada yang mau.

Sekali pun Jungkook kesal setengah sadar, dia tidak berani bicara seperti itu. Lagi pula, protes pun percuma. Kim Mony punya rambut dengan warna merah alami. Bukan hasil cat warna dari salon Bibi Liu di ujung jalan sana.

Mony juga sering berkeliaran di dekat Jungkook (yeah, tentu saja, mereka berada di tingkat yang sama). Gadis itu juga muncul di lapangan sepak bola, di dekat kamar mandi laki-laki, dan sekarang, di taman dekat rumah Jungkook.

“Kenapa kamu ada di sini?” tanya Jungkook dengan dahi mengernyit. Merasa aneh karena Mony menggantung dari dahan pohon—kaki dikaitkan di dahan dan kepalanya di bawah.

Mony membagi cengiran lebar. “Aku spiderwoman,” katanya. “Keren, tidak?”

“Tidak. Kamu aneh.”

“Dan keren?”

“Aneh saja. Tidak keren.”

Hm… baiklah.” Si rambut merah manggut-manggut (tampak seperti manggut-manggut). Dia berusaha menggapai dahan, tapi jaraknya terlalu jauh. “Kookie-ya?” Mony bahkan sudah punya nama panggilan sendiri untuk Jungkook.

Jungkook menghela napas. Dia maju satu langkah dan mengulurkan tangan. Mendorong punggung si gadis cilik kuat-kuat sampai tangan pendek Mony hampir menyentuh dahan. Namun, agaknya dorongan Jungkook terlalu kuat. Karena yang terjadi malah…

BRUK!

“Kim Mony!”

…gadis cilik yang memakai baju kodok itu jatuh tersungkur mencium tanah.

“H-Hei, Kim Mony? Kamu masih hidup?”

Mony tidak bergerak sama sekali. Dia benar-benar terlihat seperti tupai merah sekarat yang menelungkup di antara dedaunan kering oranye.

“Mony?” Jungkook kembali memanggil. Dia berjongkok di samping Mony. Mengguncang bahu gadis itu dan terlonjak kaget saat Mony tiba-tiba saja menoleh. Dan dia tertawa!

Jatuh dari ketinggian lebih kurang dua meter, hidungnya terbentur tanah, dan Kim Mony tertawa!

Luar biasa!

Hahaha….” Mony masih tertawa. Dia mengubah posisi—terlentang menatap tas kuningnya yang masih tersangkut di ranting. “Aku baru saja jatuh. Hahaha….”

Mony gadis yang aneh… dan gila.

“Apa hidungku berdarah, Kookie?”

“Oh, Tuhan!” pekik Jungkook histeris. “Ya, hidungmu berdarah!”

“Benarkah?!”

Jika kalian berpikir bahwa Mony pasti panik atau menangis, kalian salah besar! Kim Mony tetap tertawa dan dia berdiri secepat kilat. Melompat-lompat, berharap bisa menggapai  tas kuningnya.

“Kookie, cepat ambilkan tasku.”

“Buat apa, sih?”

“Mau ambil plester.”

Sekali lompat, tas kuning Mony sudah berada di tangan Jungkook. Tidak langsung memberikan tas itu pada Mony, Jungkook malah mengeluarkan sapu tangannya dan menjejalkan kain biru kotak-kotak itu di hidung Mony. “Bagian mana yang mau diplester, huh? Lubang hidungmu?” Jungkook berdecak sebal, tapi tangannya tetap membersihkan sekitar hidung Mony dari tetesan darah.

Mony menahan bibirnya untuk tidak tersenyum bahagia. Susah sekali menarik perhatian Jungkook. Benar-benar susah. Jungkook selalu dikelilingi teman-temannya dan selalu menghindari Mony.

Merasa tidak ada darah yang keluar dari hidung Mony lagi, Jungkook menyerahkan tas kuning Mony sekaligus sapu tangannya. “Cuci yang bersih. Setelah itu kembalikan padaku. Mengerti?”

Mony mengangguk berkali-kali sembari menggenggam erat sapu tangan Jungkook yang dipenuhi noda darah. “Terima kasih, Kookie.”

“Sama-sa—Ya! Apa-apaan kamu?!”

Menghindari amukan kemarahan Jungkook, Mony lebih dulu lari sampai pintu taman. Tapi menyempatkan diri untuk berbalik, melambaikan kedua tangannya, dan berteriak,

.

“Jangan bilang Kak Wooshin kalau aku mencium pipimu, ya, Kookie.”

.

“Kim Mony!!!”

.

fin.

Oke, rencananya pengen ngetik soulmate!AU kukimon (jungkook-mony) tapi jadinya malah fic absurd ini XD

And thanks to riris yang udah mau diajak diskusi dan amer yang udah mau direpotin ngepost fic ini (dapet ketjup dari kesayangan masing-masing)

Sampai jumpa di vesperia dan soulmate!AU—yang entah kapan dilanjutnya

Advertisements

13 thoughts on “[Ficlet] Insiden Sapu Tangan

    1. Iya betuuuuulll 🎉🎊
      Ko kamu tau?? Woaaaahhh terharu nih mony nya :”)
      Katanya mony, “makasih ya kak udah perhatian sama mony 😘”
      Dan makasih juga ya mitha, udah sempetin baca dan komen. Salam kenal, yeni 91L di sini 😆

      Like

  1. Heleh itu umur berapa udah mainannya begituan -.- (seketika sadar umur segini masih menyendiri /krik)
    Mony sukanya gelantungan ya.. cem monyet aja /dilindes/

    Suka kak suka ><
    Jadi pengen tau itu entar gedenya gmn /bhaks/ Req, buatin sequel pas mereka udh gede ya kak /kedip2/ /ga

    Liked by 1 person

    1. Tbh itu mereka baru kelas 6 sd 😂 (keplak aja authornya)
      Mony hobinya emang panjat2 pohon sih…… tapi dia benci monyet entah kenapa 😄
      Siap siap! Karna yg rikues kukimon pas udah gede ada lagi, pasti aku bikinin~ ^^)7
      Dan makasih ya udah sempetin baca dan komen 😆

      Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s